• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN TEORETIS

B. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

fasilitator yang memberikan materi ajar yang kreatif dan inovatif agar tujuan pembelajaran dapat tercapai11.

Dalam LKPD ini berisi petunjuk langkah-langkah yang harus dikerjakan oleh siswa untuk mengerjakan suatu tugas, dan berperan membantu siswa dalam memadukan aktivitas fisik dan mental mereka selama proses pembelajaran. Selain itu, LKPD juga berperan membantu guru dalam mengarahkan siswa menemukan konsep-konsep melalui aktivitasnya sendiri. Dengan adanya LKPD diharapkan siswa dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dan menuangkan ide-ide kreatifnya baik secara perorangan maupun kelompok, mampu berpikir kritis dan menjalin kerja sama yang baik dengan anggota kelompok.

2. Fungsi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Menurut Prastowo yang dikutip oleh Neni Triana mengatakan bahwa LKPD memiliki empat fungsi yaitu sebagai berikut:

1) Bahan ajar yang bisa meminimalkan peran pendidik namun lebih mengaktifkan peserta didik.

2) Bahan ajar yang mempermudah peserta didik untuk memahami materi yang diberikan.

3) Bahan ajar yang ringkas dan kaya tugas untuk berlatih.

4) Memudahkan pelaksanakan pengajaran kepada peserta didik.12

Adapun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dapat dijadikan berbagai hal dalam pembelajaran di antaranya sebagai berikut:

11Durinta Puspasari dan Durinda Puspasari, “Development of Student Worksheet Based on Problem Based Learning in Office Management Subject”, International Journal of Educational Research Review, (2018), h. 379.

12Neni Triana, LKPD berbasis eksperimen, (DKI Jakarta: Guepedia, 2021), h.15-16.

a. Sumber belajar karena dalam LKPD terdapat lembaran yang berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik dalam proses pembelajaran, serta berisi petunjuk atau Langkah-langkah dalam menyelesaikan tugas sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator pencapaian hasil belajar yang harus dicapai yang dapat memudahkan peserta didik dalam memahami pembelajaran.

b. Learning actualy karena dalam LKPD terdapat pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan pembelajaran yang diterapkan.

c. SCR karena dalam LKPD terdapat materi ajar yang sudah dikemas sedemikian rupa, sehingga peserta didik dapat mempelajari materi ajar tersebut secara mandiri.

d. Bahan ajar multimedia karena dalam LKPD terdapat teks dan gambar yang dibuat sedemikian manarik yang disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan sehingga memotivasi peserta didik dalam belajar. 13

3. Tujuan dan Manfaat Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Menurut Andriani dikutip oleh Neni Triana menyatakan bahwa paling tidak ada tiga poin penting yang menjadi tujuan LKPD, yaitu menyajikan bahan ajar yang memudahkan peserta didik untuk berinteraksi dengan materi yang diberikan, menyajikan tugas-tugas yang meningkatkan penguasaan peserta didik terhadap materi yang diberikan, dan memudahkan pendidik dalam memberikan tugas kepada peserta didik. 14 Selain itu, penyusunan LKPD juga memiliki tujuan untuk meningkatkan aktivitas peserta didik dan mendorong keterlibatan atau aktivitas peserta didik dalam proses belajar mengajar sehingga pembelajaran tidak berpusat pada guru (teacher centered) tetapi sudah berpusat pada siswa (student centered).

13Halifah dan Adnan, “Karakteristik Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) pada SMA Biologi di Kota Makassar” (Prosiding Seminar Nasional Biologi VI), h. 292-293.

14Neni Triana, LKPD berbasis eksperimen, (DKI Jakarta: Guepedia, 2021), h.15-16.

LKPD juga bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta didik sehingga dapat membantu mengembangkan sikap ilmiahnya dan pada akhirnya memudakan guru untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran.15 Menurut Amri dikuti oleh Neni Triana manfaat LKPD yaitu mengaktifkan peserta didik, membantu peserta didik menemukan dan mengembangkan konsep, dan menjadi alternatif cara penyajian materi pelajaran yang menekankan keaktifan peserta didik serta dapat memotivasi peserta didik.16

4. Komponen-komponen Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Menurut Hendro Darmodjo dan Jenny R.E Kaligis yang dikutip oleh Nanda Egha Andika menyatakan bahwa pada dasarnya komponen LKPD terdiri atas tujuh hal: Judul, Petunjuk belajar, Kompetensi yang akan dicapai, Informasi pendukung, Tugas-tugas, Langkah-langkah pengerjaan tugas dan evaluasi.17

Adapun komponen yang digunakan dalam hal ini ialah informasi serta pertanyaan perintah dengan ciri-ciri: (a) Informasi hendaknya “Menginspirasi”

peserta didik untuk menjawab atau mengerjakan tugas; tidak terlalu sedikit atau kurang dan juga tidak terlalu banyak sehingga mengurangi ruang kreativitas peserta didik. (b) Pertanyaan masalah hendaknya betul-betul menuntut peserta didik menemukan cara atau strategi memecahkan masalah yang ada. (c) Pertanyaan atau perintah hendaknya merangsang peserta didik peserta didik untuk menyelidiki, menentukan, memecahkan masalah dan berimajinasi. Usahakan jumlah pertanyaan

15Nanda Egha Andika. “Pengembangan LKPD Berbasis Model Pembelajaran Curioud Note Program (CNP) Guna Meningkatkan Kemampuan Kognitif Peserta Didik SMA Kelas XI Pada Materi Keseimbangan Dinamika Rotasi”, Skripsi (Yogyakarta: Fak. Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta, (2017), h. 14-15.

16Neni Triana, LKPD berbasis eksperimen, (DKI Jakarta: Guepedia, 2021), h.16.

17Nanda Egha Andika. Pengembangan LKPD Berbasis Model Pembelajaran Curioud Note Program (CNP) Guna Meningkatkan Kemampuan Kognitif Peserta Didik SMA Kelas XI Pada Materi Keseimbangan Dinamika Rotasi”, Skripsi (Yogyakarta: Fak. Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta, (2017), h. 17.

dibatasi, misalnya 3 buah sehingga LKPD tidak menjadi beban baca bagi peserta didik. (d) Pertanyaan dapat bersifat terbuka atau membimbing.18

Dari beberapa pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa komponen- komponen LKPD meliputi judul, petunjuk kerja, KD, KI Indikator, informasi pendukung, dan tugas-tugas.

5. Syarat-syarat Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Menurut Hendro Darmodjo dan Jenny R.E Kaligis yang dikutip oleh Nanda Egha Andika mengatakan bahwa proses pembuatan LKPD yang baik seharusnya memenuhi persyaratan yaitu syarat didaktif, syarat konstruksi, dan syarat teknis19.

1) Syarat Didaktik

Adapun syarat didaktik ialah syarat yang mengikuti asas-asas belajar mengajar efektif yaitu:

1) Penyusunan LKPD harus memperhatikan adanya perbedaan individual sehingga mengasilkan LKPD yang baik yang dapat digunakan oleh peserta didik yang lamban maupun yang pandai.

2) Menemukan konsep-konsep bukan alat untuk memberi materi.

3) Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menggunakan media dengan baik.

4) Dapat mengembangkan kemampuan estetika pada peserta didik, pengendalian emosional, kemampuan komunikasi social, moral peserta didik.

18Ayu Wulandari, Pengembangan Perangkat Pembelajaran Tematik Berbasis Scientific Aproch pada Tema “Hidup Rukun” dengan sub tema “Hidup Rukun di Rumah” Siswa Kelas II di MI Darul Hikmah Makassar”, Skripsi, (Makassar: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, 2019) h. 17.

19Nanda Egha Andika. “Pengembangan LKPD Berbasis Model Pembelajaran Curioud Note Program (CNP) Guna Meningkatkan Kemampuan Kognitif Peserta Didik SMA Kelas XI Pada Materi Keseimbangan Dinamika Rotasi”, Skripsi (Yogyakarta: Fak. Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta, (2017), h. 16

5) Pengalaman belajarnya ditentukan oleh tujuan pengembangan pribadi peserta didik.

2) Syarat Konstruksi

Syarat konstruksi ialah syarat yang berkaitan dengan penggunan bahasa, susunan kalimat, tingkat kesungkaran dan kejelasan agar mudah dipahami oleh peserta didik.

3) Syarat Teknis 1) Tulisan

Menggambarkan huruf cetak serta tidak menggunakan huruf latin atau romawi, serta menggunakan huruf tebal dan agak besar untuk topik dan bukan huruf biasa yang diberi tanda garis bawah, tidak menggunakan lebih dari 10 kata dalam 1 baris, menggunakan bingkai untuk membedakan kalimat perintah dengan jawaban peserta didik. Serta berusaha agar perbandingan besarnya huruf dengan besarnya gambar dapat serasi.

2) Gambar

Gambar yang baik untuk LKPD ialah gambar yang dapat menyampaikan peran atau isi gambar secara efektif kepada pengguna LKPD.

3) Penampilan

Didalam LKPD terdapat gambar dan tulisan. untuk menghilangkan rasa jenuh dan bosan kepada pembaca sebaiknya penampilan LKPD harus dikombinaskan antara tulisan gambar dengan baik.

6. Jenis-Jenis Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Setiap LKPD disusun dengan materi dan tugas-tugas tertentu yang dikemas sedemikian rupa untuk tujuan tertentu. Menurut Prastowo yang dikutip oleh Neni Triana ada lima jenis LKPD yang umum digunakan oleh peserta didik yaitu: (1) LKPD penemuan yang membantu peserta didik menemukan suatu konsep, (2)

LKPD aplikatif-integratif yang membantu peserta didik menerapkan dan mengintegrasikan berbagai konsep yang telah ditemukan, (3) LKPD penemuan sebagai penuntun belajar, (4) LKPD penguatan sebagai penguatan, (5) LKPD pratikum.20

7. Langkah-langkah Menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Menurut Prastowo langkah-langkah penyusunan LKPD sebagai berikut:

a) Melakukan Analisis Kurikulum

Analisis kurikulum merupakan Langkah pertama dalam penyusunan LKPD.

Langkah ini dimaksudkan agar dapat menentukan materi-materi mana saja yang memerlukan bahan ajar LKPD. Analisis kurikulum ini dapat dilakukan dengan cara melihat materi pokok, pengalaman belajar, serta materi yang diajarkan, kemudian cermati kompetensi-kompetensi apa saja yang harus dimiliki oleh peserta didik.

b) Menyusun Peta Kebutuhan LKPD

Peta kebutuhan LKPD yang harus ditulis, sehingga LKPD yang ditulis sesuai dengan kurikulum serta kompetensi-kompetensi apa saja yang harus dikuasai peserta didik. Menganalisis kurikulum dan sumber belajar merupakan Langkah awal yang harus dilakukan dalam Menyusun peta kebutuhan LKPD, seperti menganalisis SK, KD, indikator teori singkat tentang materi sehingga dapat diketahui berapa LKPD yang dibuat.

20Neni Triana, LKPD berbasis eksperimen, (DKI Jakarta: Guepedia, 2021), h.17

c) Menentukan Judul LKPD

Judul LKPD ditentukan dari kompetensi dasar (KD), materi pokok atau pengalaman belajar yang terdapat dalam kurikulum. Satu KD dapat dijadikan sebagai judul LKPD apabila kompetensi tersebut tidak terlalu besar, namun apabila terdapat cakupan kompetensi yang besar maka dapat diuraikan ke dalam materi pokok dan maksimal empat materi pokok.

d) Penulisan LKPD

Langkah-langkah penulisan LKPD sebagai berikut:

1) Merumuskan Kompetensi Dasar

Kompetensi dasar (KD) merupakan penjabaran dari standar kompetensi (SK). SK, KD, dan indikator diturunkan dari silabus.

2) Menentukan Alat Penilaian

Alat tes yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik karena masing-masing tes memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Alat tes yang digunakan berisi tentang materi yang diajarkan.

3) Menyusun Materi

Materi LKPD dapat berupa informasi pendukung, yaitu gambaran umum atau ruang lingkup substansi yang akan dipelajari. Materi dapat diambil dari berbagai sumber, seperti buku, majalah, internet, jurnal hasil penelitian, dan sebagainya.

4) Memperhatikan Struktur LKPD

Struktur ini terdiri dari judul, petunjuk belajar, kompetensi yang akan dicapai, informasi pendukung, tugas dan Langkah kerja, serta penilaian.21

Dokumen terkait