BAB I PENDAHULUAN
B. Pembahasan Hasil Penelitian
1. Implementasi Kurikulum 2013 pada Perangkat Pembelajaran Implelentasi Kurikulum 2013 pada perangkat pembelajaran
meliputi; penyusunan RPP, penggunaan media pembelajaran, dan penyusunan LKPD dan penilaian.
a. Implementasi dalam penyusunan RPP
Penyusunan perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mengacu pada lampiran IV Permendikbud Nomor 81 a Tahun 2013 yang berpegang pada prinsip- prinsip penyusunan RPP sebagai berikut:
1. RPP disusun guru sebagai terjemahan dari kurikulum dan berdasarkan silabus yang telah dikembangkan di tingkat nasional.
2. RPP dikembangkan guru dengan menyesuaikan apa yang dinyatakan dalam silabus dengan kondisi di satuan pendidikan.
3. Mendorong partisipasi aktif peserta didik.
4. Sesuai dengan tujuan Kurikulum 2013.
5. Mengembangkan budaya membaca.
6. Proses pembelajaran dalam RPP dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam dalam bacaan , dan berekspresi dalam bentuk tulisan.
7. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut.
8. RPP memuat rancangan pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
9. Keterkaitan dan keterpaduan.
10. RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara KI dan KD, materi pembelajaran, penilaian, dan sumber belajar.
11. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi.
12. RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi (Kemdikbud, 2013:8).
Mengacu pada hal tersebut sesuai sistematika penyusunan RPP yang terdapat pada lampiran IV Permendikbud Nomor 81a Tahun 2013 dan sesuai Permendikbud Nomor 58 Tahun 2014 tentang Kurikulum SMP/Madrasah Tsanawiah ditemukan dalam penyusunan RPP oleh guru bahasa Indonesia SMP Negeri 12 Makassar sbb; Indikator perumusan tujuan pembelajaran, pemilihan materi pembelajaran, pemilihan sumber belajar, pemilihan media pembelajaran, pemilihan model pembelajaran, dan indikator sistem penilaian dalam kategori penilaian sangat baik. Sedangkan indikator langkah-langkah pembelajaran dalam kategori penilaian baik.
Berdasarkan analisis data ditemukan bahwa guru Bahasa Indonesia kelas VII SMP Negeri 12 Makassar telah mampu menyusun RPP dengan sangat baik terbukti hasil pengamatan dari 8 (delapan) indikator penyusunan RPP yang terdiri atas 26 aspek pengamatan dengan melibatkan 3 (tiga) observer diperoleh hasil untuk responden 1 memperoleh nilai rata-rata 3,8 dengan kategori sangat baik.
Responden 2 memperoleh nilai rata-rata 3,7 dengan kategori penilaian sangat baik. Berdasarkan hasil penilaian observer masih terdapat kekurangan terutama pada pengalokasian waktu pada langkah-langkah pembelajaran dan kunci jawaban soal tidak dicantumkan dalam RPP. Sekalipun masih terdapat kekurangan dalam penyusunan RPP oleh guru bahasa Indonesia SMP Negeri 12 Makassar dapat disimpulkan bahwa penyusunan RPP telah berjalan
optimal. Untuk lebih mengoptimalkan penyusunan RPP, guru hendaknya mencermati payung hukum dan pedoman penyusunan RPP yang telah disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
b. Implementasi Kurikulum 2013 dalam Pemanfaatan Media Pembelajaran
Media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya terutama sebagai faktor pendukung berhasil tidaknya implementasi Kurikulum 2013.
Pemahaman pendidik tentang manfaat sebuah media pembelajaran sangat penting untuk pencapaian tujuan pembelajaran. Sebagaimana pandangan ahli pendidikan tentang manfaat media pembelajaran berikut ini.
Manfaat media pembelajaran menurut Kemp dan Dayton (1985), mengidentifikasi beberapa manfaat media dalam pembelajaran yaitu; 1) penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan, 2) proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik. 3) proses pembelajaran menjadi lebih interaktif, 4) efisiensi dalam waktu dan tenaga, 4) meningkatkan kualitas hasil belajar siswa, 5) media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, 6) media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar, dan 7) merubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif (Arsyad, 2007: 17)
Kesadaran tentang manfaat media pembelajaran oleh guru bahasa Indonesia SMP Negeri 12 Makassar telah ada, terbukti hasil temuan menunjukkan bahwa guru bahasa Indonesia kelas VII SMP Negeri 12 Makassar menggunakan alat teknologi komunikasi sebagai
media pembelajaran yakni media microsof power pont. Terkait dengan pemanfaatan media microsof power pont oleh guru mendapat respon positif dari siswa terhadap media pembelajaran yang digunakan oleh guru sbb; 91% menyatakan bahwa media pembelajaran yang digunakan guru sangat menarik, 100% siswa menyatakan bahwa media power point membantu mempermudah pemahaman terhadap materi pelajaran, dan 91% menyatakan media power point memicu keaktifan peserta didik terhadap proses pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa respons peserta didik terhadap pemanfaatan media pawer point sangat tinggi.
c. Implementasi Kurikulum 2013 dalam Penyusunan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD)
Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) adalah lembaran- lembaran yang berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik.
Lembar ini digunakan untuk mengarahkan proses belajar siswa, di mana pembelajaran berorientasi kepada peserta didik. Dengan adanya LKPD, maka partisipasi aktif peserta didik sangat diharapkan, sehingga memberikan kesempatan lebih luas dalam proses rekonstruksi pengetahuan dalam diri peserta didik. Trianto (2007:73) menguraikan bahwa lembar kerja kegiatan siswa adalah panduan siswa yang digunakan untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah’ Lembar kegiatan ini dapat berupa panduan untuk latihan pengembangan aspek kognitif maupun panduan untuk latihan pengembangan semua aspek pembelajaran dalam bentuk
panduan eksperimen ataupun demonstrasi. Hal ini sejalan dengan model pembelajaran yang direkomendasikan oleh Kurikulum 2013, yaitu model pembelajaran berbasis penemuan (discovery learning), pembelajaran berbasis masalah (problem based learning), dan pembelajaran berbasis proyek (project based learning). Temuan dalam penilitian ini berdasarkan hasil observasi pada tiga kali pertemuan dalam proses pembelajaran dengan kedua responden terbukti bahwa guru tidak menggunakan perangkat pembelajaran berupa LKPD/ LKS dengan alasan bahwa buku siswa yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kedudayaan RI sudah memuat tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik.
d. Implementasi Kurikulum 2013 pada Sistem Penilaian
Sistem penilaian Kurikulum 2013 mengacu pada Permendikbud nomor 66 Tahun 2013, penilaian autentik (authentic assesment) mendapat penekanan serius untuk diterapkan. Penilaian autentik adalah kegiatan menilai peserta didik yang menekankan pada apa yang seharusnya dinilai, baik proses maupun hasil dengan berbagai instrument penilaian yang disesuaikan dengan tuntutan kompetensi yang ada pada kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) (Kunandar, 2013: 36). Ciri-ciri penilaian autentik adalah (1) harus mengukur semua aspek pembelajaran, yakni kinerja atau hasil produk, (2) dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung, (3) menggunakan berbagai cara dan sumber, (4) tes
hanya salah satu alat pengumpul data penilaian, (5) tugas-tugas diberikan kepada peserta didik harus mencerminkan bagian-bagian kehidupan peserta didik yang nyata setiap hari, (6) penilaian harus menekankan kedalaman pengetahuan dan keahlian peserta didik, bukan keluasannya.
Penilaian autentik idealnya dilaksanakan sesuai ciri-ciri tersebut di atas, namun kenyataannya berdasarkan hasil observasi, ditemukan bahwa guru bahasa Indonesia SMP Negeri 12 Makassar belum melaksanakan penilaian autentik. Pendidik masih kesulitan mengatur waktu antara proses pembelajaran dengan penilaian. Faktanya adalah guru menyediakan format penilaian berupa penilaian sikap, penilaian pengetahuan, dan keterampilan tetapi belum difungsikan secara optimal.
Sistem penilaian pada Kurikulum 2013 berdasarkan Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 meliputi penilaian sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Jenis penilaian yang harus dilaksanakan oleh guru disesuaikan dengan kompetensi dasar, sehingga tidak perlu melaksanakan semua jenis penilaian secara serentak. Apalagi proses pembelajaran pada satu materi pokok atau tema dilaksanakan dalam beberapa kali pertemuan, sehingga semua jenis penilaian dapat terpenuhi.
2. Implementasi Kurikulum 2013 pada proses pembelajaran