INTENSIFIKASI DAN EKSTENSIFIKASI PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH
6.1. Intensifikasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah 246 1. Peningkatan Pendapatan Daerah
6.1.2. Sasaran Intensifikasi
Bahwa dalam rangka melaksanakan intensifikasi pemungutan ini, perlu ditegaskan mengenai sasaran daripada intensifikasi dan upaya tekhnis untuk mencapai sasaran tersebut.
Sasaran intensifikasi dimaksud meliputi:
- Peningkatan pelaksanaan pungutan;
- Peningkatan pelaksana/personil;
- Peningkatan sarana pungutan;
- Peningkatan pelayanan kepada masyarakat; dan - Peningkatan kesadaran membayar pajak.
Mengenai peningkatan pelaksanaan pemungutan, dapat dicapai dengan cara :
a. Agar dapat menjangkau semua objek pemungutan yang sudah ada, sehingga diharapkan tidak ada objek yang lolos, dapat ditangani dengan:
- Membagi wilayah pemungutan menjadi wilayah-wilayah kerja, yaitu mendekatkan jarak antara fiskus dengan wajib pajak;
- Mengadakan pengkhususan/spesialisasi pelayanan sesuai dengan jenis pungutan yang ditangani;
- Mengadakan pemungutan pelayanan dalam arti bahwa pemungutan-pemungutan atas satu objek pajak yang semula ditangani oleh beberapa kesatuan kerja bersama-sama dengan jenis pungutan yang lain, kemudian pelaksanaan pemungutannya dipusatkan pada satu tempat pelayanan/satu kesatuan kerja.
b. Agar dapat menjangkau secara cepat dan tepat waktunya menangani objek baru, dapat ditempuh dengan cara:
- Mempersempit antara kemampuan mengamati dengan wilayah kewenangannya, dengan membatasi jangkauan pengamatan ini bersamaan dengan pembebanan target yang relatif berat, akan mendorong si pegawai untuk berusaha mencapai setiap objek pemungutan dan dengan demikian diharapkan akan dapat menghasilkan penerimaan yang maksimal, untuk ini perlu memecah kewenangan wilayah pemungutan;
- Meningkatkan tugas-tugas lapangan dengan jalan meningkatkan pemberian penjelasan dan penerangan kepada masyarakat tentang pemungutan pajak daerah, melaksanakan pendapatan objek pajak yang baru mengadakan penelitian setempat secara terus mengenai pelanggaran yang dilakukan oleh wajib pajak,
meningkatkan pemeriksaan dan berusaha memperoleh tambahan informasi tentang wajib pajak serta meningkatkan usaha-usaha yang berhubungan dengan tugas-tugas lapangan lainnya;
- Menerapkan sanksi yang berat dan tekanan-tekanan lainnya agar wajib pajak memenuhi kewajibannya;
- Memperhatikan saat-saat tingkat kemampuan ekonomis masyarakat (terutama dalam menghadapi wajib bayar baru), dalam arti bahwa pemungutan/penagihan pajak daerah hendaknya dilaksanakan pada saat-saat wajib pajak memegang uang yang banyak, sebagai misal pada waktu bulan-bulan panen.
c. Untuk memperoleh petunjuk dalam rangka memelihara kesepadanan tarif dengan daya pikul masyarakat, dapat diperoleh dengan melaksanakan:
- Secara terus menerus memperhatikan dan mengikuti perubahan nilai mata uang;
- Selalu memperhatikan kekuatan tagih pada Bagian Penagihan, dalam arti bahwa apabila banyak terjadi tunggakan-tunggakan dan ternyata mengalami kesukaran dalam usaha mendorong/menekan pelunasan pembayarannya, maka salah satu kesimpulannya, bahwa mungkin tarif pajak yang berlaku berada di atas daya pikul masyarakat, sehingga perlu peninjauan kembali dan disesuaikan dengan daya pikul masyarakat yang sebenarnya;
- Selalu memperhatikan biaya pemungutan/administrasi, agar diusahakan seminim mungkin, sehingga penjumlahannya dengan pokok pungutannya tidak memberatkan wajib pajak.
d. Mengenai usaha-usaha mempercepat pemindahan uang dari sektor swasta ke kas daerah ini merupakan kegiatan tersendiri yang perlu dilaksanakan untuk mendukung usaha-usaha intensifikasi dimaksud dan dapat dilaksanakan dengan jalan:
- Mendekatkan jarak hubungan antara fiskus/alat pemungutan dan wajib pajak dengan cara menempatkan unit-unit pelayanan yang sedikit mungkin dan mudah dicapai oleh wajib pajak;
- Mendekatkan jarak hubungan wajib pajak dengan kas daerah dengan membentuk bendaharawan-bendaharawan khusus
penerima dan unit-unit pelayanan Dinas Pendapatan Daerah setempat; hendaknya menjadi perhatian, bahwa pembentukan bendaharawan-bendaharawan khusus penerima ini tidak boleh mengurangi prinsip dalam administrasi keuangan, bahwa harus ada pemisahan tegas antara fiskus, kas daerah dan aparat yang mengelola keuangan.
Peningkatan pelaksana/petugas pemungut harus dilaksanakan antara lain dengan cara:
a. Diadakan pembinaan mental dan disiplin secara terus menerus sehingga menghasilkan kualitas petugas yang mendahulukan kepentingan dinas daripada kepentingan pribadi;
b. Dilaksanakan peningkatan tertib kerja sehingga setiap gerak dari petugas akan mampu menghasilkan percepatan dan peningkatan pemasukan uang dari sektor swasta ke sektor pemerintah;
c. Selalu dilakukan usaha peningkatan pengetahuan dan kecakapan kerja bagi para petugas sesuai dengan bidang dan perkembangan tugasnya masing-masing;
d. Pendayagunaan personil semaksimal mungkin dengan menyesuaikan tugas yang diberikan dengan keahlian dan tingkat kepangkatannya;
e. Mengusahakan keseimbangan antara tugas, sarana kerja dan potensi personil yang ada.
Mengenai sarana pemungutan dalam rangka pelaksanaan intensifikasi perlu mendapatkan perhatian agar sarana yang ada sesuai dengan keperluan teknis dan administratif pemungutan pajak daerah.
Peningkatan dan penyempurnaan sarana pemungutan ini antara lain meliputi:
a. Penyediaan gedung untuk melayani wajib pajak yang memenuhi syarat-syarat lokasi maupun tata ruangnya;
b. Penyediaan peralatan/perlengkapan kantor yang memadai dan sesuai dengan tuntutan kemajuan teknologi, misalnya penyediaan mesin cash register, penggunaan komputer dan sebagainya;
c. Penyediaan formulir-formulir perpajakan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan yang tertib dan cepat dan sebagainya;
d. Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat;
e. Menyederhanakan dan seksama di dalam pelayanan, sehingga diperoleh pelayanan yang cepat, tepat dan dipertanggungjawabkan, - Cepat, sebagai misalnya: pelayanan yang singkat, wajib pajak
tidak menunggu lama;
- Tepat, misalnya: penerapan tarif tidak melampaui daya pikul masyarakat, penetapan-penetapan dilaksanakan sebagaimana mestinya;
- Dapat dipertanggungjawabkan, dalam arti: dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak terjadi pemalsuan- pemalsuan/penyimpangan-penyimpangan lainnya.
Penyederhanaan dan keseksamaan pelayanan ini harus didukung oleh ketertiban di dalam pelayanan.
Ketertiban di dalam pelayanan hanya dapat terwujud apabila segala pelaksanaan tugas didasarkan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku baik pada aspek administrasi persiapan penetapan, aspek administrasi perencanaan penerimaan, aspek administrasi realisasi penerimaan maupun pada aspek administrasi tagihan.
Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah bahwa didalam mewujudkan kecepatan, jangan sampai mengabaikan faktor-faktor pengamanan, yang apabila hal ini tidak diperhatikan, proses yang cepat ini akan membuka peluang-peluang adanya penyimpangan-penyimpangan.
a. Memperluas pelayanan dengan tujuan untuk mendekatkan jarak hubungan antara aparat pemungutan dengan wajib pajak/wajib pajak, sehingga penyelesaian pajak dan pembayarannya dapat dilakukan lebih mudah dan cepat;
b. Mengadakan pengkhususan dalam pelayanan terhadap penyelesaian dan pembayaran pajak;
c. Sehubungan dengan masalah pelayanan ini kiranya perlu disadari bersama bahwa penyelenggaraan pelayanan yang baik akan mempengaruhi peningkatan dan kecepatan pemasukan
income/penerimaan pemerintah daerah, sehingga dengan demikian Dinas Pendapatan Daerah tidak dapat hanya mengusahakan peningkatan income daerah saja tanpa memperhatikan pelayanan yang harus diberikan kepada wajib pajak.
Jadi dua hal yang penting bagi Dinas Pendapatan Daerah adalah:
1. Bagaimana meningkatkan dan memasukkan income yang sebesar-besarnya bagi pemerintah daerah; dan
2. Bagaimana dapat memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada wajib pajak/masyarakat.
Kemudian hal yang perlu diusahakan pula dalam rangka intensifikasi adalah:
a. Bagaimana meningkatkan kesadaran membayar pajak (tax mindedness) kepada para wajib pajak/masyarakat.
Usaha ini memerlukan waktu yang lama dan harus dilaksanakan secara terus menerus baik dengan cara informatif, persuasif dan edukatif serta diperlukan adanya langkah-langkah dan tindakan- tindakan yang positif baik oleh para petugas/aparat pemungut maupun pemerintah daerah.
b. Di samping dilaksanakannya panca tertib dan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada wajib pajak/masyarakat, penting sekali diusahakan agar wajib pajak/masyarakat mengetahui dan mengerti:
- Mengapa harus membayar pajak;
- Untuk apa mereka membayar pajak;
- Bagaimana dan kemana uang hasil pemungutan pajak tersebut dipergunakan oleh pemerintah;
- Apakah pemerintah menggunakannya untuk pembiayaan proyek-proyek pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Demikian masalah-masalah yang perlu diperhatikan dalam rangka usaha intensifikasi pajak daerah dan pendapatan daerah pada umumnya.