Pernyataan 1:
Wajar, bila remaja laki-laki menertawakan anak perempuan yang roknya terkena darah menstruasi
Pernyataan 2:
Remaja laki-laki bebas merokok, perempuan tidak boleh
Pernyataan 3:
Remaja perempuan menertawakan temannya yang sudah memiliki kumis
Pernyataan 4:
Remaja perempuan menegur teman laki-laki yang mengintip rok temannya Pernyataan 5:
Remaja
perempuan tidak boleh menolak ketika temannya mengajak untuk melakukan ciuman/pelukan
Pernyataan 6:
Tidak masalah bila seorang laki laki atau perempuan menikah dibawah umur 18
Pernyataan 7:
Perempuan tidak boleh keluar di malam hari, sedangkan laki-laki boleh
Pernyataan 8:
Remaja berusia 10-13 tahun berpacaran dan harus bertemu setiap hari
Pernyataan 9:
Merokok merupakan hak seseorang, jadi tidak perlu dilarang
Pernyataan 10:
Kita boleh tidak setuju dengan pendapat teman akrab meskipun hal tersebut bisa merusak pertemanan
Pernyataan 11:
Remaja laki-laki boleh dibully apabila sudah berpacaran tetapi belum pernah berciuman
Pernyataan 12:
Melakukan hubungan seks sekali tidak
masalah asal hanya sekali dan tidak diulangi lagi untuk menjawab rasa penasaran Pernyataan 13:
Apabila menyukai seseorang,
yang wajib mengungkapkan terlebih dahulu adalah remaja laki- laki
Pernyataan 14:
Rasa cinta
dibuktikan dengan melakukan
hubungan seksual
Pernyataan 15:
Melihat video porno adalah hal yang wajar bagi remaja
Pernyataan 16:
Berkelahi antar remaja laki-laki adalah hal yang wajar untuk membuktikan kejantanan Pernyataan 17:
Laki-laki tidak boleh membelikan pembalut untuk perempuan
Pernyataan 18:
Usia masih
dibawah 13 tahun dilarang pacaran, kalo sudah lebih dari 13 tahun boleh
Pernyataan 19:
Mimpi basah adalah hal yang memalukan, jangan sampai orang tua kita tahu ya
Pernyataan 20:
Mencoba napza, sekali-kali tidak apa apa, biar tidak penasaran
Berikut panduan fasilitator untuk pernyataan dalam lembar kerja arisan nilai:
Pernyataan 1:
Menstruasi adalah proses wajar yang dialami perempuan, remaja laki-laki sebaiknya tidak menertawakan
Pernyataan 2:
Laki-laki dan perempuan sama saja tidak disarankan merokok, karena alasan kesehatan
Pernyataan 3:
Tumbuh kumis adalah proses wajar yang akan dialami remaja laki-laki, remaja perempuan sebaiknya tidak menertawakan
Pernyataan 4:
Menegur boleh dilakukan, dengan cara berkomunikasi dengan efektif dan tidak menyinggung Pernyataan 5:
siapapun berhak untuk menolak hal yang membuatnya tidak nyaman
Pernyataan 6:
ingatkan mengenai usia yang pas untuk menikah, terkait risiko biologis psikologis dan sosial ekonomi
Pernyataan 7:
perhatikan unsur keamanan, bukan masalah karena dia laki-laki atau perempuan
Pernyataan 8:
Kaitkan
dengan apakah mengganggu prestasi belajar?
penggunaan waktu secara bermanfaat, kegiatan positif Pernyataan 9 :
Lihat dari sudut pandang Kesehatan
Pernyataan 10:
biasakan untuk memiliki sikap dan mengemukakan pendapat
walaupun berbeda dengan teman
Pernyataan 11:
Kaitkan dengan pacaran sehat dan bertanggung jawab, bully akan memberikan pengaruh buruk
Penyataan 12:
sekali atau beberapa kali, sama saja dari sudut risiko yang harus ditanggung Pernyataan 13:
Tidak selalu seperti itu, laki- laki perempuan mempunyai hak yang sama
Pernyataan 14:
Ingatkan
mengenai risiko
Pernyataan 15:
Ingatkan
mengenai dampak pornografi
Pernyataan 16:
Laki-laki ataupun perempuan tidak diperkenankan untuk melakukan kekerasan
Pernyataan 17:
Tidak masalah, sebagai bentuk dukungan terhadap
perempuan ketika membutuhkan bantuan
Pernyataan 18:
Ingatkan remaja mengenai relasi yang sehat dan bertanggung jawab
Pernyataan 19:
Mimpi basah merupakan proses yang wajar, kita bisa berkomunikasi dengan orang tua bila memungkinkan
Pernyataan 20:
Ingatkan tahapan penggunaan napza mengenai coba-coba (ada di bagian 3, permasalahan kesehatan reproduksi)
SESI 2. BELAJAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN (DECISION MAKING)
Pendahuluan
Pengambilan keputusan merupakan salah satu keterampilan hidup yang harus dimiliki oleh remaja. Pengambilan keputusan akan dipengaruhi oleh nilai, norma dan budaya yang berlaku pada seseorang dan dilakukan dalam keseharian kita.
Penting bagi remaja untuk belajar mengambil keputusan, termasuk terkait kesehatan reproduksi yang bertanggung jawab. Pada sesi ini akan dibahas mengenai belajar mengambil keputusan, dan langkah-langkah dalam pengambilan keputusan.
Tujuan
1. Remaja memahami tahapan mengambil keputusan.
2. Remaja mampu menerapkan nilai-nilai positif dalam mengambil keputusan.
Kegiatan
Alokasi Waktu: 60 Menit
1. Pengantar 5 menit
2. Diskusi 15 menit
a. “Apa yang akan kamu lakukan?” (pilihan 1, batas bawah usia 7 tahun) b. Diskusi “Studi Kasus Keputusan” (pilihan 2, batas bawah usia 13 tahun) c. Kegiatan “Kartu Keputusan” (pilihan 3, batas bawah usia 16 tahun)
3. Materi pengambilan keputusan 10 menit
4. Tanya Jawab 10 menit
5. Kesimpulan dan Refleksi 10 menit
6. Evaluasi Kegiatan 10 menit
Media dan Alat Bantu
1. Bahan tayang.
2. Laptop.
3. Proyektor (bila memungkinkan) apabila tidak, dapat menggunakan bahan bacaan yang di fotocopy.
Langkah Kegiatan
Kegiatan 1. “Apa yang akan kamu lakukan?”
Langkah:
1. Fasilitator menyapa para peserta, tanyakan kabar, perkenalkan diri dan menjelaskan tujuan sesi.
2. Fasilitator menanamkan kepada peserta bahwa di tempat ini adalah tempat yang aman bagi semua peserta untuk berpendapat dan berdiskusi.
3. Fasilitator meminta para peserta untuk berani menyampaikan pendapatnya masing-masing dan menghargai pendapat peserta lain, meskipun pendapat tersebut berbeda.
4. Fasilitator menyampaikan bahwa kita akan berdiskusi dan berlatih untuk belajar mengambil keputusan dengan permainan “Apa yang akan kamu lakukan?”.
5. Fasilitator mengarahkan peserta membentuk 3 kelompok.
6. Fasilitator membagikan lembar studi kasus “Apa yang akan kamu lakukan”.
7. Peserta mempresentasikan hasil belajar mengambil keputusan berdasarkan
“langkah-langkah pengambilan keputusan”.
8. Fasilitator menyampaikan materi “Belajar mengambil keputusan”.
9. Fasilitator menanggapi hasil diskusi peserta untuk berlatih mengambil keputusan (sesuai dengan materi langkah-langkah pengambilan keputusan):
1. Pikirkan tujuan.
2. Faktor positif dan negatif.
3. Pertimbangan faktor lain.
4. Pilihan yang terbaik.
5. Apa isi keputusan?
6. Evaluasi keputusan.
10. Fasilitator menyimpulkan dan merefleksikan bahwa:
• Sebaiknya remaja memiliki rasa percaya diri, memegang teguh nilai positif, berpikir kritis mengenai kelebihan dan risikonya ketika memutuskan perilaku tertentu, dan memikirkan dampak buruk terhadap diri sendiri dan orang lain.
• Setiap keputusan selalu mempertimbangkan faktor keluarga, psikis, sosial, dan kesehatan dan melakukan evaluasi atas keputusan yang diambil.
Batas bawah usia:
16 tahun
• Segera mencari dukungan jika dibutuhkan untuk mencegah melakukan perilaku berisiko tersebut atau menghentikannya bagi yang sudah terlanjur melakukannya.
11. Fasilitator melakukan evaluasi.
Lembar Kerja Kegiatan
Situasi 1
Suatu hari, Andi bermain bersama teman-temannya ke sebuah taman.
Andi melihat salah satu teman perempuannya ada noda darah di roknya (kemungkinan darah menstruasi).
Apa yang sebaiknya Andi lakukan? Berikan alasannya!
Situasi 2
Suatu hari, Yuli bermain bersama teman-temannya ke sebuah taman, tiba tiba Yuli mendapatkan menstruasi dan tidak membawa pembalut. Yuli bingung dan malu, karena kebanyakan temannya adalah laki-laki, namun ia harus segera membeli pembalut dan membutuhkan pertolongan.
Apa yang sebaiknya Yuli lakukan? Berikan alasannya!
Situasi 3
Agus sedang kumpul-kumpul dirumah salah satu temannya dan bermain game bola dengan Play Station. Temannya mengajak Agus untuk melakukan tantangan menang dan kalah, apabila kalah harus mencoba merokok didepan teman-temannya.
Apa yang sebaiknya dilakukan oleh Agus? Berikan alasannya.
Kegiatan 2. “Studi Kasus Keputusan”
Langkah:
1. Fasilitator menyapa para peserta, tanyakan kabar, perkenalkan diri dan menjelaskan tujuan sesi.
2. Fasilitator menanamkan kepada peserta bahwa di tempat ini adalah tempat yang aman bagi semua peserta untuk berpendapat dan berdiskusi.
3. Fasilitator meminta para peserta untuk berani menyampaikan pendapatnya masing-masing dan menghargai pendapat peserta lain, meskipun pendapat tersebut berbeda.
4. Fasilitator menyampaikan bahwa kita akan berdiskusi dan berlatih untuk belajar mengambil keputusan dengan permainan “Studi kasus keputusan”.
5. Fasilitator mengarahkan peserta membentuk 3 kelompok.
6. Berikan 1 kasus untuk 1 kelompok, minta setiap kelompok untuk mengambil keputusan berdasarkan masing-masing kasus.
7. Fasilitator mengarahkan setiap kelompok untuk berdiskusi membuat langkah- langkah pengambilan keputusan. Setiap kelompok memilih ketua untuk memimpin diskusi.
8. Fasilitator menyampaikan materi “Belajar mengambil keputusan”.
9. Fasilitator menyimpulkan dan merefleksikan bahwa:
a. Sebaiknya remaja memiliki rasa percaya diri, memegang teguh nilai positif, berpikir kritis mengenai kelebihan dan risikonya ketika memutuskan perilaku tertentu, dan memikirkan dampak buruk terhadap diri sendiri dan orang lain.
b. Setiap keputusan selalu mempertimbangkan faktor keluarga, psikis, sosial, dan kesehatan dan melakukan evaluasi atas keputusan yang diambil.
c. Segera mencari dukungan jika dibutuhkan untuk mencegah melakukan perilaku berisiko tersebut atau menghentikannya bagi yang sudah terlanjur melakukannya.
10. Fasilitator melakukan evaluasi.
Batas bawah usia:
13 tahun