PENDAHULUAN
Latar Belakang
Anak adalah masa depan orang tua, anak merupakan salah satu tantangan orang tua untuk menjadi sukses atau hebat. Membesarkan anak merupakan kewajiban setiap orang tua, baik buruknya akhlak pada anak tergantung dari karakter yang ditanamkan oleh orang tua.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis akan membahas hal yang berkaitan dengan “Pengaruh Keharmonisan Keluarga Terhadap Semangat Kerja Siswa di MTs Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa”.
Manfaat Penelitian
KAJIAN PUSTAKA
Keharmonisan Keluarga
- Pengertian Keharmonisan Keluarga
- Prinsip-prinsip Keluarga Harmonis
- Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keharmonisan
- Peranan Agama terhadap Keharmonisan
Membangun rumah tangga atau keluarga sejahtera merupakan kewajiban kedua setelah pengembangan diri pribadi. Keharmonisan merupakan dambaan setiap orang yang ingin membentuk sebuah keluarga yang sudah mempunyai keluarga, namun masih banyak permasalahan untuk membangun keharmonisan keluarga. Ibu, ayah dan saudara kandung serta keluarga lainnya adalah orang pertama yang masuk.
Akhlak
- Pengertian Akhlak
- Nilai-nilai Akhlak yang Dikembangkan
Perlu ditegaskan bahwa yang dimaksud dengan orang tua adalah orang yang melahirkan anaknya, yaitu ayah dan ibu. Orang lanjut usia adalah orang yang lebih tua dari seseorang, baik sedikit maupun banyak. Apa yang seharusnya dilakukan terhadap lansia tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan terhadap orang tua, jika lansia layak mendapatkan perlakuan tersebut.
Jika orang yang lebih tua bukan saudara kita, maka kita harus tetap menghormati mereka selama mereka layak untuk dihormati. Membangun Moral Bersama Generasi Muda Yang dimaksud dengan generasi muda di sini adalah orang-orang yang lebih muda dari siapapun, termasuk adik-adiknya. Berikut hal-hal yang harus dilakukan agar dapat berhubungan dengan generasi muda, yaitu: 1).
Inilah orang-orang yang setiap hari bergaul dengannya dan menemaninya, baik di saat suka maupun duka...hal-hal yang dapat dilakukan untuk menjalin ikatan dengan teman sebaya adalah 1). Yang dimaksud lawan jenis disini adalah orang yang mempunyai jenis kelamin berbeda dengan seseorang. Bagi lawan jenis, Iskam memberikan aturan khusus yang harus dipatuhi.
Berikut ini adalah akhlak yang harus dikembangkan untuk berhubungan dengan lawan jenis.
Kajian Penelitian yang Relevan
Kesadaran akan hal ini mengingatkan para ayah untuk tidak hanya menabur benih pada istri saja, namun tugas mendidik dan membesarkan anak adalah tanggung jawab ayah, yang mau tidak mau membentuk anak menjadi pribadi yang baik sesuai norma yang ada saat ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. tangan. Anak-anak kita akan kita besarkan dengan penuh suka cita, ikhlas, Insya Allah anak-anak kita akan menjadi anak-anak yang bertakwa, anak-anak yang dibanggakan oleh setiap umat Islam. Hasil penelitian berdasarkan analisis statistik diperoleh koefisien korelasi keharmonisan keluarga dengan moralitas remaja rxy= 0,578 kemudian hasil tersebut diuji dengan tabel r product moment dengan n= 26 dan taraf signifikansi 5%. yaitu 0,388 dan 1%, dan sebaliknya 0,496 maka hasil ini terbukti lebih besar dari r tabel sehingga dapat dikatakan penelitian ini signifikan dalam artian hipotesis adanya pengaruh positif antara keharmonisan keluarga dengan semangat kerja remaja di Desa Glawan, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, “diterima”.
Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Winarti 2011 dengan judul “Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Pembentukan Moral Anak Di Ketapang Tangerang”. Hasil dari penelitian ini adalah pengaruh pola asuh orang tua berpengaruh positif terhadap pembentukan akhlak anak Hal ini dibuktikan dengan hasil uji t (parsial) dengan nilai signifikansi : 0,000 maka korelasi parsial pola asuh orang tua pola pembentukan moral anak sebesar 0,621. Hasil dari penelitian ini adalah adanya hubungan erat atau ikatan antar anggota keluarga, khususnya hubungan antara orang tua dengan orang tua dan anak dengan orang tua.
Berdasarkan beberapa uraian hasil penelitian di atas, peneliti memberikan kesan bahwa hasil penelitian tersebut hampir sama dengan hasil penelitian yang telah penulis susun.
Kerangka Pikir
Oleh karena itu, keluarga yang memiliki latar belakang yang baik akan mampu membimbing dan menuntun anaknya ke arah yang dicita-citakannya. Begitu pula keluarga yang tidak baik atau harmonis akan kesulitan dalam membimbing anaknya menjadi yang terbaik. untuk masa depan mereka. Anak merupakan perpanjangan tangan biologis dan sosial dari orang tuanya, motivasi yang kuat inilah yang melahirkan hubungan emosional antara orang tua dan anak. Hubungan seorang anak dengan orang tuanya, yang berlangsung bertahun-tahun, sejak bayi, memungkinkan terjadinya identifikasi, peniruan dan internalisasi kebiasaan, tindakan dan perilaku.
Selama bertahun-tahun telah terjadi interaksi dalam keluarga, disadari atau tidak, terjadi pola-pola khusus yang terjadi pada satu keluarga yang berbeda dengan keluarga lainnya. Jika kita berbicara tentang akhlak, maka perlu memperhatikan apa yang terkandung dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 3 yang berbunyi: “Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk akhlak yang bermartabat serta peradaban bangsa dalam rangka untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.” Lebih lanjut dikatakan bahwa tujuan pendidikan karakter adalah mengajarkan nilai-nilai tradisional tertentu, nilai-nilai yang diterima secara luas sebagai landasan perilaku yang baik dan bertanggung jawab.
Sebagai salah satu upaya mewujudkan pendidikan yang menghasilkan manusia bermartabat (berakhlak mulia), peserta didik harus mempunyai pendidikan khusus yang mempunyai tugas utama mengembangkan akhlaknya. Pendidikan seperti ini dapat memberikan arahan kepada peserta didik setelah memperoleh ilmu dan pengetahuan yang berbeda-beda pada bidang studi (mata pelajaran) masing-masing agar dapat mengamalkannya di masyarakat dengan tetap berpegang pada nilai-nilai universal yaitu kebenaran dan kebaikan.
Hipotesis
METODE PENELITIAN
- Desain dan Jenis Penelitian
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Metode Pengumpulan Data
- Jenis Data
- Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Penelitian . 97
Populasi penelitian ini adalah siswa MTs Al-Hidayah Lemoa yang berjumlah 42 peserta. Memanfaatkan data di lapangan dengan metode analisis yang bertujuan untuk memberikan gambaran secara cepat dan akurat mengenai pengaruh keharmonisan keluarga terhadap moral siswa di MTs Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa. Sumber data diambil dari siswa dan pihak administrasi MTs Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa.
Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa secara keseluruhan dari kelas VII sampai IX berjumlah 62 orang yang terdiri dari siswa putra dan putri. Subyek penelitian ini mempunyai data umum yaitu seluruh siswa MTs Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa yang berjumlah 42 orang. Kondisi moral siswa MTs Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa berada pada kategori baik.
Kondisi moral siswa MTs Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa berada pada kategori “baik”. Observasi aktivitas siswa selama pembelajaran di MTs Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- Deskripsi Lokasi dan Objek Penelitian
- Deskripsi Penelitian
- Deskripsi Kondisi Keharmonisan Keluarga
- Deskripsi Kondisi Akhlak
- Hasil Uji Instrumen
- Analisis Regresi dan Pengujian Hipotesis
- Pengujian Hipotesis
Data di atas menunjukkan jumlah kepala dan guru MTs Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa berjumlah 11 orang dengan rincian 1 orang pejabat dan 8 orang pegawai honorer serta 2 orang pegawai sertifikasi. Dari data di atas, luas wilayah MTs Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa sebanyak 1.498 yang sudah tersertifikasi. Data diatas menunjukkan bahwa penggunaan lahan di MTs Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa sangat aplikatif yaitu sebesar 261.
Hal ini membuktikan MTs Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa benar-benar memanfaatkan lahan yang ada sehingga tidak ada ruang kosong yang tidak terpakai. Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa masih terbatas dengan 3 ruang kelas, kemudian ruang guru dan laboratorium. Data di atas menunjukkan bahwa kondisi sarana dan prasarana pendukung di MTs Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa masih terbatas yaitu 46 kursi siswa dalam kondisi baik, kemudian 46 meja siswa dalam kondisi baik, kemudian kursi guru dalam kondisi baik 3 kondisi kelas baik, jumlah meja guru di kelas 3.
Data diatas menunjukkan bahwa kondisi sarana dan prasarana pendukung lainnya di MTs Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa dalam kondisi wajar dan cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan sarana dan prasarana pendukung lainnya cukup wajar dan masih dalam kondisi normal.
Pembahasan
Artinya semakin baik keharmonisan keluarga maka akan semakin tinggi/meningkatkan semangat kerja siswa. Jadi dapat disimpulkan hipotesis penelitian yang ketiga berbunyi: “Keharmonisan keluarga berpengaruh terhadap semangat kerja anak di MTs. Kesatuan dan keharmonisan dalam keluarga secara langsung mengajarkan anak untuk memahami perasaan orang lain, dengan adanya situasi dan hubungan keluarga yang harmonis maka terciptalah sebuah kehidupan. saling menghormati dan mencintai, dapat memungkinkan siswa tumbuh dan berkembang secara seimbang.
Dengan didukung keadaan keluarga yang harmonis juga dapat merangsang siswa untuk meningkatkan aktivitas belajarnya sehingga prestasi belajarnya di sekolah dapat tercapai dengan baik. Namun jika keadaan keluarga tidak harmonis dan kurangnya dukungan dari keluarga maka hal ini dapat menyebabkan siswa kurang dalam melakukan aktivitas belajar dan hal ini akan mempengaruhi prestasi belajarnya. mencapai prestasi belajar yang baik. Faktor yang mempengaruhi keharmonisan keluarga adalah terciptanya suasana penuh keakraban, saling pengertian, persahabatan, toleransi, saling menghormati satu sama lain sehingga menimbulkan perasaan aman dan puas pada setiap anggota keluarga sehingga menimbulkan suasana yang menyenangkan.
Keharmonisan keluarga pada siswa MT Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa masuk dalam kategori ‘baik’, sehingga hipotesis pertama menyatakan bahwa persepsi keharmonisan keluarga pada siswa MT Al-Hidayah Lemoa Kecamatan Bontolempangan Kabupaten Gowa adalah sama. hingga “kurang harmonis” antara orang tua dan anak. Koefisien pengaruh keharmonisan keluarga terhadap semangat kerja siswa rxy = 0,463 dengan p-value = 0,000 < 0,05 dengan kategori “sedang”. Hal ini menunjukkan bahwa keharmonisan keluarga berpengaruh positif signifikan terhadap semangat kerja siswa. Orang tua siswa harus selalu memotivasi anaknya untuk berbuat baik dan berakhlak mulia, orang tua juga harus mendidik kecerdasannya.
Nantinya peneliti hanya memperhitungkan dua variabel dalam penelitian ini, yaitu keharmonisan keluarga dan kualitas moral.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran
- Kuesioner
- Dokumentasi
- Observasi
- Frekuensi Variabel X1
- Frekuensi Variabel Y
- Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian
- Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian
- Hasil Uji Normalitas Penelitian
- Hasil Pengujian Analisis Regresi
- Hasil Pengujian Hipotesis
Orang tua harus menanamkan nilai-nilai moral sederhana pada anak sejak dini, agar anak benar-benar bersikap dan berperilaku sesuai dengan nilai moral di kehidupan dewasanya. Pada tahun 2013, penulis mencoba melanjutkan pendidikan pada program pascasarjana UNISMUH Makassar, program MA Manajemen Pendidikan Islam. Jika saya tidak menyukai sesuatu dari perilaku kakak/adik saya, saya akan angkat bicara.
Ketika saya memutuskan sesuatu yang menjadi perhatian saya, orang tua saya mengajak saya untuk mendiskusikannya dengan mengambil keputusan bersama. Ketika saya melakukan kesalahan, orang tua saya akan berbicara kepada saya untuk mencari tahu mengapa saya melakukan kesalahan tersebut. Kesibukan orang tua tak membuat mereka lupa berkumpul bersama anak di hari libur.
Jika ada yang tidak aku sukai dari kelakuan kakak/adikku, aku akan membicarakannya dengan baik-baik. Sekeluarga, kami tetap punya waktu untuk makan bersama, meski masing-masing anggota keluarga punya kesibukan masing-masing.