INTENSIFIKASI DAN EKSTENSIFIKASI PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH
6.2. Ekstensifikasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah
1. Melakukan revisi atau perubahan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yaitu Undang-Undang No. 34 Tahun 2000 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terutama terhadap obyek dan jenis pajak daerah, agar untuk provinsi dapat juga diberikan kewenangan untuk memungut pajak baru selain yang telah ditetapkan dalam ketentuan perundangan sebagaimana halnya diperbolehkan kepada kabupaten/
kota yaitu sesuai dengan potensi daerah masing-masing;
2. Dalam hal peningkatan Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi, maka untuk obyek Pajak Kenderaan di Atas Air dan Bea Balik Nama Kenderaan di Atas Air, kriteria obyeknya dapat ditingkatkan yaitu lebih dari 2 PK dan di atas 7GT Kapal Kenderaan di Atas Air (angkutan umum/barang dan perikanan), di mana hasil dari penerimaan pajak tersebut adalah dibagi hasilkan juga kepada kabupaten/kota. Obyek pungutan terdapat di beberapa wilayah provinsi di Indonesia yang memiliki potensi obyek pajak tersebut;
3. Obyek pajak daerah yang dinilai tidak potensial di daerah kabupaten/kota lebih baik dihapuskan dari jenis pajak dan lebih baik diprioritaskan terhadap obyek pajak yang potensial dan tidak membebani masyarakat dengan tetapi memperhatikan filsofi dan fungsi-fungsi pajak yaitu sebagai regulasi dan budgetair;
4. Obyek jenis Retribusi Daerah, agar tidak duplikasi dan dapat menimbulkan biaya tinggi dan atau dapat mengganggu kelancaran ekonomi secara nasional atau regional, perlu adanya ditetapkan keseragaman jenis-jenis pungutan retribusi berupa daftar (list) jenis retribusi provinsi dan kabupaten/kota, guna dijadikan pedoman dalam penetapan peraturan daerah sesuai kewenangan dari masing-masing Daerah.
BAB VII P E N U T U P
anyak hal yang dapat dicermati dan dipahami dalam buku ini tentang pajak daerah dan retribusi daerah dalam perspektif otonomi daerah di Indonesia yang pada hakekatnya memiliki korelasi dalam upaya Pemerintah Daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi terhadap pengelolaan pungutan pajak daerah dan retribusi daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain itu dapat mengetahui secara umum tentang bagaimana hubungan antara pajak daerah dan retribusi daerah dengan adanya perpajakan pusat yang dikaitkan dengan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi dan Kabupaten/Kota yang berhubungan dengan penyelenggaraan otonomi daerah. Bahkan lebih dari itu dapat diketahui juga hubungan Perimbangan Keuangan antar Provinsi dengan Kabupaten/Kota yaitu berupa Bagi Hasil Pajak Provinsi kepada Kabupaten/Kota yang bertujuan untuk memperkuat sumber keuangan Pemerintah Kabupaten/Kota.
Dengan adanya korelasi antara kebijakan fiskal dari Pemerintah Pusat dalam kaitan evaluasi Peraturan Daerah tentang pajak daerah dan retribusi daerah adalah dalam rangka menjaga dan mencegah adanya pengaturan yang dapat mengganggu perekonomian masyarakat dan bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi. Namun diakui bahwa hakekat dari pelaksanaan tersebut adalah dalam rangka menjaga kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Makna otonomi daerah yang dinamis dan bertanggung jawab, tentu keberadaan pajak daerah dan retribusi daerah sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 adalah sebagai konsekuensi kebutuhan sumber dana
B
bagi Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan tugas pelayanan kepada masyarakat, sesuai dengan jiwa yang terkandung dalam Undang- Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
Dengan demikian, peran kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah dalam sumber pendapatan daerah selain berfungsi sebagai tulang punggung pembangunan juga sebagai sokoguru kelestarian otonomi daerah.
Abdul Kadir, lahir di Pangkalan Brandan, 05 Desember 1957. Menyelesaikan pendidikan Fakultas Hukum di Universitas Sumatera Utara tahun 1987, pada tahun 2003 menyelesaikan S2 pada Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Program Pascasarjana Universitas Sumatera Utara dan tahun 2007 menyelesaikan Program Doktor (S3) Ilmu Perencanaan Wilayah pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.
Pendidikan tambahan yang pernah diikuti yaitu Diklat Perencanaan Instansi Teknis Tingkat Provinsi Sumatera Utara di Medan tahun 1990, Diklat SPAMA di Medan tahun 1997, Diklat Reinventing Goverment di Medan tahun 2000, Workshop Analisis Kelayakan Pengenaan Retribusi atas Fungsi Pelayanan dan Perizinan di Jakarta tahun 2003, Diklat PIM II LAN RI di Medan dan Diklat Kewidyaiswaraan berjenjang Tk Pertama LAN RI di Medan tahun 2004.
Pekerjaan dimulai pada tahun 1987-1996 sebagai Kepala Seksi Penelitian dan Perencanaan pada Dinas Pendapatan Provinsi Sumatera Utara, tahun 1996-2002 sebagai Kepala Seksi Hukum dan Perundang-undangan pada Dinas Pendapatan Provinsi Sumatera Utara, tahun 2002-2006 sebagai Kepala Sub Dinas Bina Program pada Dinas Pendapatan Provinsi Sumatera Utara dan 2006 sampai dengan sekarang sebagai Kepala Bagian Tata Usaha pada Dinas Pendapatan Provinsi Sumatera Utara. Dan juga Dipercayakan oleh Depdagri sebagai wakil ketua Tim Teknis Penyusun Draft Materi RUU tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Mulai tahun 2008 sebagai Dosen Luar Biasa pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik serta Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, selain itu juga aktif mengajar pada Program Studi Ilmu Pemerintahan Pascasarjana Universitas Darma Agung - Medan.
Kegiatan penelitian yang pernah diikuti yaitu, Studi Penyusunan Pedoman Bantuan Keuangan Provinsi kepada Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Utara, sebagai anggota (kerja sama Pemprovsu dengan LPPM-USU) di Medan tahun 2006. Dan ditahun yang sama juga mengadakan penelitian Analisis dan Perumusan Potensi Perkebunan dalam Rangka Ekstensifikasi Sumber Pendapatan Daerah di Sumatera Utara, sebagai anggota (kerja sama Pemprovsu dengan LPPM-USU) di Medan.
Aktif mengikuti seminar dan lokakarya antara lain: Seminar Administrasi Dalam Negeri (Kerjasama antara Pemerintah RI dan Jepang) di Jakarta tahun 2000. Seminar Nasional Lingkungan Perkotaan di Indonesia oleh FALT Universitas Trisakti, Jakarta tahun 2005 dan Fourth Regional IMT-GT UNINET Conference 2002 “Future Scenario in Biological Research Insights and Co-operation” di Penang, Malaysia. Aktif sebagai pemakalah dan nara sumber pada berbagai seminar, diklat struktural dan diklat teknis pada Badan Diklat Provinsi Sumatera Utara. Dan juga aktif menulis pada beberapa jurnal seperti Wahana Hijau Program Doktor Ilmu Perencanaan Wilayah Sekolah Pascasarjana USU. Telah