• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR (Halaman 82-104)

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

kemandirian ekonomi (pemberdayaan) dalam diri mustahik. Hal ini dilakukan karena mustahik yang bersangkutan tidak mungkin lagi mandiri, yang dalam aplikasinya dapat meliputi orang tua yang sudah jompo, orang cacat, pengungsi yang terlantaratau korban bencana alam.

2) Pemberdayaan (produktif)

Pemberdayaan adalah penyaluran zakat secara produktif, yang diharapkanakan terjadinya kemandirian ekonomi mustahik. Pada pemberdayaan ini disertai dengan pembinaan atau pendampingan atas usaha yang dilakukan.Islam tidak sekedar mengatur secara rinci mengenai aturan pengumpulan maupun pendistribusian zakat dan tidak pula pembayaran zakat sekedar menolong fakir miskin untuk memenuhi kebutuhannya, lebih dari itu tujuan utamanya adalah agar manusia lebih tinggi nilainya dari pada harta sehingga ia menjadi tuannya harta bukan budaknya harta.

menyebarkan kuesioner dalam bentuk google form, namun karena responden yang mengisi kuesioner sebanyak 67 orang maka peneliti menggunakan jumlah sampel 67 orang.Hal ini dapat disajikan interprestasi hasil penelitian yang diawali dengan identitas responden sebagai berikut : a. Identitas Responden Menurut Jenis Kelamin

Dimana identitas responden berdasarkan jenis kelamin dalam penelitian ini terdiri atas pria dan wanita. Untuk lebih jelasnya demografi responden menurut jenis kelamin dapat disajikan melalui tabel berikut ini :

Tabel 4.1 Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

NO JENIS KELAMIN JUMLAH ORANG PERSENTASE

1 Laki-laki 37 55%

2 Perempuan 30 45%

Total 67 100%

Sumber: Data diolah, 2021

Tabel di atas menunjukkan bahwa dari 67 orang responden yang diteliti, terlihat bahwa mayoritas donatur yakni sebanyak 37 orang laki- laki dengan persentase 55%, sedangkan sisanya adalah perempuan dengan jumlah sebanyak 30 orang atau persentase 45%.

b. Identitas Responden Berdasarkan Lama Menjadi Donatur

Berikut ini adalah adalah identitas responden berdasarkan berapa lama menjadi donatur di LAZISMU Kota Makassar, untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam table berikut ini:

Tabel 4.2 Jumlah Responden Berdasarkan Lama Menjadi Donatur

NO LAMA BERDONASI JAWABAN RESPONDEN

ORANG %

1 0 - 1 TAHUN 50 75%

2 2 - 3 TAHUN 14 21%

3 4 - 5 TAHUN 2 3%

4 LEBIH DARI 5 TAHUN 1 1%

TOTAL 67 100%

Sumber: Data diolah, 2021

Dalam table diatas tergambarkan bahwa dari semua total responden yang berjumlah 67 orang, maka ada 50 orang yang berdonasi di LAZISMU Kota Makassar atau persentase 75% selama 0- 1 tahun, dan ada 14 orang atau persentase 21% yang berdonasi selama 2-3 tahun serta ada 2 orang atau 3% yang berdonasi selama 4- 5 tahun dan 1 orang atau 1% yang berdonasi lebih dari 5 tahun di LAZISMU Kota Makassar.

c. Identitas Responden Menurut Umur

Umur responden dapat menggambarkan tingkat pengalaman dan kedewasaan pola pikir dari responden dalam menjalankan aktivitas kerja sehari-hari. Untuk lebih jelasnya akan disajikan identitas responden menurut umur yang dapat disajikan melalui tabel berikut ini:

Tabel 4.3 Jumlah Responden Berdasarkan Umur

NO UMUR JAWABAN RESPONDEN

ORANG %

1 Di bawah 20 tahun 2 3%

2 20 – 30 tahun 38 57%

3 30 – 40 tahun 17 25%

4 40 – 50 tahun 7 10%

5 Lebih dari 50 tahun 3 4%

TOTAL 67 100%

Sumber: Data diolah, 2021

Berdasarkan table diatas menunjukkan mayoritas responden atau donatur yang berdonasi adalah sekitar umur 20 – 30 tahun atau

sekisaran 57% dan responden yang memiliki jumlah minoritas adalah berkisar di umur dibawah 20 tahun, yang berjumlah 2 orang atau persentase 3%.

d. Identitas Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Tingkat pendidikan terakhir adalah jenjang pendidikan yang dimiliki oleh responden dalam penelitian ini dengan latar belakang pendidikan yang bervariasi. Untuk lebih jelasnya pengidentifikasian responden berdasarkan tingkat pendidikan terakhir dapat disajikan pada tabel berikut

ini :

Tabel 4.4 Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Responden

NO TINGKAT PENDIDIKAN TERAKHR

JAWABAN RESPONDEN

ORANG %

1 SD/Sederajat 0 0%

2 SMP/Sederajat 0 0%

3 SMA/Sederajat 5 7%

4 Diploma (D1, D2, D3) 4 6%

5 S1 41 61%

6 S2 14 21%

7 S3 3 4%

TOTAL 67 100%

Sumber: Data diolah, 2021

Berdasarkan data tersebut di atas, terlihat bahwa donatur yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah dari lulusan S1 sebanyak 41 orang dengan persentase 61%, sedangkan yang terendah adalah donatur yang memiliki tingkat pendidikan terakhir S3 yakni sebanyak 3 orang dengan persentase 4%.

e. Identitas Responden Menurut Pekerjaan

Berikut ini adalah identitas responden berdasarkan pekerjaan

yang dimiliki setiap donatur yang berdonasi di LAZISMU Kota Makassar, untuk lebih jelasnya kita bias melihatnya dalam table berikut ini:

Tabel 4.5 Jumlah Responden Berdasarkan Pekerjaan

NO PEKERJAAN JAWABAN RESPONDEN

ORANG %

1 PNS/BUMD/BUMN 13 19%

2 TNI/POLRI 0 0%

3 PegawaiSwasta 18 27%

4 Wiraswasta 19 28%

5 Mahasiswa/Pelajar 11 16%

6 Petani/Buruh 0 0%

7 Lainnya 6 9%

TOTAL 67 100%

Sumber: Data diolah, 2021

Dalam data diatas menunjukkan bahwa donatur yang menjadi responden penelitian ini mayoritas adalah sebagai wiraswasta dengan jumlah 19 orang dengan persentase 28%, dan donatur yang memiliki jenis pekerjaan lainnya ada sebanyak 6 orang atau dengan persentase 9%.

2. Analisis Variabel Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 67 orang responden melalui penyebaran kuesioner, maka untuk mendapatkan kecenderungan jawaban responden terhadap jawaban masing-masing variabel akan didasarkan pada rentang skor jawaban sebagaimana terlihat pada hasil tanggapan responden mengenai pengaruh implementasi Islamic corporate governance terhadap loyalitas donatur di LAZISMU Kota Makassar.

Penentuan kelas atas pernyataan responden terhadap variabel penelitian adalah sebagai berikut:

Nilai terendah = 1x1 = 1 Nilai tertinggi = 1x5 = 5 Interval kelas = (5-1)/5 = 0,8

Sehingga sebaran kelasnya menjadi:

4,21 - 5,00 = Sangat tinggi 3,41 - 4,20 = Tinggi

2,61 - 3,40 = Cukup tinggi 1,81 - 2,60 = Rendah 1,00 - 1,80 = Sangat rendah

Namun sebelum membahas lebih jauh mengenai deskripsi tanggapan responden atas variabel penelitian, maka terlebih dahulu akan disajikan kriteria analisis deskripsi, melalui tabel berikut ini :

Tabel 4.6 Kriteria Analisis Deskripsi Jawaban Responden Tingkatan Skor 1-5 Kriteria Tingkatan Skor 1-

5

1 Sangat Tidak Setuju

2 Tidak Setuju

3 Ragu-ragu

4 Setuju

5 Sangat Setuju

Sumber: Data diolah, 2021

Berdasarkan tabel kriteria analisis deskripsi maka adapun jawaban masing-masing variabel akan didasarkan pada rentang skor jawaban sebagaimana terlihat pada uraian berikut ini.

a. Uji Statistik Deskriptif

1) Persepsi Responden Mengenai Prinsip Shiddiq

Prinsip Shiddiq adalah Kejujuran yang merupakan salah satu pilar utama dalam corporate governance secara Islam, dimana dalam prinsip ini menujukkan apakah tata kelola itu sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku atau belum. Oleh karena itu untuk mengetahui persepsi responden mengenai prinsip shiddiq di LAZISMU Kota Makassar maka dapat dilihat melalui tabel berikut ini :

Tabel 4.7 Persepsi Responden Mengenai Prinsip Shiddiq

NO. PERNYATAAN

Tanggapan Responden

Rata- rata Sang

at Tidak Setuj

u (1)

Tida k Setu

ju (2)

Ragu -ragu

(3)

Setu ju (4)

San gat Setu ju (5)

1

Saya percaya tata kelola LAZISMU Kota

Makassar sudah benar sesuai dengan prinsip-prinsip syariah

1 30 30 6

4.2239

2

Pelayanan yang diberikan LAZISMU Kota Makassar sudah sesuai dengan prinsip-

prinsip syariah

1 30 28 8

4.3284

3

Saya memperoleh informasi yangsaya

butuhkan dari LAZISMU Kota Makassar secara

benar

1 27 32 7

4.3284

4

Kebijakan yang diambil LAZISMU

Kota Makassar konsisten dan sesuai

dengan ketentuan yang berlaku

1 29 33 5

4.2388

5

LAZISMU Kota Makassar bersikap

objektif dalam pengambilan

keputusan

1 37 26 4

4.2090

Total Rata-rata 4.27 Sumber: Data diolah, 2021

Table diatas yakni tanggapan responden mengenai variabel prinsip shiddiq dengan nilai rata-rata sebesar 4,27, ini menandakan bahwa persepsi responden terhadap prinsip shiddiq di LAZISMU Kota Makassar itu cukup yakin bahwa penerapan prinsip shiddiq dalam Islamic Corporate Governance akan mempengaruhi loyalitas donatur.

2) Persepsi Responden Mengenai Prinsip Fathanah

Prinsip fathanah artinya adalah cerdas, dimana setiap sumber daya manusia di LAZISMU haruslah mempunyai kemampuan atau kecerdasan yang dimaksud meliputi kecerdasan intelektual dan spiritual, agar dapat mengolah dan mengatur dengan bijak. Berikut ini adalah tabel yang dapat menggambarkan persepsi responden dalam prinsip fathanah.

Tabel 4.8 Persepsi Responden Mengenai Prinsip Fathanah

NO. PERNYATAAN

Tanggapan Responden

Rata- rata Sang

at Tidak Setuj

u (1)

Tida k Setu

ju (2)

Ra gu- rag u (3)

Set uju

(4) San

gat Setu ju (5)

1

Saya percaya LAZISMU Kota Makassar melakukan semua kegiatan usahan ya secara jujur dan adil

1 1 28 31 6

4.3333

2

Saya percaya LAZISMU Kota Makassar bertanggungjawab pada

layanan yang diberikan kepada donatur sebagai

wujud

tanggungjawabannya kepada Allah SWT

1 22 34 10

4.4478

3

Dalam proses perumusan kebijakan

LAZISMU Kota Makassar berdasar pada Al- Quran dan

hadits

1 20 35 11

4.5224

4

LAZISMU Kota Makassar menghindari transaksi-transaksi yang tidak jelas atau meragu-

ragukan.

1 2 28 33 5

4.2985

Total Rata-rata 4.40

Sumber: Data diolah, 2021

Berdasarkan pada table diatas menunjukkan prinsip fathanah dengan total rata-rata 4,40. Dimana ini menunjukkan persepsi responden mengenai prinsip fathanah di LAZISMU Kota Makassar sangat yakin bahwa penerapan prinsip fathanah dalam Islamic Corporate Governance akan mempengaruhi loyalitas donatur.

3) Persepsi Responden Mengenai Prinsip Amanah

Berikut ini adalah tanggapan responden mengenai prinsip amanah. Prinsip amanah adalah bertanggung jawab dimana kepercayaan dari donatur harus dijaga dengan baik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table berikut ini.

Tabel 4.9 Persepsi Responden Mengenai Prinsip Amanah

NO. PERNYATAAN

Tanggapan Responden

Rata- rata Sang

at Tidak

Setuj u (1)

Tid ak Set uju

(2) Ra gu- rag u (3)

Set uju

(4)

San gat Setu ju (5)

1

LAZISMU Kota Makassar menjalankan

amanah yang dipercayakan oleh

donatur

1 24 35 8

4.3284

2

Saya percaya LAZISMU Kota Makassar melakukan

pengelolaan zakat, infaq dan sedekah secara amanah

1 1 20 39 8

4.3433

3

LAZISMU Kota Makassar memperlakukan saya

secara adil dalam memenuhi hak- hak

saya

1 25 38 4

4.2388

4

LAZISMU Kota Makassar melindungi

kepentingan saya sebagai donatur

1 28 36 3

4.1791

5

LAZISMU Kota Makassar memberikan

kesempatan kepada saya untuk memberikan masukan

ataupun kritikan (keluhan)

1 1 28 36 1

4.2388

6

Keluhan saya ditindaklanjuti oleh

LAZISMU Kota Makassar

3 2 34 28 1

4.0299

Total Rata-rata 4.23

Sumber: Data diolah, 2021

Tabel diatas menjelaskan bagaimana persepsi responden terhadap prinsip amanah di LAZISMU Kota Makassar, dengan jumlah total rata-rata 4,23 yang menunjukkan hasil yang cukup bagus, dimana ini menandakan persepsi responden cukup yakin bahwa prinsip amanah dalam Islamic Corporate Governance akan mempengaruhi loyalitas donatur.

4) Persepsi Responden Mengenai Prinsip Tabligh

Dalam konsep Corporate Governance modern Tabligh ini sejalan dengan prinsip transparansi dan responsibilitas dimana dalam kegiatan bisnis perusahaan harus terbuka dalam

menyampaikan informasi kepada stakeholder, sehingga pengungkapan informasi dan tata kelola yang baik menjadi sangat penting. Pengungkapan ini bertujuan agar semua pihak yang terkait dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan terjadi dan yang telah terjadi dalam organisasi. Untuk lebih jelasnya persepsi responden terhadap prinsip amanah dapat dilihat pada table berikut ini.

Tabel 4.10 Persepsi Responden Mengenai Prinsip Tabligh

NO. PERNYATAAN

Tanggapan Responden

Rata- rata San

gat Tida k Setu

ju (1)

Tid ak Set uju

(2)

Rag u- ragu

(3)

Setu ju (4)

San gat Setu ju (5)

1

LAZISMU Kota Makassar menyampaikan prinsip-prinsip syariah

yang digunakannya secara jelas kepada

donatur

2 30 28 7

4.3134

2

Saya memperoleh penjelasan dari LAZISMU Kota Makassar sebelum

bertransaksi

2 27 27 9

4.3134

3

Setiap kebijakan yang diambil oleh

LAZISMU Kota Makassar dikomunikasikan dengan baik kepada saya sebagai donatur

5 27 25 10

4.3485

4

Saya percaya LAZISMU Kota Makassar cukup

terbuka terkait informasi-informasi

yang seharusnya

2 30 30 5

4.2388

diketahui oleh donaturnya

Total Rata-rata 4.30

Sumber: Data diolah, 2021

Pada Tabel diatas menunjukkan persepsi responden berada pada jumlah rata-rata 4,30 yang menunjukkan bahwa responden cukup yakin bahwa prinsip tabligh di LAZISMU Kota Makassar dalam Islamic Corporate Governance akan mempengaruhi loyalitas donatur.

5) Persepsi Responden Mengenai Loyalitas Donatur

Loyalitas donatur adalah komitmen seseorang untuk tetap bertahan terhadap sesuatu dimana ini didasari oleh kepercayaan sehingga seorang donatur bias merasa nyaman dan aman dalam berdonasi. Berikut adalah table yang mengindikasikan persepsi responden mengenai keloyalitasan.

Tabel 4.11 Persepsi Responden Mengenai Loyalitas Donatur

NO. PERNYATAAN

Tanggapan Responden

Rata- rata San

gat Tida k Setu

ju (1)

Tid ak Set uju

(2) Ra gu- rag u (3)

Set uju

(4) San

gat Set uju

(5)

1

Donatur menggunakan jasa LAZISMU Kota Makassar secara rutin.

1 1 36 22 6

4.1940

2

Donatur menggunakan LAZISMU Kota Makassar untuk

2 3 31 26 5

4.1045

keperluan lain selain zakat.

3

Donatur merekomendasik

an LAZISMU Kota Makassar kepada pihak lain

2 1 35 26 4

4.0149

4

Donatur tidak terpengaruh oleh tawaran lembaga amil yang lain.

2 4 34 26 1

4.0149

Total Rata-rata 4.08

Sumber: Data diolah, 2021

Tabel diatas menjelaskan bahwa persepsi responden mengenai loyalitas donatur dengan total rata-rata 4,08.

menunjukkan responden cukup yakin untuk terus menjadi donatur di LAZISMU Kota Makassar.

b. Uji Kualitas Data 1) Uji Validitas

Uji validitas kuesioner dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.12 Hasil Uji Validitas

Variabel Item

Correlated item-total correlations

(r Hitung)

r Tabel Sig. Keterangan

prinip hiddiq (X1)

X1.1 0,710** 0,2369 0,000 Valid X1.2 0,690** 0,2369 0,000 Valid X1.3 0,796** 0,2369 0,000 Valid X1.4 0,816** 0,2369 0,000 Valid X1.5 0,600** 0,2369 0,000 Valid prinsip

fathanah (X2)

X2.1 0,822** 0,2369 0,000 Valid X2.2 0,766** 0,2369 0,000 Valid X2.3 0,838** 0,2369 0,000 Valid X2.4 0,796** 0,2369 0,000 Valid Prinsip

Amanah (X3)

X3.1 0,692** 0,2369 0,000 Valid X3.2 0,759** 0,2369 0,000 Valid

X3.3 0,746** 0,2369 0,000 Valid X3.4 0,654** 0,2369 0,000 Valid X3.5 0,794** 0,2369 0,000 Valid X3.6 0,605** 0,2369 0,000 Valid Prinsip

Tabligh (X4)

X4.1 0,836** 0,2369 0,000 Valid X4.2 0,772** 0,2369 0,000 Valid X4.3 0,902** 0,2369 0,000 Valid X4.4 0,770** 0,2369 0,000 Valid Loyalitas

Donatur (Y)

Y1 0,536** 0,2369 0,000 Valid Y2 0,761** 0,2369 0,000 Valid Y3 0,720** 0,2369 0,000 Valid Y4 0,857** 0,2369 0,000 Valid Sumber : Hasil olah SPSS Tahun 2021

Berdasarkan data pada tabel di atas, menunjukkan bahwa nilai dari rhitung lebih besar dibandingkan dengan nilai rtabel yaitu rhitung > 0,2369 dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,010, . Hal ini berarti untuk uji kualitas data yang ditunjukkan dari uji validitas bahwa variabel Prinsip Shiddiq (X1), Prinsip Fathanah (X2), Prinsip Amanah (X3), Prinsip Tabligh (X4) dan Loyalitas Donatur (Y) semuanya valid.

2) Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indicator dari variabel yang diteliti. Pernyataan dalam kuesioner dikatakan handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten. Pengujian reliabilitas dilakukan dengan menggunakan Cronbach alpha. Koefisien Cronbach alpha > 0,60 menunjukkan keandalan suatu instrument.

Berikut ini adalah table hasil uji reliabilitas Tabel 4.13 Hasil Uji Realibilitas

Sumber : Hasil olah SPSS Tahun 2021

Berdasarkan hasil pengujian reliabilitas yang telah dilakukan sesuai dengan table diatas, terlihat dari keseluruhan item pernyataan pada setiap variabel memiliki nilai koefisien Cronbach alpha diatas 0,60 maka dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan dalam kuesioner untuk setiap variabel dalam penelitian ini dinyatakan handal.

c. Uji Asumsi Klasik 1) Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan uji normalitas dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Untuk lebih jelasnya kita lihat pada gambar berikut ini.

Variabel Cronbach's Alpha Nilai Kritis Keterangan

Shiddiq 0.79 0,60 Reliabel

Fathanah 0.86 0,60 Reliabel

Amanah 0.79 0,60 Reliabel

Tabligh 0.86 0,60 Reliabel

Loyalitas Donatur 0.70 0,60 Reliabel

Gambar 4.2 P-P Plot Uji Normalitas

Pada gambar P-Plot menunjukan penyebaran titik mengikuti garis diagonal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi memiliki asumsi normalitas. Uji (K-S) untuk menguji normalitas dataresidual, menyatakan jika dalam uji (K-S) diperoleh nilai signifikan Kolmogorov-Smirnov diatas 0,05 maka residual terdistribusi normal, sebaliknya jika diperoleh nilai dibawah signifikan Kolmogorov-Smirnov di bawah 0,05 maka residual berdistribusi tidak normal. untuk mendukung atau membuktikan hasil uji normalitas grafik berdistribusi normal atau 5 tidak maka penulis perlu melakukan uji dengan metode lainnya yaitu Kolmogrov-Smirnov. Berikut Tabel Kolmogrov-Smirnov.

Tabel 4.14 Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 67

Mean 0E-7

Std. Deviation 1.43100095

Most Extreme Differences

Absolute .135

Positive .135

Negative -.127

Kolmogorov-Smirnov Z 1.102

Asymp. Sig. (2-tailed) .176

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Sumber : Hasil olah SPSS Tahun 2021

Berdasarkan pada Tabel diatas pada uji normalitas dengan menggunakan metode Kolmogrov-Smirnov signifikan pada 0,176

> 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa metode regresi pada penelitian ini telah memenuhi asumsi normalitas.

2) Uji Multikolinearitas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Untuk menguji multikolinieritas dengan cara melihat nilai VIF masing-masing variabel independen, jika nilai VIF < 10, maka dapat disimpulkan data bebas dari gejala multikolinieritas.

Tabel 4.15 Uji Multikolinearitas Variabel Collinearity Statistics

Kesimpulan Tolerance VIF

X1 (Prinsip Shiddiq)

0,437 2,289 Tidak ada multikolinearitas X2 (Prinsip Fathanah)

0,432 2,314 Tidak ada multikolinearitas X3 (Prinsip Amanah)

0,454 2,202 Tidak ada multikolinearitas X4 (Prinsip Tabligh)

0,532 1,881 Tidak ada multikolinearitas Sumber : Hasil olah SPSS Tahun 2021

Berdasarkan table diatas, Prinsip Shiddiq(X1) memiliki nilai tolerance 0,437 dan nilai VIF 2,289, Prinsip Fathanah (X2) dengan nilai tolerancenya 0,432 dan nilai VIF 2,314, Prinsip Amanah (X3) dengan nilai telorance 0,454 dan nilai VIF 2,202, Prinsip Tabligh (X4) dengan nilai tolerance 0,532 dan nilai VIF 1,881. Jadi dapat disimpulkan bahwa semua variabel terbebas dari multikolinearitas karena memiliki tolerance di atas 0,1 dan VIF di bawah 10.

3) Uji Heteroskedastisitas

Uji ini untuk mengetahui apakah dalam suatu model regresi terdapat persamaan atau perbedaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Untuk lebih jelasnya dapat kita lihat pada gambar berikut.

Gambar 4.3 Uji Heteroskidastisitas

Berdasarkan hasil pengujian seperti yang tampak pada scatter plot dapat dilihat bahwa titik-titik data tidak membentuk pola tertentu dan data menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka dari itu dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gangguan asumsi heteroskedastisitas artinya model regresi ini telah baik.

d. Uji Hipotesis

Hipotesis dalam penelitian ini akan diuji dengan melihat rata- rata nilai variabel yang digunakan. Kuesioner diarahkan untuk jawaban positif atau negatif. Interval jawaban terdiri dari 1 sampai 5, dimana poin 4 dan 5 adalah jawaban positif dan poin 1 dan 2 adalah jawaban negatif, serta poin 3 adalah jawaban netral atau ragu-ragu, pengujian hipotesis menggunakan uji statistik F dan t.

1. Uji Statistik t

Uji t digunakan untuk mengetahui hubungan masing-masing variabel bebas secara individu terhadap variabel terikat dengan tingkat signifikansi 0,05. Jika nilai signifikansi <0,05 maka hipotesis yang diajukan diterima atau signifikan. Jika nilai signifikansi >0,05 maka hipotesis yang diajukan ditolak atau dikatakan tidak signifikan. Adapun metode dalam penetuan t tabel menggunakan tingkat signifikansi 0,05 dengan df=n-k-1 (dalam penelitian ini df=

67-4-1 =62) sehingga didapat nilai t tabel sebesar 1,99897, jika nilai t hitung lebih besar dari t tabel maka variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat. Berikut adalah hasil dari analisis regresi linear berganda dalam uji statistik t yang dapat dilihat pada table dibawah ini.

Tabel 4.16 Uji Statistik t

Kode Hipotesis Variabel t Sig. Hasil

H1

Prinsip Shiddiq berpengaruh positif signifikan terhadap loyalitas donatur

X1 (Prinsip Shiddiq)

3.162 0.002 Diterima

H2

Prinsip fathanah berpengaruh positif signifikan terhadap loyalitas donatur

X2 (Prinsip Fathanah

)

-

2.684 0.009 Ditolak

H3

Prinsip amanah berpengaruh positif signifikan terhadap loyalitas donatur

X3 (Prinsip Amanah)

2.389 0.020 Diterima

H4

Prinsip tabligh berpengaruh positif signifikan terhadap loyalitas donatur

X4 (Prinsip Tabligh)

1.995 0.050 Ditolak Sumber : Hasil olah SPSS Tahun 2021

Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel diatas maka dapat diisimpulkan mengenai pengaruh dari masing-masing variabel penelitian sebagai berikut:

a) Pengaruh Prinsip Shiddiq terhadap Loyalitas Donatur diperoleh nilai t hitung sebesar 3,162 dan t tabel sebesar 1,99897 dengan taraf signifikansi sebesar 0,002. Oleh karena nilai t hitung

lebih besar dari t tabel dan nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,050, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama (H1) yang menyatakan prinsip shiddiq berpengaruh secara positif signifikan terhadap loyalitas donatur diterima.

b) Pengaruh Prinsip Fathanah terhadap Loyalitas Donatur diperoleh nilai t hitung sebesar -2,684 dan t tabel sebesar 1,99897 dengan taraf signifikansi sebesar 0,009. Oleh karena itu nilai t

hitung lebih besar dari t tabel dan bertanda negatif dan nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,050, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua (H2) yang menyatakan prinsip fathanah berpengaruh secara positif signifikan terhadap loyalitas donatur ditolak.

c) Pengaruh Prinsip Amanah terhadap Loyalitas Donatur diperoleh nilai t hitung sebesar 2,389 dan t tabel sebesar 1,99897 dengan taraf signifikansi sebesar 0,020. Oleh karena itu nilai t

hitung lebih besar dari t tabel dan nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,050, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis ketiga (H3) yang menyatakan prinsip amanah berpengaruh secara positif signifikan terhadap loyalitas donatur diterima.

d) Pengaruh Prinsip tabligh terhadap loyalitas donatur diperoleh nilai t hitung sebesar 1,995 dan t tabel sebesar 1,99897 dengan taraf signifikansinya sebesar 0,050. Oleh karena itu nilai t hitung

lebih kecil dari t tabel dan nilai signifikansinya sama dengan 0,050, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis keempat (H4) yang menyatakan prinsip tabligh berpengaruh secara positif signifikan terhadap loyalitas donatur ditolak.

2) Hasil Analisis Regresi Linear Berganda

Penelitian ini akan diuji dengan menggunakan analisis regresi linear berganda yaitu analisis yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penerapan prinsip-prinsip Islamic Corporate Governance sebagai variabel independen terhadap loyalitas donatur sebagai variabel dependen. Untuk mengetahui apakah hubungan itu positif dan negatif ditentukan oleh koefisien arah regresi yang melambangkan huruf b jika b positif maka hubunganya positif pula. Artinya, semakin naik (tinggi) nilai X, semakin tinggi pula nilai Y, demikian pula sebaliknya. Hasil perhitungan regresi linear berganda dapat dilihat pada table berikut ini.

Tabel 4. 17 Hasil Regresi Linear Berganda Coefficientsa

Model

Unstandardize d Coefficients

Standardized Coefficients B

Std.

Error Beta

1 (Consta nt)

3.58 9

2.083

X1 .408 .129 .451

X2 -.389 .145 -.385

X3 .269 .113 .335

X4 .235 .118 .258

a. Dependent Variable: Y

Sumber : Hasil olah SPSS Tahun 2021

Berdasarkan table diatas dapat dilihat bahwa nilai

konstanta regresi linear berganda adalah 3,589, dengan nilai koefisien regresi variabel Prinsip Shiddiq (X1) adalah 0,408, nilai koefisiensi regresi variabel Prinsip Fathanah adalah -0,389, nilai koefisiensi regresi variabel Prinsip Amanah adalah 0,269, nilai koefisiensi regresi variabel Prinsip Tabligh adalah 0,235. Maka dengan mengacu pada rumus regresi linear berganda adalah Y = α + β1X1 + β2X2 + β3X3 + β4X4 + e dapat dibentuk persamaan regresi linear berganda sebagai berikut.

Y = 3,589+ (0,408)X1 + (-0,389)X2 + (0,269)X3 + (0,235)X4 + e Berdasarkan persamaan diatas dapat dijelaskan sebagai berikut

a) Jika nilai variabel X1 (Prinsip Shiddiq), X2 (Prinsip Fathanah), X3 (Prinsip Amanah), dan X4 (Prinsip Tabligh) adalah konstan atau sama dengan nol, maka besarnya variabel Y (Loyalitas Donatur) sebesar 3,589.

b) Nilai koefisien variabel X1 (Prinsip Shiddiq) sebesar 0,408.

Tanda positif menunjukkan terjadinya perubahan yang searah antara prinsip shiddiq (X1) dengan loyalitas donatur (Y). Hal ini berarti jika variabel X1 (prinsip shiddiq) mengalami kenaikan sebesar 1% maka loyalitas donatur akan mengalami kenaikan sebesar 0,408. Dengan asumsi variabel lainnya tetap konstan.

c) Nilai koefisien variabel X2 (Prinsip Fathanah) sebesar -0,389.

Tanda negative menunjukkan terjadinya perubahan yang berlawanan arah antara prinsip fathanah (X2) dan loyalitas donatur (Y). Hal ini berarti jika variabel X2 (prinsip fathanah)

mengalami kenaikan sebesar 1% maka sebaliknya loyalitas donatur akan mengalami penurunan sebesar -0,389. Dengan asumsi variabel lainnya tetap konstan.

d) Nilai koefisien variabel X3 (Prinsip Amanah) sebesar 0,269.

Tanda positif menunjukkan terjadinya perubahan yang searah antara prinsip amanah (X3) dengan loyalitas donatur(Y). Hal ini menunjukkan bahwa jika variabel X3 (prinsip amanah) mengalami kenaikan sebbesar 1%, maka loyalitas donatur akan mengalami kenaikan sebesar 0,269. Dengan asumsi variabel lainnya tetap konstan.

e) Nilai koefisien variabel X4 (Prinsip Tabligh) sebesar 0,235.

Tanda positif menunjukkan terjadinya perubahan yang searah antara prinsip tabligh (X4) dengan loyalitas donatur (Y). Hal ini menunjukkan bahwa jika variable X4 (prinsip Tabligh) mengalami kenaikan sebesar 1% maka loyalitas donatur juga akan mengalami kenaikan sebesar 0,235. Dengan asumsi bahwa variabel lainnya tetap konstan.

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR (Halaman 82-104)

Dokumen terkait