• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi Microsoft Paint dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Software juga dapat disebut sebagai program, yaitu seperangkat perintah yang

B. Perbendaharaan Kasultanan Ngagyogyakarta Masa Hamengkubuwono II

2. Implementasi Microsoft Paint dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Software juga dapat disebut sebagai program, yaitu seperangkat perintah yang

159 satu bagian yang utuh sehingga lebih sistematis dan memudahkan bagi penulis. Dan yang terakhir yaitu adanya pemeriksaan kembali terhadap data-data tersebut.

C. Hasil dan Pembahasan

1. Penerapan Metode Mind Mapping dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam

160 aplikasi (Application Software) berupa program yang dibuat untuk pengguna dapat lebih produktif dalam hal membantu mengerjakan tugas-tugas pribadi (Sutopo, 2012: 70).

Jenis perangkat lunak aplikasi di dalamnya antara lain pengelola informasi pribadi, Note, manajemen proyek, akuntansi, pengelolaa dokumen, tata letak, penyunting gambar, audio dan video, pembuatan multimedia, pembuatan laman web, dan lainnya. Salah satu program aplikasi yang digunakan guna keperluan membuat atau mengedit gambar adalah paint. Paint atau yang dikenal sebelumnya sebagai paintbrush merupakan program graphic painting sederhana yang terintegrasi dengan seluruh versi microsoft windows sejak perilisan pertamanya. Pada kemajuan pada masa saat ini, kita dapat mengenal dan mampu mengoprasikan dalam Software Paint ini. Dalam penggunaan mind mapping hasil software ini diharapkan dapat meningkatkan minat belajar bagi peserta didik dimana mereka dapat mengkreasikan pemetaan hasil pemikiran mengenai suatu materi. Penggunaan Software Paint ini sudah dilakukan penelitian dan observasi di dalam suatu kegiatan belajar yang mampu memberikan kemudahan dalam mentransfer point pembelajaran kepada peserta didik ataupun mereka menjabarkan pemikirannya dalam bentuk- bentuk yang dapat dibuat melalui Software Paint, dalam waktu yang relatif singkat sehingga berpengaruh mengatasi kesulitan pembelajaran bagi peserta didik (Sari, 2021 : 373).

Gambar atau bentuk yang dapat dihasilkan antara lain gambar kartun, garis-garis, ataupun bentuk kotak, lingkaran dan lainnya. Program ini juga bisa membuka dan meyimpan gambar dalam berbagai format, seperti JPEG, PNG, BMP, GIF, dan TIFF. Adapun fungsi dari program Paint diantaranya adalah :

1. Membuat gambar karikatur ataupun sejenisnya.

2. Membuat kartu ulang tahun, kartu ucapan, dan lainnya.

3. Membuat kerangka gambar dan mewarnai gambar tersebut.

Fasilitas yang terdapat di dalam program Microsoft paint sangat sederhana dan jauh berbeda dengan aplikasi lainnya, namun tidak menutup kemungkinan Microsoft Paint banyak mempunyai kelebihan seperti icon-icon yang tersedia tidak terlalu rumit artinya praktis dalam penggunaannya. Adapun langkah-langkah membuka Microsoft Paint dengan melalui klik start, kemudian klik all program, klik accessories dan pilih paint, icon-icon di dalam microsoft paint meliputi toolbar, expand menu, palet warna, clipboard, image, color box, shapes, pencils, fill, dan brushes. Dalam penggunaan Microsoft Paint disarankan untuk mengenal dan memahami terlebih dahulu terkait icon-icon yang terdapat pada software ini (Destiyanti, 2019 : 204).

Sejarah Kebudayaan Islam suatu ilmu yang menekankan pada peristiwa sejarah islam mulai dari meneladani sifat tokoh yang kemudian dikaitkan dengan kehidupan sosial budaya, ekonomi dan politik serta seni dan IPTEK guna mengembangkan kebudayaan dan peradaan Islam, dimana ilmu ini mengandung makna agar memberikan kesadaran akan landasan, nilai dan norma dari Islam, menghargai terhadap perjalan dan kebudayaan Islam yang ada sebagai bukti keberadaan Islam, menumbuhkan daya kritis dalam memahami dan kemampuan mengambil pesan dari perisrtiwa-perisrtiwa bersejarah Islam (Rofik, 2015 : 20).

Implementasi dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam melalui Software dalam hal ini yaitu Microsoft Paint yang dapat digunakan dalam membantu para peserta didik mengembangkan hasil pemikiran yang dituangkan melalui tools yang disediakan oleh paint yang dapat berupa garis maupun kotak serta bentuk lainnya yang mampu menunjang dalam

161 membuat mind mapping misalnya. Di dalam Software ini kita dapat memasukan mulai dari gambar-gambar tokoh khilafah Islam, bentuk kerajaan, sampai ilustrasi terkait Sejarah Kebudayaan Islam, dan tak hanya itu kita juga dapat membuat urutan khilafah pemimpin Islam ataupun runtutan proses runtuhnya Dinasti Islam melalui mind mapping yang dapat dikreasikan dengan gambar ataupun ornamen pendukung lainnya. Dalam penggunaan Paint ketika membuat mind mapping dapat membantu peserta didik dalam hal memahami terkait materi misalnya pemahaman mendalam terkait rekonstruksi khilafah dari masa ke masa suatu dinasti ataupun urutan peristiwa runtuhnya Dinasti Abbasiyah sehingga memberikan kemudahan dalam hal ini bagi peserta didik dalam pemetaan dalam memahami materi Sejarah Kebudayaan Islam dan tak hanya itu tampilan materi semacam ini juga memberikan dampak terhadap minat peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar serta mampu mengembangkan kemampuan berpikir, pemanfaatan teknologi, dan tercapainya tujuan pembelajaran.

Melalui adanya pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan kualitas pendidikan, yaitu dengan membuka akses yang luas terhadap ilmu pengetahuan dan penyelenggaraan pendidikan yang lebih bermutu. Keberadaan teknologi bagi dunia pendidikan sangat diperlukan karena selaras dengan kemajuan teknologi saat ini peserta didik sudah seharusnya mulai dikenalkan dengan teknologi yang dapat membantu dalam kegiatan pembelajaran khususnya dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (Hartati, 2020 : 87).

3. Pengaruh Metode Mind Mapping Berbasis Microsoft Paint di era Pandemi dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam

Akibat pandemi Covid-19 pembelajaran di sekolah secara langsung tidak dapat bertatap muka atau tidak dapat dilaksanakan, pembelajaran dialihkan menjadi pembelajaran daring, berdasarkan pengamatan yang dilakukan, mayoritas siswa semakin kurang aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran. Kondisi seperti ini sangat diperlukan metode pembelajaran yang mampu membuat siswa aktif, kreatif dan merasa bahwa sedang belajar, metode Mind Mapping berbasis Microsoft Paint dapat meningkatkan siswa aktif dan kreatif dan juga membuat siswa mudah memiliki rasa ingin tahu yang mendalam. Dengan menggunakan metode Mind Mapping yang berbasis Microsoft Paint siswa dituntut mencari dan mengolah data atau materi pembelajaran sendiri hal ini dapat membuat mata pelajaran sejarah kebudayaan islam dikenal sebagai pelajaran yang menarik (Wardhani, 2022: 974).

Metode Mind Mapping berbasis Microsoft Paint di era pandemi berpengaruh bagi peserta didik dan guru yang dimana pada penerapan metode Mind Mapping berbasis Microsoft Paint dapat meningkatkan daya ingat, kreativitas, dan produktivitas peserta didik. Selain itu juga pengaruhnya, peserta didik dapat membebaskan diri dari seluruh jeratan aturan ketika mengawali belajar, meringkas isi sebuah buku, membuat rencana, merangsang bekerjanya otak kiri dan kanan, dan punya efek menyenangkan maka bisa dilihat hasil dari beberapa responden setelah menggunakan metode mind mapping, terlihat perbedaan nya dari segi isi, penyampaian kata dan juga sumber informasi (Rizkiani, 52).

Maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh dari metode Mind Mapping berbasis Microsoft Paint di era pandemi dalam pembelajaran sejarah kebudayaan islam ini dapat dilihat jika sebelumnya peserta didik banyak yang mengisi jawaban untuk tugas hanya sekedar jawab dan menggunakan cara yang manual yaitu menulisnya kertas lalu difotokan dan dikirim,

162 namun setelah diterapkan metode mind mapping berbasis microsoft paint, peserta didik dapat lebih berkembang baik dari teknologi maupun pengetahuan yang dimana peserta didik tidak hanya mengandalkan indra tubuh tapi juga mengandalkan kognitif untuk berfikir lebih mengenai materi sejarah kebudayaan islam. Pengaruh metode mind mapping berbasis microsoft paint di era pandemi dilihat dari bagaimana peserta didik sudah tidak menggunakan cara yang manual tetapi peserta didik dapat menggunakan teknologi yang sudah berkembang sekarang yaitu yang dimana peserta didik tidak lagi menulis tangan untuk merangkum materi pelajaran, akan tetapi dapat menuangkan/ merangkum pelajaran sejarah kebudayaan islam dalam bentuk gambar digital. Dengan metode mind mapping berbasis microsoft paint membuat peserta didik dapat menyalurkan ide kreativitas dalam pembelajaran sejarah kebudayaan islam secara digital yang dimana dimasa pandemi ini sangat berguna karena pembelajaran daring khususnya pelajaran sejarah sendiri yang dikenal dengan pelajaran yang membosankan. Maka dari itu dengan diterapkannya metode mind mapping berbasis microsoft paint di era pandemi dalam pembelajaran sejarah kebudayaan islam ini sangat berpengaruh dan berkembang dengan baik bagi peserta didik yang dimana dengan hanya bermodal gambar digital dari microsoft paint, metode mind mapping dapat menumbuhkan imajinasi peserta didik bertambah akan pelajaran sejarah kebudayaan islam.

D. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa metode mind mapping berbasis microsoft paint di era pandemi covid-19 dapat membuat inovasi baru dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam yang dimana metode ini mampu meningkatkan hasil belajar dan minat belajar peserta didik, karena dengan menggunakan metode mind mapping berbasis microsoft paint, pembelajaran dapat disertai dengan media gambar digital, dan peserta didik juga menjadi aktif serta antusias dalam proses pembelajaran. Selain itu pula metode ini dapat melatih peserta didik untuk menuangkan kreativitasnya dalam bentuk mind mapping digital menggunakan aplikasi microsoft paint sehingga siswa merasa mudah dalam memahami materi yang disampaikan. Dengan demikian pengaruh metode mind mapping berbasis microsoft paint di era pandemi dilihat dari bagaimana peserta didik sudah tidak menggunakan cara yang manual tetapi peserta didik dapat menggunakan teknologi yang sudah berkembang sekarang ini salah satunya yaitu yaitu aplikasi microsoft paint. Oleh karena itu, pengaruh dari penerapan metode mind mapping berbasis microsoft paint di era pandemi dalam pembelajaran sejarah kebudayaan islam ini mendapatkan hasil yang baik dan dapat berkembang dengan baik pada peserta didik yang dimana dengan hanya bermodal gambar digital dari microsoft paint, metode mind mapping dapat menumbuhkan imajinasi peserta didik bertambah akan pelajaran sejarah kebudayaan islam.

DAFTAR PUSTAKA Buku:

Nawawi, Hadari. 1993. Metodologi Penelitian Bidang Sosial. Ypgyakarta: UGM Press

Sutopo. A. H. (2012). Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan. Yogyakarta:

Graha Ilmu.

Jurnal Ilmiah :

163 Dasna, I. W. (2015). Hakikat Pembelajaran Inovatif dan Interaktif. Tangerang Selatan:

Universitas Terbuka, 1-61.

Destiyanti. A. Z. dan Prasetyo. H. (2019). Pembelajaran Integratif Microsoft Paint dalam Mata Pelajaran TIK di MI Al-Huda Karangnongko Yogyakarta. Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual. Vol. 3(3). 203-204.

Fardani, D. N. (2020). Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dengan Strategi Mind Mapping di Madrasah Aliyah Negeri 3 Boyolali. Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan, 1(1), 69-74.

Hartati, S. (2020). Pengamplikasian Microsoft Paint Dalam Menunjang Minat Belajar Siswa.

Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam, 1(1), 83-92.

Muhali, M. (2019). Pembelajaran inovatif abad ke-21. Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmu Pendidikan: E-Saintika, 3(2), 25-50.

Rahmanita, R., & Yusuf, M. (2021). Penerapan Model Mind Mapping dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MIN 2 Padang Pariaman. Mau'izhah, 11(2), 1-21.

Rizkiani, A. (2021). Penggunaan Mind Mapping Pada Pembelajaran Menulis Teks Deskripsi di Kelas VIII SMP Yapermas Jakarta. METAMORFOSIS| Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya, 14(1), 44-52.

Rofik, R. (2015). Nilai Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Dalam Kurikulum Madrasah. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 12(1), 15-30.

Ruhama, I. A., & Erwin, E. (2021). Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Mind Mapping terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Sekolah Dasar di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Basicedu, 5(5), 3841-3849.

Sari, E. U., & Andrisyah, A. (2021). Upaya Meningkatkan Pengembangan Literasi Dalam Kemampuan Kognitif Pada Anak Usia Dini Melalui Aplikasi Paint di TK Sumur Bandung. CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif), 4(4), 369-377.

Setyawati, F. E., Afifulloh, M., & Dina, L. N. A. B. (2019). Penerapan Metode Mind Mapping dengan Media Gambar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Kelas IV di MI Hidayatul Mubtadi’in Tasikmadu Malang. JPMI: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 1(2), 124-132.

Wardhani, D. K., Rustamana, A., & Wibowo, T. U. S. H. (2022). Implementasi Model Discovery Learning Dengan Menggunakan Media Mind Mapping Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dalam Pembelajaran Sejarah Pada Siswa Kelas Xi Sma Negeri 2 Pandeglang. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal, 4(4), 970-986.

164 SUKU RANAU DI BANDAR AGUNG RANAU, KABUPATEN OGAN

KOMERING ULU SELATAN (OKU SELATAN)

Muhamad Aldo Kurniawan1), Syaiful M2), Cheri Saputra3)

Jurusan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung, Bandar Lampung, Indonesia

Email: [email protected]

Abstarct: The Ranau tribe is generally a community group that is incorporated in inhabiting the valley around Lake Ranau in the South Ogan Komering Ulu Regency (OKU Selatan) today. The Ranau tribe itself is a descendant of the Lampung Kepaksian Skala Brak community group from Paksi Bejalan Diway who moved their residence to the shores of Lake Ranau in the 15th century.

The writing of this thesis uses historical research methods. There are steps that the writer goes through by using historical research methods. First, heuristics, namely collecting traces of the past (historical data). Second, Source Criticism, by conducting research on historical sources both external and internal. Third, Interpretation, namely the interpretation of historical facts that are developed into a unified whole and have a logical meaning. Fourth, Historiography, in the form of historical works. The data collected has been evaluated, verified and synthesized evidence to establish facts and reach conclusions. The results showed that the factors that caused the community groups from the Kepaksian Scale of Brak Paksi Bejalan Diway or the ancestors of the Ranau tribe to migrate to the shores of Lake Ranau were divided into 2 parts, namely push factors and pull factors in the destination area. The driving factors consist of 1). Factors expanding the territory of power 2). Geographical proximity factor. The pull factors of the destination area consist of 1). Availability of fertile and productive land 2). Natural resource factor 3). Kinship factor. And the life of the Ranau tribal community currently depends on the economy from the agricultural and tourism sectors, while still holding a close kinship system, and continuing to adhere to the teachings of Islam and their culture which has been passed down from generation to generation.

Keywords: Adaptation, Migration, Ramau Trible

Abstrak: Suku Ranau umumnya adalah kelompok masyarakat yang tergabung mendiami lembah sekitar Danau Ranau di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan) saat ini. Suku Ranau sendiri merupakan turunan dari kelompok masyarakat Lampung Kepaksian Skala Brak dari Paksi Bejalan Diway yang melakukan perpindahan tempat tinggal ke Tepian danau Ranau pada abad ke 15. Penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian historis. Terdapat langkah-langkah yang dilalui penulis dengan menggunakan metode penelitian historis. Pertama, Heuristik, yakni menghimpun jejak-jejak masa lampau (data sejarah). Kedua, Kritik Sumber, dengan melakukan kegiatan meneliti sumber- sumber sejarah baik eksternal maupun internal. Ketiga, Interpretasi, yaitu penafsiran atas fakta-fakta sejarah yang dikembangkan menjadi kesatuan yang utuh dan bermakna logis. Keempat, Historiografi, dalam bentuk karya sejarah. Data-data yang dikumpulkan telah di evaluasi, di verifikasi serta mensintesiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menjadi penyebab kelompok masyarakat dari Kepaksian Skala Brak Paksi Bejalan Diway atau leluhur suku Ranau tersebut melakukan migrasi ke tepian danau Ranau terbagi menjadi 2 bagian yaitu faktor pendorong dan faktor penarik daerah tujuan. Faktor pendorong terdiri dari 1). Faktor perluasan wilayah kekuasaan 2). Faktor kedekatan wilayah secara geografis. Faktor penarik daerah tujuan terdiri dari 1).

Tersedianya lahan yang subur dan menghasilkan 2). Faktor sumber daya alam 3). Faktor Kekerabatan. Dan kehidupan masyarakat suku Ranau saat ini menggantungkan ekonominya dari sektor pertanian dan pariwisata, dengan masih memegang sistem kekerabatan yang erat, serta terus memegang teguh ajaran islam dan kebudayaan mereka yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Kata Kunci: Adaptasi, Migrasi, Suku Ranau

165 A. Pendahuluan

Indonesia adalah negara yang memiliki banyak keragaman budaya, suku bangsa, agama hingga aliran-aliran kepercayaan. Semua keragaman tersebut tumbuh didalam kehidupan masyarakat Indonesia yang akhirnya membentuk masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang plural.Sultan-Sultan, patih, iuran, rodi dan kewajiban anak negeri, polisi, pembuatan jalan, dan dinas pos. Selain itu peraturan tersebut menetapkan bahwa seluruh kekuasaan politik para Sultan di Cirebon telah dicabut, baik Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan tidak memiliki kekuasaan. Merujuk pada hasil sensus penduduk oleh Badan Pusat Statistik Nasional tahun 2010, Indonesia tercatat memiliki sekitar 1340 suku bangsa, dengan Suku Jawa merupakan kelompok yang terbesar di Indonesia dengan presentasi mencapai 41 persen dari total penduduk di Indonesia (BPS Nasional dalam Welianto, 2020:1). Keragaman yang ada di Indonesia tersebut kemudian menimbulkan kenyataan akan hadirnya pergaulan hidup antar suku bangsa yang satu dengan suku bangsa yang lain dalam satu wilayah tertentu.

Adapun penyebab dari hal tersebut adalah adanya perpindahan atau migrasi yang dilakukan suatu suku ke dari daerah asalnya ke daerah yang lain.

Motif perpindahan antar migran yang satu dengan yang lain mungkin berbeda-beda.

Banyak alasan yang mengemukakan mengenai perpindahan mereka. Misalnya beberapa suku bangsa di Indonesia mempunyai kecenderungan meninggalkan kampung halamannya karena dipengaruhi faktor demografi, ekonomi, konflik dan sebagainnya. Proses migrasi ini telah terjadi sejak zaman purbakala dan menjadi salah satu faktor utama terjadinya heterogenitas dan kemajemukan suku bangsa dan kebudayaan di Indonesia. Adapun salah satu wilayah yang menjadi contoh akan adanya heterogenitas suku bangsa dan budaya akibat adanya migrasi adalah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan).

Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan) adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Sumatera Selatan. Kabupaten ini juga memiliki andil dalm terciptanya sebutan Ogan Komering Ulu (OKU) Raya yang terdiri dari 2 kabupaten lain yaitu Ogan Komering Ulu (OKU) dan Ogan Komering Ulu Timur. Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan berdasarkan proyeksi penduduk 2016 sebanyak 348.574 jiwa yang terdiri dari 182.924 jiwa penduduk lak-laki dan 165.650 jiwa penduduk perempuan berdasarkan sensus penduduk 2016. Di Kabupaten OKU Selatan ini, terdapat 6 suku/etnis besar yang mendominasi penduduknya dan sebagian besar merupakan suku pendatang yang dulunya melakukan migrasi. 6 suku tersebut yaitu Suku Daya, Suku Ranau, Suku Besemah/Kisam, Suku Semende, Suku Haji dan Suku Komering (BPS Kabupaten OKU Selatan, 2018: 9-10).

Suku Ranau sendiri merupakan turunan dari kelompok masyarakat Lampung Kepaksian Skala Brak dari Paksi Bejalan Diway yang melakukan migrasi atau perpindahan tempat tinggal ke Tepian danau Ranau pada abad ke 15. Seiring perkembangan zaman, keturunan dari suku Lampung itu tadi kemudian membentuk identitas kesukuan mereka sendiri si tepian danau Ranau atau terpusat di Bandar Agung Ranau Kabupaten Ogan Komering Ulu selatan (OKU Selatan) dalam penyebutan saat ini. Suku Ranau umumnya adalah kelompok masyarakat yang tergabung mendiami lembah sekitar Danau Ranau di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan) saat ini.

Proses migrasi yang dilakukan oleh leluhur atau cikal bakal dari suku Ranau ini dapat dikatakan sudah sangat lama, yakni terjadi pada abad ke 15. Dimana pada masa itu sistem

166 kehidupan di Nusantara masih banyak menerapkan sistem Kerajaan. Adapun kelompok leluhur dari Suku Ranau sendiri merupakan bagian dari suatu Kepaksian yang terdapat di Lampung yakni Kepaksian Skala Brak. Pasca kepindahan Suku Ranau ke Tepian Danau Ranau pun, mereka masih tetap terikat dan terhubung dengan Kepaksian Skala Brak di Lampung. Kehidupan Suku Ranau di Tepian Danau Ranau berlangsung dari generasi ke generasi, Suku Ranau sendiri kemudian menjelma menjadi salah satu suku yang cukup besar di Kabupaten OKU Selatan. Kebudayaan yang mereka bawa dari daerah asalnya di Lampung juga masih dan tetap terjaga meskipun telah sedikit mengalami perkembangan serta perubahan didalamnya, baik dalam bentuk kesenian, sistem pemerintahan, perkawinan, bahasa dan sebagainya karena telah banyak berinteraksi dengan suku-suku lainnya seiring perkembangan zaman.

Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: Suku Ranau di Bandar Agung Ranau, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan).

B. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian historis. Terdapat langkah- langkah yang dilalui penulis dengan menggunakan metode penelitian historis. Pertama, Heuristik, yakni menghimpun jejak-jejak masa lampau (data sejarah). Kedua, Kritik Sumber, dengan melakukan kegiatan meneliti sumber- sumber sejarah baik eksternal maupun internal.

Ketiga, Interpretasi, yaitu penafsiran atas fakta- fakta sejarah yang dikembangkan menjadi kesatuan yang utuh dan bermakna logis. Keempat, Historiografi, dalam bentuk karya sejarah.

Data-data yang dikumpulkan telah di evaluasi, di verivikasi serta mensintesiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan.

C. Hasil dan Pembahasan

C.1 Faktor Penyebab Masyarakat Skala Brak dari Paksi Bejalan Diway Melakukan