• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendukung dan Penghambat Strategi Fundraising

BAB II FORMULASI STRATEGI FUNDRASING ZAKAT

B. Implementasi Formulasi Strategi Fundrasing Zakat

3. Pendukung dan Penghambat Strategi Fundraising

59

Ustad H. Hasbi Rais menambahkan tentang perlunya kordinasi yang baik pada tiap tingkatan wilayah dalam pelaksana strategi fundraising;

“Ustad H. Hasbi Rais mangatakan perlunya dukungan dan komunikasi yang baik anatara UPZIS-UPZIS dari tingkat wilayah sampai tingkat Desa/Kelurahan dalam suatu formulasi strategi yang tertuang dalam bentuk program-program LAZISNU NTB”.105

3. Pendukung dan Penghambat Strategi Fundraising Zakat, Infaq

60 Tabel 3

Struktur Organisasi NU dari Tingkat Pusat sampai Tiangkat Dusun107

PBNU

107Dokumentasi, Profil LAZISNU Provinsi NTB.

PBNU

Berkedudukan di Ibu kota Negara

PWNU

Berkedudukan di Provinsi

PCNU

Berkedudukan di Kabupaten/Kota

PCINU

Berkedudukan di Luar Negeri

MWCNU

Berkedudukan di Kecamatan

Ranting NU

Berkedudukan di Desa/Kelurahan

Anak Ranting NU

Berkedudukan di Dusun/Kelompok

61 b. Banyaknya Pengajian/Majlis Ta‟lim

LAZISNU NTB didukung oleh adanya banyak pengajian atau majlis ta‟lim oleh para Tuan Guru NU di NTB sehingga lebih mudah melakukan fundraising dana dengan menaruh Kotak Koin NU disetiap majlis ta‟lim yang dapat dibawa pulang oleh setiap jama‟ah.108

c. Adanya program yang bervariasi

Selain didukung oleh setuktur organisasi NU yang lengkap, LAZISNU NTB juga didukung oleh banyaknya cara dalam mengumpulkan dana ZIS, serta program pendisteribusian dana yang memiliki berbagai macam pilihan. Hal ini disampaikan oleh Bapak Saprudin sebagai berikut:

“Adanya kesadaran akan kemajuan digital yang sangat cepat, sehingga kami merespon hal tersebut dengan memperbanyak strategi fundraising. Seperti, penghimpunan danan melalui donasi langsung maupun lewat rekening LAZISNU NTB serta bisa juga melalui aplikasi NU-Cash dan KitaBisa.com dan lain sebagainya merupakan faktor- foktor pendukung dalam menggalang dana zakat infaq dan shadaqah di LAZISNU NTB”109

Ustad H. Hasbi Rais menambahkan bahwa yang menjadi faktor pendukung LAZISNU NTB dalam melakukan fundraising banyak pilihan program kegiatan penyaluran dana ZIS yang LAZISNU NTB miliki yang secara tidak langsung memberikan pilihan kepada para donator untuk menyalurkan pada aspek yang mereka inginkan seperti NU Peduli Bencana, NU berbagi Berkah dan lain sebagainya.110

d. Tingkat kepedulian masyarakat

Selain yang disampaikan di atas, yang menjadi faktor pendukung LAZISNU NTB juga tidak terlapas dari perilaku maasyarakat NTB sendiri yaitu tingkat kepedulian atau kedermawanan untuk berbagi yang tinggi. Hal ini diungkapkan oleh Ustad M. Khairus Sholihin sebagai berikut:

108Saprudin, Wawancara, Mataram,13 Mei 2021

109Saprudin, Wawancara, Mataram,13 Mei 2021

110H. Hasbi Rais, Wawancara, Mataram, 22 Juli 2021

62

“Faktor pendukung yang sangat penting untuk kita jaga di NTB ini adalah tingkat kedermaawanan masyrakat NTB yang menurut kami cukup tinggi dilihat dari permintaan masyarakt terhadap Kotak Koin NU yang tinggi ketika kita melakukan program pembagian Kotak Koin NU”.111

Suatu organisasi tentu tidak selalu berjalan mulus sesuai keinginan. Ada beberapa hal yang menjadi hambatan tidak terlaksananya suatu strategi atau pencapaian yang ingin diharapkan.

Hal yang sama juga dialami oleh LAZISNU NTB dalam melakukan kegiatan fundresing-nya. Hambatan-hambatan itu antara lain sebagai berikut;

a) Dampak Pandemic Covid 19

LAZISNU NTB memiliki beberapa aspek yang menjadi hambatan dalam melakukan fundraising dana ZIS, salah satunya adalah dampak pandemic Covid-19. Hal ini diungkapkan oleh Ustad H. Hasbi Rais selaku manajer bidang fundraising. Antara lain sebagai berikut:

“Kita merasakan betul dampak dari corona ini, yang dulunya kita dapat mengumpulkan dana 1 miliar lebih dan sekarang menurun sangat jauh. Dampak pandemik ini juga berimbas terhadap pemasaukan atau pendapatan masyarakat, yang secara tidak langsung juga berdampak pada pendapatan dana ZIS yang berkurang.”112

Dari penyampaian Ustad H. Hasbi Rais di atas, kita juga bisa melihat dampak pandemic Covid-19 terhadap pengumpulan dana ZIS di LAZISNU NTB melalui data pengumpulan dana ZIS dari tahun 2018 sampai 2020 yang menunjukan perbedaan pendapatan yang menurun.

111M. Khairus Sholihin, Wawancara, Lombok Barat, 29 Juni 2021

112 H. Hasbi Rais, Wawancara, Mataram, 22 Juli 2021

63

Gambar 1: Grafik Jumlah Pengumpulan Dana ZIS LAZISNU NTB Tahun 2015-2018113

Tabel 4

Jumlah pengumpulan dana ZIS LAZISNU NTB tahun 2018114 JUMLAH SALDO AWAL PER BULAN

JANUARI 2018

Rp 5,449,894.00 PENERIMAAN

ZAKAT Rp . 9,650,000.00

NON ZAKAT Rp. 908,307,486.00

QURBAN Rp. 145,400,000.00

JUMLAH PENERIMAAN PER PER BULAN DESEMBER TAHUN 2018

Rp1,063,407,486.00

113 Dokumentasi,Laporan Tahunan LAZISNU Provinsi NTB 2018.

114 Dokumentasi, Laporan Tahunan 2018 LAZISNU NTB.

64 Tabel 5

Laporan Dana LAZISNU NTB

Periode: 01 Januari 2020 - 31 Desember 2020115

KETERANGAN PERIODE

BERJALAN DANA ZAKAT

PENERIMAAN

Zakat maal (muzakki entitas) -

Zakat maal (muzakki individu) 150.378

Zakat profesi 100.000

Zakat fitrah 11.400.000

Jumlah Penerimaan Dana Zakat 11.650.378 DANA INFAQ SHADAQOH

Infak/sedekah terikat (muqayyadah) 204.600.000 Infak/sedekah tidak terikat (mutlaqah) 27.137.400 Bagi hasil pengelolaan infaq & shadaqah -

Qurban 15.000.000

Jumlah Penerimaan Dana Infaq Shadaqoh

246.737.400

b) Kurangnya pemahaman masyarakat tentang zakat

Hambatan lain dalam mengumpulkan dana ZIS di LAZISNU NTB adalah masih ada beberapa masyarakat yang kurang memahami tentang zakat, terkhususnya tentang pengeluaran zakat melalui lembaga amil. Hal ini di ungkapkan oleh Ustad M. Khairus Sholihin sebagai berikut:

“Kita hambatannya itu masih ada beberapa masyarakat yang enggan untuk mengeluarkan zakat lewat lembaga,

115 Dokumentasi, Laporan Tahunan 2020 LAZISNU NTB.

65

mereka lebih suka berzakat secara langsung padahal, secara syariat seharusnya zakat itu dikeluarkan kepada pemerintah dan kami di LAZISNU NTB ini diberikan wewenang oleh pemerintah untuk menghimpun dana ZIS dari masyrakat.

Namun kita tetap melakukan edukasi dengan harapan kami kedepanya akan lebih banyak lagi masyarakat yang tergerak hatinya untuk mengeluarkan zakat melalui lembaga amil yang telah diberikan hak resmi dari pemrintah”.116

c) Sarana dan prasrana serta SDM yang masih kurang

Selain dari faktor exsternal, hambatan LAZISNU NTB juaga dari faktor internal yaitu sarana dan jumlah tim fundraising yang masih kurang. Hal ini diungkapkan oleh Ustad M. Khairus Sholihin ketika di wawancarai tentang hambatan LAZISNU NTB dalam melakukan fundraising dana ZIS:

“Hambatan kita dalam melakukan fundraising secara internal yaitu pasilitas dan sarana kita yang memang terbatas. kemarin jumlah kotak ini (Kotak Koin NU), yang udah kita sebar berjumlah seribu kotak. Namun, ternyata banyak lagi masyarakat yang meminta. Hal ini tidak bisa kita penuhi karena pasilitas dan sarana kita masih kurang serta tim bagian fundraising kita juga jumlahnya masih kurang dan Jika kita alokasikan lebih banyak dana pada aspek fundraising juga tidak bagus karena terlalu banyak yang disalaurakan untuk fundraising. Jadi harapan kita kedepannya ini akan bisa teratasi seiring berjalan.”117 Dalam hal ini, LAZISNU Pusat selaku pencetus dan pelaku awal dalam merumuskan dan menjalankan strategi fundraising, membagikan dan menyebarluaskan strategi fundraising yang telah dilakukannya kepada semua LAZISNU-LAZISNU Cabang. Namun, strategi yang diberikan oleh LAZISNU Pusat ini bukanlah kebijakan yang bersifat otoriter. LAZISNU NTB dapat mengembangkan atau

116 M. Khairus Sholihin, Wawancara, Lombok Barat, 29 Juni 2021

117 M. Khairus Sholihin, Wawancara, Lombok Barat, 29 Juni 2021

66

memodifikasi strategi tersebut sesuai kemampuan pengurus dan lingkungan.

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, maka dapat dikatakan bahwa LAZISNU NTB dalam melakukan formulasi strategi fundraising-nya mengacu pada ketentuan umum dari LAZISNU Pusat namun strategi oprasionalnya diberikan hak otonomi untuk mengelola yang disesuaikan dengan karakter masing-masing wilayah. Hal yang diperhatikan dalam melakukan formulasi strategi fundraising di LAZISNU NTB yaitu potensi, perilaku, sikap, pemahaman serta keadaan ekonomi yang dimiliki oleh masayrakat NTB sendiri.

Menurut teori formulasi strategi, ada empat factor yang dapat dijadikan acuan dalam melakukan formulasi strategi, antara lain;118 1. Kekuatan (Strngths), merupakan poin internal yang positif dari

LAZISNU NTB yang menjadi kekuatan dalam melakukan fundraising;

a. Setuktur organisasi LAZISNU yang lengkap b. Penggunaan tehnologi digital

c. Memiliki program yang bervariasi

2. Kelemahan (Weaknesses), merupakan faktor negative yang dapat mengurangi kekuatan dari LAZISNU NTB dalam melakukan fundraising;

a. Pasilitas dan sarana masih kurang

b. Tim bagian fundraising yang aktif masih kurang

3. Peluang (Opportunities), merupakan factor exsternal dalam lingkunan LAZISNU NTB yang cendrung berkontribusi pada kesuksesan lembaga dalam melakukan fundraising;

a. Terdapat banyak pengajian atau majlis ta‟lim oleh para tuan guru NU di NTB

b. Jumlah jama‟ah NU serta penduduk muslim yang tinggi di NTB c. Tingkat kepedulian atau kedermawanan masyarakat NTB untuk

berbagi yang tinggi

4. Ancaman (Thereats), merupakan factor exsternal yang dapat mengurangi efektifitas strategi fundraising dari LAZISNU NTB;

118 Istiqomah dan Irsad Adriyanto, “Analisis SWOT dalam Pengembangan Bisnis,” Jurnal Bisnis dan Manajemen Islam, Volume 5, Nomor 2, (Desember 2017): 371

67 a. Banyaknya kompetitor/pesaing

b. Ada beberapa masyarakat yang kurang memahami tentang zakat dan kewajiban pengeluaran zakat melalui Lembaga Amil.

c. Pengauasan teknologi yang masih kurang di NTB terkhusunya masayarakat usia lanjut.

68