• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

2. Media

a. Pengertian Media

Istilah media berasal dari kata jamak medium, yang memiliki arti perantara. Selain itu, media juga diartikan sebagai sesuatu yang terletak di tengah-tengah. Maksudnya adalah suatu perantara yang menghubungkan semua pihak yang membutuhkan terjadinya suatu hubungan, dan membedakan antara media komunikasi dan alat bantu komunikasi. Dalam konteks ini erat kaitannya dengan dunia komunikasi karena memang media merupakan salah satu bentuk alat untuk menyampaikan informasi kepada orang lain. Oleh karena itu, dalam hal pembelajaran media merupakan alat yang berfungsi untuk menyampaikan informasi kepada peserta didik.20

20 Muhammad Fadlillah, Desain Pembelajaran PAUD, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2012), H. 205-206

Berdasarkan uraian di atas media adalah suatu perantara yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada peserta didik. Media ini digunakan sebagai alat bantu guru dalam menyampaikan pembelajaran kepada peserta didiknya.

AECT (Association of Education and Communication Technology) memberi batasan tentang media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Disamping sebagai sistem penyampai atau pengantar, media yang sering diganti dengan kata mediator menurut Fleming adalah penyebab atau alat yang turut campur tangan dalam dua pihak dan mendamaikannya. Dengan istilah mediator media menunjukkan fungsi atau peranannya, yaitu mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak utama dalam proses belajar siswa dan isi pelajaran. Di samping itu, mediator dapat pula mencerminkan pengertian bahwa setiap sistem pembelajaran yang melakukan peran mediasi, mulai dari guru sampai kepada peralatan paling canggih, dapat disebut media.

Ringkasnya, media adalah alat yang menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan pembelajaran. Heinich dan kawan-kawan mengemukakan istilah medium sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima. Jadi, televisi, film, foto, radio, rekaman audio, gambar yang diproyeksikan, bahan-bahan cetakan, dan sejenisnya adalah media komunikasi. Apabila media itu membawa pesan- pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut media pembelajaran.

Sejalan dengan batasan ini, Hamidjojo dalam Latuheru memberi batasan media sebagai semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebar ide, gagasan, atau pendapat sehingga ide, gagasan atau pendapat yang dikemukakan itu sampai kepada penerima yang dituju.

Berdasarkan uraian beberapa batasan tentang media di atas, berikut dikemukakan ciri-ciri umum yang terkandung pada setiap batasan itu:

1) Media pendidikan memiliki pengertian fisik yang dewasa ini dikenal sebagai hardware (perangkat keras), yaitu sesuatu benda yang dapat dilihat, didengar, atau diraba dengan pancaindera.

2) Media pendidikan memiliki pengertian nonfisik yang dikenal sebagai software (perangkat lunak), yaitu kandungan pesan yang terdapat dalam perangkat dalam perangkat keras yang merupakan isi yang ingin disampaikan kepada siswa.

3) Penekanan media pendidikan terdapat pada visual dan audio.

4) Media pendidikan memiliki pengertian alat bantu pada proses belajar baik di dalam maupun diluar kelas.

5) Media pendidikan digunakan dalam rangka komunikasi dan interaksi guru dan siswa dalam proses pembelajaran.

6) Media pendidikan dapat digunakan secara missal (misalnya: radio, televisi), kelompok besar dan kelompok (misalnya: film, slide, video, OHP), atau perorangan (misalnya: modul, komputer, radio tape/kaset, video recorder).

7) Sikap, perbuatan, organisasi, strategi, dan manajemen yang berhubungan dengan penerapan suatu ilmu.21

b. Ciri-Ciri Media

Gerlach dan Eli mengemukakan tiga ciri media yang merupakan petunjuk mengapa media digunakan dan apa-apa saja yang dapat dilakukan oleh media yang mungkin guru tidak mampu (kurang efisien) melakukannya.

1) Ciri Fiksatif (Fixative Property)

Ciri ini menggambarkan kemampuan media merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau objek. Suatu peristiwa atau objek dapat diurut dan disusun kembali dengan media seperti fotografi, video tape, audio tape, disket komputer, dan film. Suatu objek yang telah diambil gambarnya (direkam) dengan kamera atau video kamera dengan mudah dapat di reproduksi dengan mudah kapan saja diperlukan.

2) Ciri Manipulatif (Manipulative Property)

Transfortasi suatu kejadian atau objek di mungkinkan karena media memiliki ciri manipulatif. Kejadian yang memakan waktu berhari-hari dapat di sajikan kepada siswa dalam waktu dua atau tiga menit dengan teknik pengambilan gambar time-lapserecording.

Misalnya, bagaimana proses larva menjadi kepompong kemudian menjadi kupu-kupu dapat di percepat dalam teknik rekaman fotografi

21 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2010), H. 3-7

tersebut. Disamping dapat di percepat, suatu kejadian dapat pula di perlambat pada saat menayangkan kembali hasil suatu rekaman video.

Misalnya, proses loncat galah atau reaksi kimia dapat di amati melalui bantuan kemampuan manipulatif dari media.

3) Ciri Distributif (Distributive property)

Ciri distributif dari media memungkinkan suatu objek atau suatu kejadian di transfortasikan melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut di sajikan kepada sejumlah besar siswa dengan stimulus pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian itu.22

c. Fungsi dan Manfaat Media

Hamalik mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.

Levie dan Lentz mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual, yaitu: fungsi atensi, fungsi afektif, fungsi kognitif, dan fungsi kompensatoris.

1) Fungsi Atensi

Media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.

22 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, H. 12-14

2) Fungsi Afektif

Media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar.

3) Fungsi Kognitif

Media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.

4) Fungsi Kompensatoris

Media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali.

Dari uraian di atas media berfungsi untuk membangkitkan minat belajar, membangkitkan motivasi belajar, memperlancar tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam media yang digunakan.

Berbagai manfaat media pembelajaran telah dibahas oleh banyak ahli. Menurut Kemp dan Dayton meskipun telah lama disadari bahwa banyak keuntungan penggunaan media pembelajaran, penerimaannya serta pengintegrasiannya ke dalam program-program pengajaran berjalan amat lambat. Mereka mengemukakan beberapa hasil penelitian yang menunjukkan dampak positif dari penggunaan media sebagai bagian

integral pembelajaran dikelas atau sebagai cara utama pembelajaran langsung sebagai berikut:

1) Penyampaian pembelajaran menjadi lebih baku. Setiap pelajar yang melihat atau mendengar penyajian melalui media menerima pesan yang sama.

2) Pembelajaran menjadi lebih menarik. Media dapat diasosiasikan sebagai penarik perhatian dan membuat siswa tetap terjaga dan memperhatikan.

3) Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan diterapkannya teori belajar dan prinsip-prinsip psikologis yang diterima dalam hal partisipasi siswa, umpan balik dan penguatan.

4) Lama waktu pembelajaran yang diperlukan dapat dipersingkat karena kebanyakan media hanya memerlukan waktu singkat untuk mengantarkan pesan-pesan dan isi pelajaran dalam jumlah yang cukup banyak dan kemungkinannya dapat diserap oleh siswa.

5) Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan bilamana integrasi kata dan gambar sebagai media pembelajaran dapat mengkomunikasikan elemen-elemen pengetahuan dengan cara yang terorganisasi dengan baik, spesifik, dan jelas.

6) Pembelajaran dapat diberikan kapan dan dimana diinginkan atau diperlukan terutama jika media pembelajaran dirancang untuk penggunaan secara individu.

7) Sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan terhadap proses belajar dapat ditingkatkan.

8) Peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positif. Beban guru untuk penjelasan yang berulang-ulang mengenai isi pelajaran dapat dikurangi bahkan dihilangkan sehingga ia dapat memusatkan perhatian kepada aspek penting lain dalam proses belajar mengajar, misalnya sebagai konsultan atau penasihat siswa.23

Dari uraian di atas manfaat dari media adalah membuat pembelajaran menjadi lebih menarik, lebih interaktif, dan lama waktu pembelajaran yang diperlukan dapat dipersingkat karena kebanyakan media hanya memerlukan waktu singkat untuk mengantarkan pesan-pesan dan isi pelajaran.

d. Macam-macam Media Pembelajaran Macam-macam media pembelajaran:

1) Media Audio

Media audio adalah sebuah media pembelajaran yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (pendengaran), serta hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti radio dan kaset. Dalam pendidikan anak usia dini media ini dapat digunakan untuk memutarkan sebuah cerita ataupun lagu-lagu. Melalui media ini anak diperintahkan untuk menyimak, mendengarkan atau bahkan meniru cerita atau lagu yang diputarkan. Media audio bermanfaat untuk anak

23 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, H. 15-23

dalam merangsang perkembangan imajinasi dan perkembangan bahasanya. Dengan adanya media audio memudahkan anak memahami maksud dan bahasa yang diperdengarkan oleh guru.

Sehingga anak lebih mudah untuk menirukannya. Media audio ini cocok digunakan bagi anak yang gaya belajarnya auditori.

2) Media Visual

Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indra penglihatan. Media big book merupakan salah satu contoh media visual. Dimana mengandalkan penglihatan anak untuk memperhatikan kata-kata, gambar dan warna yang terdapat dalam big book.

3) Media Audio-Visual

Media audio-visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Media ini lebih menguntungkan selain anak dapat melihat gambar dan teks anak juga dapat mendengar informasi dari media tersebut, contohnya TV.

Seels dan Glasgow menambahkan bahwa media pembelajaran dapat diklasifikasikan ke dalam dua macam, yaitu media tradisional dan media teknologi mutakhir. Penjelasannya sebagai berikut:

1) Media Tradisional

Media tradisional dapat dikelompokkan menjadi delapan jenis, yaitu: visual diam yang diproyeksikan, visual yang tidak diproyeksikan, audio, penyajian multimedia, visual dinamis yang diproyeksikan, cetak, permainan, dan realita. Visual diam yang

diproyeksikan terdiri dari: proyeksi opaque (tak tembus pandang), proyeksi overhead, slides, dan film strips. Visual yang tak diproyeksikan terdiri dari: gambar, poster foto, charts, grafik, diagram pameran, papan info, papan-bulu. Audio terdiri dari: rekaman piringan pita kaset, real, cartridge. Penyajian multimedia terdiri dari: slide plus suara (tape), dan multi-image. Visual dinamis yang diproyeksikan terdiri dari: film, televisi, dan video. Cetak terdiri dari: buku teks, modul, teks terprogram, workbook, majalah ilmiah, berkala lembaran lepas (hand-out). Permainan terdiri dari: teka-teki, simulasi, dan permainan papan. Realita terdiri dari: model, specimen (contoh), dan manipulatif.

2) Media Teknologi Mutakhir

Media teknologi mutakhir meliputi dua jenis, yaitu: pertama, media berbasis telekomunikasi terdiri dari: telekonferen, dan kuliah jarak jauh. Kedua, media berbasis mikroprosesor terdiri dari:

computer-assisted instruction, permainan komputer, sistem tutor intelijen interaktif, hypermedia, dan compact (video) disc.24

e. Prinsip-Prinsip Penggunaan Media Pembelajaran

Ada beberapa prinsip dalam penggunaan media pembelajaran yang perlu diperhatikan, di antaranya sebagai berikut:

24Maman Sutarman dan Asih, Manajemen Pendidikan Usia Dini, (Bandung: Pustaka Setia, 2016), H. 45

1) Penggunaan media pengajaran hendaknya dipandang sebagai bagian yang integral dari suatu sistem pengajaran bukan hanya sebagai alat bantu yang berfungsi sebagai tambahan yang digunakan bila dianggap perlu dan hanya dimanfaatkan sewaktu-waktu dibutuhkan.

2) Media pengajaran hendaknya dipandang sebagai sumber belajar yang digunakan dalam usaha memecahkan masalah yang dihadapi dalam proses belajar mengajar.

3) Guru hendaknya menguasai teknik-teknik dari suatu media pengajaran yang digunakan.

4) Guru seharusnya menghitungkan untung ruginya pemanfaatan suatu media pengajaran.

5) Penggunaan media pengajaran harus di organisasi secara sistematis bukan sembarang menggunakannya.

6) Jika sekiranya suatu pokok bahasan memerlukan lebih dari macam media, guru dapat memanfaatkan multimedia yang menguntungkan dan memperlancar proses belajar mengajar dan dapat merangsang siswa dalam belajar.25

f. Kriteria Pemilihan Media

1) Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Media dipilih berdasarkan tujuan instruksional yang telah ditetapkan yang secara umum mengacu

25Muhammad Fadlillah, Desain Pembelajaran PAUD, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2012), H. 209

kepada salah satu atau gabungan dari dua atau tiga ranah kognitif, afektif dan psikomotor.

2) Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi. Agar dapat membantu proses pembelajaran sacara afektif, media harus selaras dan sesuai dengan kebutuhan tugas pembelajaran dan kemampuan mental siswa.

3) Praktis, luwes, dan bertahan. Media yang mahal dan memakan waktu lama untuk memproduksinya bukanlah jaminan sebagai media yang terbaik. Kriteria ini menuntun para guru/instruktur untuk memilih media yang ada, mudah diperoleh, atau mudah dibuat sendiri oleh guru.

4) Guru terampil menggunakannya. Ini merupakan salah satu kriteria utama. Adapun media itu, guru harus mampu menggunakannya dalam proses pembelajaran. Nilai dan manfaat media amat ditentukan oleh guru yang menggunakannya.

5) Pengelompokkan sasaran. Media yang efektif untuk kelompok besar belum tentu sama efektifnya jika digunakan pada kelompok kecil atau perorangan. Ada media yang tepat untuk jenis kelompok besar, kelompok sedang, kelompok kecil, dan perorangan.

6) Mutu teknis. Pengembangan visual baik gambar maupun fotograf harus memenuhi teknis tertentu.26

26Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2010), H. 75-76

Dalam dokumen pengembangan media big book untuk (Halaman 37-49)

Dokumen terkait