• Tidak ada hasil yang ditemukan

INSTRUMEN PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF

Dalam dokumen Bunga Rampai Metodologi Penelitian Kesehatan (Halaman 171-189)

Aditya Wardhana Universitas Telkom

Pengertian Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian kuantitatif adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan pendekatan ilmiah dan metode statistik untuk mengukur variabel-variabel tertentu dalam suatu populasi, sehingga diperoleh hasil yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Instrumen penelitian kuantitatif yang umum digunakan antara lain adalah kuesioner, angket, tes, dan observasi terstruktur.

Pengolahan dan analisis data dari instrumen penelitian kuantitatif biasanya menggunakan teknik statistik untuk menghasilkan temuan yang lebih obyektif dan ilmiah (Kreutzer, 2023; Wardhana, Aditya, et al, 2022b; Colton, dan Covert, 2021; Lee, dan Jeon, 2021; Leedy, dan Ormrod, 2021; Saha, dan Onwuegbuzie, 2021; Brown, 2020; Gao, et al, 2020; Grinnell Jr., Richard dan Unrau, 2020; McClure, 2020; Zareiyan, dan Danesh, 2018; Allen, Healy, dan Asher, 2014).

Instrumen penelitian kualitatif adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena sosial dalam konteks alami di mana fenomena tersebut terjadi, dengan cara mendeskripsikan dan menginterpretasikan makna

158

dari data yang diperoleh. Instrumen penelitian kualitatif yang umum digunakan antara lain adalah panduan wawancara, pedoman observasi, dan catatan lapangan.

Panduan wawancara digunakan untuk memandu percakapan antara peneliti dan responden dengan tujuan untuk mengumpulkan data mengenai pengalaman, persepsi, atau pandangan responden terhadap fenomena yang diteliti. Pedoman observasi digunakan untuk memandu pengamatan langsung yang dilakukan oleh peneliti terhadap fenomena yang diteliti (Kreutzer, 2023;

Wardhana, Aditya, et al, 2022b; Colton, dan Covert, 2021;

Leedy, dan Ormrod, 2021; Saha, dan Onwuegbuzie, 2021;

Gao, et al, 2020; Grinnell Jr., Richard dan Unrau, 2020;

McClure, 2020; Allen, Healy, dan Asher, 2014).

Jenis-Jenis Instrumen Kuantitatif

Berikut beberapa jenis instrumen penelitian kuantitatif yang umum digunakan (Kreutzer, 2023; Wardhana, Aditya, et al, 2022b; Colton, dan Covert, 2021; Lee, dan Jeon, 2021; Saha, dan Onwuegbuzie, 2021; Wang, et al, 2021; Gao, et al, 2020; Grinnell Jr., Richard dan Unrau, 2020; McClure, 2020; Zareiyan, dan Danesh, 2018):

1. Kuesioner. Instrumen ini berupa serangkaian pertanyaan tertulis yang diberikan kepada responden untuk diisi dan kemudian diolah data-datanya.

Berikut adalah beberapa jenis kuesioner pada instrumen penelitian kuantitatif yang umum digunakan:

a. Kuesioner terstruktur. Kuesioner ini berisi daftar pertanyaan yang ditulis sebelumnya dan menjelaskan semua kemungkinan jawaban.

Contohnya:

1) Apakah Anda puas dengan pelayanan di Restoran XYZ? a. Sangat puas b. Puas c. Tidak puas d. Sangat tidak puas

2) Seberapa sering Anda mengunjungi Restoran XYZ dalam sebulan? a. Lebih dari 5 kali b. 3- 5 kali c. 1-2 kali d. Tidak pernah (Wardhana, Aditya, et al, 2022b)

159

b. Kuesioner tak terstruktur. Kuesioner ini memungkinkan responden untuk memberikan tanggapan yang lebih bebas dan tidak terikat pada pilihan yang telah disediakan. Contohnya:

1) Bagaimana pengalaman Anda saat bekerja di perusahaan ini?

2) Apa hal terbaik dan terburuk yang pernah Anda alami dalam pekerjaan Anda?

(Wardhana, Aditya, et al, 2022b)

c. Kuesioner semi-terstruktur. Kuesioner ini menggabungkan elemen dari kuesioner terstruktur dan tak terstruktur. Contohnya:

1) Apa yang memotivasi Anda untuk membeli produk atau jasa melalui iklan di media sosial? a. Harga yang terjangkau b. Kualitas produk atau jasa yang baik c. Rekomendasi dari teman atau keluarga d. Iklan menarik atau informatif e. Lainnya, silakan sebutkan.

(Wardhana, Aditya, et al, 2022b)

d. Kuesioner skala likert. Kuesioner ini menggunakan skala likert untuk mengukur tingkat persetujuan atau ketidaksetujuan responden terhadap suatu pernyataan.

Contohnya Pertanyaan: Seberapa setuju Anda dengan pernyataan berikut ini?

1) Saya merasa nyaman menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam kegiatan sehari-hari. a. Sangat setuju b. Setuju c.

Netral d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju 2) Saya yakin bahwa teknologi informasi dan

komunikasi dapat membantu meningkatkan produktivitas kerja saya. a. Sangat setuju b.

Setuju c. Netral d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju (Wardhana, Aditya, et al, 2022b)

e. Kuesioner skala semantik. Kuesioner ini digunakan untuk mengukur pandangan atau persepsi responden terhadap suatu topik atau

160

pernyataan. Contohnya Pertanyaan: Beri nilai pada skala semantik diferensial di bawah ini berdasarkan pengalaman Anda saat mengikuti pelatihan online.

1) Mudah – Sulit

2) Nyaman – Tidak nyaman (Wardhana, Aditya, et al, 2022b; Cheng, dan Chen, 2020; Li, Yang, dan Yang, 2019).

f. Kuesioner skala Guttman. Kuesioner ini digunakan untuk mengukur kepercayaan responden terhadap suatu topik atau fenomena.

Responden diminta untuk menunjukkan sejauh mana mereka setuju dengan setiap pernyataan (Storch, Mayes, dan Lewin, 2015). Contohnya kesiapan siswa untuk kuliah di luar negeri. Beri peringkat dari 1 hingga 5, di mana 1 = "sangat tidak siap" dan 5 = "sangat siap", untuk setiap pernyataan di bawah ini.

1) Saya merasa nyaman dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar kuliah di luar negeri.

2) Saya memahami budaya asing dan siap untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.

(Wardhana, Aditya, et al, 2022b)

g. Kuesioner skala interval. Kuesioner ini menggunakan skala interval untuk mengukur atau mengevaluasi variabel tertentu. Contohnya:

1) Berapa kali dalam seminggu Anda melakukan olahraga? a. Tidak Pernah b. 1-2 Kali c. 3-4 Kali d. 5-6 Kali e. 7 Kali atau Lebih

2) Berapa lama waktu tidur Anda setiap malam?

a. Kurang dari 4 jam b. 4-6 jam c. 6-8 jam d.

8-10 jam e. Lebih dari 10 jam

Skala interval juga memungkinkan peneliti untuk melakukan analisis statistik seperti mean, median, dan standard deviation untuk

161

menggambarkan karakteristik sampel (Wardhana, Aditya, et al, 2022b; Brown, 2020).

h. Kuesioner skala nominal. Kuesioner ini digunakan untuk mengukur variabel kategorikal atau variabel yang dapat dikategorikan dalam bentuk jawaban ya atau tidak. Contoh kuesioner skala nominal adalah sebagai berikut:

1) Apakah Anda pernah menggunakan produk X? (ya/tidak)

2) Jenis kelamin Anda? (laki-laki/perempuan) (Wardhana, Aditya, et al, 2022b)

i. Kuesioner skala rasio. Kuesioner memiliki ciri-ciri sebagai berikut: memiliki titik nol yang tidak dapat diabaikan atau dianggap sebagai nilai lain pada skala tersebut. Contoh dari skala rasio adalah pengukuran berat badan, tinggi badan, atau usia seseorang; memiliki i urutan nilai dari yang terendah hingga yang tertinggi, serta memiliki jarak yang sama antara nilai-nilai pada skala tersebut. Contoh dari skala rasio adalah pengukuran waktu atau jarak; memungkinkan untuk dilakukan operasi matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pada nilai-nilai yang terukur pada skala tersebut (Wardhana, Aditya, et al, 2022b;

Liew, Wang, dan Vaughn, 2017). Contoh kuesioner skala rasio:

1) Berapa banyak uang yang Anda keluarkan dalam sebulan untuk kebutuhan makan dan minum? a. Kurang dari Rp 500.000 b. Rp 500.000 - Rp 1.000.000 c. Rp 1.000.000 - Rp 2.000.000 d. Lebih dari Rp 2.000.000

2) Berapa persen penghasilan yang Anda habiskan untuk rekreasi setiap bulan? a.

Kurang dari 10% b. 10-25 % c. 26-50% d.

Lebih dari 50%

162

2. Tes. Instrumen penelitian kuantitatif ini digunakan untuk mengukur kemampuan atau prestasi responden pada suatu bidang tertentu. Berikut ini beberapa contoh tes yang sering digunakan dalam instrumen penelitian kuantitatif:

a. Tes IQ (Intelligence Quotient Test). Tes ini mengukur kecerdasan seseorang melalui tes tertulis, tes verbal, tes numerik, dan tes memori (Wardhana, Aditya, et al, 2022b).

b. Tes psikologi (psychological tests atau psycho test).

Tes ini digunakan untuk mengukur aspek-aspek psikologi seperti kepribadian, emosi, dan perilaku (Hedrih, 2019; Zimmerman, Tortolero, dan Markham, 2016).

c. Tes kemampuan atau potensi akademik. Tes ini digunakan untuk mengukur kemampuan akademik seseorang dalam berbagai mata pelajaran seperti matematika (Liew, Wang, dan Vaughn, 2017), fisika, dan bahasa Inggris.

d. Tes keterampilan. Tes ini digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam melakukan suatu keterampilan tertentu seperti mengemudi, memasak, atau memperbaiki barang elektronik (Nizam, Ahmad, dan Redzuan, 2015).

e. Tes fisik. Tes ini digunakan untuk mengukur kemampuan fisik seseorang seperti kecepatan, kekuatan, dan daya tahan tubuh (Ngaage, Yang, dan Taylor, 2019; Sergeeva, Nikitina, dan Maksimov, 2014).

f. Tes bahasa. Tes ini digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam berbahasa seperti tes kemampuan membaca, menulis, dan berbicara dalam bahasa tertentu (Wardhana, Aditya, et al, 2022b).

g. Tes matematika. Tes ini digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam matematika seperti tes kemampuan menghitung

163

dan menyelesaikan soal matematika lainnya (Liew, Wang, dan Vaughn, 2017)

3. Observasi. Instrumen penelitian kuantitatif ini digunakan untuk mengamati perilaku atau kejadian secara langsung dan mencatatnya dengan menggunakan kategori atau variabel tertentu.

Contohnya:

a. Observasi pada tingkat pendidikan. Untuk mengamati tingkat pendidikan dalam suatu populasi, peneliti dapat menggunakan data yang telah dikumpulkan dari sumber-sumber terpercaya seperti BPS atau institusi pendidikan lainnya (Wardhana, Aditya, et al, 2022b).

b. Observasi pada perilaku konsumen. Untuk mengamati perilaku konsumen dalam membeli produk tertentu, peneliti dapat menggunakan metode survei atau kuesioner yang dapat mengukur tingkat kepuasan atau preferensi konsumen (Tiwari, Koley, dan Lata, 2018).

c. Observasi pada kesehatan. Untuk mengamati kondisi kesehatan dalam suatu populasi, peneliti dapat menggunakan data medis atau catatan kesehatan lainnya yang tersedia (Lee, dan Jeon, 2021; Wang, et al, 2021; Zhang, et al, 2019;

Rzewuska, Owen, dan Anokye, 2017; Chen, Yu, dan Zhang, 2016).

d. Observasi pada kemampuan kognitif. Untuk mengukur kemampuan kognitif dalam suatu populasi, peneliti dapat menggunakan tes atau skala yang dapat mengukur kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis, atau kemampuan verbal (Wardhana, Aditya, et al, 2022b).

e. Observasi pada pola makan. Untuk mengamati pola makan dalam suatu populasi, peneliti dapat menggunakan jurnal makanan atau kuesioner yang dapat mengukur jumlah makanan dan

164

nutrisi yang dikonsumsi dalam satu periode waktu tertentu (Wardhana, Aditya, et al, 2022b).

4. Data sekunder. Instrumen penelitian kuantitatif ini mencakup data yang diperoleh dari sumber yang sudah ada seperti basis data, publikasi, atau laporan.

Contohnya adalah dokumen yang berisi data kuantitatif yang dikumpulkan oleh sumber-sumber terpercaya seperti BPS, institusi pendidikan, atau organisasi terkait yang dapat digunakan untuk analisis statistik (Wardhana, Aditya, et al, 2022b;

Brown, 2020; Harlow, Jaffe, dan Kogan, 2017; Haldar, Berman, dan Lundqvist, 2014).

Jenis-Jenis Instrumen Kualitatif

Berikut beberapa jenis instrumen penelitian kualitatif yang umum digunakan (Kreutzer, 2023; Wardhana, Aditya, et al, 2022b; Çalışkan, Dağlı, Sarı, 2021; Colton, dan Covert, 2021; Saha, dan Onwuegbuzie, 2021; Billups, 2020; Gao, et al, 2020; Grinnell Jr., Richard dan Unrau, 2020; McClure, 2020):

1. Wawancara mendalam (in-depth interview or depth interview). Instrumen ini digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam dan detail tentang pengalaman, pandangan, sikap, keyakinan, dan perilaku peserta penelitian yang biasanya dilakukan dengan mengajukan pertanyaan terbuka yang memungkinkan peserta penelitian untuk memberikan jawaban dengan lebih rinci dan mendalam (Wardhana, Aditya, et al, 2022b; MacBride, Wallace, dan Munro, 2018). Contohnya Topik Penelitian:

Pengalaman Keluarga yang Memiliki Anak dengan Gangguan Spektrum Autisme. Pertanyaan:

a. Apa pengalaman Anda ketika mengetahui anak Anda memiliki gangguan spektrum autisme?

b. Bagaimana kondisi keluarga Anda dalam merespon anak dengan gangguan spektrum autisme? (Wardhana, Aditya, et al, 2022b; Chen, Yu, dan Zhang, 2016)

165

2. Focus Grup Discussion (FGD). Instrumen ini digunakan untuk mendapatkan informasi dari sekelompok orang yang memiliki pengalaman atau pandangan yang sama tentang suatu topik tertentu (Wardhana, Aditya, et al, 2022b; Rzewuska, Owen, dan Anokye, 2017; Chen, Yu, dan Zhang, 2016).

Contohnya Topik Penelitian: Pengalaman Masyarakat dalam Menerapkan Protokol Kesehatan Selama Pandemi COVID-19.

Peserta:

a. Kelompok 1: 5 orang pakar kesehatan terkait dengan penerapan protokol kesehatan selama pandemi COVID-19

b. Kelompok 2: 5 orang pakar sosial budaya terkait dengan penerapan protokol kesehatan selama pandemi COVID-19

Pertanyaan:

a. Apa saja tantangan atau hambatan yang dihadapi dalam menerapkan protokol kesehatan selama pandemi COVID-19?

b. Apa yang dapat dilakukan oleh pemerintah atau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan selama pandemi COVID-19?

(Wardhana, Aditya, et al, 2022a; Lee, dan Jeon, 2021; Wang, et al, 2021; Zhang, et al, 2019) 3. Observasi partisipan. Instrumen ini digunakan untuk

memperoleh data dengan cara mengamati dan mengikuti partisipan dalam situasi alamiah mereka (Liew, Wang, dan Vaughn, 2017). Contohnya Topik Penelitian: Strategi Pembelajaran Online dalam Masa Pandemi COVID-19. Situasi Observasi: Kelas virtual di sebuah sekolah dasar saat pelajaran matematika.

Pertanyaan observasi:

a. Bagaimana guru memfasilitasi pembelajaran di kelas virtual?

166

b. Bagaimana siswa merespons pembelajaran online?

c. Bagaimana guru mengatasi tantangan atau hambatan yang ditemui dalam pembelajaran online? (Wardhana, Aditya, et al, 2022a; Cheng, dan Chen, 2020; Li, Yang, dan Yang, 2019; Funk, Kearney, dan Greer, 2015).

4. Observasi non-partisipan. Instrumen ini digunakan untuk memperoleh data dengan cara mengamati partisipan dari luar situasi yang diamati. Contohnya Topik Penelitian: Pola Konsumsi Masyarakat Terhadap Produk Kemasan Plastik. Situasi Observasi:

Supermarket di sebuah kota besar. Pertanyaan observasi:

a. Bagaimana pola konsumsi masyarakat terhadap produk kemasan plastik?

b. Apa saja alasan masyarakat memilih produk kemasan plastik? (Wardhana, Aditya, et al, 2022b).

5. Dokumen. Instrumen ini mencakup dokumen tertulis atau rekaman audio atau video yang digunakan untuk mendapatkan data seperti arsip, memo, surat, atau transkrip wawancara (Lee, dan Jeon, 2021; Wang, et al, 2021; Zhang, et al, 2019; Harlow, Jaffe, dan Kogan, 2017; Rzewuska, Owen, dan Anokye, 2017; Haldar, Berman, dan Lundqvist, 2014). Contohnya Topik Penelitian: Persepsi Masyarakat tentang Program Vaksinasi COVID-19. Dokumen:

a. Dokumen pedoman program vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan Indonesia.

b. Catatan harian petugas kesehatan selama melakukan vaksinasi COVID-19 di salah satu puskesmas.

c. Dokumen kebijakan program vaksinasi COVID-19 dari pemerintah setempat.

167

d. Arsip dari klinik atau rumah sakit yang merekam data vaksinasi COVID-19 (Wardhana, Aditya, et al, 2022a).

6. Triangulasi. Instrumen ini digunakan untuk memverifikasi atau memperkuat kesimpulan dari analisis data dengan membandingkan dan mengintegrasikan data dari beberapa sumber atau teknik pengumpulan data (Bazargan-Hejazi, Mojtabai, dan Gelberg, 2020). Contohnya topik penelitian:

Pengalaman Mahasiswa dalam Mengikuti Kuliah Daring. Sumber data dan teknik pengumpulan data:

a. Wawancara mendalam dengan mahasiswa yang mengikuti kuliah daring.

b. Dokumen tugas kuliah yang dikerjakan oleh mahasiswa.

c. Observasi pada mahasiswa selama mengikuti kuliah daring.

Penggunaan Triangulasi:

a. Membandingkan temuan dari hasil wawancara dengan mahasiswa dan dokumen tugas kuliah yang dikerjakan oleh mahasiswa. Jika terdapat kesesuaian antara hasil wawancara dan dokumen tugas kuliah, maka dapat dikatakan bahwa hasil temuan tersebut lebih dapat diandalkan dan memiliki keabsahan (Braverman, 2022;

Wardhana, Aditya, et al, 2022b; Chen, Yu, dan Zhang, 2016; Hamid, Yaacob, dan Yasin, 2016).

b. Membandingkan temuan dari hasil observasi dengan hasil wawancara dan dokumen tugas kuliah. Jika hasil observasi mengkonfirmasi hasil temuan dari wawancara dan dokumen tugas kuliah, maka dapat dikatakan bahwa hasil temuan tersebut lebih dapat diandalkan dan memiliki keabsahan (Braverman, 2022;

Wardhana, Aditya, et al, 2022b; Chen, Yu, dan Zhang, 2016; Hamid, Yaacob, dan Yasin, 2016).

168 Daftar Pustaka

Allen, Laura K., Healy, Karyn L., dan Asher, Jana J.

(2014). Development and Validation of the Sport Concussion Assessment Tool 3 (SCAT3) in Rugby Union. British Journal of Sports Medicine, 48(10), 758- 763

Bazargan-Hejazi, Shahrzad., Mojtabai, Ramin., dan Gelberg, Lillian. (2020). Validation of a Survey Instrument for Psychiatric Outpatient Satisfaction.

Journal of Psychiatric Practice, 26(5), 379-386

Billups, Felice D. (2020). Qualitative Data Collection Tools:

Design, Development, and Applications (Qualitative Research Methods). Los Angeles: SAGE Publication Braverman, Marc T. (2022). Evaluating Program

Effectiveness: Validity and Decision-Making in Outcome Evaluation (Evaluation in Practice Series). Los Angeles:

SAGE Publication

Brown, James Dean. (2020). Understanding Research in Second Language Learning: A Teacher's Guide to Statistics and Research Design. New York, NY:

Cambridge University Press

Çalışkan, İpek., Dağlı, Gökmen., Sarı, ve Seher. (2021).

The Development of a Qualitative Research Instrument: The Case of Pre-Service Physical Education Teachers’ Professional Development.

Journal of Education and Practice, 12(1), 1-10

Cheng, Tsu-Jui., dan Chen, Chein-Hsiang. (2020).

Developing a Measurement Instrument for Online Learning Engagement: A Validity and Reliability.

Journal of Educational Technology & Society, 23(2), 134-146

Chen, Xiaojun., Yu, Zhenghong., dan Zhang, Shuqin.

(2016). Development and Validation of a Scale to Measure Healthcare Empowerment Among Patients with Chronic Conditions. Patient Education and Counseling, 99(12), 2024-2031

169

Colton, David., dan Covert, Robert W. (2021). Designing and Constructing Instruments for Social Research and Evaluation. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons, Inc.

Funk, Kylee L., Kearney, Christopher A., dan Greer, Brian D. (2015). Development and Validation of the School Anxiety Inventory-Short Form: A Four-Factor Model of Anxiety and Worry Among Students in Elementary and Secondary School. Journal of Psychoeducational Assessment, 33(6), 563-576

Gao, Yuan., et al. (2020). A Comparison of Qualitative and Quantitative Measurement Instruments for Urban Public Space Quality. Sustainability, 12(10), 1-16 Grinnell Jr., Richard M., dan Unrau, Yvonne A. (2020).

Social Work Research and Evaluation: Quantitative and Qualitative Approaches. New York, NY: Oxford University Press

Hamid, Tengku Aizan., Yaacob, Siti Nor., dan Yasin, Mohd Azhar Mohd. (2016). The Development and Validation of the Malay Spiritual Well-Being Scale. Journal of Religion and Health, 55(6), 2082-2097

Haldar, Marit K., Berman, Anne H., dan Lundqvist, Lars- Olov. (2014). Development and Psychometric Evaluation of the Drinking Refusal Self-Efficacy Questionnaire for Adolescents. Alcohol and Alcoholism, 49(3), 345-351

Harlow, Lisa D., Jaffe, Anna E., dan Kogan, Steven M.

(2017). Development and Psychometric Characteristics of a Measure of Daily Parenting Stress for Parents of Young Children. Child Psychiatry and Human Development, 48(2), 245-261

Hedrih, Vladimir. (2019). Adapting Psychological Tests and Measurement Instruments for Cross-Cultural Research:

An Introduction. London: Routledge

Kreutzer, Ralf T. (2023). Practice-Oriented Marketing:

Basics – Instruments – Case Studies. Heidelberg, Germany: Springer

170

Lee, Chul-Joo., dan Jeon, Hye-Sun. (2021). Development and Validation of a Quantitative Instrument to Measure Attitudes Toward Wearable Healthcare Devices. Journal of Medical Systems, 45(2), 1-10

Leedy, Paul D., dan Ormrod, Jeanne Ellis. (2021). Practical Research: Planning and Design. Boston, MA: Pearson Education Limited

Li, Li., Yang, Liqiong., dan Yang, Xiaoping. (2019).

Developing and Validating a Scale to Measure Preschool Teachers' Intention to Use Educational Technology. International Journal of Emerging Technologies in Learning, 14(4), 89-103

Liew, Jeffrey M., Wang, Qinjun., dan Vaughn, Sherry S.

(2017). Development and Validation of a Math Interest Inventory for Chinese Middle School Students. Journal of Psychoeducational Assessment, 35(2), 161-176 MacBride, Tamsin B., Wallace, Ian M. J., dan Munro,

Kevin G. (2018). Development and Validation of a Questionnaire to Measure Hearing Difficulties in Adults. Ear and Hearing, 39(3), 573-581

McClure, Kelly S. (2020). Selecting and Describing Your Research Instruments (Concise Guides to Conducting Behavioral, Health, and Social Science Research).

Washington, DC: American Psychological Association Ngaage, Denise D., Yang, Yifan., dan Taylor, Marion P.

(2019). A Systematic Review of Self-Efficacy Measures and Their Psychometric Properties for the Promotion of Physical Activity in Older Adults. Maturitas, 126(1), 27-44

Nizam, A.K. Mohd., Ahmad, H.H., dan Redzuan, M. (2015).

Development and Validation of a Science Process Skills Test for Secondary School Students. Asia-Pacific Forum on Science Learning and Teaching, 16(1), 1-21 Rzewuska, Magdalena., Owen, Alice., dan Anokye, Nana.

(2017). Development and Psychometric Properties of the Diabetes Illness Representation Questionnaire:

171

Malaysian Version. Health and Quality of Life Outcomes, 15(1), 1-8

Saha, Lawrence J., dan Onwuegbuzie, Anthony J. (2021).

Handbook of Research Methods in Education and the Social Sciences. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons, Inc.

Sergeeva, Elena Yu., Nikitina, Larisa M., dan Maksimov, Evgeniy V. (2014). Development and Psychometric Evaluation of the Russian Version of the Buss-Perry Aggression Questionnaire. Psychological Assessment, 26(2), 597-602

Storch, Eric A., Mayes, Taryn L., dan Lewin, Adam B.

(2015). The Environmental Anxiety Scale:

Development and Psychometric Properties. Journal of Clinical Psychology, 71(2), 121-130

Tiwari, Chetan., Koley, Munmun., dan Lata, Kusum.

(2018). Development and Validation of a Scale to Measure Consumer Perception of Organic Foods in India. Journal of Cleaner Production, 202(1), 572-582 Wang, Ke., et al. (2021). Development and Validation of a

Quantitative Measurement Instrument for Organizational Climate of Health Care Workers in China. Journal of Healthcare Engineering, 1(1), 1-11 Wardhana, Aditya, et al. (2022a). Menakar Ekonomi Di Era

Pandemi COVID-19 & New Nomal. Bandung: Media Sains Indonesia.

Wardhana, Aditya, et al. (2022b). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi. Bandung: Media Sains Indonesia.

Zareiyan, Armin., dan Danesh, Farshid. (2018).

Development and Validation of a Scale to Measure the Factors Affecting Smart Phone Adoption in Mobile Banking Services. Journal of Retailing and Consumer Services, 41(1), 51-61

Zhang, Hua., et al. (2019). Development and Validation of a Health Literacy Measurement Instrument for Chinese Cancer Patients. BMC Public Health, 19(1), 1- 10

172

Zimmerman, Marc A., Tortolero, Susan R., dan Markham, Christine M. (2016). Development and Validation of Brief Scales to Measure Emotional Connectedness to School and Classmates Among Early Adolescents.

Journal of School Health, 86(2), 110-119

173 Profil Penulis Aditya Wardhana

Penulis merupakan dosen tetap Universitas Telkom. Penulis menyelesaikan studi Sarjana Ekonomi (SE) di Universitas Padjadjaran pada tahun 1997 sebagai wisudawan terbaik.

Kemudian, menyelesaikan studi Magister Sains (MSi) di Universitas Padjadjaran tahun 2003 dan Magister Manajemen (MM) di Universitas Pasundan tahun 2012 sebagai wisudawan terbaik. Saat ini penulis sedang melanjutkan studi Doktor Ilmu Manajemen di prodi Manajemen Universitas Pasundan. Penulis memiliki kepakaran di bidang manajemen sumber daya manusia, manajemen pemasaran, dan manajemen strategik. Penulis memiliki pengalaman praktisi di Citibank dan di PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan meraih predikat the best employee serta sebagai konsultan di beberapa BUMN seperti Surveyor Indonesia, Badan Klasifikasi Kapal Indonesia, Pertamina, BNI 46, PTPN VIII, Biofarma, Kementerian Koordinator Perekonomian RI dan Kementerian Perhubungan.

Penulis juga aktif melakukan berbagai penelitian terindeks Scopus dan Sinta dan telah menulis lebih dari 250 buku dalam bidang bisnis. Penulis mendapatkan penghargaan sebagai dosen dengan kinerja penelitian terbaik tahun 2022 dari LLDIKTI Wilayah 4 Jawa Barat dan memiliki Sertifikasi Penulis Buku Non-Fiksi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) RI.

Email Penulis: [email protected]

Dalam dokumen Bunga Rampai Metodologi Penelitian Kesehatan (Halaman 171-189)