BAB II KAJIAN PUSTAKA
D. PENELITIAN TERDAHULU
kyai sudah banyak yang memimpin rakyat untuk mengusir penjajah.Islam pada zaman penjajahan Belanda merupakan faktor nomor satubagi kelompok-kelompok suku bangsa yang tinggal berpencar-pencar
d. Masyarakat
Meskipun demikian, kyai lebih banyak menghabiskan waktunyauntuk mendidik santri daripada hal-hal lainnya
e. Keberadaan
Kyai dalam lingkungan pesantren laksana jantung bagi kehidupan manusia.
Intensitas kyai memperlihatkan perannya yang otoriter, disebabkan karena kyailah perintis, pendiri, pengelola, pengasuh, pemimpin, penanggungjawab, dan bahkan sebagai pemilik tunggal. Banyak pesantren yang mengalami kemunduran karena meninggalnya sang kyai, sementara ia tidak memiliki keturunan atau penerus untuk melanjutkan kepemimpinannya. Selain peranan-peranan tersebut, kyai juga memiliki peran penting dalam menjadikan pondok pesantren yang sesuai dengan fungsi pesantren itu sendiri,yakni sebagai transfer ilmu dan nilai agama seperti yang diterapkan oleh kebanyakan pondok pesantren pada umumnya.
alam ,disiplin, bertanggung jawab, mandiri, dan bergaya hidup sehat. Dalam penelitian disimpulkan bahwa pembentukan karakter peserta didik melalui metode pembiasaan cocok diterapkan di TK Islam Al-Azhar 39 Purwokerto, sesuai dengan perkembangan dan lingkungan anak.
2. Penelitian yang dilakukan oleh Tsalis Nurul Azizah (2017) yang berjudul
“Pembentukan Karakter Religius Berbasis Pembiasaan dan Keteladanan diSMA Sains Al-Qur’an Wahid Hasyim. Yogyakarta”.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 14 macam karakter religius yang terbentuk.
Kemudian pembentukan karakter religius berbasis pembiasaandan keteladanan yang dilakukan dengan berbagai kegiatan baik disekolah maupun diasrama. Bentuk implementasi pembentukan karakter religious peserta didik berbasis keteladanan terbagi menjadi dua yaitu keteladanan disengaja danketeladanan tidak disengaja.Dan keberhasilan pembentukan karakter religious berbasis pembiasaan dan keteladanan, telah berhasil membentuk karakter peserta didik yang religious yakni kedisiplinan, rajin mengaji, menghormati orang lain, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekolah, dan mentaati peraturan sekolah.
3. Menurut Siti Rahmah NIM. D01207187 dalam skripsinya yang berjudul “Pengaruh Kegiatan Istighosah terhadap Pembentukan Akhlak Siswa di SMP Islam Darussalam Tambak Madu Surabaya Tahun 2011” menyatakan bahwa kesimpulan yang dapat ditarik dari skripsinya menggunakan perhitungan data statistik sederhana yaitu menggunakan rumus “r” product moment yaitu sebesar 0,72 yang apabila dikonsultasikan dengan standar yang diberikan olehSugiyono, yaitu apabila besar rxy 0,70 - 0,90 maka pengaruh tersebut tergolongkuat atau tinggi. Interpretasi dengan menggunakan tabel nilai “r” : df = N – k= 90-2 = 88. Dengan memeriksa tabel nilai “r”
product moment ternyata bahwadf sebesar 88 pada taraf siknifikansi 5% diperoleh r tabel 0,205; sedangkan signifikansi 1% diperoleh r tabel 0,267. Karena pada
signifikansi 5% sama besarnya dengan, maka taraf pada signifikansi 5% hipotesis nol (H0) di tolak sedangkan hipotesis alternatif diterima, berarti bahwa hipotesis nihil (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima yaitu berbunyi “ada pengaruh kegiatan istighosah terhadap pembentukan akhlak siswa di SMP Islam Darussalam Tambak Madu Surabaya.”
4. Berdasarkan penelitian skripsi oleh Ade Maskur Saputra, NIM. D71214045 dalam skripsi yang berjudul, “Pengaruh Kegiatan Istighosah terhadap Kecerdasan Spiritual Siswa di SMAN 1 Pacet Mojokerto” menyatakan bahwa kegiatan istighosah di SMAN 1 Pacet Mojokerto dalam kategori cukup baik, halini dibuktikan dengan nilai rata-rata kegiatan istighosah sebesar 45,1%, dan kecerdasan spiritual di SMAN 1 Pacet Mojokerto dalam kategori cukup baik haltersebut dibuktikan dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 47,1%, yakni beradadiantara 35%-50%. Pada Koefisiensi determinasi diperoleh nilai sebesar 0,033 atau 33% kegiatan istighosah mempengaruhi kecerdasan spiritual siswa. Pada perhitungan analisis regresi diperoleh nilai F hitung sebesar 4.990 dengan tingkat signifikansi 0,027 < 0,05. Dapat diartikan bahwa kegiatan istighosah berpengaruh terhadap kecerdasan spiritual peserta didik di SMAN 1 Pacet Mojokerto.
Berdasarkan dari beberapa hasil penelitian tersebut di atas, maka dalam skripsi ini penulis akan membahas hal yang berbeda baik itu dalam hal subyek penelitian maupun obyek penelitian yaitu pembahasan mengenai Internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam upaya membangun karakter santri di pondok pesantren Assyafiiyah durisawo dengan pendalaman dan penerapan ilmu ilmu agama di jadikan pembiasaan prilaku setiap hari santri guna membentuk akhlak, prilaku serta karakter santri setiap hari. Penelitian ini yang dijadikan obyek adalah lembaga-lembaga non formal seperti Pondok Pesantren. Dalam penelitian ini peneliti meneliti di lembaga non formal yaitu di Pondok Pesantren Assyafi’iyah Durisawo Ponorogo.
BAB III
METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
1. Pendekatan Penelitian
Pendekatan yang dipakai oleh penulis dalam penelitian ini adalah c, Moleong menjelaskan metodologi kualitatiaf adalah sebagai prosedur dalam penelitian yang akan menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata yang tertulis,lisan dari orang orang serta perilaku yang bias diamati1 Penelitian kualitatif ialah suatu strategi inquiri yang menekankan pencarian makna, pengertian, konsep, karakteristik, gejala, symbol maupun deskripsi tentang suatu fenomena,focus dan multimetode, yang bersift alami dan holistic, mengutamakan kualitas menggunakan beberapa cara, serta disajikan secara naratif. Tujuan penelitian kualitatif adalah untuk menemukan jawaban terhadap suatu fenomena melalui aplikasi prosedur ilmiah secara sistematis dengan menggunakan pendekatan kualitatif.2
2. Jenis Penelitian
Penelitian memerlukan suatu cara pendekatan yang tepat untuk memperoleh data-data yang akurat. Oleh karena itu diperlukan adanya suatu metodologi penelitian yang harus ada relevansi antara komponen yang satu dengan komponen yang lainnya.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan prosedur analisis yang tidak menggunakan prosedur analisis statistik atau cara kuantifikasi Dalam penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya sendiri
1 Lexi J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2000), 3.
2 Umar Sidiq, dkk, Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Pendidikan (Ponorogo: CV.
Nata Karya, 2019), 4.
57
dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahnya. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif, artinya data yang dianalisis bersifat deskriptif fenomena, tidak berupa angka-angka. Data kualitatif ialah data yang berbentuk kata, kalimat, skema dan gambar.
Penelitian kualitatif bertujuan untuk mendapatkan pemahaman suatu kondisi atau konteks yang mengarah pada pendeskripsian secara terperinci dan mendalam mengenai suatu kondisi dalam sebuah konteks yang dialami atau natural setting, yakni bedasar pada fakta yang terjadi di lapangan studi. Adapun jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian studi kasus, yakni suatu deskripsi intensif dan analisis fenomena tertentu atau satuan social seperti individu, kelompok,institusi atau masyarakat.
Disamping itu merupakan penyelidikan pendidikan secara rinci satu setting, satu subjek tunggal, satu kumpulan dokumen atau satu kejadian tertentu.Selain itu, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat antara fenomena yang diselidiki.Karena memang penelitian ini juga meneliti kondisi sosial di masyarakat sekitar, maka penelitian penelitian sosial dapat diterapkan dalam penelitian ini. Penelitian sosial merupakan proses yang terencana dan sistematikuntuk menganalisis fakta atau fenomena sosial dalam masyarakat baik sebagian maupun secara keseluruhanya dan membantu memecahkan masalah mereka dengan keahlian keilmuan seseorang.3
3 Bambang Rustanto, Penelitian Kualitatif Pekerjaan Sosial (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2015), 2