BAB III IMPLEMENTASI STRATEGI FUNDRASING
A. Strategi Fundrasing Zakat Infak Shadaqah di
68
69
6) Meningkatkan atau membangun citra lembaga. Pengelolaan yang baik dari organisasi pengelola zakat akan membentuk citra lembaga menjadi positif yang berdampak baik pada lembaga itu sendiri.
7) Menghimpun simpatisan/relasi dan pendukung. Seseorang atau sekelompok orang yang telah berinteraksi dengan aktifitas fundraising akan memiliki kesan positif dan bersimpati terhadap lembaga. Kelompok seperti ini dapat menjadi simpatisan dan pendukung lembaga meskipun tidak/belum menjadi muzaki. Kelompok seperti ini harus diperhitungkan dalam aktifitas fundraising, sebab mereka akan berusaha melakukan dan berbuat apa saja untuk mendukung lembaga.
8) Kepuasan muzaki. Pengorbanan yang dilakukan muzaki dan donator seolah tidak terasa setelah mendapat imbalan rasa puas dari pengorbanan yang diberikan oleh lembaga. Jadi tujuan memuaskan muzaki merupakan tujuan jangka panjang.
Kepuasan muzaki akan berpengaruh terhadap nilai donasi yang akan diberikan kepada lembaga.123
3. Manajemen Fundraising124
5) Perencanaan (Planning), Planning merupakan kemampuan SDM untuk merencanakan keseluruhan fungsi organisasi dengan tepat yaitu, dengan ditentukan sesuatu yang ingin dilakukan, dengan usaha memilih berbagai alternatif, strategi, kebijaksanaan serta taktik yang ingin dilaksanakan.
6) Pengorganisasian (Organizing), Organizing merupakan kemampuan SDM dalam melakukan pendistribusian seluruh program dan kreatifitas lembaga kepada departemen dan SDM lainya, dengan membagikan tugas dan kewenangan yang tepat.
7) Pelaksanaan (Aktuating), Aktuating merupakan kemampuan lembaga dalam menerapkan program-programnya kepada
123Uswatun Hasana “Sistem Fundraising Zakat LembagaPemerintah Dan Swasta (Studi Komparatif pada Badan Amil Zakat Nasional(BAZNAS) Kota Palu dan Pos Keadilan Peduli Umat(PKPU) Palu Periode 2010-2014)”,Istiqra, Jurnal Penelitian Ilmia Vol. 3 No. 2 (Desember 2015): 229
124 Abdul Gofur, Tiga Kunci Fundraising, 61.
70
masyarakat, baik untuk masyarakat sebagai potensi donator maupun kalangan pemenrima manfaat program.
8) Pengawasan (Controlling), Controlling merupakan kemampuan SDM dalam melaksanakan pengawasan program, evaluasi, serta menentukan tindak lanjut. Kegiatan ini diperlukan dalam lembaga untuk memastikan berjalan dengan baik dan dikemudian hari menjadi jauh lebih baik lagi.
4. Metode Fundraising Zakat
3) Metode fundraising langsung (Direct fundraising)
Metode fundraising langsung, yaitu tehnik atau cara yang melibatkan partisipasi muzaki secara langsung, artinya pengaruh atau upaya yang dilakukan fundraiser jika mendapatkan respon dari muzaki maka langsung dapat diakomodasi.
4) Metode fundraising tidak langsung(Indirect fundraising)
Metode fundraising tidak langsung, yaitu tehnik atau cara yang melibatkan partisipasi muzaki secara tidak langsung, yaitu bentuk-bentuk fundraising tanpa memberikan daya akomodasi langsung terhadap respon muzaki seketika.125
Adapun menurut Muhsinun Kalida mengungkapkan empat metode dalam fundraising antara lain;126
a. Face to face atau berdialog langsung untuk menawarkan program dengan cara kunjungan pribadi ke rumah, kantor, perusahan atau persentasi kepada calon donator.
b. Direct mail, yakni penawaran tertulis untuk menyumbang yang didisteribusikan dan dikembalikan lewat surat.
c. Spesial event, yakni penggalangan dana atau fundraising dengan menggelar acara-acara khusus atau memanfaatkan acara-acara tertentu yang dihadiri banyak orang untuk mengalang dana atau fundraising.
d. Campaign, yakni fundraising dengan kampanye melalui berbagai media komunikasi seperti melalui poster, sepanduk, internet, dan media elektronik lainnya yang digunakan
125 Widi Nopiardo, “Strategi Fundraising”, : 63
126 Muhsin Kalida, “Fundraising dalam Stadi Pengembangan Lembaga Kemasyarakatan” Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama, Vol. 5, No. 2, (Desember 2004): 30
71
sebagai media komunikasi dan promosi program lembaga ataupun muzaki.
5. Teknik-Teknik Fundraising Zakat
Teknik-teknik fundraising pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu:
a. Bentuk atau cara-cara promosi. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk menarik meinat masarakat untuk mengeluarkan sebagian hartanya antara lain seperti; surat penawaran untuk berzakat, infak atau beredekah, bisa juga dengan persentasi kepada individu maupun kepada kelompok.
Bisa juga menggunakan ikan, brosur, media internet dan lain- lain.
b. Teknik atau cara-cara melayani transaksi donasi. Ada banyak cara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat atau donator yang mau berzakat seperti; bayar langsung, jemput zakat, penyedian kotak amal bahkan transfer via rekening bank maupun transver lewat internet.
Teknik atau cara dalam melaksanakan penerimaan dana zakat di atas dapat dipilih baik beberapa atau keseluruhannya oleh setiap LPZ sesuai dengan tujuan dan kondisi dari masing-masing lembaga serta menyesuaikan dengan karakter masyarakat donatur (muzaki) yang menjadi sasarannnya.127
6. Digital Fundraising
Teknologi internet di era modern ini semakin pesat perkembanganya serta banyak dirasakan oleh masyarakat. Hal tersebut karena internet memiliki manfaat yang secara langsung dapat dirasakan oleh para penggunanya. Terkhusus lagi, para pengguna internet yang memfungsikannya sebagai media komunikasi dan sosialisasi pemasaran. Dalam hal fundraising zakat, media digital sangat bermanfaat untuk sosialisasi dan penghimpunan dengan memanfatkan kanal yang tersedia.128
127Uswatun Hasana “Sistem Fundraising”: 231
128Ade Nur Rohim, “Optimalisasi Penghimpunan Zakat Melalui Digital Fundraising” Al- Balagah Jurnal Dakwah dan Komunikasi, Vol. 4, No. 1, (Januari - Juni 2019): 59-90
72 a. Website
Secara garis besar website merupakan suatu bentukinformasi yang disampaikan dalam halaman-halaman yang ditempatkan setidaknya pada sebuah server web, yang dapat diakses melalui jaringan internet. Dengan jangkauan internet yang sangat luas, maka sosialisasi yang dilakukan melalui websitedapat menjangkau masyarakat luas. Secara umum, website telah digunakan oleh hampir seluruh perusahaan atau lembaga yang ada. Sehingga, website ini sangat mungkin di oprasikan oleh OPZ untuk melakukan sosialisasi zakat guna menghimpun zakat dengan memanfaatkan media website tersebut.
b. E-mail
E-mail merupakan bentuk marketing langsung yang memanfaatkan media elektronik, untuk menyampaikan pesan- pesan komersil kepada masyarakat umum ataupun lembaga- lembaga yang dituju. Beberapa kelebihan email marketing dibandingkan dengan model marketing lainnya, antara lain:
1) Pengeluaran biaya yang lebih efektif serta efisien.
2) Target yang jelas serta terarah
3) Dapat dilakukan sesuai dengan keinginan dan target pemasaran
4) Pencapaian dan keberhasilan dapat terukur.
Dalam hal ini OPZ merupakan lembaga yang dituntut untuk menarik minat calon muzaki atau donatur untuk mengeluarkan sebagian hartanya melalui lembaga amil zakat.
Dengan demikian, OPZ perlu memanfaatkan media email untuk berkomunikasi dengan para muzaki maupun calon muzaki.
c. Social network
Social network atau jejaring sosial merupakan salah media pada jaringan internet yang dapat digunakan dalam sosialisasi dan promosi. Contoh social network yang paling banyak digunakan di Indonesia, bahkan dunia, adalah Facebook. Bahkan di beberapa Negara termasuk Armenia, Facebook menjadi jejaring sosial yang paling banyak digunakan, diikuti setelahnya adalah Youtube, TikTok, Twitter,
73
Linkedin, WhatsApp dan Instagram. Melalui aplikasi ini, para pengguna dapat bertukar informasi, dan berkomunikasi, hingga berbagi album foto, dan menjadi bagian atau anggota dari suatu komunitas atau grup di jejaring sosial tersebut.129
d. Mobile Aplikasi
Mobile aplikasi adalah aplikasi yang telah dirancang khusus untuk platform mobile (misalnya iOS, android, atau windows mobile). Biasanya mobile aplikasi ini bisa di download atau diunduh melalui sistem oprasi mobile, seperti Apple App Store, Android Google Play dan sebagainya.130
B. Implementasi Strategi Fundraising Zakat, Infaq dan Shadaqah di