• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengembangan e-atlas vertebrata

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "pengembangan e-atlas vertebrata"

Copied!
260
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN E-ATLAS VERTEBRATA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI

PADA MATERI ANIMALIA UNTUK SISWA KELAS X IPA DI SMA PANCA MARGA 1 LAMONGAN

SKRIPSI

Oleh:

Rinata Ardiana NIM.T20188007

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

NOVEMBER 2022

(2)

ii

PENGEMBANGAN E-ATLAS VERTEBRATA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI

PADA MATERI ANIMALIA UNTUK SISWA KELAS X IPA DI SMA PANCA MARGA 1 LAMONGAN

SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas KH. Achmad Shiddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh

gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Program Studi Tadris Biologi

Oleh:

Rinata Ardiana NIM: T20188007

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

NOVEMBER 2022

(3)

iii

PENGEMBANGAN E-ATLAS VERTEBRATA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI

PADA MATERI ANIMALIA UNTUK SISWA KELAS X IPA DI SMA PANCA MARGA 1 LAMONGAN

SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas KH. Achmad Shiddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana

Pendidikan (S.Pd)

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Tadris Biologi

Oleh:

Rinata Ardiana NIM: T20188007

Disetujui Pembimbing

Rosita Fitrah Dewi, S.Pd., M.Si

NIP. 198703162019032005

(4)

iv

(5)

v

MOTTO

َ وٱ

َه َللّ

َ

َِّهِّن ۡط بَٰ عَلَ ِّشِۡم يَنَمَمههۡنِّم فَٖٖۖءٓاَمَنِّ مَٖةَبٓا دَ َ هكَُ ق ل خ

َِّ ۡيۡ لۡجِّرَٰ عَلَ ِّشِۡم يَنَمَمههۡنِّم و ۦَ

َ هقهلۡ يََٖٖۚع بۡر أَٰٓ عَلَ ِّشِۡم يَنَمَمههۡنِّم و ٱ

َه َللّ

ََنِّإَُۚهء ٓا ش يَا م َ ٱ

َ َللّ

َٞريِّد قَٖء ۡ شََ ِّ هكَُٰ عَل َ ٤٥َ

Artinya:

Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. An- Nur: 45) (Kemenag RI, 2014:357).

(6)

vi

PERSEMBAHAN

Puji syukur Alhamdulillah , kehadirat Allah SWT. atas segala rahmat dan karunianya. Sholawat serta salam tetap tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Skripsi ini saya persembahkan kepada:

1. Kedua orang tua tercinta Bapak Sunardi dan Ibu Khiswari, terimakasih karena selalu mendoakan dan mendukung setiap langkah yang saya ambil, tidak pernah bosan membimbing dan memotivasi serta selalu memberikan yang terbaik buat saya dan tidak pernah letih berjuang untuk membiayai hidup dan pendidikan hingga saat ini.

2. Saudara kandung saya Anita Ardianis dan Shofiya Tri Ardila yang selalu memberi dukungan dan semangat.

3. Pratu Ipan Sukma yang selalu memberikan dukungan dan doa serta menjadi pemacu semangat saya untuk tidak mudah menyerah.

(7)

vii

KATA PENGANTAR

Segenap puji syukur penulis sampaikan kepada Allah karena atas rahmat dan karunianya, perencanaan, pelaksanaan, dan penyelesaian skripsi sebagai salah satu syarat menyelesaikan program sarjana dapat terselesaikan dengan lancar.

Kesuksesan ini dapat penulis peroleh karena dukungan banyak pihak. Oleh karena itu, penulis menyadari dan menyampaikan terimakasih yang sedalam- dalamnya kepada:

1. Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE., MM selaku Rektor UIN KH. Achmad Siddiq Jember yang telah memberi fasilitas kepada penulis dari awal perkuliahan hingga selesai

2. Prof. Dr. Hj. Mukni’ah, M.Pd.I selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan yang telah memberi fasilitas kepada penulis hingga terselesaikannya skripsi ini

3. Dr. Indah Wahyuni, M.Pd., selaku Ketua Jurusan dan Dr. Ubaidillah, M.Pd.I selaku sekretaris Jurusan Pendidikan Sains UIN KH. Achmad Siddiq Jember yang telah memberikan fasilitas dan membantu kelancaran dalam penyelesaian skripsi ini

4. Dr. Hj. Umi Farihah, M.M, M.Pd selaku ketua Program Studi Tadris Biologi yang telah membimbing dan memberi arahan kepada penulis dalam penelitian ini

(8)

viii

5. Rosita Fitrah Dewi, S.Pd., M.Si selaku dosen pembimbing skripsi yang telah meluangkan waktu dan tenaga dalam membimbing dan mengarahkan saya dari awal penelitian hingga akhir

6. Husni Mubarok, S.Pd., M.Si., Mohammad Wildan Habibi, M.Pd., Dr. Andi Suhardi, ST., M.Pd., Nanda Eska Anugrah Nasution, M.Pd., dan Ira Nurmawati, M.Pd. selaku validator dalam proses pengembangan yang telah menyempatkan waktunya untuk menilai serta memberi kritik dan saran yang bermanfaat

7. Seluruh Dosen Program Studi Tadris Biologi yang telah memberikan ilmu pengetahuan serta bimbingan kepada penulis selama mengikuti perkuliahan, semoga ilmu yang telah Bapak dan Ibu berikan bermanfaat dan mendapat keberkahan dari Allah SWT.

8. Hj. Siti Kusti Khayatun, S.Pd selaku kepala sekolah SMA Panca Marga 1 Lamongan yang telah memberikan izin dan kesempatan dalam melakukan penelitian.

9. Aulia Ayu Suryanitha, S.Pd selaku guru mata pelajaran biologi yang telah meluangkan waktunya dalam memberikan penilaian terhadap produk penelitian serta membimbing dan mengarahkan penulis selama melakukan penelitian di SMA Panca Marga 1 Lamongan.

10. Siswa-siswi kelas X IPA 3 SMA Panca Marga 1 Lamongan Tahun Pelajaran 2021-2022 yang turut berpartisipasi dalam penelitian di SMA Panca Marga 1 Lamongan

(9)

ix

11. Sahabat perjuangan saya Ro’ihatul Jannah, Mohammad Alim Shodiqin, Faiza, dan Devi Fatmasari yang telah membantu, dan menyemangati penulis dalam proses penulisan skripsi ini

12. Semua pihak yang telah membantu yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, segala bantuan yang telah diberikan semoga menjadi amal dan ibadah dihadapan Allah SWT.

Akhirnya, semoga segala amal baik yang telah Bapak/Ibu berikan kepada penulis mendapat balasan yang baik dari Allah. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih banyak kesalahan dan kekurangan. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca.

Jember, 1 November 2022

Penulis

(10)

x

ABSTRAK

Rinata Ardiana, 2022: Pengembangan E-Atlas Vertebrata Sebagai Media Pembelajaran Biologi Pada Materi Animalia Kelas X IPA di SMA Panca Marga 1 Lamongan

Kata kunci: media pembelajaran, E-Atlas vertebrata, animalia

Media pembelajaran atlas vertebrata merupakan media bergambar yang berfungsi untuk membantu peserta didik untuk mempermudah pemahaman materi yang diberikan oleh guru tanpa harus mengamati objek secara langsung.

Penggunaan media pembelajaran atlas vetebrata diharapkan peserta didik lebih mudah memahami materi dan selalu antusias dalam proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai serta dapat dijadikan inovasi media pembelajaran biologi.

Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui kevalidan E-atlas vertebrata sebagai media pembelajaran biologi pada materi animalia untuk siswa kelas X IPA di SMA Panca Marga 1 Lamongan 2) Untuk mengetahui respon siswa terhadap E-atlas vertebrata sebagai media pembelajaran Biologi pada materi animalia untuk siswa kelas X IPA di SMA Panca Marga 1 Lamongan 3) Untuk mengetahui keefektifan E-atlas vertebrata sebagai media pembelajaran biologi pada materi animalia untuk siswa kelas X IPA di SMA Panca Marga 1 Lamongan.

Jenis penelitian pada penelitian ini yaitu Research and Development (R&D). Model penelitian yang digunakan yaitu model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). Penelitian pengembangan ini dilaksanakan di SMA Panca Marga 1 Lamongan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa pedoman wawancara, angket dan tes. Penelitian ini melibatkan 5 validator yaitu 2 validator ahli materi, 2 validator ahli media, dan 1 validator ahli praktisi.

Penelitian pengembangan ini memperoleh kesimpulan: 1) hasil perolehan validasi ahli materi didapatkan rata-rata presentase 90,9 % dengan kriteria sangat valid, dan hasil perolehan validasi ahli media didapatkan rata-rata presentase 96%

dengan kriteria sangat valid. 2) Presentase dari hasil respon peserta didik mendapatkan rata-rata presentase 84,5% dengan kriteria sangat menarik. 3) Perhitungan hasil Posttest dan pretest menggunakan uji T didapatkan signifikansi 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran yang dikembangkan.

(11)

xi

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

PENGESAHAN TIM PENGUJI ... iv

MOTTO ... v

PERSEMBAHAN ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

ABSTRAK ... ix

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah... 1

B. Rumusan Masalah ... 8

C. Tujuan Penelitian ... 8

D. Spesifikasi Produk yang Dikembangkan ... 9

E. Pentingnya Penelitan dan Pengembangan ... 9

F. Asumsi dan Keterbatasan Penelitian dan Pengembangan ... 10

G. Definisi Istilah ... 12

BAB II PEMBAHASAN ... 13

A. Penelitian Terdahulu ... 13

B. Kajian Teori ... 17

BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ... 38

A. Model Penelitian dan Pengembangan ... 38

(12)

xii

B. Prosedur Penelitian dan Pengembangan ... 39

C. Uji Coba Produk ... 57

D. Desain Uji Coba ... 58

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ... 68

A. Penyajian Data Uji Coba ... 68

B. Analisis Data ... 81

C. Revisi Produk ... 87

BAB V KAJIAN DAN SARAN ... 102

A. Kajian Produk yang Telah direvisi ... 102

B. Saran pemanfaatan, diseminasi, dan pengembangan produk lebih lanjut ... 104

DAFTAR PUSTAKA ... 106

LAMPIRAN ... 109

(13)

xiii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 : Persamaan dan Pebedaan Penelitian Terdahulu ... 15

Tabel 3.1 : Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar ... 41

Tabel 3.2 : Indikator dan Tujuan Pembelajaran ... 42

Tabel 3.3 : Hasil Evaluasi Tiap Tahapan ... 56

Tabel 3.4 : Komentar dan Saran Uji Coba Kelompok Kecil ... 57

Tabel 3.5 : Kisi-Kisi Lembar Penilaian Ahli Materi ... 60

Tabel 3.6 : Kisi-Kisi Lembar Penilaian Ahli Media ... 61

Tabel 3.7 : Kisi-Kisi Instrumen Angket Respon Siswa ... 61

Tabel 3.8 : Kisi-Kisi Instrumen Angket Respon Guru ... 61

Tabel 3.9 : Kriteria Penilaian Validitas Media Pembelajaran ... 63

Tabel 3.10 : Kriteria Penilaian Hasil Respon Siswa ... 65

Tabel 4.1 : Hasil Validasi Ahli Materi ... 66

Tabel 4.2 : Hasil Kritik dan Saran Validasi Ahli Materi... 69

Tabel 4.3 : Hasil Validasi Ahli Media ... 70

Tabel 4.4 : Hasil Kritik dan Saran Validasi Ahli Media ... 71

Tabel 4.5 : Hasil Validasi Ahli Praktisi ... 74

Tabel 4.6 : Hasil Kritik dan Saran Ahli Praktisi ... 75

Tabel 4.7 : Hasil Uji Coba Kelompok Kecil ... 76

Tabel 4.8 : Hasil Angket Respon Siswa ... 77

Tabel 4.9 : Hasil Uji Pretest dan Posttes ... 77

Tabel 4.10 : Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov ... 80

Tabel 4.11 : Paired Sample Statistic ... 81

Tabel 4.12 : Paired Sample Correlation ... 81

Tabel 4.13: Paired Sample Tes ... 81

Tabel 4.14 : Hasil Revisi Media Pembelajaran Atlas Vertebrata Berbentuk Flipbook Berdasarkan Komentar dan Saran Dari Validator Ahli Materi ... 89

Tabel 4.15 : Hasil Revisi Media Pembelajaran Atlas Vertebrata Berbentuk Flipbook Berdasarkan Komentar dan Saran Dari Validator Ahli Media ... 97

(14)

xiv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 : Tampilan Desain Halaman Depan Atlas ... 45

Gambar 3.2 : Tampilan Desain Halaman Kata Pengantar ... 46

Gambar 3.3 : Tampilan Desain Halaman Daftar Isi ... 46

Gambar 3.4 : Tampilan Desain Halaman Petunjuk Penggunaan Atlas ... 47

Gambar 3.5 : Tampilan Desain Halaman Kompetensi... 48

Gambar 3.6 : Tampilan Desain Halaman Pendahuluan ... 48

Gambar 3.7 : Tampilan Desain Halaman Penjelasan Tiap Kelas ... 49

Gambar 3.8 : Tampilan Desain Halaman Penjelasan Tiap Ordo ... 50

Gambar 3.9 : Tampilan Desain Halaman Penjelasan Tiap Spesies ... 50

Gambar 3.10 : Tampilan Desain Halaman Indeks ... 51

Gambar 3.11 : Tampilan Desain Halaman Daftar Pustaka ... 52

Gambar 3.12 : Tampilan Desain Halaman Biografi Penulis ... 52

Gambar 3.13 : Tampilan Desain Halaman Belakang Atlas ... 53

(15)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan termasuk kebutuhan yang sangat penting pada kehidupan manusia, karena dengan adanya pendidikan manusia bisa untuk membentuk adanya kemajuan khususnya pada ilmu pengetahuan serta teknologi, sebagai akibatnya manusia memiliki inovasi serta kreatifitas yang tinggi untuk selalu menemukan hal baru yang mampu menaikkan pendidikan. Dalam pendidikan manusia selalu diajak untuk berpikir kritis sehingga melahirkan pandangan baru serta saran yang berfungsi untuk dunia pendidikan. Pendidikan bisa diperoleh dari sekolah formal, informal, juga nonformal (Elfachmi,2015:13).

Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan:

“Pendidikan adalah suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara”.

Tujuan pendidikan adalah serangkaian hasil pendidikan yang dicapai peserta didik setelah melaksanakan kegiatan pendidikan. Seluruh kegiatan pendidikan, yakni bimbingan pengajaran atau latihan diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan (Hamalik, 2001:3).

Tujuan pendidikan juga dicantumkan pada pasal 3 UU RI No. 20 tahun 2003, yang berbunyi:

(16)

2

“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Sesuai dengan firman Allah SWT yang telah tertulis di Al-Qur’an, Allah SWT telah memerintahkan manusia belajar untuk menguasai ilmu pengetahuan dalam firman-Nya yang berbunyi :

ٱ

َ ۡ أ رۡق

ََِّبٱ

َِّمۡس

َ كِّ ب ر َ ٱ يِّ لَّ َ

َ

َ ق ل خ ١ََ

َ ق ل خ

َ نٰ سنِّ لۡ ۡ ٱ

َ ٍق ل عَۡنِّم َ ٢ََ

ٱ

ۡ َ أ رۡق

َ

َ كُّب ر و ٱ

َهم رۡك ۡ لۡ

َ٣

ََٱ يِّ لَّ َ

َِّبَ م َل ع َ

َِّم ل قۡل ٱ

َ٤َ

َ مَل ع

َ نٰ سنِّ لۡ ۡ َٱ

َ

َۡم لۡع يَۡم لَا م ٥َ

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan.

Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. (QS. Al-Alaq 1-5) (Kemenag RI, 2011:597).

Dari surat tersebut Allah SWT memerintahkan manusia untuk membaca yang berarti berfikir teratur atau sistematis dalam mempelajari firman dan ciptaannya. Membaca adalah kunci dari ilmu, karena manusia dilahirkan tanpa pengetahuan.

Media pembelajaran adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainnya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya (Arsyad, 2013:2). Oleh karena itu, seorang guru dituntut untuk kreatif mengembangan media pembelajaran yang belum tersedia dan dapat menunjang proses pembelajaran.

Dalam suatu proses pembelajaran itu sendiri, sangat dibutuhkan suatu media ajar sebagai alat bantu untuk menyampaikan materi

(17)

3

pembelajaran sehingga proses pembelajaran itu efektif dan efisien.

Khususnya pada materi animalia, dimana pada materi animalia terdapat banyak materi yang cukup banyak terutama pada sub bab vertebrata. Dari banyaknya materi animalia tersebut, masih banyak yang menggunakan media gambar yang ditempelkan bahkan tidak menggunakan media pembelajaran sama sekali hanya memberi contoh bayangan saja kepada siswa serta pembelajaran hanya menggunakan bahan ajar yang ada. Media atau bahan ajar yang seperti itu cenderung membosankan bagi peserta didik.

Biologi adalah sub-bidang dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan memiliki dampak yang luar biasa pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu Pengetahuan Alam juga berperan penting dalam upaya menciptakan manusia yang berkualitas (Wahyuningsih, 2011:1029). Materi yang akan di kembangkan dalam atlas elektronik ini adalah materi tentang hewan vertebrata yang akan di ajarkan di sekolah kelas X IPA. Vertebrata merupakan sub bab dari materi animalia. Kingdom animalia ini di kelompokkan dalam beberapa kelas yaitu : Kelas Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mamalia (Campbell, 2008: 271). Didalamnya dijelaskan mengenai ciri-ciri hewan vertebrata, klasifikasi hewan vertebrata, serta contoh hewan vertebrata. Cakupan materi yang dijelaskan hanya sebatas fakta karena hanya memperkuat data dan menambahkan informasi yang telah ada. Dan salah satu media yang mampu mendukung dalam menjelaskan sub bab vertebrata adalah atlas karena sesuai dengan karakteristik siswa dengan gaya belajar visual yang lebih mudah memahami

(18)

4

materi dan memperoleh informasi dengan adanya gambar-gambar yang disajikan.

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di SMA Panca Marga 1 Lamongan pada tanggal 30 September 2021, diperoleh informasi dari guru mata pelajaran Biologi bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi tanpa menggunakan media pembelajaran, sedangkan di sekolah SMA Panca Marga 1 Lamongan mengalami keterbatasan media pembelajaran. Biasanya guru menggunakan media realia yang harus mengamati langsung di alam sekitar sekolah saja. Misalnya, di taman sekolah, lapangan, dan lingkungan sekitarnya, tetapi tidak semua materi menggunakan media realia karena tidak adanya obyek yang ada disekitar dan salah satu materi yang tidak menggunakan media realia adalah materi animalia. Sedangkan sumber belajar yang digunakan adalah modul dan LKS. Selain itu guru pada saat penyajian materi animalia hanya menjelaskan secara teori saja tanpa menggunakan media, terkadang siswa hanya disuruh membayangkan hewan tersebut sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan oleh guru. Selain itu, berdasarkan hasil observasi pada salah satu siswa kelas X IPA, siswa tersebut menyatakan bahwa materi yang diajarkan pada pelajaran biologi memiliki istilah-istilah yang sulit dipahami oleh siswa misalnya bahasa ilmiah, contohnya materi pada hewan animalia terutama pada sub bab vertebrata yang akan di ajarkan di sekolah kelas X.

Menurutnya juga pembelajaran biologi sulit dipahami karena tidak adanya media yang menunjang pembelajaran.

(19)

5

Berdasarkan hasil angket analisis kebutuhan siswa yang disebar pada tanggal 17 Januari 2022 dengan 28 responden dari kelas X IPA 3 SMA Panca Marga 1 Lamongan diketahui bahwa hampir semua siswa menyukai mata pelajaran biologi, siswa juga tertarik dengan materi animalia. Sekitar 71,4% siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi biologi dikarenakan banyaknya istilah ilmiah yang belum dipahami serta keterbatasan media pembelajaran yang mendukung. Semua siswa juga lebih tertarik dengan media pembelajaran yang berwarna dan bergambar.

Sebagian besar siswa merasa lebih mudah memahami materi pembelajaran dengan menggunakan media yang mendukung, tetapi banyak materi yang disampaikan tidak menggunakan media pembelajaran seperti materi animalia. 92,8% siswa tertarik apabila dikembangkan media pembelajaran menggunakan android/PC seperti dalam flipbook karena dirasa mudah dibawa kemana-mana dan dapat dipelajari kapan saja dan dimana saja.

Hampir semua siswa kelas X IPA 3 belum pernah menggunakan media atlas biologi, dan sebagian besar siswa tertarik apabila dikembangkan atlas vertebrata untuk menunjang pembelajaran animalia karena media atlas biologi. Atlas vertebrata dirasa mampu untuk menunjang materi animalia khususnya vertebrata karena menyuguhkan gambar spesies beserta pemaparan tentang spesies tersebut tanpa harus mengamati hewan tersebut secara langsung. Dari pemaparan diatas maka Atlas vertebrata dibutuhkan oleh peserta didik sebagai media pembelajaran pada materi animalia.

(20)

6

Melihat situasi yang terjadi pada sekolah tersebut untuk menunjang fasilitas belajar siswa peneliti ingin mengembangkan suatu media pembelajaran yang akan digunakan pada penelitian ini yakni media E-Atlas.

Media atlas elektronik dipilih karena menyajikan materi dengan menampilkan gambar asli disertai dengan informasi singkat dan mudah dipahami. Dengan melihat gambar yang sesuai dengan kondisi aslinya akan melibatkan pengalaman belajar siswa untuk memahami materi meskipun siswa belum pernah melihatnya secara langsung (Arsyad, 2013:38).

Atlas merupakan salah satu contoh dari media pembelajaran berbentuk cetak. Proses pembelajaran menggunakan media pembelajaran atlas terdapat beberapa kelebihan, diantaranya seperti: menumbuhkan rasa ingin tahu peserta didik, sarana identifikasi hewan, mempermudah memahami dan mengingat informasi yang ada dalam gambar sehingga mempermudah peserta didik menguasai konsep materi (Masyitha, 2021:145). Atlas yang akan dikembangkan berupa elektronik dikarenakan pembelajaran yang terjadi disekolah masih bersifat online-offline jadi diharapkan E-Atlas dapat digunakan siswa dalam pembelajaran online maupun offline tanpa terbatas tempat kapanpun dan dimanapun atlas elektronik ini dapat diakses.

Media E-Atlas vertebrata merupakan media bergambar yang tepat untuk membantu peserta didik dalam penyerapan materi tanpa harus mengamati secara langsung. Penggunaan Atlas memberikan makna pembelajaran yang lebih hidup dan tepat dibandingkan dengan kata-kata

(21)

7

sehingga merangsang kemampuan berpikir peserta adanya penggambaran materi secara rinci. Selain itu, atlas dapat meningkatkan pemahaman konsep dalam pengidentifikasian suatu tema pembelajaran (Lestari,2017:4).

Media atlas elektronik yang akan dibuat dalam bentuk flipbook dengan bantuan website anyflip karena pada saat pembelajaran di masa ini diperlukan media yang mampu menunjang pembelajaran yang berbentuk digital agar mudah di akses siapa saja, dimana saja dan menarik untuk digunakan siswa dalam proses pembelajaran serta mengikuti perkembangan zaman modernisasi yang terjadi saat ini.

Flipbook adalah salah satu media yang dapat mempermudah dalam proses pembelajaran karena dapat dikemas dengan menarik. Flipbook adalah salah satu jenis animasi klasik yang dibuat dari setumpuk kertas menyerupai buku tebal, pada setiap halamannya di gambarkan proses tentang sesuatu yang nantinya proses tersebut terlihat bergerak atau beranimasi (Ramdania, 2013:2).

Rujukan dari penelitian terdahulu yang telah dilakukan Sitti Masyitha pada tahun 2021, menunjukkan bahwa atlas Jamur layak digunakan sebagai media pembelajaran di SMA ditunjukkan dengan rata- rata nilai validasi kriteria sangat valid pada validasi media dan keiteria valid pada validasi materi. Hal ini juga didukung oleh penelitian Eka Novi Iswanti pada tahun 2019, yang menunjukkan bahwa pengembangan Atlas sangat layak digunakan dan secara efektif mampu meningkatkan penguasaan konsep siswa.

(22)

8

Berdasarkan latar belakang yang telah di paparkan, maka peneliti tertarik untuk mengembangkan Atlas sebagai media pembelajaran dengan judul “Pengembangan E-Atlas Vertebrata Sebagai Media Pembelajaran Biologi Pada Materi Animalia Untuk Siswa Kelas X IPA di SMA Panca Marga 1 Lamongan”

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian pengembangan ini adalah:

1. Bagaimana tingkat kevalidan E-Atlas vertebrata sebagai media pembelajaran biologi pada materi animalia untuk siswa kelas X IPA di SMA Panca Marga 1 Lamongan?

2. Bagaimana respon siswa terhadap E-Atlas vertebrata sebagai media pembelajaran biologi pada materi animalia untuk siswa kelas X IPA di SMA Panca Marga 1 Lamongan?

3. Bagaimana keefektifan E-Atlas vertebrata sebagai media pembelajaran biologi pada materi animalia untuk siswa kelas X IPA di SMA Panca Marga 1 Lamongan?

C. Tujuan Penelitian dan Pengembangan

Berdasarkan latar belakang masalah yang tertulis diatas, maka tujuan penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui kevalidan E-Atlas Vertebrata sebagai Media pembelajaran Biologi pada materi Animalia untuk siswa kelas X IPA di SMA Panca Marga 1 Lamongan

(23)

9

2. Untuk mengetahui respon siswa terhadap E-Atlas Vertebrata sebagai Media pembelajaran Biologi pada materi Animalia untuk siswa kelas X IPA di SMA Panca Marga 1 Lamongan

3. Untuk mengetahui keefektifan E-Atlas Vertebrata sebagai Media pembelajaran Biologi pada materi Animalia untuk siswa kelas X IPA di SMA Panca Marga 1 Lamongan

D. Spesifikasi Produk yang Diharapkan

Spesifikasi produk dalam penelitian pengembangan ini adalah:

1. Produk yang dihasilkan berupa Atlas elektronik Vertebrata dengan materi Animalia untuk siswa kelas X semester genap

2. Atlas Vertebrata disajikan dalam bentuk elektronik dengan bantuan website anyflip dengan mencantumkan teks dan gambar yang menarik serta mudah dimengerti

3. Atlas elektronik yang akan dibuat berisi contoh hewan vertebrata berdasarkan kelasnya, dilengkapi dengan informasi klasisifikasi ilmiah, ciri morfologi terkait hewan tersebut serta ditunjang dengan adanya gambar hewan tersebut.

E. Pentingnya Penelitian dan Pengembangan

Pentingnya penelitian dan pengembangan E-Atlas Vertebrata sebagai media pembelajaran Biologi pada materi Animalia Kelas X diharapkan dapat bermanfaat secara teoritis maupun praktis.

(24)

10 1. Manfaat Teoritis

Penelitian yang dilakukan diharapkan bisa dijadikan sebuah inovasi maupun motivasi untuk membuat media pembelajaran yang menarik.

2. Manfaat Praktis a. Bagi siswa

Penelitian ini dapat memberikan informasi tentang Atlas elektronik hewan animalia sebagai media pembelajaran biologi khususnya sub materi vertebrata dan memberikan media alternatif untuk penyelenggaraan pembelajaran aktif serta meningkatkan semangat belajar dan meningkatkan tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi yang disampaikan

b. Bagi pendidik

Membantu proses kegiatan belajar mengajar pada materi Animalia khususnya sub bab Vertebrata.

c. Bagi sekolah

Sebagai bahan pertimbangan bagi sekolah untuk mengambil kebijakan yang berkaitan tentang media pembelajaran bagi siswa yang dapat mendukung proses pembelajaran di sekolah

d. Bagi peneliti selanjutnya

Menjadi informasi awal bagi peneliti yang ingin mengembangkan penelitian lanjutan

F. Asumsi dan Keterbatasan Penelitian dan Pengembangan

Beberapa asumsi penelitian pengembangan yang diharapkan adalah:

(25)

11

1. Menghasilkan produk berupa E-Atlas Vertebrata yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran biologi pada materi Animalia sehingga menambah pemahaman tentang materi Animalia khususnya sub bab Vertebrata.

2. Siswa lebih dapat memahami materi dengan media pembelajaran yang telah dikembangkan peneliti.

3. Uji coba yang dilakukan untuk mengetahui kelayakan dari produk berupa E-Atlas Vertebrata sebagai media pembelajaran Biologi.

Agar dapat fokus dan mencapai apa yang diharapkan, maka permasalahan penelitian dilakukan pembatasan hanya pada:

1. Penelitian ini difokuskan pada pengembangan produk media pembelajaran E-Atlas Vertebrata untuk memenuhi kebutuhan pada proses pembelajaran Biologi khususnya pada siswa kelas X SMA Panca Marga 1 Lamongan

2. Materi yang dikembangkan adalah Animalia khususnya sub bab Vertebrata pada KD (Kompetensi dasar) 3.9 yaitu menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan hewan ke dalam filum berdasarkan pengamatan anatomi dan morfologi serta mengaitkan peranannya dalam kehidupan

3. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE yang terdiri dari Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation

(26)

12 G. Definisi Istilah

Berikut penjelasan beberapa istilah dalam penelitian dan pengembangan yaitu:

1. Penelitian dan pengembangan merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan suatu produk. Produk yang dihasilkan berupa E-Atlas Vertebrata yang berisi materi Animalia khususnya sub bab Vertebrata untuk siswa kelas X SMA Panca Marga 1 Lamongan. Model pengembangan yang digunakan yaitu ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation).

2. Atlas Vertebrata adalah media pembelajaran yang mengandung materi pembelajaran yang dilengkapi dengan gambar yang dapat menunjang pembelajaran pada materi Animalia khususnya sub bab Vertebrata dan mampu membantu siswa dalam memahami suatu materi serta valid menurut penilaian ahli materi, dan ahli media

3. Flipbook adalah salah satu media yang dapat mempermudah dalam proses pembelajaran karena dapat dikemas dengan menarik dan salah satu jenis animasi klasik yang dibuat dari setumpuk kertas menyerupai buku tebal, pada setiap halamannya di gambarkan proses tentang sesuatu yang nantinya proses tersebut terlihat bergerak atau beranimasi.

4. Materi vertebrata adalah salah satu sub bab dari materi Animalia dalam pelajaran Biologi yang diajarkan pada kelas X SMA/MA pada semester genap. Materi ini dipelajari untuk menganalisis macam- macam dunia hewan sesuai dengan pengelompokkan filum.

(27)

13

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Penelitian Terdahulu

Peneliti mencantumkan beberapa penelitian terdahulu yang dianggap memiliki relevansi dengan penelitian dan pengembangan yang berjudul “Pengembangan E-Atlas Vertebrata Sebagai Media pembelajaran Biologi Pada Materi Animalia untuk Siswa Kelas X IPA di SMA Panca Marga 1 Lamongan ”. Berikut penelitian terdahulu yaitu:

1. Penelitian yang dilakukan oleh Eka Novi Iswanti, pada tahun 2019, yang berjudul “Pengembangan Atlas Keanekaragaman Tumbuhan Spermatophyta untuk Memberdayakan Penguasaan Konsep Peserta Didik Kelas X SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung”

Penelitian diatas bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berupa atlas keanekaragaman tumbuhan spermatophyta untuk memberdayakan penguasan konsep peserta didik. Hasil dari penelitian ini adalah Atlas keanekaragaman tumbuhan spermatophyta dinyatakan layak digunakan melihat hasil validasi dari ahli materi mencapai kriteria layak yaitu dengan persentase kelayakan 71%, ahli bahasa mencapai kriteria sangat layak yaitu dengan persentase kelayakan 86%, ahli media mencapai kriteria sangat layak dengan persentase kelayakan 84%. Respon guru terhadap atlas keanekaragaman tumbuhan spermatophyta memberikan penilaian dengan persentase 74% dengan kriteria layak

(28)

14

dan persentase 82% dengan kriteria kelayakan sangat layak serta hasil respon peserta didik 98% dengan kriteria sangat layak. Dan mampu untuk meningkatkan penguasaan konsep siswa ditinjau dari adanya peningkatan pada masing-masing indikator penguasaan konsep.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Raddina Aprilia Putri, Endang Susantini, danTitik Taufikurohmah, pada tahun 2021 dengan judul

“Pengembangan E-Atlas Tumbuhan Indikator Uji Asam-Basa Sebagai Penunjang Bahan Ajar Di Masa Pandemi Covid-19”

Penelitian tesebut bertujuan mengembangkan e-Atlas tumbuhan indikator asam basa yang digunakan sebagai penunjang bahan ajar. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa E- Atlas tumbuhan layak digunakan sebagai penunjang bahan ajar ditunjukkan dengan hasil rata-rata skor kelayakan E-Atlas adalah 90,18% dengan kriteria sangat valid dan 89,08% dengan kriteria reliabel. Kepraktisan E-Atlas memperoleh skor rata-rata 86,10%.

3. Penelitian yang dilakukan oleh Sitti Masyitha, Kasman Arifin, dan Suriana Gende Ede, pada tahun 2021 dengan judul “Pengembangan Media Pembelajaran Atlas Jamur Pada Materi Fungi/Jamur untuk Kelas X SMA”.

Penelitian tersebut bertujuan untukmenghasilkan atlas jamur yang layak digunakan sebagai media pembelajaran pada materi Fungi/Jamur di SMA. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan

(29)

15

bahwa Atlas Jamur layak digunakan sebagai media pembelajaran di SMA ditunjukan dengan Hasil validasi desain media Atlas Jamur oleh ahli media dan ahli materi diperoleh rerata persentase berturut- turut 94,16% (kriteria sangat valid), dan 80,70% (kriteria valid).

Hasil tanggapan produk media dan materi oleh guru dan peserta didik diperoleh rerata persentase berturut-turut 84,92% (kriteria sangat baik) dan 86,22% (kriteria sangat baik).

Tabel 2.1

Persamaan dan Perbedaan

Penelitian Terdahulu dengan Penelitian yang Akan Dilakukan

No Nama Peneliti Judul Persamaan Perbedaan

1. Eka Novi Iswanti

Pengembangan Atlas Keanekaragaman Tumbuhan

Spermatophyta untuk Memberdayakan Penguasaan

Konsep Peserta Didik Kelas X SMA Al- Azhar 3 Bandar Lampung

Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang sekarang yaitu sama- sama mengembangkan Atlas dan

menggunakan jenis penelitian dan

pengembangan (R&D).

Perbedaan penelitian sekarang dengan penelitian terdahlu yaitu, pada penelitian terdahulu Atlas yang dikembangkan

digunakan sebagai bahan ajar, model pengembangan yang dipakai yaitu model Borg and Gall, materi yang dikembangkan dalam atlas adalah keanekaragaman tumbuhan

spermatophyta dan atlas yang dihasilkan berbentuk cetak.

Sedangkan, penelitian yang akan dilakukan menjadikan atlas sebagai media

pembelajaran, model pengembangan yang digunakan yaitu.

(30)

16

No. Nama Peneliti Judul Persamaan Perbedaan

Model ADDIE, materi yang

dikembangkan dalam atlas adalah sub materi vertebrata, dan atlas yang dihasilkan berbentuk elektronik.

2. Raddina Aprilia Putri, Endang Susantini, danTitik Taufikurohmah

Pengembangan E-Atlas Tumbuhan Indikator Uji Asam-Basa Sebagai Penunjang Bahan Ajar Di Masa Pandemi Covid-19

Persamaan

penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan adalah jenis

penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D), atlas yang dikembangkan berbasis elektronik.

Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan adalah

materi yang

dikembangkan pada penelitian terdahulu lebih fokus ke jenis- jenis tumbuhan indikator uji asam basa, sedangkan pada penelitian yang akan dilakukan lebih fokus ke sub bab vertebrata, model yang digunakan pada penelitian terdahulu yaitu Dick and Carey sedangkan model penelitian yang akan dilakukan yaitu model ADDIE.

3. Sitti Masyitha, Kasman Arifin, dan Suriana Gende Ede

Pengembangan Media Pembelajaran Atlas Jamur Pada Materi Fungi/Jamur untuk Kelas X SMA

Persamaan

penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan adalah jenis

penelitian yang digunakan yaitu penelitian dan pengembangan (R&D), atlas yang dikembangkan digunakan sebagai media pembelajaran.

Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan adalah model penelitian yang digunakan pada penelitian terdahulu yaitu Borg and Gall, sedangkan pada penelitian yang akan dilakukan

menggunakan model

ADDIE. Pada

penelitian terdahulu atlas

(31)

17

No. Nama Peneliti Judul Persamaan Perbedaan

yang dikembangkan fokus pada materi fungi sedangkan atlas

yang akan

dikembangkan fokus pada sub materi vertebrata. Atlas yang dikembangkan berbentuk cetak sedangkan pada penelitian yang akan dilakukan atlas berbentuk elektronik

B. Kajian Teori

1. Penelitian Pengembangan

a. Pengertian Penelitian dan Pengembangan

Metode penelitian yang dipergunakan untuk menciptakan suatu produk tertentu, serta menguji keefektifan produk tersebut merupakan Metode penelitian dan pengembangan atau pada bahasa inggris disebut dengan Research and Development (Sugiyono, 2017:297).

Penelitian Pengembangan adalah suatu aktivitas dalam koridor keilmiahan yang diadaptasi dengan bidang akademik atau keilmuan yang meliputi proses penyusunan, pengaplikasian, penilaian, dan penyempurnaan pada suatu kegiatan (Sa’adah, 2020:11).

Menurut Sugiyono (2017:297) untuk dapat membentuk suatu produk maka penelitian yang dipergunakan bersifat

(32)

18

analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut agar dapat dipergunakan untuk masyarakat luas, maka diperlukan penelitian yang dapat menguji keefektifan suatu produk tersebut.

b. Karakteristik Penelitian dan Pengembangan

Menurut Santyasa dalam Sa’adah (2020:24) karakteristik peneltian pengembangan (R & D) ada 4, yaitu:

1) Persoalan yang akan dipecahkan adalah yang berkaitan menggunakan inovasi atau penerapan teknologi

2) Pengembangan, model, pendekatan, metode, media serta teknik pembelajaran untuk membatu mencapai kompetensi 3) Pengembangan produk diharuskan melewati uji ahli dan uji

lapangan

4) Hasil dari pengembangan, model, pendekatan, metode, media dan teknik pembelajaran perlu didokumentasikan secara rapi serta dilaporkan sesuai dengan kaidah penelitian yang originalitas

c. Model Penelitian dan Pengembangan

Terdapat beberapa model penelitian pengembangan yaitu:

1) Borg and Gall

(33)

19

Model pengembangan Borg and Gall menggunakan alur air terjun (waterfall) pada fase pengembangannya. Menurut Sa’adah (2020:30), alur pengembangan Borg and Gall yaitu:

a) Analisis kebutuhan b) Perencanaan media c) Pengembangan produk d) Uji coba individu e) Revisi

f) Uji coba kelompok kecil g) Revisi

h) Uji coba lapangan i) Revisi

j) Penyebaran dan pelaksanaan.

2) ADDIE

Model pengembangan ADDIE diperkenalkan oleh Reiser Mollenda pada tahun 1990-an. Model ini terdapat lima tahapan yaitu:

a) Analisis (Analysis)

Pada tahap ini yang perlu dilakukan analisis sebelum membuat produk. Hal yang perlu dianalisis adalah analisis peserta didik, analisis kurikulum, dan analisis kebutuhan.

b) Desain (Design)

(34)

20

Tahapan desain meliputi beberapa perencanaan pengembangan media pembelajaran yang akan dikembangkan, mulai dari merencanakan desain media pembelajaran, materi yang akan disampaikan serta bahasa yang akan digunakan.

c) Pengembangan (Development)

Pengembangan dalam Model ADDIE berisi kegiatan realisasi rancangan produk dalam hal ini adalah media pembelajaran. Langkah pengembangan dalam penelitian ini meliputi kegiatan membuat dan memodifikasi media pembelajaran.

d) Implementasi (Implementation)

Pada langkah ini mengimplementasikan media pembelajaran yang dibuat dengan melakukan uji coba skala kecil dengan 7-10 siswa kemudia melakukan uji coba skala besar dengan seluruh siswa yang dijadikan subjek penelitian.

e) Evaluasi (Evaluation)

Evaluasi merupakan langkah terakhir dari model desain sistem pembelajaran ADDIE untuk memberikan nilai terhadap pengembangan media pembelajaran dan dilakukan revisi akhir terhadap produk yang akan dibuat.

(Cahyadi, 2019:36-37).

(35)

21 3) 4D

Model pengembangan 4D yaitu define, design, development, and disseminate. Menurut Sa’adah (2020:61) alur pada pengembangan 4D yaitu:

a) Define (pendefinisian)

Pada tahap ini berisi kegiatan untuk menetapkan produk apa yang akan dikembangkan, beserta spesifikasinya.

b) Design (perancangan)

Tahapan kedua yaitu membuat rancangan terhadap produk yang telah ditetapkan.

c) Development (pengembangan)

Membuat rancangan menjad produk dan menguji validitas produk secara berulang-ulang hingga dihasilkan produk dan spesifikasi yang ditetapkan.

d) Dissemination (penyebaran)

Tahap penyebarluasan produk yang telah teruji dan dimanfaatkan oleh orang lain.

4) Dick and Carey

Model Dick & Carey merupakan model pengembangan yang dikembangkan melalui pendekatan sistem (System Approach). Model sistem pembelajaran yang dikembangkan oleh Dick, Carey & Carey terdiri atas

(36)

22

beberapa komponen yang perlu dilakukan untuk membuat rancangan aktifitas pembelajaran yang lebih besar.

Menurut Dick and Carey dalam Qoriah (2017:103), langkah-langkah model pengembangan Dick and Carey adalah:

a) Analisis kebutuhan untuk mengidentifikasi tujuan, b) Analisis instruksional

c) Analisis pembelajar dan konteks d) Merumuskan tujuan performansi e) Mengembangkan instrumen penilaian f) Mengembangkan strategi pembelajaran

g) Mengembangkan dan memilih materi pembelajaran, h) Melakukan evaluasi formatif

i) Melakukan revisi

j) Merancang dan melakukan evaluasi sumatif 2. Media Pembelajaran

a. Pengertian Media Pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. Istilah tersebut mengacu tentang hal mengantar informasi antara sumber dan penerima (Arsyad, 2013:3).

Media pembelajaran adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainnya tujuan

(37)

23

pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya (Arsyad, 2013:2). Oleh karena itu pendidik harus menciptakan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif yang dapat digunakan dalam penyampaian pesan materi kepada peserta didik.

Media pembelajaran adalah suatu alat penunjang pembelajaran untuk mendapatkan informasi pada proses pembelajaran berlangsung. Media pembelajaran dapat memudahkan pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa begitupun sebaliknya siswa akan lebih mudah memahami materi yang disampaikan dengan adanya media.

Media pembelajaran terdiri dari dua unsur penting yaitu unsur peralatan atau perangkat keras (hardware) dan unsur pesan yang dibawanya (message/software). Perangkat lunak (software) adalah informasi dalam media pembelajaran itu sendiri yang disampaikan kepada siswa, sedangkan perangkat keras (hardware) adalah sarana atau alat yang digunakan dalam penyampaian pesan tersebut (Susilana, 2009:7).

b. Manfaat Media Pembelajaran

Menurut Susilana (2009:9) media pembelajaran mempunyai manfaat sebagai berikut:

1) Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistik

2) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga, dan daya indera

(38)

24

3) Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung dengan peserta didik dengan sumber belajar.

4) Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori dan kinestetiknya

c. Fungsi Media Pembelajaran

Menurut Hasan (2021:35) menyatakan bahwa, terdapat tiga fungsi media pembelajaran:

1) Membantu guru dalam bidang tugasnya.

2) Membantu para peserta didik untuk mempercepat pemahaman dan menerima pesan pembelajaran yang disajikan

3) Memperbaiki proses belajar mengajar d. Macam-Macam Media Pembelajaran

Menurut Arsyad (2013:79), menyatakan bahwa media pembelajaran terbagi menjadi lima yaitu:

1) Media berbasis manusia

Media berbasis manusia contohnya adalah instruktur, guru, tutor.

2) Media berbasis cetakan

Media berbasis cetakan misalnya buku, buku kerja/latihan, lembaran

3) Media berbasis visual

(39)

25

Media berbasis visual contohnya adalah buku, charts, grafik, peta, dan gambar

4) Media berbasis audio visual

Media berbasis audio visual misalnya video, film, televisi, dan slide bersama tape

5) Media berbasis komputer

Media berbasis komputer contohnya pmbelajaran dengan bantuan komputer dan video interaktif

3. Atlas

a. Pengertian Atlas

Atlas elektronik merupakan media pembelajaran berupa media yang berbasis digital berfungsi memberi informasi yang berisi tema-tema tertentu. Wulansari (2015:1030) menyatakan bahwa atlas biologi merupakan kumpulan gambar-gambar lengkap yang disertai dengan deskripsi setiap jenis tumbuhan atau hewan yang dikaji di dalamnya.

E-Atlas Vertebrata merupakan nama yang akan dikembangkan dalam penelitian ini. Atlas ini merupakan atlas elektronik biologi yang berperan sebagai media pembelajaran dan sebagai pendamping buku teks yang digunakan guru dan siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar.

Menurut Pertiwi (2018:33) Atlas elektronik ini terdiri atas beberapa bagian, yaitu:

(40)

26

a) Halaman depan (sampul/cover), memuat judul atlas dan topik yang ada dalam atlas vertebrata.

b) Kata pengantar, memuat isi dan tujuan atlas.

c) Daftar isi, memuat susunan materi yang disajikan d) Isi memuat penjelasan yang sesuai dengan judul atlas e) Indeks, memuat kata-kata penting yang disajikan dalam

atlas

f) Daftar Pustaka, memuat rujukan atau referensi yang digunakan dalam pembuatan atlas

b. Jenis-Jenis Atlas

Menurut Sanjaya (2010:105) Atlas dikelompokkan menjadi beberapa jenis yang berdasarkan isi yang terkandung didalamnya. Beberapa jenis atlas tersebut antara lain:

1) Atlas wilayah

Atlas wilayah merupakan atlas yang berisi informasi unsur- unsur geografi umum baik alam atau budaya pada suatu tempat. Contoh atlas wilayah adalah:

1. Atlas Dunia, berisi informasi geografi dan data-data yang terdapat pada negara-negara dan benua di dunia.

2. Atlas Nasional, berisi informasi geografi dan data-data pada satu wilayah terentu dilengkapi dengan peta setiap provinsi

(41)

27

3. Atlas Regional, berisi informasi geografi dan data dari beberapa negara dalam satu kawasan tertentu atau dalam kawasan benua.

2) Atlas Tematik

Atlas Tematik adalah atlas yang berisi suatu informasi pada tema tertentu yang sifatnya khusus. Beberapa contoh atlas tematik yaitu atlas anatomi, atlas patologi, atlas histologi (berisi gambar-gambar bagian tubuh dan sel-sel yang dibutuhkan di bidang kedokteran), atlas animalia (berisi gambar-gambar hewan dan ciri-ciri serta penjelasan lainnya), atlas tumbuhan (berisi gambar-gambar tumbuhan dan ciri-ciri serta penjelasan lainnya), atlas geologi (yang berisi tentang batuan dan mineral yang ada di bumi), atlas sejarah, dan lain-lain.

3) Atlas Semesta

Atlas Semesta adalah atlas yang berisi keadaan jagat raya seperti susunan tata surya, peta langit, rasi bintang dan galaksi.

c. Atlas Elektronik (E-Atlas)

Atlas identik dengan media pembelajaran cetak.

Seiring dengan berkembangnya teknologi, maka mulai dilakukan inovasi penyajian atlas dalam bentuk elektronik atau e-atlas sebagai media pembelajaran. Media pembelajaran e-

(42)

28

atlas dapat dibuat dengan aplikasi pendukung salah satunya yaitu website anyflip. Menurut Martani (2020:68) laman web https://anyflip.com/ merupakan Interactive HTML5 Flipping Book platfom bagi penerbit majalah, katalog, brosur dan lain- lain untuk dibaca, diunggah dan diunduh kepada pengguna yang lain. Langkah untuk pembuatan atlas elektronik menggunakan https://anyflip.com/ adalah seperti berikut:

1) Membuat akun di halaman website http://anyflip.com/

secara gratis tanpa dipungut biaya apapun

2) Menggugah dokumen yang akan dibuat flipbook dalam bentuk PDF.

3) Menconvert dokumen/diubah dalam bentuk buku digital.

4) Setelah selesai menjadi buku digital pembuat bisa membagikan link agar dapat diakses pembaca

5) Buku digital yang telah dibuat akan tersimpan pada akun anyflip yang dibuat.

Hasil outputnya berupa file html, yang adapat dioperasikan melalui perangkat elektronik seperti smartphone, laptop dan komputer. Penggunaan atlas elektronik pada pembelajaran sangat membantu dalam penyampaian materi pelajaran karena dikemas secara menarik, efisien, menyenangkan dan mudah diakses oleh siswa melalui HP atau PC kapan saja dan dimana saja (Martani, 2020:68).

(43)

29 4. Hewan Vertebrata

Vertebrata (vertebrate) berasal dari kata vetebra, yang berarti rangkaian tulang-tulang yang menyusun columna vertebralis atau tulang belakang. Vertebrata merupakan salah satu dari tiga sub filum Chordata dan merupakan kraniata bertulang belakang (Campbell, et.al, 2008:271). Hewan vertebrata dibagi menjadi lima kelas yaitu:

a. Pisces (Ikan)

Pisces merupakan hewan vertebrata akuatik (hidup di air).

Pisces bernapas dengan insang yang ditutupi oleh operkulum (tutup insang). Tubuhnya terdiri atas kepala, badan dan ekor.

Pada umumnya tubuh pisces ditutupi dengan sisik dan berlendir.

Pisces bersifat poikiloterm atau berdarah dingin karena suhu tubuhnya dipengaruhi oleh suhu lingkungan (Irnaningtyas, 2016: 270).

Menurut Siagian (2020:20) menyatakan bahwa berdasarkan strukturnya, super kelas pisces dikelompokkan ke dalam 3 kelas, yaitu sebagai berikut:

1) Kelas Agnatha, yaitu kelompok hewan yang belum memiliki rahang sehingga bentuk mulutnya sangat sederhana hampir mirip mulut cacing. Contohnya adalah ikan lamprey

(44)

30

2) Kelas Chondrichthyes yang termasuk dalam kelompok ini terutama hewan dari jenis ikan yang bertulang rawan.

Contohnya adalah ikan hiu, dan ikan pari

3) Kelas Osteichthyes yang termasuk dalam kelompok ini adalah semua jenis ikan yang bertulang sejati. Contonya adalah ikan lele, ikan salmon, dan lainnya.

b. Amphibia

Amphibia berasal dari kata amphibious, yang berarti kedua cara hidup. Mengacu pada tahap kehidupan dari banyak spesies katak yang awalnya hidup di air dan kemudian di daratan.

Sebagian besar amphibia ditemukan di habitat yang lembab seperti di rawa-rawa dan hutan hujan (Campbell, et.al, 2008:285).

Tubuh ditutupi kulit yang selalu basah dan tidak bersisik.

Sebagian besar Amfibi mengalami metamorfosis, fase larva bernapas dengan insang dan hidup di air, setelah dewasa bernapas dengan paru-paru dan kulit, dan hidup di darat.

Jantungnya beruang tiga, terdiri dua atrium (serambi) dan satu ventrikel (bilik). Pada Amfibi, jenis kelamin terpisah dan pembiakan bersifat ovipar (bertelur) (Subardi, 2009:177).

Amfibi adalah kelompok hewan yang melakukan pembuahannya secara eksternal dan internal. Bagi kelompok katak, telur yang telah dibuahi, dikeluarkan dan disimpan di

(45)

31

dalam kantung penuh jeli. Telur ini dapat dibuahi saat jantan menaruh spermanya dekat betina. Bagi kelompok salamander, pembuahan berlangsung secara internal (Yani, 2009:230).

Menurut Subardi (2009:170), kelas amphibia terbagi menjadi 3 ordo yaitu:

1) Ordo Caudata (Urodela)

Caudata bentuknya seperti kadal, berekor, bernapas dengan paru-paru, sebagian ada yang bernapas dengan insang. Tubuhnya jelas terbagi dalam bagian kepala, badan, dan ekor. Kakikaki sama besar. Contoh: Megalobatrachus japonius (salamander raksasa).

2) Ordo Salientia (Anura)

Anura adalah bangsa katak, tidak berekor, pandai melompat. Hewan dewasa bernapas dengan paru-paru.

Kepala dan tubuh hewan ini bersa-tu, tanpa leher. Kaki depannya pendek, kaki belakang besar dan kuat untuk melompat. Anura memiliki selaput renang pada jari-jari kaki. Mengalami metamorfosis, fertilisasi eksternal. Contoh Bufo terrestris (katak bangkong), Rana pipiens (katak hijau).

3) Ordo Apoda (Gymnophiona)

Hewan apoda ini semacam cacing, tanpa kaki. Kulitnya lunak dan menghasilkan cairan yang merangsang. Antara mata dan hidung pada terdapat tentakel yang dapat

(46)

32

ditonjolkan. Hewan ini mempunyai mata tanpa kelopak dan ekornya pendek. Hewan jantan memiliki organ kopulasi yang dapat ditonjolkan. Perkembang-biakannya secara ovipar atau ovovivipar. Hewan-hewan Anura banyak terdapat di daerah tropis. Contoh: Ichthyosis glutinosus.

c. Reptilia

Reptilia adalah kelompok hewan yang cara bergeraknya dengan merayap, oleh karena itu disebut juga sebagai hewan melata. Reptilia merupakan bagian dari kelompok hewan vertebrata yang habitatnya menyesuaikan di tempat kering sehingga proses penandukan kulit atau disebut proses cornificatio dimaksudkan untuk menjaga agar tidak banyak kehilangan cairan tubuh (Siagian, 2020:28)

Reptilia terbagi menjadi tiga ordo yaitu, ordo chelenia, ordo squamata, dan ordo crocodila. Ordo chelonia meliputi kurakura dan penyu, ordo squamata meliputi kadal dan ular sedangkan ordo crocodilia meliputi buaya dan alligator (Subardi,2009:172).

d. Aves

Aves adalah vertebrata yang tubuhnya ditutupi oleh bulu yang berasal dari epidermis dan memiliki bermacam-macam adaptasi untuk terbang. Aves meliputi burung, ayam, angsa, dan bebek (Irnaningtyas, 2016: 382).

(47)

33

Aves bersifat endotermik, yang artinya burung menggunakan panas metaboliknya sendiri untuk memperthankan suhu tubuh yang tinggi dan konstan (Campbell, 2008:292).

Menurut irnaningtyas (2016:382) menyatakan bahwa aves dikelompokkan sekitar 28 ordo, beberapa ordo yang paling umum antara lain:

1) Galliformes (unggas), contohnya kalkun (Meleagris gallopavo) dan ayam buras (Gallus domesticus).

2) Casuariiformes (kasuari), contohnya emu (Dromaius novaehollandiae), dan kasuari bergelambir (Casuarius casuarius).

3) Passeriformes (burung penyanyi), contohnya burung beo (Gracula religiosa) dan jalak bali (Leucopsar rothschildi).

4) Strigiformes (burung hantu), contohnya burung hantu hutan (strix sp.)

5) Psittaciformes (burung nuri), contohnya burung betet kpala biru (Pionus menstrulus) dan kakak tua berjambul (Cacatua galerita).

6) Falconiformes (burung pemangsa), contohnya elang (Haliaeetus leucocephalus), rajawali emas (Aquila chrysaetos).

(48)

34

7) Columbiformes (burung merpati), contohnya burung perkutut (Geopelia striata) dan burung dara mahkota elok (Goura cristata).

8) Ciconiiformes (burung bangau), contohnya burung kuntul putih besar (Egretta alba) dan bangau (Mycteria leucephala).

e. Mamalia

Mamalia berasal dari bahasa latin yaitu mammae yang berarti susu. Mamalia meliputi hewan yang memiliki kelenjar susu pada betinanya, sedangkan pada individu jantan klenjar susu mengalami reduksi (menyusut) (irnaningtyas, 2016:383).

Mamalia bernapas dengan paru-paru. Jantungnya terdiri empat ruang (dua serambi, dua bilik) dengan sekat yang sempurna. Otak berkembang sangat baik, terutama bagian cerebrum. Suhu tubuh mamalia homoioterm. Ginjalnya bertipe metanefros, memiliki dua ureter yang mengalirkan urin ke kandung kemih (vesica urinaria). Pembiakan pada mamalia terjadi secara Vivipar dan fertilisasi internal. Embrio berkembang dalam uterus (rahim), pertukaran zat metabolik antara embrio dan induk berlangsung melalui plasenta (baik nutrisi maupun respirasi) (Subardi,2006:180).

Menurut Subardi (2006:180-184) menyatakan bahwa, mamalia terbagi menjadi beberapa ordo yaitu:

1) Ordo Marsupialia (mamalia berkantung)

(49)

35

Marsupialia betina memiliki kantung (marsupium) di bagian ventral, embrio lahir prematur dan berkembang lebih lanjut di dalam kantung. Contoh Dendrolagus sp (kanguru), Phalanger sp. (kuskus), Phascolarctus sp. (koala), Didelphia marsupialia (opossum).

2) Ordo Insektivora

Insektivora adalah mamalia pemakan (terutama) serangga, cacing, tunas, dan biji-bijian. Insektivora memiliki mata tertutup, telapak kaki depan lebar dengan cakar-cakar besar. Contoh: Scalopus sp, Scapanus sp, Echinosorex albus.

3) Ordo Dermoptera

Monyet terbang, keempat kaki dan ekornya bersama- sama membentuk parasut berbulu (patagium), makanannya daun dan buah-buahan. Contoh: Gakopithecus sp.

4) Ordo Chiroptera

Mamalia terbang, sayap berupa membran interdigital pada kaki depan dan kaki belakang. Pemakan buah. Kaki belakang lebih kecil, kaki bercakar, pandai terbang, nocturnal. Contoh Pteropus edulis (kalong Jawa), Myotes sp, Desmodus sp (vampire), pengisap darah kuda, sapi, bahkan manusia.

5) Ordo Primata

(50)

36

Primata mencakup lemur, monyet, kera, orang utan, gorila, dan manusia. Primata termasuk pemakan tumbuhan, hewan, atau pemakan segala. Hewan ini termasuk nocturnal atau diurnal. Tangan dan kakinya besar, dengan jari untuk memanjat atau memegang.

6) Ordo Rodentia

Rodentia meliputi tikus, tupai, landak, hamster. Tidak memiliki gigi taring. Rodentia hidup pada segala habitat.

Contoh: Sciurus sp. (tupai pohon), Marmota sp. (marmut), Rattus sp. (tikus), Mus musculus (mencit), Erethyson sp.

(landak).

7) Ordo Carnivora

Carnivora adalah mamalia pemakan daging, gigi taring berkembang baik. Jari-jarinya bercakar tajam. Contoh: Canis lupus (serigala), Canis familiaris (anjing), Felis leo (singa), Felis tigris (harimau), Felis catus (tikus rumah), Zalophus sp. (singa laut), Eumetopias jubata (anjing laut).

8) Ordo Laghomorpha

Laghomorpha adalah hewan pemakan tumbuhan meliputi kelinci atau trewelu. Contoh: Oryctologus cuniculus (kelinci).

9) Ordo Cetacea

(51)

37

Cetacea meliputi ikan paus dan lumba-lumba. Contoh:

Dolphinus delvis (dolpin laut), Phalenoptera musculus (paus biru).

10) Ordo Proboscidea

Proboscidea meliputi semua jenis gajah. Contoh:

Elephas maximus (gajah di India dan Indonesia), Loxodonta africana (gajah Afrika).

11) Ordo Perissodactyla

Perissodactyla meliputi kuda, zebra, tapir, keledai, badak. Jari kakinya berjumlah ganjil. Contoh: Equus caballus (kuda), Equus asinus (keledai), Tapirus indicus (tapir).

12) Ordo Artiodactyla

Artidactyla meliputi babi, sapi, kerbau, unta, menjangan, antelope (kijang bertanduk tanpa ranting). Jari kaki hewan itu berjumlah genap. Contoh: Antilocarpa sp. (antelope), Camelus sp. (unta), Cervus sp. (kijang), Aries sp. (kambing), Bos sondaicus (banteng), Bos indicus (sapi putih), Giraffa sp. (jerapah).

(52)

38

BAB III

METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

A. Jenis dan Model Penelitian

Jenis penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan. Penelitian dan Pengembangan (R&D) merupakan suatu proses yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan. Penelitian dan Pengembangan juga merupakan suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada, yang dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian dan Pengembangan yang akan dilakukan oleh peneliti ini menghasilkan sebuah produk media pembelajaran berupa E-Atlas Vertebrata.

Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE teori Branch. ADDIE merupakan kepanjangan dari Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation (Sa’addah, 2020:61). Peneliti menggunakan model pengembangan ADDIE dikarenakan karakteristik produk yang akan dikembangkan berupa perangkat pembelajaran bukan sistem pembelajaran dimana tahapan kerjanya sistematis dan dilakukan evaluasi setiap tahapannya. Selain itu, sebelum mempelajari tentang sub bab vertebrata yang terdapat pada media pembelajaran atlas masih diperlukan studi pendahuluan tentang materi sebelumnya mengenai karakteristik kindom animalia dan pembagiannya yaitu hewan vertebrata dan invertebrata sehingga pada tahapan analisis diperlukan pengkajian lebih dalam lagi. Menurut Robert Maribe Branch

(53)

39

(2009:2) Terdapat lima tahap yang perlu diakukan dalam model pengembangan ini, yaitu analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi.

B. Prosedur Penelitian dan Pengembangan

Prosedur Penelitian dan Pengembangan ini terdiri dari lima tahapan. Model yang digunakan adalah model ADDIE. Berikut tahapan dari model ADDIE:

1. Tahap Analysis (Analisis)

Pada tahap ini ada beberapa hal yang perlu di analisis yaitu:

a. Analisis kebutuhan (need analysis)

Analisis kebutuhan dilakukan terlebih dahulu untuk menganalisis media pembelajaran dalam pembelajaran serta ketersediaan media pembelajaran yang mendukung terlaksananya suatu pembelajaran.

Menurut hasil analisis kebutuhan 89,3% siswa menyukai pelajaran biologi, 71,4% siswa mengalami kesulitan memahami materi biologi.

92,8% siswa menyatakan bahwa pembelajaran animalia sangat menyenangkan untuk dipelajari. Sebanyak 60,7% menyatakan bahwa pada saat pembelajaran biologi guru masih belum sepenuhnya menggunakan media pembelajaran. Sebanyak 92,8% siswa menyatakan lebih mudah memahami pelajaran setellah guru menggunakan media pembelajaran. Sebanyak 100% siswa tertarik dengan media pembelajaran yang bergambar, dan 100% siswa mempunyai android/PC.

Selama pembelajaran berlangsung diperbolehkan mengaskses android/PC tetapi hanya untuk membuka materi atau mencari informasi di Google. 96,4% siswa menyatakan belum pernah menggunakan media

(54)

40

pembelajaran di android/PC dan 100% siswa menyatakan belum pernah menggunakan media pembelajaran dalam bentuk flipbook. 92,8% siswa menyatakan lebih mudah apabila ada media pembelajaran yang praktis dan dapat dibuka dimana saja dan kapan saja menggunakan android/PC.

100% siswa belum pernah menggunakan media pembelajaran atlas biologi dan 85,7% siswa setuju apabila dikembangkannya medi pembelajaran atlas biologi dalam bentuk flipbook. Pada tahap ini akan ditentukan media pembelajaran yang perlu dikembangkan untuk membantu peserta didik belajar.

b. Analisis Karakteristik peserta didik

Kegiatan analisis ini dilakukan untuk mengetahui gambaran karakteristik yang dimiliki siswa seperti gaya belajar, pengetahuan, dan kemampuan. Untuk mengetahui karakteristik peserta didik maka dilakukan wawancara dengan guru biologi.

Dari hasil analisis yang didapatkan diketahui peserta didik yang dijadikan uji coba berusia 15-17 tahun dimana pada usia ini pola pikir meningkat. Tipe gaya belajar peserta didik yaitu visual. Kemudian peserta didik masih belum ada kemauan dari diri sendiri untuk belajar karena sebagian besar masih ada yang tidak mendengarkan dan tidak fokus dalam pelajaran yang disampaikan. Apabila diberi tugas masih ada beberapa siswa yang tidak mengerjakan. Selain itu peserta didik masih kurang memahami tentang materi animalia dikarenakan banyak kata-kata

(55)

41

ilmiah yang membingungkan dan banyak materinya serta belum faham mengenai pengklasifikasian makhluk hidup.

c. Analisis kinerja (performance analysis)

Analisis kinerja dilakukan untuk mengetahui berbagai permasalahan yang ada di sekolah yang berkaitan dengan penggunaan bahan ajar atau media pembelajaran yang digunakan pada proses kegiatan belajar mengajar, serta kurikulum yang digunakan agar bisa menentukan KI dan KD materi animalia berdasarkan kurikulum yang digunakan. Pada tahap ini akan ditentukan apakah memperbaiki media atau bahan ajar yang sudah ada atau mengembangkan media atau bahan ajar.

Tabel 3.1

Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Materi Animalia

Kompetensi Inti (KI) Kompetensi Dasar (KD) KI 1:

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

3.9 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan hewan ke dalam filum berdasarkan pengamatan anatomi dan morfologi serta mengaitkan peranannya dalam kehidupan

KI 2:

Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleransi, damai), santun, responsif, dan profoaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial, alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

KI 3:

Memahami, menerapkan,

menganalisis, pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu

(56)

42

Kompetensi Inti (KI) Kompetensi Dasar (KD) pengetahuan, teknologi, seni budaya,

dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pemahaman prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI 4:

Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya disekolah secara mandiri maupun menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

Sumber: Permendiknas 2017

Tabel 3.2

Indikator dan Tujuan Pembelajaran

Indikator Tujuan Pembelajaran

 Menjelaskan ciri-ciri hewan vertebrata

 menjelaskan contoh hewan vertebrata

 menjelaskan pengklasifikasian hewan vertebrata

 menjelaskan morfologi spesies vertebrata dengan

 Peserta didik mampu menyebutkan ciri-ciri hewan vertebrata dengan tepat

 Peserta didik mampu menjelaskan contoh hewan vertebrata dengan tepat

 Peserta didik mampu mengklasifikasikan hewan vertebrata dengan tepat

 Peserta didik mampu menjelaskan morfologi spesies vertebrata dengan tepat

Sumber: Permendiknas 2017 2. Tahap Design (desain)

Tahap kedua dari model pengembangan ADDIE adalah tahap design atau perancangan. Pada tahap ini mulai dirancang media Atlas Vertebrata yang akan dikembangkan sesuai hasil analisis yang dilakukan sebelumnya.

Pada tahapan ini terdiri dari beberapa langkah:

(57)

43

a. Konsep Penyusunan Media Pembelajaran

1) Penyusunan Materi Animalia dan Isi Atlas Vertebrata

Materi pada atlas vertebrata berisi materi animalia khusu

Gambar

Gambar yang disajikan pada  atlas jelas dan tidak buram
Tabel 4.11  Paired Sample Statistic
diagram dan  ilustrasi
4  Gambar yang disajikan sesuai  dengan materi

Referensi

Dokumen terkait

Praktikum virtual pada materi vertebrata dapat digunakan oleh guru di sekolah sebagai alternatif pembelajaran untuk melatih keterampilan berpikir kreatif siswa..

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model Resiprocal Teaching dengan Word Square pada sub materi pokok

Dari total keseluruhan indikator didapatkan hasil bahwa pelanggan Atlas Sports Club puas terhadap Atlas Magazine karena senang melihat liputan- liputan acara yang dilakukan

Manfaat penelitian untuk siswa dapat mempermudah dalam memahami dan mempelajari konsep vertebrata, bagi guru dalam menggunakan media kartu yang memudahkan proses

Media flash yang dikembangkan berupa ( .swf) yang di dalamnya terdapat audio, video, animasi, gambar, serta dilengkapi dengan soal-soal di setiap sub bab materi serta terdapat

Hasil penelitian berupa produk bahan ajar digital PBL materi Zoologi Vertebrata dengan model pengembangan ADDIE meliputi: (1) kelayakan hasil pengembangan

slide show tujuan pembelajaran modul 1 ² 8, modul 1 dalam bentuk flipbook dilengkapi video sesuai sub materi yang dipelajari, pembelajaran online dengan program

No Pernyataan Jawaban pembelajaran biologi materi animalia 17 Selama proses pembelajaran biologi materi animalia, saya fokus memperhatikan dan menangkap materi yang dijelaskan oleh