APBD}
A. GAMBARAN UIIIUM
9. Belanja stwa alat beral
?rren&n'rirh iiirtl Pe hgo'rggdrafl Dderah
r57 EJ-l--1u U"."ttg dan iasa digunakan untuk pembelian p.ng"duun balrang dan ja-sa
-yanq lanfaatnfa
131
iipJrgott"k
tt
selama 12 bulan dan/atau pemakaian iasa-dala-
melaksanakan program dan kegiatal 'pemerintahan.Betanja ini rneliputi:
i.
Belanla bahan habis Pakai'2.
Belanjabahan/Material.3.
Belania jasa kantor.MoDUL lfAra Kljr]AI] Irl..fp lpl)]i
.14.
_Belanja Modal pengadaan peralatan Dapur.
15. Belanja modal pengadaan penghias ruangan rumah tangga.
16. Belanja Modal pengadaan Alat alat studio.
17. Belanja Modal pengadaan alat-alat komunikasi.
I 8. Belanja Modal pengadaan alat alat ukur.
19. Belanja modal pengadaal alat-alat kedo]teran.
13, Belanja modal pengadaan MebJair.
| 20. Belanja modal alat-alat laboratonum.
tanamsn,
30. Belania modal Alat-alet Keamanan.
1]. lelanF nodal pengadaan konrruksi jalan.
22. Belanja modat pengadaan kontruksi jembatan.
11. Pe]anla
mta]
pengadaan kontruksi iaringan air.24. Belanja-modal pengadaan penerangan
lalan, taman"
dan hutan kota.
25. Belanja modal pengadaan Instalasi Listrik dar
teleDhon-
i:#.?:
modal Pensadaan Kontrulsi/Pengadaan 27. Belanja modal pengadaan bul:u perpustakaar.,t* HTli Modal
pengadaan Barang bercorakkesenian, kebudayaan,
29. Belanja modal pengadaan hewan ternak dan
Sumber: Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 13 tahun 2006.
B.
ANGGARAN BELANJA I,ANGSUNGPenyusunan
anggaran belanja langsung dapat dilakukan
denganmenggunakan pendekatan kerangka pengeluaran jangka menengah daerah
ltlyDt,
penggaran terpadu danpendekahn
"nggron
berbasis kineerja(ABIq.
Penganggaran
dengan pendelatan Kerangka pengeluaran
jangka menengah dilaksanakan denqan melakukan penyusunan"prakiraan maiu yangberisi
perkiraan kebutuhan anggamnuntul pmgram dan
kegiatan untuk tahun anggaran berikutnyadari
tahun"rrggr."n
"y"ng
direncanakan dan merupakan imptikasi
dari
kebutuhanp"rrdli""n i"l"L p"t"t
"n""r,
program dan kegiatan pada tahun berikutnya.
Pendekatan penyusunan anggaran dengan pendekatan anggaran terpadu
dapat dilakukan
dengan mengintegrasikan,"l.uh p.oru,
perencanaan dan penganggaran daram ringkungansi(pD
guna mengt"sitta.,
dokumen158
o4++cooo+ooJ coooooa c bccoccoooooc cocoooccooocoooooocooococooocccoo--
Peren\ aan drn Pengans$mn Daeruh
rencana keria dan
anggaran,Adapun penyusunan anggaran
dengan pendekatan penganggaran berbasiskine4a
atau prestasikerla
dilakukan dengan memperhatikan keterkaitan antara pendanaan dengan keluaran yang diharapkan dari program dan kegiatan serta hasil yang diharapkan termasuk efisiensi dalam pencapaian hasil dan keluaran tersebuLPenyusunan anggamn belanja langsung dengan pendekatan anggaran berbasis kineda berdasarkan indicator kineria, capaian atau target kineria,
analisis
standar belanja,standar satuan
harga,dan standar
pelayanan minimal.Indikator Hneda
dan capaiankinerja
tersebutuntuk
mengukur keberhasilanyang akan dicapai dari
proses pelaksanaanprogram
dan kegiatan yang direncanakan,meliputi
kinerja masuka4 keluaran dan hasil yang alan dicapai.C.
BE[-ANrA TrDAx LANcsuNcBelanja
tidak
langsung merupakan belanja yangtidak terkait
secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Belanja tidaklangsung pada umumnya adalah belania belanja yang diteapkan secara bersama-sama untuk melaksanakan seluruh program dab kegiatan unit keeria atau aktivitasumum dari
sebuahunit keria.
Belaniagali
dan tuniangan 5rang dibayar kepada laiaran pegawai dari tingkat pimpinan sampai bawahan merupakan gaiirutin
setiap bulan yang diterimakan, berdasarkan pengangkatan yang bersangkutan menjadi pegawai PNS pusat maupun daerah. Secara Langsung belaniatidak
langsung pada instansi pemerintah daerahmeliputi:
belania pegawai, belanja bunga, belanja subsidi, belania hibafu belanja bagl hasil, belanja bantuan keuangan, belanja bantuan sosial, dan belania tidak terduga Belania pegawai merupakan belania konpensasi dalam bentuk gaji dan tuniangan berdasarkan ket€ntuan perundang-undangan yang berlaku dandiberikan
kepada pegawai negerisipil,
yang termasukke
dalam beLania pegawaiini
adalah tunjangan representasi dan tunjanganpimpinan
dan anggota DPRD serta gaii dan tunjangan Kepala Daerah dan wakilnya- Daerah dapat memberikan penghasilan tambahan kepada PNS daeratr, berdasarkan pertimbangan yang sangatobyektif
denganmelihat dan
memperhatikan kemampuan keuangan yangdimiliki
daerah serta mendapatkan persetuiuan DPRDsesuai dan berdasarkan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Tambahan penghasilanini
diberikan dalam rangka memperhatikan peningkatan kesejahteraanbagi
pegawai berdasarkan bebankeria
yang dipikulnya atau kelangkaan profesi atau prestasi kerja dari pegawaitersebul
159
\lonol !I..\ra KL'IIAH l'I,lP IFI)N
Tambahan penghasilan didasarkan kondisi kerja dan dibeikan kepada pegawai negeri
sipil di
mana dalam melaksanakan tugasnya berada dalam lingkungan kerja yang mempunyai risiko sangat tinggi. Sedangkan tambahan tunjangan kerja atas dasar kelangkaan profesiini
diberikan kepada pegawai negerisipil
yang dalam melaksanakan tugasnyadinilai memiliki
prestasi keria.Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri
nomor
13tahun
2006.tersebut kondisi keria tersebut termasuk ke dalam kondisl kerla yang sangat
perlu diberikan tambahan
penghasilan.Kr€teria pemberian
tambahan penghasilan diteapkan dengan peraturan kepala daerah-Belania bunga adalah belanja yang digunakan dan dianggarkan untuk melakukan pembayar?n
bunga atas pokok utang yahg dilakukan
ataskewaiiban, dihitung
berdasarkanposisi piniaman jangka pendek
dan jangka panjang. Belaniasubsidl
adalah termasuk belanjatidak
langsung yang dipergunakan untuk menganggarkan bantuan kepada biaya produksi kepada perusahaan/embaga yang mempmduksi barang bagi kepentingan masyarakat, hal ini dimaksudkan agar harga produksi barangyang dihasilkan untuk masyarakat, harga iualnya dapat diiangkau oleh masfarakat Terutama diberikan kepada perusahaan/embaga yang memproduksl kebutuhan dasar masyarakatdan
dipertanggungjawabkan dalam pelaksanaan pengelolaan APBD.Penerima
subsidi diwaiibkan untuk membuat
pertanggungjawaban sebagai penerima subsidi berdasarkan peraturan daerah yang ditetapkan oleh Kepala Daerah. Sedangkan belanja hibah termasuk belanjatidak
langsung digunakan untuk menganggarkan pemberianuang barang
dan atau iasa kepada pemerinah atau pemerintah daerah lainnya. Danyang dapat diberikan dana bantuan hibahini
adalah kelornpok lembaga atau badan dan swadayamasfarakat serta
organisasiswasta atau kelompok
masyarakat secara perorangan atau kelompok secara spesifik telah ditetapkan peruntukannla berdasarkan Kepala Daerah. Dan dilakukan dengan naskah perianjian daerah yang meliputi: penuniang peningkatan fungsi pemerintahan, layanan dasar umum serta pemberdayaan aparatur daerah,Adapun dana bagi hasil dapat diberikan .tan dianggarkan bersumber dari pendapatan pmvinsi kepada kabupaten/kota atau pendapatan kabupaten/
kota
kepadapemerinah
desaatau
pendapatan daerahtertentu
kepada pemerintah daerahlainnya
sezuai denga.n ketentuan perundang-undang yang berlaku. Bantuan keuanganini dapat bersifat umum dan
khusus.160
Petercafi.]an,lan Pgnganfgar4'l Daeft]l
Adapun yang bersifat umum diperuntukkan dan penggunaannya diserahkan sepenuhnya kepada pemerinah daerah/desa penerima bantuan. Sedangkan 1'ang
bersifat
l(husus diperuntukkandan
pengelolaannya diarahkan dan ditetapkan oleh pemerintah daerah pemberi banb.ran. Pemerintah daerah pemberi bantuan dapat mensyarad<an adanya dana penda, ping dalam APBD penerima bantuan..
Bantuan sosial dianggarkan dan dapat dipergrrnakan serta diberikandalam bentuk
uangatau
barang kepada komunitas maqrarakatmelalui organisasi kemaq/arakatan Tuiuannya adalah
untuh meningkatkan keseiahteraan mas,"arakat.
Diberikan tidak terus menerus setiap ahun, namun diberihan secara selektif dan penggunaan sangat ielas. Termasuk pemberian banuran untuk partaipolitik
Penerima bantuan sosial diwajibkan membuat laporan pertanggungiawaban kepada Kepala Daerah.. Tata cara
pengelolaandana bantuan sosial ini diatur
dengan peraturan kepala daerah.Sumb€r: Oiktat Pe.enc€naan dan Pengangg6ran Kem€nbidl Keuangan Tahun 2013, dan'Nurlan Darbe'Siste.r Perenc€naan dan Penganggaran PerErintah Daerah di Indonesia ' Salenba Empai, Jakatta 2009.
Tabel:5.2.
Rincian Belania Tldak Langsung
KEI,OMPOK BELAN]A TIDAK LANGSUNG Jenis belanja
tidak langsung
Rincian Belanje
a. Belanja Pegawai Belanja konpensasi kepada pegawai negeri sipil, ditetapkan berdasarkan peraturan perundang- uldangan. Belanja ini termasukjuga uang repr€sentasi dan tuniangan pimpinan dart anggota DPRD serta gaji dan tunlarrgan kepala daerah dan wakil kepala daenh.
Belanja inimeliputi: