BAB III METODE PENELITIAN
E. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Penelitian . 97
Variabel Indikator-indikator
1. Keharmonisan Keluarga (Variabel X)
1. Tumbuhkan komitmen.
2. Memberi apresiasi.
3. Pelihara kebersamaan.
4. Berkomunikasi.
5. Agama atau falsafah hidup.
6. Bermain dan humor.
7. Berbagi tanggungjawab.
8. Memiliki kepentingan dan kegemaran bersama.
9. Melayani orang lain.
10. Tahan dengan problem.
2. Akhlak
Peserta Didik (Variabel Y)
1. Bersikap sopan terhadap guru.
2. Memperhatikan pelajaran yang diberikan oleh guru.
3. Mengerjakan tugas dengan baik.
2. Pengukuran Variabel Penelitian
Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner yang akan diuji validitas dan reabilitas. Untuk masing-masing responden mempunyai 5 alternatif jawaban yaitu:
a. Sangat setuju b. Setuju
c. Cukup setuju d. Tidak setuju
e. Sangat tidak setuju F. Teknik Analisis Data
Penelitian ini merupakan deskriptif dengan menggunakan kuantitatif assosiatif, lalu dianalisis oleh beberapa metode teknik analisis data yaitu:
1. Analisis Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif merupakan analisis statistik yang tingkat pekerjaannya mengcakup cara-cara menghimpun, menyusun atau mengatur, mengolah, menyajikan dan menganalisis angka agar dapat memberikan gambar yang teratur, ringkas, dan jelas mengenai suatu gejala, periatiwa, atau keadaan. Dengan kata lain, statistik deskriptif merupakan statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuang kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.
2. Analisis Statistik Inferensial
Statistik inferensial yaitu, statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi.
Sugiyono, (2014:23) mengatakan:
“Statistik inferensial adalah bagian dari statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel, dan hasilnya akan digeneralisasikan (diinferensialkan) untuk populasi di mana sampel diambil”.
a. Uji Prasyarat 1. Uji Normalitas
Uji normalitas data dimaksudkan apakah data-data yang digunakan berdistribusi normal atau tidak. Untuk pengujian tersebut
digunakan rumus Chi-kuadrat. Bentuk rumusnya sebagai berikut ( Sugiyono, 2013:155) :
= ( − )
keterangan :
= Nilai Chi-Kuadrat hitung
= Frekuensi hasil pengamatan
= Frekuensi harapan 2. Uji Linearitas
Uji linearitas adalah uji yang akan memastikan apakah data yang kita miliki sesuai dengan garis linear atau tidak. Uji linearitas digunakan untuk mengkomfirmasikan apakah sifat linear antara dua variabel yang diidentifikasikan secara teori sesuai atau tidak dengan hasil observasi yang ada. Bentuk rumusnya sebagai berikut ( Sugiyono, 2013:158) :
Y = a + βX
Keterangan:
Y = Akhlak Pesrta Didik
X = Keharmonisan Rumah Tangga a = Konstanta
β = Koefisien
b. Uji Hipotesis
Dengan menentukan dan mengukur pola hubungan antara variabel dan tingkat signifikansi koefisien korelasi tersebut, selanjutnya dari hasil perhitungan analisis tersebut dilakukan analisa Uji t. Uji t digunakan untuk menguji keyakinan atau koefisien regresi secara
parsial dengan cara membandingkan t hitung dengan t tabel pada tingkat kepercayaan sebesar α = 0,05. Bila t hitung > t tabel maka hipotesis “diterima”.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Lokasi dan Objek Penelitian
Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Lemoa merupakan madrasah organisasi keagamaan, dalam hal ini Al-Hidayah yang berada di jalan Pendidikan desa Bontolempangan Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa. Madrasah ini didirikan pada tanggal 12 april 1981 berdasarkan nomor SK pendiriandengan nomor SK izin operasional Kd.21/1/PP.00/405.6.2009. Data umum MTs. Al-Hidayah Bontolempangan adalah sebagai berikut:
a. NSM : 212730607018
b. Nama Madrasah : MTs. Al-Hidayah Lemoa c. Status Madrasah : Swasta
d. Waktu Belajar : Pagi
e. NPWP : 02.975.313.4.807.000
Mengenai keadaan guru di MTs Al-Hidayah Lemoa memiliki cukup tenaga pengajar, baik yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun honorer. Adapun data-data mengenai keadaan kepala MTs beserta para guru MTs Al-Hidayah Lemoa adalah sebagai berikut:
84
Tabel 2
Daftar Guru dan Kepala MTs Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa
No. Nama Guru dan Staf Status Jabatan
1. Hj. Nur Ummi Guru Tetap Kepala
2. H. Ahmad, S.Pd.I Sertifikasi Wakamad 3. Sudarmin, S.Pd.I Guru Tetap/Honorer Guru 4. Hardiana, S.Pd.I Sertifikasi Guru 5. Iskandar, S.Pd Guru Tetap/PNS Guru 6. Sohati, S.Pd Guru Tetap/Honorer Guru
7. Kahar, S.Pd Honorer Guru
8. Murhadi, S.Pd Guru Tetap/Honorer Guru 9. Salmiyah, S.FIL Guru Tetap/Honorer Guru 10. Hasmawati, S.Pd Guru Tetap/Honorer Guru 11. Subaedah, S.Pd.I Guru Tetap/Honorer Guru Sumber: Hasil Olah Data, Tanggal 5 Januari 2016.
Data tersebut di atas menunjukkan bahwa jumlah kepala dan guru MTs Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa adalah sebanyak 11 orang dengan jumlah PNS 1 orang dan pegawai honorer 8 orang dan sertifikasi 2 orang. Dalam kesempatan ini penulis mendapatkan beberapa arsip serta dokumen-dokumen yang sangat penting dan dibutuhkan dalam kelengkapan penulisan karya ilmiah ini. Bahkan dengan masalah tenaga pendidik atau guru merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kegiatan proses
pendidikan. Tanpa adanya guru maka kegiatan proses belajar mengajar tidak akan terlaksana atau berhasil. Adapun gambar- gambar mengenai aktivitas guru yang ada di MTs Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Selain itu mengenai keadaan sarana dan prasarana MTs Al- Hidayah Lemoa memiliki sarana dan prasarana yang cukup lengkap, adapun sarana dan prasarana yang dimaksud antara lain:
a. Luas Tanah
Tabel 3
Keadaan Luas Tanah MTs. Al-Hidayah Lemoa
No. Kepemilikan Luas Tanah
Sudah sertifikat Belum sertifikat Total
1. Milik sendiri 1498 1498
2. Sewa
Sumber: Hasil Olah Data, Tanggal 5 Januari 2016.
Data tersebut di atas menunjukkan bahwa keadaan luas MTs Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa adalah sebesar 1498 yang sudah bersertifikat. Dengan demikian MTs tersebut memiliki tanah sendiri yang berhak mereka gunakan dan mereka kelola sesuai dengan fungsi dan tujuan madrasah tersebut.
Berkaitan dengan kepemilikan tanah suatu lembaga, khususnya lembaga pendidikan sangatlah penting. Hal ini dikarenakan suatu lembaga yang tidak memiliki tanah sendiri dapat menjadi bahan cebiran serta ketidak jelasan status suatu lembaga pendidikan. Dalam
kondisi tersebut dapat menjadikan reputasi madrasah akan turun serta mengganggu konsentrasi proses belajar mengajar.
b. Penggunaan Tanah
Tabel 4
Keadaan Penggunaan Tanah MTs. Al-Hidayah Lemoa
No. Penggunaan Luas Tanah
Sudah Sertifikat Belum Sertifikat
Total
1. Bangunan 261 261
2. Lapangan Olahraga
3. Taman
4. Halaman 899 899
5. Belum digunakan
Sumber: Hasil Olah Data, Tanggal 5 Januari 2016.
Data tersebut di atas menunjukkan bahwa penggunaan tanah di MTs Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa adalah cukup tepat, di mana sebesar 261. Digunakan sebagai bangunan serta sisanya 899 digunakan untuk halaman madrasah.
Dengan demikian madrasah tersebut memiliki ruangan bangunan yang cukup luas yang dapat memberikan kenyamanan serta kemudahan dalam proses belajar mengajar. Selain itu madrasah tersebut juga memiliki halaman yang cukup untukkegiatan upacara serta tempat bermain para siswa. Hal ini membuktikan bahwa MTs Al- Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa benar-benar memamfaatkan luas tanah yang ada sehingga tidak ada ruang kosong yang tidak bermamfaat. Untuk itulah madrasah mengharapkan bantuan dari pemerintah dan masyarakat agar mau
bekerjasama dengan pihak madrasah guna mencapai tujuan yang diharapkan bersama.
c. Jumlah dan Kondisi Bangunan Tabel 5
Keadaan Jumlah dan Kondisi Bangunan MTs. Al-Hidayah Lemoa
No. Jenis Bangunan Jumlah Ruang Menurut
Kondisi Baik Rusak
Ringan
Rusak Berat
1. Ruang Kelas 2 1
2. Ruang Guru 1
3. Laboratorium Computer 1
4. Ruang Perpustakaan 1
5. Ruang Kesenian 1
6. Lab Bahasa
7. Lab IPA
8. Toilet Guru 1
9. Toilet Siswa 1 1
10. Ruang Bimbingan Konseling
11. Ruang Osis
12. Ruang Pramuka
13. Mushallah 1
14. Rumah Dinas Guru 15. Ruang Olahraga
16. Pos Satpam
17. Kantin
Sumber: Hasil Olah Data, Tanggal 5 Januari 2016.
Data tersebut di atas menunjukkan bahwa jumlah bangunan yang ada di MTs. Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa masih terbatas, dengan jumlah ruang kelas sebanyak 3 ruangan, kemudian ruang guru, serta laboratorium
computer 1 ruangan. Selanjutnya terdapat pula ruang perpustakaan kemudian toilet peserta didik sebanyak 2 toilet serta toilet guru sebanyak 1 ruangan. Diantara beberapa ruangan tersebut ada yang dalam kondisi baik, dan rusak ringan. Adapun ruang kelas 3 dalam kondisi rusak ringan, kemudian ruang guru dan toilet guru dalam kondisi baik. Selanjutnya pada ruangan perpustakaan dalam kondisi rusak ringan, toilet peserta didik 1 yang dalam kondisi rusak ringan 1 dalam kondisi rusak berat. Hal ini tentu saja cukup memprihatinkan, untuk itu diperlukan kerjasama serta bantuan dari pihak pemerintah maupun masyarakat dalam mengembangkan dan memperbaiki sarana dan prasarana tersebut di atas guna kelancaran proses pembelajaran di madrasah.
d. Sarana dan Prasarana
Tabel 6
Keadaan Sarana dan Prasarana Pendukung Pembelajaran MTs Al-Hidayah Lemoa
No Jumlah Sarana dan Prasarana
Menurut Kondisi Jumlah Ideal Baik Rusak
1. Kursi Siswa 46
2. Meja Siswa 46
3. Kursi Guru dalam Kelas 3 4. Meja Guru dalam Kelas 3
5. Papan Tulis 2 1 4
6. Lemari dalam Kelas 3
7. Bola Sepak 1
8. Bola Volly 1
9. Meja Pimpong 1
10. Lapangan Sepak Bola 2
11. Lapangan Basket 12. Lapangan Bulutangkis
13. Lapangan Bola Volli 1
14. Alat Peraga Biologi 2 4
Sumber: Hasil Olah Data, Tanggal 5 Januari 2016.
Data tersebut di atas menunjukkan bahwa keadaan sarana dan prasarana pendukung yang ada di MTs Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa masih terbatas, dengan jumlah kursi siswa sebanyak 46 buah dalam kondisi baik, kemudian meja siswa sebanyak 46 dalam kondisi baik, kemudian kursi guru dalam kelas sebanyak 3 buah dalam kondisi baik, serta jumlah meja guru dalam kelas sebanyak 3 buah. Selanjutnya papan tulis ada 2 buah dalam kondisi baik dan 1 buah dalam kondisi rusak dengan jumlah idealnya sebanyak 4 buah, kemudian lemari dalam kelas tidak ada dengan jumlah idealnya sebanyak 3 buah. Adapun bola volli dan bola sepak masing-masing 1 buah dalam kondisi baik sedangkan meja pimpong sebanyak 1 buah yang dalam kondisi baik. Kemudian lapangan sepak bola tidak ada dengan jumlah idealnya sebanyak 2 lapangan, dan alat peraga biologi 2 buah dalam kondisi baik dengan jumlah ideal yang seharusnya ada sebanyak 4 buah. Untuk itu diperlukan kerjasama dari pihak pemerintah maupun masyarakat dalam mengembangkan dan memperbaiki sarana dan prasarana demi sukses dan lancarnya proses pembelajaran di madrasah.
e. Sarana dan Prasarana Pendukung Lainnya.
Tabel 7
Keadaan Sarana dan Prasarana Pendukung Lainnya MTs. Al-Hidayah Lemoa
No. Jenis Sarana dan Prasarana
Jumlah Sarpars Menurut Kondisi
Baik Rusak
1. Laptop 8
2. Porsenel Komputer 24 3
3. Printer 2 4
4. Televisi
5. Mesin Fotocopy 2 1
6. Mesin Fax
7. Mesin Scanner 1
8. LCD Proyektor 1
9. Layar (Screen) 1
10. Lemari Arsip 2 1
11. Kotak Obat P3K
12. Brankas
13. Pengeras Suara 6 2
14. Operasional Motor 1
15. Operasional Mobil 16. Mobil Ambulance
Sumber: Hasil Olah Data, Tanggal 5 Januari 2016.
Data tersebut di atas menunjukkan bahwa keadaan sarana dan prasarana pendukung lainnya yang ada di MTs Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa dalam kendisi yang wajar serta cukup baik. Adapun personel komputer sebanyak 24 yang baik dan 3 unit yang rusak. Sedangkan printer 2 dalam kondisi baik dan 4 diantaranya yang rusak, kemudian mesin fotocopy 2 dalam keadaan baik dan 1 yang rusak. LCD proyektor 1 dalam kondisi yang baik, dan layar screen dalam kondisi yang baik pula, sedangkan
lemari arsip 2 dalam kondisi yang baik dan 1 rusak, kemudian pengeras suara 6 dalam keadaan baik dan 2 dalam kondisi rusak, serta kendaraan operasional masing-masing 1 unit yang dalam kondisi baik. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana pendukung lainnya cukup wajar dan masih dalam kondisi yang normal. Akan tetapi ada beberapa alat yang perlu perbaikan dan perbaikan dan penambahan demi kelancaran tugas-tugas di madrasah.
Adapun jumlah peserta didik yang ada di MTs. Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa secara keseluruan mulai dari kelas VII sampai IX berjumlah 62 orang yang terdiri atas peserta didik perempuan dan laki-laki.
2. Deskripsi Penelitian a. Data Responden
Subyek penelitian ini memiliki data umum yakni seluruh peserta didik MTs Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa yang berjumlah 42 orang. Namun dari data umum yang dimiliki responden, terdapat pula data khusus yang secara terinci berbeda dari setiap responden, di samping itu data responden dibutuhkan dalam suatu penelitian untuk melengkapi analisis data penelitian agar kesimpulan yang dikemukakan sesuai dengan realitasnya.
Secara singkat data responden dapat diuraikan sebagai berikut:
b. Jenis Kelamin
Berdasarkan data yang diperoleh dari 42 responden diperoleh informasi bahwa terdapat adanya responden dengan jenis kelamin yang selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 4.1.
Hasil Olahan Data Primer, 2016
Dari data yang ada pada Tabel 4.1 tersebut, dapat diidentifikasikan bahwa terdapat 21 orang atau 50% responden berjenis kelamin laki-laki dan perempuan sebanyak 21 orang atau 50%.
c. Tingkatan Kelas
Berdasarkan data yang diperoleh dari 42 responden diperoleh informasi bahwa terdapat adanya responden dengan tingkatan kelas yang selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 4.2.
Tabel 4.2 Tingkatan Kelas
Sumber: Hasil Olahan Data Primer, 2016
No Jenis Kelamin Frekuensi (f) Persentase (%)
1 Laki-Laki 21 50
2 Perempuan 21 50
Jumlah 42 100
No Tingkatan Kelas Frekuensi (f) Persentase (%)
1 Kelas VII 18 42,85
2 Kelas VIII 11 26,20
3 Kelas IX 13 30,95
Jumlah 42 100
Dari data yang ada pada Tabel 4.2 tersebut, dapat diidentifikasikan bahwa terdapat 18 orang atau 42,85% responden berada pada kelas VII, 11 orang atau 26,20% responden berada pada kelas VIII, dan 13 orang atau 30,95% responden berada pada kelas IX.
d. Pekerjaan Orang Tua
Berdasarkan data yang diperoleh dari 42 responden diperoleh informasi bahwa terdapat adanya responden dengan pekerjaan orang tua yang selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 4.3.
Tabel 4.3. Pekerjaan Orang Tua
Sumber: Hasil Olahan Data Primer, 2016
Dari data yang ada pada Tabel 4.3 tersebut, dapat diidentifikasikan bahwa terdapat 30 orang atau 71,42% responden dengan pekerjaan orang tua sebagai petani, 2 orang atau 4,76%
responden dengan pekerjaan orang tua sebagai pedagang, dan 10 orang atau 23,82% dengan pekerjaan orang tua sebagai PNS.
e. Penghasilan Orang Tua
Berdasarkan data yang diperoleh dari 42 responden diperoleh informasi bahwa terdapat adanya responden dengan
No Pekerjaan Ortu Frekuensi (f) Persentase (%)
1 Petani 30 71,42
2 Pedagang/Wirasasta 2 4,76
3 PNS 10 23,82
Jumlah 42 100
penghasilan orang tua yang selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 4.4.
Sumber: Hasil Olahan Data Primer, 2016
Dari data yang ada pada Tabel 4.4 tersebut, dapat diidentifikasikan bahwa terdapat 20 orang atau 47,63% responden dengan penghasilan orang tua < 1 Juta Rupia, 12 orang atau 28,57%
responden dengan penghasilan orang tua 1 – 3 Juta Rupiah, dan 10 orang atau 23,82% dengan penghasilan orang tua > 3 Juta Rupiah.
3. Deskripsi Kondisi Keharmonisan Keluarga Peserta Didik.
Data variabel keharmonisan keluarga diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner tersebut terdiri dari 46 item pertanyaan, setelah di uji validitas dan reliabilitas dari 46 item pertanyaan semua yang valid memenuhi kriteria dan diikutkan pada pengujian.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa dari 42 responden yang keharmonisan keluarga pada akhlak MTs Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa berada pada kategori baik dengan indikator yaitu tumbuhkan komitmen, memberi apresiasi, pelihara kebersamaan, berkomunikasi, agama atau falsafah hidup, bermain dan humor, berbagi tanggungjawab, memiliki
No Penghasilan Ortu Frekuensi (f) Persentase (%)
1 < 1 Juta 20 47,63
2 1 – 3 Juta 12 28,57
3 > 3 Juta 10 23,80
Jumlah 42 100
kepentingan dan kegemaran bersama, melayani orang lain, dan tahan dengan problem.
Keharmonisan keluarga itu akan terwujud apabila masing- masing unsur dalam keluarga itu dapat berfungsi dan berperan sebagaimana mestinya dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama kita, maka interaksi sosial yang harmonis antar unsur dalam keluarga itu akan dapat diciptakan, dalam keluarga harmonis terdapat situasi hubungan keluarga yang saling mengerti dan menyayangi di mana setiap anggota keluarga menjalankan hak dan kewajibannya serta berperan sebagai mestinya.
4. Deskripsi Kondisi Akhlak Peserta Didik.
Data variabel akhlak peserta didik diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner tersebut terdiri dari 39 item pertanyaan, setelah di uji validitas dan reliabilitas dari 39 item pertanyaan semua yang valid memenuhi kriteria dan diikutkan pada pengujian.
Kondisi akhlak pada peserta didik MTs Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa berada pada kategori baik. Peserta didik sebagai individu dan subjek belajar memiliki akhlak atau ciri-ciri sendiri. Kondisi atau keadaan yang terdapat pada masing- masing peserta didik dapat mempengaruhi bagaimana proses belajar peserta didik tersebut dengan kondisi peserta yang mendukung maka pembelajaran tentu dapat dilakukan dengan lebih baik, sebaliknya pula
dengan peserta didik yang lemah maka dapat menjadi hambatan dalam proses belajar mengajar.
Keadaan peserta didik bukan hanya berpengaruh pada bagaimana belajar masing-masing peserta didik, namun dari proses belajar masing-masing peserta didik dapat mempengaruhi pembelajaran secara keseluruhan serta juga mempengaruhi bagaimana proses belajar peserta didik lainnya, jika pengaruh positif maka akan memberikan efek yang baik bagi proses pembelajaran namun tentu saja juga terdapat akhlak atau keadaan dari peserta didik yang buruk dan memberikan pengaruh negatif bagi pembelajaran.
5. Hasil Uji Instrumen a. Uji Validitas
Uji validitas tujuannya untuk mengetahui tingkat kevalidan dari instrumen yang digunakan dalam penelitian. Melalui uji validitas akan dapat diketahui apakah item-item pertanyaan yang tersaji dalam kuesioner benar-benar mampu mengungkap dengan pasti tentang masalah yang diteliti. Teknik yang dapat dipergunakan untuk uji validitas adalah dengan analisa item, dimana setiap nilai yang ada pada setiap butir pertanyaan dalam kuesioner dikorelasikan dengan nilai total seluruh butir pertanyaan untuk suatu variabel, dengan mengunakan formula Product Moment.
Cara menguji validitas dengan menggunakan formula Product Moment dengan taraf signifikansi 0,05. Validitas dapat juga diketahui dari signifikansi hasil korelasi, jika nilai p hasil korelasi lebih kecil 0,05, maka butir tersebut merupakan butir dari konstruk yang kuat atau valid.
b. Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian
Reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau diandalkan. Suatu alat ukur baru dapat dipercaya dan diandalkan bila selalu didapatkan hasil yang konsisten dari gejala pengukuran yang tidak berubah yang dilakukan pada waktu yang berbeda-beda. Untuk melakukan uji reliabilitas dapat dipergunakan teknik Alpha Cronbach, dimana suatu instrumen penelitian dikatakan reliabel apabila memiliki koefisien keandalan atau alpha sebesar 0,6 atau lebih. Berdasarkan data yang diperoleh dalam penelitian, maka hasil pengujian validitas instrumen penelitian adalah sebagai berikut:
Tabel. 4.6. Rekapitulasi Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Keharmonisan Keluarga (X1)
Varia
bel Item R Nilai.p Keterangan Reliabilitas Ket . Keha
rmon isan Kelu arga
(X1)
X1.1 0.561 <0.001 Valid
0.677
Rel iab el X1.2 0.505 <0.001 Valid
X1.3 0.491 <0.001 Valid X1.4 0.540 <0.001 Valid X1.5 0.569 <0.001 Valid X1.6 0.596 <0.001 Valid X1.7 0.571 <0.001 Valid
X1.8 0.545 <0.001 Valid X1.9 0.633 <0.001 Valid X1.10 0.536 <0.001 Valid X1.11 0.315 0.042 Valid X1.12 0.558 <0.001 Valid X1.13 0.558 <0.001 Valid X1.14 0.463 <0.001 Valid X1.15 0.558 <0.001 Valid X1.16 0.234 0.135 Tidak Valid X1.17 0.417 0.417 Tidak Valid X1.18 0.231 0.140 Valid X1.19 0.397 0.397 Tidak Valid X1.20 0.456 0.002 Valid X1.21 0.343 0.026 Valid X1.22 0.578 <0.001 Valid X1.23 0.543 <0.001 Valid X1.24 0.384 0.012 Valid X1.25 0.567 <0.001 Valid X1.26 0.525 <0.001 Valid X1.27 0.545 <0.001 Valid X1.28 0.541 <0.001 Valid X1.29 0.528 <0.001 Valid X1.30 0.573 <0.001 Valid X1.31 0.537 <0.001 Valid X1.32 0.588 <0.001 Valid X1.33 0.422 0.005 Valid X1.34 0.549 <0.001 Valid X1.35 0.554 <0.001 Valid X1.36 0.381 0.013 Valid X1.37 0.416 0.006 Valid X1.39 0.315 0.042 Valid X1.40 0.413 <0.001 Valid X1.41 0.202 0.199 Tidak Valid X1.42 0.594 <0.001 Valid X1.43 0.347 0.024 Valid X1.44 0.328 0.034 Valid X1.45 0.200 0.204 Tidak Valid X1.46 0.394 0.394 Tidak Valid Sumber : lampiran hasil uji validitas dan reliabilitas.
Tabel. 4.7. Rekapitulasi Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Akhlak Peserta Dididk (Y)
Vari
abel Item R Nilai.p Keteranga n
Reliabilita
s Ket.
Akhl ak Pes erta Didi k (Y)
Y1.1 0.524 <0.001 Valid
0.652 Reliab el Y1.2 0.599 <0.001 Valid
Y1.3 0.504 <0.001 Valid Y1.4 0.651* <0.001 Valid Y1.5 0.547 <0.001 Valid Y1.6 0.584 <0.001 Valid Y1.7 0.476 <0.001 Valid Y1.8 0.392 0.010 Valid Y1.9 0.543 <0.001 Valid Y1.10 0.531** <0.001 Valid Y1.11 0.515 <0.001 Valid Y1.12 0.316** 0.041 Valid Y1.13 0.586** <0.001 Valid Y1.14 0.494 <0.001 Valid Y1.15 0.528 <0.001 Valid Y1.16 0.697** <0.001 Valid Y1.17 0.183 0.246 Tidak Valid Y1.18 0.226 0.150 Tidak Valid Y1.19 0.542 <0.001 Valid Y1.20 0.680** <0.001 Valid Y1.21 0.603 <0.001 Valid Y1.22 0.246* 0.117 Valid Y1.23 0.308 0.047 Valid Y1.24 0.532** <0.001 Valid Y1.25 0.550 <0.001 Valid Y1.26 0.522 <0.001 Valid Y1.27 0.591 <0.001 Valid Y1.28 0.512 <0.001 Valid Y1.29 0.512 <0.001 Valid Y1.30 0.613 <0.001 Valid Y1.31 0.534 <0.001 Valid Y1.32 0.378 0.014 Valid Y1.33 0.503 <0.001 Valid Y1.34 0.522 <0.001 Valid Y1.35 0.249 0.112 Tidak Valid Y1.36 0.498 <0.001 Valid Y1.37 0.245 0.118 Tidak Valid Y1.38 0.519 <0.001 Valid Y1.39 0.596 <0.001 Valid
Sumber : lampiran hasil uji validitas dan reliabilitas.
Hasil pengujian reliabilitas instrumen penelitian, seperti yang ada pada Tabel 4.7 maka hasil pengujian menunjukkan bahwa dari 46 item terdapat 40 yang valid dan 6 tidak valid, sedangkan pada tabel 4.8 dari 39 item pertanyaan terdapat 4 yang tidak valid dan 35 yang valid. Hal ini dapat diketahui bahwa semua variabel penelitian ini mempunyai koefisien keandalan/alpha lebih besar dari 0,6. Bila hasil uji reliabilitas ini dikaitkan dengan kriteria indeks koefesien reliabilitas menurut Arikunto (1998), menunjukkan bahwa keandalan/alpha instrumen penelitian adalah tinggi, dengan demikian data penelitian bersifat valid dan layak digunakan untuk pengujian hipotesis penelitian.
c. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mendeteksi apakah distribusi data variabel bebas dan variabel terikatnya adalah normal. Model regresi yang baik adalah mempunyai distribusi data normal atau mendekati normal. Untuk menguji normalitas ini diketahui dari tampilan normal probability plot. Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan/atau tidak mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.
Berdasarkan grafik normal probability plot dibawah terlihat bahwa titik-titik menyebar disekitar garis diagonal, serta
penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. Sehingga model regresi layak dipakai untuk prediksi hasil belajar berdasarkan masukan variabel bebasnya:
Gambar 4.8. Grafik Normal Probability Plot Hasil Uji Normalitas 6. Analisis Regresi dan Pengujian Hipotesis
a. Analisis Regresi
Analisis regresi dilakukan untuk membuktikan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, yakni untuk menganalisis pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat, secara parsial serta untuk menguji hipotesis penelitian yang telah dikemukakan sebelumnya.
Dasar pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan nilai probabilitas baik untuk uji secara parsial maupun simultan.
Secara umum hipotesis yang dikemukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: