BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Temuan Khusus
2. Faktor Pendukung Pengurus Rohis Dalam Penanaman
2. Faktor Pendukung Pengurus Rohis Dalam Penanaman Karakter Siswa
(W/PE.1/F1.11/Tgl 10/07/2021)
Wawancara tersebut menyatakan bahwa hal-hal yang harus dipersiapkan dalam mendukung berjalannya kegiatan Rohis diantaranya mengajukan proposal ke bidang kesiswaan, persiapan materi-materi kegiatan, persiapan diri sendiri yaitu menata niat, dan kekompakan pengurus dalam melaksanakan koordinasi kegiatan. Selain itu pengurus Rohis (Dasty Afriyani) menyatakan bahwa :
“Yang perlu dipersiapkan itu dari segi materi ada , segi dari diri sendiri kaya niat, kemudian mengajukan proposal dana pada kesisiwaan”. (W/PE.2/F1.11/Tgl 10/07/2021)
Wawancara tersebut menyatakan bahwa ada persiapan yang dapat mendukung kegiatan Rohis mulai dari segi materi, niat dari pengurus dan anggota Rohis dan mengajukan dana melalui proposal. Selain itu anggota Rohis (Heny Lestari) menyatakan bahwa :
“Untuk perisapannya ya kak, biasanya dari pengurus udah ngasih info dahulu, jadi kita diberikan tanggungjawab seperti menyiapkan materi-materi yang diperlukan, terus membantu membuat proposal dan yang gak kalah penting niat kita harus ditata agar berjalan lancar kegiatannya”. (W/S.I/F1.11/Tgl /20/07/2021)
Selain itu, anggota Rohis (Putri Eka Wulandari) menyatakan bahwa : “Persiapannya ya dari kitanya sendiri kak, harus bener bener serius niat, menyiapakan materi-materi kegiatan, dan membuat proposal dana”. (W/S.II/F1.11/Tgl /20/07/2021)
Wawancara tersebut menyatakan bahwa persiapan-persiapan yang harus di persiapakan pertama niat yang kuat, kedua materi materi kegiatan, dan proposal pendanaan kegiatan Rohis.
Dari wawancara yang peneliti lakukan dapat disimpulkan bahwa faktor pendukung pengurus Rohis dalam penanaman karakter adalah berjalannya kegiatan-kegiatan Rohis dengan baik. Kegiatan Rohis akan berjalan dengan baik ketika persiapan-persiapannya baik pula. Adapun persiapannya diantaranya menata niat dalam diri sendiri dengan baik, kemudian adanya kekompakan yang baik antara pengurus dan mengajukan proposal pendanaan kepada waka kesiswaan.
3. Faktor Penghambat Pengurus Rohis Dalam Penanaman Karakter Siswa di SMK Negeri 2 Metro
Berbicara mengenai peranan pengurus pengurus dalam penanaman karakter siswa di SMK Negeri 2 Metro, tentunya tidak berjalan dengan begitu saja, tapi juga ada faktor yang menjadi hambatan di organisasi Rohis SMK Negeri 2 Metro .
Berdasarkan hasil wawancara yang sudah peneliti lakukan terhadap Ibu Serly Fatmawati Pembina Rohis dapat diketahui :
“Dari pemantauan saya selaku pembina faktor penghambat dari tidak berjalan dengan baik kegiatan Rohis itu terletak pada pertama waktu pelaksanaan, kemudian terdapat miss komunikasi antara pengurus ketika berjalannya kegiatan, lalu ekstrakurikuler yang mereka ikuti tidak hanya Rohis saja jadi banyak cabang ekskul lainnya yang mereka ikuti jadi mereka harus bagi-bagi waktunya.
Kemudian kegiatan tidak dapat dilaksanankan faktor penghambatnya diantaranya proposal dana tidak disetujui dan kegiatan yang diajukan juga tidak disetujui”.
(W/P.1/F1.12/13/Tgl 28/07/2021
Wawancara tersebut menyatakan bahwa faktor penghambat tidak berjalannya kegiatan Rohis dengan baik diantaranya waktu pelaksanaan
yang tidak sesuai, terdapat komunikasi antar pengurus yang belum efektif, dan banyaknya ekstrakurikuler yang diikuti individu anggota Rohis.
Kemudian faktor penghambat tidak terlaksannya kegiatan Rohis adalah tidak diterimanya pengajuan dana proposal serta kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan. Selain itu ketua Rohis (Wendy Saputra) menyatakan bahwa :
“Selama ini kak yang membuat tidak berjalan dengan baik biasanya dari segi waktu, lalu ada miskomunikasi antar pengurus, karena kan yang ikut Rohis gak banyak , dari banyak nya siswa di sekolah mungkin berapa persennya saja yang ikut Rohis. Kemudian Satu siswa tidak ikut 1 organisasi saja jadi susahnya ngatur waktu.
Kadang sebelum melakukan kegiatan butuh dana proposal gak semua proposal yang kita ajuin di acc, karena ekskul di Smk Negeri 2 metro banyak, jadi dari sekolah milih-milih sebenernya masih bisa dilaksanakan tapi waktunya gak sesuai dengan yang kita harapkan”.
(W/PE.1/F1.12/13/Tgl 10/07/2021)
Wawancara tersebut menyatakan bahwa kegiatan Rohis tidak berjalan dengan baik disebabkan karena waktu pelaksanaan, terdapat miskomunikasi dan satu anggota Rohis mengikuti ekstrakurikuler lebih dari satu jenis. Kemudian kegiatan Rohis tidak dapat terlaksana disebabkan oleh tidak disetujuinya proposal dan kegiatan yang akan dilaksanakan. Selain itu, pengurus Rohis (Dasty Afriyani) menyatakan bahwa :
“Kegiatan kita sih kadang ya berjalan lancar, kadang ya engga.
Ketika kegiatan kita gak berjalan dengan baik biasanya si masalah waktu kak, waktu pelaksanaannya gak tepat, kemudian kita sebagai pengurus masih terjadi miskomunikasi, lalu satu anak Rohis itu gak semua Cuma ikut Rohis jadi mereka ikut organisasi lain kaya pramuka, seni, teater dll. Kemudian kegiatan kita juga pernah sampai
gak bisa dilaksanakan penyebabnya ya proposal dan kegiatan yang kita ajukan gak di ACC”. (W/PE.2/F1.12/13/Tgl 10/07/2021)
Wawancara tersebut menyatakan bahwa kegiatan Rohis tidak berjalan dengan baik karena beberapa hal yaitu waktu pelaksanaan yang belum tepat, masih terdapat miskomunikasi antara pengurus dan tidak hanya organisasi Rohis saja yang mereka ikuti akan tetapi lebih. Kemudian kegiatan Rohis tidak dapat dilaksanakan dikarenakan tidak disetujuinya proposal dan kegiatan yang diajukan. Selain itu, anggota Rohis (Heny Lestari) menyatakan bahwa :
“Yang membuat kegiatan tidak berjalan lancar itu dari waktu, terus kurang komunikasi, terus satu anak itu gak Cuma ikut Rohis dia juga ikut organisasi lainnya. Kemudian kegiatan Rohis gak dapat dilakasanakan itu karena dari sekolah gak nerima proposal dan kegiatan-kegiatan yang direnacanain”. (W/S.I/F1.12/13/Tgl /20/07/2021)
Selain itu, anggota Rohis (Putri Eka Wulandari) menyatakan bahwa :
“Kalau ditanya hal yang buat kegiatan berjalan tidak baik itu, pertama waktu, kedua komunikasi pengurus kadang kurang pas yang akhirnya jadi miss komunikasi terus dari anggotanya Rohisnya sendiri gak Cuma ikut ekskul Rohis aja tapi dia ikut ekskul lainnya juga. Kemudian kalau kegiatan Rohis gak bisa dilaksanakan biasanya terkendala karena proposal yang ditolak dan kegiatan nya juga gak di acc oleh sekolah”. (W/S.II/F1.12/13/Tgl /20/07/2021) Wawancara tersebut menyatakan bahwa kegiatan Rohis tidak berjalan dengan baik karena waktu pelaksanaan, kurang efektif komunikasi antara pengurus saat menjalankan kegiatan, dan banyaknya ekstrakurikuler yang diikuti anggota Rohis.
Dari wawancara yang peneliti lakukan dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor penghambat pengurus Rohis dalam penanaman karakter diantaranya manajemen waktu pelaksanaan yang kurang tepat dan baik, terdapat miss komunikasi antar pengurus saat menjalankan kegiatan Rohis dan anggota Rohis tidak hanya mengikuti satu ekstrakurikuler saja sehingga sering terjadi kegiatan dengan jadwal yang sama dalam dua atau lebih ekstrakurikuler. Kemudian kegiatan Rohis tidak dapat dilaksanakan disebabkan faktor proposal pendanaan dan kegiatan yang diajukan tidak mendapatkan persetujuan dari pihak kesiswaan.
C. Pembahasan
1. Peranan Pengurus Rohis Dalam Penanaman Karakter Siswa Di SMK Negeri 2 Metro
Berdasarkan hasil penelitian berupa wawancara yang dilakukan di SMK Negeri 2 Metro, peneliti menganalisis bahwa pengurus Rohis telah memberikan perannya pada anggota Rohis sebagai mentoring, pendakwah, pengajar dan penyelenggara form diskusi. Mentoring yang dilakukan adalah mengkader anggota Rohis dalam pemahaman keorganisasian, dakwah yang dilakukan menggunakan poster dan media social, pengajaran yang diberikan berupa materi ibadah mahdah dan ghoiru mahdah serta menyelenggarakan forum-forum diskusi.
Kemudian nilai-nilai yang ditanamkan oleh pengurus Rohis kepada anggotanya adalah nilai karakter yang hubungannya dengan tuhan yaitu nilai karakter religius :
a. Karakter Religius
Karakter religius adalah pikiran, perkataan dan tindakan seseorang yang diupayakan selalu berdasarkan pada nilai ketuhanan.
Karakter religius anggota Rohis sudah baik. Hal ini dapat diketahui dari perilaku anggota Rohis yang baik, tutur kata yang sopan, bertanggungjawab dan melaksanakan kewajiban solat lima waktu.
2. Faktor Pendukung Pengurus Rohis Dalam Penanaman Karakter Siswa di SMK Negeri 2 Metro
Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan para informan, dalam karakter siswa di SMK Negeri 2 Metro, ada beberapa hal yang menjadi faktor pendukung pengurus Rohis dalam penanaman karakter.
Kegiatan-kegiatan Rohis dapat berjalan dengan lancar karena adanya persiapan yang matang. Persiapan itu meliputi niat pengurus dan anggota Rohis yang sudah ditata dengan baik, kekompakan pengurus dalam mengatur jalan nya kegiatan Rohis dan mendapat bantuan proposal dana kegiatan dari sekolah.
3. Faktor Penghambat Pengurus Rohis Dalam Penanaman Karakter Siswa di SMK Negeri 2 Metro
Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan para informan, dalam karakter siswa di SMK Negeri 2 Metro, ada beberapa hal yang menjadi faktor penghambat pengurus Rohis dalam penanaman karakter.
Faktor-faktor penghambat pengurus Rohis dalam melakasnakan kegiatan diantaranya manajemen waktu pelaksanaan yang belum diatur dengan tepat dan baik, masih terdapat miskomunikasi antara pengurus dalam melaksanakan kegiatan Rohis dan satu anggota Rohis tidak hanya mengikuti satu organisasi saja. Kemudian kegiatan Rohis tidak dapat dilaksanakan disebabkan proposal pendanaan dan kegiatan yang diajukan tidak mendapatkan persetujuan dari pihak kesiswaan atau sekolah.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tentang Peranan Pengurus Rohis Dalam Penanaman Karakter Siswa Di SMK Negeri 2 Metro dapat disimpulkan bahwa perananan pengurus Rohis adalah sebagai mentoring, pendakwah, pengajar dan penyelenggara forum diskusi. Materi yang diajarkan diantaranya tentang keorganisasian, dakwah melalui media social, kajian keagamaan dan mengadakan forum diskusi.
Namun, memiliki faktor pendukung dan penghambat dalam penanaman karakter siswa di SMK Negeri 2 Metro. Faktor pendukungnya adalah persiapan yang matang dengan niat yang baik, kekompakan antara pengurus dalam melaksanakan kegiatan dan mendapatkan dana bantuan dari sekolah. kemudian faktor penghambatnya adalah kurang baik dalam perencanaan waktu pelaksanaan kegiatan, sering terjadi miskomunikasi dalam melakasanakan kegiatan dan tidak mendapatkan persetujuan dan dana atas kegiatan yang akan dilaksanakan.
B. Saran
Dari hasil analisis data penelitian terhadap peranan pengurus Rohis dalam penanaman karakter siswa di SMK Negeri 2 Metro maka ada beberapa masukan dan saran yaitu :
1. Bagi anggota Rohis harus selalu melakasanakan kegiatan yang ada dan menaati peraturan-pertauran yang ada dalam organisasi Rohis, karena itu merupakan bentuk rasa sayang pengurus dengan harapan ketika selesai lulus sekolah memiliki kepribadian yang baik, karakter yang baik, perilaku yang baik serta bermanfaat bagi nusa, bangsa dan agama.
2. Bagi pengurus dalam melaksanakan peran nya harus benar-benar memperhatikan kondisi yang ada, sehingga ketika melakukan perannya dengan tepat akan sesuia dengan apa yang diharapkan, yang nantinya dapat berpengaruh kepada semua anggota dan berdampak pada perkataan anggota maupun perilaku anggota, sehingga guru-guru dan orang tua akan merasa senang dan bangga.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Majid dan Dian Andayani,. Pendidikan Karakter Persepektif Islam.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013.
Ahmad Naufal Fuad Fakhruddin. “Peran Organisasi Rohani Islam dalam Membentuk Akhlakul Karimah pada Siswa MAN 3 Sleman.” Universitas Islam Indonesia, 2018.
Ali Noer, Syahraini Tambak, dan Harun Rahman. “Upaya Ekstrakurikuler Kerohanian Islam (ROHIS) SMK Ibnu Taimiyah Pekanbaru” 2 (Juni 2017).
Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan. “Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring,” 2016.
Barnawi dan M Arifi. Startegi & Kebijakan Pembelajaran Pendidikan Karakter.
Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2013.
Burhan Bungin. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana Prenanda Median Group, 2005.
Daryanto, Suyatri, dan Darmiyatun. Implementasi Penididikan Karakter di Sekolah. Yogyakarta: Penerbit Gava Media, 2013.
Depdiknas. Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah Pertama. Jakarta, 2010.
Edi Suarto. “Faktor-Fakyor Yang Mempengaruhi Dalam Penanaman Pendidikan Karakter Di Sekolah Tingkat Pertama Di Kota Padang” 02 (2017).
Hasil wawancara dengan ketua Rohis, Wendy Saputra pada hari Sabtu, tangggal 27 Juni 2020 pukul 16.18 melalui via whatsapp.
Heri Gunawan. Pendidikan Karakter Konsep dan Implementasi. Bandung:
Alfabeta, 2012.
“HR. Ahmad NO. 20596,”.
Koesmarwanti, dan Nugroho Widiyantoro. Dakwah Sekolah di Era Baru. Solo:
Era Inter Media, 2000.
Lexy J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi, Cet 31.
Bandung: Rosda Karya, 2013.
M Mahbubi. Pendidikan Karakter Implementasi Aswaja Sebagai Nilai Pendidikan Karakter. Yogyakarta: Pustaka Ilmu.
Mansur. “Strategi Komunikasi Kerohanian Islam (Rohis) dalam Meningkatkan Rekrutmen Di SMA Negeri 4 Kendari” 10 (November 2017).
Moh. Kasiran. Metode Penelitian Kuantitatif-Kualitatif. Cet 2. Yogyakarta: UIN- Maliki Press, 2010.
Nasrullah Nurdin. Pedoman Pembinaan Rohis Di Sekolah Dan Madrasah. Emir, 2018.
“Peraturan Direktur Jendral Pendidikan Islam Nomor: Dj.I/12 A Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Sekolah,”.
Pribadi Pradana Nugroho. “Peran Rohis Dalam Pengembangan Akhlak dan Kesadaran Beragama Di SMK Negeri 2 Sragen Tahun Pelajaran 2018/2019,”.
“QS. Luqman Ayat 17-18,”.
Ratu Ajeng Dewi Mawarni. “Peranan Ekstrakurikuler Rohani Islam (ROHIS) Terhadap Penanaman Budi Karakter Peserta didik di SMP Negeri 2 Kotabumi.” Skripsi, Universitas Lampung, 2017.
S. Salahuddin. “Implementasi Kegiatan Ekstrakurikuler Rohis Dalam Pembinaan Akhlak Siswa Di Madrasah Aliyah Muhammadiyah 13 Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai” Vol 6 (Juni 2017).
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Cet 16. Bandung:
Alfabeta, 2012.
Suharsismi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi Cet 14. Jakarta: Rineka Cipta, 2010.
Sukardi. Metodologi Penelitian Pendidikan,. Jakarta: Bumi Aksara, 2003.
Suparno. “Analisis Faktor-Faktor Pembentuk Karakter Smart Siswa Di Sekolah Islam Terpadu” 1 (April 2018).
“Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 3,” 2003.
Zubaedi. Desain Pendidikan Karakter : Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013.
Zuhairi, dkk. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada, 2016.
ALAT PENGUMPUL DATA (APD)
PERANAN PENGURUS ROHIS DALAM PENANAMAN KARAKTER SISWA DI SMK NEGERI 2 METRO
PEDOMAN OBSERVASI
NO KOMPONEN
KATEGORI
Baik Cukup Kurang 1 Peranan Pengurus Rohis Dalam
Penanaman Karakter Siswa Di SMK Negeri 2 Metro
2 Faktor pendukung peranan pengurus Rohis dalam penanaman karakter siswa 3 Faktor penghambat peranan pengurus
Rohis dalam penanaman karakter siswa 4 Fasilitas dan Dukungan Pembina dalam
Penanaman Karakter
ALAT PENGUMPUL DATA (APD)
PERANAN PENGURUS ROHIS DALAM PENANAMAN KARAKTER SISWA DI SMK NEGERI 2 METRO
PEDOMAN DOKUMENTASI
NO INDIKATOR PERTANYAAN
KETERANGAN
Ada Tidak
1 Sejarah Singkat Organisasi Rohis di SMK Negeri 2 Metro
2 Struktur Organisasi Rohis di SMK Negeri 2 Metro
3 Letak Geografis dan Fasilitas SMK Negeri 2 Metro
4 Jumlah Guru dan Siswa
5 Jadwal Kegiatan Rohis SMk Negeri 2 Metro
ALAT PENGUMPUL DATA (APD)
PERANAN PENGURUS ROHIS DALAM PENANAMAN KARAKTER SISWA DI SMK NEGERI 2 METRO
KISI-KISI INDIKATOR PENELITIAN
NO
PERTANYAAN
PENELITIAN INDIKATOR
1 Bagaimana Peranan Pengurus Rohis Dalam Penanaman Karakter Siswa di SMK Negeri 2 Metro?
1. Peran Pengurus Rohis sebagai Mentoring, dakwah, pengajaran dan penyelenggaraan forum 2. Karakter religius
2 Apa saja faktor pendukung pengurus Rohis dalam penanaman karakter siswa di SMK Negeri 2 Metro?
3. Mengetahui faktor-faktor yang
mendukung dan yang
menghambat pengurus Rohis dalam penanaman karakter di SMK N 2 Metro
3 Apa saja faktor penghambat pengurus Rohis dalam penanaman karakter siswa di SMK Negeri 2 Metro?
PERANAN PENGURUS ROHIS DALAM PENANAMAN KARAKTER SISWA DI SMK NEGERI 2 METRO
PEDOMAN WAWANCARA KEPADA PEMBINA
A. PETUNJUK PELAKSANAAN 1. Wawancara terpimpin.
2. Peneliti mencatat dan mendeskriksikan hasil wawancara selama penelitian berlangsung.
3. Waktu pelaksanaan dapat berubah, mengikuti perkembangan situasi dan kondisi
B. IDENTITAS
Informan : Pembina Rohis Tanggal :
Hari /Pukul : Alamat : Tempat : C. PERTANYAAN
INDIKATOR MATERI
WAWANCARA
HASIL WAWANCARA Mengetahui peranan
pengurus Rohis
1. Bagaimana peran seorang pengurus Rohis kepada annggotanya?
2. Seperti apa bentuk mentoring, dakwah, pengajaran dan penyelenggaraan forum itu ?
3. Materi apa saja yang
disampaikan
pengurus Rohis dalam kegiatannya?
4. Bagaimana karakter religius anggota Rohis SMK Negeri 2 Metro ?
Mengetaui apa sajakah faktor pendukung dan penghambat
terlaksanannya kegiatan dalam organisasi Rohis di SMK N 2 Metro
5. Apa saja yang membuat kegiatan dalam organisasi Rohis di SMK N 2 Metro tidak berjalan dengan baik?
6. Apa saja yang membuat kegiatan dalam organisasi Rohis di SMK N 2 Metro tidak dapat dilaksanakan?
PERANAN PENGURUS ROHIS DALAM PENANAMAN KARAKTER SISWA DI SMK NEGERI 2 METRO
PEDOMAN WAWANCARA KEPADA PENGURUS
A. PETUNJUK PELAKSANAAN 1. Wawancara terpimpin.
2. Peneliti mencatat dan mendeskriksikan hasil wawancara selama penelitian berlangsung.
3. Waktu pelaksanaan dapat berubah, mengikuti perkembangan situasi dan kondisi
B. IDENTITAS
Informan : Pengurus Rohis Tanggal :
Hari /Pukul : Alamat : Tempat : C. PERTANYAAN
INDIKATOR MATERI
WAWANCARA
HASIL WAWANCARA Mengetahui peranan
pengurus Rohis
1. Bagaimana peran seorang pengurus Rohis kepada annggotanya?
2. Seperti apa bentuk mentoring, dakwah, pengajaran dan penyelenggaraan forum itu ?
3. Persiapan apa yang
dilakukan pengurus dalam melaksanakan kegiatan Rohis ? 4. Bagaimana karakter
religius anggota Rohis SMK Negeri 2 Metro ?
Mengetaui apa sajakah faktor pendukung dan penghambat
terlaksanannya kegiatan dalam organisasi Rohis di SMK N 2 Metro
5. Apa saja yang membuat kegiatan dalam organisasi Rohis di SMK N 2 Metro tidak berjalan dengan baik?
6. Apa saja yang membuat kegiatan dalam organisasi Rohis di SMK N 2 Metro tidak dapat dilaksanakan?
PERANAN PENGURUS ROHIS DALAM PENANAMAN KARAKTER SISWA DI SMK NEGERI 2 METRO
PEDOMAN WAWANCARA KEPADA SISWA/ANGGOTA ROHIS
A. PETUNJUK PELAKSANAAN 1. Wawancara terpimpin.
2. Peneliti mencatat dan mendeskriksikan hasil wawancara selama penelitian berlangsung.
3. Waktu pelaksanaan dapat berubah, mengikuti perkembangan situasi dan kondisi
B. IDENTITAS
Informan : Anggota Rohis Tanggal :
Hari /Pukul : Alamat : Tempat : C. PERTANYAAN
INDIKATOR MATERI
WAWANCARA
HASIL WAWANCARA Mengetahui peranan
pengurus Rohis
1. Bagaimana peran seorang pengurus Rohis kepada annggotanya?
2. Seperti apa bentuk mentoring, dakwah, pengajaran dan penyelenggaraan forum itu ?
3. Persiapan apa yang
dilakukan pengurus dalam melaksanakan kegiatan Rohis ? 4. Bagaimana karakter
religius anggota Rohis SMK Negeri 2 Metro ?
Mengetaui apa sajakah faktor pendukung dan penghambat
terlaksanannya kegiatan dalam organisasi Rohis di SMK N 2 Metro
5. Apa saja yang membuat kegiatan dalam organisasi Rohis di SMK N 2 Metro tidak berjalan dengan baik?
6. Apa saja yang membuat kegiatan dalam organisasi Rohis di SMK N 2 Metro tidak dapat dilaksanakan?
KODING WAWANCARA A. PEDOMAN WAWANCARA KEPADA PEMBINA
1. Pada Tanggal ... Saya telah menemui Pembina Rohis SMK Negeri 2 Metro mengajukan pertanyaan dalam :
W/P.1/F1.1
Keterangan koding :
W Wawancara
P.1 Pembina Rohis sebagai Informan ke-1 F1.1 Fokus pertanyaan penelitian ke-1
2. Pada Tanggal ... Saya telah menemui Pembina Rohis SMK Negeri 2 Metro mengajukan pertanyaan dalam :
W/P.1/F1.2
Keterangan koding :
W Wawancara
P.1 Pembina Rohis sebagai Informan ke-1 F1.2 Fokus pertanyaan penelitian ke-2
3. Pada Tanggal ... Saya telah menemui Pembina Rohis SMK Negeri 2 Metro mengajukan pertanyaan dalam :
W/P.1/F1.3
Keterangan koding :
W Wawancara
P.1 Pembina Rohis sebagai Informan ke-1 F1.3 Fokus pertanyaan penelitian ke-3
4. Pada Tanggal ... Saya telah menemui Pembina Rohis SMK Negeri 2 Metro mengajukan pertanyaan dalam :
W/P.1/F1.4
Keterangan koding :
W Wawancara
P.1 Pembina Rohis sebagai Informan ke-1 F1.4 Fokus pertanyaan penelitian ke-4
5. Pada Tanggal ... Saya telah menemui Pembina Rohis SMK Negeri 2 Metro mengajukan pertanyaan dalam :
W/P.1/F2.1
Keterangan koding :
W Wawancara
P.1 Pembina Rohis sebagai Informan ke-1 F1.5 Fokus pertanyaan penelitian ke-5
6. Pada Tanggal ... Saya telah menemui Pembina Rohis SMK Negeri 2 Metro mengajukan pertanyaan dalam :
W/P.1/F1.6
Keterangan koding :
W Wawancara
P.1 Pembina Rohis sebagai Informan ke-1 F1.6 Fokus pertanyaan penelitian ke-6 B. PEDOMAN WAWANCARA KEPADA PENGURUS
1. Pada Tanggal ... Saya telah menemui Pengurus Rohis SMK Negeri 2 Metro mengajukan pertanyaan dalam :
W/PE.1/F2.1
Keterangan koding :
W Wawancara
PE.1 Pengurus sebagai Informan ke-1 F2.1 Fokus pertanyaan penelitian ke-1
2. Pada Tanggal ... Saya telah menemui Pengurus Rohis SMK Negeri 2 Metro mengajukan pertanyaan dalam :
W/PE.1/F2.2
Keterangan koding :
W Wawancara
PE.1 Pengurus sebagai Informan ke-1 F2.2 Fokus pertanyaan penelitian ke-2
3. Pada Tanggal ... Saya telah menemui Pengurus Rohis SMK Negeri 2 Metro mengajukan pertanyaan dalam :
W/PE.1/F2.3
Keterangan koding :
W Wawancara
PE.1 Pengurus sebagai Informan ke-1 F2.3 Fokus pertanyaan penelitian ke-3
4. Pada Tanggal ... Saya telah menemui Pengurus Rohis SMK Negeri 2 Metro mengajukan pertanyaan dalam :
W/PE.1/F2.4
Keterangan koding :
W Wawancara
PE.1 Pengurus sebagai Informan ke-1 F2.4 Fokus pertanyaan penelitian ke-4
5. Pada Tanggal ... Saya telah menemui Pengurus Rohis SMK Negeri 2 Metro mengajukan pertanyaan dalam :
W/P.1/F2.5
Keterangan koding :
W Wawancara
PE.1 Pengurus sebagai Informan ke-1
F2.5 Fokus pertanyaan penelitian ke-5
6. Pada Tanggal ... Saya telah menemui Pengurus Rohis SMK Negeri 2 Metro mengajukan pertanyaan dalam :
W/PE.1/F2.6
Keterangan koding :
W Wawancara
PE.1 Pengurus sebagai Informan ke-1 F2.6 Fokus pertanyaan penelitian ke-6
B. PEDOMAN WAWANCARA KEPADA SISWA/ANGGOTA ROHIS 1. Pada Tanggal ... Saya telah menemui Siswa Rohis SMK
Negeri 2 Metro mengajukan pertanyaan dalam : W/S.I/F3.1
Keterangan koding :
W Wawancara
S.I Siswa sebagai Informan ke-1 F3.1 Fokus pertanyaan penelitian ke-1
2. Pada Tanggal ... Saya telah menemui Pengurus Rohis SMK Negeri 2 Metro mengajukan pertanyaan dalam :
W/S.I/F3.2
Keterangan koding :
W Wawancara
S.I Siswa sebagai Informan ke-1 F3.2 Fokus pertanyaan penelitian ke-2
3. Pada Tanggal ... Saya telah menemui Siswa Rohis SMK Negeri 2 Metro mengajukan pertanyaan dalam :
W/S.I/F1.3
Keterangan koding :
W Wawancara
S.I Siswa sebagai Informan ke-1 F3.3 Fokus pertanyaan penelitian ke-3
4. Pada Tanggal ... Saya telah menemui Siswa Rohis SMK Negeri 2 Metro mengajukan pertanyaan dalam :
W/S.I/F3.4
Keterangan koding :
W Wawancara
S.I Siswa sebagai Informan ke-1 F3.4 Fokus pertanyaan penelitian ke-4
5. Pada Tanggal ... Saya telah menemui Siswa Rohis SMK Negeri 2 Metro mengajukan pertanyaan dalam :
W/S.I/F3.5
Keterangan koding :
W Wawancara
S.I Siswa sebagai Informan ke-1 F3.5 Fokus pertanyaan penelitian ke-5
6. Pada Tanggal ... Saya telah menemui Siswa Rohis SMK Negeri 2 Metro mengajukan pertanyaan dalam :
W/S.I/F3.6
Keterangan koding :
W Wawancara
S.I Siswa sebagai Informan ke-1 F3.6 Fokus pertanyaan penelitian ke-6
ALAT PENGUMPUL DATA (APD)
PERANAN PENGURUS ROHIS DALAM PENANAMAN KARAKTER SISWA DI SMK NEGERI 2 METRO
PEDOMAN OBSERVASI
NO MATERI HASIL OBSERVASI
1 Mengamati peranan pengurus Rohis yang diberikan kepada siswa Rohis SMK Negeri 2 Metro 2 Mengamati secara langsung faktor
pendukung peranan pengurus Rohis dalam penanaman karakter siswa
3 Mengamati secara langsung faktor penghambat peranan pengurus Rohis dalam penanaman karakter siswa