BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
B. Prosedur Penelitian dan Pengembangan
Prosedur Penelitian dan Pengembangan ini terdiri dari lima tahapan. Model yang digunakan adalah model ADDIE. Berikut tahapan dari model ADDIE:
1. Tahap Analysis (Analisis)
Pada tahap ini ada beberapa hal yang perlu di analisis yaitu:
a. Analisis kebutuhan (need analysis)
Analisis kebutuhan dilakukan terlebih dahulu untuk menganalisis media pembelajaran dalam pembelajaran serta ketersediaan media pembelajaran yang mendukung terlaksananya suatu pembelajaran.
Menurut hasil analisis kebutuhan 89,3% siswa menyukai pelajaran biologi, 71,4% siswa mengalami kesulitan memahami materi biologi.
92,8% siswa menyatakan bahwa pembelajaran animalia sangat menyenangkan untuk dipelajari. Sebanyak 60,7% menyatakan bahwa pada saat pembelajaran biologi guru masih belum sepenuhnya menggunakan media pembelajaran. Sebanyak 92,8% siswa menyatakan lebih mudah memahami pelajaran setellah guru menggunakan media pembelajaran. Sebanyak 100% siswa tertarik dengan media pembelajaran yang bergambar, dan 100% siswa mempunyai android/PC.
Selama pembelajaran berlangsung diperbolehkan mengaskses android/PC tetapi hanya untuk membuka materi atau mencari informasi di Google. 96,4% siswa menyatakan belum pernah menggunakan media
40
pembelajaran di android/PC dan 100% siswa menyatakan belum pernah menggunakan media pembelajaran dalam bentuk flipbook. 92,8% siswa menyatakan lebih mudah apabila ada media pembelajaran yang praktis dan dapat dibuka dimana saja dan kapan saja menggunakan android/PC.
100% siswa belum pernah menggunakan media pembelajaran atlas biologi dan 85,7% siswa setuju apabila dikembangkannya medi pembelajaran atlas biologi dalam bentuk flipbook. Pada tahap ini akan ditentukan media pembelajaran yang perlu dikembangkan untuk membantu peserta didik belajar.
b. Analisis Karakteristik peserta didik
Kegiatan analisis ini dilakukan untuk mengetahui gambaran karakteristik yang dimiliki siswa seperti gaya belajar, pengetahuan, dan kemampuan. Untuk mengetahui karakteristik peserta didik maka dilakukan wawancara dengan guru biologi.
Dari hasil analisis yang didapatkan diketahui peserta didik yang dijadikan uji coba berusia 15-17 tahun dimana pada usia ini pola pikir meningkat. Tipe gaya belajar peserta didik yaitu visual. Kemudian peserta didik masih belum ada kemauan dari diri sendiri untuk belajar karena sebagian besar masih ada yang tidak mendengarkan dan tidak fokus dalam pelajaran yang disampaikan. Apabila diberi tugas masih ada beberapa siswa yang tidak mengerjakan. Selain itu peserta didik masih kurang memahami tentang materi animalia dikarenakan banyak kata-kata
41
ilmiah yang membingungkan dan banyak materinya serta belum faham mengenai pengklasifikasian makhluk hidup.
c. Analisis kinerja (performance analysis)
Analisis kinerja dilakukan untuk mengetahui berbagai permasalahan yang ada di sekolah yang berkaitan dengan penggunaan bahan ajar atau media pembelajaran yang digunakan pada proses kegiatan belajar mengajar, serta kurikulum yang digunakan agar bisa menentukan KI dan KD materi animalia berdasarkan kurikulum yang digunakan. Pada tahap ini akan ditentukan apakah memperbaiki media atau bahan ajar yang sudah ada atau mengembangkan media atau bahan ajar.
Tabel 3.1
Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Materi Animalia
Kompetensi Inti (KI) Kompetensi Dasar (KD) KI 1:
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
3.9 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan hewan ke dalam filum berdasarkan pengamatan anatomi dan morfologi serta mengaitkan peranannya dalam kehidupan
KI 2:
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleransi, damai), santun, responsif, dan profoaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial, alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI 3:
Memahami, menerapkan,
menganalisis, pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
42
Kompetensi Inti (KI) Kompetensi Dasar (KD) pengetahuan, teknologi, seni budaya,
dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pemahaman prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4:
Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya disekolah secara mandiri maupun menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Sumber: Permendiknas 2017
Tabel 3.2
Indikator dan Tujuan Pembelajaran
Indikator Tujuan Pembelajaran
Menjelaskan ciri-ciri hewan vertebrata
menjelaskan contoh hewan vertebrata
menjelaskan pengklasifikasian hewan vertebrata
menjelaskan morfologi spesies vertebrata dengan
Peserta didik mampu menyebutkan ciri-ciri hewan vertebrata dengan tepat
Peserta didik mampu menjelaskan contoh hewan vertebrata dengan tepat
Peserta didik mampu mengklasifikasikan hewan vertebrata dengan tepat
Peserta didik mampu menjelaskan morfologi spesies vertebrata dengan tepat
Sumber: Permendiknas 2017 2. Tahap Design (desain)
Tahap kedua dari model pengembangan ADDIE adalah tahap design atau perancangan. Pada tahap ini mulai dirancang media Atlas Vertebrata yang akan dikembangkan sesuai hasil analisis yang dilakukan sebelumnya.
Pada tahapan ini terdiri dari beberapa langkah:
43
a. Konsep Penyusunan Media Pembelajaran
1) Penyusunan Materi Animalia dan Isi Atlas Vertebrata
Materi pada atlas vertebrata berisi materi animalia khususnya sub bab vertebrata. Isi materi didapatkan dari sumber referensi berupa buku, jurnal penelitian dan artikel. Terdapat juga selayang pandang vertebrata dan penjelasan mengenai pohon filogeni yang dapat menambah wawasan siswa. Penyusunan atlas diurutkan dari kelompok terendah dari vertebrata yaitu dimulai dari kelas pisces, amphibia, reptilia, aves dan mamalia. Penjelasan setiap spesies diawali dengan mencantumkan gambar spesies, klasifikasi, dan gambar ciri morfologi spesies tersebut serta habitat spesies. Data klasifikasi spesies didapatkan dari buku, jurnal penelitian dan web https://itis.gov/ yang direkomendasikan oleh validator ahli materi
2) Pemilihan Media
Pada tahap pemilihan media ini ditentukan media apa yang digunakan dalam pembuatan atlas vertebrata yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Desain penelitian pengembangan ini peneliti memilih media berupa atlas vertebrata berbentuk flipbook. Media alas vertebrata ini dikembangkan dan didesain dengan menggunakan aplikasi Microsoft Word 2010, PixelLab dan untuk mengubah menjadi flipbook menggunakan laman web https://anyflip.com/ yang dapat diakses di internet secara gratis.
Peneliti memilih menggunakan aplikasi tersebut karena cara
44
penggunaannya mudah, dan hasil yang didapatkan bagus. Hasil akhir media yang dikembangkan berupa link yang bisa disebarkan kepada siswa untuk membantu penerapan kegiatan belajar mengajar di kelas.
3) Pemilihan Format
Pemilihan format disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran. Format media pembelajaran atlas vertebrata adalah:
a) Bagian pendahuluan terdiri dari sampul depan, kata pengantar, daftar isi dan pentunjuk penggunaan atlas vertebrata dan kompetensi yang harus dicapai
b) Bagian isi terdiri dari penjelasan vertebrata, penjelasan setiap kelas dan setiap ordo serta penjelasan klasifikasi, habitat dan ciri morfologi spesies.
c) Bagian penutup terdiri dari indeks, daftar pustaka, biografi penulis dan sampul belakang
b. Desain Atlas Vertebrata
Atlas vertebrata disesain menggunakan aplikasi Microsoft Word 2010 dan PixelLab. Desain yang ditampilkan menggunakan kominasi warna hijau, gradasi warna pastel dan gradasi warna coklat. Jenis huruf yang digunakan yaitu Times New Roman dengan ukuran font 18 untuk isi dan penjelasan, Times New Roman ukuran font 72 untuk judul pembetas tiap ordo dan jenis huruf Stencil ukuran font 36 untuk sub judul ordo.
45
Setiap halaman atlas vertebrata dibuat simpel dengan garadasi warna dan sedikit penjelasan dengan banyak gambar setiap spesies.
1) Halaman Depan Atlas Vertebrata
Cover depan atlas vertebrata didesain dengan tampilan gambar beberapa contoh spesies vertebrata sebagai identitas materi yang ada dalam media tersebut. Dalam halaman depan terdiri atas judul buku, tingkatan kelas dan sekolah serta nama pengarang.
Gambar 3.1
Tampilan Desain Halaman Depan atlas 2) Kata Pengantar
Kata pengantar berisi ucapan puji syukur kepada Allah SWT, ucapan terimakasih kepada pihak yang telah membantu dan permohonan kritik dan saran bagi pembaca untuk perbaikan atlas vertebrata yang dikembangkan
46
Gambar 3.2
Tampilan Desain Halaman Kata Pengantar 3) Daftar Isi
Daftar isi ini berisi daftar letak halaman dan isi yang ada didalam atlas vertebrata.
Gambar 3.3
Tambilan Desain Halaman Daftar Isi
47
4) Petunjuk Penggunaan Atlas Vertebrata
Pada halaman ini berisi petunjuk penggunaan atlas vertebrata dan cara membaca serta memahami penjelasan spesies
Gambar 3.4
Tambilan Desain Petunjuk Penggunaan Atlas Vertebrata 5) Kompetensi
Pada halaman ini berisi Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), Indikator dan Tujuan Pembelajaran yang harus dicapai dalam pembelajaran materi animalia khususnya sub bab vertebrata
48
Gambar 3.5
Tampilan Desain Halaman Kompetensi 6) Pendahuluan
Halaman ini berisi mengenai selayang pandang hewan vertebrata dan gambar pohon filogeni vertebrata.
Gambar 3.6
Tampilan Desain Halaman Pendahuluan
49
7) Halaman Penjelasan Tiap Kelas Vertebrata
Pada halaman ini berisi tentang klasifikasi vertebrata hingga tingkat kelas, penjelasan mengenai kelas tersebut dan gambaran taksonomi hewan secara umum.
Gambar 3.7
Tampilan Desain Halaman Penjelasan Tiap Kelas 8) Penjelasan Tiap Ordo
Pada halaman ini dijelaskan secara singkat mengenai ordo yang ada pada kelas vertebrata dan contoh spesies pada ordo tersebut
50
Gambar 3.8
Tampilan Desain Halaman Penjelasan Tiap Ordo 9) Halaman Penjelasan Tiap Spesies
Pada halaman ini berisi nama spesies vertebrata, gambar spesies, klasifikasi, habitat dan ciri morfologi spesies tersebut yang dilengkapi dengan gambar.
Gambar 3.9
Tampilan Desain Halaman Penjelasan Tiap Spesies
51 10) Indeks
Pada halaman ini berisi kata-kata istilah yang ada didalam buku beserta halamannya tujuannya yaitu sebagai penunjuk kata.
Gambar 3.10
Tampilan Desain Halaman Indeks 11) Daftar Pustaka
Halaman ini memuat sumber-sumber yang digunakan dalam penyusunan atlas vertebrata yang dikembangkan.
52
Gambar 3.11
Tampilan Desain Halaman Daftar Pustaka 12) Biografi Penulis
Halaman ini memuat biodata, riwayat hidup dan dan riwayat pendidikan penulis
Gambar 3.12
Tampilan Desain Halaman Biografi Penulis
53
13) Halaman Belakang Atlas Vertebrata
Pada halaman ini berisi logo kampus, jurusan, fakultas dan nama perguruan tinggi penulis.
Gambar 3.13
Tampilan Desain Halaman Belakang Atlas Vertebrata 3. Tahap Development (Pengembangan)
Tahap ini merupakan tahap realisasi produk. Pada tahap ini pengembangan Atlas vertebrata dilakukan sesuai dengan rancangan. Setelah itu, Atlas tersebut akan divalidasi oleh dosen ahli. Validasi dilakukan hingga pada akhirnya Atlas Vertebrata dinyatakan layak untuk diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran. Atlas vertebrata yang dikembangkan divalidasi oleh 5 ahli yaitu 2 validator ahli materi, 2 validator ahli media dan 1 validator pengguna.
a. Validasi ahli
1) Validasi Ahli materi
54
Validator ahli materi terdiri dari 2 orang yang merupakan dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN KHAS Jember yang menguasai di bidang animalia, validator pertama yaitu Husni Mubarok, S.Pd., M.Si dan validator kedua yaitu Mohammad Wildan Habibi, S.Pd., M.Pd. validasi dilakukan dengan menggunakan angket sebagai lembar penilaian media yang dikembangkan.
2) Validasi ahli media
Validator ahli media terdiri dari 2 orang yang merupakan dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN KHAS Jember yang menguasai di bidang media pembelajaran. Validator pertama yaitu, Dr. Andi Suhardi, ST., M.Pd dan validator kedua yaitu Nanda Eska Anugrah Nasution, M.Pd. validasi dilakukan dengan menggunakan angket sebagai lembar penilaian media yang dikembangkan.
b. Validasi ahli praktisi
Validator ahli praktisi yaitu guru mata pleajaran biologi kelas X SMA Panca Marga 1 Lamongan yang terdiri dari 1 orang yaitu Aulia Ayu Suryanitha, S.Pd. validasi dilakukan dengan menggunakan angket sebagai lembar penilaian media yang digunakan.
c. Uji coba kelompok kecil
Uji coba kelompok kecil dilakukan oleh 7 orang siswa kelas X IPA 3 di SMA Panca Marga 1 Lamongan dengan instrumen penilaian
55
menggunakan angket. Menurut Sugiyono (2015:492) sampel yang digunakan dalam uji coba kelompok kecil yaitu 6 s.d 12 subjek.
Pengambilan subjek sampel uji coba kelompok kecil menggunakan teknik purposive sampling, yaitu penentuan sampel yang digunakan dengan suatu pertimbangan tertentu, dan untuk menentukan sampel yang digunakan berdasarkan dari rekomendasi guru biologi yang bersangkutan.
4. Tahap Implementation (implementasi)
Pada tahapan ini setelah produk dilakukan validasi oleh para ahli validasi selanjutnya mengimplementasikan produk yang dikembangkan pada kelompok kecil dan uji kelompok besar. Pada implementasi uji kelompok kecil dilakukan dengan 7 orang siswa sedangkan pada uji kelompok besar yaitu pada 24 orang siswa. Selain itu juga dilakukan penyebaran angket respon peserta didik dan memberikan tes hasil belajar peserta didik. Guna pemberian tes adalah untuk data uji keefektifan penggunaan media atlas pada peserta didik.
5. Tahap Evaluation (Evaluasi)
Tahap ini merupakan proses untuk menganalisis media pada tahap implementasi masih terdapat kekurangan dan kelemahan atau tidak. Apabila sudah tidak terdapat revisi lagi, maka media layak digunakan. Evaluasi yang digunakan yaitu evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Pada evaluasi formatif ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari tahapan awal hingga akhir kemudian dilakukan penyempurnaan atau merevisi produk.
56
Revisi yang akan dilakukan disesuaikan dengan komentar dan saran dari validator. Kemudian tahap evaluasi sumatif dilakukan dengan cara pengerjaan pretest dan posttes untuk mengetahui pengaruh penggunaan atlas vertebrata sebagai media pembelajaran biologi. Beberapa kekurangan maupun masalah pada beberapa tahapan yaitu sebagai berikut:
Tabel 3.3
Hasil Evaluasi Tiap Tahapan
No. Tahapan Revisi/Masalah Tindakan
1. Development Revisi dari masing- masing validator ahli
Memperbaiki sesuai saran dan komentar validator ahli
2. Implementation Siswa baru pertama kali menggunakan media pembelajaran berbentuk flipbook
Mengatur suasana pembelajaran yang menyenangkan
Tidak semua siswa mempunyai kuota internet untuk mengakses flipbook
Menggunakan wifi
sekolah atau
menggunakan hostpot
seluler yang
jaringannya paling stabil
Menurut Branch (2009:154) terdapat 3 tingkatan dalam tahap evaluasi, yaitu persepsi, pembelajaran dan performa, tetapi dalam penelitian pengembangan yang dilakukan hanya sampai pada tingkatan kedua yaitu:
a. Persepsi
Pada tingkatan persepsi ini bertujuan untuk mengukur persepsi siswa terhadap media pembelajaran yang dikembangkan. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur persepsi siswa yaitu angket.
b. Pembelajaran
57
Pada tingkatan pembelajaran bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran yang disampaikan dan untuk mengetahui peningkatan hasil pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran yang dikembangkan. Alat ukur yang digunakan yaitu soal tes baik pretest maupun posttes.