BAB I PENDAHULUAN
F. Kerangka Teori
2. Gerakan Pramuka
Artinya :
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah;
(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.(Q.S Ar-Rum:
30)
Berdasarkan uraian di atas, hemat penulis pendidikan karakter memiliki tujuan pokokyaitu, membentuk pribadi yang insan kamil berjiwa nasional, peduli bangsa dan negara yang berlandaskan budaya dan agama sebagai acuan utama dalam bertindak dan bertutur kata.
Sehingga Nabi Muhammad SAW. dapat dijadikan sebagai tauladan, dan pancasila sebagai ideologi dalam berbangsa dan bernegara.
Dengan demikian, generasi muda penerus bangsa yang diinginkan dapat tercipta.Sehingga kehidupan yang harmonis, damai, toleran dan sebagainya (tindakan positif) menjadi tradisi dan budaya keseharian.
Pramuka. Pendidikan Kepramukaan adalah proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia Pramuka melalui penghayatan dan pengamalan nilai-nilai Kepramukaan.30Pendidikan Kepramukaan merupakan salah satu organisasi ekstakurikuler yang diwajibkan di setiap sekolahdan merupakan organisasi yang mendukung Pendidikan Nasional bangsa Indonesia.
Menurut Lord Baden Powel pendiri pertama pendidikan Kepramukaan dan sebagai bapak pandu sedunia menyebutkan :
Kepramukaan bukanlah suatu ilmu yang harus dipelajari secara tekun, bukan pula merupakan suatu kumpulan dari ajaran-ajaran naskah buku, bukan !.Kepramukaan suatu permainan yang menyenangkan di alam terbuka, tempat orang dewasa dan anak- anak pergi bersama-sama, mengadakan pengembaraan seperti kakak beradik, membina kesehatan dan kebahagiaan, keterampilan dan kesediaan memberi pertolongan bagi yang membutuhkannya.31
Teori Powel dalam Dyah Lisayantidikatakan bahwa tolak ukur keberhasilan pendidikan formal dapat dilihat dari ketaatan peserta didik kepada Tuhan, kesehatan, kesejahteraan dan juga kehidupan masyarakat yang makmur.32 Dari gagasan di atas dapat dipahami bahwa konsep pendidikan Gerakan Pramuka selaras dengan apa yang menjadi dasar tujuan pendidikan Akhlak Islamiyaitu hubungan dengan Allah, hubungan dengan manusia dan hubugan dengan alam.
30Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010, Gerakan Pramuka, Pasal 1, ayat 1-4.
31Andri Bob Sunanrdi, Boyman Ragam Latih Pramuka, (Jakarta: Darma Utama, 2016), hlm. 3.
32 Dyah Lisayanti, “Implementasi Kegiatan Pramuka Sebagai Estrakurikuler Wajib Berdasarkan Kurikulum 2013 Dalam Upaya pembinaan Karakter”. Journal of Educational Social Studies, Vol. 3, Nomor 2, November 2014, hlm. 14.
Dari gagasan Boden Powell yang cemerlang dan menarik mengenai konsep kepanduan akhirnya menyebar ke berbagai negara termasuk Netherland atau Belanda dengan nama Padvinder. Oleh orang Belanda gagasan itu dibawa ke Indonesia dan didirikan organisasi oleh orang Belanda di Indonesia dengan nama NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging/Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda). Bangsa Indonesia mulai tertarik pada organisasi tersebut karna sifatnya yang universal dan kondisi pada saat itu memungkinkan para remaja dan pemuda membutuhkan suatu organisasi yang dapat menampung aspirasi mereka terhadap tanah airnya.
Kondisi membuat pemerintah kolonial Belanda menjadi cukup khawatir. Oleh karena itu pemerintah kolonial Belanda melarang bangsa Indonesiamengikuti kegiatan NIPV.Maka berdirilah organisasi-organisasi Kepanduan yang bercirikan nasionalisme, dan organisasi Kepanduan nasional yang pertama didirikan adalah pada tahun 1916, Javaanse Padvinders Organisatie (JPO) atas pra karsa Sultan Pangeran Mangkunegara VII di Surakarta. Pendirian JPO ini membuat para remaja dan pemuda di daerah lain tertarik mendirikan organisasi kepanduan. Yang memang pada waktu itu bisa dianggap sebagai salah satu cara perjuangan dalam usahanya mencapai kemerdekaan.
Tonggak kebangkitan bangsa Indonesia adalah berdirinya organisasi Boedi Oetomo, 20 Mei 1908. Lalu Peristiwa Sumpah Pemuda. 28 Oktober 1928 yang menjiwai Gerakan Kepanduan Nasional kita semakin bergerak maju (merupakan semangat Nasionalisme).33Kemudian Pemerintah kolonial Belanda melarang pemakaian istilah Padvinder bagi organisasi-organisasi Kepanduan bangsa Indonesia.Dalam hal ini KH. Agus Salim menggunakan istilah
"PANDU" dan "kepanduan" sebagai nama organisasinya.
Pada jaman pendudukan penjajah Jepang, organisasi- organisasiKepanduan dilarang sama sekali bahkan banyak tokoh- tokoh pandu yang ditangkap dan dipenjarakan. Kemudian setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, berdiri kembali organisasi-organisasi Kepanduan hingga mencapai jumlah lebih dari 100 organisasi, yang tergabung ke dalam 3 federasi. yaitu : IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia, 13-09-1951), POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Puteri, tahun 1954), dan PKPI (Perserikatan kepanduan Puteri Indonesia). Ketiga federasi ini kemudian bergabung menjadi satu dalamPERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia).34
Melihat kondisi diatas, akhirnyadisadari bahwa banyaknya organisasi kurang baik untuk Persatuan Bangsa, maka Pemerintah mengeluarkan KEPPRES No.238/61 Tentang Gerakan Pramuka sebagai dukungan pemerintah terhadap organisasi kepanduan di
33Andri Bob Sunanrdi, Boyman...., hlm. 37.
34Sarkonah, Panduan Pramuka Penggalang, (Bandung : Nuansa Aulia, 2012), hlm. 11
Indonesia.Keppres tersebut ditandatangani oleh Perdana Menteri RI saat itu, Ir. H. Juanda (Presiden Soekarno sedang mengadakan kunjungan kenegaraan kenegara Jepang).Di dalam Keppres ini Gerakan Pramuka oleh pemerintah ditetapkan sebagai satu-satunya badan di wilayah Indonesia yangdiperkenankan menyelenggarakan pendidikan Kepramukaan, sehingga organisasi lain yang menyerupai dan sama sifatnya dengan Gerakan Pramuka dilarang keberadaannya.35
Ketentuan dalam Anggaran Dasar Gerakan Pramuka tentang prinsip-prinsip dasar metodik dan sistem pembelajaran yang digunakan Kepramukaan yang pelaksanaannya seperti tersebut di atas ternyata banyak membawa perubahan. Tidaklah heran Gerakan Pramuka dikenal dengan kegiatan yang menyenangkan di alam terbuka yang menantang sehingga Pramuka mudah diterima oleh masyarakat Indonesia serta cepat berkembang dari kota ke desa.
Dengan adanyaUU tetangGerakan Pramuka sebagai dasar hukum penyelenggaraan kegiatannya, semakinmemperkuat posisi Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya pendidikan Kepramukaan yang diakui oleh pemerintah dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang edukatif diberbagai instansi dan mempunyai peran penting dalam pelaksanaan kegiatan Kepramukaan untuk membina karakter siswadi sekolah di berbagai jenjang,
35Andri Bob Sunanrdi, Boyman...., hlm. 39.
b. Tujuan dan Tugas Pokok Gerakan Pramuka Gerakan Pramuka
Adapun Tujuan dan Tugas Pokok Gerakan Pramukadijelaskan secara rinci dalam AD ART Gerakan Pramuk yaitu bertujuan untuk membentuk setiap Pramuka:
1) Memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, berkecakapan hidup, sehat jasmani, dan rohani;
2) Menjadi warga negara yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama- sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan.
Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan Kepramukaan bagi kaummuda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, bertanggungjawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan serta membangun dunia yang lebih baik.36
c. Fungsi Gerakan Pramuka
Gerakan Pramuka berfungsi sebagai penyelenggara pendidikan nonformal diluar sekolah dan di luar keluarga sebagai wadah pembinaan sertapengembangan kaum muda dilandasi Sistem Among, Prinsip Dasar danMetode Kepramukaan.37
Lebih jelas lagi diterangkan dalam UU Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.Fungsi Gerakan Pramuka sebagai wadah untuk mencapai tujuan Pramuka melalui:
1) Pendidikan dan pelatihan Pramuka
36. Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Anggaran Dasar Gerakan dan Anggaran Rumah Tangga, (Semarang: Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, 2013), hlm. 7.
37Ibid, hlm. 8.
2) Pengembangan Pramuka;
3) Pengabdian masyarakat dan orang tua; dan 4) Permainan yang berorientasi pada pendidikan.38 d. Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan
Prinsip Dasar Kepramukaan meliputi:
1) Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2) Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya
3) Peduli terhadap diri pribadinya; dan
4) Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka.39
Metode Kepramukaan adalah metode belajar interaktif dan progresif yang dilaksanakan melalui:
1) Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka 2) Belajar sambil melakukan
3) Kegiatan berkelompok, bekerjasama, dan berkompetisi 4) Kegiatan yang menarik dan menantang
5) Kegiatan di alam terbuka
6) Kehadiran orang dewasa yang memberikan bimbingan, dorongan, dan dukungan
7) Penghargaan berupa tanda kecakapan; dan 8) Satuan terpisah antara putra dan putri..40 e. Kode Kehormatan Pramuka
38Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010,Gerakan Pramuka, Pasal 3.
39Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Anggaran Dasar.., hlm. 9.
40Ibid.
Kode Kehormatan Pramuka merupakan janji dan komitmen diri serta ketentuan moral pramuka dalam pendidikan Kepramukaan yang terdiri dari Satya Pramuka (Janji) dan Darma Pramuka (Moral) dan merupakan kode etik anggota Gerakan Pramuka baik dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat.41
Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Ketentuan Moral disebut Dasadarma. Karena itu, Dasadarma memuat pokok-pokok moral yang harus ditanamkan kepada anggota Pramuka dan agar mereka dapat berkembang menjadi manusia berwatak Islami yang tentunya juga sesuai denganajaran-ajaran yang dibawa Rasulullah dan tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadits sehingga secara luas dapat menjadikan manusia atau warga Negara Republik Indonesia yang setia, dan sekaligus mampu menghargai dan mencintai sesama manusia dan alam ciptaan Allah SWT. Dasadarma yang berarti sepuluh tuntunan tingkah laku adalah pedoman yang dipegang oleh anggota Pramuka yang berbunyi:
1) Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2) Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia 3) Patriot yang sopan dan ksatria
4) Patuh dan suka bermusyawarah 5) Rela menolong dan tabah 6) Rajin, trampil dan gembira
41Sayyidatul Khoiridah, Kami Pramuka Penegak, (Sidoarjo : Media Mas Buana Pustaka, 2015), hlm. 10.
7) Hemat, cermat dan bersahaja 8) Disiplin, berani dan setia
9) Bertanggung jawab dan dapat dipercaya 10) Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan42
Kode kehormatan Pramuka tersebut diatas merupakan dasar pegangan utama yang harus dimiliki oleh seorang anggota Pramuka yang diperoleh melalui kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan Dasadarma Pramuka. Nilai pendidikan akhlak yang diharapkan muncul dari kode kehormatan Pramuka diantaranya: taqwa, cinta alam, patriot yang sopan dan kesatria, patuh, suka bermusyawarah, rela menolong, tabah, rajin, terampil, gembira, hemat, cermat, bersahaja, disiplin, berani, setia, bertanggung jawab, dapat dipercaya dan suci dalam fikiran, perkataan dan perbuatan
3. Gerakan Pramuka dalam Membina Karakter Sosial Religius dan