• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen kesiswaan di SMK Negeri 2 Palembang meliputi enam komponen yaitu: 1). Perencanaan ke- siswaan, meliputi kegiatan: (a). Melaku- kan analisis kebutuhan siswa seperti pe- nentuan jumlah siswa yang akan diteri- ma didasarkan pada jumlah kelas, siswa yang lulus, jumlah tenaga pendidik, dan jumlah fasilitas (alat praktek), (b). Me- nyusun program kegiatan siswa baik yang bersifat kokurikuler maupun ek- strakurikuler, 2). Penerimaan siswa ba- ru, meliputi kegiatan: (a). Membuat ke- bijakan penerimaan siswa baru, yakni membuat aturan mengenai jumlah siswa yang dapat diterima di suatu sekolah ser- ta sistem pendaftaran dan seleksi atau penyaringan yang akan dilakukan, (b).

Rekrutmen siswa melalui sistem online dengan dua jalur, yakni jalur Penelusu- ran Minat dan Prestasi Akademik (PMPA) dan jalur reguler, yang diperun- tukkan bagi masyarakat umum dengan syarat memiliki nilai plus dari bakat atau keterampilan lain dalam bidang akade- mik maupun non akademik, (c). Menen- tukan kriteria bagi siswa baru yakni kri- teria berdasarkan peraturan Diknas kota

Palembang dan kriteria sekolah, (d). Pro- sedur penerimaan siswa baru yakni me- lakukan pendaftaran dengan sistem onli- nekemudian datang untuk melakukan pemberkasan serta mengikuti rangkaian tes diantaranya tes kemampuan baca al- quran, tes bebas narkoba, tes fisik dan tes buta warna dan terakhir melakukan tes tulis secara serentak dengan waktu yang sudah ditentukan, serta (e). Kegia- tan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) yang bertujuan mensosialisasikan struktur organisasi sekolah, sosialisasi struktur kesiswaan, sosialisasi lingkun- gan sekolah, sosialisasi di bengkel- bengkel, dan outbound. 3). Pengelom- pokan siswa, terdiri dari: pengelompo- kan berdasarkan peminatan dan spesiali- sasi serta berdasarkan bakat untuk pen- gelompokan pada kegiatan ekskul, 4).

Pembinaan siswa meliputi kegiatan: (a).

pembinaan disiplin melalui program smiling day, sistem pengendalian keter- tiban yang dikelola dengan baik, ketela- danan, moving class, dan menerapkan sangsi pada setiap pelanggaran tata ter- tib, (b). Pembinaan kegiatan akademik yakni yang ditujukan untuk memfasilita- si perkembangan peserta didik melalui penyelenggaraan program bimbingan, pembelajaran, dan atau pelatihan serta dilakukan melalui pengaturan jam bela-

jar efektif dan menyiapkankegiatanpen- dukung, 5). Kegiatan ekstrakurikuler, ini terdiri atas 15 macam kegiatan dan siswa diberi kebebasan untuk memilih jenis kegiatan sesuai dengan minat dan kecenderungannya, serta 6). Kelulusan dan alumni meliputi kegiatan: (a). Me- nentukan standar kelulusan berdasarkan standar Diknas dan standar sekolah, (b).

Melakukan upaya persiapan kelulusan seperti memberikan jam tambahan dan kegiatan spiritual (shalat hajat dan doa bersama), (c). Melakukan penelusuran alumni melalui data dari alumni yang melakukan legalisir.

Selanjutnya, hal yang menjadi karakteristik manajemen kesiswaan pada SMK Negeri 2 Palembang adalah ma- najemen kesiswaan tidak bermaksud un- tuk mengendalikan prilaku siswa, tetapi diarahkan bagaimana meningkatkan ke- sadaran siswa untuk mengontrol prila- kunya dengan menggunakan strategi da- lam pembinaan siswa yakni ―dipaksa, terpaksa, dan terbiasa‖.Namun, dari hasil penelitian ini ada beberapa hal yang menjadi kelemahan pada pelaksanaan manajemen kesiswaan SMK Negeri 2 Palembang, diantaranya: 1). Sistem penerimaan calon siswa walaupun secara sistem sudah menggunakan pendaftaran online, namun pada saat pemberkasan

terjadi penumpukan pendaftar pada hari tertentu sehingga membuat kewalahan panitia PPDB, 2). Penerapan disiplin kadang terbentur pada adanya intervensi

―pihak eksternal‖ yang kemudian

―mementahkan‖ aturan yang sudah berlaku, sehingga kondisi ini menjadi celah bagi pelanggaran lain. Selanjutnya, dalam pembinaan disiplin siswa, punishment yang diterapkan terlihat namun rewardnya tidak demikian.

Artinya sangsi bagi pelanggaran disiplin jelas ada, namun penghargaan bagi siswa yang memiliki record prilaku baik tidak ada, 3). Sulitnya melacak distribusi lulusan karena masih menggunakan sistem manual dengan cara mendata dari alumni yang melakukan legalisasi ijazah.

Selain itu alumni kurang aktif menyampaikan informasi dan pihak pemakai yakni Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) kurang berpartisipasi memberikan informasi.

Berdasarkan hasil pada penelitian ini dapat peneliti kemukakan secara komprehensif bahwa secara empiris manajemen kesiswaan pada SMK Negeri 2 Palembang bertujuan untuk mengatur berbagai kegiatan dalam bidang kesiswaan agar kegiatan pembelajaran di sekolah dapat berjalan lancar, tertib, teratur serta dapat mencapai tujuan

pendidikan sekolah. Hal di atas sangat beralasan mengingat SMK Negeri 2 Pa- lembang secara kuantitas memiliki jum- lah siswa yang besar bahkan terbesar dari seluruh sekolah kejuruan seSumate- ra Selatan. Sementara itu dilihat dari je- nis kelamin, SMK Negeri 2 Palembang memiliki persentase siswa laki-laki (90%) jauh lebih besar dari jumlah siswa perempuan (10%). Bila mencermati hasil penelitian Jannah diketahui bahwa siswi cenderung memiliki tingkat kedisiplinan dan kualitas karakter pribadi yang lebih tinggi dari pada siswa, karena secara psikologis anak perempuan memiliki tingkat emosional yang lebih matang di- banding anak laki-laki.141 Hal ini juga diperkuat dengan pendapat Kamari bah- wa perempuan mengalami proses pen- dewasaan otak atau lebih cepat matang 10 tahun dibanding laki-laki. Dengan proses kematangan yang lebih cepat, siswi memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk melakukan perbuatan- perbuatan yang melanggar peraturan, sehingga memiliki tingkat kedisiplinan yang lebih tinggi dibanding wa.142Atinya, siswa pada SMK Negeri 2

141 Miftahul Jannah, Perbedaan Tingkat Kedisiplinan dan Karakter Pribadi Siswa Akse- lerasi dan Non Akselerasi di MTSn 3 Malang, Jurnal MBS, 2015.

142 Kun Kamari, Ini Fakta Kenapa Wa- nita Lebih Cepat Dewasa, (online),

Palembang memiliki potensi yang besar untuk terjadi kasus pelanggaran. Atas dasar ini, SMK Negeri 2 Palembang me- lalui unit manajemen kesiswaan serta peran BK sekolah memberikan perhatian lebih pada pembinaan siswa secara te- rencana, teratur, dan termonitor dengan menerapkan strategi ―dipaksa, terpaksa dan terbiasa‖. Karena itu pembinaan siswa dalam implementasinya menda- patkan perhatian yang serius oleh selu- ruh warga sekolah, khususnya oleh kepa- la sekolah sebagai decision maker serta top management pada lembaga pendidi- kan.

Keunggulanyang paling menon- jol dari program kerja manajemen ke- siswaan pada SMK Negeri 2 Palembang ini terletak pada kegiatan ekstrakuriku- ler. Hal tersebut merupakan kegiatan siswa sebagai kelebihan SMK Negeri 2 Palembang dari sekolah kejuruan lainnya.

Peneliti beralasan karena sering kali bahkan ―langganan‖ SMK Negeri 2 Pa- lembang selalu memperoleh kejuaraan dalam berbagai event perlombaan baik pada tingkat lokal, provinsi, nasional, maupun internasional. Selain itu juga, kegiatan ekskul merupakan media utama dalam melakukan pembinaan siswa. Ar- tinya, dalam pengelolaannya, pembinaan

(http://www.astaga.com/ini-fakta-kenapa-wanita- lebih-cepat-dewasa/), diakses 13 Januari 2015

siswa diintegrasikan ke dalam kegiatan ekskul.

Selanjutnya, dari penelitian ini ada beberapa pola pelaksanaan yang da- pat peneliti rumuskan sebagai strategi yang ditempuh manajemen kesiswaan pada SMK Negeri 2 Palembang ke da- lam program kegiatan siswa khususnya melalui kegiatan ekstrakurikuler untuk membentuk karakter siswa sebagai mutu pada prestasi non akademik. Pertama, adalah strategi dalam bentuk intervensi, campur tangan yang dilakukan pem- bimbing ekstrakurikuler terhadap siswa.

Intervensi tertuang dalam bentuk pembe- rian pengarahan dan petun- juk.Pemberlakuan aturan dengan adanya intervensi, diharapkan nilai-nilai karak- ter yang dimaksud dapat terpatri dalam diri siswa.Kedua, adalah pemberian ke- teladanan. Pembimbing siswa merupa- kan model bagi siswa itu sendiri, sebagai acuan bagaimana cara berkelakuan dan bertindak. Secara sederhana, strategi ini menuntut pembimbing kegiatan ekstra- kurikuler bertindak baik jika ingin sis- wanya baik pula. Ketiga, adalah habituisi, strategi pembiasaan yang memang se- ringkali dijadikan acuan oleh para pem- bimbing atau guru. Ungkapan-ungkapan seperti ―Hati-hati dengan kata-katamu, karena itu akan menjadi kebiasaanmu.

Hati-hati dengan kebiasaanmu, karena itu akan menjadi karaktermu‖. Selanjut- nya yang keempat, adalah pendampingan, yang menuntut para pembimbing kegia- tan ekstrakurikuler memiliki pengeta- huan dan penguasaan materi yang me- nyeluruh terhadap materi. Hal tersebut penting karena pembimbing yang kom- peten akan membawa kegiatan ke arah yang benar dan efektif. Terakhir kelima, adalah penguatan, yang berupa pembe- rian arahan dalam perspektif psikologis siswa. Secara umum kita dapat melihat bahwa pola pelaksanaan kegiatan ekstra- kurikuler yang dirancang terkait erat dengan proses pembelajaran siswa. Ka- rena itu dapat dikatakan, proses kegiatan ekstrakurikuler menjadi kekuatan atau sumber utama dalam penanaman nilai- nilai karakter.

G. Simpulan dan Saran