• Tidak ada hasil yang ditemukan

Model CSE-UCLA

Dalam dokumen METODOLOGI PENELITIAN EVALUASI PROGRAM (Halaman 194-198)

Evaluasi program CSE-UCLA merupakan salah satu model evaluasi yang digunakan untuk mengevaluasi program pendidikan atau pelatihan, CSE-UCLA terdiri dari dua singkatan yaitu CSE dan UCLA.

CSE merupakan singkatan dari Center for the Study of Evaluation, sedangkan UCLA merupakan singkatan dari University of California in Los Angeles. Ciri dari model CSE-UCLA adalah adanya lima tahap yang dilakukan dalam evaluasi yaitu perencanaan, pengembangan, implementasi, hasil, dan dampak. Fernandes memberikan penjelasan tentang model CSE-UCLA menjadi empat tahapan yaitu: Needs Assessment, Program Planing, Formative Evaluation, dan Summative Program.

1. Needs Assessment

Assessment kebutuhan perlu dilakukan sebelum merencanakan suatu kebijakan program. Assessment kebutuhan dilakukan dalam kegiatan ini bermaksud untuk mengidentifikasi kebutuhan. Needs Assessment, memusatkan pada penentuan masalah hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam program, kebutuhan program, dan tujuan program.

Menurut Wirawan (2011:19) assessment kebutuhan (needs assessment) adalah mengidentifikasi dan mengukur level kebutuhan yang diperlukan dan diinginkan oleh organisasi dan masyarakat. Kebutuhan (needs) adalah ketimpangan (gaps) antara kondisi atau keadaan sekarang, dengan kata lain kebutuhan (needs) adalah kondisi yang akan mendatangkan masalah tertentu di masa yang akan datang sehingga dilaksanakannya suatu program akan dapat memperbaiki atau menghilangkan kondisi tertentu.

Dari angket yang disebarkan kepada 30 orang responden penelitian evaluasi program praktek kerja industri di SMKN 1 Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat, komponen ini dinilai melalui 14 butir pernyataan yang diberikan kepada responden. Hasil analisis data yang dilakukan menunjukkan rata-rata penilaian untuk indikator tujuan dari pelaksanaan program Prakerin pada skor 0,92 (91,67%) dengan kategori sangat baik, sedangkan untuk indikator lingkungan program Prakerin diperoleh skor 3,77 (75%) dengan kategori cukup.

Skor perolehan rata-rata dari kedua indikator untuk komponen needs assessment diperoleh skor sebesar 4,03 (81%) dengan kategori baik.

Dengan demikian komponen needs assessment terkait indikator tujuan program sangat baik sedangkan untuk lingkungan tempat Prakerin masih perlu diperhatikan dan ditingkatkan pelaksanaannya karena masih pada kategori cukup.

2. Program Planing

Worthen (1989) mendefinisikan Program Planning menurut Alkin, yang dimaksud dalam evaluasi program berkaitan dengan memberikan informasi yang akan memungkinkan peneliti untuk membuat keputusan perencanaan dalam melaksanakan suatu program, memilih diantara

alternatif keputusan pelaksanaan evaluasi yang paling efisien agar tujuan program dapat tercapai.

Program Planing, perencanaan program dievaluasi untuk mengetahui program disusun sesuai analisis kebutuhan atau tidak dengan melibatkan unsur-unsur pelaksanaan program.

Skor perolehan rata-rata dari ketujuh indikator terkait unsur- unsur pelaksanaan program Prakerin diperoleh rata-rata untuk komponen program planning diperoleh skor sebesar 3,38 (68%) dengan kategori cukup. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa komponen program planning perlu ditingkatkan dan diperhatikan pada semua unsur- unsur karena masih pada kategori cukup dan kurang.

Berkaitan dengan komponen program planning evaluasi program Prakerin SMKN 1 Lembah Melintang hasil penelitian secara kuantitatif tersebut juga diperkuat oleh data kualitatif yang peneliti lakukan dengan responden. Dalam wawancara responden mengemukakan bahwa siswa seharusnya memiliki sikap yang baik, disiplin dan inisiatif yang tinggi dalam berbaur dengan pihak DU/DI. Dalam melaksanakan suatu program butuh perencanaan yang matang terkait unsur-unsur yang ada dalam pembelajaran, salah satu bentuk pembelajaran adalah dengan praktik kerja industri dipersiapkan terhadap unsur-unsur terkait akan menentukan keberhasilan dalam Prakerin.

Dengan demikian program planning yang telah dievaluasi menyatakan bahwa hasil yang kurang dan masih perlu dilaksanakan perbaikan dan penataan dari unsur-unsur program Prakerin. Hasil evaluasi program planning pada program Prakerin ini dibutuhkan untuk memperbaiki unsur-unsur dan langkah-langkah yang akan dilaksanakan selanjutnya dalam program Prakerin.

3. Formative Evaluation

Tujuan dari dilaksanakannya evaluasi formatif adalah untuk mengetahui seberapa jauh program yang dirancang dapat berlangsung, sekaligus mengidentifikasi hambatan dalam pelaksanaan program.

Dengan demikian hambatan dan hal-hal yang menyebabkan program tidak lancar dapat diketahui, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan untuk mendukung kelancaran pencapaian tujuan program.

Komponen formative evaluation dalam penelitian evaluasi program praktek kerja industry di SMKN 1 Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat ini diteliti melalui dua indikator yaitu relevansi program dan hambatan pelaksanaan program. Menggunakan angket dengan pertanyaan yang berjumlah 11 pertanyaan. Dari hasil sebaran data diperoleh hasil untuk indikator relevansi program dengan skor 3,88 (78%) dengan kategori cukup, indikator hambatan pelaksanaan prakerin dengan skor 3,59 (72%) dengan kategori cukup.

Perolehan rata-rata dari kedua indikator diperoleh skor sebesar 3,73 (75%), dengan kategori cukup. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa komponen formative evaluation masih perlu ditingkatkan dan diperhatikan karena masih berada pada kategori cukup dalam pelaksanaannya.

Berkaitan dengan komponen formative evaluation terhadap program Prakerin siswa teknik kendaraan ringan hasil penelitian untuk indikator relevansi pelaksanaan program Prakerin diperoleh pada kategori masih cukup secara kuantitatif, kemudian juga diperkuat dan dibuktikan oleh data kualitatif, pihak siswa maupun dari guru masih terdapat kelemahan-kelemahan. Siswa dalam melaksanakan praktek masih menunggu perintah dari pembimbing dari DU/DI, sebagian dari DU/DI bisa memaklumi keadaan siswa, namun sebagian lagi terjadi pembiaran. Disinilah peran aktif pihak sekolah untuk menekan dan memberi motivasi siswa melalui guru yang diterjunkan kelapangan, guru yang ditugaskan betul-betul mempunyai kompetensi keahlian yang sesuai dengan bidang keahlian siswa.

4. Summative Program

Menurut Wirawan (2011:89) evaluasi sumatif merupakan evaluasi yang dilaksanakan pada akhir pelaksanaan program, evaluasi ini mengukur kinerja akhir dari objek evaluasi. Evaluasi sumatif dilakukan pada akhir program untuk memberi informasi kepada konsumen yang potensial tentang manfaat atau kegunaan program.

Sebuah evaluasi sumatif (kadang-kadang disebut sebagai eksternal) adalah metode menilai suatu program pada akhir kegiatan program (penjumlahan) dan fokusnya adalah pada hasil. Summative

Program, evaluasi untuk mengetahui hasil dan dampak dari program serta untuk mengetahui ketercapaian program.

Komponen Summative Evaluation yang didapat dari penelitian evaluasi program praktek kerja industry di SMKN 1 Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat dinilai melalui dua indikator yaitu hasil dan dampak pelaksanaan program Prakerin. Hasil penelitian kuantitatif untuk hasil pelaksanaan program Prakerin diperoleh skor senilai 3,89 (78%), dengan kategori cukup, sedangkan skor untuk evaluasi dampak dari pelaksanaan program Prakerin diperoleh skor sebesar 3,46 (69%) dengan kategori cukup.

Nilai perolehan rata-rata dari kedua indikator diperoleh nilai rata- rata pada skor sebesar 3,67 (73%), dengan kategori cukup. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa komponen summative evaluation, harus lebih diperhatikan dibenahi pelaksanaannya karena cukup memberikan hasil dan memiliki dampak yang cukup bagi siswa dan sekolah.

Hasil penelitian untuk indikator evaluasi hasil pelaksanaan program Prakerin yang secara kuantitatif dapat dikatakan cukup berhasil.

Prakerin dapat merubah perilaku siswa baik itu ke arah positif maupun negatif, dalam hal ini sebagian siswa cenderung berubah ke arah yang kurang baik, begitu juga dengan tingkat kedisiplinan dimana siswa sudah terbiasa berada di DU/DI yang mempunyai aturan dan tata tertib berbeda dengan sekolah. Evaluasi terhadap dampak dari program Prakerin yang dilakukan oleh siswa TKR SMKN 1 Lembah Meintang dapat diartikan bahwa pelaksanaan program Prakerin cukup memberikan dampak bagi kemajuan siswa dan sekolah meskipun kemajuan yang terlihat tidak terlalu menonjol.

Evaluasi hasil dan dampak pelaksanaan program Prakerin dapat dirasakan manfaatnya jika setelah kegiatan evaluasi perbaikan dan pembenahan dari segala unsur yang menghambat dan tidak berjalan dengan baik dapat dilaksanakan, agar tujuan program Prakerin dapat terwujud dengan lebih baik.

Dalam dokumen METODOLOGI PENELITIAN EVALUASI PROGRAM (Halaman 194-198)