• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kajian Teori

Dalam dokumen pengembangan e-atlas vertebrata (Halaman 31-52)

BAB II PEMBAHASAN

B. Kajian Teori

1. Penelitian Pengembangan

a. Pengertian Penelitian dan Pengembangan

Metode penelitian yang dipergunakan untuk menciptakan suatu produk tertentu, serta menguji keefektifan produk tersebut merupakan Metode penelitian dan pengembangan atau pada bahasa inggris disebut dengan Research and Development (Sugiyono, 2017:297).

Penelitian Pengembangan adalah suatu aktivitas dalam koridor keilmiahan yang diadaptasi dengan bidang akademik atau keilmuan yang meliputi proses penyusunan, pengaplikasian, penilaian, dan penyempurnaan pada suatu kegiatan (Sa’adah, 2020:11).

Menurut Sugiyono (2017:297) untuk dapat membentuk suatu produk maka penelitian yang dipergunakan bersifat

18

analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut agar dapat dipergunakan untuk masyarakat luas, maka diperlukan penelitian yang dapat menguji keefektifan suatu produk tersebut.

b. Karakteristik Penelitian dan Pengembangan

Menurut Santyasa dalam Sa’adah (2020:24) karakteristik peneltian pengembangan (R & D) ada 4, yaitu:

1) Persoalan yang akan dipecahkan adalah yang berkaitan menggunakan inovasi atau penerapan teknologi

2) Pengembangan, model, pendekatan, metode, media serta teknik pembelajaran untuk membatu mencapai kompetensi 3) Pengembangan produk diharuskan melewati uji ahli dan uji

lapangan

4) Hasil dari pengembangan, model, pendekatan, metode, media dan teknik pembelajaran perlu didokumentasikan secara rapi serta dilaporkan sesuai dengan kaidah penelitian yang originalitas

c. Model Penelitian dan Pengembangan

Terdapat beberapa model penelitian pengembangan yaitu:

1) Borg and Gall

19

Model pengembangan Borg and Gall menggunakan alur air terjun (waterfall) pada fase pengembangannya. Menurut Sa’adah (2020:30), alur pengembangan Borg and Gall yaitu:

a) Analisis kebutuhan b) Perencanaan media c) Pengembangan produk d) Uji coba individu e) Revisi

f) Uji coba kelompok kecil g) Revisi

h) Uji coba lapangan i) Revisi

j) Penyebaran dan pelaksanaan.

2) ADDIE

Model pengembangan ADDIE diperkenalkan oleh Reiser Mollenda pada tahun 1990-an. Model ini terdapat lima tahapan yaitu:

a) Analisis (Analysis)

Pada tahap ini yang perlu dilakukan analisis sebelum membuat produk. Hal yang perlu dianalisis adalah analisis peserta didik, analisis kurikulum, dan analisis kebutuhan.

b) Desain (Design)

20

Tahapan desain meliputi beberapa perencanaan pengembangan media pembelajaran yang akan dikembangkan, mulai dari merencanakan desain media pembelajaran, materi yang akan disampaikan serta bahasa yang akan digunakan.

c) Pengembangan (Development)

Pengembangan dalam Model ADDIE berisi kegiatan realisasi rancangan produk dalam hal ini adalah media pembelajaran. Langkah pengembangan dalam penelitian ini meliputi kegiatan membuat dan memodifikasi media pembelajaran.

d) Implementasi (Implementation)

Pada langkah ini mengimplementasikan media pembelajaran yang dibuat dengan melakukan uji coba skala kecil dengan 7-10 siswa kemudia melakukan uji coba skala besar dengan seluruh siswa yang dijadikan subjek penelitian.

e) Evaluasi (Evaluation)

Evaluasi merupakan langkah terakhir dari model desain sistem pembelajaran ADDIE untuk memberikan nilai terhadap pengembangan media pembelajaran dan dilakukan revisi akhir terhadap produk yang akan dibuat.

(Cahyadi, 2019:36-37).

21 3) 4D

Model pengembangan 4D yaitu define, design, development, and disseminate. Menurut Sa’adah (2020:61) alur pada pengembangan 4D yaitu:

a) Define (pendefinisian)

Pada tahap ini berisi kegiatan untuk menetapkan produk apa yang akan dikembangkan, beserta spesifikasinya.

b) Design (perancangan)

Tahapan kedua yaitu membuat rancangan terhadap produk yang telah ditetapkan.

c) Development (pengembangan)

Membuat rancangan menjad produk dan menguji validitas produk secara berulang-ulang hingga dihasilkan produk dan spesifikasi yang ditetapkan.

d) Dissemination (penyebaran)

Tahap penyebarluasan produk yang telah teruji dan dimanfaatkan oleh orang lain.

4) Dick and Carey

Model Dick & Carey merupakan model pengembangan yang dikembangkan melalui pendekatan sistem (System Approach). Model sistem pembelajaran yang dikembangkan oleh Dick, Carey & Carey terdiri atas

22

beberapa komponen yang perlu dilakukan untuk membuat rancangan aktifitas pembelajaran yang lebih besar.

Menurut Dick and Carey dalam Qoriah (2017:103), langkah-langkah model pengembangan Dick and Carey adalah:

a) Analisis kebutuhan untuk mengidentifikasi tujuan, b) Analisis instruksional

c) Analisis pembelajar dan konteks d) Merumuskan tujuan performansi e) Mengembangkan instrumen penilaian f) Mengembangkan strategi pembelajaran

g) Mengembangkan dan memilih materi pembelajaran, h) Melakukan evaluasi formatif

i) Melakukan revisi

j) Merancang dan melakukan evaluasi sumatif 2. Media Pembelajaran

a. Pengertian Media Pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. Istilah tersebut mengacu tentang hal mengantar informasi antara sumber dan penerima (Arsyad, 2013:3).

Media pembelajaran adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainnya tujuan

23

pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya (Arsyad, 2013:2). Oleh karena itu pendidik harus menciptakan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif yang dapat digunakan dalam penyampaian pesan materi kepada peserta didik.

Media pembelajaran adalah suatu alat penunjang pembelajaran untuk mendapatkan informasi pada proses pembelajaran berlangsung. Media pembelajaran dapat memudahkan pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa begitupun sebaliknya siswa akan lebih mudah memahami materi yang disampaikan dengan adanya media.

Media pembelajaran terdiri dari dua unsur penting yaitu unsur peralatan atau perangkat keras (hardware) dan unsur pesan yang dibawanya (message/software). Perangkat lunak (software) adalah informasi dalam media pembelajaran itu sendiri yang disampaikan kepada siswa, sedangkan perangkat keras (hardware) adalah sarana atau alat yang digunakan dalam penyampaian pesan tersebut (Susilana, 2009:7).

b. Manfaat Media Pembelajaran

Menurut Susilana (2009:9) media pembelajaran mempunyai manfaat sebagai berikut:

1) Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistik

2) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga, dan daya indera

24

3) Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung dengan peserta didik dengan sumber belajar.

4) Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori dan kinestetiknya

c. Fungsi Media Pembelajaran

Menurut Hasan (2021:35) menyatakan bahwa, terdapat tiga fungsi media pembelajaran:

1) Membantu guru dalam bidang tugasnya.

2) Membantu para peserta didik untuk mempercepat pemahaman dan menerima pesan pembelajaran yang disajikan

3) Memperbaiki proses belajar mengajar d. Macam-Macam Media Pembelajaran

Menurut Arsyad (2013:79), menyatakan bahwa media pembelajaran terbagi menjadi lima yaitu:

1) Media berbasis manusia

Media berbasis manusia contohnya adalah instruktur, guru, tutor.

2) Media berbasis cetakan

Media berbasis cetakan misalnya buku, buku kerja/latihan, lembaran

3) Media berbasis visual

25

Media berbasis visual contohnya adalah buku, charts, grafik, peta, dan gambar

4) Media berbasis audio visual

Media berbasis audio visual misalnya video, film, televisi, dan slide bersama tape

5) Media berbasis komputer

Media berbasis komputer contohnya pmbelajaran dengan bantuan komputer dan video interaktif

3. Atlas

a. Pengertian Atlas

Atlas elektronik merupakan media pembelajaran berupa media yang berbasis digital berfungsi memberi informasi yang berisi tema-tema tertentu. Wulansari (2015:1030) menyatakan bahwa atlas biologi merupakan kumpulan gambar-gambar lengkap yang disertai dengan deskripsi setiap jenis tumbuhan atau hewan yang dikaji di dalamnya.

E-Atlas Vertebrata merupakan nama yang akan dikembangkan dalam penelitian ini. Atlas ini merupakan atlas elektronik biologi yang berperan sebagai media pembelajaran dan sebagai pendamping buku teks yang digunakan guru dan siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar.

Menurut Pertiwi (2018:33) Atlas elektronik ini terdiri atas beberapa bagian, yaitu:

26

a) Halaman depan (sampul/cover), memuat judul atlas dan topik yang ada dalam atlas vertebrata.

b) Kata pengantar, memuat isi dan tujuan atlas.

c) Daftar isi, memuat susunan materi yang disajikan d) Isi memuat penjelasan yang sesuai dengan judul atlas e) Indeks, memuat kata-kata penting yang disajikan dalam

atlas

f) Daftar Pustaka, memuat rujukan atau referensi yang digunakan dalam pembuatan atlas

b. Jenis-Jenis Atlas

Menurut Sanjaya (2010:105) Atlas dikelompokkan menjadi beberapa jenis yang berdasarkan isi yang terkandung didalamnya. Beberapa jenis atlas tersebut antara lain:

1) Atlas wilayah

Atlas wilayah merupakan atlas yang berisi informasi unsur- unsur geografi umum baik alam atau budaya pada suatu tempat. Contoh atlas wilayah adalah:

1. Atlas Dunia, berisi informasi geografi dan data-data yang terdapat pada negara-negara dan benua di dunia.

2. Atlas Nasional, berisi informasi geografi dan data-data pada satu wilayah terentu dilengkapi dengan peta setiap provinsi

27

3. Atlas Regional, berisi informasi geografi dan data dari beberapa negara dalam satu kawasan tertentu atau dalam kawasan benua.

2) Atlas Tematik

Atlas Tematik adalah atlas yang berisi suatu informasi pada tema tertentu yang sifatnya khusus. Beberapa contoh atlas tematik yaitu atlas anatomi, atlas patologi, atlas histologi (berisi gambar-gambar bagian tubuh dan sel-sel yang dibutuhkan di bidang kedokteran), atlas animalia (berisi gambar-gambar hewan dan ciri-ciri serta penjelasan lainnya), atlas tumbuhan (berisi gambar-gambar tumbuhan dan ciri-ciri serta penjelasan lainnya), atlas geologi (yang berisi tentang batuan dan mineral yang ada di bumi), atlas sejarah, dan lain-lain.

3) Atlas Semesta

Atlas Semesta adalah atlas yang berisi keadaan jagat raya seperti susunan tata surya, peta langit, rasi bintang dan galaksi.

c. Atlas Elektronik (E-Atlas)

Atlas identik dengan media pembelajaran cetak.

Seiring dengan berkembangnya teknologi, maka mulai dilakukan inovasi penyajian atlas dalam bentuk elektronik atau e-atlas sebagai media pembelajaran. Media pembelajaran e-

28

atlas dapat dibuat dengan aplikasi pendukung salah satunya yaitu website anyflip. Menurut Martani (2020:68) laman web https://anyflip.com/ merupakan Interactive HTML5 Flipping Book platfom bagi penerbit majalah, katalog, brosur dan lain- lain untuk dibaca, diunggah dan diunduh kepada pengguna yang lain. Langkah untuk pembuatan atlas elektronik menggunakan https://anyflip.com/ adalah seperti berikut:

1) Membuat akun di halaman website http://anyflip.com/

secara gratis tanpa dipungut biaya apapun

2) Menggugah dokumen yang akan dibuat flipbook dalam bentuk PDF.

3) Menconvert dokumen/diubah dalam bentuk buku digital.

4) Setelah selesai menjadi buku digital pembuat bisa membagikan link agar dapat diakses pembaca

5) Buku digital yang telah dibuat akan tersimpan pada akun anyflip yang dibuat.

Hasil outputnya berupa file html, yang adapat dioperasikan melalui perangkat elektronik seperti smartphone, laptop dan komputer. Penggunaan atlas elektronik pada pembelajaran sangat membantu dalam penyampaian materi pelajaran karena dikemas secara menarik, efisien, menyenangkan dan mudah diakses oleh siswa melalui HP atau PC kapan saja dan dimana saja (Martani, 2020:68).

29 4. Hewan Vertebrata

Vertebrata (vertebrate) berasal dari kata vetebra, yang berarti rangkaian tulang-tulang yang menyusun columna vertebralis atau tulang belakang. Vertebrata merupakan salah satu dari tiga sub filum Chordata dan merupakan kraniata bertulang belakang (Campbell, et.al, 2008:271). Hewan vertebrata dibagi menjadi lima kelas yaitu:

a. Pisces (Ikan)

Pisces merupakan hewan vertebrata akuatik (hidup di air).

Pisces bernapas dengan insang yang ditutupi oleh operkulum (tutup insang). Tubuhnya terdiri atas kepala, badan dan ekor.

Pada umumnya tubuh pisces ditutupi dengan sisik dan berlendir.

Pisces bersifat poikiloterm atau berdarah dingin karena suhu tubuhnya dipengaruhi oleh suhu lingkungan (Irnaningtyas, 2016: 270).

Menurut Siagian (2020:20) menyatakan bahwa berdasarkan strukturnya, super kelas pisces dikelompokkan ke dalam 3 kelas, yaitu sebagai berikut:

1) Kelas Agnatha, yaitu kelompok hewan yang belum memiliki rahang sehingga bentuk mulutnya sangat sederhana hampir mirip mulut cacing. Contohnya adalah ikan lamprey

30

2) Kelas Chondrichthyes yang termasuk dalam kelompok ini terutama hewan dari jenis ikan yang bertulang rawan.

Contohnya adalah ikan hiu, dan ikan pari

3) Kelas Osteichthyes yang termasuk dalam kelompok ini adalah semua jenis ikan yang bertulang sejati. Contonya adalah ikan lele, ikan salmon, dan lainnya.

b. Amphibia

Amphibia berasal dari kata amphibious, yang berarti kedua cara hidup. Mengacu pada tahap kehidupan dari banyak spesies katak yang awalnya hidup di air dan kemudian di daratan.

Sebagian besar amphibia ditemukan di habitat yang lembab seperti di rawa-rawa dan hutan hujan (Campbell, et.al, 2008:285).

Tubuh ditutupi kulit yang selalu basah dan tidak bersisik.

Sebagian besar Amfibi mengalami metamorfosis, fase larva bernapas dengan insang dan hidup di air, setelah dewasa bernapas dengan paru-paru dan kulit, dan hidup di darat.

Jantungnya beruang tiga, terdiri dua atrium (serambi) dan satu ventrikel (bilik). Pada Amfibi, jenis kelamin terpisah dan pembiakan bersifat ovipar (bertelur) (Subardi, 2009:177).

Amfibi adalah kelompok hewan yang melakukan pembuahannya secara eksternal dan internal. Bagi kelompok katak, telur yang telah dibuahi, dikeluarkan dan disimpan di

31

dalam kantung penuh jeli. Telur ini dapat dibuahi saat jantan menaruh spermanya dekat betina. Bagi kelompok salamander, pembuahan berlangsung secara internal (Yani, 2009:230).

Menurut Subardi (2009:170), kelas amphibia terbagi menjadi 3 ordo yaitu:

1) Ordo Caudata (Urodela)

Caudata bentuknya seperti kadal, berekor, bernapas dengan paru-paru, sebagian ada yang bernapas dengan insang. Tubuhnya jelas terbagi dalam bagian kepala, badan, dan ekor. Kakikaki sama besar. Contoh: Megalobatrachus japonius (salamander raksasa).

2) Ordo Salientia (Anura)

Anura adalah bangsa katak, tidak berekor, pandai melompat. Hewan dewasa bernapas dengan paru-paru.

Kepala dan tubuh hewan ini bersa-tu, tanpa leher. Kaki depannya pendek, kaki belakang besar dan kuat untuk melompat. Anura memiliki selaput renang pada jari-jari kaki. Mengalami metamorfosis, fertilisasi eksternal. Contoh Bufo terrestris (katak bangkong), Rana pipiens (katak hijau).

3) Ordo Apoda (Gymnophiona)

Hewan apoda ini semacam cacing, tanpa kaki. Kulitnya lunak dan menghasilkan cairan yang merangsang. Antara mata dan hidung pada terdapat tentakel yang dapat

32

ditonjolkan. Hewan ini mempunyai mata tanpa kelopak dan ekornya pendek. Hewan jantan memiliki organ kopulasi yang dapat ditonjolkan. Perkembang-biakannya secara ovipar atau ovovivipar. Hewan-hewan Anura banyak terdapat di daerah tropis. Contoh: Ichthyosis glutinosus.

c. Reptilia

Reptilia adalah kelompok hewan yang cara bergeraknya dengan merayap, oleh karena itu disebut juga sebagai hewan melata. Reptilia merupakan bagian dari kelompok hewan vertebrata yang habitatnya menyesuaikan di tempat kering sehingga proses penandukan kulit atau disebut proses cornificatio dimaksudkan untuk menjaga agar tidak banyak kehilangan cairan tubuh (Siagian, 2020:28)

Reptilia terbagi menjadi tiga ordo yaitu, ordo chelenia, ordo squamata, dan ordo crocodila. Ordo chelonia meliputi kurakura dan penyu, ordo squamata meliputi kadal dan ular sedangkan ordo crocodilia meliputi buaya dan alligator (Subardi,2009:172).

d. Aves

Aves adalah vertebrata yang tubuhnya ditutupi oleh bulu yang berasal dari epidermis dan memiliki bermacam-macam adaptasi untuk terbang. Aves meliputi burung, ayam, angsa, dan bebek (Irnaningtyas, 2016: 382).

33

Aves bersifat endotermik, yang artinya burung menggunakan panas metaboliknya sendiri untuk memperthankan suhu tubuh yang tinggi dan konstan (Campbell, 2008:292).

Menurut irnaningtyas (2016:382) menyatakan bahwa aves dikelompokkan sekitar 28 ordo, beberapa ordo yang paling umum antara lain:

1) Galliformes (unggas), contohnya kalkun (Meleagris gallopavo) dan ayam buras (Gallus domesticus).

2) Casuariiformes (kasuari), contohnya emu (Dromaius novaehollandiae), dan kasuari bergelambir (Casuarius casuarius).

3) Passeriformes (burung penyanyi), contohnya burung beo (Gracula religiosa) dan jalak bali (Leucopsar rothschildi).

4) Strigiformes (burung hantu), contohnya burung hantu hutan (strix sp.)

5) Psittaciformes (burung nuri), contohnya burung betet kpala biru (Pionus menstrulus) dan kakak tua berjambul (Cacatua galerita).

6) Falconiformes (burung pemangsa), contohnya elang (Haliaeetus leucocephalus), rajawali emas (Aquila chrysaetos).

34

7) Columbiformes (burung merpati), contohnya burung perkutut (Geopelia striata) dan burung dara mahkota elok (Goura cristata).

8) Ciconiiformes (burung bangau), contohnya burung kuntul putih besar (Egretta alba) dan bangau (Mycteria leucephala).

e. Mamalia

Mamalia berasal dari bahasa latin yaitu mammae yang berarti susu. Mamalia meliputi hewan yang memiliki kelenjar susu pada betinanya, sedangkan pada individu jantan klenjar susu mengalami reduksi (menyusut) (irnaningtyas, 2016:383).

Mamalia bernapas dengan paru-paru. Jantungnya terdiri empat ruang (dua serambi, dua bilik) dengan sekat yang sempurna. Otak berkembang sangat baik, terutama bagian cerebrum. Suhu tubuh mamalia homoioterm. Ginjalnya bertipe metanefros, memiliki dua ureter yang mengalirkan urin ke kandung kemih (vesica urinaria). Pembiakan pada mamalia terjadi secara Vivipar dan fertilisasi internal. Embrio berkembang dalam uterus (rahim), pertukaran zat metabolik antara embrio dan induk berlangsung melalui plasenta (baik nutrisi maupun respirasi) (Subardi,2006:180).

Menurut Subardi (2006:180-184) menyatakan bahwa, mamalia terbagi menjadi beberapa ordo yaitu:

1) Ordo Marsupialia (mamalia berkantung)

35

Marsupialia betina memiliki kantung (marsupium) di bagian ventral, embrio lahir prematur dan berkembang lebih lanjut di dalam kantung. Contoh Dendrolagus sp (kanguru), Phalanger sp. (kuskus), Phascolarctus sp. (koala), Didelphia marsupialia (opossum).

2) Ordo Insektivora

Insektivora adalah mamalia pemakan (terutama) serangga, cacing, tunas, dan biji-bijian. Insektivora memiliki mata tertutup, telapak kaki depan lebar dengan cakar-cakar besar. Contoh: Scalopus sp, Scapanus sp, Echinosorex albus.

3) Ordo Dermoptera

Monyet terbang, keempat kaki dan ekornya bersama- sama membentuk parasut berbulu (patagium), makanannya daun dan buah-buahan. Contoh: Gakopithecus sp.

4) Ordo Chiroptera

Mamalia terbang, sayap berupa membran interdigital pada kaki depan dan kaki belakang. Pemakan buah. Kaki belakang lebih kecil, kaki bercakar, pandai terbang, nocturnal. Contoh Pteropus edulis (kalong Jawa), Myotes sp, Desmodus sp (vampire), pengisap darah kuda, sapi, bahkan manusia.

5) Ordo Primata

36

Primata mencakup lemur, monyet, kera, orang utan, gorila, dan manusia. Primata termasuk pemakan tumbuhan, hewan, atau pemakan segala. Hewan ini termasuk nocturnal atau diurnal. Tangan dan kakinya besar, dengan jari untuk memanjat atau memegang.

6) Ordo Rodentia

Rodentia meliputi tikus, tupai, landak, hamster. Tidak memiliki gigi taring. Rodentia hidup pada segala habitat.

Contoh: Sciurus sp. (tupai pohon), Marmota sp. (marmut), Rattus sp. (tikus), Mus musculus (mencit), Erethyson sp.

(landak).

7) Ordo Carnivora

Carnivora adalah mamalia pemakan daging, gigi taring berkembang baik. Jari-jarinya bercakar tajam. Contoh: Canis lupus (serigala), Canis familiaris (anjing), Felis leo (singa), Felis tigris (harimau), Felis catus (tikus rumah), Zalophus sp. (singa laut), Eumetopias jubata (anjing laut).

8) Ordo Laghomorpha

Laghomorpha adalah hewan pemakan tumbuhan meliputi kelinci atau trewelu. Contoh: Oryctologus cuniculus (kelinci).

9) Ordo Cetacea

37

Cetacea meliputi ikan paus dan lumba-lumba. Contoh:

Dolphinus delvis (dolpin laut), Phalenoptera musculus (paus biru).

10) Ordo Proboscidea

Proboscidea meliputi semua jenis gajah. Contoh:

Elephas maximus (gajah di India dan Indonesia), Loxodonta africana (gajah Afrika).

11) Ordo Perissodactyla

Perissodactyla meliputi kuda, zebra, tapir, keledai, badak. Jari kakinya berjumlah ganjil. Contoh: Equus caballus (kuda), Equus asinus (keledai), Tapirus indicus (tapir).

12) Ordo Artiodactyla

Artidactyla meliputi babi, sapi, kerbau, unta, menjangan, antelope (kijang bertanduk tanpa ranting). Jari kaki hewan itu berjumlah genap. Contoh: Antilocarpa sp. (antelope), Camelus sp. (unta), Cervus sp. (kijang), Aries sp. (kambing), Bos sondaicus (banteng), Bos indicus (sapi putih), Giraffa sp. (jerapah).

38

Dalam dokumen pengembangan e-atlas vertebrata (Halaman 31-52)

Dokumen terkait