• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.2 Konsep Keluarga

2.2.1 Definisi

Keluarga adalah dua orang atau lebih yang terikat oleh hubungan darah, hubungan perkawinan dan hidup dalam satu rumah tangga, saling berinteraksi dan dalam perannya masing-masing dalam menciptakan dan memelihara kebudayaan (Friedman, 2010).

Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat. Keluarga diartikan dalam pengertian kekerabatan, dimana individu-individu bersatu dalam suatu hubungan dalam perkawinan dengan menjadi orang tua. Dalam arti eksternal, anggota keluarga adalah mereka yang memiliki hubungan pribadi dan timbal balik

dalam pelaksanaan kewajiban dan dukungan yang dihasilkan dari kelahiran, adopsi atau perkawinan (Stuart, 2014).

2.2.2 Karakteristik Keluarga Sejahtera

Berdasarkan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar, psikososial, ekonomi, dan aktualisasi keluarga dalam masyarakat keluarga dikelompokkan menjadi 5 tahap yaitu sebagai berikut :

2.2.2.1 Keluar pra sejahtera

Adalah yaitu kebutuhan pengajaran agama, pangan sandang, papan dan kesehatan atau keluarga yang belum dapat memenuhi salah satu atau lebih indikator keluarga sejahteraan tahap 1.

2.2.2.2 keluara sejahtera tahap 1

Keluarga yang telah memenuhi kebutuhan dasar secara minimal serta memenuhi kebutuhan sosial psikologinya, yaitu kebutuhan pendidikan, keluarga berencana (KB), interaksi dalam keluarga, interaksi dengan lingkungan tempat tinggal dan transportasi.

2.2.2.3 keluarga sejahtera tahap 2

Keluarga telah dapat memenuhi kebutuhan secara minimal serta telah emenuhi seluruh kebutuhan untuk menabung dan memperoleh informasi.

2.2.2.4 keluarga sejahtera tahap 3

Keluarga yang telah dapat memenuhi seluruh keburuhan dasar, kebutuhan sosial psiko-sosial dan pengembangan, tetapi belum dapat memberikan

sumbangan baik internal atau keluarga, serta berfikir dengan menjadi pngurus lembaga masyarakat, yayasan sosial, keagamaan, kesenian, olahraga, pendidikan dan sebagainya.

2.2.2.5 Keluarga sejahtera tahap (plus)

Keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan baik yang bersifat dasar, sosial psikologis, pengembangan, serta telah mampu memberikan sumbangan yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

2.2.3 Struktur Keluarga

Struktur keluarga oleh Friedman dalam (Harmoko, 2012) terdiri dari bermacam-macam, diantaranya adalah :

2.2.3.1 Struktur komunikasi

Komunikasi dalam keluarga dikatakan berfungsi apabila dilakukan secara jujur, terbuka, melibatkan emosi, konflik selesai, dan ada hierarki kekuatan.

Komunikasi keluarga bagi pengirim yakin mengemukakan pesan secara jelas dan berkualitas, serta meminta dan menerima umpan baik. Penerima pesan mendengarkan pesan, memberikan umpan balik, dan valid.

2.2.3.2 Struktur peran

Serangkaian perilaku yang diharapkan sesuai posisi sosial yang diberikan.

Jadi, pada struktur peran bisa bersifat formal atau informal. Posisi atau status adalah posisi individu dalam masyarakat misal status sebagai istri / suami.

2.2.3.3 Struktur kekuatan

Kemampuan dari individu untuk mengontrol, mempengaruhi atau mengubah perilaku orang lain. Hak (Legitimate Power), ditiru (Referen Power), keahlian (Exper Power), hadiah (Reward Power), paksa (Coercive Power), dan efektif power.

2.2.3.4 Struktur nilai dan norma

1) Nilai, suatu sistem, sikap, kepercayaan yang secara sadar atau tidak dapat mempersatukan anggota keluarga.

2) Norma, pola perilaku yang baik menurut masyarakat berdasarkan sistem nilai dalam keluarga.

3) Budaya, kumpulan dari perilaku yang dapat dipelajari, dibagi dan ditularkan dengan tujuan untuk menyelesaikan masalah.

Adapun Struktur Keluarga Lainnya :

1) Patrilineal adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.

2) Matrilineal adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu.

3) Patrilokal adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami.

4) Matrilokal adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri.

5) Keluarga kawin adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga, dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suami atau istri.

2.2.4 Tipe atau Bentuk Keluarga

Secara umum pembagian tipe keluarga dapat dikelompokkan sebagai berikut 2.2.4.1 Tradisional

1) Nucclear Family

Keluarga inti ayah, ibu, anak tinggal dalam satu rumah ditetapkan oleh sanksi- sanksi legal dalam suatu ikatan perkawinan, satu atau keduanya dapat bekerja di luar rumah.

2) Extended Family (Keluarga Besar)

Merupakan keluarga inti ditambah anggota keluarga lain yang masih mempunyai hubungan darah (kakek, nenek, paman-bibi).

3) Reconstituted Nuclear

Pembentukan baru keluarga inti dengan pernikahan kembali pasangan.

Tinggal serumah dengan anak-anaknya, baik akibat perkawinan lama ataupun perkawinan baru.

4) Niddle Age atau Aging Cauple

Suami sebagai pencari uang, istri dirumah atau kedua-duanya bekerja di rumah, anak-anak sudah meninggalkan rumah karena sekolah atau perkawinan atau meniti karier.

2.2.4.2 Non Tradisional / Modern

1) Dyadic Nuclear yaitu, suami istri yang sudah berumur dan tidak mempunyai anak yang keduanya atau salah satu bekerja diluar rumah.

2) Single Parent yaitu, satu orangtua sebagai akibat perceraian atau kematian pasangannya dan anak-anaknya dapat tinggal dirumah atau diluar rumah.

3) Dual Carrier yaitu, suami istri / keluarga orang karier dan tanpa anak.

4) Commuter Married yaitu, suami istri atau keduanya orang karier dan tinggal terpisah pada jarak tertentu, keduanya saling mencari pada waktu-waktu tertentu.

5) Single Adult yaitu, orang dewasa hidup sendiri dan tidak ada keinginan untuk kawin

6) Three Generation yaitu, tiga generasi atau lebih tinggal dalam satu rumah.

7) Institutional yaitu, anak-anak atau orang-orang dewasa tinggal dalam suatu panti-panti.

8) Comunal yaitu, satu rumah terdiri dari dua atau lebih pasangan yang monogamy dengan anak-anaknya dan bersama-sama dalam penyediaan fasilitas.

9) Group Marriage, yaitu satu perumahan terdiri dari orangtua dan keturunannya didalam satu kesatuan keluarga dan tiap individu adalah kawin dengan yang lain dan semua adalah orangtua dari anak-anak 10) Unmarried Parent and Child yaitu, ibu dan anak dimana perkawinan

tidak dikehendaki, anaknya di adopsi.

11) Cohibing Couple yaitu, dua orang atau satu pasangan yang tinggal bersama tanpa kawin.

12) Gay and Lesbian Family yaitu, keluarga yang dibentuk oleh pasangan yang berjenis kelamin sama.

2.2.5 Fungsi Keluarga

Ada beberapa fungsi yang dapat dijalankan keluarga, sebagai berikut : 2.2.5.1 Fungsi Biologis

1) Warisan.

2) Mengasuh dan membesarkan anak.

3) Memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

4) Memelihara dan merawat anggota keluarga.

5)

2.2.5.2 Fungsi Psikologis

1) Untuk kasih sayang dan cinta.

2) Merawat anggota keluarga.

3) Mempromosikan pertumbuhan pribadi anggota keluarga.

4) Memberikan identitas anggota keluarga.

2.2.5.3 Fungsi Sosialisasi

6) Mempromosikan sosialisasi pada anak-anak.

7) Terapkan standart perilaku sesuai dengan tingkat perkembangan anak.

8) Keberlanjutan nilai-nilai budaya keluarga.

2.2.5.4 Fungsi Ekonomi

1) Mencari sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

2) Mengatur penggunaan pendapatan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

3) Menabung untuk memenuhi kebutuhan masa depan keluargakeluarga, misalnya pendidikan anak, jaminan hari tua.

2.2.5.5 Fungsi pendidikan

1) Menyekolahkan anak untuk memberi pengetahun, ketempelian dan membentuk perilaku anak sesuai bakat dan minat yang dimilikinya.

2) Mempersiapkan anak-anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuhi peranannya sebagai orang dewasa.

3) Mendidik anak sesuai dengan tingat perkembangannya.

Dari berbagai fungsi diatas ada 3 fungsi pokok keluarga terhadap keluarga lainnya, yaitu :

1) Asih

Memberikan kasih sayang, perhatian, keamanan, kehangatan kepada anggota keluarga agar mereka dewasa dan berkembang sesuai dengan usia dan kebutuhannya.

2) Asah

Memenuhi kebutuhan pendidikan anak, agar siap menjadi dewasa yang mandiri dengan mempersiapkan masa depannya.

3) Asuh

Terhadap kebutuhan untuk mengasuh dan mengasuh anak agar selalu dapat menjaga kesehatannya, dan ingin tumbuh menjadi anak yang sehat.

2.2.6 Peranan Keluarga

Berikut macam-macam peranan keluarga : 2.2.6.1 Peranan ayah

Sebagai suami bagi istrinya, sebagai ayah bagi anak-anak dan sebagai pencari nafkah keluarga, sebagai pendidik, pelindung, dan penjamin keamanan,

sebagai kepala keluarga. Menjadi anggota kelompok sosial serta anggota masyarakat dan lingkungan.

2.2.6.2 Peranan ibu

Sebagai seorang istri dan ibu dari anak-anak, peran ibu adalah merawat keluarga sebagai pengaruh dan pengasuh anak-anak sebagai pelindung dan salah satu kelompok yang melakukan peran sosial, diri mereka sendiri dan sebagai anggota masyakat lingkungannya. Selain itu ibu juga dapat berperan sebagai sumber pendapatan tambahan dalam keluarganya.

2.2.6.3 Peranan anak

Anak-anak melaksanakan peranan psiko-sosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial dan spiritual.

2.2.7 Prinsip-Prinsip Perawatan Keluarga

Menurut (Setiadi dalam Rusdi, 2021), setidaknya ada sembilan prinsip yang sangat berperan dalam memberikan asuhan keperawatan keluarga. Prinsip- prinsip tersebut adalah sebagai berikut :

2.2.8.1 Fokus dari pelayanan kesehatan adalah keluarga yang disebut sebagai unit atau satu kesatuan.

2.2.8.2 Objek dan tujuan utama dari asuhan keperawatan kesehatan adalah keluarga.

2.2.8.3 Asuhan keperawatan dibutuhkan dan diberikan kepada pasien dalam rangka untuk mencapai peningkatan kesehatan keluarga.

2.2.8.4 Keluarga dilibatkan secara aktif oleh perawat. Dengan demikian, peran keluarga akan sangan terasa dan bisa membantu pasien dari sisi psikologis.

Perawat diharapkan melibatkan keluarga sejak dari awal merumuskan masalah hingga tindakan-tindakan yang perlu diambil.

2.2.8.5 Kegiatan yang bersifat promotif dan preventif lebih diutamakan, akan tidak tetap mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif.

2.2.8.6 Keluarga diharapkan mengarahkan kemampuan sumber daya keluarga secara maksimal demi kesehatan anggota keluarga.

2.2.8.7 Pemecahan masalah adalah salah satu pendekatan yang bisa digunakan oleh perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kesehatan keluarga.

2.2.8.8 Penyuluhan adalah kegiatan utama dalam memberikan asuhan keperawatan kesehatan keluarga. Setelah itu, dilakukan asuhan keperawatan kesehatan dasar atau perawatan dirumah.

2.2.8.9 Jika ada beberapa keluarga yang sedang membutuhkan perawatan kesehatan keluarga, maka pilihannya adalah keluarga yang termasuk risiko tinggi.

Dokumen terkait