• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi Strategi Fundraising Zakat, Infaq dan

BAB III IMPLEMENTASI STRATEGI FUNDRASING

B. Implementasi Strategi Fundraising Zakat, Infaq dan

73

Linkedin, WhatsApp dan Instagram. Melalui aplikasi ini, para pengguna dapat bertukar informasi, dan berkomunikasi, hingga berbagi album foto, dan menjadi bagian atau anggota dari suatu komunitas atau grup di jejaring sosial tersebut.129

d. Mobile Aplikasi

Mobile aplikasi adalah aplikasi yang telah dirancang khusus untuk platform mobile (misalnya iOS, android, atau windows mobile). Biasanya mobile aplikasi ini bisa di download atau diunduh melalui sistem oprasi mobile, seperti Apple App Store, Android Google Play dan sebagainya.130

B. Implementasi Strategi Fundraising Zakat, Infaq dan Shadaqah di

74

sebagainya.131 Hal senada disampaikan oleh Ustad H. Hasbi Rais selaku manajer bagian fundraising sebagai berikut;

“Kami mendatangi langsung para donator atau muzaki yang sudah bersedia untuk mengeluarkan zakatnya seperti misalnya masyarakat pedesaan yang sudah panen padi, para pegawai ASN (Aparatur Sipil Negara) seperti dosen, kemudian dari perusahaan swasta dan kami juga menghimpun langsung zakat fitrah dari masyrakat.

Sedangkan untuk orang yang belum mengetahui lembaga maupun program kami maka, yang pertamakali kita lakukan adalah mengajak orang-orang yang terdaftar di list yaitu orang-orang yang berpotensi berzakat karena ada orang yang wajib zakat dan ada yang tidak zakat. Seperti dosen-dosen ASN yang ada di kampus-kampus dan pegawai swasta yang memiliki penghasilan tinggi yang berpotensi membayar zakat dan itu kami memiliki listnya sehingga dengan demikian memudahkan kami dalam mengajak donator untuk mengeluarkan zakatnya.”132 Selain dari data Prospek, LAZISNU NTB juga membuat perencanaan anggaran dalam melakukan kegiatan fundraising- nya. Hal ini bisa kita lihat dari jumlah anggaran oprasional LAZISNU NTB;

Tabel 6

Laporan Keuangan LAZISNU NTB Tahun 2020133 No Pengeluaran Aktifitas Oprasional Jumlah

1 Gaji dan honor (1.300.000)

2 Rapat Pengurus, Sosialisasi dan Pemasaran -

3 Pengadaan Asset Kantor -

4 ATK & Operasional lainnya (1.000.000)

5 Penggunaan dana lainnya -

6 Administrasi bank (146.900)

7 Uang Muka Program -

131 Arsip PP NU CARE – LAZISNU, h. 1-6

132 H. Hasbi Rais, Wawancara, Mataram, 22 Juli 2021

133Dokumentasi, Laporan Tahunan 2020 LAZISNU NTB.

75 2. Pelaksanaan

1) Strategi fundraising Langsung

Starategi yang diterapakan oleh LAZISNU NTB berupa pengumpulan zakat scara langsung dengan mendatangi Muzaki. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ustad H. Hasbi Rais selaku manajer bagian fundraising sebagai berikut:

“Kami mendatangi langsung para donator atau muzaki yang sudah bersedia untuk mengeluarkan zakatnya seperti misalnya masyarakat pedesaan yang sudah panen padi, para pegawai ASN (Aparatur Sipil Negara) seperti dosen, kemudian dari perusahaan swasta dan kami juga menghimpun langsung zakat fitrah dari masyrakat”.134 Hal senada juga disampaikan oleh Bapak Saprudin ketika ditanya tentang strategi fundraising yang digunakan antara lain sebagai berikut:

“Kami memiliki program yang namanya keliling zakat fitrah yaitu, menjemput zakat fitrah langsung yang dibantu oleh relawan dari LAZISNU NTB untuk mengumpulkan zakat fitrah dari masyarakat, baik itu pembayarnya menggunakan beras maupun dengan menggunakan uang dan tentunya nominal uang yang dibayarkan harus setara dengan harga beras yang berlaku saat itu.”135

Dari hasil wawancara dengan Bapak Saprudin di atas maka dapat dikatakan bahwa, salah satu strategi yang digunakan oleh LAZISNU NTB dalam menghimpun dana ZIS adalah dengan menggunakan penjemputan langsung oleh relawan LAZISNU NTB. Perogam penjemputan tersebut diberi nama Jemput Zakat Fitrah.

Selain dari zakat ada juga dari infak. Bapak Saprudin menambahkan bahwa program fundraising dengan jumlah pengumpulan yang paling banyak untuk saat ini adalah dari program Kotak Koin NU.

134 H. Hasbi Rais, Wawancara, Mataram, 22 Juli 2021

135 Saprudin, Wawancara, Mataram,13 Mei 2021

76

“Sasaran utama dalam melaksanakan program Kotak Koin NU ini adalah dari internal terlebih dahulu yaitu jama‟ah NU, karena sebagaimana kita ketahui bahwa jumlah jamah NU di NTB ini ribuan. Jamaah NU yang sekian ribu itu walaupun tidak mampu ukuranya tapi kalau kita minta sisa dari belanjanya minimal lima ratus perak misalkan, maka jika dikali sekian jumlahnya akan banyak. Oleh sebab itu rencana kita kedepan ini, ingin meloncing seribu Kotak Koin NU. Semakin banyak kita dapat mengumpulkan dana ZIS tentunya akan semakin banyak juga yang terbantu.”136

Jadi bisa dikatakan bahwa Kotak Koin NU ini menjadi strategi unggulan dari LAZISNU NTB, sebagaimana yang disampaikan Bapak Saprudin di atas, hal yang sama juga bisa kita lihat dari data jumlah pendapatan dana ZIS di LAZISNU NTB pada tahun 2018, sebagai berikut:

Tabel 7

Jumlah pengumpulan dana ZIS LAZISNU NTB tahun 2018137 JUMLAH SALDO AWAL PER BULAN

JANUARI 2018

Rp 5,449,894.00 PENERIMAAN

ZAKAT Rp . 9,650,000.00

NON ZAKAT Rp. 908,307,486.00

QURBAN Rp. 145,400,000.00

JUMLAH PENERIMAAN PER PER BULAN DESEMBER TAHUN 2018

Rp1,063,407,486.00 Jumalah dana infak yang besar dari Kotak koin NU tidak terlepas dari peran kajian-kajian yang diadakan oleh para Tuan Guru serta warga NU. Sebagaimana yang disampaikan Ustad M. Khairus Sholihin:

“Untuk melakukan edukasi atau mensosialisasikan tentang program dari LAZISNU NTB ini, kita tidak membuat even-even besar karena tentunya ini

136 Saprudin, Wawancara, Mataram,13 Mei 2021

137 Dokumentasi, Laporan Tahunan 2018 LAZISNU NTB.

77

membutuhkan dana yang besar, oleh sebab itu, kami memanfaatkan kajian-kajian para tuan guru kita, terlebih lagi jamaah NU ini banyak sekali pengajiannya.

Sebelum adanya pandemi, itu yang kita adakan dengan keliling memperkenalkan kotak koin NU ini ke semua majlis ta‟lim dan di majlis itu juga kita langsung taruh Kotak Koin NU untuk diambil oleh siapa saja yang ingin membawa pulang. Dari majlis ta‟lim ini juga kita perkenalkan zakat itu seperti apa, kenapa harus mengeluarkannya melalui lembaga amil, bagaimana pengelolaan-nya, ini uangnya mau digunakan untuk apa dan lain sebagainya.”138

Gambar 2: Kegiatan Memperkenalkan Kotak Koin NU ke Majlis Ta‟lim139

Dari penyampaiaan Ustad M. Khairus Sholihin di atas bahwa LAZISNU NTB tidak menggunakan even-even besar dalam rangka mengumpukan masyarakat untuk memperkenalkan program LAZISNU NTB. Hal ini dikarenakan jumlah anggaran untuk membuat even-even

138 M. Khairus Sholihin, Wawancara, Lombok Barat, 29 Juni 2021

139 Dokumentasi, Laporan Kegiatan LAZISNU NTB Tahun 2018.

78

membutuhkan dana yang besar dan untuk mengatasi hal tersebut strategi yang dilakukaan untuk memperkenalkan lembaga amil LAZISNU kepada masyarakat yaitu menggunakan kajian-kajian disetiap majlis ta‟lim dan disertakaan Kotak Koin NU untuk diberikan kepada jamaah yang ingin membawa pulang.

2) Strategi fundraising tidak Langsung

Selain dari strategi fundraising langsung, LAZISNU NTB juga menerapkan strategi fundraising tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi digital, antara lain sebagai berikut;

1) Website

Melalui website LAZISNU NTB calon donator dapat memanfaatkan fitur yang dapat mengkalkulasi jumlah zakatnya secara otomatis, seperti zakat maal, zakat profesi, zakat emas, zakat fitrah, zakat perniagaan, zakat pertambangan, zakat pertanian, perkebunan dan zakat perusahaan. Berikut penulis sertakan tampilan website LAZISNU NTB.

79

Gambar 3: Website LAZISNU NTB

Website LAZISNU NTB juga memiliki fitur untuk permudah calon donator untuk menyalurkan donasi atau infaknya melalui pilahan program-program yang telah disediakan di dalam website LAZISNU NTB. Berikut penulis sertakan tampilan website LAZISNU NTB.

Pilihan jenis zakat yang ingin disalurkan

Pembayaran Zakat Pilihan penyaluran dana zakat infak dan wakaf

Layanan bantuan penghitungan jumlah wajib zakat dari harta yang dimiliki muzaki

80

Gambar 4: Website LAZISNU NTB

Terlihat dari gambar yang telah dipaparkan di atas, LAZISNU NTB sudah berusaha menarik para muzaki dan donator untuk menyalurkan dana ZIS nya melalui website LAZISNU NTB dengan meberikan pelayanan berupa fitur- fitur yang menarik dengan harapan banyak donator yang mau menyalurkan dananya melalui website LAZISNU NTB yang dapat di akses oleh semua orang.

Layanan program penyaluran Infak yang dapat dipilih oleh muzaki

81 2) Social network

Gambar 5: Media sosial Instagram LAZISNU NTB

Gambar 6: Akun Facbook LAZISNU NTB Jumlah pengikut

LAZIS NU NTB di Instagram yang dapat dijadikan sebagi calon donatur

Konten atau program yang di promosikan

Fitur yang

mengarahkan langsung ke websait LAZISNU Fitur untuk chat langsung dengan Admin

Fitu untuk melihat lokasi kantor LAZISNU NTB yang dapat dikunjungi

Jam Kerja

82 3) Mobile Aplikasi

LAZISNU NTB melakukan kerjasama dengan berbagai platform e-commers yang mempunyai fitur membayar zakat online. Berikut peneliti tampilan pembayaran melalui platform e-commers;

Gambar 7: Kode QR LAZISNU pada Aplikasi LinkAja.

Gambar 8: Mitra Kerjasama LAZISNU NTB

83

3. Pengawasan dan Akuntabilitas Lembaga

Dalam rangka transparansi dan akuntabilitas lembaga, LAZISNU NTB juga melakukan pengawasan terhadap proses fundraising yang dilakukan. Sebagai lembaga yang memiliki spirit agama, tentunya semua unsur di LAZISNU NTB sedapat mungkin berbuat sesuai dengan koridor agama. Hal ini bisa kita lihat dengan kehadiran Dewan Pengawas Syariat, Pelindung serta Penasehat di dalam struktur LAZISNU NTB.140

Ustad M. Khairus Sholihin selaku manajer bagian keuangan menyampaikan bahwa;

“Pengawasan dilakukan dengan penertiban administrasi, keuangan, dalam penghimpunan, pendistribusian, pendayagunaan, dan perkembangan ZIS. Dana yang terkumpul pada tiap bulan, berikutnya akan dilakukan pencatatan jumlah dana yang terkumpul yang digunakan sebagai bahan laporan, perencanaan dan evaluasi lembaga.

Sebab, jumlah dana ZIS yang terkumpul cukup banyak, maka mutlak harus dilakukan pengawasan serta pelaporan secara sungguh-sungguh.141

LAZISNU NTB selalu berusaha untuk meningkatkan transparansi pengelolaan zakat. Hal ini dibuktikan dengan publikasi pengelolaan kepada khalayak melalui media dan keterlibatan Dewan Pengawas Syariat dalam kontrol kelembagaan. Sebagai lembaga yang menyangkut kepentingan umat, dilakukan juga upaya komunikasi tidak hanya pada ketersampaian pesan kepada khalayak. Betapapun lembaga sebagai pengelola harus dapat membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat baik sebagai pemberi maupun sebagai penerima. Hal ini dimaksudkan agar mereka dapat menaruh kepercayaan terhadap lembaga pengelola dengan cara memberikan bukti pengeluaran ZIS serta pemberian piagam

140 Dokumentasi, Profil LAZISNU Provinsi NTB.

141 M. Khairus Sholihin, Wawancara, Lombok Barat, 29 Juni 2021

84

kepada doantur sebagai bentuk apresiasi lembaga kepada donatur.142

Dari hasil wawancara dokumentasi dan observasi maka dapat disimpulkan bahwa LAZISNU NTB memiliki dua strategi besar yaitu:

a. Strategi Berbasis Kotak KoinNU

LAZISNU NTB dalam memaksimalkan jumlah pengungumpulan dana infak dari Kotak Koin NU. Dalam teori manajemen ada empat aspek yang harus diterapkan, yaitu:143 1. Perencanaan (Planning)

Planning merupakan kemampuan SDM untuk merencanakan keseluruhan fungsi organisasi dengan tepat.

Dalam melakukan perencanaan, LAZISNU NTB membuat dan menentukan biaya oprasional strategi, kemampuan SDM, target yang ingin dicapai, serta menentukan Muzaki atau donator yang menjadi sasaran untuk dijadikan calon donator dengan melakukan pendataan yang bersumber dari buku tahunan sekolah, perguruan tinggi, milis, website, data karyawan perkantoran dan sebagainya.

2. Pengorganisasian (Organizing)

Organizing merupakan kemampuan SDM dalam melakukan pendistribusian seluruh program dan kreatifitas lembaga kepada departemen dan SDM lainya, dengan membagikan tugas dan kewenangan yang tepat. LAZISNU NTB melakukan pembagian tugas serta tanggung jawab dari setiap devisi dan tetap melakukan koordinasi dari UPZIS tingkat Kabupaten sampai tingkat Desa/Lurah.

3. Pelaksanaan (Aktuating)

Aktuating merupakan kemampuan lembaga dalam menerapkan program-programnya kepada masyarakat, baik untuk masyarakat sebagai potensi donator maupun kalangan pemenrima manfaat program. Dalam teori pelaksanaan fundraising ada empat cara yang bisa dipakai

142 M. Khairus Sholihin, Wawancara, Lombok Barat, 29 Juni 2021

143 Abdul Gofur, Tiga Kunci Fundraising: Sukses Membangun Lembaga Nirlaba, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2018), h. 61

85

yaitu face to face, directmail, special event dan campaign.144 Dari hasil wawancara, dokumentasi dan observasi yang penulis lakukan, ada dua cara yang digunakan untuk melaksanaan program Kotak Koin NU di LAZISNU NTB, yaitu: (1) face to face, yaitu pertemuan langsung antara donatur dan pengumpul kotak baik donatur mengantar ataupun pemgumpul kotak yang mengambil ke rumah Jama‟ah NU selaku donatur, tiap menjelang pertemuan rutin yakni sebulan sekali. (2) special event, yakni memanfaatkan moment khusus yang dihadiri banyak orang, seperti, Majlis ta‟lim oleh para Tuan Guru NU di NTB sehingga lebih mudah melakukan fundraising dana serta penyampaian informasi dan pesan terkait dengan zakat dan lembaga amil (LAZISNU NTB) dengan menaruh Kotak Koin NU disetiap majlis ta‟lim.

Dari uraian hasil wawancara, serta hasil pengamatan penulis bahwa dalam pelaksanaannya fundraising program Kotak Koin NU dilaksanakan oleh LAZISNU NTB yang mana dana infak lebih banyak berasal dari Jama‟ah NU dan dilakukan secara langsung baik melalui face to face ataupun memanfaatkan special event.

Kotak Koin NU ini adalah perogam pengumpulan dana infak yang kemudian kotak ini disalurkan ke toko-toko, perusahaan, pegawai, jama‟ah NU dan kepada masyarakat.

Program fundraising Kotak Koin ini menjadi kekuatan utama dari LAZISNU NTB dan bahkan ditingkat nasional ini menjadi program nasional.

Sasaran utama dalam melaksanakan program Kotak Koin NU ini adalah dari internal terlebih dahulu yaitu jama‟ah NU, dikarenakan jumlah Jama‟ah NU di NTB yang cukup banyak yang memliki loyalitas tinggi. Jadi bisa dikatakan bahwa Kotak Koin NU ini menjadi strategi unggulan dari LAZISNU NTB dan bahkan di tingkat pusat. Hal ini bisa kita lihat dari data

144 Muhsin Kalida, Fundraising dalam Stadi Pengembangan Lembaga Kemasyarakatan” Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama, Vol. 5, No. 2, (Desember 2004): 30

86

jumlah pendapatan dana ZIS di LAZISNU NTB pada tahun 2018 yang berjumlah Rp. 908,307,486.00.

b. Pengawasan (Controlling)

Controlling merupakan kemampuan SDM dalam melaksanakan pengawasan program, evaluasi, serta menentukan tindak lanjut. Kegiatan ini diperlukan dalam lembaga untuk memastikan berjalan dengan baik dan dikemudian hari menjadi jauh lebih baik lagi. LAZISNU NTB melakukan pengawasan terhadap proses fundraising yang dilakukan. Sebagai lembaga yang memiliki spirit agama, tentunya semua unsur di LAZISNU NTB sedapat mungkin berbuat sesuai dengan koridor agama.

Hal ini bisa kita lihat dengan kehadiran Dewan Pengawas Syariat, Pelindung serta Penasehat di dalam struktur LAZISNU NTB.

Pengawasan dilakukan dengan penertiban administrasi, keuangan, dalam penghimpunan, pendistribusian, pendayagunaan, dan perkembangan ZIS. Dana yang terkumpul pada tiap bulan, berikutnya akan dilakukan pencatatan, jumlah dana yang terkumpul kemudian digunakan sebagai bahan laporan, perencanaan dan evaluasi lembaga. Sebab, jumlah dana ZIS yang terkumpul cukup banyak, maka mutlak harus dilakukan pengawasan serta pelaporan secara sungguh-sungguh.

Selain diri keterlibatan Dewan Pengawas Syariat dalam kontrol kelembagaan, masyarakat umum juga bisa melakukan pengawasan terhadap program-program yang dijalankan LAZISNU NTB. Melalui publikasi pengelolaan kepada khalayak yang dilakukan oleh LAZISNU NTB melalui sosial media.

Sebagai lembaga yang menyangkut kepentingan umat, dilakukan juga upaya komunikasi tidak hanya pada ketersampaian pesan kepada khalayak. Betapapun lembaga sebagai pengelola harus dapat membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat baik sebagai pemberi maupun sebagai penerima. Hal ini dimaksudkan agar mereka dapat menaruh kepercayaan terhadap lembaga pengelola dengan cara memberikan bukti pengeluaran ZIS serta pemberian piagam

87

kepada doantur sebagai bentuk apresiasi lembaga kepada donatur.

c. Strategi Digital Fundraising

Inovasi merupakan suatu keniscayaan yang harus dilakukan oleh suatu lembaga dalam rangka meningkatkan kualitas lembaga. Teknologi internet di era modern ini semakin pesat perkembanganya serta banyak dirasakan oleh masyarakat.

Hal tersebut karena internet memiliki manfaat yang secara langsung dapat dirasakan oleh para penggunanya. Terkhusus lagi, para pengguna internet yang memfungsikannya sebagai media komunikasi dan sosialisasi pemasaran.

Fundraising zakat melalui media digital sangat bermanfaat untuk sosialisasi dan penghimpunan ZIS dengan memanfatkan kanal yang tersedia. Dalam hali ini, LAZISNU NTB tidak mau ketinggalan dengan perkembangan dari media digital yang cukup pesat dengan memanfatkan kanal-kanal yang tersedia sebagi wadah dalam melakukan fundraising ZIS.

Kanal-kanal yang dimanfaatkan antara lain sebagai berikut:

1) Website

Secara garis besar website merupakan suatu bentuk informasi yang disampaikan dalam halaman-halaman yang ditempatkan setidaknya pada sebuah server web, yang dapat diakses melalui jaringan internet. Dengan jangkauan internet yang sangat luas, maka sosialisasi yang dilakukan melalui website dapat menjangkau masyarakat luas. Secara umum, website telah digunakan oleh hampir seluruh perusahaan atau lembaga yang ada. Sehingga, website ini sangat mungkin di oprasikan oleh OPZ untuk melakukan sosialisasi zakat guna menghimpun zakat dengan memanfaatkan media website tersebut.145

Melalui website LAZISNU NTB calon donator dapat memanfaatkan fitur yang dapat mengkalkulasi jumlah zakatnya secara otomatis, seperti zakat maal, zakat profesi,

145Ade Nur Rohim, “Optimalisasi Penghimpunan Zakat Melalui Digital Fundraising” Al- Balagah Jurnal Dakwah dan Komunikasi, Vol. 4, No. 1, (Januari - Juni 2019): 59-90

88

zakat emas, zakat fitrah, zakat perniagaan, zakat pertambangan, zakat pertanian, perkebunan dan zakat perusahaan.

Website LAZISNU NTB juga memiliki fitur untuk permudah calon donator untuk menyalurkan donasi atau infaknya melalui pilahan program-program yang telah disediakan di dalam website. LAZISNU NTB sudah berusaha menarik para calon Muzaki/Munfik untuk menyalurkan dana ZIS nya melalui website LAZISNU NTB dengan meberikan pelayanan berupa fitur-fitur yang menarik serta memberikan kemudahan bagi Muzaki/Munfik dengan harapan banyak donator yang mau menyalurkan dananya melalui website LAZISNU NTB yang dapat di akses oleh semua orang.

2) Social network

Social network atau jejaring sosial merupakan media pada jaringan internet yang dapat digunakan dalam sosialisasi dan promosi. Contoh social network yang paling banyak digunakan di Indonesia, bahkan dunia, adalah Facebook, menjadi jejaring sosial yang paling banyak digunakan dan diikuti setelahnya adalah Youtube TikTok Twitter, Linkedin, WhatsApp dan Instagram. Melalui sosial media ini, para pengguna dapat bertukar informasi, dan berkomunikasi, hingga berbagi album foto, dan menjadi bagian atau anggota dari suatu komunitas atau grup di sosial media tersebut.146

Sosial media adalah wadah bagi LAZISNU NTB sebagai sarana promosi dan membagikan beragam kegiatan serta informasi yang dilakukan oleh LAZISNU NTB melalui platform media sosial Instagram para donator menjadi lebih mudah untuk memantau kegiatan apa saja yang telah dilakukan oleh LAZISNU NTB. Tidak hanya itu para donator juga dapat berintraksi langsung melalui fitur

146 Ade Nur Rohim, “Optimalisasi Penghimpunan Zakat Melalui Digital Fundraising” Al- Balagah Jurnal Dakwah dan Komunikasi, Vol. 4, No. 1, (Januari - Juni 2019): 59-90

89

chat yang telah disediakan oleh Instagram untuk menanyakan tentang program ataupun tentang kegiatan pemberdayaan.

Selain Instagram LAZISNU NTB juga memiliki akun Facbook untuk mempromosikan programnya yang fitur- fiturnya mirip dengan yang ada di Instagram. Seperti, fitur penunjuk lokasi kantor LAZISNU NTB yang dapat dikunjungi dan keterang-ketrangan yang lainya, seperti jam kerja dari LAZISNU NTB.

3) Mobile Aplikasi

Mobile aplikasi adalah aplikasi yang telah dirancang khusus untuk platform mobile (misalnya iOS, android, atau windows mobile). Biasanya mobile aplikasi ini bisa di download atau diunduh melalui sistem oprasi mobile, seperti Apple App Store, Android Google Play dan sebagainya.147

LAZISNU NTB belum memiliki aplikasi moble khusus untuk melakukan fundraising dana ZIS. Namu, LAZISNU NTB melakukan kerjasama dengan pihak-pihak yang menggunakan aplikasi moble dalam kegiartanya seperti aplikasi LinkAja, Gojek, Gopay dan lain sebgainya, dengan memanfaatkan fitur kode QR untuk mentransfer dana Infak dari donator pengguana aplikasi.

Berkaitan dengan hal di atas, menurut teori metode fundraising, maka bisa dikatakan bahwa metode fundraising melalui media digital yang dilakukan oleh LAZISNU NTB termasuk bentuk dari metode fundraising tidak langsung (Indirect fundraising) yaitu metode yang tidak melibatkan partisipasi donator secara langsung. Metode ini dilakukan dengan cara promosi yang mengarah kepada pembentukan citra yang kuat, tanpa secara khusus diarahkan untuk melakukan transaksi oleh donator pada saat itu.148

147 Thomas Joseph, Apps The Spirit of Digital Marketing 3.0 (Elek Media Komputindo, 2011), h. 103.

148 Widi Nopiardo, “Strategi Fundraising Dana Zakat Pada Baznas Kabupaten Tanah Datar Strategies Of Zakat Fundraising At BaznasTanah Datar Regency,” Jurnal Imara, Volume 1, Nomor 1, (Desember 2017): 63

90

C. Faktor yang Mempengaruhi Prolehan Fundraising Dana ZIS di