Penelitian kualitatif menggunakan beberapa cara untuk mendapatkan hasil penelitian yang dapat dipercaya, maka data penelitian perlu mempunyai komponen keabsahan dan perlu dilakukan validasi dengan menggunakan beberapa kriteria. Menurut Polit dan Beck (2018), kriteria yang dapat digunakan untuk keabsahan dan validasi data dalam penelitian kualitatif diantaranya yaitu:
Credibility
Credibility mengacu pada keyakinan akan kebenaran data dan interpretasinya. Peneliti kualitatif harus berusaha untuk membangun kepercayaan pada kebenaran temuan untuk partisipan dan konteks dalam penelitian. Lincoln dan Guba (1985) menunjukkan bahwa kredibilitas melibatkan dua aspek: pertama, melakukan penelitian
dengan cara yang meningkatkan kepercayaan dari temuan, dan kedua, mengambil langkah-langkah untuk menunjukkan kredibilitas dalam laporan penelitian. Credibility data atau validitas internal merupakan salah satu uji kriteria untuk keabsahan data yang memungkinkan dihasilkannya penemuan yang credibility, hal ini dibuktikan oleh peneliti terhadap fenomena yang diteliti (Polit &
Beck, 2018). Kepercayaan terhadap data hasil penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan beberapa teknik yaitu perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi data, diskusi dengan teman sejawat, analisa kasus, prolonged engagement, dan member checking (Polit & Beck, 2018).
Pada penelitian ini kriteria kredibilitas yang digunakan oleh peneliti adalah prolonged engagement, hasil rekaman, transkrip wawancara, dan member checking. Prolonged engagement pada penelitian ini adalah dengan mengadakan pendekatan kepada masing-masing partisipan beberapa kali. Tindakan ini dilakukan sebelum pengumpulan data, hal ini bertujuan untuk membina hubungan saling percaya antara peneliti dan partisipan sehingga partisipan dapat dengan aman dan nyaman memberikan informasi yang dibutuhkan peneliti.
Hasil wawancara yang direkam dan transkrip wawancara dapat untuk memperkuat credibility penelitian ini. Tindakan selanjutnya adalah melakukan member checking yang dilakukan kepada partisipan untuk validasi transkrip wawancara dan hasil analisis yang telah dibuat. Member checking dilakukan dengan membawa kembali transkrip wawancara dan tema-tema yang telah dianalisa peneliti
transkrip wawancara dan tema-tema tersebut, menanyakan kepada partisipan apakah diantara ungkapan dan tema ada yang tidak sesuai dengan persepsi partisipan. Partisipan diberikan hak untuk mengubah, menambah, atau mengurangi ungkapan dan tema yang sudah diangkat. Namun karena situasi masih dalam kondisi pandemi COVID-19 maka member checking dilakukan dengan membuat google form dan mengirimkan kepada partisipan agar dapat membaca hasil wawancara berupa pernyataan signifikan dan tema yang telah diidentifikasi. Selain itu, untuk lebih meyakinkan partisipan dengan tema yang diangkat, peneliti dapat memperdengarkan kembali hasil wawancara yang telah di rekam kepada setiap partisipan (Creswell & Poth, 2018).
Dependability
Dependability mengacu pada stabilitas data dari waktu ke waktu dan kondisi. Pertanyaan ketergantungannya adalah: Apakah temuan dari suatu inkuiri akan diulang jika direplikasi dengan partisipan yang sama dalam konteks yang sama? Kredibilitas tidak dapat dicapai tanpa adanya ketergantungan, sama seperti validitas dalam penelitian kuantitatif tidak dapat dicapai tanpa adanya reliabilitas. Kriteria dependability dilakukan dengan melakukan audit terhadap keseluruhan proses penelitian. Selama proses penelitian, dependability dilakukan melalui teknik pendokumentasian yang baik. Dependability dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menyerahkan semua hasil transkrip wawancara hasil dari kegiatan penelitian kepada tim penelitian dan kemudian mendiskusikan hasil dari analisis data berupa pernyataan signifikan, rumusan makna dari pernyataan signifikan, sub-tema, dan tema yang muncul agar sesuai
dengan tujuan dari penelitian sampai dengan kegiatan konsultasi selama menyusun laporan penelitian.
Confirmability
Confirmability mengacu pada objektivitas yaitu potensi kesesuaian antara dua atau lebih orang yang independen tentang keakuratan, relevansi, atau makna data. Kriteria ini berkaitan dengan penetapan bahwa data mewakili informasi yang diberikan oleh partisipan, dan bahwa interpretasi data tersebut tidak ditemukan oleh penanya. Agar kriteria ini dapat dicapai, temuan harus mencerminkan suara partisipan dan kondisi penyelidikan, bukan bias, motivasi, atau perspektif peneliti. Confirmability memiliki persamaan dengan dependability, sehingga pengujiannya dapat dilakukan secara bersamaan. Selama proses penelitian berlangsung, peneliti berusaha mempertahankan pendokumentasian dengan baik karena confirmability dilakukan dengan melihat hasil penelitian yang dikaitkan dengan proses yang dilakukan selama penelitian.
Confirmability dalam penelitian ini dilakukan dengan cara konsultasi dengan tim penelitian saat menentukan tema hasil penelitian, jika dianggap masih belum tepat maka peneliti melakukan revisi sampai menemukan tema yang tepat dari hasil analisis.
Transferability
Transferability mengacu pada potensi ekstrapolasi, yaitu sejauh mana temuan dapat ditransfer ke atau memiliki penerapan dalam pengaturan atau kelompok lain. Seperti yang dicatat Lincoln dan Guba (1985), tanggung jawab penyelidik adalah untuk menyediakan data deskriptif yang cukup sehingga konsumen dapat mengevaluasi
menentukan validitas eksternal dari suatu penyelidikan; dia hanya dapat memberikan deskripsi yang diperlukan untuk memungkinkan seseorang yang tertarik melakukan transfer untuk mencapai kesimpulan tentang apakah transfer dapat dianggap sebagai suatu kemungkinan.
Transferability atau validitas eksternal merupakan bagaimana penelitian ini menunjukkan derajat ketepatan suatu hasil penelitian yang dapat dipahami oleh orang lain yang membaca dan diterapkan pada populasi yang lain. Transferability yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan melalui penyediaan laporan penelitian sebagai thick description. Thick description dalam proses penelitian berarti peneliti menyimpan semua arsip dan materi selama proses penelitian. Selain itu, perlu adanya penjelasan yang rinci tentang partisipan dan konteks dimana penelitian ini dilakukan. Untuk menerapkan hal tersebut, maka peneliti dalam membuat laporannya harus memberikan uraian yang rinci, jelas, sistematis, dan dapat dipercaya. Laporan yang telah dibuat dan dibaca oleh orang lain dan bagi mereka yang membaca mendapatkan gambaran yang jelas tentang penelitian yang dilakukan tersebut maka hal ini sudah dapat memenuhi standar transferability. Transferability dalam penelitian ini dilakukan selama proses konsultasi analisis data dan penulisan hasil dengan melampirkan transkrip wawancara agar dapat dibaca oleh tim penelitian untuk membaca laporan penelitian. Selain itu juga melakukan konfirmasi kepada anak lain lain yang mempunyai kriteria yang sama namun tidak terlibat dalam penelitian sebagai partisipan, dengan menanyakan apakah tema-tema yang telah diidentifikasi juga dialami dan dirasakan oleh anak tersebut. Jika
anak tersebut ikut merasakan tema-tema tersebut maka sudah memenuhi standar transferability.
Authenticity
Authenticity mengacu pada sejauh mana peneliti secara adil dan setia menunjukkan berbagai realitas. Keaslian muncul dalam sebuah laporan ketika menyampaikan nada perasaan kehidupan peserta seperti yang mereka jalani. Sebuah teks memiliki otentisitas jika mengundang pembaca ke dalam pengalaman perwakilan dari kehidupan yang digambarkan, dan memungkinkan pembaca untuk mengembangkan kepekaan yang tinggi terhadap isu-isu yang digambarkan. Ketika sebuah teks mencapai otentisitas, pembaca lebih mampu memahami kehidupan yang digambarkan dengan beberapa perasaan tentang suasana hati, perasaan, pengalaman, bahasa, dan konteks kehidupan tersebut.