Bab V Penutup
A. Istilah-Istilah Cantik dalam Al-Quran
Diantara hikmah diturunkannya Al-Quran dalam bahasa Arab adalah kekayaan yang terkandung dalam bahasa Arab itu sendiri. Satu kata dalam bahasa asing akan dijumpai ungkapannya dalam bahasa Arab dengan istilah- istilah yang berbeda. Kata “cantik” misalnya, Al-Quran membahasakannya dengan beberapa istilah atau ungkapan. Berdasarkan penelusuran peneliti melalui Mu‟jam, setidaknya ada empat, yaitu: h}usn, jamal, bahjah, dan zukhruf. Masing-masing istilah tersebut mempunyai karakter dan makna tersendiri sebagaimana pemaparan berikut:
1. H}usn
Ihsan berasal dari kata h}usn, kualitas sesuatu yang baik dan indah.
Kata h}usn, dalam pengertian yang umum, bermakna setiap kualitas positif yang berupa kebajikan, kejujuran, keindahan, keramahan, kesenangan, keserasian, dan lain-lain.1 H{usna berasal dari kata h}asanun yang berarti baik atau indah.2 Kata h}usna merupakan kata sifat yang termasuk dalam
1 Imam Taufik, Al-Qur’an Bukan Kitab Teror Membangun Perdamaian Berbasis Al- Qur’an (Yogyakarta: PT Bentang Pustaka, 2016), 264.
2 Al Fakir Sasetyo dan Bima, Asmaul Husna 99 Kisah Terpilih, (Jakarta: Kaysa Media, 2010), 1.
44
rumpun ism tafd}il (menunjukkan kata lebih atau „ter‟) dari kata “h}asanah”
yang berarti baik.3
نسح (baik,bagus) merupakan ungkapan terhadap setiap hal yang indah dan disukai. sesuatu yang dikatakn baik atau bagus itu ada tiga macam yaitu sesuatu yang dianggap baik oleh akal, sesuatu yang baik yang dianggap oleh hawa nafsu, dan sesuatu yang baik yang dianggap oleh indera.
Allah SWT berfirman,
“Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan.” (QS. As- Sajdah: 7)4
Kata h}usn sering disamakan dengan kata khair. Namun perlu diketahui bahwa h}usn adalah kebaikan yang tidak dapat dilepaskan dari keindahan dan sifat-sifat yang memikat, sementara itu khair merupakan suatu kebaikan yang memberikan kegunaan konkrit, sekalipun sesuatu tersebut tidak indah dan tidak bersifat memikat. Jadi bisa dikatakan h}usn lebih dari sekedar khair (baik).5
H{usn berarti yang menunjuk kualitas menjadi baik dan indah.
Menurut leksikon, ia berarti setiap kualitas positif (kebaikan, kebajikan,
3 Nisa RachmahNur Anganthi, Psikologi Kepribadian dalam Perspektif Spiritual Ilahiah, (Surakarta: Muhammadiyah University Press), 205.
4 Ar-Raghib Al-Asfahani, Al-Mufradat Fi Gharibil Al-Qur’an (Kamus Al-Qur’an Jilid 1), Terj. Ahmad Zaini Dahlan (Depok: Khazanah Fawaid, 2017), 509-512.
5 Rahmat Hidayat dan Candra Wijaya, Ayat-Ayat Al-Qur’an tentang Manajemen Pendidikan Islam (Medan: LPPPI, 2017), 184.
45
keindahan, kemasyhuran, kesenangan, harmoni, simetri, keinginan).6 Di dalam Al-Quran, rumpun kata ini dipergunakan sebanyak kurang lebih 194 kali, yang secara bergantian menggunakan diksi h}usna, h}asanah, h}asanat, ah}sana (fi’il), ah}sanu (ism tafd}il), h}usnan, muh}sinin, ah}sin (fi’il amr), dan lain sebagainya.7
Tuhan sendiri dirujuk sebagai Pribadi yang melakukan apa yang indah, karena al-Muh}asin adalah salah satu nama Ilahi. Karya indah Tuhan dimulai dengan tindakan penciptaan itu sendiri, dimana penciptaan manusia dilakukan dalam bentuk yang paling indah:
“Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar, Dia membentuk rupamu lalu memperbagus rupamu, dan kepada-Nya tempat kembali.” (QS. at-Tagha>bun: 3)
Karena Tuhan melakukan apa yang indah dengan menciptakan manusia, manusia berkewajiban untuk melakukan apa yang indah dalam hubungan mereka dengan Tuhan dan makhluk lainnya:
“Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu…” (QS. al-Qas}as}: 77)
Dalam analisis akhir, h}usn sesungguhanya bermuara pada akhlak (karakter). Do‟a yang terkenal diajarkan oleh Nabi SAW. sebagai berikut:
6 Haidar Bagir, Islam Risalah Cinta dan Kebahagiaan, (Jakarta: Noura Books, 2019), 16.
7 Muhammad Fuad „Abd al-Baqi, Mu’jam Al-Mufahras Li Alfazh Al-Qur’an Al-Karim, (Beirut: Dar al-Fikr, 1992), 202-205.
46
“Ya Tuhan, Engkau telah membuat ciptaanku indah (khalqi), maka jadikanlah karakterku (khuluqi) juga indah”. 8
2. Jamal
Jamal (kebagusan/keindahan) artinya adalah kebaikan yang banyak.
Jamal terbagi dua macam: Pertama, kebagusan yang khusus ada pada manusia, baik pada dirinya, badannya atau perbuatannya. Kedua, kebagusan dari dirinya yang sampai pada orang lain.9 Jamal juga mempunyai arti indah, cantik, memesonakan, menimbulkan cinta dan kasih sayang.10 Juga bisa berarti bagus, tampan, dan hal-hal yang berkaitan dengan keindahan,11 cantik, indah, elok, salah satu sifat Allah, Allah yang Maha Indah.12
Lafaz jamal dengan berbagai derivasinya disebutkan dalam Al- Quran sebanyak 11 kali. Dalam bentuk لامج (jama>l) 1 kali pada surah al- Nah}l ayat 6, dalam bentuk ليمج (jami>l) atau ism fa‘il sebanyak 3 kali, disebutkan 2 kali pada surah Yusuf ayat 18 dan 83, disebutkan 1 kali pada surat al-Hijr ayat 85. Dalam bentuk لايمج (jami>lan) atau ism fa‘il dengan penambahan alif sebagai tanda i‘rab nas}ab disebutkan sebanyak 4 kali, 2 kali penyebutan pada surah al-Ah}zab ayat 28 dan 49, 1 kali pada surah al-
8 Haidar Bagir, Islam Risalah Cinta dan Kebahagiaan, (Jakarta: Noura Books, 2019), 17- 18.
9 Ar-Raghib Al-Asfahani, Al-Mufradat Fi Gharibil Al-Qur’an (Kamus Al-Qur’an Jilid 1), Terj. Ahmad Zaini Dahlan (Depok: Khazanah Fawaid, 2017), 414.
10 Moch. Fakhruroji, Total Forgiveness Menghapus Kemarahan dan Meraih Kembali Damai Hati, (Bandung: Mizan, 2008), 92.
11 Aguk Irawan, Lagit Mekah Berkabut Merah, (Jakarta: Grafindo, 2008), 13.
12 Mochtar Effendy, Ensiklopedia Agama dan Filsafat, (Palembang: Universitas Sriwijay2001), 18.
47
Ma‟arij ayat 5 dan 1 kali pada surah al-Muzammil ayat 10. Dalam bentuk ةلامج (mas}dar jima>la) disebutkan sebanyak 1 kali pada surah al-Mursala>t ayat 33, dalam bentuk لمجلا (al-jamal) sebanyak 1 kali pada surah al- A‘ra>f ayat 40, dalam bentuk ةلمج (mas}dar jumla)sebanyak 1 kali pada surat al-Furqa>n ayat 25.13
Kata لامجلا bermakna banyaknya kebaikan dan keindahan pada sesuatu. Kata ini memiliki dua pembagian. Pertama, untuk menunjukkan keindahan yang khusus pada manusia bahkan pada fisik maupun perbuatannya. Kedua, untuk dikaitkan dengan sesuatu yang lain di luar keindahan pada manusia. Kata dengan akar seperti ini juga menyiratkan makna "banyak" atau keindahan yang banyak. Sehingga dalam Bahasa Arab sebuah kelompok yang banyak disebut dengan
ةلجم
begitu jugasebuah ungkapan yang tidak terperinci sehingga masih mengandung banyak kemungkinan disebut dengan لمجم.
Allah Swt.berfirman dalam QS. al-Nah}l ayat 6:\
“Dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan.”
Kata لمجلا juga mengandung makna unta jantan tetapi unta, baru disebut dengan kata ini ketika ia sudah tumbuh dengan baik. Unta
13 Muhammad Fuad „Abd al-Baqi, Mu’jam Al-Mufahras Li Alfazh Al-Qur’an Al-Karim, (Beirut: Dar al-Fikr, 1992), 177.
48
diistilahkan dengan kata ini karena ia merupakan hewan yang paling mulia di kalangan Bangsa Arab.14
3. Bahjah
Lafaz bahjah dan berbagai bentuk perubahannya dalam Al-Quran disebutkan dalam dua bentuk yaitu dalam bentuk bahjah 1 kali dan dalam bentuk bahi>j 2 kali. Dalam bentuk ةجهب (bahjah) atau ism mas}dar disebutkan pada QS. al-Naml ayat 60 sedangkan dalam bentuk جيهب (bahi>j) atau ism fa‘il disebutkan dalam QS. al-Ha>jj ayat 5 dan Qaf ayat 7.15
Bahaja atau al-bahjah artinya warna yang indah dan memperlihatkan kebahagiaan.16 Disebutkan dalam kalimat qad bahaja artinya ia telah menampakkan kebahagiaannya. Kata ةجهبلا berarti nampaknya kebaikan dan keindahan dari sesuatu yang kita lihat. Misalnya dalam QS. al-Naml:
60
“Kebun-kebun yang berpemandangan indah.”
Bahjah di sini adalah yang memiliki warna yang indah dan membuat kagum siapa yang melihatnya. Kata جهتبا sendiri juga digunakan untuk menunjukkan makna gembira sehingga tanda-tanda kegembiraan pada
14 Rizky Mubarak dan Nurullah, “Penggunaan Lafaz Bahjah, Jamal dan Zukhruf dalam Al- Qur‟an,” Journal of Qur'anic Studies, Vol. 5, No. 1, pp. 99-118, January-June 2020.
15 Muhammad Fuad „Abd al-Baqi, Mu’jam Al-Mufahras Li Alfazh Al-Qur’an Al-Karim, (Beirut: Dar al-Fikr, 1992), 139
16 Ar-Raghib Al-Asfahani, Al-Mufradat Fi Gharibil Al-Qur’an (Kamus Al-Qur’an Jilid 1), Terj. Ahmad Zaini Dahlan (Depok: Khazanah Fawaid, 2017), 258.
49
dirinya membuat seseorang menjadi indah dilihat, dan tanda-tanda kegembiraan itu seolah menjadi hiasan baginya.17
4. Zukhruf
Lafaz yang berakar dari zakhrafa disebutkan sebanyak 4 kali, dalam bentuk فرخز (zukhruf) sebanyak 2 kali pada surah al-An‘am ayat 112 dan surat al-Isra>’ ayat 93. Dalam bentuk (zukhrufan) dengan penambahan alif sebagai tanda nas}ab pada surat al-Zukhruf ayat 35, dalam bentuk اهفرخز (zukhrufuha>) yang di-id}a>fah-kan kepada ism d}amir disebutkan sebanyak 1 kali pada surah Yu>nus ayat 24.18
Al-zukhruf berasal dari kata kerja zakhrafa-yuzakhrifu, artinya membuat baik atau menghiasi.19 Kata yang terdiri atas huruf ra, kha, zha, dan fa ini memiliki makna dasar al-zi>nah (perhiasan) hingga setiap perhiasan disebut (al-zukhruf). Sebagaimana dalam Kamus Kontemporer Arab-Indonesia yang disusun oleh Atabik Ali dan Ahmad Zuhdi Muhdlor, kata al-zukhruf diartikan sama dengan kata al-zīnah yaitu “hiasan, dekorasi atau ornamen”. Oleh karenanya barang-barang duniawi disebut sebagai zukhrufud al-dunyᾱ, sehingga zukhruf juga bisa berarti keindahan yang beraneka ragam.20
17 Rizky Mubarak dan Nurullah, “Penggunaan Lafaz Bahjah, Jamal dan Zukhruf dalam Al- Qur‟an,” Journal of Qur'anic Studies, Vol. 5, No. 1, pp. 99-118, January-June 2020.
18 Muhammad Fuad „Abd al-Baqi, Mu’jam Al-Mufahras Li Alfazh Al-Qur’an Al-Karim, (Beirut: Dar al-Fikr, 1992), 330.
19 Al-Qur’an dan Tafsirnya, (Kementrian Agama, 2010), 106.
20 Ar-Raghib Al-Asfahani, Al-Mufradat Fi Gharibil Al-Qur’an (Kamus Al-Qur’an Jilid 2), Terj. Ahmad Zaini Dahlan (Depok: Khazanah Fawaid, 2017), 137.
50
Al-zukhruf bermakna al-zi>nah (perhiasan) sesuai dengan QS. Yu>nus (10): 24, yakni cahaya dan kilauan yang terdiri dari warna merah, kuning dan putih. Misalnya jika dikatakan zukhruf al-bayt berarti zainulahhu akmaluhu (bahwasanya ia telah memperindah dan menyempurnakan rumah tersebut), maka setiap yang menghiasi dan dibuat menjadi indah maka dinamakan al-zukhruf.21
Lafad} h}usn, jamal, bahjah, dan zukhruf memiliki kesamaan yaitu sesuatu yang digunakan atau dapat membuat sesuatu yang lain menjadi indah.
Perbedaan lafaz h}usn, jamal, bahjah, dan zukhruf yaitu: h{usn pada asalnya dipakai untuk memberi sifat pada bentuk dan fisik (rupa) namun kemudian digunakan untuk menyifati perilaku atau akhlak. Sementara, jamal pada mulanya dipakai untuk menyifati perilaku, akhlak, dan hal ihwal yang bersifat lahiriah, kemudian juga digunakan untuk menyifati rupa.22
Keindahan pada pepohonan, bunga-bungaan, pegunungan, lautan, dan lain-lain diungkapkan dengan lafadz bahjah dimana semua hal tersebut merupakan sesuatu yang menjadikan bumi terlihat indah. Adapun lafaz zukhruf bisa digunakan untuk menunjukkan makna perhiasan (emas) dimana ia merupakan sesuatu yang menjadikan indah siapa yang memakainya, hingga lafaz zukhruf juga disandingkan kepada perkataan yang dijadikan indah dengan hiasan kebohongan. 23
21 Rizky Mubarak dan Nurullah, “Penggunaan Lafaz Bahjah, Jamal dan Zukhruf dalam Al- Qur‟an,” Journal of Qur'anic Studies, Vol. 5, No. 1, Januari-Juni 2020, 99-118.
22 Ibn Taimiyyah al Harrani dan Ibn Qayyim al-Jauziyyah, Cantik Luar Dalam terj. Ahmad Saikhu (Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, 2002), 11.
23 Rizky Mubarak, “Lafadz-Lafadz yang Bermakna Indah dalam Al-Qur‟an” (Banda Aceh:
UIN Ar-Raniry, 2019), 59.
51