BAB II FORMULASI STRATEGI FUNDRASING ZAKAT
B. Implementasi Formulasi Strategi Fundrasing Zakat
2. Implementasi Formulasi Strategi Fundraising Zakat,
Penghimpunan dana zakat boleh dikatakan selalu menjadi tema besar bagi organisasi amil zakat baik Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ). Untuk menangkap dan mengejar “bola zakat” yang sudah mereka siapkan sebagai strategi untuk meningkatkan pengumpulan zakat.
Kegiatan penghimpunan dana (fundraising) merupakan hal yang sangat penting bagi lembaga atau organisasi sosial untuk menjalankan kegiatan yang dilakukan lembaga atau organisasi sosial tersebut. Substansi dasar fundraising dapat diringkaskan kepada dua hal yaitu program dan metode fundraising. Program adalah kegiatan pemberdayan masyarakat atau kegiatan implementasi visi dan misi lembaga yang menjadi sebab diperlukannya dana dari pihak eksternal sekaligus alasan donatur menyumbang.
Sangatlah penting memahami dan melaksanakan konsep formulasi strategi fundraising dengan baik bagi para fundraiser agar bisa dengan mudah dalam mencari calon muzaki serta merawat para muzaki, tidak terkecuali lembaga amil zakat LAZIS-NU NTB tentunya memiliki strategi yang baik dalam melakukan fundraising.
Hal ini bisa kita lihat dari jumlah pengumpulan dana zakat, infak dan shadaqahnya yang berjumlah cukup tinggi pada priode 2018.
Tabel 2
Jumlah pengumpulan dana ZIS LAZISNU NTB tahun 201891 JUMLAH SALDO AWAL PER BULAN
JANUARI 2018
Rp 5,449,894.00 PENERIMAAN
ZAKAT Rp . 9,650,000.00
NON ZAKAT Rp. 908,307,486.00
QURBAN Rp. 145,400,000.00
JUMLAH PENERIMAAN PER PER BULAN DESEMBER TAHUN 2018
Rp1,063,407,486.00
91 Dokumentasi, Laporan Tahunan 2018 LAZISNU NTB.
53
Dari apa yang disampaikan di atas maka perlu untuk mengetahi lebih dalam terkait acuan LAZISNU NTB dalam penerapan suatu strategi. Peneliti mencoba menanyakan secara langsung kepada ketua dan pengurus serta petugas fundraising lembaga LAZISNU NTB, sesuai dengan penyampaian Bapak Saprudin ketua LAZISNU NTB ketika ditanya tentang bagaimana formulasi strategi fundraising dari LAZISNU NTB. Beliau mengatakan sebagai berikut:
“Kita di LAZIS-NU ini ada kewenangan daerah, karena kita ini bentuknya otonom maka, LAZISNU Pusat hanya memberikan atau menentukan kebijakan-kebijakan umum.
Sedangkan detail oprasional-nya, baik pengelolaan maupun formulasi strategi fundraising-nya diserahkan kebebasan pengembangan untuk mengelola sesuai dengan karakteristik disetiap wilayah masing-masing.”92
Jadi bisa dikatakan bahwa LAZISNU NTB melakukan formulasi strategi fundraising berdasarkan ketentuan sesuai dengan visi dan misi dari LAZISNU Pusat. Namun untuk pengembangan serta detail oparsionalnya diserahkan kebebasan kepada setiap wilayah untuk mengembangkanya sesuai dengan karakteristik setiap wilayah. Adapun strategi fundraising dari LAZISNU Pusat bisa kita lihat dari Pedoman Pokok LAZISNU, antara lain sebagai berikut;
1. Pemasaran ZIS93
a. Departemen Fundraising melakukan pengumpulan data dan informasi terkait Prospek, Muzaki dan Munfiq baik perorangan maupun lembaga di dalam dan luar negeri yang sesuai dengan kriteria Muzaki/ Munfiq;
b. Sumber data Prospek berasal dari buku tahunan sekolah, perguruan tinggi, milis, website, data karyawan perkantoran dan sebagainya;
c. Departemen Fundraising melakukan sosialisasi produk dan program ZIS dalam bentuk antara lain; Penyampaian surat himbauan ZIS individu dan lembaga, penyampaian surat
92 Saprudin, Wawancara, Mataram,13 Mei 2021
93 Arsip PP NU CARE – LAZISNU, h. 1-6
54
penawaran program ke lembaga, penyampaian marketing tools ke Prospek, penyebaran marketing tools di wilayah-wilayah Prospek, melakukan presentasi ke lembaga, sosialisasi melalui media teknologi informasi baik melali website, SMS gateway, email, media cetak dan elektronik;
d. Departemen Fundraising mengkonfirmasi kesediaan Prospek dan muzaki/ munfiq untuk menunaikan ZIS melalui NU CARE- LAZISNU;
e. Apabila Prospek bersedia menunaikan ZIS, maka Bagian Fundraising menginformasikan layanan pembayaran zakat melalui NU CARELAZISNU;
f. Apabila Prospek memerlukan perlakuan, kondisi, dan layanan khusus maka Bagian Fundraising dapat mengajukan kondisi tersebut kepada manajer Fundraising;
g. Manajer Fundraising melaporkan hasil pemasaran kepada Direktur Eksekutif dalam laporan bulanan Departemen Fundraising;
2. Penerimaan ZIS94
a. Petugas penerimaan menerima ZIS, yang meliputi dana ritel, dana komunitas dan dana korporate;
b. Muzaki/ Munfiq yang membayar non kas, dapat mengkonfirmasikan data pembayaran dan atau data pribadi mereka ke petugas Penerimaan ZIS melalui telepon, faksimili, SMS, atau layanan electronic mail (email);
c. Untuk penerimaan melalui Bank, Petugas konter melakukan verifikasi data pendukung dengan cara memeriksa keakuratan informasi pembayaran yang dikonfirmasikan oleh Muzaki/Munfiq dan mencocokkan bukti transfer/pembayaran Non Tunai lainnya dengan bukti penerimaan dana di Rekening Koran (RK) dari Bank terkait.
d. Untuk penerimaan ZIS di konter di NU CARE-LAZISNU, maka petugas wajib memberikan kuitansi kepada Muzaki/Munfiq sebagai tanda terima.
94 Arsip PP NU CARE – LAZISNU, h. 1-9.
55
e. Untuk penerimaan dalam bentuk Natura maka petugas menerima barang dan membuat daftar penerimaan barang, memberikan tanda terima barang kepada muzakki/munfiq dan membuat daftar barang beserta estimasi harga kuntuk kemudian menyerahkan berita acara serah terima barang kepada Departemen Keuangan dan Departemen Administrasi dan Umum.
f. Petugas konter memastikan kelengkapan data Muzakki/ Munfiq sebelum menyimpannya di Database.
g. Petugas konter NU CARE-LAZISNU mencetak kartu Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ) bagi Muzakki/ Munfiq yang baru terdaftar.
h. Petugas konter NU CARE-LAZISNU menyusun, mencetak dan menyerahkan laporan rekapitulasi penerimaan ZIS, berikut salinan bukti penerimaan dananya, kepada Kepala Bagian Penghimpunan dalam bentuk rekapitulasi penerimaan harian penerimaan dan bulanan;
3. Layanan ZIS95
a. Informasi tentang produk dan program ZIS terbaru;
b. Mengingatkan kewajiban menunaikan Zakat dan ber-Infaq/
Shadaqah melalui NU CARE-LAZISNU (ZIS reminder);
c. Memberikan laporan donasi secara rutin kepada Muzakki/
Munfiq;
d. Melakukan verifikasi data Muzakki/ Munfiq yang membayar ZIS melalui NU CARE-LAZISNU dan melengkapi data tersebut ke dalam data base;
e. Menerima, menjelaskan dan melakukan klarifikasi berbagai pertanyaan yang diajukan Muzaki/Munfiq seputar NU CARE- LAZISNU dan Layanan ZIS;
f. Menerima, mendata, menindaklanjuti dan menyelesaikan umpan balik Muzakki/ Munfiq atas layanan ZIS. Muzakki/ Munfiq dapat merespon layanan ZIS NU CARE-LAZISNU, melalui media komunikasi yang telah ditentukan.
95 Arsip PP NU CARE – LAZISNU, h. 1-6
56 4. Komunikasi Pemasaran96
a. Departemen Fundraising melakukan analisis data dan informasi terkait Prospek, Muzakki dan Munfiq baik perorangan maupun lembaga di dalam dan luar negeri, untuk dijadikan bahan penyusunan rencana dan strategi komunikasi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan Muzakki/ Munfiq dan atau prospek;
b. Departemen Fundraising membuat rencana dan strategi komunikasi dengan calon muzakki /munfiq dan atau prospek yang sesuai kepentingan pemasaran dan layanan;
c. Departemen Fundraising membantu penerapan pelaksanaan komunikasi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan Layanan;
d. Departemen Fundraising menyampaikan laporan perkembangan pelaksanaan komunikasi pemasaran kepada Manajer Fundraising; dan
e. Menyimpan semua laporan hasil komunikasi dengan mengacu pada prosedur SOP-NUCARE/MRS-02 tentang Pengendalian Catatan Mutu.
5. Penanganan Komplain Muzaki97
a. Komplain Muzakki diterima oleh Manajemen NU CARE- LAZISNU dan Departemen Administrasi dan Umum yang selanjutnya akan dicatat oleh Departemen Fundraising dalam Log Book tentang Data Komplain Muzaki;
b. Komplain yang dicatat dalam Log Book kemudian oleh Departemen Fundraising apabila memungkinkan akan diselesaikan sesuai prosedur Permintaan Tindakan Perbaikan (CAR) dan Pencegahan (PAR) dan selanjutnya didistribusikan ke Departemen Administrasi dan Umum untuk dikoordinasi langkah perbaikan;
c. Hasil tindakan perbaikan atau pencegahan setelah dinyatakan selesai diverifikasi dan disahkan oleh Departemen Administrasi dan Umum;
96 Arsip PP NU CARE – LAZISNU, h. 1-7
97 Arsip PP NU CARE – LAZISNU, h. 1-6
57
d. Tindakan perbaikan yang tidak bisa diselesaikan, apabila diperlukan dapat dibicarakan dalam Rapat Tinjauan Manajemen NU CARE-LAZISNU; dan
e. Hasil perbaikan yang sudah disetujui diinformasikan ke Muzaki oleh Departemen Fundraising untuk memberikan jawaban yang lebih sesuai dan akurat; dan
f. Terhadap tindakan perbaikan yang tidak diterima oleh Muzaki akan dilakukan perbaikan ulang sedangkan tindakan perbaikan yang bisa diterima oleh Muzaki akan dijadikan standar prosedur baru.
6. Pengukuran Kepuasan Muzaki98
a. Departemen fundraising menentukan model evaluasi Tingkat Kepuasan Muzakki melalui penyusunan kuesioner;
b. Manajer Fundraising melakukan pemantauan terhadap laporan hasil pengukuran tingkat kepuasan Muzaki; dan
c. Hasil evaluasi Muzakki tentang tingkat kepuasan Muzakki oleh Departemen Fundraising akan dilaporkan dalam rapat tinjauan manajemen.
Selain dari kebijakan LAZISNU Pusat yang dijadikan acuan untuk melakukan formulasi strategi, LAZISNU NTB juga melakukan formulasi strategi berdasarkan karakteristik setiap wilayah, peneliti mencoba mencari data yang lebih banyak lagi terkait dengan apa yang menjadi karakteristik masyarakat NTB yang kemudian dijadikan acuan penerapan strategi fundraising dana zakat, infak dan shadaqah di LAZISNU NTB dengan menanyakan Ustad M. Khairus Sholihin selaku manajer bagian keuangan, beliau menyampaikan bahwa:
“Banyak aspek yang kita perhatikan dalam pelaksanakan strategi fundraising dana zakat, infak dan shdaqah, antara lain yaitu potensi, perilaku, sikap, pemahaman serta keadaan ekonomi yang dialami oleh masayrakat NTB sendiri. Karakteristik dari masyarakat NTB itu kemudian diterapkan suatu strategi dengan mempertimbangkan
98 Arsip PP NU CARE – LAZISNU, h. 1-6
58
aspek kelemahan dan kelebihan dari masyrakat NTB dan LAZISNU NTB.”99
Dari yang disampaikan di atas ada beberapa aspek yang dijadikan acuan antara lain;
1. Potensi
NTB dianggap sangat berpotensi bagi LAZISNU NTB untuk mengumpulkan dana ZIS dengan mempertimbangkan keberadaan warga NU yang cukup besar di NTB.100 Selain itu jumalah pemeluk Agama Islam di NTB sangat besar.101
2. Pemahaman
Pemahaman masyarakat NTB tentang zakat yang dianggap masih kurang oleh LAZISNU NTB yang kemudian menjadi tantangan untuk melakukan edukasi lebih dalam terkait dengan zakat. Selain itu pemahaman tentang teknologi digital yang masih kurang, khususnya bagai masyarakat pedesaan yang usia lanjut sehingga strategi fundraising berbasis digital belum dapat berperan besar dalam melakukan pengumpulan ZIS.102 3. Sikap dan perilaku
Sikap dan prilaku dari sebagaian masyrakat NTB yang masih mengeluarkan zakatnya secara pribadi menjadi tantangan bagai LAZISNU NTB untuk mempasiltasi serta mengedukasi masyrakat agar mau mengeluarkan zakatnya lewat lembaga.103 4. Keadaan Ekonomi
Adananya pandemi covid-19 di awal tahun 2019 membuat aktifitas serta ekonomi menjadi mandek sehingga berdampak pada pendapatan LAZISNU NTB serta tidak berjalanya strategi fundraising, terlebih lagi strategi Kotak Koin NU. Strategi kemudian diubah pada awal 2021 dengan berkordinasi dengan UPZIS tingkat Kelurahan.104
99 M. Khairus Sholihin, Wawancara, Lombok Barat, 29 Juni 2021
100 M. Khairus Sholihin, Wawancara, Lombok Barat, 29 Juni 2021
101 BAZNAS, Indikator Pemetaan Potensi Zakat, (Jakarta: Puskas BAZNAS, 2020), 119-120.
102 M. Khairus Sholihin, Wawancara, Lombok Barat, 29 Juni 2021
103 M. Khairus Sholihin, Wawancara, Lombok Barat, 29 Juni 2021
104 M. Khairus Sholihin, Wawancara, Lombok Barat, 29 Juni 2021
59
Ustad H. Hasbi Rais menambahkan tentang perlunya kordinasi yang baik pada tiap tingkatan wilayah dalam pelaksana strategi fundraising;
“Ustad H. Hasbi Rais mangatakan perlunya dukungan dan komunikasi yang baik anatara UPZIS-UPZIS dari tingkat wilayah sampai tingkat Desa/Kelurahan dalam suatu formulasi strategi yang tertuang dalam bentuk program-program LAZISNU NTB”.105
3. Pendukung dan Penghambat Strategi Fundraising Zakat, Infaq