• Tidak ada hasil yang ditemukan

DENGAN ORANG LAIN

Dalam dokumen MODUL KESPRO LUAR SEKOLAH 260122 (Halaman 81-92)

SESI 1. KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI EFEKTIF

Pendahuluan

Komunikasi merupakan salah satu keterampilan hidup yang harus dimiliki oleh remaja yang dapat digunakan dalam proses penyampaian dan penerimaan persetujuan, mengungkapkan batasan diri dan lain sebagainya. Adalah penting untuk melatihkan komunikasi kepada para remaja, untuk secara asertif dan terbuka menyampaikan keputusan dan pendapatnya. Misalnya: mau berkata tidak atau menolak ajakan berpacaran, walaupun teman-temannya yang lain sudah berpacaran.

Menyampaikan, menerima dan mengidentifikasi persetujuan adalah keterampilan.

Keterampilan ini perlu dilatihkan kepada remaja. Kemampuan komunikasi, berpikir kritis dan empati berperan dalam proses menyampaikan, menerima dan mengidentifikasi, misalnya dalam hal persetujuan.

Tujuan

Remaja memahami dan menerapkan cara berkomunikasi yang efektif dalam menyampaikan pendapat dan menolak perilaku berisiko.

Kegiatan

Alokasi waktu: 60 menit

1. Pengantar 5 menit

2. Diskusi 15 menit

a. “Emojiku” (pilihan 1, batas bawah usia 7 tahun)

b. “Suka yang mana?”(pilihan 2, batas bawah usia 13 tahun) c. “Bermain peran” (pilihan 3, batas bawah usia 16 tahun)

3. Materi keterampilan berkomunikasi efektif 10 menit

4. Tanya Jawab 10 menit

5. Kesimpulan dan Refleksi 10 menit

6. Evaluasi Kegiatan 10 menit

Media dan Alat Bantu

1. Bahan tayang.

2. Laptop.

3. Proyektor (bila memungkinkan) apabila tidak, dapat menggunakan bahan bacaan yang di fotocopy.

Langkah Kegiatan

Kegiatan 1. “Emojiku”

Langkah:

1. Fasilitator menyapa para peserta, tanyakan kabar, perkenalkan diri dan menjelaskan tujuan sesi.

2. Fasilitator menyampaikan bahwa kita akan berdiskusi mengenai keterampilan berkomunikasi efektif.

3. Fasilitator menanamkan kepada peserta bahwa di tempat ini adalah tempat yang aman bagi semua peserta untuk berpendapat dan berdiskusi.

4. Fasilitator meminta para peserta untuk berani menyampaikan pendapatnya masing-masing dan menghargai pendapat peserta lain, meskipun pendapat tersebut berbeda.

5. Fasilitator mengajak peserta untuk mengisi lembar permainan “Emojiku”.

6. Fasilitator membagikan lembar emojiku.

7. Peserta mengisi lembar emojiku (fasilitator bisa menentukan metode diisi secara individual ataupun berkelompok).

8. Fasilitator mengajak peserta untuk berdiskusi bahwa Setiap situasi dapat dikomunikasikan dengan cara yang berbeda oleh remaja, remaja diarahkan untuk melakukan komunikasi asertif.

9. Fasilitator menyampaikan materi keterampilan berkomunikasi efektif.

10. Fasilitator memberikan kesempatan untuk tanya jawab.

11. Fasilitator membuat kesimpulan dan refleksi:

• Remaja sebaiknya membiasakan komunikasi yang efektif dengan teman atau keluarga, sehingga pesan yang disampaikan mendapat umpan balik yang tepat.

• Remaja sebaiknya belajar untuk percaya diri dan memegang teguh nilai positif dengan mengatakan “tidak” untuk menolak pengaruh negatif.

12. Fasilitator melakukan evaluasi.

Batas bawah usia:

7 tahun

Lembar Kerja Kegiatan

Direbut Mainan Dibentak-bentak Dijahili Ditendang

Tidak berkata-kata hanya diam dan sedih (contoh)

Apa kamu

maksudnya? bentak- bentak aku? mau berantem ?? jangan gitu dong!

(contoh)

Aduuh aku kaget banget ih, kamu jahil, ada apa ya? salah saya apa? lebih baik jangan gitu yaa... nanti bajuku kotor, kasian ibuku (contoh)

Ditertawakan karena mulai tumbuh payudara

Ditertawakan karena mulai tumbuh kumis

Dipaksa teman ikut nonton balapan liar

Ditertawakan karena tubuh

pendek

Diejek karena

bertubuh bongsor Diajak mencoba rokok

Diajak pergi bertemu teman, tanpa ijin orang tua

Diolok-olok karena berjerawat Diam/pasif Bicara baik-baik/Asertif Marah/Agresif

Lembar untuk peserta:

EMOJIKU

Berikan emoji pada aktifitas dibawah ini, kemudian apa yang akan kamu katakan terhadap orang yang melakukannya.

Pilihan emoji:

Kegiatan 2. “Suka yang mana?”

Langkah:

1. Fasilitator menyapa para peserta, tanyakan kabar, perkenalkan diri dan menjelaskan tujuan sesi.

2. Fasilitator menyampaikan bahwa kita akan berdiskusi mengenai keterampilan berkomunikasi efektif.

3. Fasilitator menanamkan kepada peserta bahwa di tempat ini adalah tempat yang aman bagi semua peserta untuk berpendapat dan berdiskusi.

4. Fasilitator meminta para peserta untuk berani menyampaikan pendapatnya masing-masing dan menghargai pendapat peserta lain, meskipun pendapat tersebut berbeda.

5. Fasilitator mengajak peserta untuk mengisi lembar permainan “Kamu Suka yang Mana?”.

6. Fasilitator membagikan lembar “Kamu Suka yang Mana?”.

7. Peserta mengisi lembar “Kamu Suka yang Mana?” (fasilitator bisa menentukan metode diisi secara individual ataupun berkelompok).

8. Fasilitator menyampaikan materi keterampilan berkomunikasi efektif.

9. Fasilitator mengajak peserta untuk berdiskusi bahwa setiap situasi dapat dikomunikasikan dengan cara yang berbeda oleh remaja, remaja diarahkan untuk melakukan komunikasi asertif.

10. Fasilitator memberikan kesempatan untuk tanya jawab.

11. Fasilitator membuat kesimpulan dan refleksi:

a. Remaja sebaiknya membiasakan komunikasi yang efektif dengan teman atau keluarga, sehingga pesan yang disampaikan mendapat umpan balik yang tepat.

b. Remaja sebaiknya belajar untuk percaya diri dan memegang teguh nilai positif dengan mengatakan “tidak” untuk menolak pengaruh negatif.

12. Fasilitator melakukan evaluasi.

Batas bawah usia:

13 tahun

Lembar Kerja Kegiatan

Lembar untuk peserta:

“KAMU SUKA YANG MANA?”

Berikan emoji pada aktifitas dibawah ini, kemudian apa yang akan kamu katakan terhadap orang yang melakukannya. Kamu suka yang mana? Diam (pasif ), mampu bersuara dan berkomunikasi dengan baik bila merasa tidak nyaman (asertif ), atau agresif (menyerang, marah):

Diajak minum

alkohol Dibully Diejek karena

gemuk Diejek berjerawat

Katakan:

ya udah... aku minum juga

(contoh)

Apa kamu maksudnya? mau bully aku? sini lawaaaan !! kita berkelahi!

(contoh)

oooh aku gemuk ya? iya memang aku gemuk, tapi aku rajin olah raga lho, dan aku bersyukur bisa sehat.

Tapi maaf yaa... aku kurang nyaman kalau dipanggil si gendut, kalau bisa jangan panggil begitu lagi yaa...

(contoh) Diejek mempunyai

payudara terlalu besar

Ditertawakan karena mulai tumbuh kumis

Dipaksa teman ikut nonton balapan liar

Ditertawakan karena tubuh

pendek

Diejek karena tidak mau diajak

kebut-kebutan

Diajak mencoba rokok

Diajak pergi bertemu teman, tanpa ijin orang tua

Diolok-olok karena belum

punya pacar Diam /pasif Bicara baik-baik/ Asertif Marah/ Agresif

Kegiatan 3. “Bermain Peran”

Langkah:

1. Fasilitator menyapa para peserta, tanyakan kabar, perkenalkan diri dan menjelaskan tujuan sesi.

2. Fasilitator menyampaikan bahwa kita akan berdiskusi mengenai keterampilan berkomunikasi efektif.

3. Fasilitator mengajak peserta untuk “bermain peran”.

4. Fasilitator mengarahkan peserta untuk saling berpasangan.

5. Fasilitator menyampaikan situasi yang akan dilatihkan, yaitu:

“Irwan diajak Budi untuk pergi ke konser musik di sebuah cafe akhir minggu nanti. Irwan ingin sekali pergi namun Ia sudah berjanji dengan ibunya untuk membantu di rumah karena akan ada acara keluarga”.

6. Fasilitator mengarahkan peserta untuk mempraktekkan secara berpasangan komunikasi berikut ini:

a. Sampaikan penolakan dengan tegas: “Saya tidak bisa pergi”.

b. Sampaikan penolakan dengan mengungkapkan perasaan beserta alasannya:

“Maaf, saya sudah berjanji untuk membantu ibu. Perasaan saya tidak enak kalau mengecewakan ibu”.

c. Sampaikan penolakan dengan meminta persetujuan dan terima kasih:” Saya harap kamu tidak keberatan. Terima kasih atas pengertiannya”.

Budi tetap memaksa agar Irwan ikut

a. Ulangi penolakan sambil pergi:” Saya betul-betul tidak bisa pergi”.

b. Negosiasi: “Bagaimana kalau kamu datang saja ke rumah saya, pasti banyak masakan ibu saya yang enak-enak”.

c. Menunda:” Mungkin kita bisa pergi lain waktu, saya harus minta ijin terlebih dahulu ke orangtua saya”.

7. Pastikan bahwa kalimat-kalimat tersebut harus dipraktekkan. Melatih keterampilan harus dicoba dan dilakukan.

8. Fasilitator menanyakan bagaimana perasaan peserta ketika mempraktekkan komunikasi tersebut.

9. Fasilitator menyampaikan bahwa setiap situasi dapat dikomunikasikan dengan cara yang berbeda oleh remaja, remaja diarahkan untuk melakukan komunikasi asertif.

Batas bawah usia:

16 tahun

10. Fasilitator menyampaikan materi keterampilan berkomunikasi efektif.

11. Fasilitator memberikan kesempatan untuk tanya jawab.

12. Fasilitator membuat kesimpulan dan refleksi:

1. Remaja sebaiknya membiasakan komunikasi yang efektif dengan teman atau keluarga, sehingga pesan yang disampaikan mendapat umpan balik yang tepat.

2. Remaja sebaiknya belajar untuk percaya diri dan memegang teguh nilai positif dengan mengatakan “tidak” untuk menolak pengaruh negatif.

13. Fasilitator melakukan evaluasi.

SESI 2. PERTEMANAN

Pendahuluan

Pada bagian ini akan dibahas mengenai hubungan dengan orang lain. Bagaimana remaja dapat mengidentifikasi peran teman bagi dirinya, serta mengelola hubungan yang sehat dengan orang lain. Hal ini perlu didukung dengan pemahaman mengenai toleransi dan saling menghargai serta kemampuan untuk dapat melakukan komunikasi yang efektif. Pemahaman dan kemampuan tersebut menjadi penting berkaitan dengan tugas perkembangan remaja berikutnya untuk dapat membangun pertemanan yang sehat.

Tujuan

1. Remaja memahami mengenai pertemanan.

2. Remaja memahami hubungan sehat dengan orang lain.

Kegiatan

Alokasi waktu: 60 menit

1. Pengantar 5 menit

2. Diskusi 15 menit

a. “Ini Temanku” (pilihan 1, batas bawah usia 7 tahun)

b. “Lingkaran pertemanan” (pilihan 2, batas bawah usia 13 tahun) c. “Perlakuan baik” (pilihan 3, batas bawah usia 16 tahun)

3. Materi pertemanan 10 menit

4. Tanya Jawab 10 menit

5. Kesimpulan dan Refleksi 10 menit

6. Evaluasi Kegiatan 10 menit

Media dan Alat Bantu

1. Bahan tayang.

2. Laptop.

3. Proyektor (bila memungkinkan) apabila tidak, dapat menggunakan bahan bacaan yang di fotocopy.

4. Kertas HVS.

5. Ballpoint.

Langkah Kegiatan

Kegiatan 1. “Ini Temanku”

Langkah:

1. Fasilitator menyapa para peserta, tanyakan kabar, perkenalkan diri dan menjelaskan tujuan sesi.

2. Fasilitator menyampaikan bahwa kita akan berdiskusi mengenai pertemanan dengan melakukan kegiatan “Ini Temanku”.

3. Fasilitator menanamkan kepada peserta bahwa di tempat ini adalah tempat yang aman bagi semua peserta untuk berpendapat dan berdiskusi.

4. Fasilitator meminta para peserta untuk berani menyampaikan pendapatnya masing-masing dan menghargai pendapat peserta lain, meskipun pendapat tersebut berbeda.

5. Fasilitator membagikan kertas HVS kepada peserta dan meminta peserta untuk mengisi/menuliskan:

a. Nama peserta b. Nama temannya

c. Senang berteman dengannya karena...

d. Hal yang sering dilakukan bersama adalah..

6. Fasilitator dapat menggali jawaban peserta mengenai hal positif dan negatif yang didapatkan ketika menjalin pertemanan.

7. Fasilitator menyampaikan materi pertemanan.

8. Fasilitator memberikan kesempatan untuk tanya jawab.

Batas bawah usia:

7 tahun

Hal yang kami sering lakukan bersama adalah

bermain game

Hai aku Rachel, ini temanku Billy, aku senang berteman dengannya karena dia ramah dan suka

menolong

9. Fasilitator menyimpulkan dan melakukan refleksi bahwa:

a. Sebaiknya remaja membangun pertemanan atas dasar rasa saling peduli, perhatian, kasih sayang dan solidaritas.

b. Kelola emosi yang dirasakan untuk dapat menjalin pertemanan yang baik.

c. Berteman dengan siapa saja, namun tetap menjaga diri dari teman yang memberikan pengaruh tidak baik.

d. Pertemanan dan kasih sayang memberikan pengaruh positif terhadap remaja.

10. Fasilitator melakukan evaluasi.

Kegiatan 2. “Lingkar Pertemanan”

Langkah:

1. Fasilitator menyapa para peserta, tanyakan kabar, perkenalkan diri dan menjelaskan tujuan sesi.

2. Fasilitator menanamkan kepada peserta bahwa di tempat ini adalah tempat yang aman bagi semua peserta untuk berpendapat dan berdiskusi.

3. Fasilitator meminta para peserta untuk berani menyampaikan pendapatnya masing-masing dan menghargai pendapat peserta lain, meskipun pendapat tersebut berbeda.

4. Fasilitator menyampaikan bahwa kita akan berdiskusi mengenai pertemanan dengan melakukan kegiatan “Lingkar Pertemanan”.

5. Fasilitator membagikan kertas HVS kepada peserta dan meminta peserta untuk membuat lingkaran pertemanan:

6. Fasilitator menanyakan kepada peserta berdasarkan gambar tersebut:

Batas bawah usia:

13 tahun

1. Sebutkan beberapa kata yang menggambarkan nilai-nilai orang yang paling dekat dengan kalian?

Panduan:

Fasilitator dapat mengarahkan apakah nilai-nilai orang yang paling dekat tersebut bernilai positif? Hubungkan dengan dukungan pertemanan yang dapat dilakukan ketika remaja mengalami masalah.

Nama dibuat di lingkaran terkecil, kemudian tuliskan nama teman dekat atau sahabat, urutkan sesuai dengan kedekatan.

Dalam dokumen MODUL KESPRO LUAR SEKOLAH 260122 (Halaman 81-92)