• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi Penyuluhan

Dalam dokumen perubahan perilaku peternak dalam (Halaman 35-41)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.3 Aspek Penyuluhan

2.3.7 Evaluasi Penyuluhan

Evaluasi merupakan proses mengumpulkan data yang sistematis untuk mengetahui efektifitas program pendidikan dan pelatihan. Pada dasarnya pengembangan Sumber Daya Manusia mempunyai misi memaksimalkan efektivitas pegawai dalam melaksanakan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya Harahap dan Effendi (2017:6). Evaluasi penyuluhan pertanian dilakukan dengan beberapa proses yaitu proses pengumpulan data, penentuan ukuran penilaian serta perumusan keputusan yang digunakan untuk perbaikan atau penyempurnaan perencanaan berikutnya yang lebih lanjut demi tercapainya tujuan program penyuluhan tersebut. Menurut Deviyana dan Sugiharni (2016:

159), evaluasi merupakan proses menilai sesuatu berdasarkan kriteria atau tujuan yang ditetapkan, yang selanjutnya diikuti dengan pengambilan keputusan atas

22

objek yang dievaluasi. Jenis-jenis evaluasi yang biasa digunakan, antara lain (Mardikanto, 2009: 384):

2.3.7.1 Jenis-Jenis Evaluasi

Harahap dan Effendi (2017:40), mengemukakan bahwa jenis-jenis evaluasi yang dapat dilaksanakan, antara lain:

a. Evaluasi Formatif (Formative Evluation) yaitu bentuk evaluasi yang dilaksanakan pada tahap pengembangan program dan sebelum program dilaksanakan. Evaluasi formatif ini menghasilkan informasi yang akan digunakan untuk mengembangkan program, agar program bisa lebih sesuai dengan situasi dan keadaan sasaran.

b. Evaluasi Proses (Process Evaluation) merupakan suatu proses memberikan gambaran tentang apa yang sedang berlangsung dalam suatu program dan memastikan ada dan terjangkaunya elemen-elemen fisik dan struktural program.

c. Evaluasi Sumatif (Summative Evaluation) merupakan evaluasi yang memberikan pernyataan efektivitas suatu program selama kurun waktu tertentu dan evaluasi ini menilai sesudah program tersebut berjalan.

d. Evaluasi dampak program merupakan suatu evaluasi yang menilai keseluruhan efektivitas program dalam menghasilkan target sasaran.

e. Evaluasi hasil merupakan evaluasi yang menilai perubahan-perubahan atau perbaikan dalam hal morbiditas dan indikator status lainnya untuk sekelompok penduduk tertentu.

2.3.7.2 Prinsip Evaluasi Penyuluhan

Menurut Mardikanto (2009: 234), kegiatan evaluasi harus memperhatikan prinsip-prinsip evaluasi yang terdiri atas:

23

a. Kegiatan evaluasi harus merupakan bagian integral yang tak terpisahkan dari kegiatan perencanaan program. Artinya, tujuan evaluasi harus selaras dengan tujuan yang ingin dicapai yang telah dinyatakan dalam perencanaan untuk menilai kesenjangan antara pencapaian dan programnya.

b. Evaluasi harus berdasarkan pada fakta (obyektif), menggunakan pedoman tertentu yang telah dibakukan, menggunakan metoda pengumpulan data yang tepat dan teliti, menggunakan alat ukur yang tepat (valid dan sahih) serta dapat dipercaya (reliable).

c. Setiap evaluasi harus menggunakan alat ukur yang berbeda untuk mengukur tujuan evaluasi yang berbeda pula.

d. Evaluasi harus dinyatakan dalam bentuk data kuantitatif agar dengan jelas dapat diketahui tingkat pencapaian tujuan dan tingkat penyimpangan pelaksanaan dan uraian kualitatif agar dapat diketahui faktor-faktor penentu keberhasilan, penyebab kegagalan, serta faktor penunjang dan penghambat keberhasilan tujuan program yang direncanakan.

e. Evaluasi harus efektif dan efisien yang berarti

Evaluasi harus menghasilkan temuan-temuan yang dapat dipakai untuk meningkatkan efektivitas (tercapainya tujuan) program. Evaluasi harus mempertimbangkan ketersediaan sumber dayanya sehingga memiliki dampak yang luas dan besar bagi tercapainya tujuan program.

2.3.7.3 Tahapan Evaluasi Penyuluhan

Menurut Erwin (2012: 135-142), langkah-langkah evaluasi penyuluhan pertanian yang dilakukan sebagai berikut:

a. Menetapkan Indikator-Indikator untuk Mengukur Kemajuan-Kemajuan yang Dicapai

Indikator adalah variabel yang mengindikasikan atau menunjukkan satu kecenderungan situasi yang dapat dipergunakan untuk mengukur perubahan dan

24

merupakan pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh ketrampilan.

Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik sasaran evaluasi, kemudian dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan dapat diobservasi.

b. Membuat Alat Pengukur untuk Pengumpulan Data 1. Bentuk dan Syarat Alat Pengukur

Alat pengukur yang dipakai untuk pengumpulkan data, antara lain:

a. Pertanyaan-pertanyaan untuk mengukur pengetahuan (daya mengingat) b. Pertanyaan-pertanyaan untuk mengukur pengertian

c. Pertanyaan-pertanyaan untuk mengukur kemampuan memecahkan masalah

d. Rating Scale untuk mengukur ketrampilan atau kegiatan-kegiatan praktek e. Aspek Pengetahuan

f. Skala Minat

Pembuatan alat ukur/instrumen evaluasi harus memenuhi persyaratan, yaitu:

a. Kesahihan (validity), artinya alat ukur yang digunakan sesuai dengan obyek yang hendak diukur.

b. Keterandalan (reliability, artinya kemampuan alat ukur dapat digunakan orang lain dan memperoleh hasil yang sama dalam situasi dan kondisi apapun.

c. Obyektivitas (objectivity), artinya alat ukur harus obyektif kongkret, jelas, hanya memiliki satu interpretasi untuk menganalisis.

d. Praktis (practicability), artinya mudah digunakan efektif untuk bahan pengukuran dan bersifat efektif untuk menganalisis.

e. Sederhana (simple), artinya tidak terlalu rumit/kompleks sehingga mudah di mengerti.

2. Alat pengukur evaluasi penyuluhan pertanian dapat berupa:

25

a. Pertanyaan untuk mengukur pengetahuan yaitu pertanyaan untuk mengukur tahu atau tidaknya terhadap substansi tertentu dengan seperangkat pertanyaan yang cukup pendek.

b. Pertanyaan untuk mengukur pengertian yang mengacu pada kemampuan intelektualitas seseorang.

c. Pertanyaan untuk mengukur kemampuan untuk memecahkan masalah.

c. Skala Pengukuran 1. Skala Guttman

Menurut Sugiyono (2018: 80), skala guttman digunakan untuk mengukur pengetahuan seseorang atau sekelompok orang, tentang fenomena sosial. Instrumen berupa butir-butir pertanyaanyang akan dijawab oleh responden. Jawaban responden berupa kata-kata yang merupakan gradasi kata positif sampai negatif, misalnya “Iya”, “Tidak”. Dua Pilihan tersebut masing- masing memiliki nilai yang besarnya tergantung pernyataan atau pertanyaan apakah mendukung (favorable) atau tidak mendukung (unfavorable).

d. Menarik sampel dan melakukan pengumpulan data.

Ada beberapa macam cara menarik sampel, tergantung tujuan dan keadaan populasinya. Sample hendaknya benar-benar menggambarkan /mewakili populasi yang dievaluasi. Sampel dalam evaluasi penyuluhan pertanian mengacu pada keterwakilan dari petani/kelompok tani yang merupakan sasaran penyuluhan.

Sampel pada prinsipnya harus mewakili populasi (reprensentatif) petani/kelompok tani yang menerima penyuluhan.

e Melakukan analisis dan interpretasi data.

Tahapan analisis dan interpretasi data antara lain:

26

1. Melakukan cleaning data dengan cara editing di lapangan, menghapus data yang “berbeda” (out lier)

2. Melakukan coding, pemberian kode untuk memudahkan pada saat memasukan data

3. Melakukan tabulasi (tabulasi sheet)

Analisa data ini tergantung tujuan evaluasi dan kesimpulan yang akan diambil serta pertimbangan-pertimbangan yang akan dihasilkan. Pengolahan data dapat memanfaatkan alat komputasi seperti Program Excel atau dihitung secara manual. Hal yang perlu dipahami dalam interprestasi hasil evaluasi adalah mengapa tujuan penyuluhan tidak tercapai, tidak sesuai target, faktor-faktor apa saja yang menghambat dan apa yang memperlancar, serta bagaimana solusinya/saran perbaikannya pada waktu yang akan datang. Hasil evaluasi ini bermanfaat untuk perbaikan program yang akan datang datang dan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan oleh pembuat kebijakan di bidang penyuluhan /pembangunan pertanian.

f. Pelaporan

Penulisan laporan evaluasi pada prinsipnya tidak berbeda dengan penulisan laporan penelitian pada umumnya, baik dalam sistematika maupun pokok-pokok isi laporan yang disampaikan. Bahasa serta tata tulis yang digunakan lebih populer, mudah dipahami karena para pembaca laporan evaluasi lebih bervariasi dalam hal tingkat pendidikan dan pengalaman. Format atau sistematika laporan evaluasi penyuluhan dalam prakteknya dapat diadaptasikan sesuai kebutuhan lembaga/di lapangan dan maksud/tujuan dari evaluasi itu sendiri.

2.3.7.4 Menetapkan Evaluasi

Berdasarkan dari penyuluhan yang dilaksanakan, maka perlu adanya evaluasi penyuluhan pertanian untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Maka dalam kali ini evaluasi hasil yang akan dilakukan untuk mengukur hasil penyuluhan

27

pertanian. Evaluasi hasil adalah suatu evaluasi yang menilai perubahan- perubahan atau perbaikan dalam hal morbiditas, mortalitas atau indikator status lainnya untuk sekelompok penduduk tertentu (Azwar, 2011: 141). Tujuan penetapan evaluasi yaitu untuk mengetahui apa yang harus dicapai dalam melakukan suatu kegiatan penyuluhan sehingga perlu persiapan sebelum melaksanakan evaluasi.

2.4 Aspek Sosial

Dalam dokumen perubahan perilaku peternak dalam (Halaman 35-41)

Dokumen terkait