BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
4. Cara Kerja Teori
pada perstasi yang buruk terhadap siswa.
akan berdampak pada siswa yang lain, terutama dalam perstasi siswa.
Keluarga
Tabel. IV.I Daftar Interpretasi Hasil Penelitian
Dari hasil interpretasi diatas dapat disimpulkan bahwa Sistem kekerabatan dalam peroses belajar mengajar sangat tidak baik di implementasikan di Sekolah.
Hal didapatkan melalui hasil wawancara dari beberapa informan yang telah memberikan informasi.
untuk menyesuaikan tugas penting, keluarga berperan membina angota- anggotanya untuk beradaptasi dengan lingkungan fisik maupun lingkungan budaya di mana ia berada. Bila semua anggota sudah mampu untuk beradaptasi dengan lingkungan dimana ia tinggal.
e) Keluarga merupakan kelompok sosial kecil yang umumnya terdiri atas ayah, ibu dan anak.
f) Hubungan sosial di antara anggota keluarga relatif tetap dan didasarkan atas ikatan darah, perkawinan dan adopsi.
g) Hubungan antara anggota keluarga dijiwai oleh suasana afeksi dan rasa tanggung jawab.
h) Memelihara, merawat dan melindungi anak dalam rangka sosialisanya agar mereka mampu mengendalikan diri dan berjiwa sosial.
2) Dampak yang ditimbulkan sistem kekerabatan dalam proses
lainnya berasal dari implikasi menurut para pakar adalah suatu analisis atau hasil akhir temuan atas suatu penelitian.
Arti kata implikasi itu sendiri sebetulnya memiliki sebuah cakupan yang sangat luas dan beragam, supaya bisa digunakan didalam beragam kalimat didalam cakupan yang memiliki bahasa yang berbeda-beda. Kata implikasi bisa dipergunakan didalam beragam suasana maupun suasana yang mengharuskan seseorang untuk berpendapat atau berargumen. Seperti halnya didalam bahasa penelitian maupun matematika.
Hingga waktu ini, tetap belum terdapat pembahasan secara lengkap dan menyeluruh berkenaan makna dan definisi kata implikasi. Sehingga setiap kata imbuhan berasal dari implikasi seperti kata berimplikasi atau mengimplikasikan yakni berarti membawa jalinan keterlibatkan atau melibatkan dengan suatu hal.
Keterkaitan teori dengan rumusan masalah selanjutnya adalah rumusan masalah mengenai Dampak yang ditimbulkan sistem kekerabatan dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 3 Baraka.
Adapun Dampak positif yang didapatkan oleh penulis dari beberapa sumber informan dan dari hasil observasi langsung antara lain Takut-takut bertingkah seenaknya didalam kelas, hal ini berkaitan dengan teori yang digunakan adalah (William Goode. J Sosiologi keluarga )yang menjelaskan bahwa Hubungan keluarga relatif tetap dan didasarkan atas ikatan darah, perkawinan dan adopsi.
Seperti yang terjadi pada salah satu siswa di SMP Negeri 3 Baraka bahwa perilaku siswa ini sangat penyimpang dengan suka bolos dan suka Menggangu temanya dan malas belajar.
Selain dari Dampak Positif terdapat pula dampak Negatif dari sistem kekerabatan dalam proses pembelajaran hal ini diperoleh juga melalui wawancara dan hasil observasi. Keterkaitan dengan teori (Pertukaran Sosial, George Casper Homans) menjelaskan bahwa pada asumsi orang terlibat dalam perilaku untuk memperoleh hadiah/ ganjaran atau menghindari hukuman, sehingga setiap individu atau kelompok yang sudah mendapatkan ganjaran atau menghindari hukuman maka kecendrungan individu untuk mengulang kembali perilaku tersebut. Seperti halnya mahasiswa yang rajin pergi kuliah karena ingin mendapatkan ganjaran nilai yang maksimal seperti nilai “A” dengan menghindari hukuman mendapatkan nilai yang rendah seperti nilai “E”.
Unsur utama dari pertukaran sosial adalah cost (biaya), reward (imbalan), profit (keuntungan). Hubungan timbal balik diatas akan merujuk pada kuantitas dan nilai. Kualitas adalah intensitas atau frekuensi yang dimana suatu perilaku dinyatakan dalam suatu jangka waktu tertentu atau sejumlah perilaku yang terjadi.
Teori pertukaran sosial memandang hubungan interperson sebagai suatu transaksi dangang.
3) Nilai Kebaruan Hasil Penelitian (Novelty)
Pada setiap penelitian pasti memiliki beberapa perbedaan atau nilai kebaharuan dari penelitian sebelumnya. Hal yang menjadi perbedaannya adalah dari judul penelitian yang sebelumnya meneliti tentang Nepotisme Guru terhadap siswa dalam prekrutan dan seleksi siswa baru, sedangkan pada penelitian ini mengkaji tentang dampak sistem kekerabatan dalam proses pembelajaran di sekolah. Selain itu perbedaan juga terdapat pada landasan teori yang digunakan,
peneliti sebelumnya yang menggunakan teori pendidikan kaum tertindas dari Paulo Piere, sedangkan penelitian yang peneliti teliti menggunakan dua teori.
Teori yang pertama, teori Pertukaran Sosial (George Casper Homans) dan yang kedua teori Sosiologi keluarga (William Goode, J).
Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dibandingkan dengan beberapa hasil penelitian terdahulu yang menggunakan penelitian kuantitatif. Sumber informasi yang didapatkan terkait Implikasi sistem kekerabatan dalam proses pembelajaran ini juga menjadi nilai kebaharuan karena sumber atau informan yang berbeda. Selain itu sumber informan dari penelitian terdahulu ialah orang tua siswa dan masyarakat sekitar dengan jumlah informan tujuh (7) orang, sedangkan sumber informan dari peneliti ialah Guru 2 orang, Kepala Sekolah 1 dan Siswa 4. Walaupun jumlah informannya sama yaitu (7) orang, akan tetapi hasil yang ditemukan peneliti berbeda dari hasil penelitian terdahulu peneliti terdahulu lebih fokus kepada batas-batas dalam Nepotisme Guru terhadap siswa dalam prekrutan dan seleksi siswa baru. Sedangkan hasil penelitian dari peneliti ialah lebih fokus pada bentuk dan implikasi sistem kekerabatan dalam proses pembelajaran di sekolah.
Dari penjelasan diatas peneliti menyimpulkan bahwa Nilai kebaharuan dari peneliti terdahulu memang ada hasil kebaharuanya dimana penelitian terdahulu lebih mengkaji batas dari pada Nepotisme sedangkan dari peneliti sendiri lebih mengkaji bentuk dan implikasinya.
BAB VI
SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Hasil Penelitian
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, dapat disimpulkan bahwa:
Sistem kekerabatan dalam proses belajar mengajar di dalam kelas itu sangat tidak mampu membantu siswa untuk meraih perstasi dan tidak mampu meningkatkan intelektual pada setiap siswa. system kekerabatan dalam proses belajar mengajar itu nampaknya tidak mampu memberikan lampu hijau kepada setiap siswa untuk berkembang karena siswa yang lain merasa malas belajar karena mereka berpikir bahwa dalam tidak ada rasa keadilan yang ditumbuhkan disekolah tersebut terutama dalam proses belajar mengajar. Dari hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa apa yang dilakukan oleh seorang guru yang memberikan perhatian yang lebih.
benar-benar dapat menimbulkan kecemburuan sosial didalam kelas jadi banyak siswa yang menyaksikan bagaimana seorang guru memberikan perhatian khusus kepada siswa yang masih memiliki hubungan keluarga.
Adapun dampak dari system kekerabatan terbagi atas dua dampak positif dan dampak negative yang dimana dampak negatif dominan banyak dari pada dampak positif. adapun dampak negatif yang ditimbulkan dari system kekerabatan dalam proses belajar mengajar antara lain: siswa akan merasa malas belajar karena mereka merasa bahwa dalam peroses belajar mengajar tidak ada keadilan didalamnya, tidak mampu bersaing dengan siswa-siswa yang lain dan pergaulan bebas yang mempengaruhi sifat dan karakter siswa
99102
tersebut dan besar kemungkinan akan berdampak pada nilai dan prestasi siswa.
B. Saran Penelitian
Bersumber pada hasil dan kesimpulan penelitian ini, maka saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:
1. Bagi guru yang memiliki hubungan keluarga dengan siswa diharapkan saling mendorong untuk ke hal-hal yang lebih baik untuk masa depan siswa seperti , meningkatkan kualitas siswa agar dapat bersaing di kancah pendidikan yang lebih tinggi.
2. Bagi siswa yang memiliki hubungan keluarga dengan guru agar tidak mengandalkan hal tersebut karena hal yang seperti tidak baik baik dan tidak mampu meningkatkan kualitas.
3. Bagi pihak sekolah agar memperhatikan betul bagaimana system yang baik yang harus diterapkan dalam mendidik siswa-nya, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar agar siswa dapat bersemangat mengikuti pembelajaran yang berlangsung disekolah.
4. Bagi peneliti pembaca apabila mambaca hasil penelitian ini untuk dapat memberikan kritikan dan masukan yang membangun bagi peneliti.
5. Bagi peneliti selanjutnya, agar dalam melakukan penelitian terkait system kekerabatan dalam peroses belajar mengajar disekolah mampu mencari informasi yang akurat melalui sumber informan. yang benar-bnar mengetahui apa ingin kita teiti dan melakukan wawancancara langsung.
DAFTAR PUSTAKA Abu. Ahmad. 2009. Psikologi umum. Jakarta : Ricka cipta Ahmadi, Abu. 2013. Psikologi belajar, Jakarta : Rineka cipta.
Aly, Abdullah dan Eny rahma.2008. ilmu alamiah dasar. Jakarta : Bumi aksara Aritonang, Keke, T. 2012. Pengaruh Cara Mengajar, Karakter dan Kedekatan
Guru Terhadap Siswa. Pendidikan Penaur. 10(7):11-21
Atmaka, dri 2004. Tips Menjadi guru Kreatif. Bandung ysoma widya
Bimo walgito. 2010. Pengantar psikologi umum. Yongyakarta: CV. Andi Offset.
Creswell. John. w. 2016, Researc design pendekatan metode kualitatif, kuantitatif dan campuran. Yongyakarta : pustaka belajar.
Crow and crow .2008. psikologi belajar. Surabaya :bina ilmu Djaali. 2008. Skala likert. Jakarta : pustaka umum.
Djamarah, 2011. Psikologi belajar, Jakarta: PT. Rineka cipta departemen pendidikan Nasional.
Homans, George C (1974) Sosial Behaviour; Its Elmentary Form. Rev Editions.
Harcourt Brace Jovanovich. New Yoy
IEES, 1985. Indonesia Education and human Resources sector Review. Chapter VIII- Vocation Education. Jakarta: Depdibud and USAID.
J. Goode, William. 2007. Sosiologi Keluarga. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Khadijah, Nyanyu. 2014. Psikologi pendidikan. Jakarta: Raja Grapindo persaba.
Kamaruddin Hidayat.2013 Sistem Kekerabatan dalam menejemen kepegawayyan.
Indopos.
Lazuardi, Taufan. 2014. Nepotisme Guru terhadap siswa dalam prekrutan siswa baru. Semarang. Universitas Diponegoro. Tidak diterbitka.
Munib. 2004 Pengantar Ilmu Pendidikan. Semarang: UPT UNNES PRESS Raco, J. R, dan conny R. semiawan. 2010. Metode penelitian kualitatif : jenis,
karakteristik dan keunggulanya. Jakarta : Grasindo.
104
Rahman, 2014. Refleksi diri dan peningkatan profesionalisme guru. Lampung Semiawan, Conny. 2010. Belajar dan Pembelajaran Dalam Taraf Usia Dini.
Jakarta: Prenhalindo
Slameto. 2003. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta
Sobandi, A & Nurhasanah, Siti. 2016. Belum Optimalnya Hasil Belajar Siswa dipengaruhi Cara Megajar Guru. Pendidikan Manajemen. 1(1):128-135 Susanto, Ahmad. 2013. Teori belajar dan pembelajaran di sekolah dasar. Jakarta:
kencana prenada media Group.
Sugiyono, 2016. Metode penelitian kombinasi (mixed methods). Bandung, alfabeta.
suyanto. 2009. Gizi untuk kesehatan ibu dan anak. Yogyakarta : Groha ilmu Syah, muhibin. 2003. Psikologi belajar. Jakarta: PT. Raja gramedia.
Suprihatin, 2015. Implikasi Metode Belajar Guru Dalam Proses Pebelajaran di Sekolah. Jakarta.
Suroso. 2007. Pengaruh disiplin belajar dari lingkungan keluarga terhadap hasil belajar. Semarang
Saragih. 2008. Kompetisi minimal seorang guru dalam mengajar. Medan
T. Aritomang. 2007. Minat dan motivasi dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
Penaur. Jakarta
Tim Penyusun. 2018. Buku Panduan Penulis Skripsi (Khusus Bagi Mahasiswa Bidang Kajian Penelitian Social Budaya). Makassar, Prodi Pendidikan Sosiologi FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar.
Tim Penyusun. 2019. Buku Penduan Penulisan Proposal dan Skripsi. Makassar, Prodi Pendidikan Sosiologi FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar.
Wardani, 2010. Peran guru dalam pedidikan karakter menurut konsep pendidikan KI Hadjar Dewantara. Bandung. Indonesia.
https://www.academia.edu/25460120/Pertimbangan.
http://www.google.com/amp/s/hellosehat.com/malas/amp.
https://kbbi.web.id/malas.html.
https://id.m.wikipedia.org/wiki/kualitas.
A M P
I R A
N
Nama : Minal aidil
Nim : 10538319015
Judul Penelitian : Implikasi sistem kekerabatan dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 3 Baraka Kabupaten Enrekang
Pewawancara : Minal aidil Informan : Guru
Tanggal : 14 – 23 Agustus 2019 Tempat : SMP Negeri 3 Baraka 1. Bentuk sistem
kekerabatan dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 3 Baraka Kabupaten Enrekang
Bentuk sistem kekerabatan
1. Apakah ada guru yang menerapkan system kekerabatan di dalam sekolah ini dan bisa sebutkan dan jelaskan bentuk-bentuk apa saja yang bapak/ibu ketahui tentang system kekerabatan yang ada disekolah ini?
2. Apakah dengan adanya system kekerabatan disekolah ini akan membuat siswa tersebut lebih giat belajar dan bagaimana tanggapan anda tentang hal ini?
3. Apakah dengan adanya system kekerabatan di sekolah ini tidak mengganggu proses belajar mengajar?
2. Dampak yang ditimbulkan sistem kekerabatan dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 3 Baraka Kabupaten Enrekang
Implikasi Positif
kekerabatan disekolah ini dapat memberikan dampak positif?
2. Bisa sebutkan dan jelaskan apa-apa saja dampak positif yang bapk/ibu ketahui?
3. Apakah dengan siswa tersebut merasa takut-takut/was-was akan memberikan dampak positif ketika dalam proses belajar mengajar?
Implikasi Negatif
1. Apakah dengan adanya system kekerabatan disekolah ini dapat memberikan dampak Negatif?
2. Bisa sebutkan dan jelaskan apa-apa saja dampak Negatif yang bapak/ibu ketahui?
Makassar 2019 Penelitti
Minal aidil
Nama : Minal aidil
Nim : 10538319015
Judul Penelitian : Implikasi sistem kekerabatan dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 3 Baraka Kabupaten Enrekang
Pewawancara : Minal aidil
Informan : Kepala Sekolah (Kepsek) Tanggal : 14 – 23 Agustus 2019 Tempat : SMP Negeri 3 Baraka
1. Bentuk sistem kekerabatan dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 3 Baraka Kabupaten Enrekang
Bentuk sistem kekerabatan
1. Apakah ada guru yang menerapkan system kekerabatan di dalam sekolah ini dan bisa sebutkan dan jelaskan bentuk-bentuk apa saja yang bapak/ibu ketahui tentang system kekerabatan yang ada disekolah ini?
2. Apakah dengan adanya system kekerabatan disekolah ini akan membuat siswa tersebut lebih giat belajar dan bagaimana tanggapan anda tentang hal ini?
3. Apakah dengan adanya system kekerabatan di sekolah ini tidak mengganggu proses belajar mengajar?
2. Dampak yang ditimbulkan sistem kekerabatan dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 3 Baraka Kabupaten Enrekang
Implikasi Positif
disekolah ini dapat memberikan dampak positif?
2. Bisa sebutkan dan jelaskan apa-apa saja dampak positif yang bapk/ibu ketahui?
3. Apakah dengan siswa tersebut merasa takut- takut/was-was akan memberikan dampak positif ketika dalam proses belajar mengajar?
Implikasi Negatif
1. Apakah dengan adanya system kekerabatan disekolah ini dapat memberikan dampak Negatif?
2. Bisa sebutkan dan jelaskan apa-apa saja dampak Negatif yang bapak/ibu ketahui?
Makassar 2019 Peneliti
Minal aidil
Nama : Minal aidil
Nim : 10538319015
Judul Penelitian : Implikasi system kekerabatan dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 3 Baraka Kabupaten Enrekang
Pewawancara : Minal aidil Informan : Siswa
Tanggal : 14 – 23 Agustus 2019 Tempat : SMP Negeri 3 Baraka 1. Bentuk sistem
kekerabatan dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 3 Baraka Kabupaten Enrekang
Bentuk sistem kekerabatan
1. Apakah ada guru yang menerapkan system kekerabatan di dalam sekolah ini dan bisa sebutkan dan jelaskan bentuk-bentuk apa saja yang anda ketahui tentang system kekerabatan yang ada disekolah ini dan bisa sebutkan juga nama siswa yang memiliki hubungan keluarga dengan salah satu guru disekolah ini?
2. Apakah dengan adanya system kekerabatan disekolah ini akan membuat siswa tersebut lebih giat belajar dan bagaimana tanggapan anda tentang hal ini?
3. Apakah dengan adanya system kekerabatan di sekolah ini tidak mengganggu proses belajar mengajar anda didalam kelas?
2. Dampak yang ditimbulkan sistem kekerabatan dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 3 Baraka Kabupaten Enrekang
Implikasi Positif
disekolah ini dapat memberikan dampak positif ketika dalam proses belajar megajar berlangsung di dalam kelas?
2. Apakah dengan siswa tersebut merasa takut-takut/was-was akan memberikan dampak positif ketika dalam proses belajar mengajar?
Implikasi Negatif
1. Apakah dengan adanya system kekerabatan disekolah ini dapat memberikan dampak Negatif?
2. Bagaimana tanggapan anda tentang dampak Negatif yang ditimbulkan system kekerabatan sebagaimana yang dikatakan bapa/ibu dan teman-teman anda bahwa ada beberapa dampak negatifnya diantaranya:
Malas belajar, tidak mampu bersaing didalam kelas dan pergaulan bebas?
Makassar 2019 Penelit
Minal aidil
2. Dokumentasi Wawancara Guru Ibu Nuriyanti G, S.Pd (16 Agustus 2019)
4. Dokumentasi wawancara Siswa (IX) Arifin (15 Agustus 2019)
6. Dokumentasi wawancara Siswa (IX) Nurfitriyana (19 Agustus 2019)