• Tidak ada hasil yang ditemukan

Belanja stwa alat beral

Dalam dokumen P€R€NCANAAN (Halaman 167-171)

APBD}

A. GAMBARAN UIIIUM

9. Belanja stwa alat beral

?rren&n'rirh iiirtl Pe hgo'rggdrafl Dderah

r57 EJ-l--1u U"."ttg dan iasa digunakan untuk pembelian p.ng"duun balrang dan ja-sa

-yanq lanfaatnfa

131

iipJrgott"k

tt

selama 12 bulan dan/atau pemakaian iasa

-dala-

melaksanakan program dan kegiatal 'pemerintahan.

Betanja ini rneliputi:

i.

Belanla bahan habis Pakai'

2.

Belanjabahan/Material.

3.

Belania jasa kantor.

MoDUL lfAra Kljr]AI] Irl..fp lpl)]i

.14.

_Belanja Modal pengadaan peralatan Dapur.

15. Belanja modal pengadaan penghias ruangan rumah tangga.

16. Belanja Modal pengadaan Alat alat studio.

17. Belanja Modal pengadaan alat-alat komunikasi.

I 8. Belanja Modal pengadaan alat alat ukur.

19. Belanja modal pengadaal alat-alat kedo]teran.

13, Belanja modal pengadaan MebJair.

| 20. Belanja modal alat-alat laboratonum.

tanamsn,

30. Belania modal Alat-alet Keamanan.

1]. lelanF nodal pengadaan konrruksi jalan.

22. Belanja modat pengadaan kontruksi jembatan.

11. Pe]anla

mta]

pengadaan kontruksi iaringan air.

24. Belanja-modal pengadaan penerangan

lalan, taman"

dan hutan kota.

25. Belanja modal pengadaan Instalasi Listrik dar

teleDhon-

i:#.?:

modal Pensadaan Kontrulsi/Pengadaan 27. Belanja modal pengadaan bul:u perpustakaar.

,t* HTli Modal

pengadaan Barang bercorak

kesenian, kebudayaan,

29. Belanja modal pengadaan hewan ternak dan

Sumber: Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 13 tahun 2006.

B.

ANGGARAN BELANJA I,ANGSUNG

Penyusunan

anggaran belanja langsung dapat dilakukan

dengan

menggunakan pendekatan kerangka pengeluaran jangka menengah daerah

ltlyDt,

penggaran terpadu dan

pendekahn

"nggron

berbasis kineerja

(ABIq.

Penganggaran

dengan pendelatan Kerangka pengeluaran

jangka menengah dilaksanakan denqan melakukan penyusunan"prakiraan maiu yang

berisi

perkiraan kebutuhan anggamn

untul pmgram dan

kegiatan untuk tahun anggaran berikutnya

dari

tahun

"rrggr."n

"y"ng

direncanakan dan merupakan imptikasi

dari

kebutuhan

p"rrdli""n i"l"L p"t"t

"n""r,

program dan kegiatan pada tahun berikutnya.

Pendekatan penyusunan anggaran dengan pendekatan anggaran terpadu

dapat dilakukan

dengan mengintegrasikan

,"l.uh p.oru,

perencanaan dan penganggaran daram ringkungan

si(pD

guna mengt

"sitta.,

dokumen

158

o4++cooo+ooJ coooooa c bccoccoooooc cocoooccooocoooooocooococooocccoo

--

Peren\ aan drn Pengans$mn Daeruh

rencana keria dan

anggaran,

Adapun penyusunan anggaran

dengan pendekatan penganggaran berbasis

kine4a

atau prestasi

kerla

dilakukan dengan memperhatikan keterkaitan antara pendanaan dengan keluaran yang diharapkan dari program dan kegiatan serta hasil yang diharapkan termasuk efisiensi dalam pencapaian hasil dan keluaran tersebuL

Penyusunan anggamn belanja langsung dengan pendekatan anggaran berbasis kineda berdasarkan indicator kineria, capaian atau target kineria,

analisis

standar belanja,

standar satuan

harga,

dan standar

pelayanan minimal.

Indikator Hneda

dan capaian

kinerja

tersebut

untuk

mengukur keberhasilan

yang akan dicapai dari

proses pelaksanaan

program

dan kegiatan yang direncanakan,

meliputi

kinerja masuka4 keluaran dan hasil yang alan dicapai.

C.

BE[-ANrA TrDAx LANcsuNc

Belanja

tidak

langsung merupakan belanja yang

tidak terkait

secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Belanja tidaklangsung pada umumnya adalah belania belanja yang diteapkan secara bersama-sama untuk melaksanakan seluruh program dab kegiatan unit keeria atau aktivitas

umum dari

sebuah

unit keria.

Belania

gali

dan tuniangan 5rang dibayar kepada laiaran pegawai dari tingkat pimpinan sampai bawahan merupakan gaii

rutin

setiap bulan yang diterimakan, berdasarkan pengangkatan yang bersangkutan menjadi pegawai PNS pusat maupun daerah. Secara Langsung belania

tidak

langsung pada instansi pemerintah daerah

meliputi:

belania pegawai, belanja bunga, belanja subsidi, belania hibafu belanja bagl hasil, belanja bantuan keuangan, belanja bantuan sosial, dan belania tidak terduga Belania pegawai merupakan belania konpensasi dalam bentuk gaji dan tuniangan berdasarkan ket€ntuan perundang-undangan yang berlaku dan

diberikan

kepada pegawai negeri

sipil,

yang termasuk

ke

dalam beLania pegawai

ini

adalah tunjangan representasi dan tunjangan

pimpinan

dan anggota DPRD serta gaii dan tunjangan Kepala Daerah dan wakilnya- Daerah dapat memberikan penghasilan tambahan kepada PNS daeratr, berdasarkan pertimbangan yang sangat

obyektif

dengan

melihat dan

memperhatikan kemampuan keuangan yang

dimiliki

daerah serta mendapatkan persetuiuan DPRD

sesuai dan berdasarkan peraturan

perundang-undangan yang berlaku. Tambahan penghasilan

ini

diberikan dalam rangka memperhatikan peningkatan kesejahteraan

bagi

pegawai berdasarkan beban

keria

yang dipikulnya atau kelangkaan profesi atau prestasi kerja dari pegawai

tersebul

159

\lonol !I..\ra KL'IIAH l'I,lP IFI)N

Tambahan penghasilan didasarkan kondisi kerja dan dibeikan kepada pegawai negeri

sipil di

mana dalam melaksanakan tugasnya berada dalam lingkungan kerja yang mempunyai risiko sangat tinggi. Sedangkan tambahan tunjangan kerja atas dasar kelangkaan profesi

ini

diberikan kepada pegawai negeri

sipil

yang dalam melaksanakan tugasnya

dinilai memiliki

prestasi keria.

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri

nomor

13

tahun

2006.

tersebut kondisi keria tersebut termasuk ke dalam kondisl kerla yang sangat

perlu diberikan tambahan

penghasilan.

Kr€teria pemberian

tambahan penghasilan diteapkan dengan peraturan kepala daerah-

Belania bunga adalah belanja yang digunakan dan dianggarkan untuk melakukan pembayar?n

bunga atas pokok utang yahg dilakukan

atas

kewaiiban, dihitung

berdasarkan

posisi piniaman jangka pendek

dan jangka panjang. Belania

subsidl

adalah termasuk belanja

tidak

langsung yang dipergunakan untuk menganggarkan bantuan kepada biaya produksi kepada perusahaan/embaga yang mempmduksi barang bagi kepentingan masyarakat, hal ini dimaksudkan agar harga produksi barangyang dihasilkan untuk masyarakat, harga iualnya dapat diiangkau oleh masfarakat Terutama diberikan kepada perusahaan/embaga yang memproduksl kebutuhan dasar masyarakat

dan

dipertanggungjawabkan dalam pelaksanaan pengelolaan APBD.

Penerima

subsidi diwaiibkan untuk membuat

pertanggungjawaban sebagai penerima subsidi berdasarkan peraturan daerah yang ditetapkan oleh Kepala Daerah. Sedangkan belanja hibah termasuk belanja

tidak

langsung digunakan untuk menganggarkan pemberian

uang barang

dan atau iasa kepada pemerinah atau pemerintah daerah lainnya. Danyang dapat diberikan dana bantuan hibah

ini

adalah kelornpok lembaga atau badan dan swadaya

masfarakat serta

organisasi

swasta atau kelompok

masyarakat secara perorangan atau kelompok secara spesifik telah ditetapkan peruntukannla berdasarkan Kepala Daerah. Dan dilakukan dengan naskah perianjian daerah yang meliputi: penuniang peningkatan fungsi pemerintahan, layanan dasar umum serta pemberdayaan aparatur daerah,

Adapun dana bagi hasil dapat diberikan .tan dianggarkan bersumber dari pendapatan pmvinsi kepada kabupaten/kota atau pendapatan kabupaten/

kota

kepada

pemerinah

desa

atau

pendapatan daerah

tertentu

kepada pemerintah daerah

lainnya

sezuai denga.n ketentuan perundang-undang yang berlaku. Bantuan keuangan

ini dapat bersifat umum dan

khusus.

160

Petercafi.]an,lan Pgnganfgar4'l Daeft]l

Adapun yang bersifat umum diperuntukkan dan penggunaannya diserahkan sepenuhnya kepada pemerinah daerah/desa penerima bantuan. Sedangkan 1'ang

bersifat

l(husus diperuntukkan

dan

pengelolaannya diarahkan dan ditetapkan oleh pemerintah daerah pemberi banb.ran. Pemerintah daerah pemberi bantuan dapat mensyarad<an adanya dana penda, ping dalam APBD penerima bantuan.

.

Bantuan sosial dianggarkan dan dapat dipergrrnakan serta diberikan

dalam bentuk

uang

atau

barang kepada komunitas maqrarakat

melalui organisasi kemaq/arakatan Tuiuannya adalah

untuh meningkatkan keseiahteraan mas,"arakat

.

Diberikan tidak terus menerus setiap ahun, namun diberihan secara selektif dan penggunaan sangat ielas. Termasuk pemberian banuran untuk partai

politik

Penerima bantuan sosial diwajibkan membuat laporan pertanggungiawaban kepada Kepala Daerah.

. Tata cara

pengelolaan

dana bantuan sosial ini diatur

dengan peraturan kepala daerah.

Sumb€r: Oiktat Pe.enc€naan dan Pengangg6ran Kem€nbidl Keuangan Tahun 2013, dan'Nurlan Darbe'Siste.r Perenc€naan dan Penganggaran PerErintah Daerah di Indonesia ' Salenba Empai, Jakatta 2009.

Tabel:5.2.

Rincian Belania Tldak Langsung

KEI,OMPOK BELAN]A TIDAK LANGSUNG Jenis belanja

tidak langsung

Rincian Belanje

a. Belanja Pegawai Belanja konpensasi kepada pegawai negeri sipil, ditetapkan berdasarkan peraturan perundang- uldangan. Belanja ini termasukjuga uang repr€sentasi dan tuniangan pimpinan dart anggota DPRD serta gaji dan tunlarrgan kepala daerah dan wakil kepala daenh.

Belanja inimeliputi:

Dalam dokumen P€R€NCANAAN (Halaman 167-171)