A. Prinsip – Prinsip Manajemen Pembiayaan
2. Efektivitas
Efektivitas adalah ukuran keberhasilan tujuan organisasi.
Etzioni mengemukakan bahwa keefektivan adalah derajat dimana organisasi mencapai tujuanya. Sementara Sergiovani mengatakan bahwa keefektivan adalah kesesuaian hasil yang dicapai organisasi dengan tujuan.79
Manajemen pembiayaan dapat dikatakan memenuhi prinsip efektifitas kalau kegiatan yang dilakukan dapat mengatur keuangan untuk membiayai seluruh aktivitas dalam rangka mencapai tujuan
78 Sujarweni Wiratna, Managemen Keuangan Teori Praktek dan Hasil Penelitian, ( Yogyakarta:
Pustaka Baru Press, 2015),19.
79 Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI, Manajemen Pendidikan (Bandung: Alfabeta,2014),89.
lembaga yang bersangkutan dan kualitatif outcomes-nya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.80
Efektivitas berasal dari bahasa inggris yaitu effektive yang berarti berhasil, tepat atau manjur.81 Dalam kamus baha sa Indonesia, efektivitas berasal dari kata efektif yang berarti mempunyai nilai efektif, pengaruh atau akibat, bisa diartikan sebagai kegiatan yang bisa memberikan hasil yang memuaskan. Dalam manajemen pembiayaan, efektivitas berarti tingkat sejauh mana tujuan atau sasaran tercapai.
Efektifitas selalu terkait dengan hubungan antara hasil yang diharapkan dengan hasil yang sesungguhnya dicapai. Efektivitas That is, the greater the extent it which on organization’s goals are met or surpassed, the greater its effectiveness ( semakin besar pencapaian tujuan-tujuan organisasi semakin besar evektivitas).82
Sedangkan dalam kamus istilah ekonomi, efektivitas merupakan suatu besaran atau angka untuk menunjukkan sampai seberapa jauh sasaran (target) tercapai.
Efektivitas dapat pula diketahui dengan cara yakni menghitung antara output dan tujuan atau dapat juga dikatakan ukuran seberapa jauh sasaran (target) tercapai. Efektivitas dapat pula diketahui dengan cara yakni menghitung antara output dan tujuan, ukuran seberapa jauh tingkat output tertentu.Efektivitas juga berhubungan dengan derajat
80 Titiek Rohanah Hidayati, Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan:Materi Matrikulasi Pasca Sarjana STAIN Jember,31.
81 John M.Echols dan Hasan Shadily, Kamus Inggris Indonesia,(Jakarta: Gramedia,2003),hal.207
82 Gedeian, Prinsiples Management,1991, 61.
keberhasilan suatu operasi pada sektor publik, sehingga suatu kegiatan dikatakan efektif jika kegiatan tersebut mempunyai pengaruh besar terhadap kemampuan menyediakan pelayanan masyarakat yang mempunyai sasaran yang telah ditentukan.
Berdasarkan fungsi yang saling berkaitan dari pembiayaan (tujuan pembiayaan) yaitu profitability dan Safety yang telah disebutkan sebelumnya, maka efektivitas pembiayaan pendidikan dapat dilihat dari pendapatan atau keuntungan bagi hasil pembiayaan yang diberikan.
Semakin meningkat pendapatan atau keuntungan bagi hasil tersebut berdasarkan waktu yang telah disepakati, maka semakin besar
efektivitas pembiayaanya.83
Untuk mendapatkan keuntungan yang diinginkan, maka pembiayaan yang diberikan harus terjamin tingkat pengembalianya atau tujuan awal pembiayaan tersebut diberikan. Jika pembiayaanya tersebut tingkat pengembalian rendah atau tidak sesuai dengan tujuan awal pembiayaan yakni tidak terealisasi. Hal ini tidak sesuai dengan tujuan pembiayaan lainya yaitu sofety.84
Efektivitas menunjukkan kemampuan suatu lembaga dalam mencapai sasaran-sasaran (hasil akhir) yang telah ditetapkan secara tepat. Pencapaian hasil akhir yang sesuai target waktu yang telah ditetapkan untuk ukuran maupun standar yang berlaku mencerminkan suatu perusahaan tersebut telah memperhatikan efektifitas operasional.
83 Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI, Manajemen Pendidikan (Bandung: Alfabeta,2014),89.
84 Muhammad, Penga ntar Manajemen Pembiayaan,(Jakarta: Salemba Empat,2005), Cet ke-2 hal.259
Efektivitas adalah adanya kesesuaian antara orang yang melaksanakan tugas dengan sasaran yang dituju, selanjutnya dijelaskan bahwa efektivitas adalah berkaitan erat perbandingan antara tingkat pencapaian tujuan dengan rencana yang telah disusun sebelumnya atau perbandingan hasil nyata dengan hasil yang direncanakan.
Efektiv seringkali diartikan sebagai pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.’Garner sebagaimana dikutip Imron mendefinisikan evektivitas lebih dalam lagi, karena sebenarnya efektivitas tidak berhenti sampai tujuan tercapai, tetapi sampai pada kualitatif hasil yang dikaitkan dengan pencapaian visi lembaga Effectiveness
“Characterized by Qualitative Outcomes”. Evektivitas lebih menekankan pada kualitatif outcomes”. Manajemen keuangan dikatakan memenuhi prinsip efektivitas kalau kegiatan yang dilakukan itu dapat mengatur keuangan untuk membiayai aktivitas dalam rangka dalam mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan dan kualitas outcomes-nya sesuai denga rencana yang ditetapkan. 85
Efektivitas biaya pendidikan kemampuan mencapai sasaran dan target sesuai dengan yang direncanakan. Efektivitas biaya suatu kegiatan yang menurtut pasar yang berlaku dapat menyelesaikan program sesuai rencana.
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa efektivitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target yang sudah
85 Nanang Fattah, Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan, ( Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005), 432.
ditentukan dan telah dicapai oleh manajemen, penyelesaian pekerjaan tepat pada waktu yang dapat dilihat salah satunya dari penghasilan atau pertumbuhan. Efektifitas juga dijelaskan dalam firman Allah SWT surat al-Isra’ ayat 26 sebagai berikut:
Artinya: Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. (QS.
Al-Isra’:26).
Ayat diatas menjelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan kepada kaum muslimin agar menunaikan hak kepada warga yang dekat, orang-orang miskin dan orang yang dalam perjalanan. Perintah tersebut menandakan bahwa pemberian itu berdasarkan kepada tujuan dan hal yang lebih jelas dan tepat. Hal tersebut sesuai dengan pengertian efektivitas yang telah dijelaskan sebelumnya.
Prinsip-prinsip untuk menilai efektivitas adalah:
a. Menilai efektivitas yang berkaitan dengan problem tujuan dan alat untuk memproses input menjadi output.
b. Sistem yang diandingkan harus sama atau homogen. Misal tingkat pendidikan kecakapan sosial dan ekonomi.
c. Mempertimbangkan semua output. Misal jumlah siswa lulus dan kualitas kelulusan.
d. Korelasi diharapkan bersifat kualitas.86
Efektifitas dan efisiensi merupakan indikator dari produktivitas. Evektivitas mengacu kepada pencapaian target secara kuantitatif dan kualitatif suatu sasaran program. Makin besar persentase target suatu program yang tercapai makin tinggi tingkat efektivitasnya. Efektivitas berkaitan dengan kualitas, sedangkan efisiensi merupakan refleksi hubungan antara output dan input yang bersifat kuantitatif. Efisiensi berkaitan dengan besarnya input untuk menghasilkan output dan besarnya tigkat pemborosan. Efektivitas merupakan refleksi kemampuan untuk mempengaruhi terjadinya suatu produk. Keefektifitasan menunjukkan besarnya pengaruh terhadap suatu proses produksi. “Effectiveness=quantityxquality, and if either is zero there is no effectiveness”.
Jadi keefektivitasan suatu usaha secara implisist mengandung makna kuantitas dan kualitas. Dalam Sistem Manajemen Pendidikan di Indonesia efektivitas menekankan kepada relevansi dan adabtabilitas suatu keputusan dalam rencana dan program terhadap dinamika nilai- nilai dalam hubungan interpersonal pegawai serta lingkungan budayanya. Efisiensi diartikan sebagai bentuk upaya untuk mengukur dan menguji secara empiris hubungan antara input dan output. Dari sisi
86 Sulistyorini, Manajemen Pendidikan Islam (Yogyakarta:Teras,2009),124.
produk efisiensi terjadi apabila biaya yang dikeluarkan minimal dan mendatangkan keuntungan yang sepadan.87
Sekolah efektif dalam prespektif manajemen, merupakan proses pemanfaatan seluruh sumber daya sekolah yang dilakukan melalui tindakan yang rasional dan sistematik (mencangkup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan tindakan, dan pengendalian).Untuk mencapai tujuan sekolah secara efektif dan efisien. Selanjutnya jika dilihat dalam prespektif ini, dimensi dan indikator sekolah efektif.88 Dapat dijabarkan sebagai berikut:
a. Layanan belajar bagi siswa
Dimensi ini mencakup seluruh kegiatan yang ditujukan untuk mencapai mutu pengalaman belajar. Yang menjadi indikator mutu layanan adalah sebagai berikut:
a) Mutu mengajar guru
Aspek ini merupakan refleksi dari kinerja profesional guru yang ditunjukkan dalam penguasaan bahan ajar, metode dan teknik mengajar untuk mengembangkan interaksi dan suasana belajar mengajar yang menyenangkan, pemanfaatan fasilitas dan sumber belajar, melaksanakan evaluasi hasil belajar.
Indikator mutu mengajar dapat pula dilihat dalam dokumen perencanaan mengajar, catatan khusus siswa bermasalah program
87 Slamet PH, Kapita Selekta Desentralisasi Pendidikan di Indonesia,(Jakarta:PT Rosdakarya,2005),452.
88 Fasli Jalal dan Dedi Supriadi, Managemen Berbasis Sekolah, Bandung: PT Grafika Offset,2011),11.
pengayaan, analisis tes hasil belajar , dan sistem informasi kemajuan/ prestasi belajar siswa.
b) Kelancaran layanan belajar mengajar
Sesuai dengan jadwal layanan belajar mengajar merupakan
“core bussiness” sekolah. Bagaimana kelancaran layanan tersebut, sesuai dengan jadwal yang telah disusun merupakan indikator penting kinerja manajemen sekolah efektif. Adanya gejala kelas bebas atau para siswa tidak belajar disebabkan oleh interupsi rapat sekolah atau kegiatan lainya merupakan keadaan yang tidak boleh dianggap wajar.
c) Umpan balik yang diterima siswa
Siswa sepatutnya memperoleh umpan balik yang menyangkut mutu pekerjaanya, seperti hasil ulangan, ujian atau tugas-tugas yang telah dilakukanya. Layanan keseharian guru terhadap siswa. Untuk kepentingan pengajaran atau hal lainya, murid memerlukan gurunya untuk berkonsultasi. Kesediaan guru untuk melayani konsultasi siswa sangat penting untuk mengatasi kesulitan belajar. Dalam kondisi seperti disebutkan, sekolah yang efektif memiliki siswa yang disiplin dengan motivasi belajar yang tinggi.
d) Sarana dan prasarana sekolah
Sarana dan prasarana atau disebut sebagai fasilitas sekolah mencakup gedung, lahan dan peralatan pelajaran. Aspek penting
dari gedung tersebut adalah kualitas fisik dan kenyamanan ruang kelas di mana “core bussiness” pendidikan disekolah diselenggarakan. Aspek lain dari gedung adalah kualitas fisik dan kenyamanan ruang manajemen dan ruang kerja.
Uraian tersebut, memperkuat pemahaman bahwa sekolah sebagai institusi yang memepersiapkan sumber daya manusia unggul sudah selayaknya mempunyai kekuatan-kekuatan yang didukung indikator-indikator yang terukur termasuk masalah efektivitas. Efektivitas organisasi termasuk lembaga pendidikan, sangat erat kaitanya dengan kinerja organisasi itu sendiri, yang dibangun oleh kekuatan personil, kelompok dan organisasi secara totalitas.
3.Efisiensi
Efisiensi adalah perbandingan yang terbaik anatara masukan (input) dan keluaran (output) atau antara daya dan hasil.89 Suatu kegiatan dikatakan efisien apabila tujuan dapat dicapai secara optimal dengan penggunaan atau pemakaian sumber daya yang minimal.90 Dapat pula dikatakan bahwa suatu kegiatan efisien jika penggunaan waktu, tenaga dan biaya sekecil-kecilnya dapat mencapai hasil yang ditetapkan.91
89 Titiek Rohanah Hidayati, Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan: Materi Matrikulasi Pasca Sarjana STAIN Jember,31.
90 Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI, Manajemen Pendidikan,89.
91 Titiek Rohanah Hidayati, Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan: Materi Matrikulasi,31.
Efisiensi menganggap bahwa tujuan-tujuan yang benar telah ditentukan dan berusaha untuk mencari cara-cara yang paling baik untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Efisiensi hanya dapat dievaluasi dengan penilaian-penilaian relatif, membandungkan antara masukan dan keluaran yang diterima.92
Penggunaan dana atau keuangan madrasah/ sekolah di berbagai jenis dan jenjang lembaga pendidikan , perlu diperhatikan adanya prinsip efisiensi pembiayaan, artinya dengan penggunaan dana yang bernilai tertentu, dapat dicapai hasil yang lebih baik, atau nilai out-put lebih tinggi nilainya dari pada inputnya.
Efisiensi merujuk pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Madrasah (RAPBM) untuk satu tahun pelajaran, peran Kepala Madrasah bersama semua pemegang peran di madrasah pada umumnya menempuh langkah-langkah sebagai berikut:
1) Merancang suatu program Madrasah yang ideal untuk mencapai tujuan yang diinginkan pada tahun pelajaran yang bersangkutan.
2) Melakukan inventarisasi semua kegiatan dan menghitung perkiraan kebutuhan dana penunjang.
3) Melakukan peninjauan ulang atas program awal berdasarkan kemungkinan tersedianya dana pendukung yang dapat dihimpun.
92 Titiek Rohanah Hidayati, Dasar- Dasar Manajemen Pendidikan: Materi Matrikulasi Pasca Sarjana STAIN Jember,31.
4) Menetapkan prioritas kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun pelajaran yang berikutnya.
5) Melakukan perhitungan rinci pemanfaatan dana yang tersedia untuk masing-masing kegiatan.93
6) Menuangkan perhitungan-perhitungan rinci tersebut ke dalam suatu format yang telah disepakati untuk digunakan oleh setiap Madrasah.
7) Pengesahan dokumen RAPBM oleh instansi yang berwenang.
Dengan tersedianya dokumen tertulis mengenai RAPBM tersebut Kepala Madrasah dapat mengkomunikasikanya secara terbuka kepada semua pihak yang memerlukan.
Seorang manager yang efisien adalah manajer yang mencapai keluaran, atau hasil yang memiliki sifat-sifat yang dikehendaki masukan (tenaga kerja, bahan, dan waktu) yang diperguankan untuk mencapai keluaran. Manajer yang berkemampuan untuk memperkecil biaya sumber daya yang diperguankanya untuk mencapai tujuan adalah manajer yang bertindak dengan efisien pula.
Sumber dana yang tersedia di dalam RAPBM di manfaatkan untuk membiayai berbagai kegiatan manajemen operasional Madrasah pada tahun pelajaran yang bersangkutan. Pada umumnya
93 Depdiknas, 2008: 178-179.
pengeluaran dana yang dihimpun oleh Madrasah mencakup 5 kategori pembiayaan sebagai berikut:94
1) Pemeliharaan, rehabilitasi dan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan
2) Peningkatan kegiatan dan proses belajar mengajar 3) Peningkatan kegiatan pembinaan kesehatan
4) Dukungan biaya kegiatan Madrasah dan peningkatan personil 5) Kegiatan rumah tangga Madrasah dan Infaq
Dana yang tersedia di dalam RAPBM dapat sekaligus mencakup kegiatan untuk pengembangan Madrasah. Namun demikian dana untuk keperluan pengembangan Madrasah dapat disediakan secara khusus sebagai tambahan dari RAPBM yang telah disusun untuk pengembangan mutu pendidikan di Madrasah.
Pembiayaan dana yang diperoleh dari pemerintah, madrasah berupaya mengelola dana atau pembiayaan dengan sebaik-baiknya sesuai RKAM kebutuhan Madrasah, dan semua itu tertera dalam buku kas umum. Penggunaan dana atau keuangan Madrasah di berbagai jenis dan jenjang lembaga pendidikan, perlu diperhatikan adanya prinsip efisiensi pembiayaan, artinya dengan penggunaan dana yang bernilai tertentu, dapat dicapai hasil yang lebih ,baik atau nilai output lebih tinggi nilainya dari pada inputnya.95
94 Mulyasa, Managemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah, (Jakarta: Bumi Aksara,2013)145- 147.
95 Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI, Manajemen Pendidikan,92.
Untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang telah diprogramkan Madrasah dalam satu tahun pelajaran, diperlukan tersedianya sejumlah dana tertentu pula. Berapa besarnya dana yang diperlukan oleh Madrasah agar tujuan itu dapat tercapai telah dihitung secara cermat oleh setiap Madrasah melalui penyusunan RAPBM. Apabila jumlah dana yang diperlukan pada satu tahun pelajaran dibagi dengan jumlah semua siswa di Madrasah itu, maka akan ditemukan Satuan Harga Per Siswa (SHPS).
Jumlah dana yang diperlukan oleh setiap Madrasah sangat beragam. Jumlah siswa pada setiap Madrasah pun berbeda-beda.
Oleh karena itu SHPS pada masing- masing Madrasah dengan sendirinya akan berbeda pula. Meskipun demikian sebenarnya harus ada satu patokan SHPS minimal agar suatu mutu pendidikan tertentu dapat dicapai secara nasional.
Usaha inilah yang dapat digunakan di Madrasah sebagai upaya suatu lembaga pendidikan untuk dapat menggunakan dan melaksanakan pembiayaan terhadap berbagai program atau kegiatan yang direncanakan.
Efisiensi berkaitan dengan kuantitas hasil suatu kegiatan.
Efficiency “characterized by quantitative outputs” Efesiensi adalah perbandingan yang terbaik antara masukan (input) dan keluaran (ou tput) atau antara daya dan hasil. Pembiayaan dikatakan efisien
manakala pencapaian sasaran atau target diperoleh dengan pengorbanan yang lebih kecil atau dengan biaya yang minimum. 96
Daya yang dimaksud meliputi tenaga, pikiran, waktu, biaya.
Perbandingan tersebut dapat dilihat dari dua hal:
a. Dilihat dari segi penggunaan waktu, tenaga dan biaya
Kegiatan dapat dikatakan efisien kalau penggunaan waktu, tenaga, biaya yang sekecil kecilnya dapat mencapai hasil yang ditetapkan.
b. Dilihat dari segi hasil
Kegiatan dapat dikatakan efisien kalau dengan penggunaan waktu, tenaga dan biaya tertentu memberikan hasil sebanyak -banyaknya baik kuantitas maupun kualitasnya.
Karena pada hakikatnya tingkat efisiensi dan efektivitas yang tinggi memungkinkan terselenggaranya pelayanan terhadap masyarakat secara memuaskan dengan menggunakan sumber daya yang tersedia secara optimal dan bertanggung jawab.
Konsep efisiensi selalu dikaitkan dengan efektivitas.
Efektivitas merupakan bagian dari konsep efisiensi, karena tingkat efektivitas berkaitan erat dengan pencapaian tujuan relative terhadap harganya. Dalam dunia pendidikan, maka suatu pendidikan yang efisien dan efektif cenderung ditandai dengan pola penyebaran dan pendayagunaan sumber-sumber pendidikan
96 Nanang Fattah, Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan, (Bandung: PT Rosda Karya, 2006),432.
yang sudah ditata secara efisien dengan pengelolaan yang efektif.97
Program pendidikan yang efisien adalah mampu menciptakan keseimbangan antara penyediaan dan kebutuhan akan sumber-sumber pendidikan tercapai tujuan yang tidak mengalami hambatan. Efisiensi menunjukkan secara tegas garis pembatas antara sejumlah biaya maksmimum untuk membiayai beberapa input secara kuantitas dan proporsional, sehingga menghasilkan sejumlah ouput menurut standar mutu yang sedah ditetapkan.98
Indikator efisiensi merupakan ukuran terhadap hubungan antara input dengan output untuk suatu waktu tertentu. Keuntungan dalam penggunaan indikator diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Mudah dihitung
2. Siap pakai untuk mengukur efisiensi dan tren efisiensi
3. Dapat dibuat secara berkala (bulanan atau tahunan) tanpa menimbulkan banyak masalah atau biaya.
4. Dapat memberikan informasi untuk tiap output dalam kondisi dimana terdapat outcome lebih dari satu.
Kerja suatu organisasi dinilai baik jika organisasi yang bersangkutan mampu melaksanakan tugas-tugas administrasi
97 Mulyasa E, Managemen Berbasis Sekolah (Konsep, Startaegi dan Implementasi), Bandung:
Remaja Rosdakarya,2011), 143.
98 Ibid., 156.
dan penyediaan jasanya pada tingkat yang ekonomis, efisien dan efektif. Audit kinerja audit meliputi audit ekonomi, efisiensi dan efektivitas.
Efisiensi (daya guna) mempunyai pengertian yang berhubungan erat dengan konsep produktivitas. Pengukuran efisiensi dilakukan dengan menggunakan perbandingan antara output yang dihasilkan terhadap input yang digunakan.(cost of output). Proses kegiatan operasional dapat dikatakan efisien apabila suatu produk atau hasil kerja tertentu dapat dicapai dengan penggunaan sumber daya dan dana yang serendah- rendahnya (spending well).99
Indikator yang digunakan dalam pelaksanaan audit efisiensi adalah indikator efisien. Indikator efisiensi merupakan ukuran terhadap hubungan anatara input dengan output untuk suatu indikator kinerja yang digunakan dalam pelaksanaan audit efisiensi adalah indikator efisiensi. Indikator efisiensi merupakan ukuran terhadap hubungan antara input dengan output untuk suatu waktu tertentu.
Adapun beberapa indikator agar suatu tujuan dapat tercapai secara efisien yaitu diantaranya:
a. Adanya tim organisasi
99 Nanng Fattah, Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan,(Bandung: PT Rosda Karya,2006),267.
Dalam proses manajemen diperlukan adanya sebuah pengorganisasian yang baik. Apabila tim dari organisasi yang ada dapat berperan dan bekerjasama dengan baik, maka tujuan yang akan dicapai dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
b. Perolehan prestasi yang didapat
Suatu manajemen yang baik dapat terlihat dari perolehan prestasi yang didapat. Artinya, semakin banyak prestasi yang didapat , berarti proses manajemen yang berlangsung dapat tercapai dengan baik dan optimal, serta tujuan yang dicapai juga tercapai secara efektif dan efisien.
Demikian pula berlaku sebaliknya, apabila prestasi yang di dapat hanya sedikit,maka proses manajemen yang berlngsung belum dapat tercapai secara optimal.
c. Ukuran Kualitas
Kualitas dapat dijadikan sebagai tolok ukur atau indikator apakah suatu proses manajemen telah dapat mencapai tujuan secara efisien apa belum, apabila kualitas yang dimiliki baik, tentunya manajemen yang berlangsung juga baik dan tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai secara efisien.
Demikianlah sebaliknya jika manajemen yang berlangsung kurang baik, maka proses manajemend yang telah berlangsung
belum dapat maksimal dan tujuan yang dicapaipun belum dapat tercapai secara efisien.100
B. Meningkatkan Mutu Pendidikan