48
49 KAJIAN STABILITAS CRANE WAHANA ANGKUT ALPO
SEBAGAI FUNGSI PROSENTASE KAPASITAS TANGKI BALLAST Arifin
PTRIM-BPPT
Abstrak: Data SKK migas menjelaskan bahwa terdapat sekitar 449 anjungan lepas pantai yang umurnya lebih dari 30 tahun, dan bahkan sudah tidak berproduksi lagi. Dalam kaitannya dengan keselamatan pelayaran dan berdasarkan regulasi IMO, anjungan lepas pantai tersebut perlu untuk segera dibongkar atau dipindahkan. Dalam rangka untuk mendukung kegiatan pembongkaran dan pemindahan anjungan lepas pantai pasca operasi (ALPO), diperlukan suatu perencanaan dan analisis wahana agar dapat dipergunakan untuk melakukan tujuan tersebut secara efektif dan aman. Suatu kajian dengan metode pendekatan numerik dilakukan terhadap perencanaan wahana angkut ALPO yang berupa analisis stabilitas intact kapal pada berbagai kondisi operasional kapal terutama saat departure, loading dan arrival dengan mengacu pada kriteria stabilitas yang diberi- kan oleh DNV atau IMO. Khusus untuk kondisi loading, kajian dilakukan dengan memvariasikan pengisian tangki ballast dalam bentuk prosentase kapasitas tangki ballast. Dari kajian ini dapat diketahui bahwa wahana angkut ALPO yang direncanakan dapat memenuhi kriteria stabilitas intact, terutama untuk kondisi saat departure dan arrival. Sedangkan untuk kondisi saat loading, kriteria stabilitas dapat dipenuhi pada kondisi pengisian 40% kapasitas tangki ballast kapal.
Kata kunci: keselamatan pelayaran, ALPO, stabilitas intact, pendekatan numerik, ballast
PERANCANGAN KAPAL PENUMPANG CEPAT DI PANTAI SANUR KAPASITAS 52 PENUMPANG UNTUK MENUNJANG
PARIWISATA DI NUSA PENIDA, BALI Komang Ade Indrawan1, Pramudya2, Soejitno2
1 Mahasiswa Jurusan Teknik Perkapalan Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
2 Dosen Jurusan Teknik Perkapalan Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya email: [email protected]
Abstrak: Dalam penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan ukuran utama kapal penumpang cepat di pantai sanur kapasitas 52 penumpang untuk menunjang pariwisata di nusa penida, Bali. Nusa Penida merupakan pulau terpisah yang dipisahkan oleh selat Badung, oleh karena itu memerlukan sarana trasportasi laut yang dapat membawa penumpang dan barang sesuai dengan jumlah penumpang. Dari hasil survei yang dilakukan peneliti yaitu rerata penumpang yang berkunjung ke Nusa Penida setiap harinya dalam satu kali perjalanan kapal wisata di pantai sanur dapat membawa 50-60 penumpang. Dari hasil survei tersebut dijadikan parameter dalam penentuan ukuran utama kapal wisata di Pantai Sanur. Penentuan ukuran utama kapal ini digunakan metode regresi, yang mensyaratkan adanya beberapa kapal pembanding dengan tipe dan ukuran yang sama dan telah memenuki kriteria perancangan. Dari hasil perhitungan menggunakan metode regresi didapatkan ukuran utama kapal yaitu: Lenght Between Perpendiculars (LPP): 13.43 m, Breadth (B): 3,2 m, Height (H): 1,3 m, Draught (T): 0.27 m.
Kata kunci: kapal wisata, perancangan, regresi, wisatawan
PENGEMBANGAN MODEL MATEMATIKA LEAST SQUARE METHOD (METODE KUADRAT TERKECIL) TERHADAP BENTUK BADAN KAPAL IKAN
Raffles Willy Ompusunggu dan Ali Munazid Program Studi Teknik Perkapalan, Universitas Hang Tuah Surabaya
Email: [email protected]
Abstrak: Pembangunan pada dunia perkapalan dilakukan perhitungan secara matematis untuk membuat bentuk badan kapal yang baik untuk beroperasi. Lengkungan bentuk badan kapal yang baik harus streamline. Untuk itu, kapal ikan 5 GT yang berada di pesisir Brondong akan dilakukan
50
perhitungan secara matematis pada lengkungan station body plan dengan menggunakan Least Square Method (Metode Kuadrat Terkecil). Least Square Method akan menghasilkan sebuah fungsi matematika setiap station, dimana fungsi ini akan meminimalisir nilai/harga antara lengkungan station sebelum dilakukan perhitungan matematis dengan lengkungan station sesudah dilakukan perhitungan secara matematis dan dapat dibuat model matematikanya dengan menentukan titik koordinat x dan y. Titik x akan mewakili sarat kapal ikan dalam satuan meter sedangkan titik y akan mewakili setengah lebar kapal ikan dalam satuan meter. Fungsi matematika yang memiliki nilai/harga paling mendekati nilai sebenarnya (dikatakan layak jika nilai fungsi harus kurang dari 0.5% dari nilai sebenarnya dengan koreksi kelayakan menggunakan NRMSE), tergantung pada jumlah dari pangkat ke-n/ordo. Jika ordo ke-n semakin besar maka nilai/harga semakin kecil atau mendekati nilai sebenarnya (< 0.5%).
Kata kunci: Least Square Method, Model Matematika, NRMSE, Kapal Ikan
PENILAIAN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT. DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA PADA PROSES REPAIR
MENGGUNAKAN METODE HIRA (HAZZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESMENT) DAN FTA (FAULT TREE ANLYSIS)
Niko Eka Sandy1, Minto Basuki2, Maria Margareta Zau Beu2
1 Mahasiswa Jurusan Teknik Perkapalan, FTMK-ITATS
2 Dosen Jurusan Teknik Perkapalan, FTMK-ITATS Jln. Arief Rachman Hakim, 100, Surabaya
email: [email protected]
Abstrak: PT. Dok dan Perkapalan Surabaya merupakan salah satu perusahaan perkapalan besar di surabaya, dimana juga banyak pekerja yang bekerja pada perusahaan tersebut. Tak beda dengan perusahaan perkapalan lainya tentu masih banyak temuan risiko terjadinya potensi kecelakaan kerja yang luput dari pengawasan dan dapat mengancam pekerja kapan saja. Analisis menggunakan metode Hazzard Identification and Risk Assesment (HIRA) yang digunakan untuk mengendalikan kecelakaan kerja dan meminimalisir adanya potensi bahaya kerja yang ada pada PT.Dok Perkapalan Surabaya. Setelah dilakukannya penelitian dan analisis ditemukan beberapa potensi bahaya kerja dengan kategori nilai 1B, 2A, 2C, 3B, 3C, 4A dan M atau Moderate Risk (risiko menengah). Kategori risiko tertinggi adalah pengecatan tidak menggunakan pengaman tali dengan nilai 4A dengan kategori E (risiko ekstrim) dan akses jembatan hanya menggunakan sebuah papan kayu dengan nilai 4B ketegori E (risiko ekstrim). Kemudian dianalisa menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) dan ditemukan 7 penyebab dasar dari kedua risiko kecelakaan dengan nilai terbesar yaitu Waktu yang ditarget penyelesaian pekerjaan, Terkena tumpahan oli, air,dan thiner, dan kurangnya kesadaran akan keselamatan kerja, sedangkan penyebab akar dasar atau kejadian dasar (basic event) dari resiko Akses jembatan hanya menggunakan sebuah papan kayu adalah Kurang memperhatikan keselamatan kerja, Pekerja yang dalam keadaan sakit, Waktu yang ditarget penyelesaiannya, dan pekerja yang menganggap remeh keselamatan kerja. Risiko- risiko tersebut dikendalikan dengan cara rekayasa (menambah pengamanan), pengendalian se- cara administrasi (pengawasan, pelatihan, rotasi), dan juga penggunaan APD (alat pelindung diri).
Kata kunci: FTA, HIRA, Pengendalian, Risiko K3
PENGEMBANGAN IMAGE PROCESSING UNTUK MEMVISUALISASIKAN DIMENSI KAPAL MENGGUNAKAN SOFTWARE MATLAB
Lingga Putra Wardana, Ali Munazid, Intan Baroroh Program Studi Teknik Perkapalan, Universitas Hang Tuah Surabaya
Email: [email protected]
Abstrak: Saat ini teknologi mengalami perkembangan sangat pesat yang ditujukan untuk memper- mudah suatu pekerjaan dengan cara otomatisasi dengan bantuan komputer. Masih banyak ditemu- kan aktivitas sehari-hari dilakukan secara manual khususnya mengukur dimensi sebuah objek
51 benda menggunakan meteran atau penggaris. Hal ini menjadi ide pada penelitian ini untuk mengatasi masalah pada aktivitas pengukuran tersebut yang masih manual menjadi otomatis.
Untuk menyelesaikan masalah tersebut akan dirancang suatu program pada suatu perangkat lunak, dengan tujuan menjadi alternatif baru dan efisiensi waktu saat melakukan aktivitas pengukuran suatu dimensi objek khususnya kapal. Pengukuran tersebut dilakukan dengan cara mengolah citra kapal dan beberapa metode antara lain grayscale, citra biner, segmentasi citra, konversi, perhitungan perbandingan dan perhitungan pendekatan. Perangkat lunak yang diguna- kan untuk membuat program pada penelitian ini yaitu Matlab R2016a dengan konsep pemrosesan merubah citra RGB menjadi grayscale dilanjutkan dengan citra biner dan segmentasi citra. Untuk melakukan pengukuran citra menggunakan konsep konversi piksel ke centimeter dan dilakukan perbandingan dimensi citra dengan dimensi kapal asli. Dari hasil uji coba program yang telah dilaksanakan tingkat keakuratan program yaitu 97% sedangakan prosentase error 3%. Sejajarnya kamera pada saat pengambilan citra akan berpengaruh terhadap hasil pengukuran program.
Kata kunci: Image Processing, Pengolahan Citra, Grayscale, Segmentasi, Konversi
PREDIKSI WAKE WASH KAPAL CEPAT BERDASARKAN PENGUJIAN MODEL Arifin
PTRIM – BPPT e-mail: [email protected]
Abstrak: Kapal yang bergerak di perairan terlebih pada kecepatan yang cukup tinggi akan menimbulkan gelombang Kelvin. Gelombang yang diakibatkan oleh pergerakan kapal cepat yang melintas di dekat pantai atau sungai seringkali menyebabkan permasalahan kerusakan lingkungan.
Meningkatnya permasalahan yang ditimbulkan, mendorong perencana kapal untuk mengurangi pengaruh energi gelombang yang ditimbulkan oleh kapal tersebut. Suatu penelitian dengan menggunakan metode pengujian model kapal dilakukan untuk mendapatkan data tinggi gelombang pada beberapa harga y/L dan harga Froude Number yang berbeda. Model kapal untuk pengujian dibuat dari bahan fiberglass dengan skala model tertentu. Dari hasil penelitian diketahui bahwa semakin besar harga y/L (semakin jauh dari garis lintasan kapal), maka semakin kecil nilai tinggi gelombang maksimum yang terjadi. Adapun semakin besar harga Froude Number maka tinggi gelombang maksimum yang terjadi cenderung semakin besar.
Kata kunci: Gelombang Kelvin, Kapal Cepat, Froude Number, Tinggi Gelombang
MODIFIKASI KAPAL PENYEBERANGAN JOKOTOLE
SEBAGAI MULTIFUNGSI KAPAL WISATA: STUDI KASUS SELAT MADURA Septadi Dwiyanto, Bagiyo Suwasono, Ali Munazid
Program Studi Teknik Perkapalan, Universitas Hang Tuah, Surabaya [email protected]
Abstrak: Beberapa tahun terakhir ini kapal penyeberangan yang ada di Selat Madura termasuk kapal Jokotole semakin menurun minat dari konsumen tersebut karena adanya Jembatan Suramadu yang dianggap lebih efektif dan efisien, permasalahan itu akan diatasi dengan memodifikasi kapal penyeberangan Jokotole untuk kembali eksis menjadi sarana transportasi sekaligus kapal wisata yang akan menarik perhatian bagi semua kalangan. Ide kreatif untuk memodifikasi kapal penyeberangan Jokotole pada superstructure diharapkan akan mengembalikan kejayaan kapal Jokotole, sedangkan proses kegiatannya juga harus memperhatikan apa keinginan dari masyarakat, memfasilitasi apa yang diinginkan masyarakat dengan melakukan kuesioner pada responden sangat berperan penting sebagai bahan pertimbangan terhadap pemodelan kapal yang akan dimodifikasi. Proses modifikasi pada superstructure kapal akan menampilkan suasana berbeda dari yang sudah ada dan sekaligus bisa digunakan untuk pariwisata di area sekitar jembatan Suramadu atau Selat Madura.
Kata kunci: Superstructure, Jembatan Suramadu, Kapal Penyeberangan
52
HUBUNGAN SUDUT STEPHULL TERHADAP HAMBATAN PADA KAPAL CEPAT M. Aqzha Sandiary Anwar, Ali Munazid, Intan Baroroh
Program Studi Teknik Perkapalan – FTIK, Universitas Hang Tuah, Surabaya [email protected]
Abstrak: Saat ini permintaan untuk desain kapal cepat semakin meningkat untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Banyaknya permintaan kapal cepat menyebabkan banyak desain kapal cepat dengan bentuk lambung yang canggih untuk mengurangi nilai hambatan sekecil-kecilnya dan meningkatkan performa kecepatan, salah satunya mendesain bentuk lambung dengan stephull.
Stephull merupakan modifikasi bentuk lambung berupa step melintang yang ditempatkan pada bawah lambung bagian midship kapal. Penggunaan stephull dapat mengurangi sudut trim sehingga stabilitas lebih stabil dan memperkecil luas permukaan basah yang dapat mengurangi nilai hambatan pada kapal cepat. Pada penelitian ini digunakan variasi stephull yang bersudut 2100, 2400, 2700, dan 3000 yang bertujuan untuk mendapatkan nilai hambatan sekecil mungkin.
Dalam penilitian ini digunakan softwere Maxsurf Resistance untuk penyelesaian masalah dari tujuan penelitian. Maxsurf Resistance merupakan softwere yang dapat memprediksi nilai tahanan dan kebutuhan daya dari sebuah desain lambung kapal. Berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan didapatkan nilai hambatan total yang dapat di perkecil hingga 8,59%, nilai ini terjadi pada kapal dengan variasi stephull sudut 3000 pada kecepatan 28 knot.
Kata kunci: stephull, planning hull, maxsurf resistance, hambatan kapal
ANALISA NILAI GERAK ROLLING PADA KASKO “U” BOTTOM, HARD CHIN BOTTOM, AKATSUKI BOTTOM PADA BENTUK BADAN KAPAL
Raja Fadli Afriyandhika dan Ali Munazid Jurusan Teknik Perkapalan, Universitas Hang Tuah Surabaya
Korespondensi, [email protected]
Abstrak: Tahap pemodelan merupakan tahapan awal dalam proses pembuatan suatu kapal.
Pembuatan kapal harus memiliki keuntungan dan kemampuan yang baik dalam hal bentuk badan kapal, stabilitas, dan fungsi kapal itu sendiri. Penentuan bentuk kasko kapal menjadi hal dasar pemikiran utama sehingga kasko kapal itu sendiri harus menghasilkan hasil dan fungsi yang tepat dalam tujuan penggunaan kapal tersebut. Bentuk kasko kapal yang dikaji dalam penelitian ini meliputi kasko “U” bottom, hard chin bottom, dan akatsuki bottom. Identifikasi nilai gerak rolling dilakukan demi mencapai stabilitas kapal yang optimal. Nilai gerak rolling diuraikan menjadi tiga, yaitu rolling duration, rolling frequency, dan rolling period. Nilai gerak rolling tersebut diuji pada bentuk model kasko kapal dengan menggunakan metode eksperimental sehingga dapat digunakan sebagai acuan lebih lanjut dalam penentuan bentuk badan kapal. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kasko “U” bottom menghasilkan rataan rolling duration sebesar 10,53 detik, rolling frequency sebesar 2,23 rad/s, dan rolling period sebesar 0.66 detik. Kemudian kasko hard chin bottom menghasilkan rataan rolling duration sebesar 4,85 detik, rolling frequency se- besar 2,19 rad/s, dan rolling period sebesar 0,57 detik. Dan kasko akatsuki bottom menghasilkan rataan rolling duration sebesar 6,21 detik, rolling frequency sebesar 2,44 rad/s, dan rolling period sebesar 0,59 detik. Dalam hal ini kasko jenis hard chin memiliki kemampuan yang lebih efektif dibanding dua bentuk kasko lainnya dalam meredam gerak rolling pada kasko kapal model.
Kata kunci: Kasko kapal, nilai gerak rolling, metode eksperimental.
53 DESAIN KAPAL AMFIBI TRICYCLE SEBAGAI SARANA TRANSPORTASI PARIWISATA
SUNGAI DI KALIMAS KOTA SURABAYA Sholeh dan Ali Munazid
Program Studi Teknik Perkapalan, Universitas Hang Tuah Surabaya Email: [email protected]
Abstrak: Kota Surabaya memiliki jumlah penduduk 3.065.000 jiwa dengan luas wilayah 350,54 km² dan memiliki banyak sungai yang menghubungkan sungai besar dan sungai kecil. Sekarang ini pihak kota surabaya sedang mengembangkan sarana wisata dengan membuat taman rekreasi dan inovasi dijalanan kota surabaya dan wisata air di sungai khususnya di sungai kalimas yang akan dijadikan objek wisata air di sepanjang area taman prestasi. Sungai kalimas memiliki dimensi panjang 15 m, lebar 20-35 m, kedalaman 0,7-1 m. Adanya pengembangan wisata tersebut dibuatlah konsep kapal amfibi tricycle dengan kapasitas penumpang kapal maksimal 6 orang penumpang. Setelah jumlah paylod didapatkan selanjutnya menentukan ukuran utama kapal dilakukan perencanaan desain dengan pembuatan rencana garis, rencana umum dan pembuatan desain 3D yang selanjutnya dilakukan perhitungan teknis yang meliputi perhitungan tahanan, pro- pulsi, stabilitas, dan perencanaan sistem transmisi kapal. Dari desain kapal amfibi tricycle dida- patkan ukuran utama dengan panjang 4 m, lebar 1,65 m, tinggi 1,85 m dan sarat kapal 0,47 m.
Kata kunci: Pariwisata, Sungai Kalimas, Tricycle, Kapal Amfibi.
STUDY PERENCANAAN PENERAPAN
ISPS (INTERNATINAL SHIP AND PORT FACILITY SECURITY) CODE PADA PELABUHAN IPPI ENDE
Vinsensius Soa Bhanda1, Minto Basuki2, Maria MargaretaZau Beu2
1 MahasiswaJurusanTeknik Perkapalan, FTMK-ITATS
2 DosenJurusanTeknikPerkapalan, FTMK-ITATS email:[email protected]
Abstrak: Tujuan penelitian ini mengetahui penerapan ISPS (The International Ship and Port Facility Security Code) untuk mengurangi risiko-risiko terhadap keamanan dan keselamatan pelabuhan. Keamanan dan keselamatan pada kapal dan fasilitas pelabuhan IPPI, Ende merupakan hal yang sangat penting bagi kunjungan kapal-kapal maupun proses bongkar muat barang pada setiap pelabuhan. Ende merupakan salah satu pelabuhan di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang belum menerapakan ISPS (The International Ship and Port Facility Security Code) untuk manajerial pelabuhan. Data untuk analisis berdasarkan data kuisioner dan data wawancara lapangan yang berkaitan dengan penerapan ISPS di pelabuhan Ippi, Kabupaten Ende di tinjau dari aspek teknis. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). Penerapan level keamanan yang direncanakan adalah level 1 (satu). Hasil analisis didapatkan bahwa langkah-langkah perlindungan keamanan dan keselamatan fasilitas pelabuhan IPPI Ende masih minimum yang harus dipelihara setiap saat. Dari hasil analisis dapat ditarik kesimpulannya adalah mening-katkan keamanan dan keselamatan fasilitas tambahan yang sesuai harus dipertahankan untuk jangka waktu yang panjang.
Kata Kunci: FMEA, ISPS, Kunjungan Kapal, Pelabuhan IPPI
54
PENGARUH MODIFIKASI BENTUK HALUAN KAPAL IKAN KM SRIMULYO TERHADAP HAMBATAN KAPAL
Alfian Kurnia dan Muhammad Riyadi
Program Studi Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hang Tuah Korespondensi, [email protected]
Abstrak: Hambatan merupakan faktor yang paling mempengaruhi dalam suatu proses pembuatan sebuah kapal. Kapal dengan model haluan yang baik akan menghasilkan efesiensi hambatan yang dihasilkan dalam beroprasinya kapal yang lebih baik. Pada tugas akhir ini akan dilakukan pengembangan bentuk haluan kapal penangkap ikan dengan melakukan beberapa variasi sudut dengan menggunakan program Computational Fluid Dynamic (CFD). Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan dengan CFD didapat nilai hambatan yang lebih kecil dibandingkan nilai hambatan model aslinya. Nilai hambatan total dari hasil modifikasi bentuk haluan didapatkan 11,648 KN. Nilai hambatan total dari model kondisi sesungguhnya adalah 12,220. Selisihnya 0,572 KN lebih kecil 4,68% hambatan totalnya dibandingkan dengan model kondisi sesungguhnya.
Kata kunci: haluan kapal, hambatan total, CFD.
PENGARUH PENGELASAN BERULANG TERHADAP LAJU KOROSI PELAT BADAN KAPAL
Teddy Fristiansyah, Tri Agung Kristiyono, Ali Azhar Program Studi Teknik Perkapalan, Universitas Hang Tuah
Jl.Arief Rahman Hakim No. 150, Surabaya 60111
Abstrak: Korosi merupakan suatu proses alamiah yang tidak dapat dihindari khususnya pada industri perkapalan, akan tetapi setidaknya korosi dapat dikendalikan mengingat dari segi keamanan, dikarenakan hampir seluruh pelat badan kapal mengunakan baja. Dalam hal ini sering dijumpai adanya pengelasan berulang pada pelat badan kapal yang berisiko menimbulkan percepatan laju korosi. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh pengelasan berulang terhadap pelat badan kapal. pada material baja. Analisis dilakukan terhadap 3 buah spesimen yang mempunyai variasi jumlah pengelasan berulang yang berbeda. Pengelasan meng- gunakan FCAW (Flux Core Arc Welding) dengan sambungan butt joint. Dengan posisi pengelasan, 2G dan 3G sebagai variasi pengelasan. Selanjutnya di lakukan pengujian dengan metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penguji mengunakan salt spray test pada pelat yang telah mengalami pengelasan berulang dengan mengacu pada standar ASTM B11-7. Data pengujian akan di analisa untuk mendapatkan hasil pengaruh pengelasan berulang terhadap laju korosi pelat badan kapal. Dari hasil analisa percobaan ini didapatkan data yaitu semakin banyaknya repair pengelasan pada pelat badan kapal akan menghasilkan laju korosi yang makin tinggi.
Kata kunci: laju korosi, pengelasan ulang, FCAW
DESAIN FIRE AND SAFETY PLAN UNTUK KAPAL RO-RO (Studi Kasus Kapal KMP. SMS SWAKARYA)
Angga Nugraha dan Didik Hardianto*
Program Studi Teknik Perkapalan, Universitas Hang Tuah Surabaya
*Korespondensi email: [email protected]
Abstrak: Masalah keselamatan pelayaran kapal RO-RO secara umum di Indonesia masih sering terabaikan karena dianggap hanya membuang waktu, hal ini ditunjukkan dengan masih tingginya angka kecelakaan kerja. Artikel ini bertujuan untuk merencanakan jalur evakuasi dan fire control plan kapal Ro-Ro dengan menggunakan Autocad 2007. Studi kasus dilakukan di KMP. SMS SWAKARYA, data yang digunakan dengan observasi dan dokumentasi. Hasil perencanaan jalur evakuasi diharapkan dapat meminimalkan korban resiko kecelakaan dan kebakaran di kapal.
Kata kunci: kapal Ro-Ro, jalur evakuasi, fire control plan.
55 PENGARUH PENEMPATAN POSISI ASIMETRIS STEP HULL
TERHADAP TAHANAN KAPAL CEPAT Mohtar Aziz, Ali munazid, Intan Baroroh
Program Studi Tekniki Perkapalan, Universitas Hang Tuah, Surabaya [email protected]
Abstrak: Meningkatnya permintaan desain kapal berkecepatan tinggi yang canggih dan efesien membuat semakin banyak pula penelitian dan perkembangan bentuk lambung kapal cepat bagian bawah (wetted surface area) yang sangat diperhatikan demi meningkatkan perfoma dan efesien kapal cepat. Dengan desain dan perhitungan yang tepat, maka kapal akan memiliki kecepatan dinas yang diingkan dengan nilai power dan tahanan serendah mungkin. Step hull merupakan salah satu dari sekian banyak penelitian dan perkembangan bentuk lambung dari kapal cepat, step hull adalah modifikasi pada bagian bawah lambung kapal yang berupa step melintang, jika dilihat dari samping bentuk lambung kapal seperti terpotong bagian bawahnya. Pada penelitian ini menggunakan step hull dengan posisi asimetris, dimana posisi step hull kanan dan kiritidak sama.
Dalam penentuan penyelesaian masalah dari tujuan penelitian ini, penulis menggunakan software maxsurf resistance dalam proses simulasi dan analisa. Maxsurf resistance sendiri adalah sebuah program computer/software yang menyediakan sarana untuk memprediksi nilai tahanan dan kebutuhan daya dari sebuah desain lambung kapal. Berdasarkan hasil simulasi dan analisa yang dilakukan dari keseluruhan model yang telah dibuat, diperoleh nilai hambatan total, trim dan daya dari keseluruhan model. Dan pada variasi F didapat penurunan nilai hambatan, trim dan daya paling rendah pada kecepatan 28 knot sebesar 6,79% untuk nilai hambatan, 12,95% untuk nilai trim dan daya 6,71% dari kapal tanpa step hull.
Kata kunci: asimetris, step hull, kapal cepat, hambatan, maxsurf resistance
56
57