• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil&Pembahasan

3.1AssessmentKebutuhan Data dan Informasi Assessment kebutuhan data dan informasi untuk aplikasi Berlian Ibunda mempertimbangkan beberapa aspek. Aspek tersebut adalah data dan informasi yang harus dikirimkan secara cepat, permasalahan kesehatan yang membutuhkan upaya tindak lanjut dengan segera serta dapat memberikan daya ungkit terhadap program kesehatan di Kabupaten Sampang. Hasil assessment terhadap informasi yang dikirim melalui SMS Gateway adalah:

1. Informasi suspect penyakit yang membutuhkan penanganan cepat dan berpotensi menjadi wabah. Suspect penyakit yang dikumpulkan adalah Acute Flacid Paralysis (AFP), Tetanus Neonatorum (TN), campak, difteri, tuberkulosis (TB) dan diare.

2. Informasi komplikasi kebidanan pada saat kehamilan dan nifas. Informasi komplikasi kebidanan meliputi hyperemesis, keguguran, eklamsi, preeklamsi, perdarahan kehamilan, perdarahan persalinan, perdarahan nifas, partus lama, infeksi dan kasus akibat penyakit metabolik

3. Informasi persalinan ibu 4. Informasi kematian ibu

5. Informasi komplikasi pada bayi yang meliputi asfiksia, trauma lahir, infeksi, kelainan kongenital, hipotermi, prematur dan berat badan lahir rendah (BBLR)

6. Informasi kematian bayi

7. Informasistatus giziburukdankurang

8. Informasi KIPI Serius. Informasijenis KIPI serius yang dilaporkanmeliputi bengkak pada lokasi penyuntikan, pendarahan pada lokasi penyuntikan, gatal, bengkak pada bibir/kelopak mata/kemaluan, bentol disertai gatal, muntah, diare, pingsan (sinkop), kejang, sesak nafas, demam tinggi (>39ºC) lebih dari satu hari, pembesaran kelenjar aksila, kelemahan/kelumpuhan otot pada lengan/tungkai, kesadaran menurun dan menangis menjerit terus menerus > 3 jam.

FORUM INFORMATIKA KESEHATAN INDONESIA 2015

31

Hasil assessment telah menetapkan delapan kebutuhan data dan informasi yang sekaligus menjadi delapan informasi yang dilaporkan melalui pesan SMS. Kedelapan data dan informasi tersebut terkait dengan lintas program di jajaran dinas kesehatan. Program yang dapat berperan dalam aplikasi ini adalah program surveilans, penyakit menular, KIA, gizi dan imunisasi.

Penerapan aplikasi Berlian Ibunda yang melibatkan lintas program membutuhkan komitmen dan dukungan penentu kebijakan di Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang. Pimpinan organisasi bertanggung jawab dalam perencanaan dan mengatur pengembangan sistem informasi yang efektif sebagai bentuk pelayanan terhadap organisasi yang dipimpinnya (Glandon, 2008).

Dinas kesehatan membentuk Tim Teknis Berlian Ibunda sebagai koordinator implementasi aplikasi Berlian Ibunda di Kabupaten Sampang. Tim Teknis Berlian Ibunda beranggotakan perwakilan staf dari bidang program yang berperan dalam aplikasi Berlian Ibunda yaitu Pemberantasan Penyakit (P2) dan Kesehatan Keluarga (Kesga).

3.2 Desain Sistem

Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang belum memiliki sistem informasi kesehatan yang dapat menjadi acuan dan rujukan pengembangan aplikasi Berlian Ibunda berikut basisdatanya. Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang juga belum memiliki standarisasi untuk kode data sasaran dan data kesehatan yang digunakan. Pengembangan aplikasi Berlian Ibunda diharapkan juga melakukan penataan dan standarisasi terhadap pencatatan dan pelaporan di Kabupaten Sampang. Pengembangan sistem juga mempertimbangkan interoperability sistem yang bersifat lintas program (Glandon, 2008).

Gambar 1. Data Flow Diagram (DFD) aplikasi SMS Berlian Ibunda Kabupaten Sampang AplikasiBerlian Ibundaterdiri dari 2 aplikasi yaitu aplikasi SMS Gateway dan aplikasi basisdata.

Alur data dan informasi SMS Gateway dan basisdata Berlian Ibundadigambarkan melalui diagram alur data atau Data Flow Diagram (DFD) yang disajikan pada gambar 1.

Entitas sistem adalah bidan dan perawat yang memberikan input berupa SMS berisi delapan informasi kesehatan yang ditemui di lapangan.

Aplikasi SMS Gateway berfungsi untuk menjalankan mekanisme mengirim (send), membalas (reply) dan meneruskan (forward) SMS.

Contoh jenis pesan yang dilaporkan melalui SMS GatewayBerlian Ibunda berikut pesan balasannya disajikan pada gambar 2.

Gambar 2. Contoh informasi yang dikirim melalui SMS Gateway Berlian Ibunda berikut

pesan balasan danpesan yang diteruskan

FORUM INFORMATIKA KESEHATAN INDONESIA 2015

32

Setiap pesan yang dikirimkan melalui aplikasi SMS Gateway Berlian Ibunda akan mendapatan pesan balasan secara otomatis berupa SMS yang berisi rekomendasi pertolongan pertama terhadap masalah kesehatan yang terjadi. Aplikasi SMS Gateway Berlian Ibunda meneruskan SMS yang dikirim oleh bidan dan perawat secara otomatis kepada institusi terkait yaitu puskesmas, dinas kesehatan, rumah sakit dan Tim Berlian Ibunda Kecamatan. Jika ditemui komplikasi atau permasalahan kesehatan yang tidak bisa ditangani oleh bidan dan perawat di puskesmas, diharapkan rumah sakit dan dinas kesehatan dengan segera dapat memberikan respon.Respon dilakukan berdasarkanStandartProseduroperasional (SPO) penanganansetiap kasus. Jika ditemui kasus rujukan yang menolak dirujuk (terkait pembiayaan, geografis dan budaya), maka dilakukan koordinasi dengan Tim Berlian Ibunda Kecamatan untuk melakukan kunjungan lapangan. Peran Tim Teknis Berlian Ibunda sangat strategis dalam melakukan koordinasi dan komunikasi data antar institusi terkait tersebut.

Pesan SMS yang dikirimkan melalui aplikasi SMS Gateway Berlian Ibunda secara otomatis akan masuk pada aplikasi basisdata Berlian Ibunda yang diletakkan pada server. Aplikasi basisdata dapat diakses pada alamat:

http://s.unair.ac.id/berlianibundasampang.

Tampilan interface aplikasi disajikan pada gambar 3.

Gambar 3. Tampilan interface aplikasi basisdata Berlian Ibunda

Penggunaan aplikasi Berlian Ibunda bukan untuk umum, namun terbatas pada pihak yang berkepentingan. Akses untuk penggunaan aplikasi diawali dengan mendaftarkan nama dan nomor HP kepada administrator aplikasi. Akses pemakaian basisdata terbagi menjadi beberapa tingkatan dengan tingkat akses yang berbeda. Perbedaan level akses terhadap data bertujuan untuk menjaga keamanan data dan mempermudah dalam pengelolaan data terutama dalam editing data.

Level akses basisdata meliputi administrator, bidan, perawat, kepala puskesmas, dinas kesehatan dan rumah sakit. Administrator memiliki kewenangan

terbesar, yaitu melihat semua data, edit semua data dan menambah serta edit akun. Level bidan dan perawat dapat melakukan pemasukan dan perubahan data serta membuat laporan. Kepala puskesmas, dinas kesehatan dan rumah sakit dapat melihat dan mengolah data serta membuat laporan.

Basisdata pada aplikasi ini dikembangkan berdasarkan tiga sasaran aplikasi yaitu ibu, bayi dan masyarakat umum. Struktur basisdata Berlian Ibunda untuk ibu dan bayi berdasarkan pada format kohort ibu dan kohort bayi. Aplikasi basisdata ini berfungsi untuk mengelola data dan informasi dari SMS yang masuk maupun data yang diinput oleh bidan dan perawat melalui aplikasi secara online.

Pengelolaan data yang dapat dilakukan meliputi pembuatan dan validasi nomor identitas, integrasi data SMS dengan basisdata, analisis data dan pembuatan laporan SMS Berlian Ibunda. Aplikasi basisdata juga digunakan untuk menyimpan data dasar seperti nomor identitas dan nama sasaran serta data atribut lainnya. Pengelolaan data dilakukan oleh bidan dan perawat di desa atau petugas yang ditunjuk.

Aplikasi Berlian Ibunda menerapkan standarisasi pada kode suspect penyakit dan kode sasaran. Standarisasi kode untuk suspect penyakit pada aplikasi ini menggunakan ICD 10 (WHO, 2010). Standarisasi kode sasaran diberlakukan untuk ibu dan bayi. Penerapan variabel kunci atau key field dalam basis data membuat data menjadi unik dan berbeda antar satu individu dengan individu yang lain. Kode ibu dan bayi sekaligus sebagai variabel kunci yang digunakan untuk relasi antar data (Powell, 2006). Penerapan variabel kunci yang unik pada setiap individu berfungsi untuk mengurangi duplikasi data, terutama data ibu dan bayi. Standarisasi kode sasaran dan suspect penyakit disajikan pada gambar 4.

Gambar 4. Standarisasi kode sasaran (ibu dan bayi) dan suspect penyakit

Kode ibu dan bayi pada aplikasi ini tidak hanya digunakan untuk pencatatan dan pelaporan kesehatan ibu dan bayi saja tapi juga untuk suspect penyakit potensial wabah. Penggunaan kode ibu dan bayi secara bersama dilakukan sebagai upaya integrasi program kesehatan ibu dan anak dengan program pengendalian penyakit menular.Upaya integrasi program dikembangkan dengan menghubungkan basisdata dari dua atau lebih program yang berbeda (Langer, 2008).

FORUM INFORMATIKA KESEHATAN INDONESIA 2015

33

Integrasi yang dibangun memungkinkan untuk program terkait melalakukan akses terhadap data, bertukar informasi dan menggunakannya.Jenis integrasi yang digunakan oleh aplikasi Berlian Ibunda adalah integrasi data dan integrasi akses.

Integrasi data pada aplikasi ini meminimalkan duplikasi data yang ada pada program kesehatan ibu dan anak serta pengendalian penyakit menular (Winter, 2011).

Aplikasi SMS Berlian Ibunda memiliki fasilitas untuk pengolahan data. Fasilitas pengolahan data yang dimiliki adalah penghitungan prevalensi dan persentase untuk menghasilkan indikator kesehatan, terutama indikator kesehatan ibu dan anak berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 97 tahun 2014. Sumber data untuk penghitungan ini berasal dari data SMS yang masuk dan data yang diinputkan ke dalam aplikasi basisdata secara online. Jenis pengolahan data yang dapat dilakukan meliputi:

1. Prevalensi kasus penyakit potensial wabah (AFP, TN, campak, difteri, TB dan diare) 2. Persentase K1 Akses

3. Persentase komplikasi kebidanan

4. Persentase persalinan oleh tenaga kesehatan dan dukun

5. Persentase kematian ibu 6. Persentase KN 1

7. Persentase komplikasi bayi

8. Persentase gizi kurang dan buruk pada bayi 9. Jumlah kematian neonatal

10. Persentase kematian bayi

Aplikasi Berlian Ibunda memiliki fasilitas untuk mencetak lamporan. Tampilan laporan aplikasi ini disajikan pada gambar 5.

Gambar 5. Fasilitas pembuatan laporan pada aplikasi SMS Berlian Ibunda

Laporan yang dihasilkan meliputi laporan masalah kesehatan serta status kesehatan ibu dan bayi. Sumber data laporan berasal dari SMS yang masuk dan data yang dimasukkan ke dalam aplikasi basisdata. Gambar 5 menunjukkan contoh laporan pada kunjungan ibu hamil. Laporan yang dihasilkan dapat di cetak dalam format MS Excel.

4. Kesimpulan

1. Aplikasi Berlian Ibunda mengirimkan serta mengelola data dan informasi yang

membutuhkan penanganan secara cepat dan memiliki daya ungkit strategis bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang yaitu penyakit potensial wabah serta kesehatan ibu dan anak.

2. Aplikasi Berlian Ibunda terdiri dari aplikasi SMS Gateway dan basisdata. Aplikasi SMS Gateway Berlian Ibunda mampu mengirim pesan kesehatan serta membalas dan meneruskan pesan secara otomatis kepada institusi terkait. Basisdata Berlian Ibunda menggunakan format kohort ibu dan bayi sebagai dasar pengembangan. Standarisasi yang digunakan adalah ICD 10 untuk penyakit serta kode ibu dan bayi. Informasi yang dihasilkan berupa indikator kesehatan ibu dan anak.

3. Integrasi data dilakukanmelalui penggunaan kode ibu dan anak secara bersama oleh program kesehatan keluarga dan pengendalian penyakit menular. Jenis integrasi adalah integrasi data dan akses yang memungkinkan program terkait mengakses data dan menggunakan informasi secara bersama.