• Tidak ada hasil yang ditemukan

DISTRIK ABEPURA KOTA JAYAPURA

Dalam dokumen hathi (Halaman 102-111)

ANALISA DEBIT BANJIR RENCANA UNTUK

yang lebih baik dibandingkan desa sehingga penduduk berbondong – bondong ke kota akibatnya terjadi eksploitasi alam yang berlebihan, alih fungsi lahan yang tak terkendali dan menurunnya daya dukung lingkungan pada hekekatnya menimbulkan kecenderungan peningkatan bencana khususnya banjir.

Di hulu Sungai Siborgonyi air hujan yang turun tidak terserap oleh akar - akar pepohonan tetapi langsung mengalir sebagai aliran air permukaan (Run–Off) yang mengalir bersama dengan lapisan tanah bagian atas yang kemudian mengendap di dasar sungai. Daerah Tangkapan Air (DTA) adalah daerah yang dibatasi bentuk topografi, di mana seluruh hujan yang jatuh di area itu mengalir ke satu sungai.

(Hesty Sianawati, 2009). Hal ini dapat menyebabkan terjadinya pendangkalan sungai di bagian transisi / tengah dan hilir Sungai Siborgonyi yang melintasi Distrik Abepura.

Banjir di Sungai Siborgonyi terjadi akibat adanya alih fungsi lahan yang disebabkan ulah manusia yang menebang hutan dan membakar hutan untuk dijadikan lahan bercocok tanam dan permukiman, hal ini memberi dampak negatif di kawasan hilir Sungai Siborgonyi bila hujan dengan intensitas tinggi Sungai Siborgonyi selalu banjir menggenangi pasar youtefa yang merupakan pasar tradisonal dan permukiman sekitarnya.

Metode yang digunakan untuk menghitung hujan rata – rata kawasan adalah dengan metode rata-rata aljabar.

... (1) dengan keterangan :

R : Rata-rata curah hujan (mm)

R1,R2,R3,Rn : Besar curah hujan masing-masing pos n : Banyaknya pos hujan

Menghitung curah hujan rencana menggunakan Metode Log Person III, berikut langkah – langkah penggunaan distribusi Log-Person III :

Ubah data ke dalam bentuk logaritmik

X = log x ... (2) Harga rata - rata – rata

... (3) Hitung harga standar deviasi

... (4)

Hitung Koefisien kemencengan

... (5) Hitung Logaritma hujan dengan periode ulang T yang di kehendaki.

Log xт = Logx + K.S ... (6) dengan keterangan :

Log X : logaritma curah hujan dalam periode ulang T (mm/hari) Logx : nilai rata - rata

S : Simpangan baku (Standar Deviasi) G : Koefisien Kemencengan

n : Jumlah pengamatan

K : Variabel standar untuk X yang besarnya tergantung koefisien kemencengan Log xт : Nilai logaritma dari curah hujan rancangan dengan kala ulang tertentu

Menghitung intensitas hujan rencana menggunakan metode mononobe persamaan perhitungan intensitas curah hujan dihitung dengan menggunakan rumus mononobe.

... (7) dengan keterangan :

I : Intensitas curah hujan (mm/jam) R : Curah hujan rata – rata (mm) 24 : Hujan dalam 24 jam

tc : Waktu konsentrasi pengaliran

Menghitung debit banjir rencana menggunakan metode rasional,

Q = 0,002778.C.I.A ... (8) dengan keterangan :

Q : Debit puncak banjir (m3/det) C : Koefisien limpasan (Run-off)

I : Intensitas curah hujan selama konsentrasi (mm/jam) A : Luas daerah aliran (Ha)

Sedangkan analisa penampang sungai menggunakan aplikasi HacRas 3.1.3 data yang di perlukan adalah data geometri sungai, kemudian data penampang sungai, untuk input debit dimasukkan hasil dari analisa debit banjir rancangan yang mewakili dari daerah kajian.

METODOLOGI STUDI

Data primer adalah data yang di peroleh dengan cara mengadakan pengamatan secara visual atau survei langsung ke lapangan, yang mencakup arah aliran air di saluran/drainase, Panjang saluran, Kecepatan Aliran sedangkan data sekunder adalah data yang di peroleh dengan mencari informasi secara ilmiah pada instansi maupun lembaga – lembaga yang terkait dengan rencana penanggulangan banjir.

Adapun data – data sekunder yang dibutuhkan data curah hujan, data suhu dan kelembaban, peta topografi kota Jayapura, peta tata guna lahan daerah studi.

Analisa hidrologi meliputi daerah aliran sungai, penentuan hujan kawasan, analisa frekuensi, analisa intensitas hujan, analisa debit banjir dan analisa hidrolika yaitu meliputi Dimensi Saluran.

Lokasi penelitian merupakan tempat penulis mengamati atau mempelajari masalah yang sedang terjadi dimana lokasi tersebut barada di Distrik Abepura.

Gambar 1. Chathment Area Lokasi Studi

HASIL STUDI DAN PEMBAHASAN Analisa Hidrologi

Curah Hujan

Data curah hujan yang diperlukan di peroleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Provinsi Papua. Data yang diperoleh merupakan data curah hujan bulanan maksimum selama 10 tahun yakni tahun 2003-2012.

Perhitungan Curah Hujan Kawasan

Perhitungan curah hujan pada Distrik Abepura Kota Jayapura dihitung dengan metode rata-rata Aljabar dengan menggunakan data curah hujan stasiun Dok- II dan Stasiun Entrop sepuluh tahun yaitu data curah hujan tahun 2003 - 2012 menggunakan metode rata-rata aljabar dalam tabel 3.

Tabel 1. Curah hujan bulanan (mm) Stasiun Meteorologi Dok- II Jayapura Tahun 2003-2012 (Sumber : BMKG Propinsi Papua)

TAHUN JAN FEB MAR APR MAY JUN JUL AUG SEP OCT NOV DES

2003 220 270 225 80 151 252 281 184 298 181 186 345

2004 226 221 232 337 188 185 110 33 197 188 305 102

2005 188 188 500 405 187 113 123 161 136 149 192 337

2006 210 144 325 115 208 308 142 190 399 258 165 70

2007 243 387 456 248 228 24 230 245 72 55 212 333,7

2008 467,5 303,7 133,3 150,7 156 258,3 74,2 55,3 144,5 131,2 101,7 172

2009 100,4 583,2 414,2 155,9 120 267 225 203,8 258,4 201,2 165,8 352

2010 478 233,6 257,4 224,8 360,1 243 70,9 134,1 44,9 222,6 109,4 261,4

2011 54,2 222 151,9 171,9 114 279,7 169 271,4 168,7 317 146 231,7

2012 118 295 461 185 182 263 129 73 316 188 399 85

TAHUN JAN FEB MAR APR MAY JUN JUL AUG SEP OCT NOV DES

2003 220 270 225 80 151 252 281 184 298 181 186 345345

2004 226 221 232 337 188 185 110 33 197 188 305 102

2005 188 188 500 405 187 113 123 161 136 149 192 337

2006 210 144 325 115 208 308 142 190 399 258 165 70

2007 243 387 456 248 228 24 230 245 72 55 212 333,7

2008 467,5 303,7 133,3 150,7 156 258,3 74,2 55,3 144,5 131,2 101,7 172

2009 100,4 583,2 414,2 155,9 120 267 225 203,8 258,4 201,2 165,8 352

2010 478 233,6 257,4 224,8 360,1 243 70,9 134,1 44,9 222,6 109,4 261,4

2011 54,2 222 151,9 171,9 114 279,7 169 271,4 168,7 317 146 231,7

2012 118 295 461 185 182 263 129 73 316 188 399 85

Tabel 2. Curah hujan bulanan (mm) Stasiun Meteorologi Entrop Jayapura Tahun 2003-2012 (Sumber : BMKG Propinsi Papua)

TAHUN JAN FEB MAR APR MAY JUN JUL AUG SEP OCT NOV DES

2003 132 175 220 146 169 81 115 102 104 140 62 190

2004 72 65 87 48 170 72 108 39 56 24 92 46

2005 92 97 54 41 37 114 186 159 172 140 51 150

2006 120 55 50 237 243 133 112 44 91 180 170 610

2007 102 79 223 65 47 189 98 179 70 230 352 168

2008 210 127 310 75 80 135 189 45 143 60 182 432

2009 150 58 126 326 450 68 279 132 98 354 91 258

2010 220 98 50 85 167 187 168 79 173 182 351 224

2011 315 224 102 180 276 45 225 175 78 412 354 230

2012 144 277 270 262 139 97 185 124 216 164 296 7

TAHUN 2003 2004 2005 2006 2007 2008

JAN FEB MAR APR MAY JUN JUL AUG SEP OCT NOV DES

115 81 169 146 220 220 175 132

108 72 170 48 87 65 72

186 114 37 41 54 97 92

112 133 243 237 50 55 120

98 189 47 65 223 79 102

189 135 80 75 310 127 210

2009 150 58 126 326 450 68 279

2010 220 98 50 85 167 187 168

2011 315 224 102 180 276 45 225

2012 144 277 270 262 139 97 185

190 62 140 104 102

46 92 24 56 39

150 51 140 172 159

610 170 180 91 44

168 352 230 70 179

432 182 60 143 45

258 91 354 98 132

224 351 182 173 79

230 354 412 78 175

7 296 164 216 124

Tabel 3. Curah hujan kawasan

Hujan Rata - Rata

Sta dok II Sta Entrop (mm)

Dec 345 190 267,5

Mar 225 220 222,5

Apr 337 48 192,5

May 188 170 179

Mar 500 54 277

Jul 123 186 154,5

Sep 399 91 245

Des 70 610 340

Mar 456 223 339,5

Nov 212 352 282

Jan 467,5 210 338,75

Dec 172 432 302

Fab 583,2 58 320,6

May 120 450 285

Jan 478 220 349

Nov 109,4 351 230,2

Oct 317 412 364,5

Oct 412 317 364,5

Mar 461 270 365,5

Nov 399 296 347,5

7 8 9 10

Curah Hujan

No Tahun Bulan

2010 2011 2012 1

2 2004

2005 2006 2007 2008 2009 2003

3 4 5 6

Analisa Frekuensi Curah Hujan

Tabel 4. Frekuensi curah hujan

Periode Ulang

Curah Hujan Rata -

Rata Koefisien Standar Deviasi

Hujan Periode

Ulang

T

G = -0,6 K

S (mm/Jam)

1 2 3 4 5 6

5 2,4167 0,857 0,1258 2,52 331,13

10 2,4167 1,2 0,1258 2,57 317,54

25 2,4167 1,528 0,1258 2,61 407,38

Log XT

Berdasarkan hasil analisa Frekuensi curah hujan untuk periode ulang 5 tahun 331,13 mm/Jam, 10 Tahun 317,54 mm/Jam dan 25 tahun 407,38 mm/Jam.

ANALISA INTENSITAS HUJAN RENCANA

Tabel 5. Tabel intensitas hujan rencana

Durasi Intensitas Hujan Akibat Hujan (5 Tahun)

Intensitas Hujan Akibat Hujan (10 Tahun)

Intensitas Hujan Akibat Hujan (25 Tahun)

(Jam) 331,13 mm/Jam 371,54 mm/Jam 407,38 mm/Jam

5/60 601,703 675,13 740,26

10/60 379,05 425,31 466,2

15/60 289,27 324,57 355,89

20/60 238,79 267,93 293,69

30/60 182,23 204,47 224,12

60/60 114,8 128,81 141,19

120/60 72,32 81,143 88,94

240/60 45,56 51,12 56,03

300/60 39,26 44 48,29

Perhitungan Debit Banjir Rencana

Sungai Siborgonyi memiliki panjang ± 16,67 km = 16.670 m dan luas DAS ± 28,46 km² = 2.486 Ha.

Tabel 6. Tabel debit banjir rencana

Koefisien Limpasan Panjang

Pengaliran Luas Daerah

Aliran

Kecepatan Rata - Rata

Kemiringan Saluran

Beda Elevasi

Koefisien Hambatan

Debit Puncak Banjir

(L) (A) ( ) (H) (Q)

(m) (Ha) (m/dt) (m) (menit) (menit) (menit) (mm/jam) (m³/dt)

1 5 0,7 16.670 2.846 2,464 0,0039892 59,85 0,035 112,757 5,236 117,993 73,136 404,759

2 10 0,7 16.670 2.846 2,464 0,0039892 59,85 0,035 112,757 5,236 117,993 82,063 454,164

3 25 0,7 16.670 2.846 2,464 0,0039892 59,85 0,035 112,757 5,236 117,993 89,979 497,974

Intensitas Hujan

(S) (n)

No Kala Ulang ( Tahun)

Waktu Pengaliran

(td) Waktu Awal (to)

Waktu Konsentrasi

(tc) (C)

Pada tabel 3, tabel 4, tabel 5 dan tabel 6 diperlihatkan hasil analisa curah hujan kawasan, frekuensi curah hujan, intensitas hujan rencana, debit banjir rencana

Analisa Hidrolika

Dalam analisa hidrolika untuk mengetahui profil sungai menggunakan program HecRas 3.1.3

Gambar 2. Geometri Sungai Siborgonyi

Gambar 3. Banjir di Hilir Sungai Siborgonyi

Gambar 4. Daerah Transisi/Tengah Sungai Siborgonyi Tabel 7. Tabel analisa HacRas periode ulang 25 tahun

Kecepatan Muka Air Tanggul Kanan Tanggul Kiri

(m/s) (m) (m) (m) ÄH kiri ( m ) ÄH kanan ( m ) Tebing Kiri Tebing Kanan

7635+50 Q 25th 2,34 12,89 11 15,06 1,89 -2,17 Meluap Tidak Meluap

75 35 Q 25th 1,74 12,89 10,65 11,45 2,24 1,44 Meluap Meluap

7434+50 Q 25th 3,31 12,33 12,14 14,69 0,19 -2,36 Meluap Tidak Meluap

73 34 Q 25th 2,85 12,15 13,67 15,14 -1,52 -2,99 Tidak Meluap Tidak Meluap

7233+56 Q 25th 2,26 12,08 12,84 14,78 -0,76 -2,7 Tidak Meluap Tidak Meluap

7133+50 Q 25th 1,19 12,2 10,94 12,21 1,26 -0,01 Meluap Tidak Meluap

70 33 Q 25th 4,01 11,31 11,19 13,27 0,12 -1,96 Meluap Tidak Meluap

6932+50 Q 25th 2,5 11,35 11,38 12,95 -0,03 -1,6 Tidak Meluap Tidak Meluap

68 32 Q 25th 2,67 11,1 11,41 11,86 -0,31 -0,76 Tidak Meluap Tidak Meluap

6731+50 Q 25th 1,56 11,14 12,81 10,93 -1,67 0,21 Tidak Meluap Meluap

66 31 Q 25th 1,59 11,04 12,13 11 -1,09 0,04 Tidak Meluap Meluap

6530+50 Q 25th 2,05 10,81 11,79 11,27 -0,98 -0,46 Tidak Meluap Tidak Meluap

64 30 Q 25th 2,35 10,57 11,17 10,6 -0,6 -0,03 Tidak Meluap Tidak Meluap

6329+50 Q 25th 2,01 10,41 10,23 10,51 0,18 -0,1 Meluap Tidak Meluap

River Sta Deskripsi P rofile

Beda tinggi Keterangan

HEC-RAS Plan: Plan 01 River: Siborgonyi Reach: s. Siborgonyi Profile: Q 25th Kecepatan Muka Air Tanggul Kanan Tanggul Kiri

(m/s) (m) (m) (m) ÄH kiri ( m ) ÄH kanan ( m ) Tebing Kiri Tebing Kanan

7635+50 Q 25th 2,34 12,89 11 15,06 1,89 -2,17 Meluap Tidak Meluap

75 35 Q 25th 1,74 12,89 10,65 11,45 2,24 1,44 Meluap Meluap

7434+50 Q 25th 3,31 12,33 12,14 14,69 0,19 -2,36 Meluap Tidak Meluap

73 34 Q 25th 2,85 12,15 13,67 15,14 -1,52 -2,99 Tidak Meluap Tidak Meluap

7233+56 Q 25th 2,26 12,08 12,84 14,78 -0,76 -2,7 Tidak Meluap Tidak Meluap

7133+50 Q 25th 1,19 12,2 10,94 12,21 1,26 -0,01 Meluap Tidak Meluap

70 33 Q 25th 4,01 11,31 11,19 13,27 0,12 -1,96 Meluap Tidak Meluap

6932+50 Q 25th 2,5 11,35 11,38 12,95 -0,03 -1,6 Tidak Meluap Tidak Meluap

68 32 Q 25th 2,67 11,1 11,41 11,86 -0,31 -0,76 Tidak Meluap Tidak Meluap

6731+50 Q 25th 1,56 11,14 12,81 10,93 -1,67 0,21 Tidak Meluap Meluap

66 31 Q 25th 1,59 11,04 12,13 11 -1,09 0,04 Tidak Meluap Meluap

6530+50 Q 25th 2,05 10,81 11,79 11,27 -0,98 -0,46 Tidak Meluap Tidak Meluap

64 30 Q 25th 2,35 10,57 11,17 10,6 -0,6 -0,03 Tidak Meluap Tidak Meluap

6329+50 Q 25th 2,01 10,41 10,23 10,51 0,18 -0,1 Meluap Tidak Meluap

River Sta Deskripsi P rofile

Beda tinggi Keterangan

HEC-RAS Plan: Plan 01 River: Siborgonyi Reach: s. Siborgonyi Profile: Q 25th

Tabel 8. Tabel analisa HacRas periode ulang 25 tahun

Kecepatan Muka Air Tanggul Kanan Tanggul Kiri

(m/s) (m) (m) (m) ÄH kiri ( m ) ÄH kanan ( m ) Tebing Kiri Tebing Kanan

62 29 Q 25th 1,65 10,38 9,54 9, 01 0,84 1,37 Meluap Meluap

6128+50 Q 25th 1,63 10,33 9,15 8, 54 1,18 1,79 Meluap Meluap

60 28 Q 25th 1,71 10,24 9,36 9, 65 0,88 0,59 Meluap Meluap

5927+50 Q 25th 2,1 10,08 9,56 9, 88 0,52 0,2 Meluap Meluap

58 27 Q 25th 2,53 9,86 9,17 9,1 0,69 0,76 Meluap Meluap

5726+50 Q 25th 3,84 9,18 8,76 9, 09 0,42 0,09 Meluap Meluap

56 26 Q 25th 1,36 9,51 9,06 9, 33 0,45 0,18 Meluap Meluap

5525+50 Q 25th 3,38 8,81 9,77 10 -0,96 -1, 19 Tidak Meluap Tidak Meluap

54 25 Q 25th 1,69 8,99 8,46 8, 51 0,53 0,48 Meluap Meluap

5324+50 Q 25th 3,94 8,09 8,47 8, 75 -0,38 -0, 66 Tidak Meluap Tidak Meluap

52 24 Q 25th 2,89 7,99 8, 1 8, 17 -0,11 -0, 18 Tidak Meluap Tidak Meluap

5123+48 Q 25th 1,73 8 8,55 8, 52 -0,55 -0, 52 Tidak Meluap Tidak Meluap

50 23 Q 25th 1,37 8 7,05 7, 76 0,95 0,24 Meluap Meluap

4922+50 Q 25th 2,39 7,69 7,09 7, 57 0, 6 0,12 Meluap Meluap

48 22 Q 25th 4,26 6,76 7,13 7, 52 -0,37 -0, 76 Tidak Meluap Tidak Meluap

4721+50 Q 25th 2,74 6,83 6,82 7, 22 0,01 -0, 39 Meluap Tidak Meluap

4621+32 Q 25th 2,21 6,89 6,83 6, 82 0,06 0,07 Meluap Meluap

45 21 Q 25th 2,22 6,81 6,48 6, 68 0,33 0,13 Meluap Meluap

4420+50 Q 25th 1,25 6,88 5,95 6, 46 0,93 0,42 Meluap Meluap

43 20 Q 25th 4,23 5,86 6,42 6, 87 -0,56 -1, 01 Tidak Meluap Tidak Meluap

4219+50 Q 25th 3,33 5,51 5, 8 5, 72 -0,29 -0, 21 Tidak Meluap Tidak Meluap

River Sta Deskripsi P rofile

Beda tinggi Keterangan

HEC-RAS Plan: Plan 01 River: Siborgonyi Reach: s. Siborgonyi Profile: Q 25th Kecepatan Muka Air Tanggul Kanan Tanggul Kiri

(m/s) (m) (m) (m) ÄH kiri ( m ) ÄH kanan ( m ) Tebing Kiri Tebing Kanan

62 29 Q 25th 1,65 10,38 9,54 9, 01 0,84 1,37 Meluap Meluap

6128+50 Q 25th 1,63 10,33 9,15 8, 54 1,18 1,79 Meluap Meluap

60 28 Q 25th 1,71 10,24 9,36 9, 65 0,88 0,59 Meluap Meluap

5927+50 Q 25th 2,1 10,08 9,56 9, 88 0,52 0,2 Meluap Meluap

58 27 Q 25th 2,53 9,86 9,17 9,1 0,69 0,76 Meluap Meluap

5726+50 Q 25th 3,84 9,18 8,76 9, 09 0,42 0,09 Meluap Meluap

56 26 Q 25th 1,36 9,51 9,06 9, 33 0,45 0,18 Meluap Meluap

5525+50 Q 25th 3,38 8,81 9,77 10 -0,96 -1, 19 Tidak Meluap Tidak Meluap

54 25 Q 25th 1,69 8,99 8,46 8, 51 0,53 0,48 Meluap Meluap

5324+50 Q 25th 3,94 8,09 8,47 8, 75 -0,38 -0, 66 Tidak Meluap Tidak Meluap

52 24 Q 25th 2,89 7,99 8, 1 8, 17 -0,11 -0, 18 Tidak Meluap Tidak Meluap

5123+48 Q 25th 1,73 8 8,55 8, 52 -0,55 -0, 52 Tidak Meluap Tidak Meluap

50 23 Q 25th 1,37 8 7,05 7, 76 0,95 0,24 Meluap Meluap

4922+50 Q 25th 2,39 7,69 7,09 7, 57 0, 6 0,12 Meluap Meluap

48 22 Q 25th 4,26 6,76 7,13 7, 52 -0,37 -0, 76 Tidak Meluap Tidak Meluap

4721+50 Q 25th 2,74 6,83 6,82 7, 22 0,01 -0, 39 Meluap Tidak Meluap

4621+32 Q 25th 2,21 6,89 6,83 6, 82 0,06 0,07 Meluap Meluap

45 21 Q 25th 2,22 6,81 6,48 6, 68 0,33 0,13 Meluap Meluap

4420+50 Q 25th 1,25 6,88 5,95 6, 46 0,93 0,42 Meluap Meluap

43 20 Q 25th 4,23 5,86 6,42 6, 87 -0,56 -1, 01 Tidak Meluap Tidak Meluap

4219+50 Q 25th 3,33 5,51 5, 8 5, 72 -0,29 -0, 21 Tidak Meluap Tidak Meluap

River Sta Deskripsi P rofile

Beda tinggi Keterangan

HEC-RAS Plan: Plan 01 River: Siborgonyi Reach: s. Siborgonyi Profile: Q 25th HEC-RAS Plan: Plan 01 River: Siborgonyi Reach: s. Siborgonyi Profile: Q 25th

Tabel 9. Tabel analisa HacRas periode ulang 25 tahun

Kecepatan Muka Air Tanggul Kanan Tanggul Kiri

(m/s) (m) (m) (m) ÄH kiri ( m ) ÄH kanan ( m ) Tebing Kiri Tebing Kanan

41 19 Q 25th 1,86 5,66 5,34 5, 28 0,32 0,38 Meluap Meluap

4018+50 Q 25th 2,09 5,5 6,36 5,2 -0,86 0,3 Tidak Meluap Meluap

3918+00 Q 25th 1,93 5,4 5,68 4, 86 -0,28 0,54 Tidak Meluap Meluap

3817+50 Q 25th 0,79 5,46 4,75 5, 16 0,71 0,3 Meluap Meluap

3717+00 Q 25th 1 5,43 4,76 4, 84 0,67 0,59 Meluap Meluap

3616+50 Q 25th 0,94 5,41 4,77 4, 69 0,64 0,72 Meluap Meluap

3516+00 Q 25th 0,92 5,39 5,07 4, 75 0,32 0,64 Meluap Meluap

3415+50 Q 25th 0,73 5,39 3,99 4, 37 1, 4 1,02 Meluap Meluap

3315+00 Q 25th 0,48 5,39 3,71 3, 99 1,68 1,4 Meluap Meluap

3214+50 Q 25th 0,5 5,38 3,86 4, 25 1,52 1,13 Meluap Meluap

3114+00 Q 25th 0,4 5,38 3, 3 3, 58 2,08 1,8 Meluap Meluap

3013+50 Q 25th 0,41 5,38 3,13 3, 62 2,25 1,76 Meluap Meluap

2913+00 Q 25th 0,57 5,37 3,34 3, 37 2,03 2 Meluap Meluap

2812+50 Q 25th 0,62 5,36 3,39 3, 61 1,97 1,75 Meluap Meluap

2712+00 Q 25th 0,66 5,35 4,52 4, 23 0,83 1,12 Meluap Meluap

2611+50 Q 25th 0,44 5,35 5,87 3, 29 -0,52 2,06 Tidak Meluap Meluap

2511+00 Q 25th 0,51 5,34 6,21 3, 43 -0,87 1,91 Tidak Meluap Meluap

2410+50 Q 25th 0,53 5,34 6, 6 3, 22 -1,26 2,12 Tidak Meluap Meluap

2310+00 Q 25th 0,57 5,33 2, 6 2, 79 2,73 2,54 Meluap Meluap

229+50 Q 25th 0,38 5,33 3,16 3, 55 2,17 1,78 Meluap Meluap

219+00 Q 25th 0,3 5,34 2,58 2,5 2,76 2,84 Meluap Meluap

208+50 Q 25th 0,31 5,33 2,44 2,2 2,89 3,13 Meluap Meluap

River Sta Deskripsi P rofile

Beda tinggi Keterangan

HEC-RAS Plan: Plan 01 River: Siborgonyi Reach: s. Siborgonyi Profile: Q 25th Kecepatan Muka Air Tanggul Kanan Tanggul Kiri

(m/s) (m) (m) (m) ÄH kiri ( m ) ÄH kanan ( m ) Tebing Kiri Tebing Kanan

41 19 Q 25th 1,86 5,66 5,34 5, 28 0,32 0,38 Meluap Meluap

4018+50 Q 25th 2,09 5,5 6,36 5,2 -0,86 0,3 Tidak Meluap Meluap

3918+00 Q 25th 1,93 5,4 5,68 4, 86 -0,28 0,54 Tidak Meluap Meluap

3817+50 Q 25th 0,79 5,46 4,75 5, 16 0,71 0,3 Meluap Meluap

3717+00 Q 25th 1 5,43 4,76 4, 84 0,67 0,59 Meluap Meluap

3616+50 Q 25th 0,94 5,41 4,77 4, 69 0,64 0,72 Meluap Meluap

3516+00 Q 25th 0,92 5,39 5,07 4, 75 0,32 0,64 Meluap Meluap

3415+50 Q 25th 0,73 5,39 3,99 4, 37 1, 4 1,02 Meluap Meluap

3315+00 Q 25th 0,48 5,39 3,71 3, 99 1,68 1,4 Meluap Meluap

3214+50 Q 25th 0,5 5,38 3,86 4, 25 1,52 1,13 Meluap Meluap

3114+00 Q 25th 0,4 5,38 3, 3 3, 58 2,08 1,8 Meluap Meluap

3013+50 Q 25th 0,41 5,38 3,13 3, 62 2,25 1,76 Meluap Meluap

2913+00 Q 25th 0,57 5,37 3,34 3, 37 2,03 2 Meluap Meluap

2812+50 Q 25th 0,62 5,36 3,39 3, 61 1,97 1,75 Meluap Meluap

2712+00 Q 25th 0,66 5,35 4,52 4, 23 0,83 1,12 Meluap Meluap

2611+50 Q 25th 0,44 5,35 5,87 3, 29 -0,52 2,06 Tidak Meluap Meluap

2511+00 Q 25th 0,51 5,34 6,21 3, 43 -0,87 1,91 Tidak Meluap Meluap

2410+50 Q 25th 0,53 5,34 6, 6 3, 22 -1,26 2,12 Tidak Meluap Meluap

2310+00 Q 25th 0,57 5,33 2, 6 2, 79 2,73 2,54 Meluap Meluap

229+50 Q 25th 0,38 5,33 3,16 3, 55 2,17 1,78 Meluap Meluap

219+00 Q 25th 0,3 5,34 2,58 2,5 2,76 2,84 Meluap Meluap

208+50 Q 25th 0,31 5,33 2,44 2,2 2,89 3,13 Meluap Meluap

River Sta Deskripsi P rofile

Beda tinggi Keterangan

HEC-RAS Plan: Plan 01 River: Siborgonyi Reach: s. Siborgonyi Profile: Q 25th HEC-RAS Plan: Plan 01 River: Siborgonyi Reach: s. Siborgonyi Profile: Q 25th HEC-RAS Plan: Plan 01 River: Siborgonyi Reach: s. Siborgonyi Profile: Q 25th

Tabel 10. Tabel analisa HacRas periode ulang 25 tahun

Kecepatan Muka Air Tanggul Kanan Tanggul Kiri

(m/s) (m) (m) (m) ÄH kiri ( m ) ÄH kanan ( m ) Tebing Kiri Tebing Kanan

198+00 Q 25th 0,79 5,31 2,06 2, 23 3,25 3,08 Meluap Meluap

187+50 Q 25th 0,94 5,29 2,18 2, 39 3,11 2,9 Meluap Meluap

177+00 Q 25th 1,26 5,23 2,52 2, 58 2,71 2,65 Meluap Meluap

166+50 Q 25th 1,78 5,13 2,46 2,8 2,67 2,33 Meluap Meluap

156+00 Q 25th 1,09 5,17 2,39 2, 42 2,78 2,75 Meluap Meluap

145+50 Q 25th 0,66 5,18 2,13 2,2 3,05 2,98 Meluap Meluap

135+00 Q 25th 1,4 5,09 5,32 2, 46 -0,23 2,63 Tidak Meluap Meluap

124+50 Q 25th 0,54 5,14 3,53 2,6 1,61 2,54 Meluap Meluap

114+00 Q 25th 0,45 5,14 2,76 2, 31 2,38 2,83 Meluap Meluap

103+50 Q 25th 1,25 5,07 1,45 2, 22 3,62 2,85 Meluap Meluap

9S+3+30 Q 25th 1,37 5,03 2,53 2, 53 2, 5 2,5 Meluap Meluap

8S+3 Q 25th 0,83 5,07 4,26 2, 99 0,81 2,08 Meluap Meluap

7S+2+49 Q 25th 2,21 4,81 4,32 4, 32 0,49 0,49 Meluap Meluap

6S+2 Q 25th 2,03 4,72 4, 4 5, 11 0,32 -0, 39 Meluap Tidak Meluap

5S+1+55 Q 25th 2,32 4,51 4,34 4, 56 0,17 -0, 05 Meluap Tidak Meluap

4S+1+15 Q 25th 5,18 2,94 3, 7 3, 72 -0,76 -0, 78 Tidak Meluap Tidak Meluap

3S+1 Q 25th 8,6 -0,15 -0,15 1, 44 0 -1, 59 Tidak Meluap Tidak Meluap

20+050 Q 25th 2,13 0,34 0,27 0, 32 0,07 0,02 Meluap Meluap

1S+0 Q 25th 1,21 0,07 -0, 2 -0, 14 0,27 0,21 Meluap Meluap

River Sta Deskripsi P rofile

Beda tinggi Keterangan

HEC-RAS Plan: Plan 01 River: Siborgonyi Reach: s. Siborgonyi Profile: Q 25th Kecepatan Muka Air Tanggul Kanan Tanggul Kiri

(m/s) (m) (m) (m) ÄH kiri ( m ) ÄH kanan ( m ) Tebing Kiri Tebing Kanan

198+00 Q 25th 0,79 5,31 2,06 2, 23 3,25 3,08 Meluap Meluap

187+50 Q 25th 0,94 5,29 2,18 2, 39 3,11 2,9 Meluap Meluap

177+00 Q 25th 1,26 5,23 2,52 2, 58 2,71 2,65 Meluap Meluap

166+50 Q 25th 1,78 5,13 2,46 2,8 2,67 2,33 Meluap Meluap

156+00 Q 25th 1,09 5,17 2,39 2, 42 2,78 2,75 Meluap Meluap

145+50 Q 25th 0,66 5,18 2,13 2,2 3,05 2,98 Meluap Meluap

135+00 Q 25th 1,4 5,09 5,32 2, 46 -0,23 2,63 Tidak Meluap Meluap

124+50 Q 25th 0,54 5,14 3,53 2,6 1,61 2,54 Meluap Meluap

114+00 Q 25th 0,45 5,14 2,76 2, 31 2,38 2,83 Meluap Meluap

103+50 Q 25th 1,25 5,07 1,45 2, 22 3,62 2,85 Meluap Meluap

9S+3+30 Q 25th 1,37 5,03 2,53 2, 53 2, 5 2,5 Meluap Meluap

8S+3 Q 25th 0,83 5,07 4,26 2, 99 0,81 2,08 Meluap Meluap

7S+2+49 Q 25th 2,21 4,81 4,32 4, 32 0,49 0,49 Meluap Meluap

6S+2 Q 25th 2,03 4,72 4, 4 5, 11 0,32 -0, 39 Meluap Tidak Meluap

5S+1+55 Q 25th 2,32 4,51 4,34 4, 56 0,17 -0, 05 Meluap Tidak Meluap

4S+1+15 Q 25th 5,18 2,94 3, 7 3, 72 -0,76 -0, 78 Tidak Meluap Tidak Meluap

3S+1 Q 25th 8,6 -0,15 -0,15 1, 44 0 -1, 59 Tidak Meluap Tidak Meluap

20+050 Q 25th 2,13 0,34 0,27 0, 32 0,07 0,02 Meluap Meluap

1S+0 Q 25th 1,21 0,07 -0, 2 -0, 14 0,27 0,21 Meluap Meluap

River Sta Deskripsi P rofile

Beda tinggi Keterangan

HEC-RAS Plan: Plan 01 River: Siborgonyi Reach: s. Siborgonyi Profile: Q 25th HEC-RAS Plan: Plan 01 River: Siborgonyi Reach: s. Siborgonyi Profile: Q 25th HEC-RAS Plan: Plan 01 River: Siborgonyi Reach: s. Siborgonyi Profile: Q 25th HEC-RAS Plan: Plan 01 River: Siborgonyi Reach: s. Siborgonyi Profile: Q 25th HEC-RAS Plan: Plan 01 River: Siborgonyi Reach: s. Siborgonyi Profile: Q 25th HEC-RAS Plan: Plan 01 River: Siborgonyi Reach: s. Siborgonyi Profile: Q 25th HEC-RAS Plan: Plan 01 River: Siborgonyi Reach: s. Siborgonyi Profile: Q 25th

Pada tabel 7, tabel 8, tabel 9 dan tabel 10 diperlihatkan hasil analisa program HacRas 3.1.3 periode ulang banjir 25 tahun.

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Kesimpulan

1. Dari hasil studi diperoleh faktor-faktor penyebab banjir di Sungai Siborgonyi adalah curah hujan dengan intensitas tinggi, besarnya sedimentasi, permukiman dibantaran Sungai, Sampah dan dimensi Saluran

2. Besarnya debit banjir pada Sungai Siborgonyi adalah Q5 = 404,759 m3/dt, Q10 = 454,164 m3/dt, Q25 = 497,974 m3/dt.

Rekomendasi

Berdasarkan hasil analisa debit banjir rencana untuk penanggulangan banjir di Sungai Siborgonyi Kota Jayapura dapat dilakukan secara teknis struktur dan non teknis struktur :

1. Secara teknis struktur yaitu : Dilakukan pembangunan checkdam di hulu DAS, normalisasi sepanjang sungai dengan pelebaran dan/ atau peninggian tebing sungai serta pengerukan sedimen.

2. Secara non teknis struktur yaitu : Perlu segera melakukan reboisasi/ restorasi hutan di hulu DAS, pengaturan tata guna lahan sepanjang sungai dan pemberlakukan Perda Walikota yang telah ada untuk peringatan membuang sampah di badan - badan sungai dengan sanksi keras berupa denda dan lain- lain.

UCAPAN TERIMA KASIH

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala BWS Papua, Kepala BMKG Papua dan teman-teman Satker PJSA Papua yang telah membantu kontribusi data- data dan survei lapangan serta semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.

REFERENSI

Hesty Siniawati, 2009. Kamus Istilah Hidrologi Teknik, Penerbit Gramedia Pustaka Utama.

I Made Kamiana, 2011. Teknik Perhitungan Debit Rencana Bangunan air. Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta.

Robert J Kodoatie, 2013. Rekayasa Dan Manajemen Banjir Kota, Penerbit Andi, Yogyakarta.

Soewarno, 1995. Hidrologi Aplikasi Metode Statistik Untuk Analisa Data Jilid 1, Penerbit Nova, Bandung.

Suripin, 2004. Sistem Drainase Perkotaan Yang Berkelanjutan, Penerbit Andi, Yogyakarta.

Ven Te Chow, 1985. Hidrolika Saluran Terbuka, Penerbit Erlangga, Jakarta.

ANALISA DESAIN PENANGGULANGAN BANJIR

Dalam dokumen hathi (Halaman 102-111)