• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Pembelajaran STIFIn

Dalam dokumen IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN STIFIN (Halaman 42-49)

BAB II KAJIAN TEORI

B. Konsep Pembelajaran STIFIn

Setiap individu memiliki perbedaan. Perbedaan yang dimiliki merupakan sebuah rahmat yang diberikan oleh Allah swt. kepada makhluk-Nya. Satu orang tidak selalu sama dengan orang lainnya, ia memiliki perbedaan terutama dalam kepribadian. Kepribadian setiap orang berbeda dan hampir tidak ada yang memiliki kepribadian yang sama persis dengan orang lain. Selain kepribadian, individu juga berbeda dalam kecerdasan. Di masa modern ini sudah banyak teori- teori yang membahas tentang kecerdasan. Kecerdasan memiliki arti intelegensi yaitu kesempurnaan perkembangan akal budi seperti kepandaian dan ketajaman pikiran. Menurut Howard Gardner kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan atau menciptakan sesuatu yang bernilai bagi budaya tertentu.4

Teori-teori yang sudah dikemukakan oleh para ahli terdahulu tidak banyak yang menyatukan teori kepribadian dan kecerdasan.

Kemudian konsep STIFIn menyatakan bahwa teori kepribadian dan kecerdasan saling berhubungan satu sama lain. Berikut ini adalah penjelasan tentang konsep STIFIn.

STIFIn merupakan akronim dari lima bagian otak manusia, yaitu Sensing di limbik kiri, Thinking di neokortek kiri, Intuiting di neokortek kanan, Feeling di limbik kanan dan Insting pada otak

4 Agus Efendi, Revolusi Kecerdasan Abad 21, (Bandung: Alfabeta, 2005), hlm. 81

tengah yang disebut Mesin Kecerdasan (MK).5 Dalam konsep STIFIn untuk mengetahui Mesin Kecerdasan (MK) setiap individu dilakukan tes sidik jari. Tes yang dilakukan dengan cara men-scan kesepuluh sidik jari ini akan membawa informasi tentang komposisi susunan saraf seseorang, kemudian dianalisa dan dihubungan dengan belahan otak tertentu yang dominan berperan sebagai sistem operasi dan juga mesin kecerdasan. Keutamaan sidik jari yang digunakan oleh STIFIn test adalah dapat mencerminkan bakat dan potensi yang genetik, mewajahkan mesin kecerdasan otak yang genetik sehingga membantu seseorang mengenali kemampuan genetiknya yang tidak akan berubah sepanjang hidupnya.6

Perbedaan tes STIFIn dengan tes sidik jari lain dan tes non sidik jari adalah tes sidik jari lain menyimpulkan kecerdasan dominan ditentukan berdasarkan dominasi hardware (perangkat keras) otak, sedangkan STIFIn menyimpulkan jenis kecerdasan berdasarkan sistem operasi otak. Tes lain non sidik jari lebih cenderung mengukur perilaku tampak yang bisa diukur, sehingga ada kemungkinan berubah jika di-retest.

Sidik jari juga dapat menentukan kecerdasan karena otak dan sidik jari disambungkan oleh sistem syaraf yang sama. Otak memiliki sistem syaraf dengan ‘wajah’ yang tampak pada sidik jari. Formula membaca ‘wajah’ syaraf yang ada pada sidik jari ala STIFIn yaitu dalam rangka menjawab pertanyaan sederhana: dimanakah letak belahan otak dan lapisan otak yang dominan? Belahan otak dominan

5 Brili Agung dan Dodi Rustandi, Ini Gue Banget, (Jakarta: Elex Media Komputindo, 2017), hlm. 81

6 Farid Poniman, Penjelasan Hasil Tes STIFIn Mengenali Cetak Biru Hidup Anda, (Bekasi: PT. STIFIn Finger Print. 2012), cet. ke-5, hlm. 61

menentukan jenis kecerdasan, sedangkan lapisan otak dominan menentukan kepribadian.

Dalam dunia pendidikan tentu saja sudah tidak asing dengan konsep kecerdasan atau yang biasa disebut Multiple Intelegenies yang dikemukakan oleh Howard Gardner. Adapun perbedaan STIFIn dengan Multiple Intelegencies adalah sebagai berikut:

a. STIFIn mengacu kepada kecerdasan tunggal ala Jung, yang berarti meskipun kesemua belahan otak berfungsi tetapi secara mutlak dikendalikan oleh satu belahan otak yang aktif berperan sebagai pemimpin bagi keseluruhan otak. Sedangkan pada MI setiap belahan otak dapat berfungsi secara bersamaan secara proporsional.

b. MI membagi kecerdasan menjadi 9, sedangkan pada STIFIn hanya 5. Pada STIFIn yang 9 itu adalah personaliti genetik (selanjutnya disebut PG).

c. Jika dibandingkan antara 9 PG STIFIn dengan 9 kecerdasan MI, menurut kami timbangan signifiansi ala STIFIn lebih setara.

Berikut perbandingannya:

1) Kecerdasan Interpersonal setara dengan PG tipe Fe (Soc-Q) 2) Kecerdasan Intrapersonal setara dengan PG tipe Fi (EQ) 3) Kecerdasan Logika Matematika setara dengan PG tipe Te

(LQ)

4) Kecerdasan Visual Spasial setara dengan PG tipe Ie (Spa-Q) 5) Kecerdasan Body Kinestetik setara dengan PG tipe Se (PQ) 6) Kecerdasan Verbal Linguistik setara dengan PG tipe Si

(MQ)

7) Kecerdasan Musikal, Kecerdasan Naturalis, dan Kecerdasan 8) Spiritual setara dengan PG tipe In (AQ)

Berarti 3 kecerdasan pada nomer 7 terlalu besar timbangannya, padahal masih ada 2 Jenis PG yang belum dapat tempat yaitu Ti (TQ) dan Ii (CQ). Atau pendek kata, dimana MI meletakkan kecerdasan kreatif dan kecerdasan teknis? Mungkin jawabannya melebur dalam jenis kecerdasan yang lain. Padahal menurut STIFIn mereka memiliki eksistensi sendiri yang setara dengan jenis kecerdasan yang lain.

d. Berdasarkan pengklasifiasian sebagaimana diuraikan di atas, maka bisa disimpulkan MI cenderung mengukur di hilir, sedangkan STIFIn mampu melihat asal muasal sumber di bagian hulunya.7

Selain multiple intelegencies ada juga MBTI yang merupakan salah satu tes untuk menentukan kepribadian yang dikemukakan oleh Jung. Perbedaan antara STIFIn dan MBTI adalah meski sama-sama Jungian (pengikut Jung), namun tetap memiliki perbedaan. MBTI terbagi dalam 16 jenis personaliti sedangkan STIFIn 9 personaliti.

Perbedaan pertama, ke 16 personaliti MBTI itu diukur berdasar perilaku, sedangkan STIFIn memetakan secara genetik dengan mengetahui dominasi belahan otak dan lapisan otak. Hasilnya STIFIn lebih simpel namun membagi secara distinctive (perbedaan satu dengan lainnya telak), sedangkan MBTI tumpang tindih. Perbedaan kedua, unsur Judging dan Perceiving pada MBTI berdiri sendiri padahal menurut STIFIn mereka melekat pada diagonal produksi dan organisasi sehingga tidak perlu eksis sendiri. Perbedaan ketiga, pada STIFIn fungsi introvert dan extrovert hanya sekedar drive

7 Farid Poniman, Penjelasan Hasil Tes STIFIn Mengenali Cetak Biru Hidup Anda,

hlm. 60

(pengemudi) kepada fungsi dasar sedangkan pada MBTI mereka berdiri setara dengan fungsi dasar yang lain. Perbedaan keempat, pada MBTI tidak mengakui adanya fungsi dasar Insting (In).8

2. Sejarah Singkat STIFIn

Sejarah perjalanan konsep STIFIn dimulai tahun 1999 ketika Farid Poniman bersama Indrawan Nugroho dan Jamil Azzaini mendirikan lembaga training Kubik Leadership. Lembaga training tersebut dahulu memetakan peserta training sesuai dengan jenis kecerdasannya. Sebagai konsep, STIFIn kala itu dapat dikatakan masih embrio. Perbaikan konsep senantiasa dilakukan seiring dengan berkembangnya penyelenggaraan training Kubik Leadership. Namun kala itu hipotesisnya sudah matang dan kukuh bahwa manusia memiliki kecerdasan genetik.

Pergulatan intelektual dan penyempurnaan terus dilakukan oleh Farid Poniman sebelum terbitnya buku DNA SuksesMulia yang akhirnya berujung pada penemuan kecerdasan kelima yakni Instinc (In). Sekarang STIFIn sudah final dengan 5 mesin kecerdasan dan 9 personal genetik.9 5 mesin kecerdasan tersebut adalah Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting. Sedangkan 9 personal genetiknya merupakan mesin kecerdasan ditambahi dengan drive yaitu introvert dan ekstrovert kecuali mesin kecerdasan insting sehingga menjadi Sensing introvert (Si), Sensing extrovert (Se), Thinking introvert(Ti), Thinking extrovert(Te), Intuiting introvert(Ii),

8 Farid Poniman, Penjelasan Hasil Tes STIFIn Mengenali Cetak Biru Hidup Anda,

hlm. 61

9 Farid Poniman, Konsep Palugada (Apa Lu Mau Gua Ada), (Jakarta: STIFIn Institute, 2013), cet ke-2, hlm. 1

Intuiting extrovert(Ie), Feeling introvert(Fi), Feeling extrovert(Fe) dan Insting (In).

Maksud dari introvert (i kecil) adalah kemudi kecerdasan yang mengarahkan kecerdasan dari dalam keluar sedangkan extrovert (e kecil) adalah kemudi kecerdasan yang mengarahkan kecerdasan dari luar ke dalam. Sesungguhnya i dan e kecil memang berbeda dengan I dan E besar atau introvert dan extrovert dalam ranah psikologi. Introvert (I besar) artinya kepribadian yang cenderung pendiam, mengurung diri dan pemurung sehingga cenderung dianggap sebagai sifat negative oleh psikolog, sedangkan Extrovert (E besar) artinya kepribadian yang ebih terbuka, mingle, outgoing dan lebih percaya diri sehingga oleh psikolog dianggap cenderung sebagai sifat positif. Berbeda halnya dengan i-e kecil keduanya positif. Selain itu i-e kecil adalah genetic dan tidak akan pernah berubah sepanjang hidup, sedangkan I-E adalah kepribadian yang bisa diamatai dari luar berdasarkan perilaku dan bisa berubah-ubah sepanjang hidup seseorang. Introvert dan extrovert dengan i-e kecil dalam STIFIn disebut sebagai drive atau sebuah kemudi.

3. Pemetaan Konsep STIFIn

Konsep STIFIn memiliki perbedaan dengan konsep lain dalam menentukan dominasi otak dan kecerdasan. Konsep lain menggunakan pendekatan mengukur kapasitas perangkat keras otak.

Menurut konsep tersebut jika terdapat belahan otak yang memiliki kapasitas paling besar maka belahan itu dianggap sebagai belahan otak dominan. Sedangkan menurut konsep STIFIn bukan yang memiliki kapasitas yang paling besar yang dominan melainkan yang kerap digunakan, paling aktif berfungsi, paling otomatis digunakan,

dan menjadi bawah sadar manusia. Konsep STIFIn menyebutnya sebagai sistem operasi otak.10

Cara menegetahui mesin kecerdasan genetik setiap individu dalam konsep STIFIn menggunakan sebuah tes, yaitu finger print test dengan cara men-scan kesepuluh sidik jari. Kaitan sidik jari dengan belahan otak sangat erat sekali. Allah telah meciptakan sidik jari setiap orang berbeda-beda bukan dengan tanpa alasan. Sidik jari berkaitan dengan saraf otak. Seperti yang dijelaskan dalam Al Qur’an yang berbunyi,

ََ

أ

َ ُب سۡ يَ

َُنٰ سني ۡ ٱ لۡ

َُه ما ظيعَ ع مۡ نََّنذل ذ أ َ ۥَ

٣

َ يي و س نَن أََٰٓ عَلَ نييريدٰ قَٰ لَ ب ََ

َُه نا ن ب ۥَ

٤َ

َ

“Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya. Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.”(Q.S. Al Qiyamah [75]:3-4)

Sidik jari yang membawa informasi tenntang komposisi susunan syaraf tersebut kemudian dianalisa dan dihubungkan dengan belahan otak tertentu yang dominan berperan sebagai sistem-operasi dan sekaligus menjadi mesin kecerdasan. Bahkan dari susunan syaraf tersebut masih dapat dipresiksi letak dominasi mesin kecerdasan ada di lapisan otak berwarna putih atau di lapisan otak berwarna abu-abu, sehingga mesin kecerdasan dikemudikan dengan du acara yang berbeda yaitu keudi introvert (i) atau kemudi ekstrovert (e). mesin kecerdasan dengan kemudi I atau e inilah yang disebut sebagai personality genetic.

10 Brili Agung dan Dodi Rustandi, Ini Gue Banget, hlm. 47

Antara lima ragam kecerdasan dapat dibedakan secara telak (distinctive). Antara dua ragam kemudi kecerdasan sebagai penentu kepribadian juga dapat dibedakan secara telak.Demikian juga perbedaan antara kecerdasan dan kepribadian juga dapat dibedakan secara telak. Bahkan menggambarkan pola hubungan diantara lima kecerdasan dan Sembilan kepribadian dapat distrukturkan secara tepat sehingga mudah dimengerti. Cara kerja dalam kepala ala kecerdasan tunggal dapat digambarkan dengan tepat mengikuti fakta keseharian cara kerja kepala yang berulang dan konsisten.

Ringkasnya konsep STIFIn dapat menggambarkan seseorang.

Penjelasan Hasil Tes STIFIn secara utuh sebagai individu berikut hubungan sosialnya, meski hanya bermodalkan informasi belahan otak dan lapisan otak yang dominan.

Dalam dokumen IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN STIFIN (Halaman 42-49)

Dokumen terkait