BAB 1 PENDAHULUAN
H. Indeks Nilai Penting Vegetasi Mangrove
5 Rhizopora stylosa 42
6 Sonneratia alba 358
7 Sonneratia caseolaris 197
Jumlah 724
*sumber data: hasil observasi lapangan.
Berdasarkan nilai kemelimpahan strata semai, pancang, tiang. dan. pohon. dapat. dianalisis. berdasarkan. klasifikasi.
baku Kerusakan Mangrove berdasarkan Menteri Lingkungan Hidup (2004) bahwa kondisi kemelimpahan ekosistem mangrove teluk Sereweh dapat dikategorikan dalam kondisi rusak karena memiliki nilai kemelimpahan <1000 individu/
ha.
H. Indeks Nilai Penting Vegetasi Mangrove Teluk
Tabel 14. Indeks nilai penting strata semai teluk Sereweh
No Jenis INP (%)
1 Ceriops tagal 13,93
2 Phemphis acidula 3,85
3 Rhizophora apiculata 88,22 4 Rhizophora mucronata 12,89
5 Rhizopora stylosa 49,78
6 Scyphiphora hydrophyllaceae 9,85
7 Sonneratia alba 12,08
8 Sonneratia caseolaris 9,41
Jumlah 200
*sumber data: hasil analisis data.
Nilai INP mangrove teluk sereweh pada strata semai didominasi oleh jenis R. apiculata (88,22%) hal ini disebabkan R. apiculata memiliki kerapatan relatif sebesar 49,33% dan frekuensi relatif sebesar 38,89% yang tersebar merata pada seluruh petak pengamatan. Jenis kedua dengan nilai INP tertinggi adalah R. stylosa (49,78%), hal ini didukung oleh nilai kerapatan relatif sebesar 22,00% dan frekuensi relatif sebesar 27,78%.
Berbeda halya dengan INP jenis P. acidula dengan nilai paling rendah (3,85%) yang dapat disebabkan hanya ditemukan pada strata semai, sedangkan tidak ditemukan pada strata pancang, tiang, dan pohon yang merupakan sumber dari produksi propagul yang kemudian tumbuh menjadi semai.
Regenerasi jenis R. apiculata dan R. stylosa di teluk Sereweh pada masa yang akan datang dapat menjadi jenis mangrove yang mendominasi dikarenakan kerapatan dan frekuensi kedua jenis ini lebih besar daripada jenis lainnya.
Keberadaan jenis mangrove pada strata pancang di teluk Sereweh berjumlah 12 jenis, jumlah komposisi jenis mangrove ini lebih banyak dari pada strata semai (8 jenis). Berikut rekap hasil analisis data indeks nilai penting pada setiap jenis mangrove strata pancang di teluk Serewe (Tabel 15).
Tabel 15. Indeks nilai penting strata pancang teluk Sereweh
No Jenis INP (%)
1 Avicennia lanata 26,72
2 Bruguiera gymnorrizha 0,68
3 Ceriops decandra 4,80
4 Ceriops tagal 32,56
5 Exceocaria agallocha 2,41
6 Lumnitzera racemosa 2,76
7 Rhizophora apiculata 27,76
8 Rhizopora stylosa 43,28
9 Scyphiphora hydrophyllaceae 10,98
10 Sonneratia alba 40,89
11 Sonneratia caseolaris 7,18
12 Sonneratia ovata 0,68
Jumlah 200
*sumber data: hasil analisis data
Berdasarkan hasil analisis, Nilai INP mangrove teluk sereweh pada strata pancang didominasi oleh jenis R. stylosa (43,28%), S. alba (40,89%) dan C. tagal (32,56%). Sedangkan INP terendah terdapat pada jenis E. agallocha (2,41%) dan L. racemosa (2,74%).
Vegetasi mangrove pada strata tiang sudah mampu secara produktif menghasilkan propagul sebagai calon bakal benih. Keberadaan mangrove strata tiang di teluk Sereweh didominasi oleh jenis S. alba (89,89%), A. lanata (51,72%) dan R. apiculata (43,94%). Tingginya nilai INP dari jenis S. alba didukung oleh nilai kerapaan relatif yang cukup besar yaitu 34,26% dengan frekuensi relatif sebesar 25,00% dan dominasi relatif sebesar 30,63% (Tabel 16).
Penguasaan jenis mangrove S. alba pada strata tiang berkorelasi positif terhadap penguasaannya pada strata pohon dengan nilai indeks nilai penting sebesar 128,01%
(Tabel 17), tetapi tidak berkorelasi positif terhadap penguasaannya pada strata semai dengan indeks nilai penting hanya sebesar 12,08 %. Tidak adanya korelasi positif ini dapat disebabkan oleh pengaruh arus pasang surut air laut yang dapat mempengaruhi sebaran tumbuh benih S. alba yaitu buah yang merupakan calon benih mampu dibawa oleh arus dan tumbuh pada lokasi yang berbeda. Berbeda halnya dengan jenis mangrove pada genus Rhizophora, Bruguiera dan Ceriops yang mampu tumbuh langsung di habibat sekitar induknya karena didukung oleh bentuk propagul yang dapat menancap langsung pada susbtrat.
Tabel 16. Indeks nilai penting strata tiang teluk Sereweh
No Jenis INP (%)
1 Avicennia lanata 51,72
2 Bruguiera gymnorrizha 11,12
3 Ceriops decandra 2,72
4 Ceriops tagal 7,99
5 Rhizophora apiculata 43,94
6 Rhizophora mucronata 12,10
7 Rhizopora stylosa 41,16
8 Sonneratia alba 89,89
9 Sonneratia caseolaris 39,42
Jumlah 300
*sumber data: hasil analisis data
Tabel 17. Indeks nilai penting strata pohon teluk Sereweh
No Jenis INP (%)
1 Avicennia lanata 39,81
2 Bruguiera gymnorrizha 12,78 3 Rhizophora apiculata 19,57 4 Rhizophora mucronata 5,46
5 Rhizopora stylosa 21,19
6 Sonneratia alba 128,01
7 Sonneratia caseolaris 73,17
Jumlah 300
*sumber data: hasil analisis data
Berbeda halnya dengan jenis R. apiculata pada strata tiang (43,94%) tidak berkorelasi positif pada nilai INP strata pohon yan cukup rendah (19,72%), sedangkan INP strata semai memiliki niai tertinggi (88,22%) dan pancang (27,76%).
Tidak adanya korelasi ini membuktikan bahwa keberadaan mangrove jenis R. apiculata di teluk Serewe sangat lamban tumbuh dari strata tiang menuju strata pohon, sedangkan INP strata semai dengan jumlah yang tertinggi dapat disebabkan oleh kemampuan produktif dalam menghasilkan propagul sejak masa usia strata tiang hingga pohon. Selain itu, karakteristik substrat sangat mendukung pertumbuhan propagul R. spiculata yaitu ketika benih/propagul jatuh akan langsung menancap pada substrat lumpur dan tumbuh pada lokasi jatuhnya sehingga banyak ditemukan tumbuh disekitaran starata tiang dan pohon.
Keberadaan jenis mangrove di teluk Serewe yang didominasi oleh strata pohon dapat menandakan bahwa vegetasi mangrove di teluk Serewe tergolong mangrove tua dan dapat dijadikan sebagai zona kawasan pemanfaatan mangrove.
Keberagaman mangrove teluk Serewe pada berbagai strata sesuai dengan kondisi umum vegetasi hutan hutan mangrove pesisir pantai kawasan Indo-Malesia (Indonesia dan Malaysia) yang banyak ditemukan jenis mangrove seperti:
Rhizhopora sp, Bruguiera sp, Sonneratia sp, Avicennia sp, Ceriops sp, Lumnitzera sp, Rhizhopora stylosa36. Hal ini didukung oleh
36Noor et al., ‘Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia’. Tomlinson, ‘Botany of Mangrove’.
habitat tempat tumbuh mangrove yang terdiri dari substrat tanah dan lumpur yang mengandung zat besi dan bahan organik yang tinggi. Tanah dengan konsentrasi kation Mg>Ca atau K, pada umumnya didominansi oleh jenis Avicennia spp., Sonneratia spp., dan Rhizophora spp37.
Terjadinya penurunan jumlah INP pada berbagai strata di teluk Serewe dapat disebabkan oleh mekanisme suksesi yang sangat.aktif,.arus. pasang. surut,.kimia.fisika.perairan,.nutrisi.
sedimen, invasi berbagai jenis, dan pengaruh eksternal dari faktor manusia.
Contoh sederhana pengaruh keterlibatan manusia yang dapat merusak ekosistem mangrove dapat terjadi karena pembangunan tambak garam, pembuatan kanal-kanal air dan pemakaian pupuk dalam pengelolaan tambak udang.
berbagai kondisi ini dapat menyebabkan perubahan habitat mangrove38, sehingga komposisi dan struktur suatu vegetasi hutan mangrove ini dapat berubah-ubah. Selain itu, sedimen yang masuk dari aliran sungai menuju ekosistem vegetasi mangrove dalam jumlah banyak juga dapat mempengaruhi ketinggian tanah, sehingga mempengaruhi distribusi, komposisi dan struktur vegetasi tumbuhan mangrove.
I. Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener Berdasarkan hasil analisis data didapatkan nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) teluk Serewe berada pada nilai 1,848 atau diantara 1,0 < H’ < 3,322 (Tabel 18), hal ini
37Pedjirahajoe, ‘Habitat Mangrove Pada Lokasi yang Didominasi oleh Rhizophora sp., Ceriops tagal dan Keduanya di Taman Nasional Alas Purwo’.
38Tanaka, ‘Bali Environment the Sustainable Mangrove Forest’.
dapat membuktikan bahwa keanekaragaman jenis mangrove teluk Serewe pada katagori sedang, produktivitas sedang, dan kondisi ekosistem cukup seimbang. Berbeda halnya jika nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) didapatkan dengan nilai H’<1 yang dapat diidikasikan suatu tempat memiliki keanekaragaman yang rendah.
Tabel 18. Indeks keanekaragaman shannon-wiener teluk Sereweh
No Jenis -∑Pi*Ln Pi
1 Avicennia lanata 0,1245
2 Bruguiera gymnorrizha 0,0075
3 Ceriops decandra 0,0263
4 Ceriops tagal 0,1741
5 Exceocaria agallocha 0,0206 6 Lumnitzera racemosa 0,0239
7 Phemphis acidula 0,0590
8 Rhizophora apiculata 0,3677 9 Rhizophora mucronata 0,1524
10 Rhizopora stylosa 0,3306
11 Scyphiphora hydrophyllaceae 0,1808
12 Sonneratia alba 0,2565
13 Sonneratia caseolaris 0,1240
14 Sonneratia ovata 0,3677
Jumlah 1,8480
*sumber data: hasil analisis data