Sebelum memilih sebuah pendekatan yang akan digunakan dalam desain evaluasi program, setiap peneliti evaluasi penting untuk memahami dan mengetahui dengan pasti sebuah pertanyaan, yakni:
“Mengapa melakukan evaluasi program?”. Jawabannya adalah untuk mendapatkan arah yang benar dalam meningkatkan kualitas suatu program yang dilaksanakan, untuk menentukan efektifitas suatu program baik yang telah berjalan maupun yang sedang berjalan.
Pertanyaan mengenai: “Apakah program bekerja?” atau “Apakah program tidak bekerja?”, merupakan suatu tujuan umum yang digambarkan oleh seorang peneliti evaluasi (evaluator).
Setelah jawaban sebelumnya diketahui, pertanyaan berikutnya adalah “Komponen mana dari program yang berjalan dan bagian mana
BAHASAN POKOK
Metode ini memberikan asumsi bahwa dalam menunjukkan arah atau memberi petunjuk tentang cara pengumpulan dan menganalisis data serta perpaduan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui beberapa fase proses penelitian. Mixed methods research berfokus pada pengumpulan dan analisis data serta memadukan antara data kuantitatif dan data kualitatif, baik dalam single study (penelitian tunggal) maupun series study (penelitian berseri).
Evaluasi yang dilakukan dengan metode campuran yang dengan secara sistematis mengintegrasikan dua atau lebih metode evaluasi (kualitatif dan kuantitatif) pada setiap tahap proses evaluasi yang tergambar pada kedua data kuantitatif dan kualitatif. Evaluasi dengan Metoda campuran dapat menggunakan beberapa desain.
Evaluator dapat melakukan teknik yang berbeda dalam pengumpulan data seperti observasi terstruktur, wawancara informan kunci, survei, dan review dari data sekunder yang ada. Singkatnya, evaluasi-metode campuran melibatkan integrasi sistematis berbagai jenis data, biasanya diambil dari desain yang berbeda.
yang tidak berjalan dengan efektif?”. Pertanyaan-pertanyaan yang ingin dijawab tersebut dapat diketahui melalui proses evaluasi yang di desain dengan menggunakan pendekatan evaluasi kualitatif maupun kuantitatif, atau malah menggunakan kedua pendekatan sekaligus dalam satu evaluasi program.
Brown (2012) menyatakan bahwa “Mixed methodology is a design for collecting, analyzing, and mixing both quantitative and qualitative data in a single study or series of studies to understand an evaluation problem”. Mixed Methode adalah desain yang digunakan untuk menganalisis, dan mencampurkan data baik kuantitatif dan kualitatif dalam studi tunggal atau serangkaian penelitian untuk memahami masalah evaluasi.
Schreiber (2011) Mixed method research is a composite of basic data types and methodological procedures. In a mixed method research study, the researcher collects data based on research questions that will contain numbers and non- numbers along with related methodologies categorized within a qualitative or quantitative framework. For a mixed method study to be acceptable, it must be of high quality for both methodologies as well as the integration of the two methods.
Metode campuran dalam penelitian adalah gabungan dari jenis data dasar dan prosedur metodologis. Dalam studi penelitian metode campuran, peneliti mengumpulkan data berdasarkan pertanyaan penelitian yang akan berisi angka dan non-angka bersama dengan metodologi terkait yang dikategorikan dalam kerangka kualitatif atau kuantitatif. Agar studi metode campuran dapat diterima, maka pengintegrasian kedua metodologi yang digunakan harus berkualitas tinggi integrasi dari dua metode.
Sedangkan Creswell (2009) menyatakan Mixed Methods Research A mixed methods research design is a procedure for collecting, analyzing, and
“mixing” both quantitative and qualitative methods in a single study or a series of studies to understand a research problem (Creswell & Plano Clark, 2011). The basic assumption is that the uses of both quantitative and qualitative methods, in combination, provide a better understanding of the research problem and question than either method by itself. Metode Penelitian Campuran merupakan sebuah prosedur untuk mengumpulkan, menganalisis, dan
"pencampuran" kedua metode kuantitatif dan kualitatif dalam studi tunggal atau serangkaian penelitian untuk memahami masalah penelitian (Creswell & Plano Clark, 2011). Asumsi dasarnya adalah bahwa
penggunaan kedua metode kuantitatif dan kualitatif, dalam kombinasi, memberikan pemahaman yang lebih baik tentang masalah penelitian dan pertanyaan dari metode tersebut dengan sendirinya.
Metode ini memberikan asumsi bahwa dalam menunjukkan arah atau memberi petunjuk tentang cara pengumpulan dan menganalisis data serta perpaduan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui beberapa fase proses penelitian. Mixed methods research berfokus pada pengumpulan dan analisis data serta memadukan antara data kuantitatif dan data kualitatif, baik dalam single study (penelitian tunggal) maupun series study (penelitian berseri).
Bamberger (2013) mengungkapkan bahwa “Mixed methods is an evaluation approach that involves the systematic integration of different methodologies and methods at all stages of an evaluation. The mixed methods approach normally refers to evaluation designs that combine Quantitative (QUANT) and Qualitative (QUAL) methods”. Mixed Method (metoda campuran) adalah suatu pendekatan evaluasi yang melibatkan integrasi sistematis metodologi yang berbeda pada semua tahap evaluasi.
Campuran Pendekatan metode biasanya mengacu pada desain evaluasi yang menggabungkan metode Kuantitatif (QUANT) dan metode kualitatif (QUAL). Dengan demikian Bamberger (2013) merumuskan bahwa Mixed Methode merupakan sebuah pendekatan untuk melakukan evaluasi yang sistematis dengan mengintegrasikan QUANT dan QUAL metodologi pada semua tahap evaluasi yang dilakukan.
Technical Notes Version 1 (2013) menyatakan definisi Mixed Methode
“A mixed-method evaluation systematically integrates two or more evaluation methods, potentially at every stage of the evaluation process, usually drawing on both quantitative and qualitative data. Mixed-method evaluations may use multiple designs, for example incorporating both randomized control trial experiments and case studies. They also may include different data collection techniques such as structured observations, key informant interviews, household surveys, and reviews of existing secondary data. In short, a mixed-method evaluation involves the systematic integration of different kinds of data, usually drawn from different designs. As a result, mixed-method evaluations require advanced planning and careful management at each stage of the evaluation process.
Dalam kajian khusus pada evaluasi, metode campuran merupakan suatu pendekatan dalam evaluasi yang menggabungkan dua metode “kualitatif dan kuantitatif” pada setiap tahapan penelitian, yang memungkinkan evaluator menggunakan berbagai teknik pengambilan data dan jenis data secara sistematis untuk kebutuhan evaluasi. Penelitian evaluasi yang pada dasarnya memiliki suatu Model dalam pengaplikasikannya dirancang memiliki beberapa pendekatan dalam setiap tahapan atau unsur yang dievaluasi sesuai dengan model. Oleh karena itu seorang evaluator dapat menggunakan beberapa metode penelitian dalam setiap tahapan penelitian sesuai dengan kebutuhan penelitian. Misalnya dalam evaluasi program dengan Model CIPP, evaluator dapat menggunakan pendekatan berbeda secara campuran dalam kebutuhan penelitian untuk masing-masing unsur (tahapan) sesuai dengan kebutuhannya, seperti dalam meneliti unsur konteks (conteck) digunakan pendekatan yang berbeda dengan saat menganalisis unsur input, proses dan product. Hal tersebut terkait dengan adanya pertimbangan analisis kebutuhan dan sumber daya yang dimiliki oleh evaluator. Evaluator dapat mendesain kebutuhannya sendiri sesuai dengan desain penelitian campuran. Kemudian catatan penting bagi seorang evaluator yang akan menggunakan desain Mixed Methode adalah bahwa mereka harus terlebih dahulu memahami bagaimana konsep penelitian kuantitatif dan kualitatif dilakukan.
B. Pertimbangan dan Alasan Memilih Metode Campuran (Mixed