denda dan utang-utangnya. Selain itu kejaksaanjuga akan melacak aset kekayaan para terpidana di dalam dan di luar negeri. Dalam pelacakan ini kejaksaan sudah berkoordinasi dengan beberapa instansi seperti Bank Indonesia dan sudah menandatangani Mutual Legal Assistence (MLA) yaitu permohonan bantuan hukum terhadap negara-negara yang diperkirakan menjadi tempat persembunyian aset koruptor.
Untuk melacak aset-aset koruptor di luar negeri, Kejaksaan Agung bersama Departemen Luar Negeri, POLRI, Departemen Hukum dan HAM, serta Bank Indonesia, membentuk tim pelacak aset koruptor.
Apa yang telah menjadi komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi harus dilaksanakan dengan baik oleh aparat penegak hukum yang didukung oleh segenap masyarakat, akan membawa perekonomian di dalam masyarakat akan lebih baik, dan apabila seseorang melakukan korupsi tidak akan mendapat tempat di dalam, sehingga kepastian hukum akan tercapai.
2. Sebagian yang pro atau yang setuju dengan putusan Mahkamah Konstitusi tersebut, masih berpedoman atau mempertahankan asas legalitas, namun sebagian yang kontra atau tidak setuju dengan putusan Mahkamah Konstitusi mendasarkan pada substansi dari Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Tindak Pidana Korupsi, dengan alasan bahwa, untuk memberantas korupsi sudah dimulai dari 30 tahun yang lalu, jadi startnya bukan dari tanggal 27 Desember 2002, bahkan korupsi sudah menjadi masalah internasional yang ditegaskan dengan adanya United Against yang berisi keprihatinan peserta konvensi atas gawatnya masalah dan ancaman yang ditimbulkan oleh korupsi.
3. Pada kenyataannya penegakkan hukum sulit diwujudkan sebagaimana diharapkan, selama perilaku aparat penegak hukum yang sering tidak bersandar pada hukum, sehingga yang menyebabkan hubungan antar norma-norma hukum dan kenyataan, terputusnya atau makin jauh antara yang ideal dan kenyataan.
Terputusnya hubungan antar hukum dengan kenyataan menjadi fenomena yang merusak upaya-upaya penegakkan hukum itu sendiri, menjadi tidak optimalnya upaya penegakkan hukum.
4. Berbagai peraturan perundang-undangan untuk memberantas korupsi yang ada tidak dapat menjangkau para koruptor untuk diadili dan harus mengembalikan uang negara, maka Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, ini menjadi tumpuan terakhir dan satu-satunya harapan untuk memberantas korupsi sampai keakar-akamya, sehingga komisi ini diberi kewenangan dan tugas yang sangat luar biasa, untuk memberantas korupsi yang menurut sebagian pakar hukum merupakan kejahatan yang luar biasa.
5. Sehubungan dengan pendapat para pakar tersebut di atas, penulis cenderung mengikuti pendapat yang kontra atau tidak setuju dengan putusan MK tersebut, yang menurut Prof. Satjipto, tidak menjangkau kepada substansi dari pada UU No. 30 tahun 2002. Oleh karena kalau kita melihat kenyataan yang ada korupsi memang sudah 80
meluas baik secara kualitas maupun kuantitas hampir di seluruh tanah air dari Nanggroe Aceh Darussaiam sampai ke Papua, semenjak Pemerintah memberlakukan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah dicabut/diganti dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. Yang tadinya kekuasaan berada di pusat, setelah adanya undang-undang tersebut seolah-olah penguasa di daerah menjadi raja-raja kecil. Yang pasti KPK merupakan harapan masyarakat yang terakhir, yang diberi kewenangan dan tugas yang seluas-luasnya untuk memberantas korupsi ini sampai keakar-akamya.
Komitmen Pemerintah untuk memberantas korupsi ini apabila dilaksanakan dengan baik oleh para aparat penegak hukum dan mendapat dukungan dari masyarakat, akan mengurangi atau paling tidak akan meminimalisir korupsi di Indonesia ini. Semoga.
JARINGAN DOKUMENTASI DAN INFORMASI HUKUM SUATU SARANA PENYEBARLUASAN INFORMASI HUKUM
Oleh:
Drs. Abdullah Empi
A. Pendahuluan
Pendokumentasian suatu peristiwa atau kegiatan seseorang terkadang sering terlupakan. Padahal pendokumentasian yang dilakukan saat ini, pada suatu saat nanti di masa mendatang mungkin saja akan menjadi suatu hal yang sangat bernilai tinggi. Budaya mendokumentasikan kegiatan, peristiwa, benda-benda yang bernilai "sejarah" seyogianya sudah mulai digalakkan bagi masyarakat luas. Mungkin saja yang saat ini merupakan suatu hal yang biasa saja, namun tidak demikian halnya apabila ternyata tempat, benda, peristiwa tersebut menjadi hal yang penting manakala benda tersebut, kejadian/ peristiwa tersebut ternyata berhubungan dengan seseorang yang "penting" di masa mendatang yang patut menjadi idola, atau orang yang memerlukan perjalanan hidupnya dari masa kecil hingga menjadi orang yang sudah dikenal oleh masyarakat luas. Pernah diberitakan dalam sebuah surat kabar, ternyata sebuah rumah yang menjadi tempat dilahirkannya seseorang bisa menjadi bernilai
"sejarah", begitu pula bagaimana meja makan, rumah dan benda-benda serta tempat-tempat tertentu pada suatu saat nanti akan menjadi bukti
"sejarah" keberadaan seseorang, manakala seseorang itu menjadi orang yang sangat dikenal oleh masyarakat luas.
Alat-alat, benda-benda serta peristiwa-peristiwa tertentu akan bernilai pula apabila seseorang ingin membuat autobiografi. Pembuatan autobiografi merupakan suatu kebiasaan yang sangat baik, hal ini sebagai salah satu wujud pembudayaan menulis. Kebiasaan menulis bagi sebagian orang merupakan suatu pekerjaan yang menyulitkan dan
membosankan karena memang lebih senang dengan budaya bicara. Oleh karena itu tidak heran apabila acara-acara di televisi yang bersifat infotainment mengenai selebritis mendapat rating yang tinggi, karena memang berbicara dan mendengarkan pembicaraan orang itu suatu pekerjaan yang sangat mengasyikkan. Namun sebenarnya di samping budaya bicara digalakkan, budaya menulis, apakah itu menulis mengenai perjalanan hidup, ataukah menuliskan ide-ide yang ada dalam pikiran seseorang itu seyogianya dituangkan ke dalam suatu tulisan, sebab mungkin saja ide-ide yang positif itu akan bermanfaat bagi orang. Sebab terkadang ide yang menurut si pembuat ide merupakan ide yang sederhana, namun tidak demikian halnya bagi orang lain yang memerlukannya hal itu merupakan suatu hal yang bernilai tinggi.
Mungkin kita masih ingat ada suatu pribahasa yang menyatakan bahwa, harimau mati meninggalkan belangnya sedangkan manusia mati meninggalkan namanya. Salah satu bentuk pelestarian nama seseorang itu adalah ada dalam bentuk tulisan, apakah tulisan itu ditulis ke dalam secarik kertas, ke dalam batu di goa-goa seperti pada zaman dahulu kala, ditulis ke dalam buku harian, ataukah tulisan itu dipublikasikan hal ini akan menjadi peninggaian seseorang. Kegiatan menulis merupakan salah satu bentuk kegiatan yang tidak habis di makan waktu, sebab dokumen tersebut akan tertulis dalam waktu yang cukup lama dan akan dapat dibaca oleh anak cucu dan orang-orang yang hidup di masa mendatang.
Oleh karena itu seyogianya budaya mendokumentasikan suatu kegiatan, peristiwa, benda-benda peninggalan mulai digalakkan, Bagaimana kita bisa menyaksikan beberapa waktu yang lalu suatu peristiwa yang sangat langka, dan merupakan suatu musibah nasional, yaitu bencana gempa dan tsunami yang melanda Nanggroe Aceh Darussalam. Peristiwa tersebut dapat terekam oleh beberapa orang kameramen, dan hasil bidikannya ditayangkan di sejumlah televisi, hasilnya sungguh mengagumkam. Dalam waktu yang sangat singkat peristiwa tersebut tersebar ke seluruh dunia, dan dunia internasional memberikan simpati yang sangat luar biasa sehingga bantuan mengalir 84
dengan cepat dan dalam jumlah yang konon merupakan suatu bantuan paling besar yang dapat dilakukan oleh dunia internasional kepada suatu peristiwa musibah. Bantuan tersebut tidak saja berbentuk materi yang berasal dari dalam dan luar negeri juga bantuan tenaga relawan. Relawan ini pun berbondong-bondong berdatangan tidak saja dari dalam negeri juga dari manca negara. Para relawan yang berasal dari dalam negeri dan aneka bangsa itu, baik dari perorangan, kelompok-kelompok masyarakat, LSM, dan tentara dari negara-negara sahabat berdatangan dengan gagah berani, berani menanggung segala risiko yang akan diakibatkan oleh kegiatannya, tanpa menghiraukan perbedaan suku, agama, budaya dan bangsa. Mereka bersatu padu datang demi menjunjung tinggi rasa kemanusiaan.
Segala bantuan dan perhatian dunia internasional itu tentunya tidaklah terlepas dari gencarnya informasi yang ditayangkan serta dokumen yang merupakan rekaman peristiwa bagaimana dahsyatnya musibah tersebut yang disiarkan oleh media massa beberapa saat setelah peristiwa tersebut terjadi. Dalam perkembangan selanjutnya rekaman peristiwa gempa dan tsunami yang terjadi di Aceh tersebut tentunya akan menjadi dokumen penting yang sangat berguna bagi Ilmu Pengetahuan dan masyarakat luas pada umumnya, dan pada suatu saat nanti di masa mendatang dokumen tersebut menjadi demikian penting, karena kejadian atau musibah tsunami yang terjadi merupakan suatu peristiwa yang sangat mengerikan baik itu dari besarnya jumlah korban manusia yang tewas dan luka, maupun dalam hal kerusakan sarana dan prasarana yang diakibatkannya yang sangat memilukan, dan bahkan konon ada relawan yang pingsan begitu melihat keadaan untuk pertama kalinya, dan tentunya segala kejadian tersebut akan menjadi peringatan bagi manusia dan akan menjadi penting bagi penelitian ilmu pengetahuan di masa mendatang khususnya yang berhubungan dengan gempa dan tsunami.
Dari ilustrasi di atas, penulis mencoba memberikan suatu gambaran akan arti pentingnya pendokumentasian bagi kehidupan seseorang dan kehidupan manusia di masa mendatang. Namun pada bagian lain
bagaimanakah pendokumentasian peraturan perundang-undangan kita.
Apakah pendokumentasian peraturan perundang-undangan sudah memadai, dalam arti bagaimanakah kondisi pendokumentasian peraturan perundang-undangan sejak negara Republik Indonesia berdiri hingga kini, apakah sudah tertata dengan baik. Padahal peraturan perundang- undangan juga merupakan suatu dokumen yang sangat penting bagi seseorang, bagi masyarakat dan bagi suatu negara. Bagaimana kita bisa menyimak bagaimana kasus Sipadan dan Ligitan yang melibatkan sengketa dua negara itu yang dimenangkan oleh Kerajaan Malaysia itu dalam persidangannya di Mahkamah Internasional memerlukan pembuktian dokumen, baik yang bersifat yuridis dan non yuridis. Sehingga dapat kita lihat bahwa pendokumentasian apakah itu dokumen peraturan perundang-undangan dan non peraturan perundang-undangan itu tidak saja diperlukan oleh seseorang, masyarakat, juga oleh suatu negara. Oleh karena itu pendokumentasian peraturan perundang-undangan sangat diperlukan, tidak saja sejak Republik Indonesia tercinta merdeka, juga sejak masa kolonial Belanda, Jepang dan masa pra kolonial. Tulisan singkat ini akan mencoba membahas bagaimana kondisi pendokumen
tasian peraturan perundang-undangan dalam hubungannya sebagai alat penyebaran informasi hukum bagi masyarakat.