BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.8. Biaya Persalinan Bedah Sesar
78
79
yang ada, Petrou et al (1999) menyatakan bahwa analisis ekonomi dapat dilakukan untuk mengindentifikasi unit cost yang berkaitan dengan SC dan cara-cara persalinan alternatif.
Analisis ekonomi SC harus dibagi lagi apakah kelahiran direncanakan sebelum persalinan (elektif) atau tidak (emergensi), dan apakah dilakukan sebelum mulainya proses melahirkan (intrapartum), hasil penelitian James, et al, 2001, Menunjukkan bahwa biaya perawatan SC non elektif lebih besar dari SC elektif.
Faktor penyebab terjadinya near miss yang mengarah pada kematian maternal, sebetulnya dapat dicegah (80%).
Menurut kerangka koseptual (Mc. Carthy and Maine )1992 bahwa komplikasi-komplikasi obstetri ini dipengaruhi oleh faktor-faktor (determinan), terutama determinan antara, walaupun secara biologis dan fisiologis semua faktor-faktor ini saling mempengaruhi.
Ada beberapa negara telah menggunakan indikator near miss sebagai indikator baru untuk menilai mutu dan keberhasilan program penyelamatan ibu, yang secara teoritik lebih kuat dan lebih konsisten dibanding dengan indikator yang menggunakan informasi kematian ibu ( Oladopo et al., 2005)
80
hasil penelitiannya hanya dua kasus kematian ibu karena perdarahan di New York Hospital Queens pada tahun 2000- 2001, telah dapat dilakukan perubahan tim penanganan kasus perdarahan obstetri.
Menurut Cunningham, F.G,Gant N.F.Levano et al (1995) Kesehatan maternal pada pasien-pasien obsteri yang beresiko tinggi, perlu dirawat di ICU, untuk mencegah terjadinya severe maternal mortality atau near miss. Pasien yang masuk ICU sebagian besar adalah pre-eklampsi/eklampsi (62%) dan ditransfusi darah 18,3% kasus perdarahan; terdapat 7 kematian maternal. Dari penelitian ini didapatkan informasi yang baik tentang pasien risiko tinggi perlu pencegahan dan peningkatan perawatan maternal.
Faktor-faktor yang dapat memyebabkan seorang perempuan mengalami near miss adalah perdarahan, yang dapat terjadi sebelum persalinan, disebut antepartum bleeding (Haemoragik Ante partum /HAP) dan sesudah persalinan disebut postpartum bleeding ( Haemoragik post partum/HPP).
Perdarahan pada postpartum paling sering didefinisikan sebagai perdarahan dengan jumlah lebih dari 500cc dalam 24 jam pertama kelahiran untuk persalinan pervaginan, sedangkan
81
persalinan dengan seksio sesarea bila perdarahan lebih atau sama dengan 1000 cc, lebih jauh perdarahan postpartum yang mencapai 1000cc, masih dapat ditoleransi oleh ibu yang status kesehatannya normal, karena hanya terjadi perubahan minimal pada tekanan darah dan cardiac output. ( Oladapo, et al., 2005).
Kriteria perdarahan hebat adalah jika pengeluaran darah
> 1500 ml, konsentrasi Hb > 40 g/l atau transfusi darah ( acute transfution) 4 unit ( 1000 cc) atau lebih Menurut Sheiner, at al (2001) kehamilan dengan plasenta previa meningkatkan resiko teradinya perdarahan pada kehamilan trisemeter ke 2 (OR=156, 95% CL; 89,2 – 277,5), kelainan presentasi janin ( OR = 7,6;
95% CL; 5,7 -10,1), Obruptio placenta ( OR = 13,1; CL 95%
8,2 -20,7). Cacat kongenital ( OR = 2,6; 95% Cl: 1,5 – 4,2) dan kematian perinatal ( OR = 2,6), persalinan dengan sectio cesarea ( OR = 57,4), plasenta accreta ( OR = 3,6) Postpartum haemorhage ( OR = 3,8), Anemia Postpartum ( OR =5,5), lebih lama tinggal di RS ( OR = 10,9) dibandingkan dengan ibu yang tidak plasenta previa.
Umur ibu dan paritas. Umur ibu saat melahirkan mempunyai pengaruh terhadap kejadian perdarahan postpartum
82
ibu hamil dengan umur di bawah 20 tahun, biasanya pada saat melahirkan akan mengalami hambatan seperti partus lama/macet, akibat pertumbuhan rahim dan panggul yang belum sempurna sehingga hal ini dapat berakibat terjadinya perdarahan postpartum atau indikasi sesar. Demikian pula pada seorang ibu yang berumur > 35 tahun, karena kondisi kesehatannya sudah menurun dan otot-otot dasar panggul sudah kendor. Semakin tua umur ibu semakin besar kemungkinan terjadi perdarahan postpartum (Depkes RI, 2000).
83
Gambar 2. Kerangka Teori Sosial Ekonomi Determinan Morbidity / Kesakitan ibu dan Maternal Mortality Ibu
Mc Carty,M 1992
Determinan tidak Lansgsung Determinan (Faktor Penentu ) Proximate Interrmediate
Kehamilan
Hidup Perilaku terhadap
Pelayanan kesehatan
• KB
• Asuhan antenatal
• Asuhan persalinan
• Pelayanan Akses terhadap Pelayanan Kesehatan
• Lokasi
• Jenis pelayanan
• Kualitas pelayanan
• Akses terhadap informasi Status keluarga
dalam Masyarakat -Pendapatan keluarga -Pendidikan -pekerjaan
Status Masyarakat -Kesehatan -Sumberdaya -Transportasi
Status Reproduksi
*Umur
*Paritas
*Status Perkawinan
Mati
Komplika si berat Eklamsia, perdaraha n, ruptura uteri,pre eklamsia, partus macet
84 BAB III
METODE PENELITIAN 3.1. Rancangan Penelitian
Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cohor retrospective dengan menggunakan metoda restropective facility-based review pada periode 01 januari 2009 s.d. 31 asgustus 2009. Fasility-based maternal review sebagai dasar tahap perencanaan. (Murti, B 1997).
3.2. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian dilakukan di RSUD Undata yang terletak di Kota Palu dengan pertimbangan bahwa: 1). RSUD Undata merupakan RS rujukan tingkat Propinsi Sulawesi Tengan. 2) Telah memiliki pelayanan kebidanan dasar selama 24 jam ( Pelayanan Obsteri Neonatal Emerjensi Komprehensif (PONEK) dan yang terbaik di Sulawesi Tengah dengan indikasi persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan telah mencapai 81,77%, 3) Kematian cenderung terjadi di fasilitas rujukan/ RS, dengan rata-rata pertahun 10 kasus (Dinkes Provinsi Sulteng, 2006) .
85 3.3. Populasi Penelitian
Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang dirawat di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah pada periode penelitian
3.4 . Sampel penelitian
Jumlah sampel 62 pasien. Sampel penelitian adalah kelompok kasus yaitu ibu meninggal pada saat hamil, bersalin dan nifas di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah pada periode 01 Januari 2009 s.d 31 agustus 2009 yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu usia 15-49 tahun, mengalami perdarahan hebat, infeksi (KPD), PEB eklampsi, sindrom HELLP dan ruptura uteri (CPD)/ partus lama) serta status RM di temukan.
Kriteria eklusi yaitu : Gamely, penderita penyakit lain ( seperti Diabetes melitus, asma). Pemilihan kontrol diambil dengan menyetarakan (mencocokkan) gejala/ diagnosis sebagaimana yang dialami oleh kasus ( matching symtom/diagnosis). Tetapi hidup.
86 3.5. Cara Pengambilan Sampel
Pemilihan kasus ditemukan dengan mengindentifikasi kasus yang ada (maternal morbidity) dan ditentukan berdasarkan kriteria inklusi ( umur 15-49) tahun, mengalami resiko didalam peralinan meliputi ibu yang near miss meliputi
;perdarahan hebat, infeksi PEB, eklampsia, sindrom HELLP dan ruptura uteri/ CPD/ partus lama serta status Rekam medik ditemukan). Pemilihan kontrol diambil dengan menyetarakan (mencocokkan) gejala/diagnosis sebagaimana yang dialami oleh kasus ( matching syndrom/diagnosis)
3.6. Sumber Data
Sumber data pada penelitian ini adalah data sekunder dari rekam medik (RM) yaitu status RM ibu, khususnya pasien ibu melahirkan di bagian Obsteri Ginekologi RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah, mulai 01 Januari 2009 s.d 31 agustus 2009
87 3.7 Identifikasi Variabel Penelitian
Variabel penelitian ini adalah meliputi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian near miss dan kematian maternal:
1. Variabel Dependent Y= Persalinan tidak normal Y1= Cito
Y2=Elektif
2. Variabel independent (variabel bebas) X1= Umur kehamilan
X2= Umur pasien
X3= diagnosa utama (Penyulit, penyerta, penyulit +penyerta, diagnosa murni)
X4= Utilisasi lama perawatan (Length of stay) X5= Kelas perawatan/ ICIU
X6=Pasien masuk rumah sakit melalui Poli/emergency
88
3.8. Definisi Operasional Variabel Skala Pengukuran Tabel 1. Definisi Operasional variabel penelitian
No. Jenis Variabel Definisi
Operasional Pengukuran skala Kriteria penilaian
(1) (2)
(3) (4)
Variabel terikat (dependent)
1. Persalinan Sectio caesarea yang terdiri dari Cito dan elektif. Skala pengukuran Nominal
Cito adalah persalinan yang tidak direncanakan , dan elektif
Persalinan yang direncanakan .
2. Near Miss Ibu hamil, yang mengalami komplikasi skala pengukuran Nominal = Ya
Kehamilan yang berat sehingga mengancam
= Tidak
Jiwa ibu, tetapi berhasil hidup, seperti per darahan hebat: anemia bert/Hb < 8 gr%
89
Transfusi darah (acute transfution).
PEB bila ibu mengalami peningkatan tekanan Darah 170/110 mmHg, atau tekanan diastolik 90 mmHg.
Lanjutan :
No. Jenis Variabel Definisi Operasional Pengukuran
Skala Kriteria Peneliaian
(1) (2) (3) (4)
Variabel bebas
1.Umur kehamilan Umur ibu ketika hamil Skala Ordinal
2,Umur pasien Umur ketika ibu melahirkan Skala Odinal
3. Diagnosa utama Ibu Yang mengalami komplikasi Skala Nominal
90
Didalam persalinan (penyulit, Penyerta, penyulit+penyerta Tanpa komplikasi
4. Perawatan di ICU ibu hamil, yang mengalami komplikasi Nominal= ya
Berat,dirawat/di pindahkan ke ruang
= Tidak
5.Utilisasi lama perawatan Berapa lama dirawat di RS Skala Ordinal
/ (Leng of Stay)
6. Kelas perawatan Pasien yang dirawat di Ruang inap Kategori
7. Pasien masuk RS Pasien masuk melalui Polikklinik Skala Nominal
3.9. Instrumen Penelitian
1. Buku register di Instalasi gawat darurat (IGD) adalah buku catatan masuk kasus obstetrik, untuk mendapatkan jumlah
91
kasus obsteri yang dirawat di RSUD Undata provinsi Sulawesi Tengah selama periode penelitian.
2. Buku Register ruang kebidanan adalah buku catatan masuk kasus obstetrik di ruang kebidanan, untuk mendapatkan data tentang tanggal dan jam masuk RS, nomor register, profil ibu dan diagnosis.
3. Buku Register kematian ibu dibagian rekam medik, untuk klarifikasi data dari ruang kebidanan, sehingga mendapatkan data ibu bersalin yang near miss di RSUD
4. Status RM: adalah catatan profil dari riwayat obstetri serta pelayanan yang diberikan pada ibu
5, Formulir ekstraksi, yang dimodifikasi dari kuesioner WHO tentang audit ibu melahirkan yang near miss di RS, ( WHO, 1998); untuk mencatat semua informasi yang dibutuhkan sesuai variabel yang diteliti dari data sekunder ibu melahirkan ( Rekam Medik).
92 3.10. Analisa Data
Data hasil penelitian dapat dianalisis dengan beberapa cara:
1. Analisis Univariabel
Variabel dianalisis secara diskriptif menggunakan tabel distribusi frekuensi dan persentase dari masing-masing kelompok. Untuk mengetahui karakteristik subyek penelitian, dalam menetapkan analisis berikutnya. Gambaran karakteristik sybjek penelitian
Yang akan dihasilkan meliputi kejadian near miss ibumelahirkan pada pasien sectio caesarea yang meliputi; umur kehamilan, umur pasien, diagnosa utama (penyulit , penyerta, penyulit dan penyerta,, diagnosa murni), utilisasi lama perawatan, kelas perawatan/ ruang ICIU, pasien masuk rumah sakit melalui poliklinik dan ruang emergency (Instalasi gawat darurat)
2. Analisis Bivariabel
Analisis bivariabel dilakukan untuk mengindentifikasi ada tidaknya hubungan antar dua variabel seperti Variabel bebas ( independent variabel) dengan variabel terikat
93
( dependent variable). Uji hipotesis yang digunakan adalah uji Chi-square ( X2). Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua variabel, yang dinyatakan dengan odds ratio (OR).
Model tabulasi dengan melihat pasangan”konkordan” dan
“diskordan” antara kasus dan kontrol. Uji statistik yang digunakan adalah analisis Chi-Square dengan menggunakan tingkat kemaknaan P<0,05 dan untuk mengetahui besarnya risiko terjadinya efek (outcome)
Dilihat dari OR dengan CL (95%). Untuk mempermudah analisis Chi-square data kedua variabel disajikan dalam bentuk tabel silang antara pasangan kasus dan kontro ( Schlessman, 1982).
3. Analisis Multivariabel
Analisis regresi logistik adalah salah satu pendekatan model matematis yang digunakan untuk menganalisis hubungan beberapa variabel bebas dengan sebuah variabel tergantung kategorik yang bersifat dikotom/binary. Pada analisis regresi logistik, melalui pendekatan model prediksi ini bertujuan untuk memperoleh model yang dianggap terbaik untuk memprediksi kejadian variabel tergantung dan sebaiknya
94
variabel bebasnya berupa kategorik karena dalam menginterpretasi hasil analisis akan lebih mudah.
3.11. Jalannya Penelitian
Pelaksanaan penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan ( data collection, data prosessing dan data analysis) dan tahap diskusi serta penyusunan laporan. Uraian dari masing-masing tahapan tersebut adalah sebagai berikut
1. Tahap Persiapan
a. Mengadakan penjajakan awal, untuk mendapatkan data pasien obsteri di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah.
b. Menyusun instrumen penelitian berupa kuesioner sesuai variabel yang akan diteliti dan mengadakan uji coba kuisioner/formulir ekstraksi.
c. Mengajukan izin penelitian
d. Mengadakan pelatihan/penjelasan pada petugas lapangan tentang teknik pengumpulan data ( 2 orang bidan).
95 2. Pelaksanaan
a. Menelusuri status Rekam Medik ibu hamil yang dirawat di ruangan kebidanan, sesuai kriteria inklusi dan eklusi.
Kemudian mencatat pada formulir ekstraksi data base penelitian.
b. Mempelajari semua informasi yang ditemukan, mencatat pada formulir ekstraksi pengumpulan data dan diskusi dengan pembimbing lapangan.
c. Mengecek kelengkapan data (cleaning data), kemudian editing, rekapitulasi dan dianalisis menggunakan komputer, membuat draft hasil penelitian kemudian mendiskusikan bersama pembimbing.
3. Penyusunan Laporan
Pada tahap akhir penelitian, selanjutnya dilaksanakan penyajian hasil analisis dan pembahasan, membuat simpulan serta memberikan saran/rekomendasi berdasarkan temuan dari penelitian yang telah dilaksanakan.
96 Keterbatasan Penelitian
1. Kelemahan penelitian
a, Rancangan penelitian case control memberikan keterbatasan dalam menginterpretasikan hubungan kausalitas dalam penelitian terutama untuk variabel yang dapat berubah dengan waktu yang sudah berlalu. Penelitian ini akan memberikan gambaran faktor risiko yang dominan terhadap kejadian near miss dan kematian maternal pada kondisi setempat, yang selanjutnya sebagai bahan evaluasi kualitas pelayanan obstetrik dan dapat diindentifikasi serta dicegah faktor-faktor penyebab near miss ataupun kematian pada ibu melahirkan
2. Bias informasi, karena sumber data adalah catatan Rekam Medik (data sekunder) yang mana catatan medik rutin banyak yang tidak tercatat secara sistematis dan konsisten bahkan tidak lengkap.
3. Validasi informasi sukar diperoleh, karena hanya mengandalkan daya ingat.
a. Pencatatan dan pelaporan Rekam medik belum menggunakan komputer (manual), sehingga peneliti
97
mengalami kesulitan dalam penelusuri kasus maupun kontrol yang sesuai dengan kriteria inklusi.
Pembuatan Instrumen Penelitian
1. Buku register di Instalasi gawat darurat (IGD) adalah buku catatan masuk kasus obstetrik, untuk mendapatkan jumlah kasus obsteri yang dirawat di RSUD Undata provinsi Sulawesi Tengah selama periode penelitian.
2. Buku Register ruang kebidanan adalah buku catatan masuk kasus obstetrik di ruang kebidanan, untuk mendapatkan data tentang tanggal dan jam masuk RS, nomor register, profil ibu dan diagnosis.
3. Buku register kematian ibu dibagian rekam medik, untuk klarifikasi data dari ruang kebidanan, sehingga mendapatkan data ibu bersalin yang near miss di RSUD
4. Status RM: adalah catatan profil dari riwayat obstetri serta pelayanan yang diberikan pada ibu
5, Formulir ekstraksi, yang dimodifikasi dari kuesioner WHO tentang audit ibu melahirkan yang near miss di RS, ( WHO, 1998); untuk mencatat semua informasi yang dibutuhkan
98
sesuai variabel yang diteliti dari data sekunder ibu melahirkan (Rekam Medik).
Analisa Data
Data hasil penelitian dapat dianalisis dengan beberapa cara:
1. Analisis Univariabel
Variabel dianalisis secara diskriptif menggunakan tabel distribusi frekuensi dan persentase dari masing-masing kelompok. Untuk mengetahui karakteristiksosial ekonomi ibu hamil nyaris mati , dalam menetapkan analisis berikutnya.
Gambaran karakteristik sybjek penelitian yang akan dihasilkan meliputi ; Biaya pasien rawat inap berdasarkan lama perawatan dan sistem pembayaran pasien dan lama rawat inap di rumah sakit pada pasien ibu hamil .
Hasil penelitian dekriptif dilihat pada kejadian near miss ibu melahirkan pada pasien sectio caesarea yang meliputi; umur kehamilan, umur pasien, diagnosa utama (penyulit , penyerta, penyulit dan penyerta,, diagnosa murni), utilisasi lama perawatan, kelas perawatan/ ruang ICIU, pasien masuk rumah
99
sakit melalui poliklinik dan ruang emergency (Instalasi gawat darurat)
2. Analisis Bivariabel
Analisis bivariabel dilakukan untuk mengindentifikasi ada tidaknya hubungan antar dua variabel seperti Variabel bebas ( independent variabel) dengan variabel terikat (dependent variable). Uji hipotesis yang digunakan adalah uji Chi-square ( X2). Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua variabel, yang dinyatakan dengan odds ratio (OR).
Model tabulasi dengan melihat pasangan”konkordan” dan
“diskordan” antara kasus dan kontrol. Uji statistik yang digunakan adalah analisis Chi-Square dengan menggunakan tingkat kemaknaan P<0,05 dan untuk mengetahui besarnya risiko terjadinya efek (outcome)
3.9 Analisis Multivariabel
Analisis regresi logistik adalah salah satu pendekatan model matematis yang digunakan untuk menganalisis hubungan beberapa variabel bebas dengan sebuah variabel tergantung kategorik yang bersifat dikotom/binary. Pada analisis regresi logistik, melalui pendekatan model prediksi ini
100
bertujuan untuk memperoleh model yang dianggap terbaik untuk memprediksi kejadian variabel tergantung dan sebaiknya variabel bebasnya berupa kategorik karena dalam menginterpretasi hasil analisis akan lebih mudah.
Jalannya Penelitian
Pelaksanaan penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan ( data collection, data prosessing dan data analysis) dan tahap diskusi serta penyusunan laporan. Uraian dari masing-masing tahapan tersebut adalah sebagai berikut
1. Tahap Persiapan
a. Mengadakan penjajakan awal, untuk mendapatkan data pasien obsteri di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah.
b. Menyusun instrumen penelitian berupa kuesioner sesuai variabel yang akan diteliti dan mengadakan uji coba kuisioner/formulir ekstraksi.
c. Mengajukan izin penelitian
101
d. Mengadakan pelatihan/penjelasan pada petugas lapangan tentang teknik pengumpulan data ( 2 orang bidan).
2. Pelaksanaan
a. Menelusuri status Rekam Medik ibu hamil yang dirawat di ruangan kebidanan, sesuai kriteria inklusi dan eklusi. Kemudian mencatat pada formulir ekstraksi data base penelitian.
b. Mempelajari semua informasi yang ditemukan, mencatat pada formulir ekstraksi pengumpulan data dan diskusi dengan pembimbing lapangan.
c. Mengecek kelengkapan data (cleaning data), kemudian editing, rekapitulasi dan dianalisis menggunakan komputer, membuat draft hasil penelitian kemudian mendiskusikan bersama pembimbing.
3. Penyusunan Laporan
Pada tahap akhir penelitian, selanjutnya dilaksanakan penyajian hasil analisis dan pembahasan, membuat simpulan serta memberikan saran/rekomendasi berdasarkan temuan dari penelitian yang telah dilaksanakan.
102 Keterbatasan Penelitian
1. Kelemahan penelitian
a, Rancangan penelitian case control memberikan keterbatasan dalam menginterpretasikan hubungan kausalitas dalam penelitian terutama untuk variabel yang dapat berubah dengan waktu yang sudah berlalu. Penelitian ini akan memberikan gambaran faktor risiko yang dominan terhadap kejadian near miss dan kematian maternal pada kondisi setempat, yang selanjutnya sebagai bahan evaluasi kualitas pelayanan obstetrik dan dapat diindentifikasi serta dicegah faktor-faktor penyebab near miss ataupun kematian pada ibu melahirkan
2. Bias informasi, karena sumber data adalah catatan Rekam Medik (data sekunder) yang mana catatan medik rutin banyak yang tidak tercatat secara sistematis dan konsisten bahkan tidak lengkap.
3. Validasi informasi sukar diperoleh, karena hanya mengandalkan daya ingat.
a. Pencatatan dan pelaporan Rekam medik belum menggunakan komputer (manual), sehingga peneliti mengalami
103
kesulitan dalam penelusuri kasus maupun kontrol yang sesuai dengan kriteria inklusi.
104 BAB IV
GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT UNDATA 4.1. Gambaran profil RSUD Undata
RSUD Undata didirikan pada tahun 1992 berdasarkan SK Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Propinsi Sulawesi Tengah Nomor : 59/DITTAP/1992 tanggal 7 Agustus 1972, dengan kapasitas pada saat itu 50 tt dan jumlah tenaga yang disediakan oleh Dinas Kesehatan sebanyak 9 ( sembilan ) orang Pegawai Negeri Sipil, sedang tenaga lainnya diadakan oleh Proyek Pembentukan RSU Propinsi Sulawesi Tengah dan diangkat sebagai tenaga honorer. Selanjutnya para tenaga honorer tersebut diproses pengangkatannya sebagai Pegawai Negeri Sipil Pusat Departemen Kesehatan dan Pegawai Daerah Otonom Propinsi Sulawesi Tengah. (Profil Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah,1995).
Pada perkembangannya berkat kesungguhan Pemerintah Daerah dan pihak manajemen RSUD Undata serta dukungan dari Departemen Kesehatan, RSUD Undata memperoleh pengakuan dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia sebagai RSU Kelas C dengan surat penetapan Menteri
105
Kesehatan No. 51/Men.Kes/SK/II/79 tanggal 22 Desember 1979.
Pada saat ini, RSUD Undata sebagai bahan tehnis milik Pemerintah Daerah Propinsi Sulawesi Tengah telah diakui sebagai RSU kelas B non pendidikan dan sebagai pusat rujukan tertinggi di Sulawesi Tengah sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan No.93 tahun 1995 dan Peraturan Daerah No.6 tahun 1996, sedangkan tugas dan fungsi organisasi RSUD Undata didasarkan pada Peraturan Daerah No.2 tahun 2003.
Sejak berdirinya hingga sekarang, RSUD Undata telah enam kali mengalami pergantian pimpinan yakni:
1. Sejak 7 Agustus 1972 s/d 28 Desember 1982 oleh : dr.
M.P.P. Simorangkir, SpB.
2. Sejak 28 Desember 1982 s/d Desember 1991 oleh : dr.
H.Sutantyo Dibyosubroto,Sp.A.
3. Sejak Desember 1991 s/d Juli 1998 oleh: dr.
H.Ramli Isa Kukuh,MHA
4. Sejak Juli 1998 s/d 3 Januari 2003 oleh : dr.
Altin Mongi
106
5. Sejak 3 Januari 2003/s/d 20 Juni 2006 oleh:
dr.Azmarny Lamadjido, Sp.A
6. Sejak 20 Juni 2006 s/d sekarang oleh: dr.
Roisul Ma’arif.
Saat ini, RSUD Unadat dengan luas area 41.067 m2, didukung oleh sumber daya manusia baik tenaga medis dan tenaga penunjang lainnya dengan jumlah 785 orang, terdiri dari pegawai negeri sipil 455 orang, honorer 191 orang, tenaga suka rela 127 orang dan Satpam 12 orang, dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 249 buah.
Tabel 1. Daftar Pegawai Negeri Sipil RSUD Undata Propinsi Sulawesi Tengah sesuai pendidikan tahun 2008
No Jenis Tenaga Jumlah Tenaga 1
2 3 4 5
Dokter umum Dokter gigi Dokter ahli THT
Dokter ahli penyakit dalam
Dokter ahli kebidanan
28 orang 4 orang 1 orang 3 orang 2 orang
107 6
7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
dan penyakit kandungan Dokter ahli anesthesi Dokter ahli bedah
Dokter ahli bedah mulut Dokter ahli penyakit anak
Dokter ahli penyakit mata
Dokter ahli penyakit syaraf
Dokter ahli radiologi (rontgen)
Dokter jantung (kardiologi)
Dokter ahli jiwa
Dokter ahli penyakit kulit dan kelamin
Dokter ahli paru-paru Dokter ahli rehabilitasi medik (fisioterapi)
Dokter ahli patologi anatomi
3 orang 4 orang 1 orang 4 orang 1 orang 1 orang 1 orang 1 orang - orang 1 orang - orang - orang - orang 1 orang 2 orang 2 orang
108 Dokter ahli Patologi Klinik
Dokter ahli lainnya
Dokter Magister Kesehatan (M.Kes)
Jumlah 58 orang
1 2 3 4 5 6 7 8
Tenaga perawatan : Sarjana Keperawatan Akper
Akbid SPK - Bidan SPK - SPR SPRG PKC - PKE Bidan
4 orang 118 orang 26 orang 2 orang 49 orang 2 orang 1 orang 5 orang
Jumlah 207 orang
Sumber : Data sekunder RSUD Undata tahun 2009
109 1
2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
Tenaga non perawatan : S-2 Kesehatan / M. Kes Apoteker
Penata Anestesi
Penata Fisioterapi / AKFIS
Penata Rontgen / APRO / ATRO
SKM
Penata Gizi / AKZI / AIGI
Penata Analis / AAK ATEM
AKL
Penata Farmasi / AKFAR
Asisten Apoteker / SMF Pembantu Penilik Hygiene
2 orang 11 orang 5 orang 4 orang 8 orang 3 orang 10 orang 4 orang 2 orang 11 orang 8 orang 5 orang 8 orang 2 orang - orang - orang
110 14
15
Pekarya Kesehatan Atas Pekarya Kesehatan Menengah
Pengatur Gizi SAKMA
Penata Rekam Medis Tekhnisi Gigi
6 orang 1 orang 1 orang
Jumlah 91 orang
1 2 3 4 5
Tenaga non medik : Sarjana Pemerintahan Sarjana Biologi Sarjana Ekonomi Sarjana Administrasi Sarjana Hukum Sarjana Akutansi Sarjana Psikologi
1 orang 1 orang 3 orang 3 orang 2 orang
- orang
3 orang