BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Paparan Data Dan Pembahasan …
1. Kegiatan internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam upaya membangun karakter santri di Pondok Pesantren Assyafi’iyah Durisawo Ponorogo
Kegiatan internalisasi nilai-nilai Pendidikan agama Islam yang di terapkan dalam upaya membangun karakter santri yaitu pertama meningkatkan mutukualitas proses pembelajaran dan mengimplementasikan dalam kehidupan dipesantren dan membiasakan dalam setiap aktifitas santri di pondok pesantrenassyafiiyah durisawo, dan hasil pendidikan yang mengarah pada upayapembentukkan karakter dan akhlak mulia para santri.
Dalam membangun karakter memuat berbagai macam karakter yang dapat meningkatkan pengetahuan dan menginternalisasikan serta mempersonalisasikan nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujuddalam perilaku sehari-hari.
Pendidikan karakter di pondok pesantren secara sederhana dapat didefinisikakn sebagai tempat yang paling tepat untuk “pembelajaran pemahaman, penguatan, karakter dan pelaksanaan keutamaan (practice ofvirtue). Walaupun tidak semua karakter dapat dipelajari, namun terdapatbeberapa nilai-nilai karakter yang dapat diunggulkan dalam pendidikan karakterdi pondok pesantren.
Diantara beberapa nilai-nilai pendidikan karakter tersebutialah nilai religious nilai nilai keagamaan, nilai disiplin, nilai kemandirian dan nilai tanggung jawab. Oleh karena itu, pendidikan karakter di pondok pesantren mengacu pada proses penanaman nilai, berupa pemahaman-pemahaman, tata cara pelaksanan nilai-nilai karakter, serta bagaimana seorang santri memiliki kesempatan untuk dapat melatihkan nilai-nilai tersebut secara nyata.
Pembiasaan keagamaan yang diterapkan dipondok pesantren yaitu yang dapat dijadikan dasar dari pendidikan karakter yang lain. Walaupun begitu, penanaman
pendidikan karakter yang lainnya tidak bisa dikesampingkan, hanya saja penerapannya tidak sebanyak ketiga nilai-nilai karakter tersebut yang menjadi dasar pendidikan karakter dipondok pesantren.
Pondok pesantren assyafi’iyah durisawo ponorogo menerapkan nilai religius menjadi nilai yang paling utama dalam pendidikan karakter para santri. Hal tersebut berkaitan dengan tujuan pondok pesantren assyafi’iyah durisawo ponorogo yaitu mencetak generasi yang bertaqwa dan berakhlak mulia serta mencetak kader kader islam yang mampu menjalankan ibadah dengan baik, menjalankan syari’at islam dan menyebarkan syiar islam kepada masyarakat. Penanaman nillai nilai religius di pondok pesantren terfokus kepada peningkatan iman dan berakhlak yang baik.
Berikut ini hasil wawancara dengan beliau Romo KH. Samuri Yusuf sebaga pengasuh pondok pesantren, sebagai berikut:
“Di zaman modern ini bisa dilihat urgentsi terhadap generaasi muda ialah iman dan akhlak, jadi yang utama itu kita mengajarkan untuk membiasakan penerapan keimana para santri dengan pembiasaan beristiqomah dalam beribadah. Semisal kita sholat ataupun mengaji, kita tidak hanya dituntut hanya untuk mengaji tetapi juga harus terfokus kepada apa yang sudah disampaikan oleh ustadz kepada kita seperti contohnya bab akhlak, nah dari situ kita selain dibiasakan untuk bertanggung jawab melaksanakan kewajibanmengaji tetapi juga menerapkan apa yang sudah disampaikan oleh ustadz kepada kita tentang prilaku yang baik. Yang kedua ialah membangun akhlakgenerasi muda dengan menguatkan akidah, ibadah dan akhlak mulia, karena seperti yang kita tau di zaman teknologi yang semakin canggih ini, banyak contoh contoh aklak kurang baik, berita berita hoaks prilaku yang menyimpang maka pondok
pesantren durisawo memberikan kekuatan akidah ibadah dan akhlak santri agar terhindar dari akhlak yang buruk atau menyimpang”.1
Pendidikan karakter sangat tepat untuk diajarkan terhadap para santri sebagaimana pondasi yang kuat dalam kehidupan di pondok pesantren serta sebagai upaya membentuk karakter para santri dengan penanaman nilai-nilai religius untuk mencetak generasi yang bertakwa dan mempunyai akhlak yang baik. Selain itu pembiasaan positif juga dilakukan didalam pondok pesantren melalui kegiatan- kegiatan pendukung lainnya. Pembiasaaan ini menjadikan sebagai metode yang efektif dalam pembentukan karakter para santri.
Adapun Kegiatan-kegiatan pembiasaan yang wajib di lakukan para santri dilingkungan pondok pesantren Assyafi’iyah durisawo, menurut KH Samuri Yusuf diantaranya:
“Sholat wajib Berjamaah, karena Sholat berjamaah bertujuan untuk meningkatkan iman dan taqwa para santri kepada allah SWT. Kemudian jugaSholat sunnah Berjamaah, karena sholat sunnah bertujuan untuk pembiasaanpara santri dalam melakukan ibadah disamping ibadah wajib. Kemudian Tahsin Al-Qur’an: tahsin Al- Quran adalah memperbaiki atau menguatkan cara membaca Al-Qur’an, bertujuan agar para santri dalam mengaji dapat membacanya dengan baik dan benar sesuai dengan hukum ilmu Tajwid, Madrasah Diniyah, madrasah diniyah adalah lembaga pendidikan yang keseluruhan pelajarannya adalah mata pelajaran Pendidikan agama islam yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman materi ilmu agama yang diajarkan secara padat dan lengkap di pendidikan Madrasah Diniyah. Serta Rutinan Dzikir kegiatan rutinan dzikir menjadi pembiasaan para santri untukmengingat Allah SWT melalui berbagai macam bacaan dan kalimat-kalimat thayyibah yang bertujuan untuk mengingat Allah SWT, mendatangkan keridhaan Allah SWT dan dapat menentramkan hati dan pikiran.”2
Hal ini dipertegas dengan hasil wawancara dengan bapak Saiful sebagai lurah pondok sebagai berikut:
”Di pondok pesantren Assyafi’iyah durisawo ini kami selaku lurah dan dibantu oleh para pengurus telah melakukan upaya penanaman karakter religius dengan berbagai kegiatan pembiasaan, dan keteladanan dari para ustadz ustadzah, pembiasaan aklak yang baik yang dimulai dari paara santri bangun tidur hingga bangun kembali pada waktu pagi. Kegiatan pembiasaantersebut mulai dari pembiasaan penguatan
1 wawancara dengan KH. Samuri Yusuf selaku pengasuh pondok pesantren durisawo ponorogo tanggal 22 juli 2022
2 Wawancara dengan KH Samuri Yusuf selaku pengasuh ponpes Durisawo ponorogo 22 Juli 2022
keimanan, penguatan ibadah seperti sholat jamah dan sholat sunnah, Sholat tahajud (qiyamul lail), sholat dhuha, Sholat sunnah awwabin yang dilakukan setelah sholat magrib, tahsinAl-Qur’an, madrasah diniyah, ziarah kubur, rutinan zikir Ratibbul Al- Haddad dan Istighotsah, dan kami juga melakukan bimbingan-bimbingan dalam berbagai kesempatan guna membentuk kebiasaan-kebiasaan baik dalam diri para santri. Sehingga, lambat laun para santri akan terbiasa untuk melakukanhal-hal positif akhlak yang baik yang telah diajarkan dipondok dan dapat menerapkan karakter atau akhlak yang baik nanti di masyarakat”.3
Hal ini selaras dengan pemaparan kang Saiful itu, adanya pembiasaan- pembiasaan yang bersifat positif terhadap para santri, tentunya bertujuan untuk membentuk karakter para santri yang berakhlakul karimah. Namun yang terjadi di pondok pesantren assyafi’iyah durisawo selama ini, pelatihan pembiasaan ini memang perlu kesabaran ketlatenan karena kusus bagi santri yang masih baru, santri yang masih baru mondok. Mereka masih terbawa sifat dan perilaku sepertisaat mereka berada dirumah. Contoh perilakunya adalah masih lalai dalam mengerjakan sholat lima waktu, tidak mengikuti sholat secara berjamaah, berkatayang kurang sopan. Itu karena akibat dari berbagai latar belakang para santri yangheterogen pada saat masih berada dirumah.
Dalam rangka mewujudkan visi dan misinya, Pondok Pesantren Assyafi’iyah Durisawo Ponorogo yaitu mencetak generasi yang bertaqwa dan berakhakul karimah maka pondok pesantren assyafi’iyah durisawo ponorogo terus berupayauntuk dapat mencapai apa yang telah menjadi visi misinya dengan melalui berbagai metode dan kegiatan yang terprogram sedemikian rupa yang dilaksanakan secara berkelanjutan demi berkembang dan mewujudkan tujuanpondok pesantren ini.
Pendidikan karakter di pondok pesantren bisa didapatkan kapan saja, dari mulai para santri bangun sampai mereka tidur kembali, seluruh aktifitas parasantri selama berada dipondok terus dikontrol dan diawasi oleh pengasuh yangdibantu oleh pengurus harian pondok pesantren assyafi’iyah durisawo ponorogo.
3 Wawancara dengan Bapak Saiful lurah pondok Durisawo 23 juli 2022
Upaya membangun karakter para santri di pondok pesantren assyafi’iyah durisawo ponorogo ini dengan melalui metode pembiasaan. Dalam Kegiatantersebut Para santri diberikan pembiasaan dalam kemandirian dan tanggungjawab. Maka lambat laun para santri dapat beradaptasi dengan lingkunganpondok pesantren dan memahami bagaimana peranannya sebagai seorang santri yang mampu memiliki karakter kemandirian dan tanggung jawab dalamkehidupannya. Maka dari itu, santri yang telah mengamalkan menerapkan nilai - nilai Pendidikan Agama dalam kehidupannya sehari hari di pesantren banyakmengalami perubahannya dan akan terlihat secara lebih signifikan karena telah terbiasa dan menyadari akan kewajibannya tersebut.
Dari uraian diatas Kegiatan internalisasi nilai-nilai Pendidikan AgamaIslam dalam upaya membangun karakter santri di Pondok Pesantren Assyafi’iyah Durisawo Ponorogo Kegiatan internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam upaya membangun karakter santri di Pondok Pesantren Assyafi’iyah Durisawo Ponorogo diantaranya:
a. Dengan penguatan keimanan para santri.
b. Dengan penguatan ibadah parasantri diantaranya dengan sholat wajib, sholat sunnah secara berjamaah
c. Penanaman berdzikir kepada Alloh swt guna mengingat Alloh SWT agar memperoleh Ketenangan batiniahnya
d. Penanaman pembiasaan akhlak yang terpuji dalam kehidupan setiap hari di pondok pesantren assyafiiyah durisawo
e. Pemberian keteladanan yang baik dalam setiap aktifitas kegiatan dan pembiasaan prilaku terpuji di pesantren assyafiiyah durisawo ponorogo mulai dari aqidahnya keimanannya, pembiasaan dan keteladanan beribadah, dan pembiasaan serta keteladanan dalam akhlakul karimah setiap hari.
Kegiatan internalisasi yang dkembangka di lingkungan pondok pesantren diantaranya nilai-nilai ilahiyah yang menekankan pada pembentukan sikap spiritual yaitu keimanan dan ketaqwaan dan insaniyah yang menekankan pembentukan sikap sosial jujur, amanah, kontrol diri, berprasangka baik, menjaga persaudaraan, kerukunan, tawakal, adil, bersemangat menuntut ilmu, menghormati, menghargai, toleransi, bertanggung jawab, adil, berpikir kritis, kreatif, inovatif, produktif dan bekerja keras. Melalui pengetahuan dan ketrampilan/kecakapan hidup (life skills).
Upaya Pembentukan nilai karakter beragama dilakukan melalui proses pembiasaan dan keteladanan dari kyai dan paraustadz ustadzah dilingkungan pondok pesantren Assyafiiyah Durisawo Durisawo ponorogo. Pengembangan pendidikan karakter beragama di spondok pesantren ini lebih efektif manakala dilakukan dengan pendekatan kepemimpinan power strategi, pembiasaan dan keteladanan.
Nilai yang di tanamkan pada para santri yaitu nilai ilahiyah dan nilai insaniyah tersebut teraktualisasi dalam aktivitas aktivitas di pondok pesantren yaitu dalam proses kegiatan pembelajaran ngaji, kegiatan sholat berjamaah, kegiatan keagamaan dan ekstrakurikuler selama di pondok pesantren seperti Muhadhoroh, tahfidhul Qur’an, seni baca Al Qur’an atau Qori’ah, Hadroh bersholawat maupun istighosahmaupun Berdzikir membaca Tahlil bersama. Dengan penguatan keimanan para santri sebagai pondasi sebagai upaya pembentukan karakter di pondok pesantren Assyafi’iyah durisawo ponorogo diantaranya adalah:
a. Dengan pembiasaan kedisiplinan beribadah para santri diantaranya dengan sholat wajib, sholat sunnah secara berjamaah solat malam dengan di pantau oleh kyai.
b. Penanaman berdzikir kepada Alloh swt, istighosah Bersama, guna menguatkan batin untuk senantiasa mengingat Alloh SWT agar memper oleh Ketenangan batiniahnya dan kesuksesan dunia akhirat.
c. Penanaman pembiasaan akhlak mahmudah yaitu akhlak yang terpuji dalam kehidupan setiap hari di pondok pesantren assyafiiyah durisawo sebagai upaya membangun pribadi pribadi santri yang baik.
d. Pemberian keteladanan yang baik dalam setiap aktifitas kegiatan danpembiasaan prilaku terpuji di pesantren assyafiiyah durisawo ponorogo mulai dari aqidahnya keimanannya, pembiasaan dan keteladanan beribadah, dan pembiasaan serta keteladanan dalam akhlakul karimah setiap hari.
e. Pendidikan karakter di pondok pesantren assyafiiyah durisawo diterapkan dalam setiap kegiatan sehari-hari, baik di sekolah maupun di pondok. Pendidikan karakter di pondok pesantren bertujuan untuk memperbaiki karakterdan sikap santri dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan oleh pondok pesantren pun beragam, diantaranya yaitu nilai religius, nilai kemandirian, serta nilai tanggung jawab. Untuk mencapai keberhasilan pendidikan karakter, maka setiap kegiatan dan peraturan yang adadi pondok pesantren diwajibkan bagi seluruh santri. Bagi santri yang melanggarakan dikenakan sanksi.
2. Metode Internalisasi Pendidikan Agama Islam Dalam Upaya Membangun karakter Santri di pondok Durisawo Ponorogo
Metode internalisasi Pendidikan Agama Islam dalam upaya membangun karakter santri di Pondok pesantren Assyafiiyah Durisawo ponorogo yaitu dengan melalui proses pengajaran dengan menanamkan nilai kemandiriandan tanggung jawab bagi santri. Nilai-Nilai tersebut dapat dilihat dari berbagai kegiatan, serta pembiasaan dalam kehidupan santri di pondok pesantren hal ini menggunakan kurikulum yang diterapkan di pondok pesantren. Nilai kemandirian mengajarkan santri bahwasannya disamping sebagai makhluk sosialyang saling membutuhkan satu sama lain, ia juga harus dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Santri diajarkan kemandirian agar dapat
mengetahui seberapa jauh kemampuan dirinya dan dapat mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya sendiri selama berada di pondok pesantren.
Metode internalisasi Pendidikan Agama Islam yang dikembangkan di pondok Pesantren Asyafiiyah Durisawo yaitu melalui 5 tahapan yaitu perencanaan, pengorganisasian, Pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi. Pada tahap perencanaan (Planning) digali dari Kurikulum materi yang diajarkan dalam pondok Pesantren diantaranya, nilai-nilai apa yang akan dikembangkan para santrinya, kemudian tahap pengorganisasian (organizing) tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan para pengurus dan para santri, tahap pelaksanaan (actuating) dalam wujud kegiatan- kegiatan yang menjadi kebiasaan di pondok pesantren assyafiiyah Durisawo dalam kehidupan sehari- hari para santrinya. Pada tahap pelaksanaan juga dilakukan tahap pengawasan (Controlling) dari pimpinan yaitu dari pengasuh pondok pesantren atau kyai, serta ada tahap evaluasi (evaluating) pelaksanaannya yang dimulai dari ustadz- ustadz, pengurus pondok dalam memberikan penilaian terhadap tingkah laku para santrinya selama di pondok pesantren Asyafiiyah Durisawo ponorogo.
Proses pendidikan karakter menggunakan desain pengembangan secara makro dan mikro, strategi pengembangan pendidikan karakter secara makro artinya seluruh kontek perencanaan dan implementasi pengembangan nilai/karakter melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang ada di pondok pesantren dan pengembangan secara makro dapat dibagi dalam tiga tahap, yakni perencanan, pelaksanaan dan evaluasi hasil yang melibatkan orang lain maupun orang tua santri.
Santri mempunyai akhlak mulia juga sangat diharapkan memiliki pengetahuan agama yang mendalam juga memiliki sikap secara sosial dan emosional yang trkontrol atau yang baik, yang tertanam dalam diri para santri yang ditandai dengan nlilai-nilai seperti reflektif, percaya diri, mandiri, disiplin,tanggung jawab, logis, kritis, analitis, kreatif dan inovatif, hidup sehat, cinta ilmu, sabar, berhati-hati, rela berkorban,
pemberani, dapat dipercaya, jujur,menepati janji, adil, rendah hati, malu berbuat salah, pemaaf, berhati lembut, setia, bekerja keras, tekun, ulet/gigih, teliti, berinisiatif, berpikir positif, disiplin, antisipatif, inisiatif, visioner, bersahaja, bersemangat, dinamis, hemat/efisien, menghargai waktu, pengabdian/dedikatif, pengendalian diri, produktif, ramah, cinta keindahan (estetis), sportif, tabah, terbuka, tertib. Masing- masing individu santri mampu memiliki kesadaran untuk berbuat yang terbaik dan unggul, bertindak sesuai potensi dan kesadarannya dan ini merupakan realisasi perkembangan positif sebagai individu yang mempunyai intelektual, emosional,sosial, etika, dan perilaku maka desain pelaksanaannya.
Desain internalisasikan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam mengembangkan karakter santri ini dilakukan dengan pendekatan holistik, yaitu mengintegrasikan perkembangan karakter ke dalam setiap aspek kehidupan di pesantren yang dimulai dari peran orang tua, santri dan masyarakat, melalui olahhati, olah pikir, olah raga dan olah rasa, dengan pendekatan sebagaimana diungkapkan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Assyafiiyah Durisawo Romo KH.Syamuri mengatakan:
“ Desain pengembangan karakter dilakukan di pondok pesantren assyafiiyah durisawo ini 1) melalui segala pengajaran kegiatan pondok pesantren dan diatur berdasarkan sinegritas-kolaborasi hubungan antara santri, ustadz ustadzah, para Pengurus dengan Kyai dan masyarakat 2) spondok pesantren sebagai wadah Pendidikan agama dan bermasyarakat sebagai pembelajarandan pembiasaan yang tepat bagi para santri, 3) adanya jalinan kerjasama dankolaborasi antara santri pengurus dan kyai, 4) dalam proses pembelajaran nilai pengetahuan agama Islam, nilai emosional, nilai sosial, seperti keadilan, rasa hormat, menanamkan kejujuran merupakan bagian dari prosespembelajaran sehari-hari di pondok Pesantren. 5) santri santri diberikan banyak kesempatan untuk mempraktekkan prilaku moralnya melalui kegiatan-
kegiatan di pondok pesantren, 6) menanamkan kedisiplinan dan pengelolaan santri menjadi fokus dalam pemecahan masalah dibandingkan hadiah dan hukuman”.4
Dinyatakan juga oleh pengelola lurah Pesantren bapak Syaiful bahwa:
“Desain internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam pengembangan karakter siswa di Pondok Pesantren Asyafiiyah Durisawo Ponorogo dilakukan melalui Kebijakan pimpinan Pondok Pesantren dalam hal ini pengasuh pondok Pesantren, melalui manajemen pondok pesantren, kerjasama semua pihak, pembuat kebijakan pondok pesantren yaitu Kementrian Agama, kerjasama pihak pondok pesantren dengan UstadzUstadzah dan orang tua santri”5
Desain internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam melalui segala kegiatan di Pondok Pesantren dan diatur berdasarkan sinegritas-kolaborasi hubungan antara santri, ustadz ustadzah, pengurus pondok dan santri adanya jalinan kerjasama dan kolaborasi antara santri menjadi hal yang utama, dalam proses pembelajaran penanaman nilai emosional, nilai sosial, seperti keadilan, rasa hormat, menanamkan kejujuran, kedisiplinan. Semua di lakukan melalui suatu tatanan atau prosedur yang berlandaskan sesuatu norma yang berlaku di masyarakat, mulai norma agama yang bersumber dari al Qur’an hadis, norma sosial yang dibentuk komunitas masyarakat, dan semangat mewujudkan nilai- nilai normatif yang memberikan implikasi pada pengembangan pendidikan di pondok pesantren Assyafiiyah Durisawo Ponorogo.
Karakter yang dikembangkan pada santri dibentuk atas 4 elemen yaitu iman, ilmu, amal, dan sosial. Nilai-nilai dari Pendidikan Agama Islam isinya nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan membentuk nilai Spiritual, Ilmu pengetahuan dalam proses pembelajaran membentuk keilmuan tinggi, materi- materi yang diamalkan dalam kehidupan merupakan amal sholeh, dan amal sholeh yang berkaitan dengan manusia akan membentuk kecerdasan sosial. Spiritual merupakan sumber inspirasi sekaligus menjadi tujuan, spiritual ini dinyatakan dalam religius yang ditempatkan pada inti
4 Wawancara dengan KH Syamuri Yusup Pengasuh Pondok pesantren Assyafiiyah Durisawo ponorogo.Tanggal 21 Juli 2022
5 Wawancara dengan Lurah Pondok ssyafiiyah Durisawo bapak Syaiful 23 Juli 2022
karakter dan mewarnai keseluruhan karakter lain. Sementara masing-masing karakter ditempatkan di sekeliling karakter spiritual. Karakter sebagai pengikat pada cincin luar disebut SEJATI (sabar, empati Jujur, adil, tanggung Jawab, ikhlas). Sebagaimana diungkapkan salah satu guru ibu nyai Fitri selaku pengasuh pondok pesantren Durisawo menyatakan bahwa:
”Desain internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam di pondok Pesantren Assyafiiyah Durisawo ada empat tahap pertama melalui proses pembelajaransantri di pondok pesantren yaitu penginformasian nilai-nilai yang baik Keduapelaksanaan nilai- nilai yang diajarkan dengan cara membangun komunikasi antara santri dengan ustadz ustadzah serta pengurus, ketiga pembiasaan melaksanakan nilai-nilai yang diajarkan dengan kesadaran dan motivasi dari dalam diri santri semata mata mencari Ridho Alloh SWT, dan keempat pembudayaan kebiasaan yang baik dalam Lingkungan Pesantren.”6
Desain Internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam pengembangan karakter di pondok pesantren Assyafiiyah durisawo ponorogo diatas dengan melakukan transfer pengetahuan di kegiatan belajar di dalam kegiatan pembelajaran di pondok pesantren, kemudian pelaksanaan daripada nilai-nilai yang ditanamkan dan diajarkan dilanjutkan menjadi pembiasaan dan pembudayaan di pesantren. Selain itu melakukan terobosan-terobosan dengan melakukan inovasi dan strategi serta metode pembelajaran. Proses pendidikan karakter santri yang didasari dengan interaksi sosial ini diterapkan di Pondok Pesantren Assyafiiyah Durisawo Ponorogo.
Sebagaimana diungkapkan Kyai Haji Samuri Yusuf menyatakan bahwa:
“Pengembangan karakter santri dilakukan ada dua cara yaitu secara mikro dan makro. Secara mikro dengan memaksimalkan kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren penananam karakter melalui pembelajaran di pondok Pesantren, pendidikan karakter melalui harus dengan melibatkan santrisecara aktif dalam pembelajaran, mengembangkan komunikasi dan kerjasama dalam belajar, meningkatkan keberanian para santri dalam kegiatan muhadhoroh, Kemudian pembudayaan dan pembiasaan di pondok pesantren dengan kegiatan kehidupan keseharian di pesantren sebagai pembiasaan yang dilakukan secara tertib dan berkesinambungan secara terusmenerus, memaksimalkan kegiatan ekstrakurikuler dan diintegrasikan dalam kegiatan ekstrakurikuler yang ada di pondok pesantren semua ini dilakukan dengan pembiasaan
6 Wawancara dengan Ibu nyai Fitri Selaku Pengasuh Pondok Pesantren Assyafiiyah Durisawo Ponorogo tanggal 22 Juli 2022
yang dilakukan secara berulang-ulang dan disengaja dan ini dilaksanakan secara terprogram dengan kebiasaan terprogram dalam pembelajaran karakter melalui membiasakan bekerja sendiri, secara kelompok, bekerja sama, sharing dengan teman santri, saling menolong , membatu jika ada yang membutuhkan”.7
Desain internalisasi PAI dalam pengembangan karakter di pondok pesantren assyafiiyah ponorogo ada dua, yaitu secara mikro dan makro.Secara mikro dengan diintegrasikan dalam KBM, dalam kegiatan Ekstrakurikuler dan dalam manajemen sekolah. Secara makro kerjasama dukungan dari keluarga, dari masyarakat dan dari pemangku kebijakan. Semuanya dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan dan pembinaan kedisiplinan peserta didik dengan lima tahap perencanaan, pengorganisasian, tahap implementasi, pengawasan dan tahap evaluasi. Sebagaimana di ungkapkan salah satu Pengurus Ahmad Atizani :
“Kegiatan yang dapat dijadikan sebagai wadah penanaman nilai kemandirian adalah sekolah formal, Madin, dan kegiatan ekstrakulikuler sanri. Selain penanaman nilai kemandirian adapula penanaman nilai tanggung jawab. Nilai tanggung jawab yang diajarkan di pondok pesantrenassyafi’iyah durisawo ponorogo pada dasarnya dapat dilihat dalam setiap kegiatan santri. Setiap kegiatan yang ditetapkan pondok pesantreen tersebut wajib dilaksanakan oleh seluruh santri. Dengan adanya kewajiban tersebut, santri dituntut untuk dapat bertanggung jawab dalam menjalankan setiap kegiatan dan dapat menerima segala konsekuensi atassikap dan perilakunya selama menjalankan kegiatan tersebut.”8
Hal serupa juga diungkapkan kang eka pramudita sebagai pengurus keamanan:
“tanggung jawab diri kita masng-masing sebagai santri yaitu mengikuti semua kegiatan yang diwajibkan di pondok pesantren. Semisal mengikutisholat berjamaah, Ngaji, dan kegiatan lainnya, jika ada yang tidak mengikutinya tanpa izin itu akan dikenakan takzir (sanksi). Maka dari itu yang awalnya terpaksa mengikuti kegiatan lama kelamaan akan menjadikebiasaan dan dapat bertanggung jawab sebagai seorang santri”.9
Penanaman nilai-nilai karakter dalam setiap kegiatan di pondok pesantren memiliki banyak manfaat, yaitu tidak hanya manfaat saat santri belajar di pondok
2022
7 Wawancara dengan Kyai Haji Samuri Yusuf selaku pengasuh Pondok assyafiiyag Durisawo tanggal 22 Juli
8 Wawancara dengan pengurus Pondok Bapak Ati Zani tanggal 23 Juli 2022
9 Wawancara dengan pengurus putri eka pramuditya tanggal 24 juli 2022