• Tidak ada hasil yang ditemukan

GARIS NILAI

Dalam dokumen MODUL KESPRO LUAR SEKOLAH 260122 (Halaman 37-41)

Pilihlah, setuju, tidak setuju, atau ragu-ragu sebutkan

alasannya Setuju Ragu-ragu Tidak setuju

7. Fasilitator menanamkan kepada para peserta bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dan mendorong peserta untuk berdiskusi.

8. Berikut adalah daftar pernyataan dan petunjuk jawaban yang dapat disampaikan oleh fasilitator:

1. Merokok merupakan hak seseorang, jadi tidak perlu dilarang Petunjuk:

Lihat dari sudut pandang kesehatan, merokok mengganggu kesehatan diri sendiri dan orang lain.

2. Remaja perempuan menegur teman laki-laki yang mengintip rok temannya

Petunjuk:

Menegur boleh dilakukan, dengan cara berkomunikasi dengan efektif dan tidak menyinggung.

3. Remaja berusia 10-13 tahun boleh berpacaran Petunjuk:

Tekankan alasan mengapa berpacaran? Tidak berpacaran tetap membuat seseorang hebat dan keren, Berpacaran bukan karena ikut-ikutan atau untuk dinilai keren/hebat. Kaitkan dengan apakah mengganggu waktu belajar?

penggunaan waktu secara bermanfaat, serta pentingnya melakukan kegiatan positif lainnya.

4. Melihat video porno adalah hal yang wajar bagi remaja Petunjuk:

Ingatkan mengenai dampak pornografi. Mengingatkan bahwa video porno menampilkan hal-hal yang palsu dan umumnya tentang pelecehan dan kekerasan seksual.

5. Mencoba NAPZA, sekali-kali tidak apa apa, biar tidak penasaran Petunjuk:

Tekankan bahwa pendapat ini salah dan menjadi awal seseorang terjebak dalam ketergantungan napza, yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, pendidikan, sosial, dan ekonomi. Ingatkan tahapan penggunaan napza

mengenai coba-coba (ada di bagian 4, permasalahan kesehatan reproduksi).

1. Merokok merupakan hak seseorang, jadi tidak perlu dilarang Petunjuk:

Lihat dari sudut pandang kesehatan, merokok mengganggu kesehatan diri sendiri dan orang lain.

2. Remaja perempuan menegur teman laki-laki yang mengintip rok temannya

Petunjuk:

Menegur boleh dilakukan, dengan cara berkomunikasi dengan efektif dan tidak menyinggung.

3. Remaja berusia 10-13 tahun boleh berpacaran Petunjuk:

Tekankan alasan mengapa berpacaran? Tidak berpacaran tetap membuat seseorang hebat dan keren, Berpacaran bukan karena ikut-ikutan atau untuk dinilai keren/hebat. Kaitkan dengan apakah mengganggu waktu belajar?

penggunaan waktu secara bermanfaat, serta pentingnya melakukan kegiatan positif lainnya.

4. Melihat video porno adalah hal yang wajar bagi remaja Petunjuk:

Ingatkan mengenai dampak pornografi. Mengingatkan bahwa video porno menampilkan hal-hal yang palsu dan umumnya tentang pelecehan dan kekerasan seksual.

5. Mencoba NAPZA, sekali-kali tidak apa apa, biar tidak penasaran Petunjuk:

Tekankan bahwa pendapat ini salah dan menjadi awal seseorang terjebak dalam ketergantungan napza, yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, pendidikan, sosial, dan ekonomi. Ingatkan tahapan penggunaan napza

mengenai coba-coba (ada di bagian 4, permasalahan kesehatan reproduksi).

Kegiatan 2. Fenomena Remaja Masa Kini

Langkah:

1. Fasilitator menyapa para peserta, tanyakan kabar, perkenalkan diri dan menjelaskan tujuan sesi.

2. Fasilitator menanamkan kepada peserta bahwa pertemuan/kegiatan ini adalah tempat yang aman bagi semua peserta untuk berpendapat dan berdiskusi.

3. Fasilitator meminta para peserta untuk berani menyampaikan pendapatnya masing-masing dan menghargai pendapat peserta lain, meskipun pendapat tersebut berbeda.

4. Fasilitator menyampaikan bahwa kita akan berdiskusi mengenai nilai dengan berdiskusi tema “Fenomena Remaja Masa Kini”.

5. Fasilitator membagi peserta menjadi beberapa kelompok, dengan maksimal peserta 5 orang untuk setiap kelompoknya.

6. Fasilitator membagikan atau membacakan kasus yang akan dibahas untuk setiap kelompok:

FENOMENA REMAJA MASA KINI Kasus 1:

Rina, remaja perempuan berusia 15 tahun, ingin sekali ikut berkumpul bersama teman-temannya di sebuah warung tempat nongkrong anak muda. Orangtua Rina tidak setuju, dan tidak mengijinkan Rina untuk pergi karena sering pulang larut malam. Orangtuanya takut Rina akan ikut- ikutan merokok atau mengkonsumsi alkohol.

Kasus 2:

Tegar, remaja laki-laki berusia 13 tahun, memiliki sekelompok teman akrab.

Suatu saat ketika sedang berkumpul, salah seorang temannya mengajak merokok dan semua orang harus kompak untuk mencoba. Walaupun takut namun Tegar terpaksa ikut merokok karena khawatir tidak dianggap menjadi bagian dari kelompoknya lagi.

Kasus 3:

Afgan, remaja laki-laki berusia 14 tahun merasa mulai kecanduan menonton tayangan pornografi di ponselnya. Dia ingin ngobrol dengan orangtuanya, namun takut dimarahi dan dikatakan sebagai anak nakal karena seringkali orangtuanya mengatakan bahwa remaja yang sering melihat tayangan pornografi bukan remaja baik-baik dan tidak punya masa depan.

Batas bawah usia:

13 tahun

7. Fasilitator mengarahkan peserta untuk membahas kasus dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

• Apa perbedaan nilai antara remaja dengan temannya/orangtua?

• Apa dampak dari perbedaan nilai tersebut?

• Apa yang sebaiknya dilakukan oleh remaja dan teman/orangtua untuk menyelesaikan masalah tersebut?

8. Fasilitator menjelaskan bahwa dalam setiap kasus akan terjadi perbedaan nilai, kuncinya adalah berkomunikasi, berdiskusi dan menghargai perbedaan pendapat.

Misalnya pada kasus 1, fasilitator dapat menjelaskan perlu terjadinya komunikasi antara Rina dan orangtuanya, rina dapat menyakinkan orangtuanya untuk mengijinkan berkumpul dengan teman-temannya dengan syarat tidak pulang larut malam.

9. Hargai para peserta yang bersedia dan berani mengemukakan pendapat, meskipun mungkin pendapat tersebut berbeda dengan pendapat fasilitator.

10. Fasilitator menyampaikan materi mengenai mengenali nilai dan norma.

11. Fasilitator memberikan kesempatan untuk tanya jawab.

12. Fasilitator menyimpulkan dan membuat refleksi:

• Tidak ada jawaban yang salah untuk setiap pendapat. Setiap orang berhak memiliki pendapat yang berbeda. Perbedaan pendapat ini disebabkan oleh adanya perbedaan nilai yang dianut oleh setiap orang.

• Perbedaan mengenai nilai mungkin terjadi diantara beberapa pihak. Jika ada perbedaan nilai, maka langkah yang harus dilakukan adalah berkomunikasi, berdiskusi dan menghargai perbedaan pendapat diantara kedua belah pihak.

• Selain itu, infomasi dan pendidikan yang komprehensif akan membantu membentuk nilai-nilai yang baik yang akan menjadi dasar dalam mengambil keputusan.

13. Fasilitator melakukan evaluasi.

Kasus 4:

Melati, remaja perempuan berusia 14 tahun senang sekali ketika Bagus menyatakan cinta padanya. Namun dia tidak berani menerima Bagus sebagai pacarnya karena selama ini orangtuanya selalu mengatakan bahwa remaja sebaiknya tidak pacaran.

Kegiatan 3. “Arisan Nilai”

Langkah:

1. Fasilitator menyapa para peserta, tanyakan kabar, perkenalkan diri dan menjelaskan tujuan sesi.

2. Permainan ini bertujuan mendorong remaja untuk mengekspresikan nilai yang dimilikinya terkait kesehatan reproduksi.

3. Fasilitator menyampaikan bahwa kita akan berdiskusi mengenai nilai melalui permainan “Arisan Nilai”.

4. Fasilitator telah menyiapkan pernyataan dalam gulungan kertas yang dimasukkan ke dalam kotak (tempat penyimpanan).

5. Fasilitator mempersilahkan peserta membentuk lingkaran (maksimal 10 orang).

6. Fasilitator menanamkan ke para peserta bahwa di tempat/lingkaran ini adalah tempat yang aman bagi semua peserta untuk berpendapat dan berdiskusi.

7. Fasilitator meminta para peserta untuk berani menyampaikan pendapatnya masing-masing dan menghargai pendapat peserta lain, meskipun pendapat tersebut berbeda.

8. Fasilitator menunjuk 1 orang pertama di dalam kelompok untuk mengambil gulungan kertas.

9. Peserta memberikan pendapat (apakah setuju atau tidak berikut dengan alasannya) mengenai pernyataan yang berada di dalam kertas tersebut, setelah selesai berpendapat, maka akan diakhiri dengan “Ini nilaiku, mana nilaimu? Sambil menyerahkan kotak gulungan kertas untuk diambil oleh peserta disebelahnya, demikian seterusnya.

10. Fasilitator menyimpulkan tidak ada jawaban yang salah untuk setiap pendapat.

Setiap orang berhak memiliki pendapat yang berbeda. Perbedaan pendapat ini disebabkan oleh adanya perbedaan nilai yang dianut oleh setiap orang.

Batas bawah usia:

16 tahun

Dalam dokumen MODUL KESPRO LUAR SEKOLAH 260122 (Halaman 37-41)