PENDAHULUAN
Latar Belakang
Distribusi ARDRG versi 4.1 Pasien persalinan abnormal menurut lama rawat di RS Undata Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2009. Pemeriksaan penunjang dalam tahap penegakan diagnosis persalinan abnormal (elektif) adalah pemeriksaan laboratorium darah lengkap, kadar gula darah , ureum, kreatinin, masa perdarahan, menstruasi, koagulasi, SGOT, SGPT dan golongan darah). Fase pembedahan dilakukan pada hari ke-2 untuk persalinan abnormal elektif dan pada hari ke-1 untuk keadaan darurat.
Distribusi diagnosis utama (near miss) pada kasus persalinan abnormal berdasarkan DRGs Versi 4.1 di RS Undata Provinsi Sulawesi Tengah.
Perumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Menurut prosedur SPM, jenis kegiatan operasi terdiri dari kelahiran abnormal elektif dan kelahiran darurat (Cito) Ditemukan campuran kasus yang meliputi penyakit penyerta dan komplikasi, lama rawat inap dan pemanfaatan dengan tingkat diagnosis 1) murni, 2) dengan komplikasi, 3) tesis penyakit penyerta, 4) disertai penyakit penyulit dan penyerta. Tahapan registrasi dan diagnosis dilakukan satu kali untuk setiap pasien. Penelitian Studi kasus kelahiran abnormal berdasarkan diagnosis kelompok terkait di RS Undata dibagi menjadi 2 (dua) kelompok yaitu kelahiran abnormal dan kelahiran abnormal elektif sehingga kelompok biaya yang dihasilkan dibagi menjadi 1) kelahiran abnormal dengan komplikasi katastropik dan/atau komplikasi katastropik. -morbiditas, 2).
Analisis regresi logistik antara usia kehamilan, usia ibu, diagnosis, LOS dan persalinan abnormal di RS Undata Provinsi Sulawesi Tengah.
TINJAUAN PUSTAKA
Ekonomi dan Ekonomi Kesehatan
Menurut teori Samuelson (1979) yang menjelaskan masalah ekonomi, ilmu ekonomi diartikan sebagai studi tentang bagaimana masyarakat membuat pilihan dengan atau tanpa menggunakan uang untuk memanfaatkan sumber daya yang langka dalam produksi berbagai barang dan jasa serta distribusinya di antara mereka untuk kepentingan mereka. kebutuhan. sekarang atau di masa depan antara orang dan kelompok yang berbeda dalam masyarakat. Ilmu ini menganalisis biaya dan manfaat dari perbaikan pola alokasi sumber daya. Dalam batasan tersebut ada beberapa permasalahan utama yang akan dijelaskan. Ilmu Ekonomi merupakan suatu disiplin ilmu yang merupakan suatu kesatuan kerangka pemikiran sehingga bukan sekedar seperangkat alat, melainkan suatu ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia dan ada dua hal penting yang dapat diambil dari keadaan tersebut yaitu ilmu ekonomi. Sedangkan menurut Williams (1979), teori Ekonomi Kesehatan merupakan disiplin ilmu ekonomi yang diterapkan pada topik kesehatan.
Dari pemahaman tersebut, konsep biaya peluang telah menjadi bagian utama ilmu ekonomi.
Dampak Ekonomi Terhadap Kesehatan Ibu
Pengertian Near Miss pada ibu hamil sakit berat
Hasil penelitian ini diperoleh dari kasus campuran kasus berdasarkan SPM rumah sakit sebanyak 62 kasus pasien kelahiran abnormal yang terdiri dari diagnosis murni tanpa komplikasi murni (kode DRG O01D yaitu: a) Cephalo Pelvic Dyspro Presion, b). Hasil temuan di lapangan serta hasil focus group Discussion dengan dokter spesialis, komite medis RS Unadata Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, dan perwakilan POGI mengenai kelahiran abnormal dengan komplikasi serta tahapan registrasi dan diagnosis yang menyertainya. satu kali untuk setiap pasien. Lama tinggal Leng Of Stay (ALOS) adalah 4-5 hari di ruang perawatan. ARDRG versi 5.2 membagi persalinan abnormal menurut 1).
Menurut kategori kelahiran abnormal di RS Undata dibedakan menjadi elektif dan darurat dengan tingkatan 1) murni, 2) disertai komplikasi, 3) disertai penyakit penyerta. DRG O01D: persalinan abnormal tanpa komplikasi Hal ini dapat dijelaskan dengan penatalaksanaan klinis pada kasus persalinan abnormal.
Angka kejadian Ibu Nyaris Mati
Kasus-kasus Ibu Sakit Berat menimbulkan “ Near Miss
Plasenta previa (Shiner, dkk 2001) adalah plasenta yang terletak di segmen bawah rahim dekat ostium uteri interna di depan bagian bawah janin. Angka kejadian plasenta previa adalah 1:200 kehamilan. Plasenta previa terkadang disertai dengan tidak turunnya bagian bawah janin, presentasi sungsang atau posisi melintang, dan perdarahan menjelang persalinan. Menurut WHO (1992), sekitar (40%) kematian ibu di negara berkembang berhubungan dengan anemia selama kehamilan yang disebabkan oleh kekurangan zat besi, meskipun konsumsi zat besi di Indonesia sudah melebihi 80%.
Carthy dan Maine (1992) mengembangkan kerangka konseptual morbiditas dan mortalitas ibu, yang secara umum dapat digambarkan pada Gambar 2 di bawah.
Casemix sebagai alat memperbaiki mutu
Jalur klinis berada pada tahapan antara kategorisasi penyakit berdasarkan ICD dan MDC berdasarkan kelompok diagnostik terkait dan case mix berdasarkan DRG dan Case-mix. Clinical Pathway menjelaskan seluruh kegiatan pelayanan yang diterima pasien sejak masuk rumah sakit hingga keluar dari rumah sakit, yang mencakup aspek medis yang terdiri dari pemeriksaan dokter, keperawatan, pemeriksaan penunjang medis dan pemberian obat, serta aspek non medis yang mencakup pemberian obat. pasien yang masuk dan keluar rumah sakit, dan Case mix merupakan campuran kasus penyakit berat. Hubungan Clinical Pathway dan DRGs (Diagnosis Associated Group), diagnosis penyakit dan Case Mix (Komplikasi Penyakit) serta Biaya.
Manajemen Jalur Klinis dengan menerapkan jalur klinis ke dalam pelayanan dan diakhiri dengan pemantauan dan evaluasi berkelanjutan.
Landasan Teori.Grossman Kesehatan dan Pelayanan
Penjelasan ini menjelaskan konsep nilai dalam ilmu ekonomi. Selanjutnya akan dijelaskan prinsip-prinsip dasar teori utilitas yang diharapkan. Teori ini menjadi landasan utama ilmu ekonomi neoklasik. Terlihat sejauh mana paradigma ekonomi membahas persoalan kesehatan sebagai barang ekonomi yang menunjukkan keunggulan relevansi teori utilitas yang diharapkan. Dimana barang tersebut adalah jasa kesehatan, bukan kesehatan itu sendiri, dan kesehatan tidak dapat diperjualbelikan, dalam artian kesehatan tidak diperjualbelikan secara langsung. Jika penjelasan teori Mill (2009) dijabarkan pada pengertian kesehatan dan pelayanan kesehatan, maka akan terlihat bahwa kesehatan hanya mempunyai nilai guna dan bukan nilai tukar.
Dari segi penyediaan produksi, aspek pelayanan kesehatan yang terpenting adalah kesehatan sekaligus menghasilkan output lainnya. Dari sudut pandang masyarakat, mereka ingin meningkatkan derajat kesehatannya, sehingga memerlukan pelayanan kesehatan sebagai salah satu cara untuk mencapai derajat kesehatan yang lebih tinggi untuk mendukung permintaan (Tjiptoherijanto P, 1994). Jika dilihat dari evaluasi ekonomi, sifat pelayanan kesehatan dapat dilihat dari dua sisi pasar (permintaan dan penawaran, yang mencerminkan apa yang diminta (kesehatan) dan yang disediakan adalah penawaran (layanan kesehatan).
Misalnya, pelayanan kesehatan yang diberikan dokter kepada seorang ibu yang menderita kanker payudara terutama ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Dalam prakteknya, mengingat produk kesehatan tidak homogen, hal ini terlihat dari adanya indikasi bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan oleh dokter umum tidak sama dengan yang diberikan oleh dokter spesialis, maka tingkat kebutuhan atau permintaan akan berubah sesuai dengan kesehatan yang mana. . pelayanan yang dibutuhkan oleh penduduk, tergantung pada pendapatan dan pengeluaran untuk kesehatan. Kebutuhan tersebut akan tumbuh dan berkembang seiring berjalannya waktu, yaitu dengan berkembangnya penyediaan konsumsi fasilitas pelayanan kesehatan bagi setiap individu.
Sesuai dengan teori investasi umum, diasumsikan bahwa setiap individu akan memaksimalkan fungsi utilitasnya yang terbentuk dari aliran pelayanan kesehatan dan konsumsi barang-barang lain setiap tahun hidupnya. Maksimalisasi ini akan menyebabkan individu memperoleh keuntungan marginal. pada aset ( kesehatan dengan biaya marjinalnya) Biaya langsung adalah biaya yang merupakan bagian langsung dari produk atau barang yang dihasilkan.
Biaya Persalinan Bedah Sesar
METODE PENELITIAN
Rancangan Penelitian
Lokasi Penelitian
Populasi Penelitian
Sampel Penelitian
Cara pengambilan Sampel
Sumber Data
Identifikasi Variabel penelitian
Definisi Operasional Variabel
Penyakit penyerta yang terjadi pada persalinan abnormal adalah asma, hipertensi, penyakit jantung, mioma uteri, diabetes melitus dan penurunan kesadaran.
Karakteristik Umur Ibu dengan resiko tinggi
Distribusi Kelas Perawatan di RSUD Undata
Pembagian tempat rawat inap berdasarkan dua kategori, yakni melalui klinik rawat jalan dan instalasi gawat darurat. Klasifikasi ini berdasarkan tindakan cito dan elektif, tindakan cito yaitu persalinan sesar berdasarkan keadaan darurat yang tidak direncanakan melalui beberapa jenis komplikasi kelahiran yaitu diagnosis penyakit penyulit, penyakit penyerta dan penyakit penyulit dan penyerta. Persalinan melalui CITO sebanyak 55 persen dilakukan melalui instalasi gawat darurat yaitu kelahiran abnormal tidak terencana dan rawat inap melalui klinik rawat jalan dan 45 persen kelahiran elektif yaitu kelahiran terencana dimana jumlah pasien kelahiran abnormal sebanyak 62 pasien.
Pengelolaan rumah sakit terdiri dari enam indikator yaitu bed occupancy rate (BOR), 2 bed turnover, 3. length of stay, 4. Pada klasifikasi penyakit pada rekam medis pasien di RS Undata Provinsi Sulawesi Tengah ICD-10 apakah Sectio Caesarea digunakan, termasuk pada CITO dan kelompok seleksi, hal ini didasarkan pada regulasi klinis. Dari hasil analisis diketahui bahwa variabel usia kehamilan dan persalinan mempunyai hubungan yang bermakna secara praktis dan statistik dengan nilai p value sebesar 0,03.
Hubungan antara variabel usia dan kelahiran tidak praktis dan mungkin signifikan secara statistik. Korelasi ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara proporsi variabel pada kelompok pengiriman Cito dengan kelompok pilihan. Menurut Petrou (1999), terdiri dari model ekonomi persalinan section, ada 2 model opsional dan model darurat. Tingginya angka kesakitan ibu akibat persalinan manual dan elektif disebabkan oleh indikator terpenting mengenai sosial. -Kondisi ekonomi dan kesehatan di negara yang bersangkutan akibat kelahiran, dipengaruhi oleh faktor biaya sosial dan pendapatan.
Hal ini disebabkan karena ibu hamil sangat sensitif terhadap asupan gizi anak yang dikandungnya selama hamil, rata-rata pendapatannya rendah, upahnya masih di bawah upah minimum regional, sehingga akses terhadap pengobatan di rumah sakit relatif kecil. .karena rata-rata mereka tidak memiliki kartu peserta ASKES dan harus membayar secara tunai, sedangkan kemampuan mengelola kebutuhan hidup keluarga akan sandang dan pangan terhambat, sehingga tidak mempunyai akses terhadap biaya perawatan bersalin karena rendahnya biaya. pendapatannya, sedangkan biaya pengobatannya mahal. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan proporsi variabel pada kelompok Cito dan kelompok seleksi.
Analisis Logistic Regression
Kesimpulan dari model 1 adalah usia kehamilan mempunyai hubungan yang signifikan secara statistik dan praktis dengan kelahiran. Usia kehamilan mempunyai pengaruh yang besar terhadap biaya pemeriksaan kehamilan (ANC) karena rendahnya pendapatan membuat masyarakat terlambat mengontrol biaya pemeriksaan kehamilan karena biaya pemeriksaan kehamilan ibu yang terlalu mahal sepertinya (obat-obatan, obat gizi asupan makanan ). Artinya variabel umur tidak mempunyai hubungan yang signifikan secara praktis dan statistik terhadap variabel kelahiran. Artinya kelompok penyakit tidak mempunyai hubungan yang signifikan secara praktis dan statistik dengan variabel kelahiran.
Artinya variabel lama rawat (lama rawat inap kelompok 2-3 hari dan 7-9 hari) tidak mempunyai hubungan yang bermakna secara praktis dan statistik terhadap variabel persalinan.Variabel diagnosis penyakit dan penyakit+ penyakit penyerta secara praktis dan statistik tidak mempunyai hubungan yang signifikan terhadap variabel kelahiran, hal ini dikarenakan faktor usia ibu hamil mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap angka kematian ibu dan angka kesakitan ibu, terdapat resiko ketika ibu bersalin sudah tua akan terjadi terdapat risiko bahwa hal ini akan meningkatkan jumlah kematian ibu. Kesimpulannya, variabel diagnostik tidak memiliki hubungan yang signifikan, secara praktis dan statistik, terhadap variabel persalinan.
Kesimpulannya variabel lama rawat kelompok 2-3 dan 7-9 tidak mempunyai hubungan praktis dan signifikan secara statistik dengan variabel persalinan. Pilihan ini cukup konsisten jika mengacu pada analisis bivariat yang menunjukkan bahwa variabel usia kehamilan mempunyai pengaruh besar terhadap kejadian nyaris kecelakaan. Gambaran kejadian nyaris celaka obstetrik dapat memberikan informasi mengenai kualitas pelayanan obstetri baik di negara maju maupun berkembang.
Kehamilan dengan 4 kondisi tersebut dapat bertahan hidup, dan persentase kecil ini disebut kasus mendekati atau mendekati kematian. Di rumah sakit, kejadian nyaris celaka terjadi pada 42,7% kasus perdarahan postpartum, sekitar 40,6% kasus perdarahan postpartum, dan sekitar sepertiga (32,3%) kasus hipertensi intrinsik.
SIMPULAN DAN SARAN
GLOSARIUM
DAFTAR INDEX PENGARANG
Bio Data Penulis