• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

B. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian menunjukkan dimana penelitian tersebut hendak dilakukan.44 Adapun lokasi yang dijadikan objek peneliti adalah di Pondok

Pesantren Queen Assalam Desa Sumber Beras RT 05/RW 04 Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi. Lokasi tersebut dipilih dengan pertimbangan sebagai berikut:

1. Pondok Pesantren Queen Assalam di Banyuwangi merupakan salah satu pondok pesantren di Banyuwangi yang didirikan untuk memperjuangkan nasib para santri brokenhome yang terabaikan.

2. Pondok Pesantren Queen Assalam di Banyuwangi tidak hanya memberikan perlindungan kepada santri yang brokenhome, tetapi juga mengembangkan kemandirian belajar agama untuk membentuk nilai moral dan psikis para santri brokenhome.

3. Pondok Pesantren Queen Assalam di Banyuwangi menyediakan pendidikan formal dan pendidikan non-formal. Pendidikan formal terdiri dari PAUD/TK/RA, Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sedangkan pendidikan non-formal terdiri dari Madrasah Diniyah, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Tahfidul Qur’an, dan Panti Asuhan.

C. Subjek Penelitian

Pada tahap ini, peneliti akan menentukan beberapa informan sebagai subjek penelitian yaitu orang-orang yang memberikan informasi tentang masalah penelitian. Seperti Kyai Pondok Pesantren Queen Assalam, Tenaga Pendidik, dan Santri Brokenhome.

Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling ialah menentukan sekelompok subyek dengan pertimbangan tertentu yang dipandang dapat memberikan data secara maksimal terkait permasalahan penelitian dan tujuan penelitian. Teknik ini dipilih karena berdasarkan individu yang menurut pertimbangan penelitian dapat didekati.

Berdasarkan uraian diatas maka yang dijadikan subjek penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Kyai Pondok Pesantren Queen Assalam yaitu Bapak Lauhin Mahfud 2. Tenaga Pendidik Pondok Pesantren Queen Assalam

3. Santri Brokenhome D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan.45 Oleh karena itu, metode pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yaitu: Observasi, Interview atau Wawancara, dan Dokumentasi.

1. Observasi

Observasi ialah semua bentuk penerimaan data yang dilakukan dengan cara merekam kejadian, menghitungnya, mengukurnya dan mencatatnya. Metode observasi adalah suatu usaha sadar untuk

mengumpulkan data yang dilakukan secara sistematis, dengan prosedur yang terstandar.

Jenis observasi yang digunakan oleh peneliti adalah observasi partisipan. Yang dimaksud observasi partisipan ialah apabila observasi (orang yang melakukan observasi) turut ambil bagian atau berada dalam keadaan obyek yang diobservasi (observes). Dengan observasi partisipan ini, maka data yang akan diperoleh akan lebih lengkap dan tajam, da n sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang tampak.

Adapun data yang diperoleh peneliti dengan menggunakan teknik observasi adalah:

a. Mengetahui keadaan fisik Pondok Pesantren Queen Assalam Banyuwangi

b. Mengetahui aktifitas belajar santri brokenhome di Pondok Pesantren Queen Assalam Banyuwangi

c. Mengetahui peran Kyai dalam mengembangkan kemandirian belajar agama santri di Pondok Pesantren Queen Assalam Banyuwangi 2. Interview atau Wawancara

Wawancara adalah proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan dimana dua orang atau lebih bertatap muka mendengarkan secara langsung informasi-informasi atau keterangan- keterangan.

Jenis wawancara yang digunakan oleh peneliti ialah wawancara semiterstruktur jenis wawancara ini sudah termasuk dalam kategori in- dept interview, di mana dalam pelaksanaanya lebih bebas bila dibandingkan dengan wawancara terstruktur.

Tujuan dari wawancara jenis ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, di mana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat, dan ide-idenya. Dalam melakukan wawancara, peneliti perlu mendengarkan secara teliti dan mencatat apa yang di kemukakan oleh informan.46

Adapun data yang diperoleh peneliti dengan menggunakan teknik wawancara adalah:

a. Peran Kyai sebagai pendidik, pembimbing, dan Motivator dalam mengembangkan kemandirian belajar agama santri brokenhome di Pondok Pesantren Queen Assalam Banyuwangi

b. Informasi dari tenaga pendidik Pondok Pesantren Queen Assalam Banyuwangi mengenai upaya pelaksanaan pengajaran terhadap santri brokenhome

c. Pendapat santri brokenhome yang ada di Pondok Pesantren Queen Assalam Banyuwangi

3. Dokumentasi

Dokumentasi berarti upaya pengumpulan data dengan menyelidiki benda-benda tertulis.47 Dengan menggunakan teknik dokumentasi, maka peneliti akan dapat melampirkan bukti-bukti yang mendukung penelitian dengan nyata berupa paper.

Adapun data yang diperoleh dengan menggunakan teknik dokumentasi adalah:

a. Profil Pondok Pesantren Queen Assalam Banyuwangi

b. Foto pelaksanaan proses pengajaran di Pondok Pesantren Queen Assalam Banyuwangi

c. Foto kegiatan wawancara peneliti dengan sumber data Pondok Pesantren Queen Assalam Banyuwangi

5. Analisis Data

Proses analisis data dalam penelitian kualitatif di lakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama dilapangan dan selesai di lapangan.

Nasution (1988) menyatakan bahwa, analisis dimulai sejak merumuskan dan menjelaskan masalah sebelum terjun ke lapangan dan berlangsung terus sampai penulisan hasil penelitian.48

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis data yang dilakukan secara interaktif model Miles and Huberman. Mengemukakan bahwa “aktivitas dalam menganalisis data kualitatif di lakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus

47 Mundir, Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif (Jember: STAIN Jember Press, 2013), 186.

48 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2014), 245.

menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam menganalisis data yaitu: Pengumpulan Data, Kondensasi Data, Penyajian Data, Penarikan Kesimpulan.

a. Pengumpulan Data

Data yang muncul berwujud kata-kata dan bukan rangkaian angka. Data itu mungkin telah dikumpulkan dalam aneka macam (observasi, wawancara, dokumentasi), dan yang biasanya diproses kira- kira sebelum siap digunakan (melalui pencatatan, pengetikan, penyuntingan atau ahli tulis), tetapi analisis kualitatif tetap menggunakan kata-kata yang biasanya disusun kedalam teks yang diperluas.49

b. Kondensasi Data

Miles, Huberman dan Saldana mengemukakan “ data condensation refers to the process of selecting data, focussin, simplying, abstracting, and transforming the data that appear in written-up field notes or transcription. Dalam kondensasi data merujuk kepada proses seleksi memfokuskan, menyederhanakan, mengabstraki dan mentransformasikan data yang terdapat pada catatan lapangan maupun transkip.50

1) Selecting/seleksi

Pada tahap ini peneliti hanya membatasi data yang berdasarkan rumusan masalahnya yaitu: Bagaimana Peran Kyai Sebagai Pendidik Dalam Mengembangkan Kemandirian Belajar Agama Santri Brokenhome di Pondok Pesantren Queen Assalam Sumber Beras Banyuwangi, Bagaimana Peran Kyai Sebagai Pembimbing Dalam Mengembangkan Kemandirian Belajar Agama Santri Brokenhome di Pondok Pesantren Queen Assalam Sumber Beras Banyuwangi, Bagaimana Peran Kyai Sebagai Motivator Dalam Mengembangkan Kemandirian Belajar Agama Santri Brokenhome di Pondok Pesantren Queen Assalam Sumber Beras Banyuwangi.

2) Focusing

Pada tahap ini peneliti hanya membatasi data yang berdasarkan rumusan masalahnya sama seperti pada proses seleksi.

3) Abstracting

Pada tahap ini data yang terkumpul pada proses seleksi dan focussing lalu di evaluasikan.

4) Menyederhanakan dan mentransformasikan

Pada tahap ini peneliti menyederhanakan dan menstransformasikan data dalam berbagai cara, yakni melalui seleksi yang ketat, melalui ringkasan, menggolongkan data dalam satu pola yang lebih luas dan sebagainya.

c. Data display (penyajian data)

Setelah data dirangkum langkah selanjutnya adalah menyajikan data. Penyajian data ini dilakukan untuk menyajikan data-data yang berkaitan dengan fokus penelitian yaitu: Bagaimana Peran Kyai Sebagai Pendidik Dalam Mengembangkan Kemandirian Belajar Agama Santri Brokenhome di Pondok Pesantren Queen Assalam Sumber Beras Banyuwangi, Bagaimana Peran Kyai Sebagai Pembimbing Dalam Mengembangkan Kemandirian Belajar Agama Santri Brokenhome di Pondok Pesantren Queen Assalam Sumber Beras Banyuwangi, Bagaimana Peran Kyai Sebagai Motivator Dalam Mengembangkan Kemandirian Belajar Agama Santri Brokenhome di Pondok Pesantren Queen Assalam Sumber Beras Banyuwangi.

Penyajian data dalam penelitian ini meliputi menyajikan hasil wawancara yang telah direkam dan telah disalin dalam bentuk tulisan.

Dari hasil penyajian data, baik wawancara, dokumen, maupun observasi dilakukan analisis. Selanjutnya, disimpulkan bahwa ada data temuan dari ketiga data tersebut, sehingga mampu menjawab permasalahan dalam penelitian ini.

d. Penarikan kesimpulan atau verifikasi

Yaitu penarikan kesimpulan dari data yang telah dianalisis.

Pengambilan kesimpulan dalam penelitian ini yaitu dapat menjawab dari fokus penelitian yang telah dirumuskan sejak awal, yaitu:

Bagaimana Peran Kyai Sebagai Pendidik Dalam Mengembangkan

Kemandirian Belajar Agama Santri Brokenhome di Pondok Pesantren Queen Assalam Sumber Beras Banyuwangi, Bagaimana Peran Kyai Sebagai Pembimbing Dalam Mengembangkan Kemandirian Belajar Agama Santri Brokenhome di Pondok Pesantren Queen Assalam Sumber Beras Banyuwangi, Bagaimana Peran Kyai Sebagai Motivator Dalam Mengembangkan Kemandirian Belajar Agama Santri Brokenhome di Pondok Pesantren Queen Assalam Sumber Beras Banyuwangi.

6. Keabsahan Data

Dalam rangka mempermudah memahami data yang diperoleh agar data terstruktur dengan baik, rapi dan sistematis maka pengolahan data dalam beberapa tahapan menjadi sangat urgen dan signifikan. Metode pengujian data untuk mengukur kredibilitas data dalam penelitian ini menggunakan metode triangulasi data. Metode triangulasi data adalah pemeriksaan data kembali untuk mendapatkan keabsahan data yang diperoleh atau sebagai pembanding. Teknik triangulasi yang biasa digunakan adalah membandingkan dengan sumber atau data lain.

Teknik pengujian keabsahan data yang digunakan peneliti adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik.

a. Triangulasi sumber

Yaitu menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber.

Triangulasi sumber dilakukan dengan cara membandingkan kebenaran

data tertentu yang diperoleh. Data yang telah dianalisis oleh peneliti sehingga menghasilkan suatu kesimpulan selanjutnya dimintakan kesepakatan (member check) dengan sumber data tersebut.51

Adapun triangulasi sumber dari penelitian ini yaitu peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda untuk mendapatkan dari data sumber yang sama dengan cara observasi partisipasif, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk sumber data yang sama secara serempak.52

b. Triangulasi teknik

Bila dengan tiga teknik penguji kredibilitas data tersebut, menghasilkan data yang berbeda, maka peneliti melakukan diskusi lanjut kepada sumber data yang bersangkutan atau yang lainya, untuk memastikan data mana yang dianggap benar. Ataupun semuanya dianggap benar, karena sudut pandangan berbeda-beda.53

Adapun triangulasi dari penelitian ini yaitu peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam yang berbeda-beda untuk mendapatkan dari data sumber yang bebeda dengan teknik yang sama.

51 Djam’an Satori, Metode Penelitian Kualitatif (Bandung: Alfabeta, 2017), 39.

52 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kualitatif dan R&D), (Bandung:

7. Tahap-Tahap Penelitian

Adapun tahap-tahap penelitian yang peneliti lakukan ialah tahap pra-lapangan, tahap pekerjaan lapangan, dan tahap akhir penelitian (analisis data).

a. Tahap Pra-Lapangan

Ada enam kegiatan yang harus dilakukan oleh peneliti dalam tahapan ini ditambah dengan satu pertimbangan yang perlu dipahami, diantaranya:

1) Menyusun rancangan penelitian

Pada tahap ini, peneliti membuat rancangan penelitian terlebih dahulu, seperti mengumpulkan permasalahan yang dapat diangkat sebagai judul penelitian. Kemudian lanjut pada pengajuan judul sampai pembuatan latar belakang. Kemudian penyusunan matrik penelitian yang selanjutnya dikonsultasikan kepada dosen pembimbing, sampai pada penyusunan proposal hingga diseminarkan.

2) Memilih lokasi penelitian

Sebelum melakukan penelitian, peneliti harus mempertimbangkan dimana letak lokasi penelitian yang akan dilaksanakan. Lapangan penelitian yang dipilih yaitu Pondok Pesantren Queen Assalam di Banyuwangi.

3) Mengurus perizinan

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti merupakan penelitian resmi, maka peneliti harus menyertakan surat izin dari pihak akademik kepada pihak lembaga tempat penelitian.

4) Menilai keadaan lapangan

Setelah surat perizinan telah disampaikan kepada pihak lembaga dengan respon yang baik atau dengan kata lain peneliti telah diberikan izin untuk melakukan penelitian lapangan maka peneliti akan lebih mudah mengetahui latar belakang obyek penelitian, lingkungan penelitian, dan lingkungan informan. Hal ini dilakukan untuk mempermudah peneliti dalam menggali suatu data.

5) Memilih dan memanfaatkan informan

Pada tahap ini, peneliti memilih beberapa informan yang dapat memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian.

6) Menyiapkan perlengkapan penelitian

Dibagian tahap ini, peneliti harus mempersiapkan beberapa perlengkapan untuk penelitian, yaitu perlengkapan fisik, surat izin mengadakan penelitian, alat tulis, buku, perlengkapan priadi, serta perlengkapan pendukung yang akan digunakan dalam penelitian.

7) Persoalan etika penelitian

Pada tahap ini, peneliti akan berhubungan dengan orang-orang serta lingkungan sekitar tempat meneliti. Maka yang perlu diingat

dan dilakukan adalah etika peneliti saat melakukan penelitian dilokasi tersebut.

b. Tahap pekerjaan lapangan

Pada tahap ini, peneliti mulai terjun ke lokasi penelitian. Tentunya, sebelum terjun kelapangan, peneliti telah mempersiapkan beberapa perlengkapan untuk proses penelitian baik mental maupun fisiknya.

c. Tahap analisis data

Tahap analisis data merupakan tahapan terakhir dari proses penelitian yang telah dibahas pada bab sebelumnya.

BAB IV

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

A. Gambaran Obyek Penelitian

1. Sejarah Singkat Berdirinya Pondok Pesantren Queen Assalam Sumber Beras Banyuwangi

Ma’had Queen Assalam adalah sebuah pesantren salafy yang terletak di Desa Sumberberas Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi yang didirikan oleh KH. Lauhin Mahfud Siroj yang meneruskan perjuangan KH. Misbahul Munir Pendiri atau Pengasuh Ponpes Darusalam Wringinputih sekitar tahun 2000 M. Bersamaan dengan berdirinya Ma’had ini didirikan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Madrasah Diniyah Taqmiliyah Arrohmah Queen Assalam (MD) dan Madrasah Tsanawiyah Darusalam (MTs) yang telah ada sebelumnya. Keberadaan Ma’had Queen Assalam dengan perkembangannya pada tahun 2010 berdirilah sebuah lembaga pendidikan islam dan sosial Pon Pes Queen Assalam dan mendapat respon baik dari masyarakat dan para wali santri terbukti dengan meningkatnya jumlah santri setiap tahunnya.

Pondok pesantren ini bermula dari Taman Pendidikan Al- Qur’an yang bernama Jannatul Falah pada tahun 2000. Pada waktu itu yang mengaji hanya berasal dari anak-anak sekitardan di bimbing langsung oleh Gus Mahfud dan Istrinya, Bu Nyai Siti Mutmainah serta di bantu oleh pendidik tamatan pesantren yang juga berasal dari

lingkungan sekitar. Inisiatif mendirikan Pondok Pesantren yaitu ketika Gus Mahfud berjalan-jalan di pesisir pantai kota Banyuwangi, dan pada saat itu banyak sekali anak-anak kecil yang terlantar, tidak berpendidikan, tidak mengaji dan pengangguran. Dan juga banyak anak-anak yang mabuk-mabukan di depan pertigaan karena kurang mendapat kasih sayang dari orang tuanya. Dan dari situlah menginginkan untuk mendirikan suatu kelembagaan yang nantinya dapat membentuk karakter anak-anak tersebut.

Asal mula pemberian nama Pondok Pesantren, berprinsip ingin tabarukan ( ngalap barokah ) pada suatu pondok pesantren tua yang pernah menjadi tempat mondok oleh pengasuh. Queen di ambil dari nama Pondok Pesantren Queen Al Falah Plosomojo Kediri. Sedangkan Assalam diambil dari nama Darussalam, yaitu salah satu Pondok Pesantren di Blokagong Banyuwangi. Sehingga terjadilah penggabungan nama yaitu pondok Queen Assalam karena ingin menyelamatkan anak-anak yang kurang mendapat kasih sayang dari orang tuanya sesuai dengan syariat islam baik di dunia maupun di akhirat.

Mendirikan Pondok Queen Assalam, tujuan nya agar menjadi tempat bagi anak-anak TKI tinggal dan menuntut ilmu. Pondok Pesantren ini mulai di cetuskan pada bulan Mei tahun 2010, setelah mendapat respon dari Menteri Tenaga Kerja pada bulan Februari tahun 2011. Alasan di balik pendirian pondok ini karena banyak tenaga kerja

Indonesia adalah perempuan, dan saat berangkat keluar negeri sebagian besar menitipkan anak-anaknya ke anggota keluarga yang lain. Para tenaga kerja perempuan ini disebut sebagai penyelamat, bukan hanya keluarga tetapi juga orang-orang sekitarnya. Mereka membangun rumah dan menyukupi secara ekonomi. Tapi yang sering muncul adalah anak-anak mereka yang kurang kasih sayang dan perhatian. Itulah yang menjadi alasan membangun Pondok Pesantren Queen Assalam. Agar menjadi tempat anak-anak TKI pulang saat orang tuanya bekerja di luar negeri. Hal tersebut yang juga menjadi alasan pemberian nama Queen Assalam, yang berarti perempuan penyelamat.

Setelah tujuh tahun kemudian (tahun 2017 M.) berdirilah sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (Unggulan) Dengan latar Belakang karena belum siapnya santri ketika lulus dimadrsah diniah atau di MTs Darusalam sehingga pengasuh dan tokoh-tokoh masyarakat mendirikan sekolah formal SMK Queen Assalam demi kesiapan para santrinya ketika berjuang di masyarakatnya atau di daerahnya karena santri-santri yang mondok di pesantren Queen Assalam dari seluruh penjuru nusantara.

Ma’had Queen Assalam selalu berupaya meningkatkan prestasi belajar para santrinya sesuai dengan tuntutan kehidupan yang semakin mengglobal. Untuk lebih mengoptimalkan pembinaan terhadap para siswa/santri dan kemandirian madrasah pengasuh Ma’had bersama

pengelola dan dewan guru telah menjadikan kelas filial dengan SMK Darusalam Blogkagung dan mendapat surat rekomendasi Penerimaan Siswa Baru dari kepala sekolah SMK Darusalam Blogkagung tahun pelajaran 20017/2018 dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi.

Keberadaan sekolah ini mendapat sambutan yang baik.

2. Visi dan Misi Pondok Pesantren Queen Assalam Sumber Beras Banyuwangi

a. Visi

Membentuk sosok anak didik yang memiliki karakter, watak dan kepribadian dengan landasan iman dan taqwa serta nilai-nilai akhlaq yang kokoh tercermin dalam keseluruhan sikap dan perilaku sehari-hari, untuk selanjutnya memberi corak bagi pembentukan pribadi yang mandiri secara ekonomi, watak bangsa dan Rahmatallilalamin.

b. Misi

1) Melaksanakan pendidikan islam sebagai integral dari keseluruhan proses pendidikan di Pondok Pesantren.

2) Menyelenggarakan pendidikan yang mengintegrasikan aspek pengajaran, pengalaman serta pengalaman dengan membekali santri dengan ilmu-ilmu Akhlak dan ilmu-ilmu Agama yang Ahlusunnah Waljamaah.

3) Memberikan pelayanan Pendidikan Akhlakul Karimah yang berkualitas sesuai dengan era global yang tidak terlepas dari agama islam tuntunan salafussholihin.

4) Memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas dengan biaya yang terjangkau.

5) Memberikan pelatihan kerja dalam upaya untuk memberikan hasil ekonomi secara mandiri.

3. Biodata Pengasuh Pondok Pesantren Tabel 4.1

Data Diri Pengasuh Pondok Pesantren54

Nama Lengkap Ky. M. Lauhin Mahfudz, Sj Tanggal Lahir Banyuwangi, 13-12-1972 Riwayat Pendidikan MI Sumberjeruk Tamanagung

MTSN III Banyuwangi PGAN Situbondo

Ponpes Darussalam Blokagong Ponpes Al Falah Ploso Kediri

4. Lokasi Pondok Pesantren

Tabel 4.2

Lokasi Pondok Pesantren55

Luas Tanah 3300m2

Batas-Batas Utara Selatan Timur Barat

Jl. Desa Sumberberas Tanah milik Kyai Masduki Jl. Desa Wringinputih Tanah milik Bapak Mulur

5. Daftar Ustadz Pondok Pesantren Tabel 4.3

Daftar Ustadz Pondok Pesantren56

No Nama Jenis

Kelamin

Pendidikan terakhir

Materi yang diampu

01 M.LauhinMahfud LK PGAN Fiqih

02 Sunarto LK MTs Ponpes Nahwu Shorof

03 Imam Bahroni LK Mahasiswa Bahasa

04 Abdul Fatah LK MtsPonpes Akhlak

05 Ainurrahman LK MtsPonpes Sejarah

06 Siti Mufidah PR MtsPonpes Umum

6. Daftar Santri Pondok Pesantren Tabel 4.4

Daftar santri Pondok Pesantren57

Santri Putri 59

Santri Putra 53

Jumlah 112

56 Dokumentasi, 29 Maret 2019.

57 Dokumentasi, 29 Maret 2019.

7. Daftar Santri Brokenhome Tabel 4.5

Daftar Santri Brokenhome58

No Nama Umur Asal

1. Zuroidah Fitriana 15 Tahun Kedung Gebang 2. Kartiko Wisnu Wardoyo 12 Tahun Kaliboyo

3. Nanang Kusumo 12 Tahun Indramayu

4. Zunita Ayu D 16 Tahun Muncar

5. Nailata Iizal Ulya 12 Tahun Srono 6. M Anwar Saifuden 12 Tahun Papua

7. Ayu Wandira 16 Tahun Muncar

8. Abror Raka Najmudin 10 Tahun Sumberayu 9. Sabila Rizki Maulida 17 Tahun Gresik 10. Jernih Syahrijal 10 Tahun Lampung 11. Vendriq Aqiu Januarta 11 Tahun Sraten 12. Jihan Nada Tsabila 8 Tahun Ringin Putih 13. Vira Kusuma Dewi 14 Tahun Tegaldlimo

14. M Rizieq 9 Tahun Banyuwangi Kota

15. Balgis Nabila 12 Tahun Banyuwangi Kota

16. Nasri 7 Tahun Banyuwangi Kota

17. Indah Muzayanah 16 Tahun Kalipait 18. A David Sauqi Zidan 10 Tahun Kedung Gebang

19. Nur Riska 12 Tahun Gresik

20. Mastiara Hayu Oktavia 10 Tahun Gresik 21. Nabila Elinur Eriyanti 17 Tahun Gresik 22. Aima Nurul Fuadah 12 Tahun Muncar 23. Zuhairina Izatul Laili 12 Tahun Srono

24. Isabela 17 Tahun Situbondo

25. Krisna Dwi Primadani 9 Tahun Muncar 26. Ezar Hafis Al Fatoni 8 Tahun Tegaldlimo 27. Riski Nur Laila 16 Tahun Palembang 28. Lailatul Komariyah 12 Tahun Setail 29. Andika Riskina Yahya 12 Tahun Kedung Gebang 30. Nasbil Muis 12 Tahun Ringin Putih 31. Safa Salnabila

Fatmarani

11 Tahun Banyuwangi Kota

32. Imam Mahdi 17 Tahun Rogojampi

33. Zunita Ulya Sari 11 Tahun Ringin Putih 34. Bunga Intan Agustina 12 Tahun Banyuwangi Kota 35. Ibnu Balya Malkan 16 Tahun Lampung 36. Darul Mustaqim 14 Tahun Dung Ringin

37. Agung Bintoro 14 Tahun Jember

38. Moch Ulil Albab 15 Tahun Kedung Wungu 39. Zuhairina Izatul Laili 12 Tahun Srono 40. Shofia Qolbi 10 Tahun Kedung Ringin 41. Pria Agung Pujiwo 17 Tahun Purwoharjo 42. Fira Shifiana 15 Tahun Ringin Pitu 43. M Fahat Fahamsyah 10 Tahun Ringin Pitu 44. Riki Nolan Candra

Dinata

11 Tahun Genteng

45. Ines Yumi Yulianti 14 Tahun Muncar

46. Irfan Masruri 15 Tahun Palembang

47. Moch Amar Abdul Aziz 14 Tahun Ringin Pitu 48. Bunga Nur Malaika 14 Tahun Sumber Jeruk 49. Zaky Aninun Najib 16 Tahun Ringin Pitu 50. Ivadhotus Syarifah 17 Tahun Tumenggung

B. Penyajian Data dan Analisis

1. Peran Kyai Sebagai Pendidik Dalam Mengembangkan Kemandirian Belajar Agama Santri Brokenhome di Pondok Pesantren Queen Assalam Sumber Beras Banyuwangi.

Secara kultural, peranan kyai memiliki posisi yang strategis dan sentral dalam pondok pesantren dan lingkungan masyarakat. Posisi tersebut terkait dengan kedudukannya sebagai orang yang terdidik dan di segani dalam kehidupan pesantren dan kehidupan masyarakat.

Sebagai elit terdidik, Kyai selalu memberikan pengetahuan tentang wawasan keislaman kepada warga pesantren dan warga masyarakat.

Podok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam menjadi sarana yang penting dalam melakukan transfer of knowledge.

Kyai menyalurkan ilmu yang dimilikinya dengan mengajar, kyai salaf tidak hanya mengajar santri yang menuntut ilmu diPondok Pesantren yang diasuhnya saja, tetapi juga masyarakat luas lewat pengajian dan mujahadah yang diikuti oleh banyak orang. Melalui mengajar ini pula kyai mengajarkan tentang dasar-dasar ekonomi menurut islam yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadist. Mendidik disini bukan hanya secara langsung lewat kegiatan belajar mengajar tetapi juga lewat wejangan-wejangan yang di sampaikan ketika santri atau masyarakat meminta pendapat dan nasehat dari kyai,

Dokumen terkait