BAB II KAJIAN TEORI
D. Pendidikan Agama Islam
2. Sejarah Pendidikan Agama Islam
Sejarah pendidikan agama Islam dimulai pada masa Rasulullah SAW yang merupakan seorang utusan untuk menyampaikan risalah keIslaman kepada seluruh manusia hingga akhir zaman, dilanjutkan pada zaman khulafaur rasyidin, kemudian zaman bani Umayyah dan zaman dinasti Abasiyah.
Kemudian sejarah pedidikan Islam di Indonesia berawal pada zaman kerajaan Islam di Indonesia, kemudian zaman penjajahan Belanda, kemudian zaman penjajahan jepang, zaman orde baru, zaman orde lama, dan pada era reformasi. Berikut ini adalah penjelasan secara singkat dari setiap zaman dari zaman klasik sampai pendidikan Islam di Indonesia:
a. Pendidikan agama Islam zaman klassik
1) Pendidikan pada zaman Nabi Muhammad SAW
Pendidikan di zaman Rasulullah SAW baik ketika di Mekkah maupun di Madinah sudah berjalan sesuai dengan situasi dan kondisi. Hal ini dilakukan karena Rasulullah SAW sangat mementingkan masalah
pendidikan. Walaupun masih sederhana, di zaman Rasulullah sudah terdapat sistem pendidikan. Berbagai komponen pendidikan seperti visi, misi, tujuan , kurikulum, proses belajar mengajar, guru, murid sarana- prasarana, pembiayaan serta evaluasi pendidikan dan pengajaran sudah ada meskipun sifatnya masih sederhana.
Pendidikan yang dilakukan Rasululah tergolong berhasil dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari lahirnya sejumlah ulama yang mempunyai berbagai keahlian seperti tafsir, hadist, fiqih, fatwa dan lainnya dari kalangan sahabat, tersebarnya Islam ke berbagai wilayah hingga ke Indonesia, pengaruh ajaran Islam masih terus hidup dan berkembang hingga sekarang. Konsep dan praktik pendidikan yang dilakukan di zaman Rasulullah masih cukup relevan hingga saat ini . hal ini terlihat dari banyakya ahli yang menkaji tentang konsep dan praktik pendidikan yang dilakukan Rasulullah.38
2) Pendidikan pada zaman Khulafaur Rasyidin
Pendidikan di zaman Kulafaur Rasyidin secara umum masih sama keadaanya dengan pendidikan yang berlangsung di zaman Rasulullah. Hal ini terjadi karena para Khulafaur Rasyidin pada dasarnya adalah orang- orang yang mengikuti garis hidup yang sesuai dengan garis hidup yang diajarkan oleh Rasulullah.
38 Abudin Nata, Sejarah Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana, 2016), hlm. 102-103
Pendidikan yang dilakukan Khulafaur Rasyidin ada yang tergolong berhasil dan ada yang tergolong kurang berhasil. Pendidikan yang tergolong berhasil antara lain dapat dilihat dari upaya mengembalikan dan menyadarkan orang-orang yang mrmbangkang terhadap Islam, mengumpulkan, menyalin dan membukukan Al- Qur’an, serta lahirnya sejumlah ulama dari kalangan para sahabat dan tabi’in. Adapun pendidikan yang tergolong kurang berhasil antara lain ditandai dengan timbulnya pemberontakan, peperangan, bahkan pembunuhan, yang membawa perpecahan umat ke dalam kelompok yang antara satu dan lainnya hingga saat ini sulit dipertemukan.
Kelompok tersebut antara lain kelompok Sunni, Syi’ah dan Khawarij.39
3) Pendidikan pada zaman Bani Umayyah
Pendidikan di zaman Bani Umayyah sudah lebih berkembang dibandingkan pada zaman Khulafaur Rasyidin. Perkembangan pendidikan tersebut yang paling menonjol pada aspek kelembagaan dan ilmu yang diajarkan. Adapun dilihat dari segi sistemnya masih bersifat sederhana dan konvensional, dan belum dapat disamakan dengan sistem pendidikan yang berkembang saat ini. Keadaan pendidikan yang demikian itu karena dipengaruhi oleh situasi politik, sosial, dan keagamaan yang secara keseluruhan belum mendukung kegiatan pendidikan.40
39 Abudin Nata, Sejarah Pendidikan Islam, hlm. 125-126
40 Abudin Nata, Sejarah Pendidikan Islam, hlm. 142-143
4) Pendidikan pada zaman Dinasti Abasiyah
Sistem pendidikan Islam pada zaman dinasti Abasiyah tampak lebih maju, lengkap, dan kukuh dibandingkan sistem pendidikan Islam pada zaman sebelumnya. Hal ini sejalan dengan terjadinya puncak kejayaan Islam di zaman itu, dan peran pendidikan dalam mewujudkannya.
Kemajuan tersebut ditandai oleh munculnya berbagai lembaga pendidikan yang sangat beragam, tradisi ilmiah/atmosfer akademik yang amat kondusif, kurikulum pendidikan, keberadaan para guru yang memiliki bidang keahlian, reputasi dan pengaruh yang besar dan luas, sarana dan prasarana pendidikan yang lebih memadai, pembiayaan pendidikan yang mencukupi, manajemen pendidikan yang lebih rapid an tertib, serta para pelajar yang dating dari berbagai penjuru dunia.
Kemajuan sistem pendidikan yang terjadi di zaman dinasti Abasiyah telah memberikan pengaruh yang besar, tak hanya bagi umat Islam, melainkan bagi dunia pada umumnya. Keberadaan Islam benar-benar menjadi rahmat bagi seluruh alam dan umat Islam tampil sebagai adikuasa (super power) yang dihormati, disegani dan dikagumi oleh bangsa di dunia. Sistem pendidikan yang terjadi di zaman Abbasiyah telah menjadi model atau kiblat bagi pelaksanaan pendidikan yang terjadi di berbagai belahan dunia dan hingga saat ini pengaruhnya masih terasa.41
41 Abudin Nata, Sejarah Pendidikan Islam, hlm. 177-178
b. Pendidikan Agama Islam di Indonesia
1) Pendidikan pada zaman kerajaan Islam di Indonesia Islam di Indonesia mulai efektif sebagai gerakan dakwah dan pendidikan terjadi mulai abad ke-13 M. hal ini dapat diketahui dari berdirinya kerajaan Islam pertama yaitu Kerajaan Samudra Pasai pada tahun 1297 M. sebelum abad ke-13 itu Islam sudah masuk Indonesia namun dapat dikatakan belum menjadi gerakan dakwah dan pendidikan yang efektif.
Sistem pendidikan Islam yang terjadi pada zaman kerajaan Islam tersebut masih konvensional, informal, dan nonformal, namun telah memberikan sumbangan yang amat signifikan dalam menanamkan nilai-nilai ajaran Islam ke dalam jiwa, pola piker dan karakter masyarakat.
Lahirnya sejumlah ulama besar dengan karya tulis, jasa dan warisannya yang hingga saat ini masih dapat dilihat dan dibaca, merupakan salah satu bukti keberhasilan pendidikan Islam di Indonesia.42
2) Pendidikan pada zaman penjajahan Belanda
Kedatangan Belanda ke Indonesia pada mulanya untuk tujuan berdagang dan kemakmuran para pengusaha dari negaranya. Namun setelah mereka mendapatkan keuntungan yang berlimpah, dilanjutkan dengan tujuan politik dan misionaris Kristen, yaitu dengan menguasai pemerintahan Indonesia dan penyebaran agama Kristen.
Tujuan kedatangan Belanda ini selanjutnya dirumuskan dalam tiga G, yaitu Gold (emas/ekonomi), Glorious
42 Abudin Nata, Sejarah Pendidikan Islam, hlm. 271-273
(kekuasaan/kejayaan negara), dan Gospel (gereja/agama Kristen).
Keadaan pendidikan Islam di Indonesia selama masa penjajahan Belanda pada umumnya dalam keadaan memprihatinkan, sebaga akibat dari kebijakan pemerintah Belanda yang sangan diskriminatif. Pendidikan Islam yang ada di zaman Belanda sebagian besar dalam bentuk pesantren tradisional yang kurang memerhatikan ilmu modern dan keduniaan, sehingga kecil dalam bentuk madrasah yang sudah menerapkan model dan sistem pendidikan Belanda. Jumlah lembaga pendidikan tradisional ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan lembaga pendidikan madrasah.43
3) Pendidikan pada zaman penjajahan Jepang
Keadaan sistem pendidikan Islam di zaman Jepang masih sama dengan keadaan sistem pendidikan di zaman Belanda. Perbedaanya, pendidikan Islam di zaman Jepang jauh lebih leluasa dalam kiprahnya dibandingkan dengam kiprah pendidikan Islam di zaman Belanda. Di samping mendatangkan berbagai hal yang merugikan umat Islam, Jepang juga telah memberikan berbagai pengalaman dalam berorganisasi, militer dan lainnya yang amat berguna bagi kemajuan umat Islam di masa selanjutnya.44 4) Pendidikan pada zamn Orde Lama
Keadaan pendidikan Islam pada masa pemerintahan Orde Lama sudah jauh berbeda dengan keadaan pendidikan
43 Abudin Nata, Sejarah Pendidikan Islam, hlm. 295-298
44 Abudin Nata, Sejarah Pendidikan Islam, hlm. 309-310
Islam pada zaman penjajahan Belanda dan Jepang.
Pendidikan Islam tidak hanya diajarkan di madrasah dan pesantren saja, melainkan di sekolah umum juga diajarkan dan dimasukkan pendidika Islam yang didasarkan pada surat keputusan bersama antara Kementrian Agama dan Kementrian Pendidikan. Kebijakan pemerintah Orde Lama dalam bidang pendidikan Islam secara umum sudah ada, namun dalam batas yang minaml dan belum menggembirakan. Hal ini disebabkan karena masih ada kendala yang menyita perhatian pemerintah Orde Lama.45 5) Pendidikan pada zaman Orde Baru
Kondisi pendidikan Islam pada zaman Orde Baru jauh lebih berkembang dibandinkan dengan keadaan pendidikan Islam di zaman Orde Lama. Pada zaman Orde Baru, Pendidikan Islam masuk ke dalam sistem pendidikan nasional. Kemajuan pendidikan Islam di zaman Orde Baru antara lain karena adanya hubungan yang harmonis antara umat Islam dengan pemerintah, pertumbuhan ekonomi nasional yang tinggi, serta stabilitas nasional yang terkendali.46
6) Pendidikan pada era reformasi
Pemerintahan di era Reformasi telah melahirkan sejumlah sejumlah kebijakan strategis dalam bidang pendidikan yang pengaruhnnya langsung dapat dirasakan masyrakat.
Berbagai kebijakan pemerintahan era Reformasi dalam bidang pendidikan tersebut berlaku bukan hanya bagi
45 Abudin Nata, Sejarah Pendidikan Islam, hlm. 322-324
46 Abudin Nata, Sejarah Pendidikan Islam, hlm. 340-342
sekolah umum yang bernaung di bawah Kementrian Pendidikan Nasional saja, melainkan juga berlaku bagi madrasah dan perguruan tinggi agam yang bernaung di bawah kementrian Agama. Dengan demikian kesan dikotomis antara pendidikan agama dan pendidikan umum dan kesan perlakuan diskriminasi pemerintah terhadapat pendidikan agama sudah tidak tmpak lagi.47