XVI/531/XIII–20
A. Desa
2. Klasifikasi Desa
Suatu desa antara yang satu dengan yang lain memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Ada desa yang maju, tetapi ada pula desa yang masih sangat tertinggal. Mengapa hal itu dapat terjadi? Masuk kategori manakah desa tempat tinggalmu? Berikut ini adalah klasifikasi desa berdasarkan mata pencaharian dan perkembangan masyarakat.
a. Berdasarkan Mata Pencaharian
Aktivitas penduduk untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, terkait dengan mata pencaharian penduduk tersebut. Hal ini mencerminkan aktivitas yang dominan pada desa tersebut. Suatu desa yang sebagian besar penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai nelayan, maka desa itu disebut sebagai desa nelayan. Bagaimanakah jika sebagian besar penduduknya memiliki mata pencaharian di bidang pertanian, perindustrian, kerajinan, peternakan, atau di bidang lainnya? Tentunya kamu dapat mengidentifikasikan desa-desa tersebut.
b. Berdasarkan Perkembangan Masyarakat
Kamu tentunya sudah pernah mendengar mengenai desa tradisional, swadaya, swakarya, dan swasembada. Desa-desa tersebut merupakan perkembangan desa dari yang masih sangat tradisional sampai desa yang sudah maju. Desa tertinggal merupakan desa yang masih sangat bergantung pada alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Desa seperti ini merupakan desa yang sangat terisolasi dan ada di wilayah pedalaman berupa suku- suku terasing. Contohnya: suku Kubu.
Desa swadaya dicirikan dengan kehidupan penduduknya yang sudah mulai menetap dan masih memiliki ikatan yang kuat terhadap adat istiadat. Pada desa ini sebagian besar penduduknya berpendidikan rendah dan mata pencahariannya sebagai petani yang hasilnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
Cobalah kamu cari persamaan dan perbedaan mengenai pengertian desa berdasarkan pendapat para ahli kepen- dudukan dan undang-undang!
Desa seperti itu biasanya terdapat di daerah pegunungan atau perbukitan. Sedangkan desa yang lebih maju adalah desa swakarya. Pada desa ini masyarakatnya dalam masa transisi dan pengaruh dari luar mulai masuk. Mata pencaharian penduduknya mulai bervariasi dan roda pemerintah sudah mulai berkembang baik. Bantuan dari pemerintah merupakan perangsang untuk pembangunan di desa.
Desa yang kondisinya lebih maju adalah desa swasembada. Masyarakat pada desa ini memiliki mata pencaharian yang beraneka ragam di bidang per- dagangan dan jasa, serta memiliki tingkat pendidikan
yang tinggi sehingga pola pikirnya lebih maju. Pada umumnya masyarakatnya sudah mulai lepas dari adat istiadat karena pengaruh dari luar, terutama penggunaan teknologi modern oleh masyarakat. Selain itu, desa swasembada merupakan desa yang terbuka sehingga interaksi dengan daerah lain atau kota-kota di sekitarnya berjalan lancar.
Perkembangan suatu desa untuk menjadi desa yang maju memerlukan waktu dan proses yang lama. Kemajuan suatu desa salah satunya dipengaruhi oleh potensi yang ada di desa tersebut.
3.
Potensi Desa dan Kaitannya dengan Perkembangan Desa-Kota
Secara umum, desa merupakan permukiman penduduk yang terletak di luar kota dan mata pencaharian sebagian besar penduduknya di bidang agraris. Kebanyakan orang sering menyebutnya dengan kampung.
Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2000, persentase penduduk Indonesia di perkotaan adalah 42,0%.
Ini berarti, persentase penduduk yang tinggal di perdesaan masih lebih tinggi, yaitu 58% dari jumlah penduduk Indonesia. Kebanyakan penduduk perdesaan bekerja di bidang pertanian, sehingga dapat dikatakan bahwa desa- desa di Indonesia pada umumnya berfungsi sebagai desa agraris. Mengapa bidang pertanian menjadi andalan mata pencaharian penduduk di desa? Bagaimana menurutmu?
Menurut Bintarto, desa memiliki tiga unsur utama yang meliputi daerah, penduduk, dan tata kehidupan.
a. Daerah (Wilayah)
Daerah yang dimaksud berupa lahan yang produktif maupun yang tidak produktif, termasuk penggunaan tanah, letak, luas, dan batas lahan di lingkungan setempat. Unsur daerah meliputi lahan di desa, misalnya lahan pekarangan, persawahan, tegalan, dan permukiman.
b. Penduduk
Unsur desa ini meliputi jumlah, pertambahan, kepadatan, persebaran, dan mata pencaharian penduduk desa setempat.
Unsur ini terkait dengan kualitas dan kuantitas penduduk desa.
Berdasarkan perkembangan masyarakat desa, termasuk kategori yang manakah wilayah tempat tinggalmu?
Sumber: agribisnis.tripod.com
Gambar 6.2 Pertanian menjadi kegiatan utama desa.
Sumber: Earth Our Home, halaman 150 Gambar 6.1 Desa terpencil di pegunungan.
Jika wilayahmu termasuk kategori desa, amatilah apakah sektor pertanian masih menjadi andalannya!
Di desa sering terdapat peng- angguran tidak kentara (disguished unemployment).
Apa yang dimaksud pengang- guran tidak kentara? Usaha apa yang perlu dilakukan untuk mengatasinya?
Sumber: Manusia dan Lingkungan 2, halaman 67 Gambar 6.4 Hasil panen dari desa.
c. Tata Kehidupan
Tata kehidupan desa berupa pola tata pergaulan dan ikatan-ikatan pergaulan penduduk desa. Tata pergaulan berkaitan dengan seluk- beluk kehidupan masyarakat desa (rural society). Tata kehidupan ini erat kaitannya dengan usaha penduduk desa dalam mempertahankan hidup dan meningkatkan kesejahteraan.
Ketiga unsur tersebut merupakan satu kesatuan hidup (living unit).
Kemajuan desa dipengaruhi oleh unsur-unsur tersebut terutama yang berkaitan dengan faktor usaha manusia (human efforts) dan tata geografi (geographical setting).
Kemajuan dan kemakmuran desa ditentukan oleh usaha penduduk desa selain tata geografinya. Desa yang memiliki banyak sumber daya alam tetapi penduduknya tidak cukup mempunyai keterampilan, pengetahuan, dan semangat membangun mengakibatkan desa kurang maju. Sebaliknya, meskipun desa memiliki sumber daya alam terbatas tetapi penduduknya terampil, berpengetahuan, dan bersemangat dalam membangun desa sehingga mampu mengatasi hambatan alam dan geografis wilayah maka desa akan cepat maju.
Letak suatu desa pada umumnya jauh dari pusat keramaian. Desa yang terletak di perbatasan kota mempunyai kemungkinan lebih berkembang dibanding desa-desa di pedalaman. Unsur letak menentukan besar kecilnya isolasi suatu desa terhadap desa lain. Desa yang terletak jauh dari kota memiliki lahan yang luas.
Penggunaan lahan lebih banyak untuk pertanian tanaman pokok dan tanaman perdagangan daripada untuk gedung- gedung atau perumahan.
Desa memiliki fungsi penting bagi perkembangan daerah sekitarnya. Fungsi desa sebagai berikut.
a. Dalam interaksi desa-kota, desa berfungsi sebagai daerah dukung (hinterland) atau daerah penyuplai
bahan makanan pokok, seperti padi, jagung, ketela, kacang, kedelai, buah-buahan, sayur-sayuran, dan daging hewan.
b. Desa berfungsi sebagai lumbung bahan mentah (raw material) dan tenaga kerja (man power) ditinjau dari sisi potensi ekonomi.
c. Dari sisi kegiatan kerja (occupation), desa dapat berfungsi sebagai desa agraris, desa manufaktur, desa industri, dan desa nelayan.
Kebanyakan desa di Pulau Jawa berfungsi sebagai desa agraris. Meskipun demikian, beberapa desa sudah menunjukkan perkembangan baru, yaitu munculnya industri-industri kecil yang disebut industri perdesaan (rural industries).
Desa mempunyai peran pokok di bidang ekonomi karena menjadi daerah produksi pangan dan komoditas ekspor. Peran penting desa dalam produksi pangan berpengaruh terhadap ketahanan pangan nasional. Selain itu, peningkatan jumlah dan kualitas komoditas, seperti
kelapa, kelapa sawit, lada, kopi, cengkih, teh, dan karet juga penting untuk meningkatkan ekspor dan devisa negara. Penduduk desa nelayan
Sumber: www.solok.go.id
Gambar 6.3 Letak desa terhadap kota memengaruhi perkembangannya.
banyak menghasilkan bahan pangan protein tinggi, seperti ikan dan udang. Mereka memenuhi kebutuhan ikan dan udang dalam negeri serta untuk komoditas ekspor.
Peranan desa dalam pembangunan wilayah sangat penting karena banyak potensi yang dimilikinya. Pengembangan desa perlu mempertimbangkan potensi desa. Desa memiliki potensi fisik dan nonfisik. Apakah potensi fisik dan nonfisik yang dimiliki desa? Potensi fisik antara lain berupa lahan, air, iklim, flora, dan fauna.
a. Lahan
Lahan tidak hanya sebagai tempat tumbuh tanaman, tetapi juga sebagai sumber bahan tambang dan mineral.
Lahan memiliki jenis tanah yang menjadi media bagi tumbuhnya tanaman tertentu. Misalnya, jenis tanah aluvial cocok bagi tanaman padi, jagung, dan kacang, jenis tanah berkapur cocok bagi tanaman jati dan tebu.
Pada lahan juga dimungkinkan terjadi eksploitasi bahan tambang seperti batu bara, batu kapur, pasir kuarsa, batu marmer, dan sebagainya.
b. Air
Pada umumnya desa memiliki potensi air yang bersih dan melimpah. Dari dalam tanah, air diperoleh melalui penimbaan, pemompaan, atau mata air. Air digunakan penduduk desa untuk keperluan minum, irigasi, mencuci, memasak, dan keperluan lain.
Secara kuantitas dan kualitas, air di perdesaan dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan air penduduknya.
c. Iklim
Iklim memegang peranan penting bagi pertanian desa. Iklim dipengaruhi oleh ketinggian tempat. Pada ketinggian tertentu, suatu desa menjadi maju karena kecocokan iklimnya bagi pengembangan tanaman dan pemanfaatan tertentu. Seperti per- kebunan buah, tempat rekreasi, dan tempat peristirahatan.
d. Flora dan Fauna
Di desa masih banyak lahan yang dapat dikembangkan untuk usaha di bidang pertanian. Berbagai jenis tanaman pangan dan hewan ternak banyak dibudidayakan di daerah perdesaan. Hal itu merupakan upaya pemenuhan kebutuhan pangan di daerah perdesaan maupun di perkotaan.
Selain potensi fisik, desa juga memiliki potensi nonfisik. Potensi nonfisik desa antara lain sebagai berikut.
a. Penduduk Desa
Masyarakat desa merupakan kelompok sosial dengan hubungan yang erat dengan solidaritas tinggi. Hal itu merupakan kekuatan dalam membangun wilayah perdesaan .
b. Lembaga dan Organisasi Sosial
Lembaga atau organisasi sosial merupakan suatu badan perkumpulan yang membantu masyarakat desa dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya: Koperasi Unit Desa (KUD), Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA), dan lain sebagainya.
Sumber: Manusia dan Lingkungan 2, halaman 6 Gambar 6.5 Lahan persawahan
c. Aparatur dan Pamong Desa
Aparat desa bertugas menjaga kelancaran administrasi desa dan menggerakkan sumber daya manusia di desa. Contoh: kepala desa, kepala dusun, kepala adat, dan lain-lain.
Potensi yang dimiliki oleh setiap desa sesungguhnya berbeda.
Mengapa demikian? Karena ada perbedaan lingkungan geografis dan keadaan penduduknya. Selain itu, luas lahan, jenis tanah, dan tingkat kesuburan juga tidak sama. Sumber air dan tata air yang berlainan menyebabkan corak kehidupannya juga berbeda.
Keadaan dan tata kehidupan penduduk desa memengaruhi karakteristik dan tingkat kemajuan desa. Sebutan desa tradisional, desa swadaya, desa swakarya (sedang berkembang), dan desa swasembada (maju) menunjukkan tingkat kemajuan desa. Faktor apakah yang menentukan kemajuan desa? Faktor-faktor yang menentukan kemajuan desa sebagai berikut.
a. Potensi Desa
Potensi desa mencakup sumber daya alam dan sumber daya manusia. Penduduk desa dan pamong (aparatur) desa merupakan sumber daya manusia yang sangat menentukan kemajuan desa.
b. Interaksi dengan Daerah Lain
Interaksi dapat terjadi antara desa dengan desa, serta desa dengan kota. Perkembangan komunikasi dan transportasi memudahkan interaksi desa dengan daerah lain sehingga desa semakin maju.
c. Lokasi Desa
Lokasi desa berkaitan dengan letak desa terhadap daerah di sekitarnya. Desa akan lebih berkembang apabila lokasinya berdekatan dengan daerah yang lebih maju.
Pada waktu lalu, orang beranggapan bahwa modernisasi hanya berlaku di daerah kota. Anggapan itu tentu saja tidak
benar, pembangunan sarana dan prasarana transportasi dan komunikasi menyebabkan perdesaan semakin maju. Pembangunan jalan dan jumlah kendaraan bermotor yang semakin banyak di perdesaan telah meningkatkan interaksi desa kota.
Perkembangan jaringan telepon serta jangkauan siaran radio dan televisi di desa telah meningkatkan komunikasi antara penduduk desa dan penduduk kota. Penggunaan kompor gas dan mesin cuci banyak membantu para ibu di desa untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Dengan demikian, terjadi perubahan kehidupan penduduk desa akibat pengaruh modernisasi.
Apakah modernisasi desa menjadi tujuan dari pembangunan desa?
Untuk menjawabnya, ada baiknya kamu perlu mengetahui tujuan pembangunan desa sebagai berikut.
a. Menempatkan penduduk desa dalam kedudukan yang sama dengan penduduk kota. Artinya, tidak ada perbedaan status antara penduduk desa dengan penduduk kota.
b. Mengusahakan peningkatan kehidupan penduduk desa yang sejahtera atas dasar keadilan dan rasional.
c. Meningkatkan kreativitas penduduk desa dalam menghadapi masalah dan kesulitan hidup.
Sebutkan dan jelaskan bebe- rapa contoh pengaruh positif dan negatif modernisasi bagi desa!
Sumber: www.transuksumsel.go.id
Gambar 6.6 Transportasi memudahkan interaksi desa dengan daerah lain.
Gambar di atas menunjukkan foto keadaan suatu daerah di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat dalam rentang waktu yang berbeda. Foto diambil pada tahun 1855, awal abad XX, dan tahun 1980.
Dalam rentang waktu tersebut tidak banyak perubahan yang terjadi.
Masyarakat Siberut melakukan kegiatan bercocok tanam umbi-umbian dan sayur-sayuran, beternak ayam dan babi, serta berburu dan menangkap ikan untuk memenuhi kebutuhan pangannya. Teknologi pembuatan kain dengan tenun dan pengolahan logam belum dikenal oleh masyarakat Siberut.
Mereka melakukan transaksi pertukaran kelapa dan hasil hutan dengan perkakas logam dan kain tenun untuk dibuat pakaian sederhana.
Tahun 1855 Awal Abad XX Tahun 1980
Sumber: Agama dan Upacara, halaman 72
Bagaimana komentarmu ten- tang perkembangan atau kemajuan daerah di Pulau Siberut di samping? Mengapa bisa terjadi demikian? Apakah faktor yang menyebabkan- nya? Diskusikan dengan teman kelasmu.