• Tidak ada hasil yang ditemukan

Paparan Data Khusus

Dalam dokumen manajemen perubahan dalam integrasi kurikulum (Halaman 113-130)

Pondok Pesantren Darul Falah dan MA Darul Falah hanya beda gedung perkantoran saja. Untuk jurusan yang terdapat di SMK Darul Falah ini ada dua, yakni Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dan Asisten Perawat.4

perubahan merupakan wujud suatu pendekatan suatu proses bagaimana saya berupaya dan kami berupaya mengubah individu yang ada, termasuk tim dan stakeholder.5 Dedik Widianto mengartikan bahwa manajemen perubahan itu perlu, demi mengubah individu yang terdapat dalam organisasi. Beliau mengatakan tim dan stakeholder karena sebagai kurikulum yayasan dan jika mengadakan wacana perubahan harus sesuai dengan prosedur yang ada, yakni melalui kepala lembaga MA dan SMK Darul Falah.

Berikutnya peneliti bertanya kepada Kepala MA Darul Falah yakni Mujib Nur Kholik, tentang bagaiamana perspektif beliau mengenai manajemen perubahan yang terjadi dalam kurikulum.:6

“Saya rasa ada bagian Kurikulum di Yayasan Darul Falah yang dikoordinir oleh Ustadz Dedik itu sudah merupakan perubahan mas. Sebelumnya tidak ada, ada kurikulum terpadu namun hanya sebagai pelaksana keiatan penilaian, baik tengah maupun akhir semester. Jadi jika akan ada penilaian tingkat MTs., MA, dan MA di lingkungan Yayasan Pondok Pesantren Darul Falah akan membentuk kepanitiaan.

5 Wawancara, Dedik Widianto, Bidang Kurikulum Yayasan Pondok

Pesantren Darul Falah Sukorejo, Selasa, 5 Juli 2022.

6 Wawancara, Mujib Nur Kholik, Kepala MA Darul Falah Sukorejo,

Selasa, 5 Juli 2022.

Tugas mereka adalah menentukan sesi ujian, menentukan standar pembuatan soal, cara upload, ruangan, nomor dan sebagainya. Kembali ke manajemen perubahan yang dilakukan oleh bidang kurikulum yayasan tadi ya mas, saya kira keputusan atau perintah Ustadz Dedik itu berani mas. MA dan SMk itu berbeda dari segala sisi, termasuk kurikulumnya. Di MA sendiri terdapat beberapa pengembangan mata pelajaran PAI yakni Akhlak, Fikih, Qur’an Hadits, dan Bahasa Arab, sementara di SMK tidak. Tapi ya tetap kita akan mengikuti kebijakan yayasan”

Kepala MA Darul Falah mengatakan bahwa integrasi kurikulum tersebut merupakan hal yang berani. Menurut Ustadz Mujib, hal ini belum pernah dilakukan sebelumnya, karena biasanya yang berkolaborasi adalah panitia penilaian tengah dan akhir semester, bukan peserta didiknya. Sementara yang dilakukan oleh Ustadz Dedik mulai semester ganjil ini adalah peserta didik MA dan SMK secara kurikulum.

Yang berarti integrasi kurikulum tersebut termasuk proses pembalajaran di dalam kelasnya.

Ustadz Erwin Purwanto sebagai kepala SMK Darul Falah ketika ditanya tentang manajemen perubahan yang dilakukan, beliau menjawab:7

“Perubahan ini dipelopori Ustadz Dedik, terkait penyatuan atau integrasi kurikulum di MA dan SMK Darul Falah. Beliau itu sebelumnya bertugas di SDIT Darul Falah, juga sebagai kepala sekolah. Kemudian ada rotasi karyawan, pihak yayasan memberi amanah beliau di bagian kurikulum, bukan di lembaga namun langsung di bawah naungan yayasan. Posisi yang baru, sekaligus kebijakan baru, menurut saya beliau cukup berani. Apapun keputusan dari atas, jika menyangkut kebaikan kita untuk masa selanjutnya, maka harus didukung dengan total, saya dan seluruh tim di bawah saya.”

Pernyataan Ustadz Erwin Purwanto tersebut senada dengan Kepala MA Darul Falah,Ustadz Mujib Nur Kholik, bahwa kebijakan mengintegrasikan kurikulum MA dan SMK merupakan hal yang baru. Dari jawaban tersebut Ustadz Erwin menjelaskan bahwa posisi yang sekarang dijabat oleh Ustadz Dedik adalah baru.

Penelitpun kembali ke Ustadz Dedik Widianto, apa yang membuat beliau mempunyai ide dan gagasan

7 Wawancara, Erwin Purwanto, Kepala SMK Darul Falah Sukorejo,

Selasa, 5 Juli 2022.

sehingga mencetuskan kebijakan tentang integrasi kurikulum tersebut, dan beliau menjawab:8

“Setelah satu semester ditugaskan untuk mendampingi kurikulum dari masing-masing lembaga di MTs., MA dan SMK di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Darul Falah saya menemukan fakta. Fakta tersebut berupa perbedaan sikap antara MA dan SMK Darul Falah. Saya sudah melihat dan bertanya ke beberapa siswa SMK yang menyatakan bahwa antara pengurus MA dan SMK berebut kekuasaan atau perhatian dari siswa jenjang MTs. Selain alasan tersebut, saya juga memikirkan tentang efektivitas penggunaan sarana dan prasarana khususnya ruang kelas. Kita ini merupakan lembaga yang masih dalam tahap berkembang, semua hal harus dioptimalkan dan disesuaikan dengan apa yang kita punya. Sehingga mengintegrasikan ruang pembelajaran antara MA dan SMK merupakan jawaban yang saya harap bisa sedikit mengurai beberapa permasalahan tersebut.”

Dari penjelasan Ustadz Dedik tersebut didapat alasan atau hal-hal yang melatarbelakangi mengapa kebijakan tersebut terjadi, yakni sebagai berikut:

a. Penyamaan standar dari keterampilan keagamaan, MA dan SMK Darul Falah merupakan lembaga di bawah naungan Pondok Pesantren, maka seharusnya

8 Wawancara, Dedik Widianto, Bidang Kurikulum Yayasan Pondok

Pesantren Darul Falah Sukorejo, Selasa, 5 Juli 2022.

bisa dan mampu dalam hal Alqur’an Hadits, Fikih, Akidah Akhlak, dan Bahasa Arab;

b. Antisipasi polarisasi, Ustadz Dedik melakukan srvey lapangan kepada siswa yang menjadi pengurus pondok dari kedua lembaga. Dan menurut sumber Ustadz Dedik, mereka saling berebut pengaruh siswa jenjang bawahnya atau siswa MTs Darul Falah Ponorogo;

c. Efisiensi sarana dan sumber daya manusia, ruang kelas dan guru yang terdapat di MA dan SMK Darul Falah masih dalam tahap cukup dengan syarat subsidi silang. Di beberapa mata pelajaran yang sama, ustadz-ustadzahnya pun sama. Ruang kelas pun beberapa kali disinyalir pernah bergantian.

Berdasar latar belakang yang diutarakan oleh tersebut, peneliti melanjutkan pertanyaan tentang faktor lain yang menyebabkan perubahan:9

“Seperti yang sudah saya sebelumnya mas, kalau faktor internal ya itu tadi, keterbatasan ruang kelas, kemudian tenaga pendidiknya, lalu dari sisi peserta didiknya adalah mereka yang menjadi pengurus pondok malah berebut pengaruh. Kita antisipasi perpecahan hal-hal yang kurang penting tersebut untuk kemudian disatukan dalam satu kelas dan

9 Ibid.

harapanya bisa saling bersinergi. Untuk dorongan dari luar atau faktor eksternal, pastinya masyarakat tidak peduli apakah anak didik kita masuk ke madrasah aliyah yang banyak pelajaran keagamaanya atau sekolah menengah kejuruan yang terampil dalam hal keperawatan serta teknologi. Saya yakin menurun pandangan masyarakat lulusan pondok pesantren pasti harus bisa ngaji, harus bisa ini dan itu. Harapan saya integrasi kurikulum ini bisa menambah value dari peserta didik itu sendiri.”

Dari pernyataan tersebut, Ustadz Dedik memberikan penjelasan bahwa terdapat dua faktor yang mempengaruhi atau melandasi kebijakan integrasi kurikulum ini. Yakni dari faktor internal adalah:

kekurangan fasilitas, tenaga pendidik, penambahan nilai untuk keterampilan keagamaan khususnya untuk siswa SMK, dan antisipasi polaritas atau perpecahan antara keduanya. Faktor eksternalnya adalah harapan dari masyarakat pengguna lulusan.

Demi memperjelas pernyataan dari para kepala lembaga dan bagian kurikulum yayasan, peneliti bertanya kepada Ustadz Edi Purnomo dan Ustadzah Daniar Alviana selaku wakil kepala kurikulum di

lembaga masing-masing. Berikut jawaban Ustadz Edi terlebih dahulu:10

“Ide atau kebijakan ini benar-benar baru dan pertama kali dilakukan di dua lembaga ini. Ustadz Dedik tidak melihat secara aturan, namun secara kebutuhan atau hal-hal yang dibutuhkan oleh peserta didik. Menurut jika disesuaikan dengan aturan jam pelajaran di SMK, maka tentu akan bertambah. Di SMK sendiri jam pelajaran hanya ada 46jam untuk kelas 10 dan 11 serta 48jam untuk kelas 12 perminggunya. Sementara kita tahu di MA ada percabangan di mata pelajaran PAI yang menjadi qur’an hadits, Bahasa Arab, dan akidah akhlak. Kalau dengan kebijakan internal kami, tidak ada masalah, kalau dengan pihak kementerian pendidikan dan atau dengan kementerian agama juga tidak ada masalah. Kami melakukan integrasi kurikulum menurut arahan dari Ustadz Dedik hanya di sisi internal saja. Sementara untuk kebutuhan eksternal kami tidak melakukan perubahan sama sekali. Jadi semua kebutuhan dan tanggungan kami terhadap dua kementerian tersebut tidak mengalami perubahan.”

Ustdaz Edi Purnomo berdasar hasil wawancara tersebut menyatakan bahwa teradapat perbedaan jumlah jam pelajaran pada setiap minggunya. Di madrasa aliyah jumlah setiap minggunya mencapai 54 atau 56 jam, sedangkan di sekolah menengah kejuruan hanya 46 dan

10 Wawancara, Edi Purnomo, Wakil Kepala Kurikulum SMK Darul

Falah Sukorejo, Selasa, 5 Juli 2022

48 jam pelajaran. Selain hal tersebut, Ustadz Edi juga menambahkan bahwa perubahan kebijakan ini merupakan pendekatan atau kebijakan yang benar-benar baru. Level manajerial tingkat lembaga maupun yayasan belum pernah melaksanakan hal tersebut sebelumnya. Meskipun menggunakan pendekatan dan metode baru, Ustadz Edi mengatakan bahwa tidak ada perubahan untuk kebutuhan di luar lembaga atau di luar lingkungan pondok pesantren. Integrasi kurikulum dapat benar-benar dilaksanakan dalam lingkup internal dengan arahan dan aturan dari bidang kurikulum yayasan.

Ustadzah Daniar Alviana selaku Wakil Kepala di bidang kurikulum MA Darul Falah juga menyatakan:11

“Soal integrasi kurulum ya mas, jadi kalau menurut saya sebenernya inti dari kegiatan integrasi kurikulum ini adalah penyesuaian kurikulum sebagai dampak dari dijadikan satu antara MA dan SMK Darul Falah. Di SMK mata pelajaran seperti Hadits, Akhlak, Bahasa Arab, dan Fikih itu tidak ada, jadi ketika dijadikan satu dengan siswa MA, maka kami harus menurunkan grade sehingga harapannya mata pelajaran yang disampaikan dapat dipahami oleh semua siswa. Kebijakan ini diinisiasi oleh Ustadz Dedik, ya baru pertama kali ini. Saya rasa tidak ada

11 Wawancara, Daniar Alviana, Wakil Kepala Kurikulum MA Darul

Falah Sukorejo, Selasa, 5 Juli 2022.

peraturan yang kami langgar, kita mengikuti kebijakan dari Yayasan Pondok Pesantren Darul Falah yang menaungi lembaga kita. Secara administratif, kurikulum yang kami mintakan validasi di Kemenag juga sudah disetujui dan disahkan oleh mereka, ya tentunya berbeda dengan realita yang ada di lapangan.”

Pernyataan Ustadzah Daniar tersebut mendukung pendapat sebelumnya yang diutarakan oleh Ustadz Edi.

Bahwasanya mereka membedakan antara kurikulum yang disahkan oleh Kemenag dan realita di lapangan.

Pengesahan Kurikulum yang diajukan ke Kementerian Agama Ponorogo adalah Kurikulum 13, sementara realita di lapangan juga Kurikulum 13 namun dengan tambahan siswa SMK dan beberapa penyesuian grade di mata pelajaranya. Ustadzah Daniar juga mengakui bahwa kebijakan ini memang baru, namun tetap bisa dilaksanakan untuk lingkup internal.

2. Perumusan Kebijakan

Manajemen perubahan dilaksanakan sebagai cara untuk mendorong dan memotivasi lembaga pendidikan ke arah yang lebih baik. Semua tahapan harus dilalui step by step tanpa ada yang tercecer. Maka dari itu sebelum ke arah pengembangan dan pemilihan kebijakan, maka diperlukan pengukuran seberapa besar

lembaga mampu untuk melaksanakan dan menerima perubahan. Dimulai dengan melakukan pemetaan stakeholders (pemangku kepentingan), identifikasi penolakan, mengenali besaran perubahan yang diinginkan kemudian lanjut ke pemilihan kebijakan dan terakhir pengambilan keputusan. Biasanya diagnostik situasional dilaksanakan dengan asesmen dan kuesioner, sementara di MA dan SMK Darul Falah dilakukan dengan cara FGD (Fokus Group Discussion).

Gambar 4.1 FGD Perumusan Kebijakan dalam Perencanaan Manajemen Perubahan12

Perubahan yang terjadi di MA dan SMK Darul Falah ini diinisiasi oleh pihak Yayasan Pondok Pesantren Darul Falah. Tentunya akan ada beberapa pemangku kepentingan yang terlibat. Pemangku

12 Dokumentasi, Perencanaan Manajemen Perubahan dalam Integrasi Kurikulum MA dan SMK Darul Falah Sukorejo Ponorogo, Selasa, 5 Juli 2022.

kepentingan mempunyai kekuatan, posisi penting, dan pengaruh terhadap Dalam manajemen perubahan yang terdapat perubahan signifikan serta melibatkan lebih dari dua pihak, penting untuk diketahui siapa pemangku kepetinganya. Ustadzah Daniar menjawab dengan memberikan pernyataan berikut:13

“Saya rasa yang paling menonjol adalah Ustadz Dedik, beliau mempunyai ide sekaligus bisa menjadikanya dalam bentuk kebijakan yang dapat dilaksanakan oleh kami. Arahan dari beliau kepada para guru juga jelas, sehingga kegiatan pembelajaran dapat dilaksanakan”

Ustadzah Daniar berpendapat bahwa yang menjadi kunci utama adalah Ustadz Dedik Widianto, dengan alasan bahwa Ustadz Dedik memberikan ide.

Ustdz Dedik lah yang juga menelurkan kebijakan kepada kurikulum untuk mengintegrasikan kurikulum di MA dan SMK Darul Falah. Namun setelah dikonfirmasi kepada Ustadz Dedik, beliau malah berpendapat bahwa kunci utamanya terletak pada Wakil Kepala Sekolah dan atau Madrasah bagian kurikulum.

Ustadz Dedik berdalih bahwa pihaknya hanya

13 Wawancara, Daniar Alviana, B Wakil Kepala Kurikulum MA Darul Falah Sukorejo, Selasa, 5 Juli 2022.

memberikan ide, gagasan, kebijakan, dan perintah untuk dilaksanakan oleh Waka Kurikulum di masing-masing lembaga dan terakhir akan dilaksanakan oleh guru-guru mata pelajaran. Ustadz dedik hanya mengawal perubahannya saja, sementara untuk pelaksanaan kurikulum tetap dilaksanakan oleh waka kurikulum lembaga.14 Dari dua pendapat tersebut bahwa perubahan yang dilakukan atau diinisiasi oleh Ustadz Dedik berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung.

Pengaruh nyata akan dirasakan oleh wakil kepala bidang kurikulum dan guru sementara siswa hanya akan merasakan dampak perubahan dari kurikulum ini atau bisa dikatakan pengaruh namun tidak secara langsung.

Peneliti meneruskan wawancara kepada Ustadz Mujib, beliau mengatakan bahwa kebijakan ini disahkan terdapat beberapa penolakan walaupun dalam bentuk yang hampir tidak terlihat. Ustadz Mujib mengatakan:

“Semua hal di dunia ini pasti tidak luput dari kurang atau cela mas, termasuk dalam perencanaan kebijakan integrasi kurikulum ini. Salah satu ustadzah kami pernah usul ketika dibelakang layar bahwa secara target, kebijakan ini malah akan mengurangi target kami di MA Darul Falah. Kita

14 Wawancara, Dedik Widianto, Bidang Kurikulum Yayasan Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo, Selasa, 5 Juli 2022.

tidak bertambah secara dalam hal standar penilaian menjadi lebih baik, namun malah disuruh untuk downgrade. Saya juga menyadarai hal tersebut, mereka mengikuti mata pelajaran yang mana menjadi ciri khas dari madrasah aliyah. Namun di lain sisi, siswa-siswa kami tidak mengikuti mata pelajaran di jurusan mereka, kita tidak ikut belajar tentang jaringan maupun asistensi untuk perawat.

Jika seperti ini maka akan sangat menguntungkan pihak SMK. Namun hingga sekarang protes tidak terdengar kembali, kalaupun ada, nantinya akan kami gunakan sebagai bahan evaluasi untuk kebijakan di tahun pelajaran berikutnya.”15

Ustadz Mujib meneruskan penolakan atau opini dari salah satu ustadzahnya. Ustadzah tersebut mengatakan bahwa siswa MA harus menurunkan grade karena memang di SMK tidak ada mata pelajaran keagamaan. Dikatakan bahwa siswa SMK belajar tentang suatu yang menjadi ciri khas dari siswa MA, namun tidak terjadi sebaliknya. Siswa MA tidak belajar tentang jaringan dan keperawatan. Masih menurut Ustadz Mujib, protes atau opini tersebut tidak atau belum berlanjut. Bila nantinya masih berlanjut akan digunakan sebagai evaluasi tahun berikutnya.

15 Wawancara, Mujib Nur Kholik, Kepala MA Darul Falah

Sukorejo, Selasa, 5 Juli 2022.

Tidak ingin menilai dari satu sisi saja, peneliti bertanya ke seberang, yakni pihak SMK. Ustadz Ekhsan, salah satu guru di jurusan TKJ SMK Darul Falah Sukorejo Ponorogo, mengatakan bahwa dirinya sudah merencanakan berbagai hal tentang siswa di SMK. Pihaknya sudah mencari berbagai referensi kitab untuk menunjang mata pelajaran PAI di SMK. Salah satu caranya adalah melakukan pemesanan kitab-kitab kuning klasik. Namun semua berubah saat mengetahui rencana tentang penggabungan kelas sebagai dampak dari integrasi kurikulum.16

Perubahan dilaksanakan memang sebagai reformasi ke arah yang lebih baik. Maka dari itu besaran perubahan juga perlu dan harus diukur. Ustadz Dedik kembali dalam diskusi perumusan kebijakan tentang integrasi kurikulum melakukan beberapa tema atau bahasan kepada para pemangku kebijakan yang berupa pemahaman tentang tujuan dari perubahan yang terjadi dalam kurikulum dan dampaknya. Kepemimpinan, komitmen dan dan strategi untuk keseluruhan pengelolaan dan implementasi perubahan. Selanjutnya

16 Wawancara, M. Ekhsan, Guru SMK Darul Falah Sukorejo, Selasa,

5 Juli 2022.

adalah apresiasi terhadap perubahan yang difasilitasi oleh manajemen perubahan. Seperti halnya yang dilakukan oleh peneliti, Ustadz Dedik juga menanyai masing-masing pemegang kekuasaan tentang perspektif mereka. Bukan hanya perpspektif, namun juga kemauan, kesadaran, dan partisipasi dari mereka.17

Peneliti mendapat dokumen hasil rapat perencanaan yang telah ditulis mandiri oleh notulen rapat kemudian peneliti konversi ke dalam bentuk word:18

a. Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan adalah manusia rasional yang selalu bergerak mengikuti kepentingan mereka sendiri. Perubahan dapat berhasil jika dilakukan dengan komunikasi yang jelas dan insentif yang signifikan. Strategi ini dilakukan dengan cara menaikan insentif secara signifikan demi keberhasilan perubahan;

b. Penerapan perubahan dengan perlahan dan dimulai dari tim inti manajemen. Penggunaan strategi dengan cara penafsiran kembali aturan-aturan dari

17 Wawancara, Dedik Widianto, Bidang Kurikulum Yayasan Pondok

Pesantren Darul Falah Sukorejo, Selasa, 5 Juli 2022.

18 Dokumentasi, Catatan Dedik Widianto, Bidang Kurikulum Yayasan

Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo, Selasa, 5 Juli 2022.

masing-masing lembaga sehingga tenaga pendidik dan kependidikan akan menyesuaikan kembali dengan peratutran yang berlaku;

c. Strategi pemaksaan, perubahan akan berhasil jika dilaksanakan dengan wewenang dan pemberlakuan sanksi. Tenaga pendidik dan kependidikan dipaksa untuk melaksanakan perubahan dan diberi sanksi jika melakukan penolakan;

d. Penyesuaian lingkungan dengan cara membangun atau memasukan orang-orang baru ke dalam lembaga. Kemungkinan dari yayasan akan merekrut orang-orang baru dengan peraturan yang baru, sehingga mau tidak mau yang di bawah akan mengikuti perubahan.

Dari beberapa strategi yang diungkapkan sebelumnya, Ustadz Dedik memilih untuk melaksanakan dua strategi secara bersamaan. Pertama adalah melakukan pemberian perintah secara langsung dari atas ke bawah, kemudian penggantian ekosistem.

Ada pergantian wakil kepala bagian kurikulum di MA Darul Falah, yang sebelumnya dijabat oleh Ustadzah Fury Yulia Damayanti kemudian digantikan oleh Ustadzah Daniar Alviana. Jadi manajemen perubahan

yang diterapkan oleh Yayasan Pondok Pesantren Darul Falah dapat diterapkan untuk tahun pelajaran 2022/2023.

Dalam dokumen manajemen perubahan dalam integrasi kurikulum (Halaman 113-130)