• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembuatan Batik Kombinasi Tulis Dan Cap

Dalam dokumen Buku Guru SMALB Kelas XII (Halaman 88-98)

Ruang Lingkup Pembelajaran

B. Penilaian Keterampilan

1. Pembuatan Batik Kombinasi Tulis Dan Cap

Hal yang sangat berbeda terjadi pada pembuatan motif batik ikat celup. Motifnya dihasilkan dari pengikatan pada kain. Didalam ikatannya dimasukkan berbagai jenis pernik benda yang nantinya membentuk berbagai motif yang berbeda-beda. Fungsi dari ikatan adalah sebagai perintang masuknya warna pada waktu pewarnaan. Dalam hal ini fungsi ikatan tali sama dengan lilin malam pada proses batik tulis dan cap.

Dengan perbedaan dasar teknik tersebut maka guru dalam membimbing siswa dalam berkarya batik kombinasi hendaknya lebih menekankan pada perencanaan disain yang matang dan ketelitian pada proses pembuatannya agar menghasilkan karya batik yang baik.

Proses pembuatan batik kombinasi sangat bergantung dari jenis batik yang digabungkan. Dimulai dari teknik membuat motif gabungan, pewarnaan dilanjutkan hingga berakhir pada proses pelorodan. Batik-batik kombinasi mempunyai urutan proses yang berbeda beda.

Contoh motif adalah sebagai berikut:

Gambar 3.2

Contoh disain motif batik cap (Sumber: Dokumen Pribadi)

Berdasarkan rancangan motif, kemudian diwujudkan dalam alat pengecapan.

Gambar 3.3 Contoh motif batik cap (Sumber: Dokumen Pribadi)

Dengan model motif cap ini, kemudian dibuat rancangan pola batik cap. Pola pengecapan batik dapat dibuat dalam beberapa alternatif. Dari beberapa alternatif inilah kemudian dipilih yang dianggap paling baik.

Gambar 3.4

Alternatif rancangan pengecapan (Sumber: Dokumen Pribadi)

Dari perancangan pengecapan kemudian dikembangkan lagi pada tahapan perancangan kombinasi dengan batik tulis.

Penambahan kombinasi dengan batik tulis juga dapat dibuat dalam berbagai alternatif. Contohnya sebagai berikut:

Gambar 3.5 Alternatif Pola 1 (Sumber: Dokumen Pribadi)

Gambar 3.6 Alternatif Pola 2 (Sumber: Dokumen Pribadi)

Gambar 3.7 Alternatif Pola 3 (Sumber: Dokumen Pribadi)

Dari ketiga pola tersebut, peserta didik diarahkan untuk memilih pola yang mereka anggap paling menarik. Langkah selanjutnya adalah memotong kain sesuai kebutuhan dan besarnya pola, kemudian membuat garis-garis bantuan dengan pinsil untuk memudahkan posisi pengecapan motif batik.

Gambar 3.8 Garis bantuan pengecapan (Sumber: Dokumen Pribadi)

Selanjutnya guru bersama siswa melakukan pengecapan dengan langkah sebagai berikut:

1. Menyiapkan peralatan batik cap, dengan meletakkan loyang, angsang dan potongan karung goni diatasnya.

2. Memasukkan lilin malam secukupnya dan meletakkan diatas nyala kompor hingga mencair sempurna.

3. Sementara menunggu lilin mencair sempurna, guru dibantu siswa menyiapkan meja pengecapan.

4. Setelah siap maka kain diletakkan pada meja pengecapan dan melakukan pengecapan dengan cermat dan hati-hati.

Gambar 3.9 Proses pengecapan (Sumber: Dokumen Pribadi)

Setelah selesai proses pengecapan maka guru bersama siswa melanjutkan dengan pencantingan. Pencantingan pada batik kombinasi tulis dan cap dilakukan untuk memperindah motif batik dengan garis isen-isen.

Langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut:

1. Guru membimbing siswa untuk membuat konsep dan sketsa isian pada motif utama sebagai acuan. Apabila siswa mengalami kesulitan mencanting secara langsung siswa diarahkan untuk menggambarkan dahulu motif isen-isen pada motif utama.

2. Siswa menyiapkan kompor batik dan wajan kecil dengan malam secukupnya.

3. Menyalakan kompor batik hingga lilin malam mencair secara sempurna.

4. Siswa diinstruksikan untuk mencoba menggoreskan canting cecek pada potongan kecil kain terlebih dahulu. Bila garis yang dihasilkan sudah bagus, siswa melanjutkan pencantingan pada pola kain.

5. Dengan pengawasan guru siswa dibimbing untuk melakukan pencantingan pada pola kain dengan cermat dan hati-hati.

Gambar 3.10 Hasil pencantingan (Sumber: Dokumen Pribadi)

Setelah kain selesai dengan proses pengecapan dan pencantingan maka proses selanjutnya adalah proses pewarnaan colet pada ornamen motif batik dengan langkah sebagai berikut:

1. Siswa dibimbing guru menyiapkan 3 pewarna colet dengan bahan pewarna indigosol yaitu warna kuning, hijau dan merah muda pada mangkuk plastik kecil.

2. Menyiapkan juga 3 alat pencolet warna lalu bentangkan kain batik yang akan diwarnai dengan beralaskan kertas koran atau karung goni.

3. Siswa mengoleskan pewarna dengan cermat dan hati-hati hingga pewarnaan selesai.

4. Penjemurlah kain pada terik matahari hingga warnanya muncul dengan sempurna.

Gambar 3.11 Hasil pewarnaan indigosol (Sumber: Dokumen Pribadi)

5. Sementara menunggu warna muncul sempurna, siswa menyiapkan penngunci warna dalam ember besar dengan campuran HCL, Asam nitrit dan 10 liter air.

6. Selanjutnya kain dicelupkan pada pengunci warna kira-kira 30 detik hingga larutan bereaksi secara merata.

7. Setelah itu kain dibilas dengan air bersih dan tiriskan hingga kering.

Gambar 3.12

Hasil pewarnaan setelah dikunci warna (Sumber: Dokumen Pribadi)

8. Setelah kain kering, kembali menyiapkan kompor batik dengan melelehkan lilin malam secukupnya.

9. Melakukan pengeblokan (penutupan dengan lilin malam) dengan kuas lukis pada bagian motif yang telah diwarna colet hingga selesai.

Gambar 3.13

Hasil batik setelah diblok lilin malam (Sumber: Dokumen Pribadi)

10.Bila pengeblokan selesai berarti kain siap untuk diwarnai latarnya dengan teknik pewarnaan celup.

11. Guru membantu siswa menyiapkan pewarna napthol biru tua untuk ramuan 2 meter kain.

12.Kain dibasahi dengan air bersih dan ditiriskan.

Gambar 3.14

Pewarnaan celup pada latar kain (Sumber: Dokumen Pribadi)

Gambar 3.15 Penjemuran kain (Sumber: Dokumen Pribadi)

13.Pencelupan warna dilakukan secara cermat dan hati-hati. Proses pencelupan dilakukan hingga dua atau tiga kali untuk menghasilkan warna kain yang pekat dan merata.

Gambar 3.16

Hasil batik kombinasi tulis dan cap (Sumber: Dokumen Pribadi)

Sebagai proses terakhir dari batik kombinasi ini dilakukan pelorodan untuk menghilangkan seluruh lilin malam pada kain.

Untuk melatih keterampilan siswa, guru memberikan tugas membuat pola batik kombinasi batik tulis dan cap dengan langkah sebagai berikut:

1. Siswa diberi tugas merancang motif batik cap dengan ukuran bidang segi empat berukuran 8 x 8 cm. Garis pinsil kemudian ditebalkan dengan spidol warna hitam.

Gambar 3.17

Contoh motif batik cap ukuran 8 x 8 cm (Sumber: Dokumen Pribadi)

Gambar 3.18

Contoh alternatif isen-isen motif batik cap (Sumber: Dokumen Pribadi)

2. Gambar dijiplak 3 kali, masing-masing gambar ditambahkan motif isen-isen untuk kombinasi batik tulisnya dalam 3 alternatif. Motif isen-isen ditebalkan dengan spidol warna merah untuk membedakan.

3. Dari motif yang dibuat disusun sedemikian rupa menjadi pola batik kombinasi batik tulis dan cap dalam 2 alternatif pola batik.

Gambar 3.19

Alternatif 1 poal kombinasi batik tulis dan cap (Sumber: Dokumen Pribadi)

Gambar 3.20

Alternatif 2 pola kombinasi batik tulis dan cap (Sumber: Dokumen Pribadi)

Dalam dokumen Buku Guru SMALB Kelas XII (Halaman 88-98)

Dokumen terkait