• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN

B. Kajian Teori

1. Model Pembelajaran Berbasis Proyek

a. Pengertian model pembelajaran berbasis proyek

Pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada guru untuk mengelola pembelajaran di kelas dengan melibatkan kerja proyek.20

Model PBP (pembelajaran berbasis proyek) merupakan suatu model pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dapat mengajarkan peserta didik untuk menguasai keterampilan proses dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga membuat proses pembelajaran menjadi bermakna.21

Dari penjelasan yang telah dijabarkan di atas maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek adalah suatu model pembelajaran yang mengedepankan pembuatan proyek agar pembelajaran menjadi lebih berwarna dan bermakna.

b. Tahapan-Tahapan model pembelajaran berbasis proyek

Dalam model pembelajaran berbasis proyek terdapat tahapan- tahapan yang harus terpenuhi dan wajib dilakukan agar proyek yang dihasilkan dapat tercapai dengan baik dan maksimal. Strategi pembelajaran berbasis proyek terdiri atas tiga tahap utama yaitu:22

20 Made Wena, Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer (Jakarta Timur: Bumi Aksara, 2010), 144.

21 Yanti Rosinda Tinenti, Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP) Dan Penerapannya Dalam Proses Pembelajaran Di Kelas (Yogyakarta: DEEPUBLISH, 2018), 3.

22 Made Wena, Strategi Pembelajaran, 108.

1) Tahap Perencanaan

Tahap perencanaan ini pada dasarnya sama dengan tahap perencanaan pembelajaran pada umumnya. Namun karena dalam pembelajaran berbasis proyek ini bertujuan untuk mengerjakan suatu proyek maka keluasan pembelajarannya akan bersifat lebih kompleks, harus dibuat serinci mungkin sehingga dapat memberi tuntunan secara jelas dalam pelaksanaannya.23

Tahap perencanaan pembelajaran ini sangat penting untuk dilakukan karena akan sangat memengaruhi pelaksanaan pembelajaran dan kualitas hasil pembelajaran, maka dari itu perencanaan pembelajaran ini harus disusun secara sistematis sehingga pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan dengan optimal dan hasil pembelajarannya berkualitas.

Mengingat perencanaan pembelajaran berbasis proyek harus disusun secara sistematis maka langkah-langkah perencanaannya sebagai berikut:

a) Merumuskan tujuan pembelajaran atau proyek, mengingat pembelajaran berbasis proyek lebih bersifat kompleks maka setiap bagian proyek harus dirumuskan tujuan pembelajarannya secara jelas.24

23 Made Wena, 109.

24 Made Wena, 110.

b) Menganalisis karakteristik peserta didik, analisis karakteristik peserta didik lebih ditekankan pada usaha pengelompokkan peserta didik. Untuk mengelompokkan peserta didik kedalam kelompok jenis pekerjaan yang ada dalam proyek, harus dilihat kemampuan dan keterampilan peserta didik. Pengelompokan tersebut bertujuan untuk mengelompokan kesesuaian minat dan keterampilan peserta didik dengan pekerjaan yang dilakukannya.25

c) Merumuskan strategi pembelajaran, setelah tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik dirumuskan, langkah selanjutnya adalah merumuskan strategi pembelajaran yang akan digunakan.

Hal penting yang harus diperhatikan dalam perumusan ini adalah menetapkan strategi pembelajaran yang cocok untuk praktik dengan strategi proyek. Dengan demikian, strategi pengorganisasian, strategi penyampaian, dan strategi pengelolaan pembelajaran harus dirancang sedemikian rupa agar sesuai dengan setiap jenis pekerjaan yang ada dalam proyek yang akan dikerjakan.

d) Membuat lembar kerja, mengingat dalam praktik dengan menggunakan strategi proyek ini benda kerja yang dikerjakan sangat kompleks, maka guru harus membuat skema atau rencana jenis pekerjaan yang harus dilakukan sehingga dapat memudahkan peserta didik untuk memahami proses kerja yang akan dilakukan.26

25 Made Wena, 111.

26 Made Wena, 112.

e) Merancang kebutuhan sumber belajar, biasanya dalam pembelajaran berbasis proyek peserta didik sering dihadapkan pada proyek yang sesungguhnya sehingga sumber-sumber belajar harus disediakan sesuai dengan kebutuhan. Dengan adanya kelengkapan bahan dan alat, maka kerja proyek peserta didik akan dapat berjalan dengan baik. Akhirnya peserta didik akan dapat merasakan berbagai jenis pengalaman kerja secara menyeluruh.

f) Merancang alat evaluasi, dalam merancang alat evaluasi dalam proses pembelajaran proyek harus dilakukan dengan lengkap.

Dalam arti alat evaluasi itu harus mampu mengukur kemampuan peserta didik dalam setiap jenis pekerjaan yang ada dalam proyek.

Oleh karena itu, dalam setiap jenis pekerjaan yang akan dilakukan peserta didik harus disediakan alat evaluasinya. Dengan demikian, alat evaluasi tersebut akan dapat digunakan untuk mengukur kemampuan kerja peserta didik secara keseluruhan.27

2) Tahap Pelaksanaan

Setelah tahap perencanaan disusun secara sistematis maka tahapan selanjutnya adalah tahap pelaksanaan. Agar peserta didik dapat merasakan pengalaman belajar praktik yang bermanfaat maka proses pelaksanaan ini harus sesuai dan sejalan dengan tahap

27 Made Wena, 113.

perencanaannya. Agar proses pembelajaran berjalan dengan baik maka ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan:28

a) Persiapan sumber belajar, sumber belajar merupakan sesuatu yang ada dalam setiap tindakan pembelajaran. Terutama dalam pembelajaran berbasis proyek, ketersediaan sumber belajar yang memadai sangat memengaruhi proses pelaksanaan praktik. Oleh karena itu, sebelum kegiatan praktik dilaksanakan, sumber belajar yang dibutuhkan harus dipersiapkan terlebih dulu. Dikarenakan pada tahap perencanaan praktik kebutuhan sumber belajar sudah diidentifikasi, maka pada tahap ini tinggal mengecek Apakah sumber belajar sudah tersedia.

b) Menjelaskan tugas proyek dan gambar kerja, sebelum peserta didik praktik mengerjakan proyek yang ditetapkan, guru harus menjelaskan secara rinci rencana proyek yang akan dikerjakan. Hal ini penting dilakukan agar pada saat mengerjakan proyek, peserta didik lebih mengerti prosedur kerja yang harus dilakukan.

Penjelasan terhadap rencana proyek juga penting bagi kelancaran praktik. Penjelasan terhadap rencana proyek akan lebih baik jika dimulai dengan penjelasan tujuan proyek secara umum dan secara khusus. Setelah itu, baru dijelaskan materi proyek yang akan dikerjakan. Materi proyek harus dijelaskan secara global terlebih dahulu, sampai semua peserta didik memahami proyek secara

28 Made Wena, 114.

menyeluruh. Setelah penjelasan secara global, kemudian dijelaskan bagian-bagian proyek sampai pada hal-hal yang bersifat detail.

Guna memberikan kejelasan yang lebih rinci, pada tahap ini semua peserta didik harus diberi gambar atau rencana proyek yang akan dibuat. Dengan cara ini peserta didik akan dapat memahami proyek secara mendalam.29

c) Pembagian kelompok, membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok kerja sesuai dengan jenis pekerjaan yang ada dalam proyek, sangat memengaruhi kelancaran pengerjaan proyek.

Disamping itu, akan dapat memberi wawasan pengalaman lebih dalam pada peserta didik saat mengerjakan proyek. Dalam membagi peserta didik kedalam beberapa kelompok kerja harus diperhatikan karakteristik masing-masing peserta didik. Hal ini dilakukan agar ada kesesuaian antara keterampilan yang dimiliki peserta didik dengan jenis pekerjaan yang ada dalam proyek.

Pengelompokan peserta didik juga harus memperhatikan kepribadian masing-masing peserta didik. Kerja sama antara anggota kelompok sangat penting dalam pembelajaran proyek.

Pembelajaran dengan strategi ini pada dasarnya juga bertujuan untuk memupuk dan menumbuhkan rasa kerja sama pada semua peserta didik. Sehingga kelak setelah mereka bekerja dilapangan dapat bekerja sama dalam satu tim untuk menangani suatu masalah.

29 Made Wena, 115.

d) Mengerjakan proyek, setelah langkah-langkah di atas selesai dikerjakan, barulah peserta didik mulai mengerjakan proyek sesuai dengan tugasnya masing-masing. Selama peserta didik mengerjakan proyek, guru harus selalu mengawasi dan memberi bimbingan kepada semua peserta didik. Jika terjadi kesalahan pengerjaan pada peserta didik, maka guru harus segera memberitahu kesalahannya sehingga peserta didik dapat mengerjakan lagi dengan benar. Jadi selama tahap pelaksanaan proyek guru harus selalu memberi bimbingan secara maksimal.30 3) Tahap Evaluasi

Untuk mengetahui seberapa jauh tujuan pembelajaran proyek dapat tercapai maka guru harus melakukan evaluasi pembelajaran.

Agar hasil evaluasi dapat mengukur secara tepat maka evaluasi harus dilakukan sesuai dengan prosedur evaluasi yang benar. Dengan dilakukannya prosedur evaluasi secara lengkap maka data kemajuan belajar peserta didik dapat diketahui secara jelas, begitupun kelemahan dalam proses pelaksanaan pembelajarannya sehingga seorang guru akan mampu melakukan perbaikan pembelajarannya secara tepat.

Mengingat dalam pembelajaran berbasis proyek itu bersifat kompleks dan terdiri atas berbagai jenis pekerjaan, maka setiap

30 Made Wena, 116.

komponen jenis pekerjaan yang akan dilakukan peserta didik harus dibuatkan instrumen evaluasinya secara lengkap.31

Sedangkan langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek menurut The George Lucas Educational Foundation:32

1) Mulai dengan pertanyaan esensial

Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial, yaitu pertanyaan yang mendorong peserta didik untuk melakukan suatu aktivitas.

2) Membuat desain rencana proyek

Peserta didik dengan pendampingan dari guru membuat desain rencana proyek yang akan dilakukan. Rencana proyek ditentukan oleh peserta didik sendiri mengacu kepada pertanyaan esensial yang telah dikemukakan sebelumnya.

3) Membuat jadwal

Guru dan peserta didik secara kolaboratif menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Aktivitas pada tahap ini antara lain:

a) Membuat timeline untuk menyelesaikan proyek, b) Membuat deadline penyelesaian proyek,

c) Mengarahkan peserta didik agar merencanakan cara yang baru,

31 Made Wena, 117.

32 Sutirman, Media Dan Model-Model Pembelajaran Inovatif (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2013), 46.

d) Mengarahkan peserta didik ketika mereka membuat cara yang tidak berhubungan dengan proyek, dan

e) Meminta peserta didik untuk memberi alasan tentang cara yang dipilih.

4) Memantau peserta didik dan kemajuan proyek

Guru bertanggung jawab memantau kegiatan peserta didik selama menyelesaikan proyek untuk mengetahui kemajuan pelaksanaan proyek dan mengantisipasi hambatan yang dihadapi peserta didik.

5) Menilai hasil

Penilaian dilakukan untuk mengukur ketercapaian standar, mengevaluasi kemajuan masing-masing peserta didik, memberi umpan balik tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai, dan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun strategi pembelajaran berikutnya.33

6) Refleksi

Pada akhir pembelajaran, guru dan peserta didik melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan.

Proses refleksi dilakukan secara individu maupun kelompok.

c. Karakteristik model pembelajaran berbasis proyek

Karakteristik pembelajaran berbasis proyek meliputi aspek isi, kegiatan, kondisi, dan hasil. Akan dijelaskan di bawah ini:

33 Sutirman, 46.

1) Aspek isi pembelajaran memiliki karakteristik:

a) Masalah disajikan dalam bentuk keutuhan yang kompleks;

b) Peserta didik menemukan hubungan antar ide secara interdisipliner;

c) Peserta didik berjuang mengatasi ambiguitas; dan

d) Menjawab pertanyaan yang nyata dan menarik perhatian peserta didik.34

2) Aspek kegiatan memiliki karakteristik:

a) Peserta didik melakukan investigasi selama periode tertentu;

b) Peserta didik dihadapkan pada suatu kesulitan, pencarian sumber dan pemecahan masalah;

c) Peserta didik membuat hubungan antar ide dan memperoleh keterampilan baru;

d) Peserta didik menggunakan perlengkapan alat sesungguhnya; dan e) Peserta didik menerima feedback tentang gagasannya dari orang

lain.

3) Aspek kondisi mencakup karakteristik:

a) Peserta didik berperan sebagai masyarakat pencari dan melakukan latihan kerjanya dalam konteks sosial;

b) Peserta didik mempraktikkan perilaku manajemen waktu dalam melaksanakan tugas secara individu maupun kelompok;

c) Peserta didik mengarahkan kerjanya sendiri dan melakukan kontrol belajarnya;

34 Sutirman, 44.

d) Peserta didik melakukan simulasi kerja profesional.35 4) Karakteristik aspek hasil meliputi:

a) Peserta didik menghasilkan produk intelektual yang kompleks sebagai hasil belajarnya;

b) Peserta didik terlibat dalam melakukan penilaian diri;

c) Peserta didik bertanggung jawab terhadap pilihannya dalam mendemonstrasikan kompetensi mereka; dan Peserta didik memeragakan kompetensi nyata mereka.36

d. Kelebihan dan Kekurangan model pembelajaran berbasis proyek Model pembelajaran berbasis proyek mempunyai beberapa kekurangan dan kelebihan:

1) Kelebihan Model Pembelajaran Berbasis Proyek.37 a) Meningkatkan motivasi

b) Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah

c) Meningkatkan kemampuan mencari dan mendapatkan informasi d) Meningkatkan kemampuan berkolaborasi

e) Meningkatkan kemampuan mengelola suatu proyek 2) Kelemahan model pembelajaran berbasis proyek.

a) Memerlukan banyak waktu yang harus diselesaikan untuk menyelesaikan masalah.

35 Sutirman, 44.

36 Sutirman, 44.

37 Made Wena, Strategi Pembelajaran, 146.

b) Memerlukan biaya yang cukup banyak. Banyak peralatan yang harus disediakan.

2. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti a. Pengertian Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati hingga mengimani ajaran agama Islam dan menjadikannya sebagai pandangan hidup.38

Pendidikan Agama Islam bermakna upaya mendidikkan agama Islam atau ajaran Islam dan nilai-nilainya agar menjadi pandangan dan sikap hidup seseorang. Dari aktivitas mendidikkan agama Islam itu bertujuan untuk membantu seseorang atau sekelompok anak didik dalam menanamkan dan/atau menumbuhkembangkan ajaran Islam dan nilai- nilainya untuk dijadikan sebagai pandangan hidupnya.39

Dari kedua pengertian di atas dapat dipahami bahwa Pendidikan Agama Islam merupakan suatu upaya yang terukur dalam menyiapkan diri peserta didik melalui nilai-nilai ajaran Islam sehingga mampu untuk menjadi insan kamil. Sedangkan Budi Pekerti memiliki arti tingkah laku, perangai, akhlak.

Dalam dokumen Kurikulum 2013, PAI mendapatkan tambahan kalimat “dan Budi Pekerti” sehingga Menjadi Pendidikan Agama Islam

38 Sukarno, Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Surabaya: Elkaf, 2012), 51

39 Sulaiman, Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, 28.

dan Budi Pekerti, sehingga dapat diartikan sebagai pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agama Islam, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran pada semua jenjang pendidikan.

b. Tujuan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Tujuan Pendidikan Agama Islam bertujuan meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.40

Pendidikan Agama Islam di sekolah bertujuan untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

c. Fungsi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Fungsi pendidikan agama Islam bagi anak adalah membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, mempunyai akhlak yang luhur, berilmu pengetahuan dan memiliki keterampilan yang dapat disalurkan. Agama benar-benar berfungsi sebagai pengendali

40 Sulaiman, 34.

kepribadian dalam hidupnya di kemudian hari.41 Pendidikan agama Islam juga berfungsi sebagai media untuk meningkatkan Iman dan Takwa kepada Allah SWT, serta sebagai wahana pengembangan sikap keagamaan dengan mengamalkan apa yang telah didapat dari proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Dari fungsi Pendidikan Agama Islam tersebut, ada beberapa hal tentang fungsi tersebut yaitu:

1) Pengembangan, yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik kepada Allah SWT yang ditanamkan dalam lingkup pendidikan keluarga.

2) Penyaluran, yaitu untuk menyalurkan peserta didik yang memiliki bakat khusus di bidang agama agar bakat tersebut dapat berkembang secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan dapat pula bermanfaat bagi orang lain.

3) Perbaikan, yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan, kekurangan-kekurangan, dan kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan, pemahaman dan pengalaman ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

4) Pencegahan, yaitu menangkal hal-hal negatif dari lingkungannya atau dari budaya lain yang dapat membahayakan dirinya dan menghambat perkembangannya menuju Indonesia seutuhnya.

41 Zulvia Trinova, “Pembelajaran Berbasis Student-Centered Learning Pada Materi Pendidikan Agama Islam,” Al-Ta’lim 1, No. 4 (Februari, 2013): 333.

5) Penyesuaian, yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat bersosialisasi dengan lingkungannya sesuai dengan ajaran Islam.

6) Sumber lain, yaitu memberikan pedoman hidup untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

d. Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Ruang lingkup pendidikan Agama Islam pada dasarnya sejalan dengan ruang lingkup agama Islam yang mencakupi tiga aspek: Pertama hubungan manusia dengan Penciptanya (Allah SWT), sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surat ke 51 Az-Zariyat ayat 56:

ِنْو د بْعَ يِل َّلِْا َسْنِْلْاَو َّنِجْلا تْقَلَخ اَمَو ﴿ ٥٥

Artinya:

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.

Kedua hubungan manusia dengan manusia, sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’an surat ke 5 Al-Maidah ayat 2:

َيْدَهْلا َلَْو َۙ اَرَحْلا َرْهَّشلا َلَْو ِهٰ للا َرِٕىۤاَعَش اْوُّلِح ت َلْ اْو نَمٰا َنْيِذَّلا اَهُّ يَآٰٰي ﴿

َدِٕىۤ َََقْلا َلَْو

َوْۗ اًناَوْضِرَو ْمِهِ بَّر ْن ِم ًَْضَف َنْو غَ تْ بَ ي َۙ اَرَحْلا َتْيَ بْلا َنْيِ م ۤ

ٰا َٰٓلَْو َلَْوْۗ اْو ُاََْْاَف ْم تْلَلََ اَذَ ِا

ْو نَواَعَ تَو ا ْۘ

ْو دَتْعَ ت ْنَا ِۙ اَرَحْلا ِد ِجْسَمْلا ِنَع ْم كْرْوُّدَْ ْنَا ۙ ْوَ ق نٰاَنَش ْم كَّنَمِرْجَي ِ رِبْلا َلَع ا

ا َّنِاْۗ َهٰ للا او قَّ تاَوۖ ِناَوْد عْلاَو ِمْثِْلْا َلَع اْو نَواَعَ ت َلَْو ۖىٰوْقَّ تلاَو ِباَقِعْلا دْيِدَش َهٰ ل ل

٢

Artinya:

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syiar-syiar kesucian Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban) dan qala'id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitulharam;

mereka mencari karunia dan keridaan Tuhannya. Tetapi

apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu. Jangan sampai kebencian (mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong- menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.

Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya.

Ketiga hubungan manusia dengan makhluk lain/lingkungannya, sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’an surat ke 14 Ibrahim ayat 19:

ِْۗ قَحْلاِب َضْرَْلْاَو ِتٰوٰمَّسلا َقَلَخ َهٰ للا َّنَا َرَ ت ْمَلَا ﴿

ْأَشَّي ْنِا قْلََِب ِتْأَيَو ْم كْبِِْذ ي

دْيِدَج

٩١

Artinya:

Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak (benar)? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu).

Surat ke 3 Ali Imran ayat 191:

ْيِف َنْو رَّكَفَ تَ يَو ْمِهِبْو ن ج ٰلَعَّو اًُْو ع قَّو اًماَيِق َهٰ للا َنْو ر كْرْذَي َنْيِذَّلا ﴿

ِتٰوٰمَّسلا ِقْلَخ

اَنِقَف َكَنٰحْب س ۚ

ًَِطاَب اَذِٰ َتْقَلَخ اَم اَنَّ بَر ِۚضْرَْلْاَو َّنلا َباَذَع

ِرا

٩١٩

Artinya:

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.

Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam (PAI) meliputi keserasian, keselarasan, dan keseimbangan antara:

1) Hubungan manusia dengan Allah SWT, 2) Hubungan manusia dengan sesama manusia, 3) Hubungan manusia dengan dirinya sendiri,

4) Hubungan manusia dengan makhluk lain dan lingkungan.

Sedangkan ruang lingkup bahan pelajaran pendidikan Agama Islam meliputi lima unsur pokok, yaitu:

1) Al-Qur’an, 2) Akidah, 3) Syariah, 4) Akhlak, 5) Tarikh.

Deskripsi lingkup kajian kelima unsur tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:42

Tabel 2.2

Ruang Lingkup Pendidikan Agama Isalm Dan Budi Pekerti

NO

UNSUR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

DAN BUDI PEKERTI

RUANG LINGKUP KAJIAN

1 2 3

1 Al-Qur’an

Lingkup kajiannya tentang membaca al-Qur’an dan mengerti arti kandungan yang terdapat di setiap ayat-ayat al-Qur’an. Akan tetapi dalam praktiknya hanya ayat-ayat tertentu yang di masukkan dalam materi Pendidikan Agama Islam yang disesuaikan dengan tingkat pendidikannya dan beberapa hadis terkait.

42 Sulaiman, 32.

1 2 3

2 Akidah

Lingkup kajian tentang aspek kepercayaan menurut ajaran Islam, dan inti dari pengajaran ini adalah tentang rukun iman.

3 Akhlak

Lingkup kajian mengarah pada pembentukan jiwa, cara bersikap individu pada kehidupannya dalam mencapai akhlak baik.

4 Syariah

(Fikih/Ibadah)

Lingkup kajian tentang segala bentuk ibadah dan tata cara pelaksanaannya, tujuan dari pengajaran ini agar peserta didik mampu melaksanakan ibadah dengan baik dan benar.

Mengerti segala bentuk ibadah dan memahami arti dan tujuan pelaksanaan ibadah. Juga materi tentang segala bentuk-bentuk hukum Islam yang bersumber pada al-Qur’an, sunnah, dan dalil-dalil syar’i yang lain. Tujuan pengajaran ini adalah agar peserta didik mengetahui dan mengerti tentang hukum-hukum Islam dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.

5 Sejarah

Kebudayaan Islam

Lingkup kajiannya tentang pertumbuhan dan perkembangan agama Islam dari awalnya sampai zaman sekarang sehingga peserta didik dapat mengenal dan meneladani tokoh-tokoh Islam serta mencintai agama Islam

36

Dokumen terkait