BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.7. Landasan Teori.Grossman Kesehatan dan Pelayanan
65
pelayanan.didalam meningkatkan mutu pelayanan yang menterjemahkan standar pelayanan medik ke dalam suatu protokol dan menerapkannya dalam pelayanan berbasis bukti dan juga sebagai konsep perencanaan pelayanan multidisiplin ilmu yang membantu dalam pengkoordinasian pelaksanaan pelayanan kesehatan di rumah sakit (Depkes RI, 2005;
Rivany, R, 2005, Carolle, 1997).
66
tentang status kesehatannya sendiri, tingkat depresiasi sttaus kesehatannya dan fungsi produksi yang mengaitkan antara perbaikan kesehatan dengan pengeluaran pelayanan kesehatan .Jadi dalam dunia yang penuh kepastian, hal itu berarti masing- masing individu menentukan sendiri usia kehidupannya .
Menurut teori MC Guire (1988) ciri ekonomi komoditi kesehatan yang, memperkenalkan hubungan antara kesehatan dan pelaynan kesehatan dengan menggunakan terminology ekonomi . Penjabaran tersebut menjelaskan tentang konsep value dalam ilmu ekonomi Kemudian akan dilanjutkan dengan menguraikan prinsip dasr teori expected utility .Teori tersebut merupakan landasan pokok ilmu ekonomi neoklasik terlihat seberapa jauh paradigm ilmu ekonomi membahas masalah pelayanan kesehatan sebagai komoditi ekonomi yang menunjukan manfaat dari relevansi teori expexted utility.
Dari sudut pandang ekonomi, hal ini penting artinya mengingat bahwa pembahasan ilmu ekonomi akan selalu mengarah kepada demand, supply dan distribusi komoditi. Dimana komoditi adalah pelayanan kesehatan bukan kesehatannya sendiri, dan kesehatan tidak dapat diperjual belikan, dalam pengertian bahwa kesehatan tidak secara langsung dibeli atau dijual di
67
pasar. Oleh karena itu kesehatan hanya merupakan salah satu ciri komoditi. Kegiatan kesehatan merupakan salah satu karakteristik dari pelayanan kesehatan, sabuk pengaman, pemadam kebakaran, makanan yang bergizi dan sebagainya, nmaun kesehatan tidak dapat dipertukarkan.
Dengan memahami uraian diatas kita mencapai suatu kesimpulan penting. Uraian tersebut juga mengandung penjelasan penting yang diuraikan diatas mempunyai kaitan yang sangat erat dengan persoalan ilmu ekonomi seperti yang dipertanyakan oleh Mill, yaitu masalah value, Mill (2009) menyebutkan bahwa :
“The word value, when used wit, in political economy, value in exchange judgement of a philosopher or a moralist.The use of a think, in political economy, means it capacity to satisfay a disere or serve a purpose… value in use… is the extreme limit of value in echange. The echange value of a thing may fall short to any amount, of its value in used ; but that it can ever exceed the value is use implies a contradiction it supposes that persons will give to possess a thing, more than the utmost value which they them selves put upon it is means or gratifying their declinations “(Mill, 1909,h 436).
68
Bila uraian Teori Mill (2009 ) tersebut diterjemahkan ke dalam pengertian kesehatan dan pelayanan kesehatan , maka akan tampak bahwa kesehatan hanya memiliki value in use dan bukannya value in echange . Pada umumnya keadaan itu oleh konsumennya yang dalam hal ini adalah :pasien hanya dapat ditunjukkan oleh suatu tingkat utility tertentu, misalnya perubahan dari sttaus kesehatannya . Kesehatan sendiri tidak dapat diperjual belikan. Dengan demikian berarti kesehatan bukanlah suatu komoditi sedangkan pelayanan kesehatan adalah suatu komoditi. Namun demikian hal itu tidak berarti bahwa analisis ekonomi akan mengabaikan persoalan kesehatan. Misalnya seperti diungkapkan oleh teori dari Williams (1977,1979 ) menjelaskan bahwa memberi batasan kesehatan merupakan aplikasi pendekatan ekonomi mikro yang penampilan bagian ekonomi modern dari ekonomi kesehatan.
William menyatakan bahwa :
“ to innocent beginner in health economics it hardly seems, necessary to give a moment thougt to what turns but to be a highty controversial topic among the cognoscenti viz what is health anyway?”
Dalam analisa ekonomi bahwa yang paling penting dari semua teori teori yang dikemukakan oleh Mills, William dan Grosman dan Petrou itu ialah yang lebih berhubungan dengan fungsi sosial dan budaya terhadap sakit. Sehingga dengan demikian jelaslah bahwa pengukuran kesehatan merupakan salah satu aspek penting dari ilmu ekonomi kesehatan.
69
Dari sudut pandang supply produksi yang terpenting dari pelayanan kesehatan adalah kesehatan dan sekaligus menghasilkan ouput lainnya. Dari sudut pandang masyarakat ingin memperbaiki sttaus kesehatannya, sehingga mereka memerlukan pelayanan kesehatan sebagai salah satu cara untuk mencapai status kesehatan yang lebih tinggi untuk mendukung permintaan ( Tjiptoherijanto P, 1994).
Apablia dilihat dari evaluasi ekonomi bahwa sifat komoditi pelayanan kesehatan dapat dipandang dari dua sisi pasar (permintaan dan penawaran yang mencerminkan antara apa yang diminta (kesehatan) dan apa yang disediakan merupakan penawaran (pelayanan kesehatan). Misalnya komoditi pelayanan kesehatan yang disediakan oleh dokter bagi seorang ibu yang menderita kanker payudara terutama ditunjukkan untuk memperbaiki kuantitas kehidupannya. Tetapi apa yang disediakan dokter bisa saja berbeda berbeda dengan yang diinginkan oleh ibu tersebut, sebenarnya yang diinginkan oleh si ibu menghendaki kualitas dan kuantitas perubahan hidup dari sakit menjadi sehat.
Need dan Demand Bagi Pelayanan Kesehatan
Pendekatan need didasari kepada pengertian tentang merit goods . Margolis (1982) mengatakan ini adalah setiap bentuk pengeluaran masyarakat yang nampaknya secara umum dapat dipahami akan tetapi sulit diperhitungkan dengan menggunakan
70
teori permintaan yang biasa. Relevansi permintaan mengacu kepada pemikiran bahwa value (dan itu berarti neednya sendiri) ,hal ini yang mendasari beberapa ahli ekonomi misalnya William, dan Anderson, 1975)., dan lebih menyukai membahas masalah marginal value curve (kurve nilai marginal) ketimbang kurve permintaan sendiri. Dalam prakteknya, mengingat komoditi kesehatan itu tidak homogeny, yang dapat dilihat dari indikasi bahwa pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh dokter umum tidak sama dengan yang didlakukan dokter spesialis, maka sejauh mana need atau demand yang tepat akan bervariasi sesuai dengan pelayanan kesehatan mana yang dibutuhkan oleh penduduk tergantung pada pendapatan dan biaya untuk kesehatan. Pembahasan tentang total need, k seluruh need akan dapat dipenuhi. yang perlu digaris bawahi ialah bahwa tidak tidak seluruh need akan dapat dipenuhi, karena kbutuhan akan pelayanan kesehatan bervariasi jenisnya.
Tergantung kemmapuan daya beli masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan hidup akan kesehatannya, yang dari sisi ekonominya adanya pengertian cateris paribus artinya memilih satu need untuk dipenuhi disbanding need yang lain, bila need yang dipilih tadi akan memberikan manfaat yang lebih tinggi
71
dibandingkan dengan yang tidak dipilih, akan tetapi asumsi cateris paribus yang dikemukan diatas tidak dapat dipenuhi, khususnya bila dikaitkan dengan persoalan biaya. Dengan konsep opportunity cost yang telah dijelaskan bahwa jelas pemilihan need yang akan dipenuhi merupakan fungsi dari biaya dan manfaat yang terkandung di belakangnya , yaitu biaya manfaat yang marginal. Need akan tumbuh dan berkembang sesuai berjalannya dari waktu dari masa ke masa yang merupakan perkembangan penawaran konsumsi fasilitas pelayanan kesehatan bagi setiapa individu.
Sejalan dengan keputusan teori investasi yang umum, diasummsikan bahwa setiap individu akan memaksimumkan fungsi utilitinya yang dibentuk dari flow jasa pelayanan kesehatan dan dari konsumsi barang lainnya untuk setiap tahun kehidupannya.Maksimasi ini akan menyebabkan individu menyamakan the marginal return on the asset (kesehatan dengan marginal costnya. Return kepada individu ke “J” di susun dari marginal physical return (aj) dan marginal monetary return (mj). Biaya capital kesehatan adalah tingkat depresiasi (dj) dikurangi setiap tabungan yang timbul sebagai akibat pembelian kesehatan “ saat ini, dengan menyadari bahwa
72
pembelian kesehatan di masa mendatangakan menyebabkan terjadinya kenaikan dalam marginal cost untuk setiap perbaikan kesehatan. Dengan formulasi matematis untuk individu tersebut pada waktu I adalah mj+ aj = ij+dj.
Analisis Biaya Rumah Sakit
Definisi dasar biaya adalah semua pengorbanan yang dikeluarkan untuk memproduksi dan mengkonsumsi suatu komoditi tertentu. Analisa biaya biasanya mencakup biaya- biaya yang dikeluarkan selama satu tahun. Nilai biaya investasi setahun ini disebut “Annualized Invesment Cost”. Besarnya nilai tahunan biaya investasi dipengaruhi oleh nilai uang (inflasi), dan waktu pakai dalam masa hidup suatu barang investasi. Dengan menggunakan informasi laju inflasi, masa pakai dan masa hidup tersebut, dapat dihitung Present Value (PV). Yang dimaksud PV adalah nilai setahun biaya investasi tersebut untuk waktu sekarang saat analisis biaya dilakukan.
Untuk menghitung nilai tahunan biaya investasi dapat dipergunakan formula sebagai berikut (Gani, 1987,2002).
Rumus AIC = IIC (1+i)t
____________
73
L Dimana :
AIC = Annualized Invesment Cost, IIC = Initial Invesment Cost
I = Laju inflasi t = Masa pakai
L = Perkiraan masa hidup investasi yang bersangkutan
Perhitungan biaya satuan atau unit cost untuk rumah sakit cukup rumit, karena banyaknya produk atau jenis-jenis pelayanan yang dihasilkan oleh rumah sakit. Biaya satuan adalah biaya yang diperlukan atau dikeluarkan untuk menghasilkan satu satuan produk. Biaya satuan yang diperoleh dari suatu hasil perhitungan berdasarkan atas pengeluaran nyata untuk menghasilkan produk pada suatu kurun waktu tertentu disebut biaya satuan actual (actual unit cost). Penghitungan biaya satuan actual adalah total biaya dibagi jumlah output, secara sederhana dapat dihitung dengan rumus :
Dimana : UC = Unit Cost UC = TC/Q
74 TC = Total Cost
Q = Quantity
Biaya satuan normative adalah biaya untuk menghasilkan suatu jenis pelayanan kesehatan menurut standar baku. Untuk menghitung biaya satuan normative, biaya total yang telah dihitung di unit produksi bersangkutan dipisahkan menjadi biaya variabel dan biaya tetap di unit bersangkutan.
Perhitungan biaya satuan normative dilakukan dengan rumus : UC = FC/Q + VC/Q
Dimana :
FC = Fixed Cost VC = Variabel Cost Jenis-Jenis Biaya
Menurut Roztocki (2004) jenis biaya terdiri :
1.Biaya tetap (Fixed Cost/FC) yaitu biaya yang secara relatif tidak dipengaruhi oleh jumlah output/produksi. Jumlah total
75
tidak berubah meskipun tingkat kegiatan berubah dari suatu periode ke periode lainnya.
2. Biaya tidak tetap (variable cost/VC) adalah biaya yang dipengaruhi oleh banyaknya output, karena biaya perunit kegiatan tetap konstan. Peningkatan kegiatan akan meningkatkan variable cost dan sebaliknya.
3. Biaya Total (Total cost/TC) adalah jumlah dari biaya tetap dan biaya variabel
4. Biaya pemeliharaan adalah biaya yang fungsinya untuk mempertahankan/ memperpanjang kapasitas barang investasi, sehingga klasifikasinya mengikuti klasifikasi biaya investasi.
Seperti biaya gedung, biaya alat medis dan non medis.
5. Biaya operasional adalah biaya yang diperlukan untuk memfungsikan atau mengoperasikan, termasuk biaya gaji, biaya obat, dan bahan nutrisi, biaya umum, listrik, air, telepon 6. Biaya langsung (Direct Cost) adalah biaya yang langsung merupakan bagian dari produk atau barang yang dihasilkan.
76
7. Biaya tidak langsung (Indirect Cost) adalah biaya yang tidak menjadi bagian langsung (melekat) dalam produk, akan tetapi merupakan biaya penunjang unit-unit produksi.
8. Pusat biaya (Cost Center), secara garis besar dapat dibagi dua :
a).Pusat biaya produksi yaitu biaya unit-unit pelayanan rumah sakit, misalnya laboratorium, radiologi, unit rawat jalan, IGD, unit ICU, unit kamar bedah, unit rawat inap dll.
b). Pusat biaya penunjang yaitu biaya unit-unit yang tidak langsung menghasilkan produk Rumah Sakit, misalnya : Direksi, tata usaha, unit laundry.
Landasan Teori Metode Activity Based Costing (ABC) ada dua pendekatan perhitungan biaya yang sering digunakan : 1.Cost modeling top down
2.Clinical Costing bottom up
Sebagai penjabaran dari metode bottom up costing, mencakup pengumpulan data tentang layanan-layanan yang diterima oleh pasien secara individual, seperti patologi, radiologi, fisioterapi,
77
dan keperawatan (bottom up), merupakan bagian dari terminology ekonomi mikro . Salah satu metode bottom up costing yang banyak digunakan adalah Activity Based Ccosting (ABC). Activity Based Costing (ABC) adalah suatu metodologi pengukuran biaya dan kinerja atas aktivitas, sumber daya, dan objek biaya (Folland,at all, 2001).
Konsep dasar teori Activity Based Costing System (ABC) adalah aktivitas konsumsi sumber daya untuk memproduksi sebuah keluaran (output), yaitu penyediaan layanan kesehatan, dengan kata lain, informasi biaya yang dihasilkan harus mampu mencerminkan konsumsi sumber daya dalam berbagai aktivitas sesuai dengan strategi yang dipilih oleh manajemen. Dengan menggunakan metode ABC + simple distribution, akan dapat dihitung Direct Cost (DC), Indirect Cost (IDC), Total Cost (TC) serta Unit Cost (UC sehingga secara subtotal akan dapat diperoleh biaya per aktivitas (Utilisasi x Unit Cost) dan biaya total dari Cost of Treatment yang merupakan penjumlahan biaya per aktivitas yang telah dihitung sebelumnya (Cost/DRG), (Yereley, 2009).
78