BAB IV BAB IV
C. JENIS PENALARAN : INDUKTIF VS DEDUKTTIF
Premis 3: Alfred berasal dari Sekolah Don Bosco, dan dia menyukai fisika
Premis 4 : Untuk membuat senjata nuklir, uranium perlu diperkaya lebih lanjut tahu sampai level apa.
Argumen Induktif dan Deduktif adalah cara yang paling umum dikenal untuk menyimpulkan serangkaian premis, untuk mencapai kesimpulan. Masing-masing mempunyai cara analisisnya sendiri, serta cara penanganannya sendiri-sendiri.
Premis 2: John berasal dari Sekolah Don Bosco, dan dia menyukai fisika
anggaran untuk itu.
Premis 1: Catherine berasal dari Sekolah Don Bosco, dan dia menyukai fisika
Premis 3 : Namun Iran terus memperkaya uraniumnya, meskipun kami tidak melakukannya Argumen induktif harus memberikan beberapa sampel atau contoh selektif dan kemudian menggeneralisasi semuanya untuk membuat suatu kesimpulan. Penelitian empiris menggunakan argumen jenis ini dalam menyimpulkan hasil observasi, misalnya fenomena sosial.
Oleh karena itu, kuota perempuan tidak memperkuat stigma buruk tersebut.
ÿ Contoh 1:
Premis 2 : Namun Iran sedang mengembangkan teknologi nuklirnya dan mengalokasikan banyak energi a) Cara membuat Argumen Induktif
L : Jadi, keyakinan bahwa kuota perempuan akan membantu membuktikan stigma buruk terhadap perempuan adalah tidak benar.
Premis 1 : Iran mengatakan bahwa mereka tidak mengembangkan senjata nuklir, hanya listrik nuklir.
ÿ Contoh 2:
Argumen Induktif
Masyarakat mungkin awalnya mengira perempuan ada di sana bukan karena kompeten melainkan karena keistimewaan, mereka kemudian membuktikan kemampuannya saat menjalankan tugasnya. Masyarakat kemudian akan menyadari bahwa stigma mereka salah.
E : Sejak Indonesia menerapkan kuota perempuan di parlemen, banyak perempuan yang terpilih menjadi anggota parlemen dan sangat dipercaya serta dikenal mampu. Seiring berjalannya waktu, terjadi peningkatan jumlah perempuan di sektor vital.
1.
Kesimpulan : Orang Don Bosco menyukai fisika
dan AS, dan terus-menerus mengancam mereka.
Premis 5 : Iran terus-menerus mengungkapkan pandangan dan sikap kekerasan terhadap Israel Oleh karena itu, Anda tidak bisa benar-benar memisahkan antara penalaran dan fakta tetapi harus menggunakannya dengan tepat.
Premis 4: Jenifer berasal dari Sekolah Don Bosco, dan dia menyukai fisika
Penting untuk dicatat bahwa beberapa premis merupakan fakta atau contoh, dan premis lainnya merupakan opini yang diajukan.
Kesemuanya harus digunakan bersama-sama dalam membentuk suatu kesimpulan.
dari kebutuhan listrik.
BAB IV
ARGUMEN, Sanggahan, DAN POIS
4 Perhatikan bahwa statistik 80% berarti bahwa dari sampel yang diambil, kita memiliki 'A yang mengonsumsi pornografi sebelum melakukan Oleh karena itu, sangat penting untuk menguasai metode penelitian. Tidak hanya mengetahui peristiwa- peristiwa yang relevan seputar topik tertentu, tetapi juga mengetahui cara mengevaluasi dan mengambil kesimpulan dari peristiwa-peristiwa tersebut.
Premis 9 : Korea Utara sedang mengembangkan senjata nuklir, telah mengujinya, dan juga
akurat dan tidak bisa 100% akurat juga.
Dalam penelitian empiris, khususnya argumentasi induktif, mempunyai berbagai macam cara pengambilan sampel kemudian ditarik kesimpulannya agar sampelnya representatif, variabelnya selengkap-lengkapnya, dan kesimpulannya valid. Meski begitu, selalu ada faktor kesalahan; tidak mungkin 0%
produksi antara Iran dan Korea Utara.
Yang perlu diperhatikan dari penalaran induktif adalah 'jika premis-premisnya benar, maka kemungkinan besar kesimpulannya benar.' Artinya kepastian yang mutlak tidak mungkin diperoleh, terutama karena alasan- alasan berikut:
Premis 8 : Ada dugaan kerja sama dalam penelitian nuklir dan
• Sampel mungkin tidak cukup representatif. • Beberapa variabel mungkin diabaikan. • Kesimpulannya mungkin
merupakan generalisasi yang berlebihan.
Oleh karena itu, sampel tersebut tidak mewakili realitas Don Bosco.
Kesimpulan : Pornografi memicu kejahatan seksual.
Premis 7 : Iran menolak inspeksi IAEA.
Sampelnya hanya empat dari ratusan orang; mereka mungkin minoritas.
ÿ Contoh 1: Orang
Don Bosco menyukai fisika.
Premis : 80% orang yang dihukum karena kejahatan seksual mengonsumsi pornografi sebelum melakukan kejahatan tersebut.4
Premis 6 : Fungsi IAEA adalah mengawasi penelitian dan produksi nuklir; untuk memastikannya tidak digunakan untuk senjata dan hanya untuk tujuan damai
tujuan.
ÿ Contoh 3:
Meskipun menangani premis-premis satu per satu tidak akan membantu dalam menangani keseluruhan kesimpulan, karena premis-premis tersebut biasanya independen satu sama lain, penting untuk mengatasi generalisasi yang berlebihan.
Kesimpulan : Iran berbohong dan sebenarnya sedang mengembangkan senjata nuklir.
b) Bagaimana menangani Argumen Induktif
mengungkapkan kebencian terhadap AS.
BAB IV
ARGUMEN, Sanggahan, DAN POIS
Premis 1 : Hak untuk hidup merupakan hak asasi manusia yang mutlak.
2.
ÿ Contoh 2:
Kesimpulan : Perdagangan bebas akan merugikan kelangsungan produk dalam negeri.
Kesimpulan : George telah melakukan kejahatan.
Hanya karena sesuatu mendahului yang lain, hal ini tidak serta merta menyimpulkan adanya hubungan sebab akibat.
Sangat penting bagi para debat untuk memahami sebanyak mungkin isu, seperti hukuman mati, apa yang terjadi di Sudan, Perdagangan Bebas, dll . Meski begitu, terkadang banyak debater yang lupa untuk meneliti lebih jauh teori dan doktrin. Dalam argumentasi deduktif, sangat sulit untuk memahami atau bahkan menemukan proposisi umum jika tidak mengetahui banyak tentang teori dan doktrin tersebut. Ada bagian khusus dalam buku ini tentang metodologi penelitian untuk membantu dalam hal ini.
Premis 1 : Jika orang dipenjara, berarti mereka telah melakukan kejahatan.
ÿ Contoh 3:
Pornografi memicu kejahatan seksual.
Premis 2: George dipenjara.
Premis 2 : Perdagangan bebas membuat pasar lebih memilih produk impor dibandingkan produk dalam negeri.
ÿ Contoh 1:
Premis tersebut hanya menunjukkan bahwa Iran tidak bersedia bekerja sama dengan negara atau badan lain yang didukung atau mendukung AS.
Premis 1 : Produsen dalam negeri membutuhkan pembeli untuk bertahan hidup.
ÿ Contoh 3:
Berbeda dengan argumen induktif, yang mana 'jika premis-premisnya benar, maka kemungkinan besar kesimpulannya benar,' argumen deduktif adalah argumen yang 'jika premis-premisnya benar, maka kesimpulannya pasti benar'. Dalam argumen deduktif, kesimpulan hanyalah sebuah konsekuensi logis.
Pelajari contoh berikut, dimana Premis 1 akan menjadi proposisi umum, dan Premis 2 akan menjadi variabel.
ÿ Contoh 2:
Iran berbohong dan sebenarnya membuat senjata nuklir.
Argumen deduktif menggunakan proposisi umum yang diterapkan pada variabel tertentu untuk menarik kesimpulan. Dalam terminologi hukum, dalil umum ini biasanya berupa norma atau undang-undang yang bersangkutan (das sollen), dan variabelnya adalah suatu peristiwa tertentu (das sein) untuk menyimpulkan apakah peristiwa itu bertentangan atau sesuai dengan norma tersebut. Umumnya argumen deduktif digunakan untuk menyimpulkan proposisi normatif.
Kesimpulan : Hukuman mati merupakan pelanggaran hak asasi manusia.
a) Cara membuat Argumen Deduktif
Premis 2: Hukuman mati merenggut nyawa.
Argumen Deduktif
BAB IV
ARGUMEN, Sanggahan, DAN POIS
Kesimpulan : Perdagangan bebas akan merugikan kelangsungan produk dalam negeri.
ÿ Contoh 2:
Premis 2 : Perdagangan bebas membuat pasar lebih memilih produk impor dibandingkan produk dalam negeri.
ÿ Contoh: Premis
1 : Produsen Dalam Negeri membutuhkan pembeli untuk bertahan hidup.
Terkadang orang yang tidak bersalah bisa dipenjara karena kesalahan dalam proses peradilan atau karena alasan politik. Oleh karena itu, tidak semua orang yang dipenjara melakukan kejahatan (Premis 1 salah).
Oleh karena itu, ada kemungkinan George tidak melakukan kejahatan meski berada di penjara.
3.
George telah melakukan kejahatan.
Argumen Deduktif-Induktif Ini sebenarnya
bukan kategori tersendiri. Penting untuk dicatat bahwa terkadang, beberapa argumen deduktif memerlukan induksi. Oleh karena itu, dalam argumen induktif terkadang Anda memerlukan deduksi. Premis yang mendukung kesimpulan juga merupakan kesimpulan dari premis lain sebelumnya. Oleh karena itu, bukan tidak mungkin argumen induktif dan deduktif saling terkait satu sama lain. Selain itu, bisa juga terdapat argumen deduktif di dalam argumen deduktif, serta argumen induktif di dalam argumen induktif.
Perdagangan bebas tidak serta merta membuat pasar lebih memilih produk impor. Suasana daya saing yang baru akan merangsang produsen dalam negeri untuk bersaing dan memperebutkan pasarnya. Oleh karena itu, Premis 1 salah.
ÿ Contoh 1:
Kesimpulan : Masyarakat akan lebih memilih produk impor dibandingkan produk dalam negeri.
Premis B : Dengan perdagangan bebas, produk impor akan lebih murah dibandingkan produk dalam negeri.
Perdagangan bebas akan merugikan kelangsungan produk dalam negeri.
b) Bagaimana menangani Argumen Deduktif
Tidak ada cara lain untuk mengatasi argumen deduktif selain menyerang dan menyangkal premis-premis tersebut.
ÿ Contoh 3:
Premis A : Orang lebih memilih produk yang lebih murah daripada yang mahal.
Berbeda dengan premis 1, hak untuk hidup tidak bersifat mutlak. Mungkin ada pengecualian, misalnya untuk membela diri, atau ketika orang tersebut telah melakukan kejahatan pada tingkat tertentu (Premis 1 salah). Oleh karena itu, hukuman mati belum tentu merupakan pelanggaran hak asasi manusia.
Argumen yang digunakan adalah argumen deduktif. Namun, untuk mendukung Premis 2, Anda memerlukan pengurangan lain sebagai berikut:
Hak hidup merupakan hak asasi manusia yang mutlak.